Chapter 7
“yun kau yakin rencanamu bekerja sama dengan ahsjussi kim akan diterima olehnya?” tanya yoochun
“tentu saja, aku sangat yakin yoochun ah” yunho tersenyum
“kurasa umma dan appa joongie sangat merindukan putra tunggal mereka, begitu juga dengan boojae yang diam- diam memendam rindu pada mereka” yunho menatap sahabatnya itu
“tentu saja mereka sangat rindu, bahkan kejadian sudah berlalu lima tahun lalu yun mereka tidak pernah bertemu” yunho mengetuk- ngetukkan tangannya
“kau menghamili joongie diusia sangat belia, harusnya diumurnya yang masih belia jaejoong masih mendapat kasih sayang dari umma dan appanya bahkan masih butuh bermain” lanjut yoochun
“boojae hanya boleh dekat denganku yoochun ah, aku tidak suka melihat para namja memandangnya mesum” sewot yunho
“kau sendiri menelanjanginya eoh” sindir yoochun
“yahh!! Itu kan memang hal yang seharusnya kau tau sendiri jaejoong sangat cantik, jika dia lepas dari genggamanku bisa- bisa dia jatuh ketangan yang tidak tepat” yunho membayangkan boojaenya yang cantik dan sexy
“kau bahkan menghamilinya, aigoo” yoochun memijit pelipisnya
“aku sangat mencintainya yoochun ah jadi aku tidak sengaja membuatnya hamil, tapi aku tidak pernah menyesal menghamili boojae, walaupun aku juga merasa sangat bersalah atas apa yang diterimanya akibat ulahku”
“tidak sengaja tapi selalu membobolnya diwaktu sengangg” cibir yoochun
“kau sendiri pernah melakukannya dengan junsu,dan aku sangat yakin kau tau bagaimana rasanya” yunho tertawa keras
“tapi kau melakukannya diusia jaejoong yang sangat belia sobat” yoochun menggelengkan kepalanya
“tapi kau juga tau hasilnya kan yoochun ah” yunho masih kekeh tidak mau kalah
“ya ya minnie dan bummie memang sangat lucu” yoochun akhirnya mengalah
.
.
setelah menidurkan kedua jung kecil keduanya menuju ruang tengah untuk bersantai
“haaah. Aku lelah sekali” junsu mendaratkan buttnya di sofa
“miane ne, anak- anak membuatmu lelah” junsu tersenyum kearah sahabat sekaligus sepupunya itu
“tidak apa- apa aku senang bermain dengan mereka”
“suie .. Aku tidak menyangka yang jadi pembicara adalah umma” jaejoong mengganti- ganti stasiun tv tanpa ada niat menonton
“aku juga tidak menyangka, aish!! Jangan diganti-ganti hyung!!” junsu sibuk berbalas pesan dengan yoochun
“kau akan menginap disini suie?” junsu menggeleng
“aku dijemput chunnie nanti”
“kukira kau akan menginap disini suie” jaejoong membuka pesan baru di ponselnya
“suie kau ingat teman yunho yang namanya seunghyun?” junsu menoleh
“kenapa?” tanya junsu
“aku tidak tau dia mendapat nomorku dari siapa, dia mengirimiku pesan seperti ini” jaejoong menunjukkan ponselnya pada junsu
‘jaejoongie kau ada waktu besok siang? Aku ingin mengajakmu makan siang bersama.
-seunghyun-
“kukira dia sudah gila joongie hyung” komentar junsu
“aku setuju” jaejoong mengendikkan bahunya
“joongie, apa kau tau ahjumma sering sekali menanyakanmu kepadaku” jaejoong menatap malas junsu
“ohh .. Benarkah?”
“ne, biasanya ahjumma tanya bagaimana keadaanmu joongie, apa cucu- cucunya tumbuh dengan baik” jaejoong menatap lurus junsu yang terus berceloteh
“kenapa umma masih menanyakanku? Bukankah aku sudah dibuang” matanya berembun
“joongie .. Sudahlah, lupakan masa lalu.. Mereka sangat menyesal dengan keputusan mereka” junsu menatap sendu sepupunya
“aku masih belum bisa suie” jaejoong memejamkan matanya dan bersandar di sandaran sofa
“apa yunho hyung yang melarangmu mengingat masalalumu? Junsu menatap curiga kearah sepupunya ia sangat tau pasalnya yunho sangat posesif pada sepupunya
“anii .. yunho malah sangat mendukung jika aku memaafkan umma dan appa” junsu menatap jaejoong yang nampak sangat rapuh
“apa kau tau suie rasanya dibuang oleh umma dan appamu”
“joongie ..meskipun aku tidak pernah berada di posisimu aku berharap kau segera melupakan segala hal menyakitkan dimasa lalu” junsu memeluk jaejoong memberikan kekuatan saat dilihatnya sepupuya terisak keras
.
.
“nyonya .. Tuan muda changmin terbangun dan berteriak mencari anda sepertinya ingin mengempeng” kata hyorin
“ah .. Ne aku akan kesana hyorin ah” hyorin mengangguk
“aku akan menemui minnie dulu suie” jaejoong mengusap air matanya
“aku ikut hyung. Hehe” junsu mengekor dibelakang jaejoong
Saat sampai di kamar jung twins jaejoong melihat changmin duduk di ranjang dan menangis sesenggukan
“ummaa.. Hiks.. Cucu” rengek changmin
“ne ne ..”jaejoong memangku changmin dan membuka kancing kemejanya
Slurp
Slurp
“ish...pelan -pelan minnie ah” jaejoong meringis membuat junsu mau tak mau ikut meringis
“apa itu sakit hyung?” tanya junsu
“tentu saja, kau kira rasanya enak mengempengi seperti ini” jaejoong memutar bola matanya
“yaa!! Kan aku belum pernah menyusui hyung!” sewot junsu
“kau pikir aku percaya eoh” cibir jaejoong
“aku memang tidak pernah hyung!! Aishh” junsu mengacak rambutnya
“aihh kau pikir aku tidak tau kau sering menyusui yoochun” ucap jaejoong junsu yang memang pada dasarnya lemot masih memproses
Loading..
Please waiting..
1
2
3
“YA!!!! Kau ini!!” junsu bersungut- sungut
“bwahahahahahha aku benar kan suie?” jaejoong tertawa nista melihat junsu mencak-mencak
PLOP
“umma, suie jumma kalian belisik sekali eoh!” sembur changmin membuat keduanya terdiam
“ummamu yang mulai” junsu menunjuk jaejoong
“sudah jja .. Mengempeng lagi” jaejoong menolehkan kepala changmin agar mengempeng lagi
Tap
Tap
Tap
“ayeoooong semua ..” seru yoochun
BRUK!!
“chuniieee..”junsu menubruk tubuh kekasihnya
“dimana yunnie chunni hyung?” yoochun menoleh kearah jaejoong
“dia sedang ganti baju kurasa”jawab yoochun
“ohh iya. Tumben sekali kalian pulang cepat” junsu menyahut
“kami sudah menyelesaikannya dengan cepat, jadi kami bisa pulang cepat suie”
“boo .. Kau dimana.” panggil yunho
“ne aku dikamar minnie dan bummie bear” teriak jaejoong
ceklek
“ahh kalian disini rupanya” yunho memandang boojenya yang sedang memyusui changmin membuatnya menelan ludah jaejoong yang tersadar tatapan lapar beruangnya segera melepas mulut changmin dari nipplenya dan kembali mengancingkan kemejanya yunho tertawa melihat boojaenya yeah kode alam hanya mereka yang mengerti. Kekekelek
“oh iya yun aku pulang sekarang saja, aku akan kencan dengan suie” yoochun memeluk junsu
“ahh ne, pulanglah.. Hush .. Hush..” jawab yunho memberi ekspresi mengusir keduanya
“yah!! Kurang ajar!” jaejoong tertawa nista melihat pasangan yoosu menggerutu
.
.
Jam masih menunjukkan pukul 06.30 biasanya ia baru pulang dari kantor jika harus lembur tapi berbeda kali ini yunho sedang bersantai bersama kedua anaknya menunggu jaejoong yang sedang berkutat dengan bumbu dapur
“boo.. Ponselmu berdering terus” yunho yang sudah duduk di pantry memperhatikan boojaenya
“angkat saja, aku tidak mau” yunho mengeryit mendengar jawaban istrinya
“memangnya dari siapa boo?” jaejoong mengendikkan bahunya
“kukira orang yang mengirim pesan tadi siang” jawab jaejoong sekenanya
“pesan?” yunho mengambil ponsel jaejoong dan memeriksa pesan yang masuk tadi siang dan benar saja pesan itu membuatnya sedikit memicingkan matanya pada istrinya
“pesan dari siapa ini boo?”
“molla bear, itu nomor baru” jawabnya jujur jaejoong bisa melihat suaminya sedang dilanda cemburu
“bear jja makan, akan memanggil anak- anak kau tunggu saja di meja makan ne” jaejoong membiarkan yunho sibuk dengan ponsel miliknya
‘hah orang ini masih saja berusaha!’ batin yunho kesal
Diketiknya balasan pada nomor seunghyun
‘baiklah seunghyun hyung^^’ tidak berapa lama sebuah pesan balasan masuk
‘besok kutunggu di lolipop cafe ne’
‘ne hyung^^’
‘arasseyoo jaejoongie yeppo, see u :*’
Nafas yunho memburu membalas pesan seunghyun ingin sekali menghancurkan seunghyun agar tidak lagi berharap pada boojaenya
“bear .. Kenapa lama sekali eoh??” jaejoong menyentuh lengan yunho
“ne boojae” yunho memasukkan ponsel istrinya kedalam sakunya
“kajja kita makan anak- anak” ucap yunho saat sudah duduk di meja makan
“ne appa” kompak kedua jung kecil
“ne bear”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar