Chapter 6
“yakk!! Kalian ikut juga keponakanku sayang” junsu memeluk kedua jung kecil itu gemas
“suie jumma..s-sesaakkk” kibum meringis
Plak!!
“kau membuat kedua anakku sesak su ie” jaejoong dengan enteng menggeplak kepala sepupunya itu
“yakk!! Joongie hyung.. Kau tega sekali” junsu mengusak kepalanya kemudian melirik changmin dan kibum yang cekikikan
“kajja kita masuk sekarang su ie” jaejoong kembali menggandeng kedua anaknya masuk ke dalam aula besar kampus itu
“kita cari tempat duduk yang nyaman joongie” junsu mengedarkan pandangannya ia mencari spot yang nyaman bagi mereka
“nahh minnie, bummie.. Kalian duduk ditengah ne umma dan suie jumma ada dipinggir kalian” jaejoong menaikkan kedua anaknya di kursi
“joongie hari ini dosen kita ada yang mengisi juga” junsu memperhatikan pembicara yang menyampaikan materi
“siapa suie” tanya jaejoong
“mr. Shindong” jaejoong memutar bola matanya ia pasti akan bosan sekali mendengar ceramah
“oh iya ada pembicara dari pengusaha juga joongie, tapi masih di rahasiakan” sahut junsu lagi
“aku tau kabar itu, aku jadi penasaran”
“umma .. Min mau kelipik dong” junsu memutar bola matanya masih belum seperempat jam changmin sudah merengek minta cemilan
“ne, minnie.. Bummie juga mau keripik kentang?” jaejoong menawari kibum yang tampak tak berminat
“ani umma” jawab kibum
acara seminar berlangsung begitu membosankan hingga jaejoong beberapa kali menguap saking bosannya begitu pula junsu berbeda dengan kedua jung kecil yang masih asik memakan cemilan yang dibawakan jaejoong dari rumah sebelum sebuah suara yang sangat jaejoong kenal walaupun sudah hampir 5 tahun ia tidak pernah menemui sosok itu, sosok yang dirindukannya tapi sangat tidak mungkin ditemuinya diliriknya junsu yang masih asik berbalas pesan juga kedua anaknya yang tampak asyik dengan kesibukan mereka sendiri bulir - bulir keringat sudah membasahi keningnya ia takut dan juga gugup matanya melirik siapa yang sedang berbicara di depan
“perkenalkan namaku kim heechul, apa kalian belum mengenalku?” tanya heechul yang berkata dengan ramah pada semua mata yang memandangnya
“ne ..”
“NEEEE”
“kim heechul jjang!!”
Seruan-seruan semakin riuh tapi jaejoong malah semakin gemetar tangannya digenggam junsu yang mengerti keadaan sepupunya itu
“joongie, kau tidak apa- apa?” junsu bertanya kawatir
“a-aku tidak apa- apa suie” jaejoong tampak pucat
“apa perlu aku menghubungi yunho hyung joongie?” jaejoong menggeleng
“tidak suie, aku hanya ingin melihat umma lebih lama lagi” junsu melihat mata jaejoong sudah berkaca- kaca
“baiklah .. Tenangkan dirimu ne” jaejoong mengangguk ragu dan memaksakan senyumnya junsu tau sepupunya sangat terkejut melihat bibinya menjadi pembicara di seminar kali ini
“umma ..” changmin menatap ummanya yang tampak pucat
“gwencana??” changmin turun dari kursi dan berjalan hingga di hadapan ummanya
“gwencana baby..” jaejoong mengelus pipi anaknya ia tau changmin sangat protektif padanya walaupun ia masih kecil sifat yang diturunnya dari yunho
“umma, ahjumma itu milip dengan umma ne” kibum berkata polos membuat jaejoong dan junsu tertohok
“hyung aku benal kan?” changmin langsung memperhatikan ahjumma yang dimaksud adiknya kemudian mengangguk
“ne .. Umma dan ahjumma itu milip, tapi umma lebih yeoppo” changmin dan kibum terkikik melihat ummanya cemberut
“umma .. Salanghae”
Cup
Kibum mencium pipi ummanya sayang entah kenapa kedua bocah ini seperti mengerti ummanya sedang butuh dihibur dan mereka berhasil membuat ummanya cemberut dan tertawa hal ini tak luput dari pandangan heechul yang walaupun ia berbicara matanya melirik ke arah interaksi jaejoong dan kedua jung kecil itu.
“sebenarnya aku memiliki seorang anak, kukira ia seumuran kalian ia barusaja lulus dari universitas ini” heechul semakin memperhatikan jaejoong yang tampaknya sudah gelisah
“apa dia yeoja?” tanya salah satu peserta seminar
“ani .. Dia namja- cantik” heechul tersenyum melihat para peserta seminar terutama namja riuh bersiul dan yeoja berteriak histeris seperti fangirl
“sayang sekali kalian harus patah hati karena ia sudah menikah dan memiliki anak” heechul semakin tertawa melihat semua orang mendesah kecewa
“apa sekarang dia diantara kami heechul-nim?” tanya seorang yeoja
“ne, sekarang dia diantara kalian” jaejoong yang mendengar jawaban heechul segera menggendong kedua anaknya keluar ruangan secepat yang ia bisa tepat saat jaejoong dipintu ia menoleh kearah ummanya dengan pandangan yang sulit diartikan junsu yang baru sadar jaejoong terburu- buru keluar langsung menyusul jaejoong
“umma .. Makan di kantin ne” kibum mengedipkan matanya lucu membuat jaejoong terkekeh
“ne .. Jja kita makan di kantin” jaejoong tersenyum
“nahh minnie kau duduk disini dan bummie disini” jaejoong mendudukkan kedua bocah kecil itu di masing -masing kursi
“su ie, kau juga ikut keluar?” junsu mengangguk
“tentu saja, mana mungkin aku membiarkanmu sendiri”
“baiklah aku akan memesan makanan kalian tunggu disini ne” jaejoong melenggang untuk memesan makanan
“suie jumma..”
“ne minnie, wae?” changmin menunjuk salah satu kedai ice cream yang ada dikantin kampus
“aku ingin ituu” rengek changmin
“aku juga suie jumma” kibum melancarkan puppy eyes attacknya membuat junsu mendesah frustasi
“tunggu ummamu dulu ne, baru jumma akan belikan ice creamnya” kedua jung kecil itu menggeleng membuat junsu mengalah dan menuruti keduanya
“baiklah jangan kemana- mana ne, kalian harus diam disini dan jangan mau ikut orang lain kecuali umma kalian atau jumma. Otte?”
“nee..” jawab changmin dan kibum
Junsupun meninggalkan kedua jung kecil itu dengan perasaan was - was dia melihat antrian panjang di kedai ice cream membuatnya mengumpat lirih
.
.
“wahh kalian manis sekali” kata heechul saat melihat changmin dan kibum
“ahjumma kan yang tadi belbicala di depan” kibum menyahut
“ne aku orang yang tadi menjadi pembicara” changmin terus memandangi orang di depannya ini ia cukup waspada dengan orang asing
“apa ahjumma punya hubungan dengan umma? Kenapa milip sekali?” heechul terkejut mendengar pertanyaan changmin kemudian mengelus kepala changmin sayang
“umma kalian dimana? Kenapa kalian ditinggalkan disini?” heechul memandang keduanya
“umma pesan makanan dan suie jumma sedang beli ice cleam” jawab changmin
“ahh .. Perkenalkan, ahjumma kim heechul imnida” heechul memperkenalkan diri ia mati- matian menahan diri tidak memeluk kedua cucunya
“jung kibum imnida” kibum memberikan senyum khasnya hingga dimplenya terlihat
“jung changmin imnida hyungnya kibum” changmin berkata cuek
‘mereka sangat mirip dengan joongie dan yunho jika kibum sangat manis seperti joongie berbeda dengan changmin yang sangat mirip dengan yunho bahkan mewakili sifat yunho’ batin heechul
“kalian tidak takut diculik jika kalian tanpa orang dewasa chagiiya?” tanya heechul
“ani” jawab kibum singkat
“waeyo?” heran heechul
“kalena appa tidak akan membialkan kami diculik olang jahat” jawab changmin
“bagaimana kalian bisa berkeyakinan seperti itu chagii, bukankah kalian tidak bersama appa kalian?” heechul semakin mengeryit
“appa selalu belkata ‘pelcayalah appa janji akan melindungi kalian’ appa adalah seme sejati ia tidak akan ingkal janji” bangga changmin
“ohh seperti itu, apa appa kalian sangat baik?” heechul mulai penasaran tentang menantunya(?) yang sangat dicintai anaknya itu
“tentu saja appa sangat baik ahjumma, appa tidak pelnah membuat umma menangis” terang kibum polos
“apa umma kalian tidak pernah membahas tentang halmonie kalian?” pancing heechul
“kita kemalin balusaja dali halmonie kok, jumma” heechul menepuk keningnya melihat kepolosan changmin
“anii.. Maksud ahjumma halmonie kim” heechul memperhatikan ekspresi berpikir keduanya
“appa mengatakan jika halmonie kim ada di lumahnya dan suatu saat pasti kita bellibul ke lumah halmonie kim” sahut kibum
“apa umma kalian tidak pernah membahas halmonie kim?”Kedua bocah itu menggeleng membuat hatinya mencelos ingin sekali ia menangis mendengar hal ini
“minnie bummie maaf ne lama, tadi saat kembali ada orang yang tanpa sengaja tertumpah jus jadi umma harus mencuci baju di toilet dulu” terang jaejoong pada kedua anaknya ia masih belum sadar bahwa ia diperhatikan umma kim
“joongie..” lirih umma kim membuat jaejoong melotot kaget dan menutup mulutnya
“umma .. Waeyo?” changmin menggoyangkan baju ummanya membuat jaejoong tersadar dari keterkejutan
“gwencana minnie” jaejoong berusaha mengendalikan diri walaupun ia tampak pucat
“umma.. Kita dali tadi ditemani ahjumma ini” terang kibum
“ahh begitu .. Dimana suie jumma eoh?” jaejoong mengedarkan pandangannya
“beli ice cleam disana ” changmin menunjuk kedai ice cream yang.sangat ramai
“joongie ..bagaimana kabarmu nak?” heechul menyentuh pundak jaejoong yang langsung dilepaskan olehnya
“aku baik-baik saja seperti yang terlihat” jaejoong berkata dengan nada datar membuat heechul ingin sekali menangis
“kau masih marah pada umma dan appa joongie?” heechul masih memperhatikan jaejoong yang menyibukkan diri
“maaf pesanannya” pelayan meletakkan semua pesanan yang dipesan jaejoong
“woahh umma .. Daebak” seru kibum girang
“ne.. Kita tunggu suie jumma dulu ne”
“umma .. Suie jumma lama” changmin mencebilkan mulutnya
“aigoo minnie bummie kalian lucu sekali” heechul ingin sekali memeluk cucu- cucunya tapi diurungkan karena ia takut joonginya marah.
bruk!!
“bummie minnie ini ice creammya suie jumma lelah sekali” junsu meletakkan kepalanya diatas meja
“minumlah dulu junsu ah” ucap heechul
“ne joongie aku haus sekali” junsu menyambar jus jeruk di depannya hingga tak bersisa lalu memperhatikan kursi yang diduduki bukan oleh jaejoong tapi ahjumma kim a.k.a kim heechul bibinya
“MWOYA!! Ahjumma!” junsu tanpa sengaja berteriak membuat kedua jung kecil beringsut memeluk jaejoong
“ssstt... Tidak apa-apa suie jumma hanya kaget sayang..” jaejoong menatap tajam junsu hingga membuat junsu membuat tanda peace di jarinya
“kau ingin bokongmu kutendang suie” jaejoong menatap nyalang junsu
“sudah . Kajja kalian makan minnie bummie joongie dan suie” ucap umma kim
“ne umma” jawab jaejoong tanpa sadar membuat umma kim tersenyum
“ne makanlah chagiya~” jaejoong membeku mendengar ucapannya sendiri.
“ahjumma bisa makan ini, aku akan makan ini” junsu menggeser piringnya dan menggeser piring yang ada di depannya jaejoong memang sengaja memesan menu agak banyak sebagai persiapan jika anaknya minta lagi.
.
.
“umma..” jaejoong menoleh ke arah kibum yang memanggilnya
“ne chagiya.. Ada apa?” tanya jaejoong
“umma bummie mau main di taman itu” jaejoong menoleh kearah taman yang ditunjuk kibum
“ohh disitu, tapi kita harus pulang chagi.. Appa pasti sudah menunggu” jaejoong mencoba mengalihkan topik ia tidak ingin berlama- lama berdekatan dengan ummanya hatinya belum siap masih terlalu sakit
“anii .. Appa pasti mengelti umma” bela changmin membuat jaejoong harus mengalah dan mementingkan kepentingan anaknya lebih daripada egonya
“baiklah baiklahh .. Kalian boleh main” putus jaejoong
“Yeay!! Gomawo umma”
Cup
Keduanya mencium pipi jaejoong dan mulai berlari menyeret junsu bersama mereka. Tinggallah jaejoong dan umma kim yang nampak masih terdiam
“joongie..” panggil umma kim
“ne” jawab jaejoong
“maafkan umma dan appa ne” jaejoong masih diam dan memainkan sedotan jus tanpa berniat meminumnya moodnya sungguh buruk
“...”
“umma tau tidak semudah itu memaafkan umma setelah 5 tahun” umma jung menggenggam tangan jaejoong tanpa bersuara jaejoong menundukkan kepalanya dan terisak
“hiks .. Hiks..”
“umma dan appa sangat merindukanmu chagiya.. Tapi umma dan appa tidak punya muka lagi menampakkan wajah di depanmu hiks.. Mhiane ..” umma kim mulai terisak
“....hiks..”
“umma sudah melihat kau bertumbuh menjadi namja yang mempesona dan berkepribadian baik bahkan cucu- cucu umma juga beperilaku baik meskipun mereka mengenal umma sebagai orang asing, kau sudah berhasil mendidik anak- anakmu joongie ah” umma kim meremas tangan jaejoong
“...”
“mhiane ne .. Umma hanya mementingkan ego umma” jaejoong nampak mengambil nafas dalam
“kau tau umma, aku bahkan merasa bersyukur bertemu dengan yunho. Apapun itu masalah setelahnya aku tidak menganggapnya sebagai sebuah kesalahan seperti apa yang umma dan appa lakukan kepadaku. Aku berterimakasih umma dan appa sudah mengajariku pelajaran yang sangat berharga yang menjadikanku dan yunho pembelajaran bahwa sesalah-salahnya seorang anak ketika sesuatu hal telah terjadi sebagai akibat adalah mencari solusi bukan memutuskan sepihak” ucap jaejoong santai tapi kata- katanya sangat menohok hati umma kim
“mhiane joongie..”air mata umma kim jatuh tanpa terasa
“gwencana.. Anggap saja semuanya tidak pernah terjadi.” jaejoong segera beranjak menyusul kedua jung kecil yang tampak berlari- larian mengejar junsu meninggalkan umma kim yang nampak sangat bersalah kepada putra tunggalnya itu, walaupun kasat mata ia bisa merasakan bahwa jaejoongienya masih menyimpan kesedihan atas keputusan suaminya lima tahun lalu. Ia merasa gagal menjadi seorang umma. Kakinya dilangkahkan pergi dari kampus tempat putranya menuntut ilmu.
Tbc^^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar