Selasa, 31 Januari 2017

My wife is model chapter 12

Title           : My wife is model
Genre        : family
Length      : 1- 12
Rate          : M
Main cast : YUNJAE

Chapter 12



Yunho terbangun dari tidurnya ia merasa tenggorokannya kering dan memutuskan untuk mengambil air diliriknya jam yang ada di kamarnya masih 04.15 pagi terlalu dini untuk melakukan aktifitas. Yunho berjalan ke perpustakaan mini di kamarnya ia memutuskan untuk membaca yunho terus berjalan mencari buku yang ingin dibacanya ia menemukan kertas yang terselip di antara para buku tidak terlalu mencolok tapi kertas itu sedikit menyembul

“amplop dari rumah sakit haesung” sederet kata yang dibaca yunho dibukanya perlahan amplop itu ternyata di dalamnya atas nama istrinya

‘jung jaejoong’

‘24 years old’

‘male pregnant : NEGATIF’

yunho mengeryit untuk apa boojaenya memeriksakan kehamilan dua bulan lalu apa boojaenya juga ingin hamil(?) Yunho mengembalikan amplop itu ketempatnya dan mengambil buku bisnis untuk dibacanya

“bear kau sudah bangun, kenapa pagi sekali” jaejoong masih mengucek matanya ia sangat ngantuk ia melihat yunho memakai kaca mata dan duduk dengan santai di meja kerjanya
“ada apa boo, tadi aku terbangun dan tidak bisa tidur” yunho memberi tanda pada boojaenya untuk duduk di pangkuannya
“hari ini aku ada talkshow di kbs bear, sebenarnya aku malas sekali” jaejoong menyerukkan kepalanya ke leher yunho
“yah .. Mana boojaeku yang biasanya profesional ini eoh?”yunho mengelus punggung jaejoong
“ne ne .. Lagipula aku tidak mau su-ie mengomel sepanjang hari hanya karena aku membatalkan acara talkshow” jawab jaejoong
“kau menyembunyikan sesuati dariku boo?” jaejoong bangun dan menatap yunho
“aniyo bear .. Aku tidak menyembunyikan apa- apa bahkan aku sudah mengatakan aku berhenti minum pencegah kehamilan padamu” yunho meraih jaejoong dan merebahkannya lagi pada pundaknya
“arasso .. Aku percaya padamu boo”
.
.
Tepuk tangan riuh menyambut kedatangan jaejoong terdengar sangat nyaring terbukti bahwa ia merupakan model yang sangat terkenal walaupun sangat banyak bintang baru yang bermunculan tapi ia tetap menjadi top model
“jaejoong ssi, bagaimana kabar anda?” sapa park shin hye host dari acara taxi tersebut
“ahh.. aku baik shin hye ssi” jawab jaejoong ia menatap penonton yang memandanhnya dengan berbagai macam ekspresi
.
.

Jaejoong telah menyelesaikan talkshow ia merasakan pusing luar biasa jaejoong berjalan sempoyongan menuju ruang khusus untuknya matanya berkunang- kunang dan pandangannya menjadi gelap

BRUK!

Jaejoong terkulai di lorong semua orang terkaget dan segera menolong jaejoong nampak junsu begitu panik melihat hyungnya pingsan ia mendial nomor yunho

“yeoboseyoo junsu ah, wae?” tanya yunho
“hyung! Jae hyung pingsan! Palli!” ucap junsu panik
“mwo! Ne aku segera kesana!” yunho meraih jas dan kunci mobilnya ia segera melesat menuju salah satu stasiun televisi

Yunho tiba dan segera mencari jaejoong ia berlari kencang fikirannya hanya terfokus pada istrinya
“yunho hyung!” teriak junsu membuat yunho menoleh
“bagaimana keadaannya suie?” tanya yunho ia meraih tangan jaejoong yang terasa dingin
“tenanglah tuan jung, jaejoong ssi hanya kelelahan”jawab dokter yang memeriksa jaejoong membuat semua wajah yang menolong jaejoong lega
“dan .. Saya harap anda lebih berhati- hati mulai saat ini, jaejoong ssi sedang mengandung” dokter itu tersenyum menatap wajah syok yunho
“mwo!” kaget semua orang mereka masih berada di sofa ruang khusus untuk jaejoong
“be-benarkah jaejoong hamil dokter?” tanya yunho lagi
“ne,jaejoong ssi hamil kurang lebih 6 minggu silahkan memeriksakan ke dokter kandungan tuan jung.. Chukkaeyo” ucap dokter itu tulus
“gomawo dokter” yunho sangat bahagia hingga ia tanpa sadar menciumi wajah istrinya membuat semua orang tersenyum
“eunghh.. Bear kau disini?” jaejoong tersadar ia melihat yunho menggenggam tangannya
“jja minumlah hyung” junsu menyodorkan air minum pada hyungnya
“istirahatlah dulu jika masih pusing boo” yunho merebahkan jaejoong tapi jaejoong menolak
“aku ingin ramen buatanmu bear, jja pulang” yunho mengangguk dan memapah jaejoong para yeoja histeris melihat ketampanan yunho

3 bulan kemudian -

“kau siap melakukannya hyung?” tanya junsu
“ne.. Ini sudah keputusanku su ie.. Aku ingin mengabdikan hidupku untuk keluarga kecilku” jaejoong mengelus perutnya yang nampak membuncit

Jaejoong menatap puluhan kamera yang menyorotnya ia tersenyum manis dan mempersiapkan diri disamping kirinya junsu managernya dan disamping kanannya suaminya yunho yang dengan setia mengenggam tangannya
“gomawo untuk kalian semua yang ada disini, aku kim jaejoong atau jung jaejoong mengumumkan hari ini mengundurkan diri dari dunia showbiz mhianeyo dan terima kasih untuk cinta fans yang begitu besar hingga saat ini alasan kenapa aku mengundurkan diri adalah karena aku ingin menjadi istri yang baik bagi suamiku jung yunho dan saat ini aku sedang mengandung anak kedua kami” jaejoong membungkuk kearah para wartawan
.
.
Aku tidak pernah menyesal bertemu denganmu jung yunho, dan aku akan selalu mencintaimu aku rela melepaskan karir yang kubangun dengan susah payah hanya untukmu sarangeyo bear - JJ


END.

Minggu, 29 Januari 2017

MINE chapter 2



Title                 : MINE
Genre              : romance
Length            : -
Rate                : M
Main cast        : yunjae etc.

WARNING! 
DIBAWAH 17 TAHUN DILARANG KERAS MEMBACA

Chapter 2



Yunho benar – benar membawa jaejoong ke apartemennya ia tidak ingin appa jaejoong berpikiran buruk karena melihat keadaan jaejoong yang sangat mabuk

“yunnieh.. badanku panas sekalihh” jaejoong membuka baju yang dipakainya membuat yunho kelabakan
“yah! Yah! Jangan membukanya sembarangan jaejoong!” teriak yunho membuat jaejoong mengeryit
“wae? Bukankah hanya ada kita disini?” tanya jaejoong bingung ia berjalan sempoyongan menuju yunho membuat yunho menelan ludahnya kasar melihat tubuh atas jaejoong yang tidak tertutupi apapun
“aishh aku bisa gila” 

Bruk

Jaejoong menubruk yunho dan mengalungkan tangannya pada leher yunho
“yunnie .. kenapa juniorku sakit sekali hiks hiks” jaejoong terisak kecil
“yah jangan menangis, lalu kau ingin aku bagaimana eoh?” tanya yunho frustasi
“hole joongie juga berkedut yunnie ah.. hiks bagaimana ini” jaejoong bersiap membuka pengait celananya tapi dengan segera di tepis yunho
“ja- jangan jaejoong ah..” yunho mati – matian menahan hasratnya tiba – tiba jaejoong melepas tangan yang tersampir di lehernya membuat yunho heran
“wae? Kau mau kemana?” jaejoong menuju kamar yunho membuat yunho mengendikkan bahunya yunho ikut melangkahkan kakinya mengikuti jaejoong matanya melotot saat melihat jaejoong sudah naked diatas ranjangnya dan mengurut juniornya sendiri membuat yunho memijit pelipisnya iasegera menuju jaejoong dan menyelimuti jaejoong tangannya ditarik hingga ia terjerembab di atas ranjang
“yunniehh.. milik joongie sakit sekali” jaejoong mengarahkan tangan yunho ke juniornya membuat yunho terkejut
“aku harus bagaimana, aku sudah berjanji pada appamu untuk menjagamu”
“yunniehh.. rasuki aku palli pallii” jaejoong meraih tangan yunho yang menganggur dan mengarahkannya ke hole miliknya yang berkedut hebat
“dasar sunghyun bregsek aku akan membuat perhitungan padamu” gumam yunho ia segera memposisikan kepalanya pada junior jaejoong dan mengulumnya membuat jaejoong mendesah hebat dan meremas rambutnya
“ahh ahh yunniehh .. ahh ahh” racau jaejoong perutnya dipenuhi ribuan kupu – kupu kepalanya seperti berputar karena kenikmatan yang yunho berikan
“kau yakin aku boleh melakukan ini? Ini peringatanku yang terakhir padamu” ucap yunho serius jaejoong mengangguk lucu membuat yunho gemas
“palli yunnie ah” rengek jaejoong lagi

Yunho mencium jaejoong dengan dalam ia berbicara dalam hati ‘mhiane presdir.. aku melanggar janjiku menjaga jaejoong’ tangannya memelintir nipple tegang jaejoong membuat jaejoong terpekik senang diciumnya dagu leher dan mengulum nipple pink itu dengan gemas lalu yunho turun lagi ke perut rata jaejoong dan meninggalkan kissmark di dekat pusar jaejoong

“ahhh.. yunhooo” tangan jaejoong meremas rambut rapi yunho hingga acak – acakan peluh membasahi keningnya
“lebarkan kakimu joongie” perintah yunho membuat jaejoong mengangguk dan melebarkan kakinya direbahkannya tubuh jaejoong dan menyangga bagian bawah jaejoong dengan bantal hingga terpampanglah hole jaejoong yang sedang berkedut juga junior jaejoong yang menegang
“kulum jariku joongie” yunho mengarahkan jari telunjuk dan jari tengahnya pada mulut mungil jaejoong yang langsung dilahap jaejoong saliva berceceran disekitar mulut jaejoong
“aku akan mempersiapkanmu joongie, berteriaklah jika memang sakit”
“nehh” jawab jaejoong pasrah ia sedikit meringis saat jari telunjuk yunho mulai memasuki holenya disusul jari kedua yunho mengarahkan jarinya secara zig zag dan jari ketiga yunho masuk membuat jaejoong terpekik keras
“AKH!! Sakit” cicit jaejoong membuat yunho berhenti
“apa kita sudahi saja joongie” jaejoong menggeleng cepat membuat yunho meneruskan perkerjaannya yang tertunda setelah dirasa cukup lebar yunho menarik jarinya
“aku akan memasukkannya ne, gigit bahuku jika kau kesakitan” jaejoong mengangguk mengerti tangannya mengalung dileher yunho dan mulutnya di bahu yunho

Yunho mengocok pelan juniornya yang menegang diujungnya sudah ada precum jaejoong melirik junior yunho dan bergumam pelan “punya yunnie besar sekali ne, apa muat di hole joongie?” yunho tertwa kecil dan dengan perlahan memasukkan ke opening hole jaejoong setelah masuk setengah jaejoong menggigitnya sangat keras yunho menduga bahwa pasti sangat sakit dimasuk benda asing yang sangat besar

“gwencana.. relax saja joongie.. percayalah aku tidak akan menyakitimu” yunho mengelus rambut lepek jaejoong
“ne lanjutkan yunnie” yunho memasukkan hingga sepepuhnya juniornya masuk
“AHHhhh” desah jaejoong  membuat yunho tersenyum yunho merasa ada sesuatu yang merembes dan benar saja ada sedikit darah membuatnya terkejut
“apa aku yang pertama?” tanya yunho jaejoong mengangguk dan menyandarkan kepalanya pada bahu yunho
“ne.. kau yang pertama” jawab jaejoong
“kau tidak menyesal memberikannya padaku?” jaejoong menggeleng
“palliwa yunnie ah” jaejoong menggerakkan buttnya membuat yunho tertawa jaejoong sangat tidak sabaran
“ne.. jja mari kita lakukan” yunho menggerakkan juniornya dengan tempo sedang tapi jaejoong merengek memintanya lebih cepat mau tidak mau yunho menuruti jaejoong

Mereka bermain hingga beberapa ronde membuat jaejoong kelelahan dan akhirnya tertidur dengan posisi telungkup yunho membalik jaejoong dan mendekapnya ia tidaklah bodoh ia bisa melihat jaejoong mencintainya sejak beberapa tahun setelah kedatangannya di kediaman kim tak dipungkiri ia juga mencintai jaejoong tapi sebisa mungkin ia mengesampingkan egonya karena ia sudah berjanji akan mejaga jaejoong jadi ia membuat jarak diantara ia dan jaejoong beberapa tahun yang lalu jaejoong adalah anak yang manis dan penurut tapi setelah jaejoong menyatakan perasaannya dan ia menolah namja cantik itu dia menjadi anak yang bandel dan suka bergonta – ganti pacar juga menghamburkan uang orang tuaya yunho merasa bersalah karena secara tidak langsung jaejoong yang sekarang adalah karenanya.

“morning princess..” sapa yunho saat jaejoong membuka mata
“yah! Badanku sakit semua.. huweeee” yunho tertawa mendengar rengekan jaejoong
“siapa yang meminta lagi dan lagi eoh” jaejoong blushing dan menutup tubuhnya dengan selimut
“eoh.. aku sudah berganti baju”  jaejoong mengangkat selimutnya dan ia mengenakan v neck putih selimutnya juga nampak bersih membuatnya memicing menatap yunho
“wae? Aku sudah membersihkannya agar tidurmu nyaman” jaejoong menghela nafas
“padahal aku ingin melihat ranjang kita saat pertama kali bercinta, dasar jahat” mulut jaejoong mencebil
“kita bisa ulangi lagi kapan – kapan” jawab yunho asal membuat jaejoong melemparnya dengan bantal
“kenapa kau datang kemarin yunnie ah, katamu kau tidak mau ikut?” tanya jaejoong heran
“pegawai bar menelfonku dia mengatakan kau sangat mabuk dan terus menerus meracau namaku” jawab yunho jujur
“ohh begitu.. pantas saja” jawab jaejoong tak kalah asal
“kalau akau tidak datang kemarin, sudah dipastikan temanmu seunghyun itu yang akan mendekapmu pagi ini” yunho berkata santai sambil menyeruput coklat panas disofa kamarnya
“A-APA?!!” kaget jaejoong
“kau harusnya pergi dengan orang baik joongie, jangan asal memilih teman. Seunghyun mencampurkan obat perangsang diminumanmu saat kau ke toilet” jaejoong bangkit dan berjalan menuju yunho dengan sedikit terseok karena pingganya seperti mau patah dengan santai ia duduk di pangkuan yunho dan mengalungkan tangannya
“bagaimana kau tau yunnie ah, apa kau juga pernah mencampurkan obat perangsang ke minuman yeoja eoh?” tuduh jaejoong
“tingkahmu sangat aneh kemarin” jaejoong merebut coklat yang diminum yunho dan meminumnya
“kau tidak malu hanya menggunakan boxer saja?” jaejoong menggeleng
“untuk apa aku malu kau bahkan sudah melihat semuanya” jaejoong memutar bola matanya membuat yunho tertawa
“nanti sore kita pulang, kau pasti sudah baikan jadi sekarang istirahatlah aku akan bekerja, otte?” jaejoong menggeleng
“aniyoo.. hari ini kau harus bertanggung jawab dan menemaniku”
“yah.. appamu akan mencariku joongie..”
“aku akan minta changmin menemani appa, dan aku tidak terima penolakan” jawab jaejoong
“arasso .. arasso .. aku akan menemanimu” yunho mengetik beberapa baris pada changmin dan mengirimnya yunho menggedong jaejoong menuju ranjangnya dan ikut merebahkan diri di sebelah jaejoong
“yunnie.. apa hole joongie tidak apa- apa?” yunho tertawa mendnegar pertanyaan konyol jaejoong
“yah! Apa kau belum pernah bercinta sama sekali eoh, kau seperti pemula” ejek yunho membuat jaejoong mencebil
“ne! aku belum pernah bercinta dengan namja ataupun yeoja” jawab jaejoong
“yah! Imegmu saja yang playboy tapi belum pernah bercinta” ejek yunho lagi membuat jaejoong memukul pelan dada yunho
“palliwa yunnie ah” yunho mengeryit bingung
“palli?? Untuk apa joongie?” tanya yunho bingung jaejoong segera membuka boxernya dan membuka pahanya lebar membuat yunho melotot hororr
“yah! Apa yang kau lakukan joongie?” jaejoong menujuk holenya
“cepat periksa hole joongie, apa dia baik- baik saja” yunho menepuk keningnya melihat kelakuan jaejoong tapi ia menuruti saja ia mengamati hole jaejoong membuatnya menelan ludah gugup membuat jaejoong tertawa melihat ekspresi yunho
“yah! Bagaimana yunnie?” jaejoong melihat yunho yang memandang holenya intens membuatnya blushing ia menyesali permintaanya sendiri
“dia baik- baik saja joongie ah, apa perlu kita coba lagi memastikan dia baik –baik saja atau tidak?” kata yunho santai telunjuknya menyentuh hole jaejoong membuat jaejoong mendesah tanpa sadar
“Ahhh..” desah jaejoong ia menggigit bibir bawahnya
“yah jangan menggodaku yunnie!”  jaejoong menjauhkan tangan yunho dan menutup bagian bawah tubuhnya dengan selimut tapi tangan yunho lebih cepat menahan selimut itu hingga tubuh mulus dengan bercak yang dibuatnya kemarin terpampang kembali
“kau terlambat joongie” yunho mendorong jaejoong hingga jaejoong terlentang kembali ia mecium gemas cerry lips yang sangat menggoda itu
“ahh yunnieee”  yunho mencubit nipplenya yang sudah mencuat dan mereka mengulangi lagi kenikmatan yang mereka ciptakan berbagi kehangatan pagi yang cerah itu diisi dengan desahan dan erangan jaejoong dan yunho
“hah.. haahh .. haaahh” nafas jaejoong menderu ia dan yunho baru saja klimaks ia tersenyum kearah yunho dan mengusap dada bidang yunho yang penuh keringat
“haah kau hebat boojae” puji yunho ia mengelap kening jaejoong yang penuh peluh
“tubuhku lengket sekali padahal kita hanya klimaks satu kali sedangkan kemarin berkali – kali” jaejoong yang malu menyembunyikan wajahnya pada dada yunho
“kau ingin melihat ranjang kita setelah bercinta?” yunho tertawa melihat jaejoong meraba selakangannya cum yunho yang sangat banyak tidak tertampung di hole mungil jaejoong
“aigoo.. tubuhku sampai tidak bisa menampung cum mu yunnie, lihat” jaejoong menunjukkan tangannya yang penuh dengan cum ia bangkit dan menuju kaca fullbody di kamar yunho membolak balikkan tubuh polosnya yang penuh bercak juga jangan lupakan rembesan cum yang mengucur ke paha putih mulusnya
“kau mau apa joongie?” yunho melihat jaejoong duduk di lantai dan melebarkan pahanya menghadap kaca
“aku hanya ingin memeriksanya sendiri, lihat aku sungguh seksi bukan saat cum meluber di sekitar holeku” ucapnya narsis
“ne, kau sangat seksi boojae” yunho berjongkok di sebelah jaejoong ia mengenakan bathrobe
“kau ingin tau bagaimana milikku berada dalam tubuhmu joongie?” tawar yunho
“bagaimana?” jaejoong memiringkan kepalanya bingung yunho melepas bathropenya dan duduk di lantai
“jjaa duduklah diatasku” jaejoong menurut dan akan duduk di paha yunho tapi buttnya ditahan bokongnya ditarik berlwanan hingga holenya melebar
“letakkan pelan – pelan saja boo” jaejoong memegang junior yunho  dan masuk perlahan jaejoong memandang kaca di depannya jaejoong memandang takjub
“wahh! Masuk yunnie juniormu masuk ke holeku”heboh jaejoong
“Ahhh.. ini benar – benar hebat” ucap jaejoong ceria membuat yunho tertawa dan tiba – tiba jaejoong bergerak menaik turunkan tubuhnya lalu mendesah matanya terus mengamati kaca hingga 15 menit jaejoong mulai kelelahan yunho membalik jaejoong hingga menungging
“yunnie.. bergeraklah aku bisa melihatnya di kaca” ceria jaejoong yunho mulai menggerakkan dengan pelan tapi jaejoong sangat tidak sabaran dan menggerakkan sendiri tubuhnya secara berlawanan setelah 10 menit kakinya terasa kesemutan jaejoongpun meminta yunho berganti posisi
“aku ingin di pangkuanmu yunnie” yunho mengangguk dan melebarkan pahanya jaejoong duduk di atasnya dengan tubuh menyatu
“ ahh ahh ahha ahh” yunho bangkit tubuh mereka masih menyatu kaki jaejoong di arahkan ke sekelilig pinggangnya hingga jaejoong sangat mirim koala
Jaejoong berbaring dilantai dan yunho diatasnya kedua tangannya menyangga lututnya ia melihat junior yunho timbul dan tenggelam ke dalam holenya pantulannya di kaca membuatnya sangat terangsang hingga ia klimaks dua kali sedangkan yunho belum sama sekali
“ahh ahhh ahh.. boo”  jaejoong mengamati yunho yang mendesah dengan mata terpejam sangat sexy batinnya hingga ia merasakan junior yunho berkedut dalam holenya ia sengaja mengetatkan holenya menjepit junior yunho hingga yunho mendongak

“AKHH YUNHOOO!!”  desahnya 

“AKHHH BOOJAEHHH!” desah yunho ia menyemburkan lagi cumnya pada hole mungil itu hingga meleber ke lantai yunho juga menyemprotkan cumnya pada wajah dan perut  jaejoong hingga ia berlumuran cum sangat sexy dimata yunho
“boo lihat” jaejoong ditarik hingga ia duduk di pangkuan yunho menghadap kaca tubuhnya penuh dengan cum
“kau senang?” tanya yunho dan jaejoong hanya mengangguk


Tbc.

MINE chapter 1



Title                 : MINE
Genre              : romance
Length             : -
Rate                 : M
Main cast        : yunjae etc.

WARNING! 
DIBAWAH 17 TAHUN DILARANG KERAS MEMBACA

Chapter 1



Kim jaejoong putra tunggal pasangan kim siwon dan kim heechul memiliki hobi menghamburkan uang berparas menawan dan cantik digilai banyak namja dan yeoja sayangnya kepribadian bergonta ganti teman kencan membuat imagenya dipandang buruk oleh masyarakat.

“yunho, kau kutugaskan untuk mengawasi jaejoong aku takut dia banyak yang mengincar nyawanya” siwon nampak memperhatikan asisten pribadinya itu dengan saksama
“tapi presdir, kesehatan anda sedang memburuk akhir- akhir ini apa tidak apa- apa jika saya bertugas mengawasi tuan muda jaejoong?” siwon tersenyum melihat kecemasan orang kepercayaannya itu
“jangan mencemaskanku yunho ah, aku percayakan jaejoong padamu” yunho mengangguk mengerti
“aku menugaskan shim changmin untuk mengawasi istriku, dan ternyata kecurigaanku benar yunho ah” yunho nampak bingung dengan ucapan siwon
“kecurigaan apa maksud presdir?” tanya yunho
“istriku sedang menjalin hubungan lagi dengan mantan kekasihnya” yunho nampak terkejut mendengar penuturan appa jaejoong itu
“lalu.. kenapa anda menceritakan ini kepadaku presdir?” siwon menatap yunho
“karena aku percaya padamu, jika semua orang bisa menghianatiku ataupun jaejoong tidak denganmu yunho” jawab siwon membuat yunho teringat masalalunya

Flashback - 

Bug

Bug

Bug 

Yunho muda nampak di pukuli oleh preman bayaran jumlah yang tidak sebanding membuat yunho kalah telak setelah melawan habis – habisan badannya babak belur dan darah mengucur dari keapala yunho membuatnya pening di sebelah kirinya ada sebuah mobil mewah yang melintas dan tiba – tiba berhenti melihat pemandangan mengenaskan di depannya seorang dengan setelan jas mahal keluaar dari mobil

“yah kalian preman, berhentilah memukuli anak muda itu!” ucap siwon
“kau jangan berlagak jagoan, jangan ikut campur urusan kami!” jawab salah satu preman berbadan garang itu
“aku appanya, kalian mau apa eoh!” seloroh siwon ia melirik yunho yang nampak terbatuk- batuk
“woahh benarkah kau appanya, kulihat dari penampilanmu kau orang kaya tuan kalau begitu berikan uang yang dipinjamnya kami akan melepaskannya!” siwon memicing
“berapa uang yang kalian butuhkan?” tanya siwon
“10 juta won!” siwon kembali ke mobil dan menuliskan deret angka ke dalam cek setelahnya ia mendekati para preman itu dan memberikannya
“a-apa tidak salah jumlahnya ini?” gagap preman yang memegang cek dari siwon
“kalian boleh mengambil sisanya, tapi ingat saat kalian menyentuhnya lagi kalian akan tamat di penjara” desis siwon membuat para preman itu menciut
“terimakasih tuan” ucap para preman itu lalu mereka berlari kencang menjauhi siwon dan yunho
Siwon berjongkok mendekati yunho dan mengulurkan tangannya
“jja.. kau harus diobati nak” kata siwon
“uhukk gomawo ahjussi.. aku uhuk akan mengembalikan uangmu ahjussi, sekali  lagi gomawo” yunho berbicara din sela batuk membuat siwon bertambah iba
“gwencana, kau harus segera diobati” siwon memapah yunho menuju mobilnya dibantu supi pribadinya suasana di dalam mobil terasa sepi yunho sendiri bingung harus berbicara apa juga wajahnya yang nampak lebam
“kenapa mereka mengahjarmu seperti itu nak?” tanya siwon
“mereka mengejar uang yang kupinjam dari rentenir ahjussi” jawab yunho
“untuk apa uang sebanyak itu, siapa namamu?”  siwon menatap yunho yang meringis kesakitan
“jung yunho imnida, uang itu untuk biaya ummaku yang mengidap kanker hati ahjussi, sekeras apapun aku bekerja masih belum cukup membiayai pengobatan umma” jawab yunho jujur
“lalu, bagaimana keadaan ummamu sekarang dan dimana appamu sehingga kau mencari uang sendiri?” yunho menunduk sedih
“ummaku meninggal minggu lalu ahjussi, dan appaku juga sudah meninggal sejak aku di junior high school”
“kulihat kau seorang mahasiswa, apa aku benar?” tanya siwon
“ne, aku seorang mahasiswa dengan beasiswa di universitas shinki”
“kenapa kau tidak meminta bantuan pada saudara ayahmu atau ibumu yunho ah” yunho menggeleng
“aku akan menanggugnya sendiri ahjussi mereka juga memiliki perekonomian yang sama jadi aku tidak mau membebani mereka”
“kau berpikiran dewasa diusia sangat muda” siwon menepuk pundak yunho membuat yunho tersenyum
“gomawo ahjussi, dan siapa namamu ahjussi?”
“namaku kim siwon” 

Mereka sampai di rumah sakit gookil siwon mengantar yunho menuju ke IGD dan langsung ditangani dengan baik

“apa anda walinya?” tanya dokter lee
“oh ne saya walinya jung yunho” jawab siwon
“dia harus dirawat beberapa hari karena luka di bahunya cukup lebar” jelas dokter lee membuat siwon mengerti
“ne, rawat dengan baik dokter kumohon bantuannya”
“tuan jung sudah dipindahkan ke kamarnya” dokter lee berpamitan dengan siwon dan siwon menuju kamar rawat yunho

Yunho nampak terbaring di ranjang bersprei putih dengan mengenakan pakaian khas pasien yang melekat di tubuhnya
“apa aku harus dirawat ahjussi?” tanya yunho
“yah, kau tidak lihat tubuhmu  babak belur seperti itu eoh.. kau tidak akan bisa kabur” canda siwon
“istirahatlah.. besok aku akan kemari lagi” yunho mengangguk dan siwon pun pergi dari kamar yunho
Beberapa hari setelahnya yunho diperbolehkan pulang tapi yunho merasa bingung harus kemana rumah yang ia tinggali sudah di jual demi pengobatan ummanya
“kau tidak perlu bingung yunho, kau akan tinggal dirumahku” ucap siwon setelah melihat wajah keruh yunho
“ahjussi, aku sudah banyak merepotkan anda” siwon menggeleng
“aku tidak merasa direpoti, aku bersimpati kepadamu yunho sekarang yang harus kau pikirkan hanya selesaikan kuliahmu kau juga bisa bekerja denganku nanti” ucap siwon
“aku akan mengabdikan hidupku padamu ahjussi aku berjanji” yunho membungkuk dalam membuat siwon tertwa
“ya ya terserahmu saja”

Flashback end -

“beberapa hari yang lalu istriku memberiku ini” siwon menyodorkan sebuah amplop coklat pada yunho dan yunho meraihnya
“b-bukankah ini surah cerai presdir?” yunho sangat terkejut
“ne itu surat cerai, aku sudah menandatanganinya jadi simpanlah aku punya firasat buruk yunho ah” siwon selalu menceritakan apapun yang dirasakannya pada yunho karena tidak mungkin ia menceritakannya pada jaejoong karena jaejoong pasti tidak akan mengerti
“baiklah saya akan menyimpanya presdir”
“baiklah aku akan istirahat, kau juga istirahatlah yunho ah” yunho mengangguk dan keluar ruang kerja siwon ia berpapasan dengan jaejoong yang berpakaian sedikit terbuka ia menduga pasti jaejoong akan ke bar seperti biasanya
“yunho hyung.. mau ikut denganku ke clubbing?” tanya jaejoong
“aniyo .. aku akan tidur jangan pulang terlalu malam dan jangan minum terlalu banyak jaejoong ah”
“ne ne ne .. aku akan pulang pagi kalau begitu” jawab jaejoong santai ia memutar – mutar kunci mobilnya dan berjalan gontai membuat yunho menggelengkan kepalanya heran

Drrtt

Drrtt 

Yunho yang sudah nyenyak terbangun dan meraba meja nakas mendengar ponselnya bergetar  ternyata panggilan itu dari jaejoong

“yeoboyeoo..” jawab yunho malas matanya masih terpejam
“maaf tuan, ini dari bolero bar pemilik ponsel ini sangat mabuk bisakah anda menjempunya dia terus meracau nama anda tuan” papar maid itu
“ne aku akan kesana” yunho menutup telponnya tergesa dan berganti baju matanya terbuka lebar ia mengambil kunci mobilnya dan bergegas menjemput jaejoong

Bolero bar –

Hingar bingar keramaian club membuat yunho pusing ia segera mendial nomor jaejoong da dilihatnya ada beberapa yeoja di kanan dan kiri jaejoong ponsel yang berdering diatas meja diabaikan sepenuhnya oleh pemiliknya yunho melangkahkan kakinya mendekati jaejoong kedua yeoja di sebelah yunho menatapnya kagum yunho membungkuk ke arah jaejoong membuat yeoja di sebelah yunho bergeser sedikit memberi ruang untuk yunho

“jaejoong ah, bangunlah” yunho menepuk pipi jaejoong pelan jaejoong hanya memandangnya sayu
“wah.. kau mirip yunnieku.. hihihi” jaejoong menujuk yunho dan mentoel – toel pipi yunho
“aku memang yunho” jawab yunho ia melihat gelagat aneh dari jaejoong
“aniyoo!! Aku tidak mau pulang, aku ingin ke apartemenmu yunnie ah..”  jaejoong melingkarkan kedua tangannya pada leher yunho
“ne ne kita ke apartemenku, kau sangat mabuk ” yunho mengambil ponsel jaejoong dan memasukkannya ke saku
“apa dia kesini dengan seseorang?” tanya yunho pada kedua yeoja itu keduanya menggangguk
“ne, jaejoong ssi datang dengan seunghyun oppa.. tapi seunghyun oppa sedang ke toilet” jawab suzy
“apa dia mencampurkan sesuatu pada minuman jaejoong?” tanya yunho tajam
“i- iya, sunghyun oppa memasukkan sesuatu saat jaejoong ssi ke toilet tadi” yunho menggeram marah sudah diduganya jaejoong sedang tidak beres
“yunnie .. kenapa masih disini?” jaejoong merengek manja yunho menuntun jaejoong keluar tepat saat seunghyun telah kembali
“dimana jaejoong, suzy?” suzy mengendikkan bahunya dan menjawab
“dia dibawa oleh pria yang sangat tampan, oppa”
“pria? Siapa?” tanya seunghyun
“namanya yunho kalau tidak salah dengar tadi, iya kan jiyeon?”
“ne tadi jaejoong ssi memanggilnya yunnie” tambah jiyeon
“shit!” seunghyun berlari keluar bar tapi tidak ada jaejoong hanya ada mobilnya yang terparkir.

tbc.

The Doctors chapter 3

Title           : The Doctors
Genre        : Romance
Length      : -
Rate          : M
Main cast : yunjae etc.

Chapter 3


Yunho sedang berada di ruangannya nampaknya ia sedang membaca beberapa berkas pasien ia mendongak saat mendengar pintunya diketuk
Tok
Tok
Tok
“ne. Masuk” pria yang mengetuk itupun masuk dan duduk santai
“eoh Dr. Kangta, apa yang membawamu kemari ?” tanya yunho santai
“hanya ingin menyapa yunho ah, bagaimana fellowmu eoh?” yunho mendongak memandang kangta
“yah! seberapa banyak yang kau tau?” kangta tertawa melihat ekspresi sahabat sekaligus anak dari kepala rumah sakit ini begitu terkejut
“kau tau yun, aku yang merekomendasikan jaejoong ke instalasi bedah syaraf” kata kangta bangga
“yeah .. Haruskah aku membungkuk dan berterima kasih hyung?” yunho dan kangta tertawa
“kurasa jaejoong terkejut melihatmu kemarin” yunho mengangguk kecil membenarkan
“kau benar hyung.. Kemarin adalah pertama kalinya kita bertemu sejak aku meninggalkannya 10 tahun lalu aku sendiri cukup terkejut saat melihatnya” kangta nampak terkejut
“jinja ? Apa kalian putus komunikasi?” yunho menghela nafas dan mengangguk
“ne. Tepatnya sejak 7 tahun yang lalu kami telah hilang kontak mungkin jaejoong mengganti nomornya” jelas yunho.
“jika itu 7 tahun berarti kira- kira awal perkuliahannya yun” jawab kangta
“kurasa begitu hyung .. Aku sangat penasaran dengan kehidupan jaejoong tapi saat aku ingin bertanya dia seperti menghindariku” kangta memandang tak percaya pada yunho
“yah! Aku baru tau kau memiliki sisi seperti ini yunho ah” kangta tertawa
Ceklek
Pintu terbuka nampak yoochun masuk dengan santai ia terkejut melihat kepala bagian divisi bedah syaraf berada di ruangan yunho
“hyung! Kau disini rupanya” sapa yoochun
“aku ingin menyapa yunho yoochun ah” jawab kangta
“yah! Dr. Park dimana sopan santunmu harusnya kau mengetuk ruangan dulu” omel yunho
“ne ne .. aku malas mengetuk jadi aku langsung masuk. Jadi apa yang kalian obrolkan sepertinya seru” tanya yoochun
“kami hanya mengobrol ringan yoochun ah, tentang jaejoong” yoochun mengangguk
“yunho tampak masih malu-malu, harusnya ia mendekati jaejoong jika ia merasa rindu tapi lihatlah betapa babonya teman kita ini hyung” kangta tertawa mendengar yoochun mengomel
“yah! Aku sudah berusaha akan berbicara tapi jaejoong menghindariku” protes yunho
“kau harus lebih giat lagi yunho, kurasa jaejoong juga tipe orang yang pemalu” ujar kangta ia melihat ponselnya bergetar

“ah ya dr. Kim, ada apa?” jawab kangta
“aku hanya ingin menyampaikan anakku hyunjoong minggu depan akan tiba, bisakah kau membimbingnya” kata kang in
“ne dr. Kim serahkan padaku” yunho menaikkan sebelah alisnya begitupun yoochun yang nampak penasaran
“ya, gomawo dr. Kangta”
“ne..”
Pip.

“ada apa hyung?” tanya yoochun
“minggu depan anak dr.kangin akan tiba namanya kim hyunjoong dia akan menjadi fellow, kebetulan tiga hari lagi dr. Jung jessica juga tiba”
“kim hyunjoong.. Nama itu tidak asing” yunho nampak berpikir
“jung jessica, bukankah dia yeoja yang dulu sangat terobsesi padamu yun?” yunho terkejut
“apa benar dia jung jessica yang itu chun,woah .. Aku merasa terancam” ucap yunho santai
“mereka akan di instalasi bedah umum jadi yang lebih sering bertemu adalah kau yoochun ah” sahut kangta
“ku kira mereka akan di divisi bedah syaraf tapi ternyata mereka di bedah umum”
“aku harus pergi jadwalku berkeliling, jja anyeoong..”kangta keluar ruangan tanpa menunggu jawaban
Yunho dan yoochun berbincang santai sebelum ponsel yunho bergetar menampilkan nama ‘boojae’
“dari jaejoong” gumamnya
“angkat saja, mungkin itu karena pasien IGD”
“yeoboseyoo.. Wae ?” yunho memandang yoochun
“prof. Jung pasien datang dengan cedera pada kepala bagian kiri ct scan perdarahan 30cc, gcs 4-5” lapor jaejoong
“aku segera kesana” yunho berdiri dan melihat yoochun mengendikkan bahunya
“jja kesana .. Aku juga punya jadwal berkeliling pada pasienku” jawab ypochun
“ne” yunho segera bergegas menuju IGD dilihatnya jaejoong telah menunggunya di dekat pasien
“apa ruang operasinya sudah siap?” tanya yunho ia sibuk memeriksa mata pasien itu dengan penlightnya
“ne sudah siap semuanya dokter”jawab jaejoong
“baiklah pastikan keluarga menyetujuinya” jaejoong mengangguk
.
.
Yunho masih mengenakan pakaian berwarna biru muda begitu juga dengan jaejoong mereka baru saja selesai menoperasi pasien dengan kondisi darurat jaejoong menuju meja informasi disana tampak beberapa perawat juga dokter

“dr.kim kau tampak lelah” komentar yoona
“ne aku baru saja dari ruang operasi”jawab jaejoong
“eoh, prof. Jung kita akan mengadakan penyambutan untuk anda” kata IU ia merupakan perawat khusus untuk divisi bedah syaraf
“jinja? Wahh gomawo ..” kata yunho ramah membuat para perawat jaga terpekik senang
“ne dokter.. Kedatangan anda harus dirayakan” ucap yoona ceria ia merupakan rekan IU
“kalian terlihat sangat senang saat prof yunho bergabung” ujar siwon tiba - tiba
“ah ne dr. Choi kami sangat senang prof yunho sangat tampan seperti model” jawab yoona malu-malu
“wahh bukankah dr.choi juga sangat tampan” yunho merangkul siwon dengan tangan kirinya
“prof yunho benar, dr. Choi memang sangat tampan” sahut ahra yang baru datang jaejoong melirik malas ahra yunho yang mengetahui ekspresi berbeda jaejoong segera berinisiatif pergi
“eoh jaejoong, ikut denganku memeriksa keadaan ny. Kang” jaejoong mengikuti yunho di sebelahnya
“apa kau sengaja prof yunho?” tanya jaejoong
“sengaja apa boojae?” sahut yunho membuat jaejoong berhenti berjalan hatinya berdetak kencang setelah berhasil menguasai diri ia berjalan ke kamar pasien dengan ekspresi biasa
“berikan anti nyeri dr. Kim, juga tambahkan paracetamol diresepnya” jaejoong mengangguk dan mencatat yang dibicarakan yunho dalam hati ia memuji yunho yang sangat profesional
“ne..” jawab jaejoong
“apa kalian sepasang kekasih dokter?” tanga ny.kang membuat jaejoong dan yunho salah tingkah
“ne” jawab yunho asal membuat jaejoong kelabakan
“aniyo ahjumma.. Kami ini teman dari kecil” sangkal jaejoong membuat ny.kang tersenyum
“kau mencintainya nak” jaejoong memerah membuat yunho tertawa
“apa sangat terlihat ahjumma?” tanya yunho usil
“ahjumma.. Lekaslah sembuh anyeoong” jaejoong menggeret yunho keluar dan melirik sebal
“wae? Wae? Kenapa menatapku seperti itu?” yunho tertawa melihat jaejoong
“ah molla! Molla!” kesal jaejoong
“nanti akan ada pesta penyambutan, kau ikut kan joongie?” tanya yunho
“kurasa tidak, aku akan langsung pulang saja” jawab jaejoong sekenanya
“yah! Kau harus ikut, apa kau tidak senang aku datang kemari joongie?” jaejoong menggeleng
“aniyo .. Akuu.. Baiklah aku akan ikut” jawab jaejoong akhirnya pasrah
“dan satu lagi aku akan menumpang padamu boo..” jawab yunho senang
“yah! Kenapa menumpang juga?” tanpa sengaja jaejoong berteriak membuatnya diperhatikan orang disekitarnya
“mobilku belum datang dari amerika” yunho tersenyum cerah
“hahhh baiklahh baiklahh”
.
.
“prof yunho, apa kita tidak akan dibuat bahan gosip para perawat nanti” cicit jaejoong saat ia sudah akan mengemudi
“aku tidak perduli, dan aku selalu ingin bertanya kenapa kau selalu menghindariku?” yunho menatap jaejoong yang berpura- pura fokus mengemudi
“aku hanya terlalu gugup bear, bukankah ini sudah sangat lama dan aku juga menduga kau sudah menikah” jawab jaejoong jujur membuat yunho tertawa
“aku belum menikah boo, dan kau tidak perlu gugup bukankah jaejoong yang ku kenal adalah anak yang sangat ceria dan juga cerdas?”
“jinja? Kau belum menikah?” yunho mengangguk malas
“jadi kau tinggal dimana boo, dan kenapa kau mengganti nomormu?” tanya yunho
“sejak lulus dan masuk unversitas aku pindah ke apartemen bear,dan kenapa aku mengganti nomorku karena aku ingin menghilang dari appa” jelas jaejoong
“yah, kenapa seperti itu, kau bukan lagi bocah kenapa bertindak sejauh itu” protes yunho
“bear, appaku menikah lagi dengan go soo jin” yunho nampak terkejut
“appa kim menikah lagi? Jadi itu sebabnya kau memberontak hingga sejauh ini?” tanya yunho dan jaejoong mengangguk
“hubunganku tidak pernah akur dengan umma tiri juga saudara tiriku bear” yunho bisa mengerti karena jaejoong sangat menyayangi umma kim
“apa appa kim tau ?”
“tentu saja, aku tidak pernah menganggap mereka ada” yunho mengelus rambut jaejoong
“mhiane.. Aku tidak ada disaat terburukmu boo” jaejoong tersenyum
“gwencana .. Aku bisa melewatinya dengan baik bear” yunho menggenggam tangan jaejoong
“mulai saat ini, jangan pernah memendamnya sendiri.. Aku ada untukmu boo” yunho mengecup tangan jaejoong
“gomawo..” yunho nampak bingung
“untuk apa?” tanya yunho
“gomawo telah kembali” jaejoong tersenyum tulus
.
.
“wahh dr. Kim dan prof jung kalian kenapa terlambat?” tanya yoona
“mhianeyo .. Aku berdandan terlalu lama” jawab yunho asal membuat semua orang tertawa
“jja silahkan duduk yunho dan kau juga dr.kim” sahut kangta jaejoong duduk di dekat yunho semua tak luput dari pandangan siwon dan ahra
“karena prof yunho datang terlambat maka ia harus minum dalam satu teguk” ujar leeteuk
“wahh jinja? Aku harus minum” yunho meneguk satu gelas dengan sekali tegukan membuat semua bersorai gembira
Pesta penyambutan berlangsung hingga tengah malam mereka benar- benar mabuk dan satu persatu mulai meninggalkan purple line cafe jaejoong tampak baik- baik saja tapi yunho begitu mabuk hingga meracau
“yunnie ah .. Jja bagunlah kita ke mobil” jaejoong menepuk pipi yunho
“uhmm boo kau tampak sangat cantik” yunho mengelus pipi jaejoong
“apa kau bisa membawa prof yunho dr. Kim?” tanya siwon
“ah ne.. Bisa” jaejoong tersenyum manis
“mau kubantu?” jaejoong menggeleng cepat
“aniya .. Aku bisa” jaejoong memapah yunho yang badannya lebih besar darinya dan siwon juga ahra di belakangnya
“apa perlu ku bantu dr.kim? Yunho memang tidak pernah minum banyak entah kenapa hari ini ia berani minum banyak” ujar kangta ia membantu memapah yunho
“ahh begitu.. Yunnie memang tidak kuat minum lambungnya juga bermasalah” jaejoong berucap tanpa sadar membuat siwon terkaget
“jadi dia bersamamu, pantas saja dia minum banyak, aigoo yunho pintar sekali” kangta menggelengkan kepala
“gomawo dr.kangta” jaejoong sedikit membungkuk dan kangta mengangguk tersenyum
“arasso .. aku sudah mengirimkan alamat juga password mesh yunho lihatlah ponselmu” ujar kangta lagi
“ne gomawo..”
.
.
Setelah bersusah payah menuntun yunho menaiki tangga lantai 2 jaejoong memasukkan password yang diberikan kangta dan benar saja terbuka tapi ia heran password itu adalah tanggal lahirnya namun tak pelak membuatmya tersenyum yunho masih mengingatnya
“kau mengantarnya dr.kim?” jaejoong kaget saat siwon menyapanya siwon berada di tangga lantai 1
“ah ne dr.choi” jaejoong tersenyum canggung dan buru- buru masuk sebelum ditanya macam- macam
“boojaejoongie chagiyaaa..” racau yunho membuat jaejoong tersenyum dipapahnya yunho menuju kamarnya dan dilepasnya kemeja yunho dan menggantinya dengan piyama
“yunnie.. Aku akan pulang ne” jaejoong mengelus pipi yunho tapi tubuhnya ditarik hingga ia berada di pelukan yunho hingga ia terlelap.
.
.

Tbc.

Sabtu, 28 Januari 2017

I need you! chapter 4




Title         : I need you!
Genre       : angst, romance
Length      : -
Rate          : M
Main cast  :  yunjae etc.
 


Chapter 4



“kau mengajakku berkencan ?” tanya jaejoong
“uhm.. kau tidak mau boo?” yunho menatap jaejoong
“aku bukan tidak mau, tapi ada yang mengganjal apa kau akan ditugaskan diluar bear?” jaejoong menggenggam tangan yunho dan meremasnya cemas
“haahhh. Kau ini boo aku berniat merahasiakannya dulu tapi sepertinya percuma saja” jawab yunho
“jadi? Akan ditugaskan kemana? ” yunho merebahkan kepalanya pada paha jaejoong dan memejamkan matanya
“jadi, aku akan ditugaskan ke negara apollo tepatnya di mohuru daerah perbatasan  selama 8 bulan boo” jaejoong masih memperhatikan yunho
“kita harus terpisah lagi, padahal aku sangat senang kita bisa bertemu setiap hari bear..” jaejoong menghela nafas dan menunduk lesu
“yahh .. aku juga tidak menyangka boo” yunho mengelus pipi jaejoong
“aku belum pernah ke apollo, apa disana jaringannya bagus bear?” yunho menggeleng
“disana akan susah mendapatkan akses jaringan boo.. aku pernah mendengar dari senior para wanita disana cantik seperti artis boo” yunho menyeringai melihat wajah jaejoong bertambah kesal

Plak!

“ya! Kalau kau selingkuh dengan wanita disana aku tidak akan memaafkanmu beruang jelek!” sewot jaejoong
“woaahh .. boojae jangan marah – marah” yunho tertawa melihat jaejoong merengut
“padahal monbin sangat senang bisa bertemu denganmu bear” yunho bangkit dan memeluk jaejoong
“mhiane.. besok ayo kita liburan boo, bukankah besok kau bebas tugas?” Tanya yunho
“ne.. kita mau kemana bear?”
“kita akan ke rumah kaca milik keluarga jung, bukankah dulu kau sangat senang bila kita berlama – lama di tempat itu boo” jaejoong mengangguk
“ne, kau benar bear.. sudah lama kita tidak pernah kesana aku jadi rindu tempat itu”
“apa perlu kita ulangi kejadian dulu boo?” yunho menaik turunkan alisnya
“dan muncul monbin kedua?!” jaejoong memutar bola matanya membuat yunho tertawa keras ia jadi ingat malam panas yang mereka habiskan sebelum yunho berangkat menuju akademi militer
“kenapa monbin lama sekali keluarnya dengan umma kim boojae?” yunho memandang jam pukul 3 sore ia sudah seharian di mansion kim niatnya menghabiskan waktu bersama jaejoong dan monbin tapi umma kim mengajak monbin berbelanja hingga sore
“molla, umma selalu mengajak monbin berkeliling entah itu karena pekerjaan ataupun hanya jalan – jalan” yunho beranjak dan melihat banyak foto yang berjajar rapi di ruang tengah mension kim banyak sekali foto junsu, jaejoong, monbin juga umma kim dan satu lagi ada banyak fotonya dan jaejoong saat mereka masih senior high school
“boo.. apa junsu masih menyimpan perasaan pada yoochun?” jaejoong menoleh ke arah yunho
“ku kira begitu, sejak yoochun masuk tentara junsu tidak pernah berbicara tentang cinta juga perasaannya dia lebih menyibukkan diri dengan pekerjaannya, waeyo bear?”
“hanya saja kupikir mereka berdua masih saling mencintai tapi  masih belum mau mengakui perasaan mereka masing – masing , yoochun selalu mengolokku ketika aku tidak pernah berani menegurmu tapi yoochun dia malah lebih parah dariku, ia mendengar nama junsu saja langsung gugup” yunho tertawa mengingat ekspresi gugup yoochun
“jinja? Padahal yoochun terlihat sangat cool diluar bear dia bisa gugup juga” jaejoong ikut tertawa sambil menutup mulutnya dengan punggung tangan
“boo kukira aku harus pulang, aku ada janji dengan umma besok aku akan menjemputmu nae sarang” yunho mengecup kening jaejoong
“ne.. aku menunggumu appa bear” jaejoong beraegyo
“ya! ya! Jangan menunjukkan itu aku bisa memakanmu disini” yunho meggelengkan kepalanya lalu ia mengambil jaketnya  jaejoong mengantar yunho hingga yunho akan memasuki mobil
“kau tidak boleh nakal jika kutinggal boo, jauhi para namja yang memandangmu mesum dan jangan terlalu  banyak minum, arracii?”
“ne .. aku akan ingat semua pesanmu bear” jaejoong melongokkan kepalanya kedalam dan mengecup yunho sebelum mobil yang yunho kendarai melaju.
.
.
-          Apollo, mohuru –

“sersan changmin, kau tau kabar yang beredar saat ini” tanya seunghyun
“eoh kapten choi” changmin memberi hormat
“yah.. santai saja, aku hanya ingin mengobrol denganmu” seunghyun duduk di dekat changmin dan ikut makan ayam yang ada di meja
“ada kabar apa kapten, aku belum mendengarnya” jawab changmin
“tim alpha akan tiba dua minggu lagi, bukankah kapten yunho adalah hyungmu?” changmin mengangguk tangannya sibuk memegang paha ayam
“ne, kapten yunho memang hyungku tapi aku belum menghubunginya sejak satu minggu yang lalu jadi aku tidak tau jika ia akan ke apollo juga” seunghyun memperhatikan cara makan changmin yang membuatnya kenyang
“aishh.. kau ini makannya jangan seperti bocah changmin ah! aku merasa ini tidak adil bukankah disini sudah ada tim Beta kenapa tim Alpha juga diikut sertakan kesini, bukankah ini bukan sebuah misi”  chagmin lagi – lagi menoleh menatap kaptennya
“kapten, bukankah tim Alpha tim utama dan kita adalah tim kedua aku merasa ini bukan ketidakadilan tapi ini adalah bala bantuan yang dikirim untuk menyelesaikan masalah penyelundupan yang kebal hukum bahkan kita belum mampu menangkap pemimpinnya walaupun kita telah disini lima bulan”
“woahh.. uri changminie sudah dewasa” changmin memutar bola matanya
“waktu kita juga diperpanjang mengikuti tim Alpha, jadi kita akan bertahan lebih lama ditempat ini” ucap seunghyun
“aku tidak keberatan kapten choi.. disini banyak tempat yang sangat indah suatu saat akan kutunjukkan pada orang yang kucintai dia cinta pertamaku yang saat ini masih berada jauh dariku” changmin mendadak tidak nafsu makan
“kau masih mencintai cinta pertamamu sersan changmin?”
“ne..sangat mencintainya kapten. Tapi sekarang dia sedang menempuh pendidikan di amerika sejak kami lulus senior high school” jelas changmin
“tapi kuliat kau tidak pernah berkomunikasi dengan siapapun kecuali dengan keluargamu ?” seunghyun nampak bingung karena changmin memang tidak pernah menujukkan bahwa ia memiliki kekasih
“aku memang tidak pernah berkomunikasi lagi dengannya kapten choi, sejak ia memutuskan berangkat ke amerika aku tidak pernah menghubunginya, kau punya cinta pertama seunghyun hyung?” seunghyun nampak terkejut
“aku punya cinta pertama changmin ah.. bahkan hingga saat ini aku belum bisa menghilangkan perasaanku” seunghyun membayangkan wajah jaejoong
“wahh.. aku tidak menyangka hyung kau yang kaku memiliki sisi lain” changmin tertawa
“tapi aku tidak pernah menyatakan perasaanku padanya changmin ah hingga sekarang”
“jadi dia tidak tau kau menyukainya?” seunghyun mengangguk
“ aku tidak pernah tau kabarnya lagi hingga saat ini, ku kira ia akan bahagia karena dia orang yang sangat baik” chagmin menatap seunghyun yang nampak tersenyum tulus
“percayalah hyung, jika kalian memang ditakdirkan bersama dimanapun itu kalian pasti akan bersatu kembali” changmin menepuk pundak seunghyun
“kuharap juga begitu” mereka tertawa bersama

-          2 minggu kemudian –

Yunho dan timnya tiba saat sore hari disambut para parajurit yang telah berjajar menyambut kedatangan mereka dengan suka cita
“selamat datang kapten jung” seughyun menjabat tangan yunho
“ne, kau sehat kapten choi?” seunghyun mengangguk dan tersenyum
“kau tidak berubah sama sekali kawan” seunghyun merangkul teman lamanya itu
“yah! Tidakkah kau melihat aku bertambah keren” canda yunho membuat suasana menjadi mencair
“kami telah menyiapkan berbagai hidangan untuk kalian sebagai pesta penyambutan” mereka makan bersama menyambut tim alpha
“oh iya dimana sersan changmin?” tanya yunho ia menoleh kekanan dank e kiri tidak mendapati dongsaengnya
“sersan changmin dibelakang kapten” jawan lee seunggi
“woahh luar biasa, anak ini tidak menyambutku” yunho berlari menuju dapur disana nampak adiknya sedang makan ramen dengan lahap yunho melipat kedua tangannya di dada dan perlahan menuju adiknya perlahan di jewernya telinga changmin
“aw! Ya ya! Siapa kau berani sekali menjewerku! Mati kau!” changmin meringis telinganya dijewer seseorang
“apa? Kau mau marah?” changmin mematung ini suara hyungnya changmin meringis ia dilihat banyak prajurit yang diam diam mengintip di pintu mereka menahan tawanya
“ya hyung, inikah sambutanmu setelah lama tidak bertemu denganku?” rengek changmin
“mwo! Siapa yang menyambut siapa disini!” yunho melepaskan jewerannya dan memeluk dongsaengnya itu
“bagaimana kabarmu eoh minnie?” changmin merengut mendengar panggilan kecilnya
“ya yunho hyung, kenapa kau memanggilku seperti itu! Menggelikan” changmin meneruskan makan ramen yang tertunda yunho ikut duduk disebelah dongsaengnya
“kau ini, umma mengeluh padaku kau jarang sekali menghubunginya” tegur yunho
“disini signal sangat minim hyung, kau akan tau nanti” jawab chagmin santai
“kudengar dari appa jae hyung juga di pindahkan di batalyonmu hyung” yunho menoleh dan mengeryit
“appa memberitahumu?” tanya yunho balik
“ne.. aku sering menghubungi appa hyung” jawab changmin santai sebelum menyadari betapa bodohnya ia

Plak

“ya hyung! Kau mau membuatku bodoh eoh” protes changmin saat kepalanya di geplak dengan tidak elit
“kau bisa menghubungi appa tapi kau jarang menghubungi umma” changmin  meringis mengacungkan jari berbentuk peace
“umma sangat kawatir padamu, shin hye juga” changmin mengangguk
“aku akan segera menghubunginya nanti” jawab changmin sekenanya
.
.
-          2 bulan kemudian -

“woahh .. disini sangat indah” yunho menoleh kea rah yoochun
“kau benar chun, disini sangat indah tapi tidak ada wanita cantik disini” yunho tertawa
“kau ini! jika jaejoong tau kau akan tamat jung” mereka tertawa bersama
“aku tadi bertemu changmin di dapur, anak itu tidak berubah sama sekali masih saja suka makan” yoochun memejamkan matanya menghirup udara segar
“aku jadi heran dia itu manusia atau monster”
“ekhem! Jika ingin membicarakanku jangan di tempat terbuka aku bisa mendengarnya” changmin ikut – ikutan duduk di rumput
“tadi ada telegram yang masuk tim medis akan segera dikirim ke sini, juga tim relawan dari RS DongBang akan dikirim kemari” yunho menoleh
“RS DongBang? Bukankah itu rumah sakit tempat shin hye kerja?” tanya yunho
“juga Tim medis dari tentara bukankah jaejoong juga salah satu tim medis?” changmin mengangguk malas menjawab pertanyaan yang diajukan keduanya
“ne.. secara tidak langsung keduanya akan kemari jae hyung, juga shin hye”
“jinjaa??” tanya keduanya
“ne hyung, aku sudah melihat daftar yang akan kemari dan mereka termasuk di dalamnya kenapa aku jadi merinding membayangkan kita berada di tempat yang sama” yoochun memutar bola matanya mendengar komentar changmin
“yah! Kita jarang sekali berada di satu tempat seperti ini min.. aku, kau juga shin hye kita selalu sibuk saat kita sudah beranjak dewasa” yunho tertawa melihat changmin berkomat kamit
“dia pasti menempel padaku hyung” jawab changmin nelangsa pasalnya ia ingat saat shin hye memaksa ingin ikut menyaksikannya bermain basket saat itu pertandingan basket saat senior high school adiknya itu tidak mau lepas darinya ia selalu ketakutan jika digoda temannya
“yah jangan begitu changmin dia juga adikmu, kau tau dia sudah bertumbuh mejadi dokter yang terkenal berwajah cantik juga seperti preman, kau tidak perlu kawatir jika ia digoda” jawab yunho santai
“aishh.. dia perempuan kenapa mendapat title preman seperti itu” cangmin memandang hororr hyugnya
“molla.. appa yang memberitahu padaku” yunho mengendikkan bahunya
“kurasa komandan akan segera kemari megunjungi kalian” sahut yoochun diangguki ketiganya
“kurasa begitu yoochun hyung, kuharap umma tidak memaksa ikut” ringis changmin
.
.



Tbc.