Sabtu, 23 September 2017

FALLEN LEAVES Chapter 1

Title     : fallen leaves
Genre    : family
Length   : -
Rate     : M
Main cast : YUNJAE, etc

Chapter 1
Tokyo, jepang – 

Kim changmin menatap malas lokernya yang penuh dengan coklat, bunga dan surat sungguh hari – harinya selalu saja seperti ini ia sudah 14 tahun fisiknya tumbuh menjadi namja tampan nan manly ia heran wajahnya sangat manly berbeda dengan ummanya yang sangat cantik ia menduga bahwa ia seluruhnya mewarisi gen appanya yang sampai saat ini masih belum ia ketahui bahkan selama 14 tahun usinya ummanya enggan membahas siapa ayah kandungnya.
Di sekolahnya Ia banyak digemari para yeoja bahkan uke ia sudah sangat terbiasa dengan ‘penguntit’ yang selalu membuntutinya kemanapun pergi kecuali saat dirumah tentu saja ia bukan selebiriti tapi ia terkenal dikalangan namja seusianya
Brug!
Changmin meletakkan tasnya yang penuh dengan bungkusan coklat karena sudah menjadi kebiasaan jika ia sebelum pulang ‘membersihkan’ lokernya
“waeyo? Anak umma kenapa kesal begitu eoh?”changmin merangsek bermanja pada sang umma
“umma, di tasku banyak sekali coklat nanti aku akan menghabiskannya saat bermain game” gumam changmin yang melesakkan kepalanya di pangkuan ummanya
“kau juga membawa surat yang mereka berikan untukmu Minnie ah?” changmin mengangguk imut
“umma akan membacanya” seru jaejoong girang membuat changmin memutar bola matanya
“umma.. jangan tunjukkan sifat kekanakan umma pada siapapun itu sangat memalukan” changmin meringis sangat perutnya dicubit gemas oleh jaejoong
“kau mengatai umma kekanakan eoh? Ummamu yang kekanakan ini sudah melahirkanmu beraninya” changmin tertawa keras saat ummanya dengan sengaja menggelitiknya
“umma ahahaha berhenti” changmin benar – benar tidak kuat di gelitik ummanya
“aniya.. umma tidak akan berhenti” jaejoong tertawa keras saat changmin sudah mulai akan menangis
Changmin merebahkan kepalanya di paha ummanya “umma..”
“ne.. waeyo?” jaejoong membaca buku sambil mengelus kepala putra tunggalnya yang tampan ia mengakui wajah changmin sangat mengingatkannya pada sosok yang dicintainya dulu
“umma .. aku ingin saat senior high school di korea” usapan di kepala putranya terhenti karena pernyataan spontan anaknya
“umma.. kenapa diam saja eoh?” changmin mengrucutkan bibirnya imut
“Minnie-ah.. kenapa mendadak ingin sekolah disana eum?” jaejoong mencoba menjawab setenang mungkin walaupun dalam hatinya ia berdegub kencang
“ini bukan permintaan mendadak umma, aku sudah meminta umma saat aku akan masuk junior high school tapi kata umma tunggu hingga lulus sekarang bukankah sudah waktunya umma mengabulkan keinginanku” changmin bangkit dan menatap ummanya dengan puppy eyes attack andalannya
Jaejoong mendesah kalah jika anaknya sudah mengeluarkan jurus puppy eyes attacknya
“arasso.. umma akan pikirkan Minnie” jaejoong segera beranjak menuju kamarnya ia merebahkan tubuhnya di ranjang bernuansa pink yang terkesan imut jangan lupakan banyak boneka gajah dan juga hello kitty yang menghiasi sudut ruangan
“kenapa Minnie ingin sekali pindah lima belas tahun aku meninggalkan korea dan tidak sekalipun menginjakkan kaki disana” ia memejamkan matanya menghirup dalam – dalam udara
Tok
 tok
tok
“umma.. aku ingin tidur dengan umma” manja changmin membuat jaejoong terkikik geli
“jja kemarilah, anak umma yang tampan” changmin segera melompat kepelukan ummanya dan tidur dalam dekapan ummanya yang sangat disayanginya
“minnie.. berjanjilah pada umma jika kita pindah kau tidak akan berbuat ulah” jaejoong mengelus rambut changmin yang tumbuh lebat
“molla..” jawab changmin sekenanya
“yah!” kesal jaejoong
.
“appa.. appa sedang sibuk?” gadis cantik itu duduk di sofa di ruang kerja appanya
“eum.. kenapa yollie belum tidur eoh?” pria tampan itu meletakkan kaca mata baca yang dipakainya dan memandang putri kecilnya
“yollie ingin tidur dengan appa.. hihihi” yunho tersenyum melihat putrinya yang sangat manja
“arasso .. kajja ..” yunho menggendong jung jiyol dengan tangan kanannya putri kecilnya itu menyanyi di sepanjang perjalanan menuju kamarnya membuat yunho tertawa kecil
.
.
Seoul, korea –
1 minggu telah berlalu sejak kepindahan jaejoong dan changmin mereka menempati apartement mewah di distrik gangnam yeah semua berkat perkembangan pesat café yang dikelola olehnya selama 15 tahun ini ia menghidupi dirinya sendiri dan juga anaknya dari jerih payahnya sendiri tanpa melibatkan orang lain ia sudah melupakan ‘keluarga’ yang sudah membuangnya di masa lalu kepahitan yang menimpanya karena kesalahannya sendiri itu yang selalu difikirkan namja cantik itu.
.
Pagi hari yang cerah matahari menerobos masuk tapi namja tampan itu masih senantiasa bergelung dibalik selimut tebalnya mengabaikan sang umma yang sudah berkacak pinggang di sebelah ranjangnya
Sraaakk!
“umma.. ini masih pagi kenapa umma membuka tirainya” changmin menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya membuat jaejoong berdecak kesal
“ish! Dia sangat mirip beruang gendut pabo itu! Susah sekali dibangunkan!” changmin mendengar gerutuan ummanya tapi ia berpura – pura tidak mendengar apapun ia sudah sering mendengar ummanya mengumpati si ‘beruang gendut’ yang disebut ummanya ia menduga pasti itu adalah appanya yang bertubuh gendut seperti beruang pikirnya
“aish .. umma berisik sekali” changmin bangun dengan rambut awut – awuatan membuat jaejoong tertawa setan
“minnie umma tunggu dibawah, kau harus sudah selesai dua puluh menit lagi ini hari pertamamu sekolah” jaejoong menutup pintu kamar putranya itu dan segera bergegas kebawah ia harus mengantar anaknya kesekolah terbaik yang sudah di daftarkan sahabatnya taemin
20 menit kemudian –
“Minnie, jangan lupa nanti hubungi umma saat sekolah sudah selesai” ucap jaejoong yang sudah mengambilkan makanan untuk anaknya yang super manja dan protektif padanya itu
“ne umma.. lagipula aku masih belum hafal jalan”ucap changmin sabar
.
Changmin memandang gerbang yang akan menjadi sekolahnya selama 3 tahun ini ah mungkin kurang dari 3 tahun karena ia bisa saja mengikuti akselerasi seperti saat ia di junior high school “umma, kau akan kemana setelah ini?” Tanya changmin yang sudah turun dan menuju sisi kiri mobil menghadap ummanya
“umma akan ke café menemui taemin, waeyo?” Tanya jaejoong heran
“aniya.. jangan terlalu genit pada namja dan jemput aku tepat waktu” ucap changmin tegas walaupun ia tau ummanya tidak akan genit tapi toh tidak ada salahnya jika memperingatkan ummanya yang kadang bisa menjadi sangat kekanakan
Jaejoong memutar bola matanya jengah “arasso .. arasso”
Cup
Changmin segera mengecup pipi ummanya dan Jaejoong melambaikan tangannya kearah anak semata wayangnya yang sudah memasuki gerbang shinki senior high school yang menjulang tinggi dari arsitekturnya ia bisa tau sekolah ini memiliki fasilitas yang sangat canggih dan keamanan yang ketat taemin benar – benar mengerti seleranya ia segera melesat menuju café yang 10 tahun ini ia titipkan pada taemin ia hanya memantaunya dari jepang diperjalanan ia melamun sungguh tidak menyangka anaknya sudah memasuki bangku SMA di usia yang sangat belia karena kecerdasannya ia bersyukur memiliki anak seperti changmin yang selalu menurutinya dan jarang melakukan hal yang merugikannya sepertinya tuhan mengirim changmin untuk menjaganya walaupun usia changmin masih 14 tahun tapi dia namja yang kuat dan berpikiran dewasa jauh dari usianya sedari kecil anaknya sudah mengikuti kelas hapkido jadi ia tidak pernah kawatir jika melepas changmin di dunia luar.
Coffe cojje –
Taemin terpaku melihat sahabatnya yang bertambah menawan dari waktu ke waktu
“joongie ..” taemin segera menubruk sahabatnya itu dan memeluknya erat
“bagaimana kabarmu eoh?” taemin melepas pelukan dan menatap sahabatnya dengan haru pasalnya ia tau perjalanan hidup jaejoong sangatlah berat
“aku baik, kau bisa lihat kulitku bertambah keriput karena bertambah tua” jaejoong tertawa mendengar gerutuan sahabatnya
“dimana minho?”
“dia sedang bekerja tentu saja joongie kau tau ini masih pagi, kau sudah mengantar Minnie?” tanya taemin antusias
“ne, dia sangat bersemangat dari awal ia ingin sekali sekolah disini padahal aku sudah enggan menginjakkan kaki di korea” taemin menatap sendu sahabatnya
“joongie.. kau harus kuat demi changmin” taemin mengangkat tangannya dan menunjukkan kata ‘fighting’ di genggaman tangannya
.
Jung corp –
“yun, satu bulan lagi ulang tahun jiyol kau tidak ingin merayakannya?” yunho mengalihkan pandangannya dari kertas dan memandang junsu dan yoochun yang ada di sofa di ruangannya sedang memakan sushi
“jinja? Aku sampai lupa karena kita sangat sibuk”gumam yunho “apa kau punya ide junsu ah?” yunho memandang sahabatnya yang sedang berfikir
Yoochun memutar bola matanya melihat kelemotan junsu “kita sewa saja café, lalu mengundang seluruh temannya dan Tanya apa ia ingin tema sesuatu yang disukainya” tandas yoochun membuat mata junsu berbinar
“chunnie.. mungkin karena jidatmu lebar hingga otakmu ini sedikit pintar” yunho tertawa melihat kekonyolan kedua sahabatnya itu
“arasso.. aku setuju dengan idemu jadi carikan tempat dan tetapkan waktunya aku yang akan mengurus konsepnya” putus yunho dengan senyum lebarnya
“yun.. kau sangat menyayangi jiyol ne?” mendadak senyum yunho pudar berganti keryitan
“tentu saja chun, dia putriku” ucap yunho tegas
Junsu memutar bola matanya “dia bukan putrimu yunho hyung.. dia putri ahra dan hyunjoong”
Yunho mendengus ia kembali membaca dokumennya dan dengan santai menimpali ucapan junsu “sejak hari perceraianku dan ahra jiyeol sudah menjadi putriku seutuhnya terlepas dari ia anak biologis hyunjoong aku tidak perduli yang pasti adalah aku appanya sekarang dan ahra bukan ibunya mana ada ibu  yang menerlantarkan anaknya yang berumur satu bulan demi menikah dengan kekasihnya ckckck” yunho berdecak malas
“aku juga terlanjur menyayangi jiyol .. dia anak yang manis” timpal yoochun
“aku juga, selain dia manis dia juga sangat ceria kepolosannya bisa membuat seorang jung yunho yang seperti robot tahkluk” sahut junsu diangguki keduanya
“dia mengingatkanku pada seseorang” gumam yunho yang masih di dengar kedua sahabatnya

TBC.

Kamis, 06 Juli 2017

My life belong to you Chapter 11



Title        : My life belong to you
Genre      : family
Length     : -
Rate         : M
Main cast : YUNJAE, etc

Chapter 11
Dongbang international hospital –
Sesampainya di rumah sakit jaejoong langsung ditangani oleh dokter semua orang panik, kagum dan juga terpesona melihat seorang jung yunho pengusaha sukses yang dikenal ramah menggendong istrinya yang sudah tidak sadarkan diri karena jaejoong hanya terbungkus oleh selimut tanpa mengenakan apapun yunho menunjuk tirai para pengawal segera menutup tirai mengahalangi arah pandang pasien lain yang tertarik melihat keadaan jaejoong
“yunho apa yang terjadi?” Tanya boa sahabat kecil yunho yang merupakan dokter di rumah sakit yang juga milik jung corp
“periksa saja dulu nanti akan kujelaskan, perut boojae terbentur lantai dia meringis kesakitan” boa mengangguk mengerti dan segera memerikasa denyut jantung janin yang di kandung jaejoong dan juga melalukan pemeriksaan lain yang menunjang
“yunho kita perlu bicara..-“ yunho mengeryit bingung dengan perubahan sikap boa ia merasakan firasat buruk
“ada apa boa, apa terjadi hal yang buruk pada keduanya? Cepat katakan!” ucap yunho tanpa sadar membentak teman kecilnya itu
“tenanglah yunho ah, aku sudah memanggil dokter kim dia yang akan menjelaskannya padamu” ucap boa
Tak lama seorang dokter kim kibum datang dokter spesialis kandungan yang menangani jaejoongnya
“yunho-ssi, saya sudah pernah mengatakan jika kehamilan nyonya jung adalah kehamilan yang riskan jadi karena keadaan janin yang buruk karena terbentur denyut jantung janin anda melemah dan cepat atau lambat akan  berhenti jadi saya menyarankan agar digugurkan karena sangat berbahaya bagi nyonya jung” papat dokter kim
Tanpa sadar air mata pria tampan itu meleleh ia tidak menyangka akan seperti ini jadinya
“dokter.. kumohon selamatkan keduanya” mohon yunho membuat dokter kim dan boa menatap sendu
“maaf tuan jung, tapi satu – satunya cara untuk menyelamatkan adalah menggugurkannya” yunho semakin terpuruk ia sangat terpukul bayi ini adalah anaknya darah dagingnya yang sangat diinginkan jaejoong walaupun awalnya ia tidak setuju tapi setelah melihat betapa cerianya jaejoong ia menjadi bahagia atas kehamilan anak ketiganya ini
“anda harus memutuskan tuan jung, semakin lama akan semakin menyakiti nyonya jung” ungkap dokter kim lagi
“baiklah dokter..” yunho memejamkan matanya ia bersumpah seumur hidupnya ini adalah keputusan terberat yang pernah ia ambil “kumohon selamatkan istriku”
Tes
Tes
Air mata yunho tak terbendung saat dokter menyodorkan surat persetujuan padanya tangannya gemetar menandatangani surat itu
“kau harus kuat yunho ah, demi jaejoong dan kedua anakmu” hibur boa
.
.
Jaejoong sudah dipindahkan di kamar VVIP Ia barusaja menjalani operasi nampak di tangan kanan dan kirinya ada kedua namja kecil yang senantiasa menunggu sang umma bangun
“hyuung.. umma kapan bangun?” Tanya kibum
“sebentar lagi umma akan bangun bummie” ucap changmin
“ne sebentar lagi umma bangun” sahut yunho yang barusaja masuk membelikan kedua anaknya makanan “kalian harus makan dulu ne” kibum dan changmin menggeleng lesu
“appa.. aku ingin makan dengan umma, aku benar – benar tidak berselera makan” yunho menahan air matanya yang akan keluar sungguh ia sangat ingin menangis tapi ia harus kuat demi ketiga orang yang dicintainya itu
“ne, nanti kita makan dengan umma.. tapi sekarang kalian harus makan walaupun sedikit nanti sisanya kita akan makan bersama umma eoh?” bujuk yunho diangguki kedua anaknya
Yunho mengecup kening istrinya tanpa terasa air matanya jatuh menetes ia tidak tau apa yang harus dikatakannya pada jaejoong saat ia sadar nanti
Diluar kamar rawat jaejoong tampak junsu sedang memeluk yoochun sambil menangis tersedu – sedu bagaimana bisa hal ini terjadi kepada sepupunya
“aku yang membut jaejoong celaka chunnie. Hiks .. hiks..” yoochun menepuk punggung junsu
“ini bukan salahmu suie.. kita sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi sepertinya memang ini sudah takdirnya” ucap yoochun membuat junsu semakin sesenggukan
Nampak di ujung lorong umma jung dan juga appa jung tergopoh menuju kearah yoochun dan junsu
“yoochun ah.. bagaimana keadaan jaejoongie?” Tanya umma jung membuat yoochun melepas pelukannya pada junsu dan menatap umma dari sahabatnya itu
“ahjumma.. bayi yang dikandung jaejoong harus digugurkan karena mengancam nyawa jaejoong”
BRUG!!
umma jung merosot kelantai saat mendengar penjelasan yoochun yang membuatnya begitu terpukul calon cucu ketiganya harus di gugurkan
“ahjumma!” junsu segera membantu umma jung berdiri
sedangkan jung kangin memilih untuk duduk di dekat yoochun karena ia tak kuasa mendengar apa yang terjadi hingga membuatnya terdiam
“siapa yang melakukan ini junsu ah?” junsu menoleh kearah kiri dan mendapati umma kim dan juga appa kim yang sama terpukulnya dengan mereka
“jin yihan” seru junsu datar
“mwoh?” umma kim nampak sangat terkejut
“jin yihan? Anak dari jin dae young?” junsu mengagguk membuat appa kim mendesis marah dan segera mendial nomor seseorang dan berjalan menjauh
.
“enghh.. yunnieh ..” gumam jaejoong membuat yunho yang sedang berbincang dengan taecyon di telfon memutuskan sambungannya segera setelah mendengar namanya dipanggil boojaenya
“boo.. kau sudah sadar?” yunho meraih tangan jaejoong dan menggenggamnya erat
“ne.. apa terjadi hal buruk bear?” Tanya jaejoong membuat yunho terdiam jaejoong sedikit meringis saat ia mencoba mendudukkan dirinya tangannya terulur menuju kearah perut yang biasanya sedikit menonjol usapan tangannya berhenti saat ia menyadari perutnya sudah rata “bear.. kenapa kau tidak menjawabku !” seru jaejoong histeris segera yunho memeluk istrinya erat
“boo.. mhiane, kau harus diselamatkan jadi dokter harus menggugurkannya” ucap yunho sambil sesenggukan begitupun jaejoong yang sangat terpuruk ia segera meraih vas dan melepar asal kearah lantai membuat kedua jung kecil yang awalnya tertidur di sofa terkaget
PRAKK!!
“BOO!.. kumohon tenanglah” jaejoong benar – benar kalap melempar asal apa yang bisa di jangkaunya
“jin yihan brengsek! Dia brengsek!!!” raung jaejoong membuat kedua jung junior menjerit menangis membuat yunho kelabakan
Brak!
Pintu terjeblak terbuka mendengar tangisan kedua jung junior
“umma! Huweeee!!”
“ummaaa!!”
Umma jung segera memeluk kibum dan appa jung memeluk changmin dengan erat junsu menuju kearah jaejoong dan menenangkan sepupunya itu ia sudah menduga bahwa reaksi jaejoong akan seperti ini
jaejoong kembali tertidur di pelukan yunho membuat keadaan yang awalnya gaduh menjadi tenang dan semua orang masih terdiam membisu di sofa memikirkan rencana – rencana untuk membuat jin yihan membusuk di penjara
.
1 bulan kemudian –
Sudah satu bulan ini jaejoong sudah kembali menjadi jung jaejoong yang ceria yunho bersyukur karena jaejoong tidak berlarut dalam kesedihan tapi sebagai gantinya jaejoong menginginkan jin yihan mendapatkan hukuman setimpal dan dengan senang hati yunho menuruti apa yang di katakan boojaenya jin yihan masuk ke penjara dengan kurungan  15 tahun seluruh keluarga jin yihan yang memiliki bisnis di blokir oleh jung corp dan kim corp well siapa yang tidak tau jung corp hampir semua perusahaan bahkan berbondong – bonding ingin bekerja sama mereka tidak mau mengambil resiko dengan bekerja sama dengan perusahaan yang menaungi keluarga bermarga Jin itu.
.
“Minnie .. bummie.. hari ini hari pertama kalian masuk TK kalian harus semangat ne” jaejoong memasukkan bekal keduanya di tas masing – masing membuat kedua jung junior itu terlonjak gembira
“yaey!! Umma.. hari ini aku mau diantar umma dan appa” seru changmin
“ne, ini kan hari pertama” sahut kibum
“ne.. umma dan appa akan mengantar kalian” jaejoong mengelus kedua bocah lucu nan menggemaskan itu ia bersyukur ada kedua mahkluk yang bisa membuatnya tersenyum setiap waktu  itu yunho tersenyum menanggapi kehangatan keluarganya yang mulai kembali terasa setelah sebulan lalu mengalami masa berkabung
“boo.. apa kau nanti ikut ke kantor?” yunho memandang istrinya yang masih nampak berfikir
“aniya.. aku akan ke café junsu pasti kerepotan jika ia menangani café sendiri” yunho mengangguk mengerti
“arasso.. aku akan menjemputmu saat Minnie dan bummie pulang” jaejoong mengangguk mengerti
“kajja..!!” seru kedua bocah menggemaskan itu
.
DONGBANG KINDERGARTEN –
Keempatnya sampai di sekolah dengan bangunan yang sangat megah dan termewah di korea sekolah khusus untuk anak dari kalangan elit dan para pejabat sekolah yang terdiri dari kindergarten, elementary school, junior high scholl dan senior high school sekolah yang pernah menaungi kedua orang tua bocah lucu nan menggemaskan itu sekolah yang menjadi awal bertemunya kim jaejoong dan jung yunho
Changmin dengan semangat turun dari mobil begitupun kibum yang menapakkan kaki mungilnya di pelataran sekolah
“umma ..appa kami sekolah dulu ne” changmin menghampiri jaejoong dan memberikan kecupan dibibir ummanya lalu berganti ke appanya
“umma bummie berangkat ne” kibum mencium bibir jaejoong dan berbisik “umma.. nanti sepulang sekolah bummie mau mimik umma” jaejoong tertawa keras mendengar permintaan anaknya yang lucu itu
“arasso.. jja masuklah”
Kedua bocah itu melambai pada kedua orang tuanya hingga mereka hilang dari pandangan kedua orang tuanya karena memasuki gerbang yang menjulang tinggi
“kajja boo” yunho sudah memasuki mobil dan siap mengemudikan mobilnya tapi ia terhenti saat melihat jaejoong masih terdiam memandang lama kearah bangunan sekolah di depannya
“boo.. ada apa?” jaejoong menoleh kearah suaminya dan menggeleng
“aku hanya teringat dulu bear” jaejoong tersenyum manis dan segera bergegas menuju mobil
“kau menyesal boo?” Tanya yunho santai ia melirik jaejoong yang memandang lurus kedepan
“aniya.. aku bersyukur bertemu denganmu bear” jaejoong mengusap air matanya yang menetes tanpa diminta membuat yunho menepikan mobilnya dan memandang dalam boojaenya
“saranghae boo”


“nado saranghae bear”