Selasa, 03 Januari 2017

my life belong to you chapter 8

Chapter 8



Pagi yang cerah secerah hati CEO jung corp jung yunho paginya begitu indah setelah semalam mendapat asupan energi dari boojaenya
‘pasti boojae tidak bisa kemana-mana hari ini. Kekekekek^^’ yunho tertawa kecil membayangkan boojaenya pasti kesal bukan main padanya pasalnya ia membobol hole sempit boojaenya hingga pagi -___-

TING!

lift terbuka yunho melangkahkan kakinya dengan pasti diiringi yoochun yang entah sejak kapan memasuki lift bersamanya

“kau sudah gila eoh presdir?” cibir yoochun
“kurasa aku memang gila yoochunieee~” yunho mengedipkan matanya sok imut memnuat yoochun ingin sekali muntah
“menjijikan!” mereka sama- sama tertawa keras sungguh konyol
“yak! Kau ini chun .. Jangan merusak pagiku yang indah”
“memangnya kenapa denganmu, seperti orang babo saja” ucap yoochun sadis
“kau tidak perlu tau chun,ini urusan orang dewasa!” yunho melengos setelah secara tidak langsung mengolok yoochun
“yah!! Kau pikir aku masih anak anak!!” teriak yoochun mengundang tatapan semua orang yang memandangnya heran mau tak mau yoochun tersenyum canggung kemudian menyusul yunho yang berjalan cepat tanpa memperdulikannya
“yun, ahjussi kim menerima kerja sama yang kita ajukan” yunho memandang asisten sekaligus sahabatmya itu
“benarkah? Cepat sekali lebih cepat dari perkiraanku” yoochun manggut - manggut
“kurasa pasti ada alasan dibalik ia menerima ini sangat cepat yun” yunho nampak berpikir
“menurutmu alasannya apa chun?” tanya yunho
“kurasa ..” yoochun nampak takut- takut akan mengungkapkan sesuatu
“kurasa apa??” desak yunho
“kurasa.. Aku tidak tahu” muncul dua siku di kepala yunho
“yak!! Kau ini bercanda chun!” yoochun tertawa terpingkal -pingkal melihat sahabatnya tampak sangat amat kesal.padanya
“kurasa mertuaku ingin memperbaiki hubungan mereka dengan joongie, kemarin boojae sempat bercerita denganku bahwa umma kim menjadi pembicara di seminar kemudian mereka bertemu di kantin kampus umma kim meminta maaf pada boojae”
“apa jaejoong bisa memaafkan umma dan appanya?”
“kurasa dia masih belum siap chun, aku juga tidak ingin memaksanya” yunho menyandarkan punggungnya di sandaran kursi dibalik meja kerjanya
“su ie juga sering bercerita denganku bahwa umma kim sangat ingin bertemu istri juga anakmu yun” yunho mengangkat sebelah alisnya
“kenapa kau tidak pernah mengatakannya padaku chun?” yoochun mengendikkan bahunya
“kupikir kau akan tidak nyaman jika membahas tentang mertuamu”
“siang ini kita akan bertemu ahjussi kim, kau ingin kita datang bersama atau kau sendiri yang datang?” kata yoochun lagi
“aku akan datang sendiri chun, kau selesaikan saja pekerjaan kantorku” yunho menyeringai melihat yoochun mendengus
.
.
.

- Cafe Coffee Cojje -

Yunho menunggu disalah satu kursi di cafe milik boojaenya itu ia sengaja meminta bertemu di cafe ini agar ayah mertuanya tahu bahwa cafe ini dikelola sendiri oleh boojaenya dengan apik
“kau menunggu lama yunho ssi” siwon menyapa yanho yang sedang bermain ponsel melihat foto- foto kibum dan changmin yang dikirimkan boojaenya
“ah, aniyo mr.kim aku baru saja sampai” dusta yunho
“tempat ini sangat nyaman semua interiornya mengingatkanku pada anakku” ucap siwon sopan
“cafe ini memang milik anakmu mr.kim” siwon terdiam ia masih mencerna apa yang dikatakan yunho
“baiklah kita akan membahas proyek kita mr.kim” yunho memulai pembicaraannya dengan ayah mertuanya
“ne, jadi kita akan membantu panti asuhan heaven terlebih dulu lalu selanjutnya panti asuhan di daeran cungnam lainnya”
“ne.. banyaksekali panti asuhan yang kurang terawat di daerah chungnam” siwon mengeryit ‘bagaimana yunho tau jika panti asuhan kurang terawat’
“yunho ssi bagaimana kau bisa tau, apa kau sering mengunjungi panti asuhan itu?” yunho tersenyum memdengar pemrtanyaan mertuanya
“sebenarnya bukan aku yang sering kesana, tapi istriku” ucap yunho santai membuat mr.kim a.k.a kim siwon menegang
“jadi joongie sering ke cungnam??” tanya siwon tanpa sadar
“ne joongie sering ke cungnam bersama anak- anak kami”
“ap-apa alasanmu turun tangan dalam.proyek kecil bagi jung corp ini juga karena joongie yunho ssi?” yunho mengangguk
“ne.. Joongie yang menginginkannya jadi aku hanya menururi apa yang ia mau” siwon tercenung mendengar penuturan yunho
“gomawo” ucap siwon tulus
“untuk apa mr.kim?”
“untuk menjaga joongie selama ini yunho ah, juga untuk cucu- cucuku” siwon tersenyum tulus “dan juga aku berharap hubunganku dengan joongie membaik” ucap siwon lagi
“proyek ini akan ditangani juga oleh joongie, jadi yang akan sering sering bertemu denganmu nantinya adalah joongie ..appa kim, bisakah aku memanggilmu begitu?”
“ne, kau boleh memanggilku appa yunho ah.. Mianhae dulu aku terlalu egois kepada kalian” mata siwon meredup mengingat kesalahannya
“tidak apa-apa .. Bagiku masalalu lebih baik dijadikan pembelajaran agar tidak terulang lagi kesalahan yang sama” ucap yunho bijak

Drap

Drap

Drap

Drap

Drap

Drap

Bunyi langkah kaki kedua bocah cilik menggema di cafe coffe cojje,mereka berlari- larian menuju meja appanya

“appa!!”
“appa... Kita dataaaaaang” teriak changmin membuat para pengunjung menatap kedua bocah kecil itu gemas sedangkan yunho menoleh memdengar suara yanh sangat familiar ditelinganya

Bruk!!
Brukkkk!

“ya ya!! Pelan- pelan anak-anak, kalian bisa jatuh” ucap yunho sabar
“appa .. Ini kan masih jam kelja, kenapa appa di cafe?” tanya kibum
“appa bolos kelja ne?” sahut changmin membuat yunho menggeleng - gelengkan kepalanya anak- anaknya sungguh luar biasa
“appa bertemu dengan klien chagiya.. Jja appa kenalkan, ini adalah haraboji kim bummie minnie” keduanya menatap dan berkedip lucu kearah siwon membuat siwon terkekeh
“wahh kalian lucu sekali ternyata” siwon mengelus kepala changmin dan kibum
“katanya appa ketemu klien,kenapa jadi beltemu halaboji?” tanya changmin sambil melipat ledua tangannya
“appa sungguh tidak konsis- apa hyung yang seling umma bilang pada suie jumma??” channgmin memutar bola matanya
“konsisten bummie, kau ini pelupa sekali eoh!” yunho dan siwon tertawa mendengar percakapan kedua jung kecil ini
“memangnya konsisten itu apa hyung?” kibum memiringkan kepalanya bingung
“molla” jawab changmin sekenanya membuat yunho menepuk kepalanya melihat kepolosan anak- anaknya
“jadi bummie minnie klien appa adalah haraboji kalian.. Haraboji kim” jelas yunho
“bukankah halaboji itu hanya kangin halaboji ne appa?” tanya changmin
“haraboji kalian ada dua sayang appanya umma kalian”
“oohhh begituu” koor keduanya
“kalian kesini bersama siapa minnie bummie?” tanya siwon
“kami belsama umma, tapi umma masih kelual beli cemilan changmin hyung” jawab kibum
“kau sangat manis bummie” jawab siwon tak nyambung
“jangan tertipu sikap manis mereka appa kim” ucap yunho membuat siwon mengeryit
“memangnya ada apa yun?” yunho mendengus mengingat betapa usilnya anak- anaknya
“nanti appa pasti tau jika sudah mengenal mereka”
“kalian mau main bersama haraboji anak- anak?” tanya siwon
“anii .. Kami ada janji dengan umma membuat loti” jawab changmin

TRIING**

 suara pintu terbuka membuat siwon melirik siapa yang datang benar saja yang datang adalah putra tunggalnya yang begitu menawan dengan kaos v neck putih polos dan skinny jeans ketat yang menambah kesan ramping di kaki jenjangnya satu kata yang dapat menggambarkan ‘menawan’
“minnie bummie kenapa kalian ada di meja pe-..” jaejoong tidak dapat melanjutkan kata-katanya melihat siapa yang sedang memandangnya dengan seksama membuat dadanya sesak yunho yang menyadari boojaenya sedang syok
“bummie, minnie katanya kalian mau membuat roti dengan umma? Jja buatlah” kibum dan changmin menarik tangan ummanya yang masih memarung menuju dapur tinggallah yunho dan siwon yang masih membisu
“apa joongie masih belum memaafkanku yunho ah?” tanya siwon
“joongie hanya butuh waktu appa, dekati anak- anak saja dulu pasti joongie akan luluh” saran yunho
“bo- bolehkah kapan- kapan aku dan istriku main ke rumahmu?” tanya siwon ragu
“tentu saja boleh, rumahku selalu terbuka untuk kalian sejak dulu” jawab yunho santai membuat siwon bernafas lega.
“baiklah kurasa tidak ada yang perlu dibicarakan appa, aku harus pergi karena masih ada urusan” pamit yunho
“jja pergilah yun, appa masih ingin disini” siwon masih betah berlama- lama di cafe milik anaknya ini
“aku akan ke dalam dulu appa” yunho beranjak dan menuju dapur cafe untuk menemui istri dan anaknya
.
.
“boo.. Kau tidak apa- apa?” yunho memeluk boojaenya dari belakang
“aku tidak apa- apa bear, hanya sedikit terkejut saja” tangannya dengan cekatan memasukkan bahan- bahan membuat roti dibantu kedua jung kecil yang asyik saling mencolek tepung terigu
“coba buka hatimu untuk appa dan ummamu ne boojae” yunho memgecup rambut jaejoong yang sangat halus dan harum
“aku akan mencobanya bear” jawab jaejoong
“dan satu lagi proyek untuk panti asuhan kuserahkan padamu ne” yunho membalikkan badan boojaenya dan mencuri ciuman singkat membuat jaejoong mendesah kesal dan menatap tajam yunho
“jangan menatapku mesum seperti itu boojae” yunho mengerling memggoda istrinya
“aishh!! Kau ini bear” kesal jaejoong
Cup
“aku berangkat ne” yunho beralih memandang kedua anaknya yang masih asyik sendiri melempar dan mencolek tepung
“appa mau pelgi?” tanya changmin
“appa akan kembali ke kantor min, wae?” kibum beralih melihat ummanya
“min kila appa akan menemani kami main” pout changmin
“minnie ingin ikut appa?” tanya yunho membuat changmin nampak berpikir
“umma min boleh ikut appa?” jaejoong menoleh kearah changmin
“bummie bagaimana kalau minnie ikut.appa?” changmin nampak berpikir
“bummie kan bisa sama umma, benal kan binnie? Hyung mau ikut appa kau disini saja membuat kue belsama umma” bujuk changmin
“tapi bummie belpisah dengan min hyuung” kibum mulai berkaca- kaca
“kan ada umma, lagipula nanti juga beltemu dilumah”
“baiklah .. Hati- hati ne dan cepat pulang hyung”
“ne .. kajja appa” semangat changmin
“minnie lihat badanmu belepotan tepung” yunho membersihkan anaknya dari tepung yang menempel lalu menggendongnya
“bye bye boo . Janga bummie ne” jaejoong menoleh dan mengangguk
“ne jaga minnie” jawab jaejoong
Yunho berjalan keluar dari arah dapur dilihat oleh semua orang siapa yang tidak kenal jung yunho
“noona.. Lokmu telalu pendek!” celoteh changmin yang melihat pelayan baru walaupun ia digendong appanya ia bisa melihat
“mwo! Ya! Kau ini masih kecil sudah kurang ajar!” teriak jihye yang belum sadar bahwa yang ia teriaki adalah anak dari bos mereka dan yang menggendong adalah suami dari bos mereka
“min kan bicala jujul noona” jihye mendelik kearah changmin dibalas pelototan lucu changmin
“kau ini tidak tau etika bocah cilik! Siapa orang tuamu eoh!!” semua pelayan menahan napas mendengar hardikan kasar jihye begitu juga dengan semua pengunjung termasuk siwon yang menggeram marah melihat cucunya di bentak
“aku orang tuanya noona- .. jihye ssi” yunho berbalik menatap jihye dengan nyalang membuat jihye menciut
“b-benarkah?? B-bukankah kau j-jung yunho” jawab jihye terbata
“ne! Aku jung yunho. Kau tau kesalahnmu apa jihye ssi?” tanya yunho jihye mendadak gugup ia sangat takut sekarang
“m-maafkan aku yunho ssi.. B-bukan maksudku membentak anak anda” jihye gemetar
“apapun itu, jika ingin mengingatkan seorang anak kecil harusnya ingatkan dengan baik. Bukan dengan membentak! Kau seorang wanita bukan tidak sepantasnya kau berkata sekasar itu!” yunho menahan emosinya
“m- maafkan saya yunho ssi”
“yang kau bentak bukan aku, tapi anakku”
“maafkan saya tuan muda, saya sangat menyesal” changmin yang kasian melihat jihye pun mengangguk
“aku memaafkanmu noona, dan jangan membawa- bawa olang tua minnie meleka selalu mengajalkan minnie sopan santun. Bukankah yang minnie katakan tadi kemyataan loknya noona memang sangat pendek!” ucap changmin serius membuat siwon kagum pada cucunya
“ryeowook kuserahkan padamu semuanya, pastikan aman.” ucap yunho pada ryeowook yang merupakan penanggung jawab pegawai membuat jihye ketakukan
yunho berjalan melewati kekacauan yang barusaja terjadi tak lupa ia berpamitan pada siwon yang masih belum beranjak
“kenapa hanya minnie yang bersamamu yunho ah?” tanya siwon
“bummie sedang membuat kue halaboji, min ingin ikut appa.” jawab changmin
“kami akan ke kantor ne appa, anyeoong” siwon mengangguk




Tbc❤

Tidak ada komentar:

Posting Komentar