Senin, 13 Februari 2017

I need you! chapter 7



Title      : I need you!
Genre    : romance,angst
Length  : -
Rate      : M
Main cast : yunjae etc.

Chapter 7

Setelah selesai diambil darah yunho berdiri dengan tangan kanan memegang kapas yang ditempelkan pada lipatan lengannya 

“sekarang giliranku dokter kim”goda seunghyun membuat semua orang tertawa
“ne .. berikan lenganmu kapten choi” seunghyun memberikan lengannya ia memperhatikan jaejoong yang mengambil jarum yang digunakan untuk menusuk nadinya
“letnan kim, apa kau memiliki kekasih?” tanya seunghyun pelan
“mwo? Kenapa kau bertanya seperti itu kapten?” jaejoong tertawa pelan
“aku hanya penasaran saja, kau seperti seorang yang sedang memiliki kekasih” jaejoong hanya tertawa menanggapi pertanyaan seunghyun disamping mejanya shin hye yang nampak menguping pembicaraan keduanya juga merasa penasaran apakah orang yang dicintainya itu memiliki kekasih atau tidak
“uhm .. itu pertanyaan yang sangat pribadi kapten, aku tidak bisa menjawabnya.. jja selesai” jaejoong memberikan kapas pada lipatan lengan seunghyun
“aku hanya penasaran saja dari mana asal kissmark itu” ucap seunghyun santai ia berdiri dan memandang jaejoong yang sedang gugup
“selanjutnya sersan jung..” panggil jaejoong
“yah kapten, cepatlah sekarang giliranku” seunghyun berjalan kearah pintu keluar

“kau sudah selesai kapten choi?” seunghyun menoleh kearah yunho
“ne.. baru saja kapten jung, apa ada sesuatu?” yunho sedikit menimang apakah ia harus memberitahukan pada seunghyun atau tidak
“aku menemukan sebuah desa saat kami ke taebek kemarin, disana ada banyak anak yang terkena cacar aku ingin memastikan sesuatu.. kau bisa membantuku?” seunghyun mengangguk
“aku sudah hafal daerah ini karena tim kami lebih dulu ditugaskan kemari”
“arasso.. kita nanti akan rapat, kutunggu di meja ruang tengah” yunho berjalan kearah barak yang dekat dengan kantin
.
.
“chun, tunjukkan lokasi yang tadi pada mereka” yoochun membuka peta di atas meja yang dikelilingi tim alpha dan tim beta
“disini.. harusnya ada sebuah desa, tapi anehnya kenapa disini tidak nampak pada peta” yoochun menunjuk lokasi yang ditemukannya bersama yunho
“sersan changmin, kau tau dokter  perdamaian yang ada di seberang ?” Tanya seunghyun mmebuat semua orang menoleh
“ne, dokter Daniel” jawab changmin
“ne, tolong tanyakan itu kepadanya”
“siap! Arasso” jawab changmin
“kalau begitu besok aku akan kesana dengan salah satu dokter, ku kira dia harus memeriksa anak- anak itu dan memastikan seberapa parah penyakit yang mereka derita” sahut yunho
“ne..” jawab semua orang
.
.
“hari ini aku membutuhkan bantuan kalian, salah satu dokter untuk ikut dengnku” ucap yunho saat ia mengunjungi medical room
“apa kita akan perang kapten?” Tanya suzy
“ani.. hanya memastikan saja seberapa parah diagnosis untuk penyakit” jawab yunho ia melihat jaejoong nampak sibuk dengan beberapa buku “kau ikut dengaku dokter kim, dan satu lagi dari DongBang hospital” ucap yunho
“aku akan ikut denganmu yunho ah” yunho mengangguk
“10 menit lagi kita berangkat” yunho berjalan keluar dari medical room
“aigoo kapten yunho sangat tampan” gumam suzy diangguki beberapa perawat rekannya membuat jaejoong mendengus

10 menit kemudian –

Mobil yang dikendarai yunho sudah terparkir menunggu jaejoong dan juga boa yang sudah siap mereka sedang berjalan boa dengan pakaian santai dan jaejoong yang mengenakan seragamnya mereka sama- sama membawa tas yang berukuran sedang berisi perlengkapan medis 

Di dalam mobil suasana menjadi hening yunho sendiri masih memikirkan bagaimana caranya menangkap geng lokal yang meresahkan hingga ia hanya fokus pada kemudinya dan jaejoong ia terlalu malas membuka pembicaraan dan boa ia sangat kesal karena mobil ini tak ubahnya seperti pemakaman 

“yah! Aku sudah tidak tahan, kenapa kalian tidak ada yang membuka pembicaraan eoh?” seru boa
“memangnya apa yang akan kau bicarakan boa ssi” jawab jaejoong malas
“molla! Kita bisa bicara apapun.. yun kapan kita akan sampai?” Tanya boa
“mungkin dua setengah jam lagi, kenapa kau berisik sekali eoh” jawab yunho
“kemarin ahjumma jung menghubungiku yunho ah” jaejoong kaget mendengar apa yang dikatakan boa
“mwo? Benarkah umma menghubungimu? Untuk apa?” yunho heran apakah ummanya masih saja menjodohkannya dengan boa
“tentu saja untuk menjodohkan kita, untuk apalagi” boa memutar matanya malas
“boo.. itu tidak seperti yang kau kira” ucap yunho cepat ia melirik jaejoong yang memicingkan mata padanya
“memangnya aku mengira apa?” jaejoong berkata santai
“jadi benar kalian masih berhubungan” sahut boa ia tertawa melihat yunho kelabakan takut jaejoong marah
“ne, kami masih berhubungan.. dan kau jangan coba- coba menerima apa yang ditawarkan ummaku” ancam yunho santai
“mwo? Apa maksudmu yundoll.. apa kau tidak ingin menjadi suamiku?” goda boa ia melirik jaejoong yang bermuka sangat masam
“benarkan jaejoong ssi, apa aku pantas menjadi istrinya?” boa menyeringai melihat jaejoong membuang muka dan melihat kearah laut yang menjadi latar perjalanan mereka

Ckitt..

Yunho memarkirkan mobilnya ia melihat banyak anak kecil yang terbaring di tenda- tenda yang tidak layak di huni
“astaga” jaejoong menutup mulutnya terkejut melihat keadaan mengenaskan mereka
“apa mereka tidak memiliki orang tua” ucap boa pelan
“aku akan menelfon barak dulu” yunho menghubungi baraknya dan menanyakan pada timnya
“apa kau sudah melacak GPSku taec, dan informasi apa yang kalian dapat?”
“kami sudah melacaknya kapten, lokasi ini disebut desa berhantu dan alasan kenapa tidak ada di dalam peta adalah Negara Apollo menyembunyikan lokasi itu karena disana adalah tempat untuk para korban pelecehan seksual saat perang dunia berlangsung dengan kata lain mereka adalah anak yang tidak diinginkan keberadaanya. anak- anak perempuan akan dijual oleh pemilik desa kepada germo” jaejoong dan boa syok mendengar penuturan taecyon
“arasso.. aku akan menghubungimu nanti”
Pip.

“kalian sudah mendengarnya tanpa harus kujelaskan bukan?” Tanya yunho pada keduanya
“ne, aku akan memeriksanya” jaejoong berjalan kearah kiri dan boa mengikuti jaejoong di belakangnya
“can I ask you?” Tanya jaejoong pada seorang anak laki- laki yang terbaring lemah dengan bintik- bintik merah yang tersebar di tubuhnya
“..” anak itu hanya memandang jaejoong begitu juga dengan anak yang lain
“apa menurutmu mereka mengerti apa yang kutanyakan?” Tanya jaejoong
“kurasa mereka mengerti, namun mereka tidak mau menjawabmu jaejoong ah” sahut boa
“we cant answer you, because we not eating 3 days later” jawab seorang anak perempuan mengenakan dress merah lusuh
“but, why you answer me?” Tanya jaejoong heran
“because this is my day” boa syok mendengar penuturan gadis muda itu
“kita tidak bisa merawatnya disini, karena penyakit ini menular.. jadi kita harus membawanya ke medical room” sahut boa
“begitukah? Baiklah aku akan menghubungi barak kalian periksa mereka” yunho berjalan kearah sisi kanan ia menghubungi barak untuk mengirim mobil untuk mengangkut anak- anak di desa berhantu

“jaejoong ah, sepertinya ada yang datang” ucap boa membuat jaejoong menoleh kearah mobil mewah yang baru saja berhenti
“apa kau wali mereka?” Tanya boa
“wahh desa kita kedatangan tamu yang cantik ternyata”
“aku boa dokter korea selatan, dan dia jaejoong dokter tentara” jawab boa
“jaejoong.. kau tentara korea, wah pangkatmu sudah letnan” Andrew menepuk pundak jaejoong yang langsung ditepis membuat Andrew tersenyum
“aku Andrew kim, aku memiliki separuh darah korea letnan kim ” jawab Andrew sambil tersenyum misterius yunho berlari dan memegang tangan jaejoong yang akan di pegang oleh Andrew
“wah.. letnan jung. Ah ani sekarang kau kapten jung.. lama tidak berjumpa” Andrew mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan tapi yunho hanya diam
“kapten Andrew?!” Tanya yunho kaget
“yah.. kau masih ingat kepadakau kapten yunho” jawab Andrew
“kenapa .. kenapa kau menjadi seperti ini? Namamu sangat melegenda pada tim Charlie” jawab yunho
“kau lihat? Rambutku bisa tumbuh lebat dan aku punya kekuasaan.. dan aku kesini untuk menjemput mawar merah di belakangmu” kata Andrew sombong ia melihat kearah maria “dan menjadi legenda tidak banyak menghasilkan uang kapten jung!” Andrew menyeringai

Yunho teringat saat ia menjalani tugas gabungan dengan pasukan khusus AS ia menyelamatkan kapten tim Charlie Andrew kim
“untuk pertama kalinya aku menyesal menyelamatkan seseorang” gumam yunho
“oh come on kapten, speak English! I cant understand your speaking” seru Andrew

DUAR!!

Kemeja putih yang digunakan Andrew penuh dengan darah saat wanita muda yang bernama maria menembakkan tembakan dari arah belakang ia mencuri pistol milik anggota Andrew
“ukh..” Andrew merasa kesakitan ia memegang tubuh bawah bagian kirinya “kapten jung, selamatkan aku seperti kau menyelamatkanku dulu” ucap Andrew ia mencoba menggapai pistol yang tadi di pegangnya tapi tangannya tidak kuat
“please.. don’t save him!” seru maria ia memegang tangan yunho yang bebas karena tangan kanannya mengacungkan pistol kearah andrew
“dokter! Kau harus menyelamatkanku! Bukankah kau sudah bersumpah!” teriak Andrew pada keduanya jaejoong diam mematung sedangkan boa sudah histeris ia menyaksikan secara langsung seseorang tertembak
“ani.. jika aku menyelamatkannya dia akan membunuh lebih banyak orang” gumam jaejoong pelan matanya menatap nanar kearah Andrew
“selamatkan dia, lakukan tugasmu dokter kim jika harus membunuh itu adalah tugasku” jaejoong memandang yunho
“aku akan memberikan pilihan, aku akan menyelamatkanmu tapi kau harus melepaskannya dan pilihan kedua adalah aku membiarkanmu aku menjamin jika kau tidak segera dobati kau akan mati disini” ucap jaejoong
“sekarang kalian tentukan, kalian ingin bos kalian tetap hidup atau tidak. Aku merekomendasikan kalian memilih opsi kedua” ucap yunho ia melihat keraguan di mata kedua anggota Andrew dan akhirnya mereka memilih menyelamatkan bos mereka

“baringkan disini” jaejoong memberikan instruksi jaejoong mulai menata peralatannya ia tidak membawa sarung tangan ataupun anastesi dengan terpaksa ia mengeluarkan peluru itu tanpa anastesi
“Ukh!! Apa kau hanya cantik tapi kau tidak pandai membedah ukh dan kau tidak memberikanku obat pereda nyeri!” Andrew menahan sakit ia meremas tangan anggotanya dengan ganas
“yah. Anggap saja aku dokter yang seperti itu”jaejoong terus menjait bagian yang robek dengan santai
“apa ukh!! kau kekasih kapten jung?!” Tanya Andrew ditengah kesakitannya
“apa itu penting, bukankah kau lihat kami adalah rekan kerja” jawab jaejoong santai” ia membereskan jaitan terakhirnya dan berkata pada Andrew
“kusarankan kalian segera ke rumah sakit karena perdarahan harus segera dihentikan jika kau masih ingin selamat” jaejoong berdiri dan membawa tasnya

Andrew di bopong oleh kedua anggotanya ia nampak kesakitan matanya melirik maria yang juga melihat Andrew 
“aku akan kembali maria, my little red rose.. I’m promise” ucap Andrew sebelum masuk ke dalam mobilnya lalu pergi
“gwencana?” Tanya jaejoong pada boa yang masih sesenggukan menangis
“hiks.. hiks.. bagaimana bisa kau bertanya seperti itu saat melihatku seperti ini” ucap boa
“mereka sudah pergi, jangan menangis lagi.. dan kau maria ikutlah dengan kami sebentar lagi ada mobil yang akan menjemput kalian semua

Tak berselang lama mobil yang akan mengangkut para anak – anak tiba
“hormat kapten! Mobil telah siap” yunho mengangguk melihat anak –anak di masukkan kedalam mobil hingga desa berhantu menjadi sepi
“jja.. kita kembali” ucap yunho ia melirik jaejoong yang dipenuhi darah
“kau harus terbiasa melihat seperti ini boa, jangan bersikap seperti tadi” tegur yunho
“aku hanya belum terbiasa yunho ah.. aku bukan tentara seperti kalian, meskipun aku sudah terbiasa melihat kematian di rumah sakit tapi ini berbeda” jawab boa
“kau hanya perlu menutup mata dan berpegang teguh pada tugasmu dan sisanya adalah tugasku” ucap yunho tegas
“apa dia tentara dryad yang kau selamatkan dulu?” yunho menoleh kearah jaejoong
“ne, kau mungkin baru bertemu dengannya hari ini” jawab yunho
“aku sempat mengenali wajahnya namun hanya samar- samar karena aku tidak pernah bertemu secara langsung” jaejoong memejamkan matanya
.
.
“boo bangunlah..” yunho menepuk pipi jaejoong
“eungh.. ne, dimana boa?” Tanya jaejoong saat dilihatnya kursi belakang tidak ada boa
“dia sudah menuju ke medical room.. kau tidak perlu kesana kau cukup beristirahat” saran yunho
“aniyo.. aku akan membantu memeriksa mereka” yunho memutar bola matanya
“kau selalu tidak mendengarkanku” yunho menghela nafas lelah dan turun dari mobil
“yah.. kau jangan ngambek bear!” teriak jaejoong yunho dengan langkah cepat menuju kea rah pompa air
“eoh?! Letnan kim apa kau terluka? Kenapa bajumu banyak darah?”panik seunghyun saat melihat tangan dan juga seragam jaejoong berlumuran darah yang sudah mengering
“ah tidak apa- apa, aku tidak terluka” jawab jaejoong “aku akan ke medical room dulu ne” tanpa menunggu jawaban seunghyun ia beranjak menuju medical room yang sudah dipenuhi anak – anak dari desa berhantu yang sudah diperiksa
“OPPA!! Kau tidak apa-apa! Aku mendengar dari boa sunbae kalian- .. kalian” panik shin hye
“aniyo.. gwencana.. apa kau sudah memeriksa mereka?” Tanya jaejoong
“ne.. mereka sudah tertangani sepertinya untuk malam ini mereka harus mendapatkan perawatan” jaejoong mengangguk
“oppa, istirahatlah.. aku akan mengurus mereka” shin hye memegang tangan jaejoong
“gomawo ne” jaejoong mengusap rambut shin hye

Jaejoong keluar dari medical room menuju ke pompa air ia ingin membersihkan darah yang menempel di tangannya
“aughh.. airnya berubah menjadi merah” gumam jaejoong ia membasuh tangannya di dalam ember yang berisi air lalu membuangnya dan menggantinya dengan yang baru saat tangannya sudah bersih ia membilas mukanya “brr.. segar sekali” jaejoong masih memejamkan matanya ia tidak tau jika yunho sudah ada disampingnya membawa handuk
“astaga! kau membuatku kaget bear” sembur jaejoong
“mhiane ..” yunho mengusap wajah jaejoong dengan handuk yang dibawanya
“bukankah kau tadi kembali lebih dulu kenapa kau keluar lagi?” Tanya jaejoong
“aku hanya ingin melihatmu” ucap yunho membuat jaejoong memerah dan tertawa
“yah! Dasar pem-..”

Cup

“ish!! Kau selalu memcuri kesempatan!” gerutu jaejoong membuat yunho tertawa
“istirahatlah boo ..” yunho menggandeng tangan jaejoong menuju ke baraknya
“kau harus ikut denganku bear” jaejoong menggandeng yunho menuju baraknya “kajja masuk” jaejoong bingung yunho berhenti di depan pintu
“apa kau terus menggandeng tangaku seperti ini?” jaejoong melotot kaget dan reflek melepas genggamannya membuat yunho tertawa
“apa kau sudah siap mengumumkan jika kau sudah memiliki kekasih jung jaejoong?” goda yunho membuat jaejoong mengrucutkan bibirnya
“mereka selalu ingin tau bear, mereka bertanya ini dan itu.. mungkin suatu saat aku akan keceplosan” ucap jaejoong asal
“kuharap kau cepat keceplosan agar mereka tau kau ini punya kekasih” jawab yunho tak kalah asal
“eoh kapten jung?” sapa seungri
“ne.. jja istirahatlah, aku hanya sebentar disini” jawab yunho
“yunho hyung, kenapa kau disini?” Tanya changmin membuat yunho menoleh dan melotot kearah adiknya
“mwoya!! Kenapa kau memakai itu!” yunho kaget melihat wajah adiknya tertempel masker
“ini perawatan hyung, kau ini kuno sekali” ejek changmin
“yah! Tidak seharusnya melakukan itu disini Minnie” yunho menghela nafas
“apa maksudmu jung, kau tidak mau melakukan ini juga?” yunho memandang seunghyun dengan melongo ia kaget melihat keduanya
“aishh kalian benar- benar” ucap yunho frustasi
“aku yang mengajari mereka bear” ucap jaejoong santai namun membuat penghuni barak terkejut kecuali changmin yang sudah terbiasa mendengar jaejoong memanggil hyungnya dengan sebutan ‘bear’
“yah! Boo kau ini” teriak yunho ia menerima seragam dari jaejoong
“seragammu sudah kucuci, kenapa tidak mengambilnya eoh?” Tanya jaejoong
“aku masih punya banyak” ucap yunho asal ia beranjak keluar
“dia sangat sensitive apa dia sedang hamil” jaejoong berkata asal membuat semua orang tertawa ia lalu mengambil baju ganti dan segera keluar.



Tbc.

The Doctors chapter 5



Title     : The Doctors
Genre    : romance
Length   : -
Rate     : M (NC 21)
Main cast : yunjae etc.



PERINGATAN !
ANAK DI BAWAH 17 TAHUN DILARANG KERAS MEMBACA
 

Chapter 5

Ceklek.
Jaejoong menoleh kearah sebelah kanannya yunho sudah duduk di kursi sebelahnya dengan tersenyum manis
“kau mau meninggalkanku ya boo?” jaejoong meringis
“ani.. aku hanya buru- buru” jawab jaejoong asal
“kalau begitu kajja berangkat” yunho sudah memsang sitbeltnya dan duduk santai
“aku harus pulang ke apartemen yunnie ..” ucap jaejoong membuat yunho menoleh
“kalau begitu aku ikut ke apartemenmu boo” ucap yunho santai membuat jaejoong mendengus dan segera menjalankan mobilnya
“junsu bisa saja pulang yunnie ah.. ottokeyo?” tanya jaejoong
“dia artis yang sibuk pasti dia tidak pulang” ucap yunho santai
“aish. Molla molla!” jawab jaejoong kesal

“jja .. turunlah” ucap jaejoong
“apartemen ini cukup mewah boo”
“aku dan suie sudah tinggal disini sejak aku memutuskan keluar dari rumah, junsu jarang pulang begitupun aku” jelas jaejoong
Mereka menaiki lift menuju lantai 20 mereka berdiam diri di dalam lift tanpa terlibat percakapan
“jja masuklah.. apartemenku bersih kami tidak cukup waktu  untuk mengotorinya” ucap jaejoong membuat yunho tertawa
“apartemenmu nyaman.. sangat menggambarkan dirimu boo” yunho melepas jas yang membalut tubuhnya juga melonggarkan dasi yang mencekiknya
“kau ingin makan apa bear?” tanya jaejoong dari arah dapur
“terserah .. aku suka semua masakanmu, kenapa disini hanya ada dua kamar?” tanya yunho ia berkeliling melihat apartemen jaejoong
“karena aku hanya tinggal dengan su ie, lalu untuk apa banyak kamar?” jaejoong memasukkan telur kedalam penggorengan
“benar juga, jadi jika aku menginap aku tidur dimana?” tanya yunho seperti anak kecil membuat jaejoong memicingkan matanya
“kau memperdayaku lagi bukan yunnie ah?!” yunho tertawa mendengar tuduhan jaejoong
“mandilah dulu, kamarku yang disebelah sana” jaejoong menunjuk ruangan dengan cat putih
“ne..ne aku akan mandi dulu” yunho masuk ke kamar jaejoong ia bisa melihat kamar yang di dominasi warna soft ia melihat hanya ada 3 buah foto pertama adalah foto jaejoong dan junsu,lalu foto jaejoong dan kedua orang tuanya dan ketiga adalah foto jaejoong dengannya membuat hatinya menghangat “dia masih menyimpannya walaupun sudah lama sekali” gumam yunho
.
.
“kau sudah selesai?” tanya jaejoong saat dilihatnya yunho sudah keluar dengan baju yang sama tapi tampak lebih segar
“uhm.. kau juga sudah mandi?” tanya yunho heran
“ne.. aku mandi dikamar junsu” jawab jaejoong ia mengambilkan yunho piring dan mengisinya dengan makanan
“apa aku terlalu lama mandi?” yunho berkata sambil tertawa
“ne.. sepertinya kau menghabiskan satu album saat kau mandi” ejek jaejoong

Jaejoong terbangun ia merasakan badannya remuk dan bagian tubuh bawahnya sangat perih dengan mata sedikit terpejam ia meraba di depannya terasa keras dan matanya seketika melotot melihat yunho terlelap mendekapnya ia memejamkan matanya mencoba mengingat apa yang mereka lakukan
Flashback – 
“yunnie.. kau mau minum?” tanya jaejoong mereka sedang menonton televisi yang membosankan
“boleh.. kau punya minuman?” tanya yunho balik
“tentu saja” jaejoong beranjak dan kembali dengan membawa minuman
“bukankah besok kita libur?” tanya jaejoong
“ne besok kita libur” yunho membuka tutup botol dan langsung meminumnya dengan santai mereka mengobrol hingga habis berbotol- botol jaejoong yang memiliki toleransi minum yang tinggi masih diambang kesadaran sedangkan yunho ia sudah mabuk
“jaejoongie.. saranghaeyo” yunho mengecup jaejoong membuat jaejoong kaget
“yah.. kau bercanda yunnie” jawab jaejoong
“aniii.. aku sangat mencintaimu boojae .. sejak saat kita kecil hingga saat ini” jawab yunho membuat jaejoong kaget
“apa kau pernah bercinta?” jaejoong menyeringai ia sangat penasaran
“uhm.. ukh..aku pernah bercinta beberapa kali” jawab yunho ditengah cegukannya
“ohh begitu.. dengan siapa?” tanya jaejoong lagi
“ukh.. uhm dengan tiffany hwang, boa, suzy, ah molla aku lupa ukh” jaejoong memicingkan matanya
“katanya mencintaiku tapi bercinta dengan banyak wanita huh” jaejoong memukul pelan dada yunho dan tangannya ditahan oleh yunho
“sarangheyoo..” yunho mecium jaejoong dengan dalam hingga membuat jaejoong terhanyut ia memagut bibir cerry jaejoong dengan lembut dan lama- lama semakin intens tangan yunho meraba kedua tonjolan jaejoong hingga membuat jaejoong mendesah lirih
“eunghh.. shhh” desah jaejoong saat yunho memelintir nipplenya
“lets making love with me baby” bisik yunho ia menggendong jaejoong menuju kamar jaejoong
Bruk
Jaejoong terbaring pasrah dengan nafas memburu dan bibir membengkak mengkilat membuat nafsu yunho naik berkali- kali lipat
“kau sangat sexy boo” yunho mengecup kedua mata jaejoong membuat pemiliknya memejamkan matanya merasakan nikmat yang ditawarkan oleh yunho
“eunggghhhhh.. yuuun” desah jaejoong saat mulut yunho mengulum nipple pink itu dengan ganas ciuman itu menaik hingga ke leher jaejoong yunho memberikan kissmark yang dipastikan tidak akan hilang dalam 1 minggu kedepan
“ahhhhh” desah jaejoong saat yunho lagi lagi memberikannya kenikmatan ia mengulum telinga jaejoong membuat pemiliknya menggelinjang nikmat yunho membuka kancing kemeja jaejoong hingga kemeja itu terlepas dari badan mulus boojaenya
Yunho mencium jaejoong lagi dan tangannya dengan terampil membuka pengait celana jaejoong dan membuangnya kesembarangan hingga terpampang junior mungil jaejoong
“yah.. yunnieh aku malu” jaejoong menutuo junior mungilnya dengan bantal membuat yunho tertawa dan menyingkirkan bantal itu
“gwencana .. kau akan menikmatinya nanti” jaejoong akhirnya membiarkan yunho membuang bantal itu ia memejamkan matanya dengan muka bersemu merah ini pertama kalinya ia harus telanjang di depan orang lain
“ahh ahhh ahhh” racaunya saat yunho sudah mengulum juniornya sungguh kepalanya terasa berputar- putar
“yun .. aku mau pipis” ucap jaejoong ia bisa melihat yunho dengan gemas menaik turunkan mulutnya mengulum juniornya membuatnya bersemu merah
“keluarkan saja” cuek yunho
“ak- aku ahh tidak bisa ahh ahh menahannya .. YUNHOOO!!! Jaejoong klimaks pertama semua cairannya di telan yunho
“hah .. hah .. hah .. aku lelah” nafas jaejoong menderu yunho naik keatas tubuhnya ia menahan badannya dengan siku dan menatap jaejoong dengan dalam
“kau siap boo?” jaejoong yang masih ngos- ngosan mengangguk ia tidak mengerti apa yang akan dilakukan yunho
“uhmm .. mmmhhh” mereka berciuman lagi dan memaikan lidah
“haaah .. haaah .. hahh” yunho menyudahi ciuman dan melihat jaejoong yang berceceran saliva
“lebarkan kakimu boo” perintah yunho jaejoong masih diam sebelum dengan perlahan ia melebarkan kakinya yunho mengambil bantal untuk menyagga bokong jaejoong
“wahh.. yeoppoda ..” yunho menyentuk opening hole jaejoong yang tertututp rapat membuatnya meneguk ludah
“yah.. kau curang, bahkan pakaianmu masih lengkap” protes jaejoong membuat yunho tertawa ia turun dari ranjang dan menanggalkan satu persatu bajunya hingga ia naked membuat jaejoong menelan ludah gugup melihat junior yunho yang sudah berdiri tegang sangat berbeda dengan juniornya yang kecil pikirnya
“kau mau ini boo?” yunho memegang juniornya membuat jaejoong menelan ludah
“ani, apa itu muat bear?” jaejoong menggeleng membuat yunho tertawa
“tentu saja boo,kau akan tau nanti” yunho kembali ke ranjag dan merundukkan kepalanya ke arah opening hole jaejoong
“ugh.. shhhh akkhhhh” yunho meliukkan lidahnya memsuki hole sempit jaejoong hingga nampak mengkilat yunho memasukkan jari telunjuknya membuat jaejoong meringis “akh!” yunho terus mengorek hole mungil itu dan menambah jarinya hingga 4 jari masuk ia mendiamkan tangannya dan begerak zig zag
“ahhh” lenguh jaejoong saat yunho mencabut seluruh jarimya holenya terasa kosong
“yah! Waeyoo!” protes jaejoong
“aku akan memasukkan juniorku boo.. santai saja jangan terlalu tegang” ucap yunho
“neh” jaejoong mengangguk patuh dan meremas sprei ia memejamkan matanya membuat yunho merunduk dan mencium kedua mata itu lagi
“buka matamu boo” jaejoong membuka matanya saat yunho sudah ada di atasnya tangan yunho memegang juniornya dan tangan satunya menyangga tubuhnya bibir yunho menyapa bibirnya hingga ia lupa dan
“AKH!!” ujung junior yunho masuk ke hole jaejoong membuat jaejoong melepas ciuman mereka dan berteriak keras
“tatap aku boo.. dan relax..okay?” jaejoong melihat yunho dan mereka berciuman lagi tangan yunho memelintir nipplenya hingga rasa sakit sedikit berkurang hingga
BLESS!!
Seluruh junior yunho masuk
“AHHHH..” desah jaejoong yunho melepas ciuman mereka dan menegakkan tubuhnya ia membetulkan posisinya dan melebarkan paha jaejoong lebih lebar lagi hingga ia bisa melihat rembesan darah yang berceceran di bantal yang menyangga bokong jaejoong
Cup
“gomawo” yunho tersenyum kearah jaejoong
“kau bisa mulai bear” yunho mengangguk dan dengan perlahan memaju mundurkan tubuhnya dengan tempo sedang dan lama kelamaan menjadi cepat hingga jaejoong mendesah tanpa ampun yunho sungguh luar biasa
“ahhh ahh ahh..yunn ahhh .. ohhh” racau jaejoong kedua tangannya menahan lipatan lututnya untuk memudahkan yunho menusuknya
“ohhh boohhh ini sempitt ahhh” racau yunho ia sempat kesulitan karena hole perawan jaejoong sangat sempit membuatnya melayang
Yunho mengocok junior jaejoong yang tegang dan
“AKHHHH YUNHOOO!!’
jaejoong klimaks kedua kalinya membuat yunho berhenti sejenak membiarkan jaejoong menikmati masa orgasmenya
“haaah haaah bergeraklah yun haaah” ucap jaejoong yunho membalikkan tubuh jaejoong hingga jaejoong menungging tangannya menarik masing- masing bokong jaejoong hingga hole pink itu nampak melebar karena sudah dimasuki big juniornya ia mengamati hole itu ada bercak darah ia benar- benar bahagia karena ia adalah orang pertama yang membobol jaejoong tangannya memasukkan lagi big juniornya yang sempat terlepas
“Ahhhh” desah jaejoong junior yunho masuk ke holenya
“ughh .. masih sempit boohh” ucap yunho ia menggerakkan pinggulnya dengan cepat membuat jaejoong mendesah nikmat
“ahh ahh.. yunn ahhh ouhhh ahh” racau jaejoong ia melirik kaca di samping ranjangnya ia melihat junior yunho tenggelam dan timbul di dalam holenya membuatnya terangsang hebat dan orgasme lagi tanpa disentuh yunho
“AHHHHH YUNHOOO” jaejoong klimaks ketiga kalinya spermanya berceceran di atas sprei putih miliknya
“ughh boohh .. aku menyempitkanhh holemuhh” jaejoong yang pasca klimaks menyempitkan holenya membuat junior yunho terjepit dan
“AHH BOOHHH”
“AKHHH YUNHOOOOHHH”
Keduanya klimaks bersama dan ambruk yunho memeluk jaejoong dari belakang nafas mereka menderu karena olah raga yang baru saja mereka lakukan
“kau mau lagi boo?” tanya yunho
“aniihh.. aku lelahh” yunho mengangguk dan memeluk jaejoong ia menarik selimut untuk menutupi mereka berdua dan terlelap
Flasback End –

“ugh aku tidak bisa bergerak! Huft” jaejoong merasakan holenya masih mengganjal ia mendugajunior yunho yang ada di dalam
“kau tidak seharusnya bergerak, kau akan membangunkan juniorku jika kau bergerak- gerak boo” jaejoong mendongak menatap yunho yang berbicara dengan mata terpejam
“kalau begitu keluarkan yunnie” rengek jaejoong matanya melotot saat junior yunho benar- benar membesar dalam tubuhnya
“kau harus bertanggung jawab, dia sudah terbangun” yunho membuka matanya dan menatap jaejoong yang memandangnya seperti anak kucing
“la- lalu bagaimana yunnie?” tanya jaejoong polos yunho bergerak menjadi di atas tubuhnya ia berada di kungkungan yunho
“tentu saja membuatnya tertidur lagi dengan beberapa olar raga kecil dokter kim” canda yunho jaejoong menelan ludahnya gugup
“ap- apa ada cara la AHH AHH AHHH” jaejoong belum menyelesaikan kalimatnya ia sudah mendesah karena yunho melebarkan pahanya dan menggenjotnya tanpa permisi
“oughhh ahhh uhhh yunnieehhhh” racau jaejoong pagi buta
“ahh boohhh” desah yunho ia terus menggenjot jaejoong tanpa ampun
“ahh ahh ahh yunn AHHHHHHH” jaejoong klimaks di tangan yunho dan cairannya berceceran di perut yunho dan perutnya sendiri juga tangan yunho
“ahh bohh kau yang terbaikhhh” yunho merasa ia akan klimaks ia sudah 30 menit menggenjot jaejoong tanpa ampun
“ughhh bohhh AHHHHH” yunho klimaks cairannya sangat banyak hingga hole mungil jaejoong tidak dapat menampung berceceran di sekitar hole jaejoong hingga cairan itu mengkilat di sekitar opening hole jaejoong
“haaah haaah haaah”
“hah .. haaah.. haah”
Nafas keduanya menderu yunho melepas juniornya dan cumnya ikut meleber keluar di atas sprei putih milik jaejoong yunho ambruk kesamping dan menatap jaejoong yang juga menatapnya
“ugh.. perutku terasa penuh bear” pout jaejoong ia memegang perutnya
“mungkin cairanku terlalu banyak” yunho tertawa melihat jaejoong yang mempoutkan bibirnya
“aku tidak percaya aku melepasnya semalam” jaejoong menggigit jari telunjuknya ia mencoba turun ranjang dan berdiri tapi tubuhnya oleng ditatapnya tubuh polosnya di cermin fullbody miliknya tubuhnya banyak sekali kissmark dan juga cum yang mengalir turun ke pahanya membuatnya menutup mata
“kenapa menutup mata boo?” tanya yunho heran ia sudah duduk di dekat pinggiran ranjang
“pemandangan ini tampak sangat erotis bear” yunho terbahak mendengar komentar polos jaejoong “eoh i-tu darah” jaejoong menunjuk bantal yang digunakannya kemarin
“neh..itu darahmu tentu saja boo, bukankah wajar jika pertama kalinya selalu berdarah?” jaejoong mengangguk kemudian memicingkan matanya
“apa kau pernah membobol seorang yang masih virgin selain aku!” yunho meringis
“neh, dua kali.. tapi itu sudah lama boo” jaejoong memukulnya dengan bantal secara brutal
TING!
Pintu apartemen berbunyi membuat jaejoong melotot
“itu junsu!” yunho ikut melotot


TBC.