Senin, 26 Desember 2016

my life belong to you chapter 5

Chapter 5



Sore hari di kediaman jung senior nampak umma jung sangat tidak rela harus berpisah dengan kedua cucunya
“yaa ~ yunnie .. Joongie tidak bisakah kalian tinggal lebih lama lagi” rengek umma jung
“umma.. Jangan begini lagipula yunnie tidak bisa bolos bekerja terus walaupun dia pemilik perusahaan” jelas jaejoong sabar
“sudahlah yeobo .. Jika ada waktu yunho dan joongie pasti berkunjung, lagipula kita juga bisa bermain ke soul” sahut kangin
“haaaah .. Baiklah .. Hati - hati dijalan ne, dan kalian jangan nakal ne” umma jung menghela nafas tapi akhirnya merelakan berpisah dengan cucunya
“ne halmonie” kompak kedua jung kecil itu

Cup

Cup

Changmin dan kibum bergantian mencium leeteuk dan kangin lalu masuk ke mobil
“joongie .. Mainlah kesini jika bosan ditinggal yunnie ne” kata umma jung
“ne umma” jaejoong memeluk umma jung erat lalu bergantian memeluk appa jung di susul yunho
“anyeoong umma appa” seru yunho yang masuk ke mobil.
Dalam perjalanan kibum dan changmin tak habis- habisnya berdebat tentang yeoja- yeoja model iklan berbagai produk makanan yang mereka tonton di televisi
“yak! Hyung! Palk shin hye noona lebih yeoppo” sewot kibum
“haah anii!! Suzy noona lebih cantik bummie” kata changmin tak mau kalah
“sudah anak- anak, umma kalian lebih yeoppo” sela yunho
“ne appa..” kompak changmin da kibum membenarkan ucapan appanya
“aishh aku ini tampan bear, bummie, minnie” kata jaejoong malas
“Umma .. Itu kebohongan!” kibum mencebil
“ne.. Umma itu yeoppo!” jerit changmin membuat jaejoong mencebil
“sudahlah boojae, tidak ada yang mengatakan kau tampan” yunho terkekeh
“huftt meyebalkan!” jaejoong menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi dan mecoba memejamkan mata
.
.
yunho masih fokus menyetir walaupun keadaan dalam mobilnya sudah hening sejak satu jam yang lalu anak- anaknya telah terlelap yunho memikirkan banyak hal termasuk kata-kata boojaenya yang tanpa sadar terucap tentang masalalu dan keluarganya. Yunho tidak bodoh ia sangat tau boojaenya merindukan keluarganya appa dan ummanya walaupun jaejoong selalu menepis hal itu.
“boo.. Kau sudah tidur?” yunho melirik boojaenya yang memejamkan mata
“ani ..” jawab jaejoong
“bisa kita bicara?” yunho berkata berhati- hati agar boojaenya bisa mengerti
“neh .. Kau mau berbicara apa bear” jaejoong masih memejamkan matanya walaupun ia tidak tidur
“apa kau merindukan umma dan appa?” jaejoong mengeryit mendengar ucapan yunho
“bukankah kuta baru saja dari rumah umma dan appa?” jaejoong memandang yunho
“ani .. Bukan umma dan appa jung tapi umma dan appa kim” yunho memperhatikan ekspresi istrimya yang tampak terdiam mendengar ucapannya
“aku- .. “ jaejoong menggigit bibirnya ia tidak sanggup melanjutkan kata- katanya
“arasso.. Aku tau” yunho membelai rambut istrinya ia sangat mengerti perasaan boojaenya
“bear ..” yunho meminggirkan mobilnya dan memeluk boojaenya yang sudah terisak di pelukannya
“kau ingin bertemu dengan mereka boo?” jaejoong menggeleng
“wae? Bukankah kau merindukan mereka?” bingung yunho
“aku masih belum siap” jaejoong mengusap air matanya dan kembali bersandar yunho kembali mengemudikan mobilnya
“kapanpun kau ingin menemui mereka aku akan mengantarmu boo, dalam hal ini akulah yang membuatmu seperti ini” jaejoong menoleh dan berkata serius pada suamiya itu
“aku tidak pernah memyesali apa yang terjadi bear, bagiku semua yang terjadi adalah hal terbaik yang diberikan tuhan. Minnie dan bummie bukan sebuah kesalahan” yunho menggenggam tangan istrinya kemudian tersenyum boojaenya sudah tumbuh menjadi umma yang baik bagi kedua anaknya bukan lagi namja SMA yang masih berpikiran labil..
“bear .. Besok ada seminar di kampusku aku ingin ikut” jaejoong memainkan ponselnya
“ne.. ikut saja..” sahut yunho
“tapi aku ingin mengajak minnie dan bummie ne” jaejoong menatap yunho dengan puppy eyes attacknya
“tapi boo, kau tai teman- temanmu sangat gemas dengan mereka aku tidak mau minnie dan bummie merasa tidak nyaman” jaejoong memutar bola matanya melihat keposesifan yunho pada anak mereka
“aigoo bear.. Kau tau mereka bisa menjaga diri mereka sendiri” ucap jaejoong malas
“tetap saja mereka masih anak- anak nae sarang ..” yunho masih kekeh
“tidak mau . Pokoknya besok aku akan mengajak mereka” putus jaejoong
“ne .. Besok akan ada bodyguatd yang menjaga kalian” jaejoong menghela nafas ia sudah sangat terbiasa dengan keadaan seperti ini ia sangat sadar menjadi seorang jung pasti akan merengut kebebasannya
“ne.. Tapi jangan terlalu mencolok ne”
“ne, aku akan menyuruh mereka mengawasi kalian tanpa harus ikut kalian kemana- mana”
.
.
.
“hoaaaaam” jaejoong melihat sekelilingnya ini kamarnya dan yunho ia melihat disampingnya yunho masih terlelap

Cup

“morning kiss appa bear” jaejoong terkikik melihat mulut yunho terbuka dilihatnya jam masih menunjukkan pukul 06.10 ia bergegas menuju dapur untuk memasak sarapan
“selamat pagi nyonya” sapa hyorin
“pagi hyorin ah.. Dimana bibi han” tanya jaejoong
“bibi han sedang mengatur beberapa maid untuk membersihkan halaman bekalang nyonya” jaejoong mengangguk mengerti
“aku ingin memasak menu sederhana hyorin ah siapkan bahan- bahannya ne” hyorin mengangguk dan bergegas mengambil bahan- bahan di dalam lemari pendingin di ujung dapur
“hyorin apa kau kerepotan mengurus minnie dan bummie?” hyorin mengeryit ia berpikir ia akan dipecat
“ap- apa saya akan dipecat nyonya” mata hyorin berkaca - kaca
“anii .. Waeyo memecatmu” jaejoong tertawa kemudian melanjutkan kata- katanya
“aku tidak memecatmu, aku hanya ingin menyuruh yoona membantumu mengurus minnie dan bummie aku tau kau sangat kerepotan” jelas jaejoong
“nyonyaa..”hyorin terharu mendengar ucapan jaejoong sungguh ia merasakan jaejoong adalah orang yang sangat baik dan hangat walaupun usianya masih muda
“baiklah kau beritahukan yoona, suruh dia mmbantumu menjaga minnie dan bummie” jaejoong tersenyum tangan cekatannya sudah mengolah beberpa masakan sederhana yang menggugah selera tak lupa ia membuat bekal untuk kedua jung kecil yang akan ikut seminar dengannya
“baiklah aku akan keatas, taruh saja ini di meja ne.. Aku akan membangunkan suamiku juga minnie dan bummie” jaejoong berjalan menuju kamar atas ia melihat beruangnya masih saja tidur lelap
“bear .. Iroenaa” jaejoong mengusap pipi yunho
“hmm .. Masih pagi chagii” ucap yunho malas ia masih betah memejamkan matanya
“ayolah bear .. Ini sudah jam 06.30 kau harus mandi” yunho menggeliat dan perlahan membuka matanya
“arassoo .. Arasso boojae; aku mandi” yunho bangun dan bersandar di sandaran ranjang ia melihat istrinya yang nampak cemberut itu
“aku akan membangunkan minnie dan bummie” jaejoong akan beranjak tapi ia terduduk lagi karena yunho menariknya hingga ia jatuh dipangkuan yunho.

Cup

“morning kiss baby” jaejoong memutar bola matanya
“ne .. Biarkan aku membangunkan anak kita ne,mereka butuh persiapan untuk ikut denganku” yunho mengangguk
“arasso .. Kau tidak ingin mandi bersama sayang?” yunho menempelkan bibirnya pada telinga boojaenya membuat jaejoong mendesah lirih
“aisshhh .. Dasar mesum” jaejoong segera beranjak ia sebal melihat tawa yunho pecah
.
.
“baby .. Banguun” jaejoong menepuk pipi kibum tapi hasilnya nihil kibum hanya menggeliat membuat jaejoong menggembungkan pipinya karena kesal
“minnie .. Bangun chagii” jaejoong beralih ke changmin malah lebih parah dari kibum ia malah mengeratkan pelukannya pada guling paha ayamnya membuat jaejoong mendesah frustasi
Tak membuang waktu ia memilih baju yang akan di pakai kedua jung kecil itu dan menyiapkan keperluan kecil lainnya lalu beralih ke kemar mandi dan mengisi bathup
“kalin akan terbangun dengan cara ini. Kekekeke” jaejoong terkikik sendiri ia berjalan kearah changmin dan melepas piyama anaknya itu kemudian menggedong dan

BYURR!!

“umma!! Banjiill ada banjiilll” teriak changmin heboh membuat jaejoong tertawa setan
“ne ne ada banjiiir minnie jja bangunlah” jaejoong makin cekikikan ia membiarkan changmin yang sudah terbangun bermain air kemudian beralih ke kibum dna melepas piyama kibum dan menggendongnya berbeda dengan changmin yang histeris kibum santai - santai saja dan menikmati bermain airnya
“umma .. Hali ini kita akan kemana?” tanya kibum
“hari ini kita akan pergi ikut seminar chagi” jaejoong menggosok punggung changmin
“uhm .. Kita akan seminal dimana?” sahut changmin
“kita akan ikut seminar di kampus umma” jaejoong beralih ke kibum
“baiklahh kajja .. Kita tidak bisa lama- lama mandinya karena kita berangkat pagi” seru jaejoong ia menggendong kedua anaknya menuju ranjang disana telah ada hyorin dan yoona yang bersiap membantu
“hyorin .. Yoona tolong kalian pakaikan mereka baju ne. Aku akan mandi dulu” kedua yeoja muda itu mengangguk sopan
“ne nyonya”
“nah .. Umma akan mandi dulu kalian jangan nakal ne” kedua jung kecil mengangguk mantap
“ne umma” mereka terlihat manis pagi ini entah apa yang akan terjadi nanti
.
.
“bear.. Tumben sekali mandinya sebentar” yunho memutar bola matanya
“aku ada rapat pagi ini boo, aku tidak mau terlambat yoochun bisa mengomel sepanjang hari” jaejoong tertawa tangannya dengan cekatan menyimpulkan dasi suaminya
“baiklah tunggulah di meja makan ne, aku akan mandi hanya sebentar” yunho mengangguk dan mencium kening istrinya
“ne .. Apa anak- anak sudah siap boo?” tanya yunho
“mereka sedang bersama hyorin dan yoona bear”
 “baiklah aku akan mengajak mereka ke meja makan mandilah boo”
“ne..”
.
.
ceklek.

Yunho masuk ke kamar berlabel jung twins itu dan melihat anaknya masih kejar- kejaran dengan para pengasuh mereka
“kalian belum siap chagiya ~” yunho melipat kedua tangannya dan bersandar di pintu mendengar suara appa mereka kedua jung cilik itupun berhenti berlari disisi lain yang didengar para pengasuh jung kecil itu adalah suara sexy tuannya membuat mereka bersemu merah

“Appaaaaaa!!” teriak kedua jung kecil itu

Brukk!!

“kenapa belum pakai baju eoh” kata yunho sabar
“kami hanya ingin belmain appa. Hihihi” jawab changmin
“ya .. Tidak boleh seperti itu sayang, ummamu bisa marah nanti” jelas yunho
“umma tidak pelnah malah kok appa” sahut kibum polos
“ne .. Umma tidak pelnah malah, lagipula jika umma malah kan ada appa jadi umma tidak jadi malah.kikikiki” changmin terkikik jawaban konyolnya bisa membuat appanya menghela nafas
“kemarikan bajunya hyori ssi yoona ssi” kedua pengasuh itu menyerahkan baju - baju kedua anak itu dengan telaten yunho memakaikan baju kepada anak- anaknya itu walaupun ia telah memakai setelan jas mahal yang sangat rapi ia tidak serta merta melupakan kewajibannya sebagai seorang ayah
“kajja .. Kita ke meja makan jagoan appa” yunho menggandeng keduanya menuruni tangga menuju ke meja makan
“hyorin .. Kupikir yunho ssi adalah sosok sempurna seorang suami dan ayah” ucap yoona
“kau benar yoona, yunho ssi sangat sangat sempurna” hyorin menatap yunho seperti fangirl membuat yoona juga tertular menjadi fangirl yunho
.
.
“boo.. Nanti kau pulang jam berapa?” yunho merendahkan kepalanya melihat lebih jelas boojaenya yang sudah di kursi kemudi
“aku juga belum tau bear .. Kukira seminar ini sangat penting juga ada pembicara penting yang masih di rahasiakan aku jadi penasaran bear” yunho manggut - manggut
“berhati- hatilah ne, jaga minnie dan bummie”

Cup

Yunho mendarakan ciuman singkat pada istrinya
“arasseo appa bear” yunho melihat kedua anaknya melambaikan tangannya saat mobil sport merah limited edition hadiah ulang tahun boojaenya itu meluncur dari garasi mensionnya ia pun harus berangkat ke kantor menjalani rapat penting yang ia sengaja menundanya untuk ke acara peringatan hari kematian halmonienya.
.
.

- JUNG Corp-

“yoo yunho, kau masih ingat punya kantor eoh” sindir yoochun
“ahh kurasa tidak” yunho tertawa melihat wajah masam yoochun sahabat sekaligus asistennya itu
“kita langsung keruang rapat saja, mr. Fukutaro sudah menunggu di dalam” yunho mengangguk dan berjalan menuju ruang rapat
“apa junsu juga ikut seminar chun?”yoochun menoleh kearah sahabatnya itu
“ne dia berangkat pagi bersamaku” sahut yoochun
“arasso..” jawab yunho
.
.
“woaa umma .. Sekolah umma besal sekali” kibum berbinar- binar membuat jaejoong tersenyum
“ne .. Kampus umma memang besar” jaejoong mengambil tas berisi makanan dan membawanya
“apa kantinnya makannya enak umma?” jaejoong memutar bola matanya mendengar pertanyaan changmin yang tidak jauh- jauh dari makanan
“ne .. Nanti kita coba ne. Sekarang kajja pegang tangan umma” kedua jung kecil itu menurut dan menggenggam tangan ummanya semua menatap kagum kearah merek bertiga kentara sekali mereka berasal dari keluarga berada
“joongieee .....!!!” teriak junsu dari kejauhan membuat semua pasang mata memperhatikan
“itu sui jumma” girang changmin
“ne .. Kajja kita ke sana” jawab jaejoong

Tanpa disadari seseorang memperhatikan ketiganya air matanya menetes, sedih, senang, terharu dan rindu menjadi satu.


Tbc ❤
mau lanjut chingu? Silahkan tinggalkan jejak ne 👣

Tidak ada komentar:

Posting Komentar