Kamis, 15 Desember 2016

My life belong to you chapter 3


Chapter 3



“ahh kalian sudah datang chagii..” sambut umma jung a.k.a jung leeteuk
“nee halmoniee kita cudah dataang” seru kibum berlai menuju halmonienya
“halmonie.. Harabojie oddiega?” tanya changmin yang juga memeluk halmonienya
“harabojie masih di dalam,jja kalian kedalam” ucap leeteuk yang memandang menantu dan anaknya
“umma .. Bogoshipoo..” leeteuk memeluk jaejoong erat
“nado bogoshipo chagiya, bagaimana apakah di perut ini sudah terisi lagi eoh?” goda umma jung
“Ya! Umma” jaejoong tertawa ummanya gemar sekali menggodanya
“umma tenang saja, aku akan menghajarnya habis- habisan agar segera terisi” seloroh yunho membuat jaejoong melolot
“ya ya .. Umma bisa lihat itu yun, mana mungkin dirumahmu banyak nyamuk sampai kulit joongie merah merah sepeprti itu” umma jung menunjuk tulang selangka jaejoong yang sedikit tersikap membuat sang empunya malu bukan main
“jja kita masuk, kekekek” umma jung masih terkikik melihat menantunya mempoutkan bibirnya
Terlihat di ruang tengah appa jung senior sedang tertawa- tawa dengan cucunya
“semuanya sudah berkumpul?” tanya appa jung a.k.a jung kang in
“sudah yeobo jja kita berangkat” mereka berjakan bersama menuju mobil dan melaksanakan peringatan kematian halmonie jung
.
.
Suasana berlangsung hikmat, umma jung sesenggukan juga jaejoong yang terisak pelan membuat para seme menenangkan istri masing - masing dan lihatlah duo jung kecil sedang duduk diam walaupun mereka masih bingung tapi mereka mengerti ini adalah acara yang penting.
“min hyung..” bisik kibum
“ne waeyo?” changmin menolehkan kepalanya kearah adiknya
“sebenarnya kita sedang apa?” tanya kibum bingung
“molla, tapi kita harus diam seperti appa umma juga haraboji dan halmonie”
“uhm .. Ne”
.
.
Saat sudah sampai dirumah setelah acara peringatan mereka segera berganti baju santai pasalnya mereka tadi mengenakan pakaian serba hitam
“umma .. Kita akan menginap di gwangju kan?” tanya changmin yang masih tidur malas- malasan di ranjang umma dan appanya
“ne .. Kita akan menginap hari ini dan pulang besok malam” jawab jaejoong yang selesai memakai baju santainya
“umma, sebenalnya yang meninggal siapa tadi?” tanya kibum
“itu halmonienya appa, nenek buyut kalian chagii” kata jaejoong sambil mengelus rambut kibum pelan
“uhm begituu” kedua jung kecil manggut manggut sok mengerti
“umma ..” panggil changmin
“waeeo minnie?”
“min lapaaal” rajuk changmin
“bummie juga umma” kibum ikut- ikutan kakaknya
“haaah .. Kajja umma akan memasakkan kalian” jaejoong nerentangkan kedua tangannya dan menggendong kibum dan changmin di kanan dan kiri sedikit kesusahan mengingat kedua jung kecil ini bergerak gerak di dalam gendongan
“yaa.. Kalian membuat umma kalian kesusahan jagoan” yunho mengambil alih kedua anaknya disambut helaan lega jaejoong yang memang sebenarnya tidak kuat jika harus menggendong keduanya.
“jja .. Sama appa, umma mau masak dulu ne” dibalas anggukan dari ketiganya
.
.
“eoh joongie, sedang apa?” umma jung heran ia melihat menantunya memasak
“minnie dan bummie merengek minta makan umma.. Yasudah joongie masak saja sekalian untuk makan siang”
“apa perlu umma bantu chagi?” tanya leeteuk
“ani umma .. Joongie sudah terbiasa memasak sendiri bahkan saat kuliah joongie juga masih mengurusi kebutuhan yunho dan para jung kecil sendiri” jaejoong terenyum kearah umma jung
“apa tidak ada para maid chagii, kau akan kelelahan” jaejoong menggeleng dan tersenyum maklum melihat kekawatiran umma jung
“umma .. Yunho tidak suka diurus orang lain selain aku toh ini adalah tugasku umma” leeteuk tersenyum kearah menantunya ‘yunho memang pintar memilih’ batin umma jung
“apa minnie dan bummie tidak ada baby sitter joongie?” leeteuk memandang jaejoong yang mengolah dengan cekatan ia membantu menata bahan yang akan dimasukkan
“tentu saja ada umma, saat aku dan yunho tidak bersama minnie dan bummie dijaga baby sitter” terang jaejoong membuat leeteuk mengangguk
“kalian sudah dewasa ternyata, aku tidak menyangka yunho bisa berubah menjadi sosok appa yang baik dan meninggalkan sosoknya yang begitu dingin dengan orang” kekeh umma jung.
“anak- anak selalu menuruti apa kata appanya, mereka tidak pernah melawan”
“jinjaa??”
“ne umma.” jaejoong dan leeteuk terkekeh
.
.
Makan siang terasa sangat ramai membuat jung kangin sangat bahagia atas kehadiran cucu- cucunya
“oh iya, kau ingat seung hyun yunho ah?” tanya kangin
“tentu saja appa, dia temanku saat senior high school. Waeo?” tanya yunho
“appa mendapat undangan makan malam nanti malam, bagaimana kalau kau dan juga keluargamu ikut juga bukankah kau juga temannya dulu?”
“ahh tidak masalah appa” jawab yunho santai
“dia baru saja pulang dari jepang yun, dan sekarang kembali mengurusi bisnis appanya disini”
“jadi dia rekan bisnis appa?”
“ne, walaupun dia masih muda kurasa kemampuannya memimpin sama sepertimu”
“sebenarnya aku dan choi seung hyun kurang baik appa, saat dulu pemilihan kapten basket dia dan aku sama- sama menjadi kandidat kapten basket tapi hampir semua memilihku dan sejak saat itu ia menjadi dingin kepadaku walaupun kami satu tim” tutur yunho
“itu sudah kejadian lama, ia pasti sudah berubah yun” timpal jaejoong
“joongie benar” sahut leeteuk
.
.
“bear kau sudah siap?” Jaejoong masih mengancingkan kemeja putih polosnya membuat ia tampak sangat menawan



“ne boo .. Aku sudah siap”
“aku mau memeriksa kibum dan changmin,kau turunlah lebih dulu bear”
“ne boojae.. Kutunggu dibawah ne princess” yunho berlari kencang sambil tertawa setan
“YA!! Aishh kau ini” jaejoong berjalan ke kamar anaknya sambil menghentakkan kakinya sebal
“minnie bummie kalian sudab rapi kenapa berguling - guling di ranjang baby ah” jaejong merapikan kemeja kibum lalu beralih ke changmin
“umma lama sihh” kata changmin
“kajja .. Kita turun kalau begitu” jaejoong menggandeng kedua anaknya di kanan dan kiri
“wahh cucu halmonie sangat tampan dan manis ne” kata leeteuk berbinar binar membuat kibum dan chamgmin memutar bola matanya
“kajja kita berangkat” seru kangin
“biar aku yang menyetir appa” kata yunho
.
.
“wahh anda sudah datang mr.jung” seunghyun membungkuk kecil dan tersenyum ramah
“ahh ne seung hyun sii, aku mengajak yunho” jawab kangin tak kalah ramah
“ahh benarkah.. Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya” senghyun terkekeh kecil
“silahkan masuk mr.jung jangan sungkan” beberapa maid menyambut mereka dan mengarahkan
“anyeong senghyun ssi” sapa leeteuk ramah
“ahh ne mrs.jung silahkan masuk” senghyun tersenyum tapi matanya melirik yunho yang juga meliriknya setelah mr. Dan mrs jung masuk tinggallah yunho jaejoong dan kedua jung kecil
“yoo yunho, lama sekali tidak bertemu” seunghyun mengulurkan tangan
“ahh ne seunghyun ah” yunho menjabat tangan seunghyun dan tersenyum formal ia melirik seunghyun yang memperhatikan jaejoong
“eoh .. Bukankah kau kim jaejoong?” sapa seunghyun
“ahh ne sunbae .. Kau masih ingat” jaejoong tersenyum canggung
“wahh ternyata kalian jadi menikah ya, padahal aku sangat menantikanmu jaejoong ah” kata seunghyun tak tau malu
“ahh mian sunbae” kekeh jaejoong
“ahh dan siapa kedua bocah ini? Tanya seunghyun
“aku jung changmin ahjussi” mata changmin memicing membuat seunghyun ingat wajah itu mirip sekali dengan yunho dan ia melirik bocah satunya seakan mengerti kibum pun memperkenalkan diri
“jung kibum imnida” sopan kibum
“keduanya jung, apa mereka anak kalian?” tanya seunhyun terkejut
“ne dia anak kembar kami” jawab yunho santai membuat seunghyun tersenyum kecut
“aku kalah telak darimu jung” seunghyun menjawab lirih tapi masih didengar yunho
“tentu saja seunghyun ah” yunho tertawa
“kajja .. Masuk orang tuamu pasti sudah menunggu” diperjalan menuju meja makan masih saja seunghyun penasaran dengan rupa kedua jung kecil itu
“jung changmin benar- benar mirip denganmu yun, jung kibum benar- benar mirip jaejoong, aishhh” jaejoong yang melihatnya tertawa pelan
“kajja kita makan aku sangat tersanjung kalian mau hadir di rumahku yang sederhana ini” kata seunghyun merendah padahal kenyataannya rumah ini bisa dibilang mewah
“ahh kamu juga merasa tersanjung dapat hadir disini seunghyun ssi” ucap kangin sopan.
“kajja silahkan makan jangan sungkan” semua mulai makan malam namun seunghyun tak bisa fokus ia terus memandang jaejoong yang sedang menyuapi kedua jung cilik dengan telaten ‘harusnya dulu kau menerima cintaku joongie pasti sekarang kau menjadi ibu dari anak-anakku’ batin seunghyun.
“jika matamu terus mengawasi istriku seperti itu, makananmu bisa masuk hidung seunghyun ssi” kata yunho santai yang membuat semua orang menatap seunghyun
“a-ahh ne” seunghyun menatap canggung semua orang

Setelah makan malam mereka berbincang -bincang seputar kehidupan seunghyun di jepang dan kehidupan percintaan seunghyun yang selalu gagal
“seunghyun ssi, apa kau tidak punya kekasih?” tanya leeteuk
“ahh ani, semenjak aku ditolak seseorang saat senior high school aku tidak pernah menjalin hubungan dengan seseorang” seunghyun melirik jaejoong yang berpura - pura menyibukkan diri dengan kibum
“memangnya cintamu kenapa ditolak?” tanya leeteuk
“dia saat itu sudah punya kekasih dan aku baru tau kalau dia sudah menikah” jawab seunghyun
“ahh .. Cobalah menjalin hubungan dengan orang lain, move on segera” leeteuk menasihati seunghyun
“umma ..min ngantuk, min mau mik cucu” changmin mengucek matanya dan segera duduk di pangkuan ummamya melihat itu kibum juga segera duduk di pangkuan ummanya
“bummie juga umma” yunho dan jaejoong melotot horor melihat anaknya yang bersiap mengempeng
“yaa!! Nanti saja bummie mimnie jja .. Sini sama appa nak” kata yunho was was
“umma...” rengek changmin dan kibum
“nanti saja ne dimobil.. Jeball” melas jaejoong tapi yang ia dapat gelengan kedua anaknya
“mereka ingin apa yun?” tanya appa jung
“haaah .. Mereka ingin mengempeng appa” yunho menghela napas
“mwoyaa!!” kaget seunghyun kangin dan leeteuk




TBC❤

Tidak ada komentar:

Posting Komentar