Kamis, 06 Juli 2017

My life belong to you Chapter 11



Title        : My life belong to you
Genre      : family
Length     : -
Rate         : M
Main cast : YUNJAE, etc

Chapter 11
Dongbang international hospital –
Sesampainya di rumah sakit jaejoong langsung ditangani oleh dokter semua orang panik, kagum dan juga terpesona melihat seorang jung yunho pengusaha sukses yang dikenal ramah menggendong istrinya yang sudah tidak sadarkan diri karena jaejoong hanya terbungkus oleh selimut tanpa mengenakan apapun yunho menunjuk tirai para pengawal segera menutup tirai mengahalangi arah pandang pasien lain yang tertarik melihat keadaan jaejoong
“yunho apa yang terjadi?” Tanya boa sahabat kecil yunho yang merupakan dokter di rumah sakit yang juga milik jung corp
“periksa saja dulu nanti akan kujelaskan, perut boojae terbentur lantai dia meringis kesakitan” boa mengangguk mengerti dan segera memerikasa denyut jantung janin yang di kandung jaejoong dan juga melalukan pemeriksaan lain yang menunjang
“yunho kita perlu bicara..-“ yunho mengeryit bingung dengan perubahan sikap boa ia merasakan firasat buruk
“ada apa boa, apa terjadi hal yang buruk pada keduanya? Cepat katakan!” ucap yunho tanpa sadar membentak teman kecilnya itu
“tenanglah yunho ah, aku sudah memanggil dokter kim dia yang akan menjelaskannya padamu” ucap boa
Tak lama seorang dokter kim kibum datang dokter spesialis kandungan yang menangani jaejoongnya
“yunho-ssi, saya sudah pernah mengatakan jika kehamilan nyonya jung adalah kehamilan yang riskan jadi karena keadaan janin yang buruk karena terbentur denyut jantung janin anda melemah dan cepat atau lambat akan  berhenti jadi saya menyarankan agar digugurkan karena sangat berbahaya bagi nyonya jung” papat dokter kim
Tanpa sadar air mata pria tampan itu meleleh ia tidak menyangka akan seperti ini jadinya
“dokter.. kumohon selamatkan keduanya” mohon yunho membuat dokter kim dan boa menatap sendu
“maaf tuan jung, tapi satu – satunya cara untuk menyelamatkan adalah menggugurkannya” yunho semakin terpuruk ia sangat terpukul bayi ini adalah anaknya darah dagingnya yang sangat diinginkan jaejoong walaupun awalnya ia tidak setuju tapi setelah melihat betapa cerianya jaejoong ia menjadi bahagia atas kehamilan anak ketiganya ini
“anda harus memutuskan tuan jung, semakin lama akan semakin menyakiti nyonya jung” ungkap dokter kim lagi
“baiklah dokter..” yunho memejamkan matanya ia bersumpah seumur hidupnya ini adalah keputusan terberat yang pernah ia ambil “kumohon selamatkan istriku”
Tes
Tes
Air mata yunho tak terbendung saat dokter menyodorkan surat persetujuan padanya tangannya gemetar menandatangani surat itu
“kau harus kuat yunho ah, demi jaejoong dan kedua anakmu” hibur boa
.
.
Jaejoong sudah dipindahkan di kamar VVIP Ia barusaja menjalani operasi nampak di tangan kanan dan kirinya ada kedua namja kecil yang senantiasa menunggu sang umma bangun
“hyuung.. umma kapan bangun?” Tanya kibum
“sebentar lagi umma akan bangun bummie” ucap changmin
“ne sebentar lagi umma bangun” sahut yunho yang barusaja masuk membelikan kedua anaknya makanan “kalian harus makan dulu ne” kibum dan changmin menggeleng lesu
“appa.. aku ingin makan dengan umma, aku benar – benar tidak berselera makan” yunho menahan air matanya yang akan keluar sungguh ia sangat ingin menangis tapi ia harus kuat demi ketiga orang yang dicintainya itu
“ne, nanti kita makan dengan umma.. tapi sekarang kalian harus makan walaupun sedikit nanti sisanya kita akan makan bersama umma eoh?” bujuk yunho diangguki kedua anaknya
Yunho mengecup kening istrinya tanpa terasa air matanya jatuh menetes ia tidak tau apa yang harus dikatakannya pada jaejoong saat ia sadar nanti
Diluar kamar rawat jaejoong tampak junsu sedang memeluk yoochun sambil menangis tersedu – sedu bagaimana bisa hal ini terjadi kepada sepupunya
“aku yang membut jaejoong celaka chunnie. Hiks .. hiks..” yoochun menepuk punggung junsu
“ini bukan salahmu suie.. kita sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi sepertinya memang ini sudah takdirnya” ucap yoochun membuat junsu semakin sesenggukan
Nampak di ujung lorong umma jung dan juga appa jung tergopoh menuju kearah yoochun dan junsu
“yoochun ah.. bagaimana keadaan jaejoongie?” Tanya umma jung membuat yoochun melepas pelukannya pada junsu dan menatap umma dari sahabatnya itu
“ahjumma.. bayi yang dikandung jaejoong harus digugurkan karena mengancam nyawa jaejoong”
BRUG!!
umma jung merosot kelantai saat mendengar penjelasan yoochun yang membuatnya begitu terpukul calon cucu ketiganya harus di gugurkan
“ahjumma!” junsu segera membantu umma jung berdiri
sedangkan jung kangin memilih untuk duduk di dekat yoochun karena ia tak kuasa mendengar apa yang terjadi hingga membuatnya terdiam
“siapa yang melakukan ini junsu ah?” junsu menoleh kearah kiri dan mendapati umma kim dan juga appa kim yang sama terpukulnya dengan mereka
“jin yihan” seru junsu datar
“mwoh?” umma kim nampak sangat terkejut
“jin yihan? Anak dari jin dae young?” junsu mengagguk membuat appa kim mendesis marah dan segera mendial nomor seseorang dan berjalan menjauh
.
“enghh.. yunnieh ..” gumam jaejoong membuat yunho yang sedang berbincang dengan taecyon di telfon memutuskan sambungannya segera setelah mendengar namanya dipanggil boojaenya
“boo.. kau sudah sadar?” yunho meraih tangan jaejoong dan menggenggamnya erat
“ne.. apa terjadi hal buruk bear?” Tanya jaejoong membuat yunho terdiam jaejoong sedikit meringis saat ia mencoba mendudukkan dirinya tangannya terulur menuju kearah perut yang biasanya sedikit menonjol usapan tangannya berhenti saat ia menyadari perutnya sudah rata “bear.. kenapa kau tidak menjawabku !” seru jaejoong histeris segera yunho memeluk istrinya erat
“boo.. mhiane, kau harus diselamatkan jadi dokter harus menggugurkannya” ucap yunho sambil sesenggukan begitupun jaejoong yang sangat terpuruk ia segera meraih vas dan melepar asal kearah lantai membuat kedua jung kecil yang awalnya tertidur di sofa terkaget
PRAKK!!
“BOO!.. kumohon tenanglah” jaejoong benar – benar kalap melempar asal apa yang bisa di jangkaunya
“jin yihan brengsek! Dia brengsek!!!” raung jaejoong membuat kedua jung junior menjerit menangis membuat yunho kelabakan
Brak!
Pintu terjeblak terbuka mendengar tangisan kedua jung junior
“umma! Huweeee!!”
“ummaaa!!”
Umma jung segera memeluk kibum dan appa jung memeluk changmin dengan erat junsu menuju kearah jaejoong dan menenangkan sepupunya itu ia sudah menduga bahwa reaksi jaejoong akan seperti ini
jaejoong kembali tertidur di pelukan yunho membuat keadaan yang awalnya gaduh menjadi tenang dan semua orang masih terdiam membisu di sofa memikirkan rencana – rencana untuk membuat jin yihan membusuk di penjara
.
1 bulan kemudian –
Sudah satu bulan ini jaejoong sudah kembali menjadi jung jaejoong yang ceria yunho bersyukur karena jaejoong tidak berlarut dalam kesedihan tapi sebagai gantinya jaejoong menginginkan jin yihan mendapatkan hukuman setimpal dan dengan senang hati yunho menuruti apa yang di katakan boojaenya jin yihan masuk ke penjara dengan kurungan  15 tahun seluruh keluarga jin yihan yang memiliki bisnis di blokir oleh jung corp dan kim corp well siapa yang tidak tau jung corp hampir semua perusahaan bahkan berbondong – bonding ingin bekerja sama mereka tidak mau mengambil resiko dengan bekerja sama dengan perusahaan yang menaungi keluarga bermarga Jin itu.
.
“Minnie .. bummie.. hari ini hari pertama kalian masuk TK kalian harus semangat ne” jaejoong memasukkan bekal keduanya di tas masing – masing membuat kedua jung junior itu terlonjak gembira
“yaey!! Umma.. hari ini aku mau diantar umma dan appa” seru changmin
“ne, ini kan hari pertama” sahut kibum
“ne.. umma dan appa akan mengantar kalian” jaejoong mengelus kedua bocah lucu nan menggemaskan itu ia bersyukur ada kedua mahkluk yang bisa membuatnya tersenyum setiap waktu  itu yunho tersenyum menanggapi kehangatan keluarganya yang mulai kembali terasa setelah sebulan lalu mengalami masa berkabung
“boo.. apa kau nanti ikut ke kantor?” yunho memandang istrinya yang masih nampak berfikir
“aniya.. aku akan ke café junsu pasti kerepotan jika ia menangani café sendiri” yunho mengangguk mengerti
“arasso.. aku akan menjemputmu saat Minnie dan bummie pulang” jaejoong mengangguk mengerti
“kajja..!!” seru kedua bocah menggemaskan itu
.
DONGBANG KINDERGARTEN –
Keempatnya sampai di sekolah dengan bangunan yang sangat megah dan termewah di korea sekolah khusus untuk anak dari kalangan elit dan para pejabat sekolah yang terdiri dari kindergarten, elementary school, junior high scholl dan senior high school sekolah yang pernah menaungi kedua orang tua bocah lucu nan menggemaskan itu sekolah yang menjadi awal bertemunya kim jaejoong dan jung yunho
Changmin dengan semangat turun dari mobil begitupun kibum yang menapakkan kaki mungilnya di pelataran sekolah
“umma ..appa kami sekolah dulu ne” changmin menghampiri jaejoong dan memberikan kecupan dibibir ummanya lalu berganti ke appanya
“umma bummie berangkat ne” kibum mencium bibir jaejoong dan berbisik “umma.. nanti sepulang sekolah bummie mau mimik umma” jaejoong tertawa keras mendengar permintaan anaknya yang lucu itu
“arasso.. jja masuklah”
Kedua bocah itu melambai pada kedua orang tuanya hingga mereka hilang dari pandangan kedua orang tuanya karena memasuki gerbang yang menjulang tinggi
“kajja boo” yunho sudah memasuki mobil dan siap mengemudikan mobilnya tapi ia terhenti saat melihat jaejoong masih terdiam memandang lama kearah bangunan sekolah di depannya
“boo.. ada apa?” jaejoong menoleh kearah suaminya dan menggeleng
“aku hanya teringat dulu bear” jaejoong tersenyum manis dan segera bergegas menuju mobil
“kau menyesal boo?” Tanya yunho santai ia melirik jaejoong yang memandang lurus kedepan
“aniya.. aku bersyukur bertemu denganmu bear” jaejoong mengusap air matanya yang menetes tanpa diminta membuat yunho menepikan mobilnya dan memandang dalam boojaenya
“saranghae boo”


“nado saranghae bear”

My life belong to you Chapter 10



Title          : My life belong to you
Genre       : family
Length      : -
Rate          : M
Main cast : YUNJAE, etc

Chapter 10
Usia kehamilan jaejoong sudah menginjak bulan ke tiga perutnya pun sudah nampak menonjol membuatnya tampak cantik dan sangat menggemaskan disaat bersamaan
“boo.. kau nampak pucat eum?” ucap yunho di sela kunyahannya
“jinja? Aku memang sedikit pusing bear tapi aku tidak apa – apa” ucap jaejoong meyakinkan
“bummie minnie jaga umma ne, appa akan lembur hari ini” ucap yunho pada kedua anaknya yang sedang makan dengan lahap mereka mengangguk patuh pada apa yang di katakan yunho
.
Yunho sudah akan mengendarai mobilnya di kejutkan dengan ketukan di kaca mobilnya
“bear.. nanti umma akan menjemput minnie dan bummie.. aku dan suie akan pergi shopping mhiane aku lupa mengatakannya” ringis jaejoong
“ne arasso, jangan terlalu lelah dan jangan membawa terlalu berat serahkan pada bodyguard dan jangan bertingkah genit. Arrachi?” jaejoong tertawa kecil mendengar keposesifan yunho
“arasso appa” jaejoong bertingkah sangat imut membuat yunho gemas dengan cepat yunho mencuri satu ciuman dari istri cantiknya itu
Cup
Jaejoong terkikik geli “cepat berangkat bear nanti terlambat”
.
.

Dua namja bersepupu itu sedang berburu itu nampak sangat ceria dilihat sekilas pasti semua orang tau mereka dari kalangan elit walaupun  berpakaian simple tapi mereka terlihat sangat elegan terutama paras cantik jaejoong dengan kulit yang begitu mulus membuat semua mata berdecak iri saat memandangnya.
tanpa mereka sadari mereka telah diawasi oleh seorang namja yang berada tak jauh dari mereka namja yang sudah mendamba jaejoong sejak dulu namja yang mencintai jaejoong tapi di acuhkan oleh jaejoong
“joongie.. setelah makan kita pulang ne?” tanya junsu sambil mengunyah makanan yang dipesannya tadi perutnya sangat lapar karena berkeliling mall bersama shopaholic seperti jaejoong
“ne.. aku akan menghabiskan mereka” ucap jaejoong antusias saat melihat makanan yang tampak sangat menggiurkan bagaimana tidak jaejoong memesan tiga porsi sekaligus sebagai santap siang mereka
“yah! Yah! Berhenti makan sebentar lihat ponselmu” tegur junsu membuat jaejoong mengalihkan pandangannya
“eoh yunnie menelfon” gumam jaejoong “anyeoong bear” sapa jaejoong ceria
“kau sedang apa boo? Sudah pulang eum?” tanya yunho
“aku sedang makan dengan suie.. aku memesan tiga porsi sekaligus bear.. ekekeke” jaejoong terkikik
“hahaha jangan makan terlalu kenyang boo.. nanti perutmu sakit chagiya” tegur yunho
“arasso.. arasso .. baby yang ingin makan bear” pout jaejoong
“arasso .. cepat pulang ne, dan istirahat.. aku tidak mau kau kelelahan” jaejoong tersenyum melihat perhatian yunho yang tidak pernah berubah walaupun yunho sempat menentang kehamilannya yang riskan tapi terbukti jika yunho memang sudah mengalah padanya dan menurutinya untuk anak ketiga mereka
“arasso appa bear.. mmmuuachh” yunho terkekeh dan membalas kissphone jaejoong
Pip.
“suie aku mau ke toilet, aku sudah tidak tahan semenjak hamil aku jadi sering buang air kecil” desah malas jaejoong diangguki junsu
“apa perlu kutemani joongie?” tanya junsu
“aniya .. aku hanya ke toilet” junsupun mengangguk dan membiarkan jaejoong pergi ke toilet sendiri tanpa ia dan juga para bodyguard mereka
.
Jaejoong menuju wastafel untuk mencuci tangannya ia sudah selesai dan akan keluar namun ia menyadari jika pintu toilet itu terkunci dan ia juga menyadari jika di dalam toilet itu sangat sepi hanya ada bunyi langkah kaki yang mendekatinya ia ragu akan menoleh ke belakang firasatnya mengatakan hal buruk akan terjadi keringatnya telah bercucuran ia berdoa agar junsu atau yunho segera datang ia merasakan bahunya di sentuh orang lain dan sebuah sapu tangan yang membekap hidungnya perlahan dan pandangannya menjadi gelap.
30 menit telah berlalu sejak jaejoong ke toilet junsu menjadi gusar dan memeriksa kedalam toilet dan benar dugaannya jaejoong tidak ada disana dengan panik ia menghubungi yunho
“hyung! Jaejoong hilang!” seru junsu panik
“mwoh! Bagaimana bisa? Bukankah kau bersamanya!!” teriak yunho panik
“dia tadi ke toilet hyung, dia sendiri karena terlalu lama aku mengeceknya dan benar saja jaejoong tidak ada.. ottokee hiks??” junsu sudah terisak
Yunho mengusap wajahnya kasar “arasso, bukankah kau di jung’s mall?”
“ne.. hiks “ jawab junsu
“kau pergilah ke tempat ruang kontrol untuk mengecek cctv, dan suruh para bodyguard untuk mencari jaejoong aku akan segera kesana” putus yunho
“arasso!” segera junsu berlari keluar dan memerinth pada para bodyguard untuk berpencar mencari jaejoong ia sendiri ditemani satu bodyguard kepercayaan yunho dan menuju ruang kontrol

Jaejoong side -
“eunghh..” lenguh jaejoong saat matanya baru saja terbuka hal pertama yang dirasakannya adalah pusing kemudian ia menyadari setelah mengingat apa yang terjadi  ia sedang diculik detik kemudian ia sadar bahwa ia sedang naked di atas ranjang dengan kilat menutupi tubuhnya dengan selimut ia takut jika ia telah diperkosa dirabanya holenya tidak ada bekas cum ataupun sakit. Lega itulah yang dia rasakan tapi batinnya berkecamuk siapa yang melakukan hal jahat seperti ini padanya
Krieet..
Jaejoong menolehkan kepalanya ke arah pintu bercat coklat itu dan nampak namja yang sudah lama tidak pernah di jumpainya sejak ia menjadi istri jung yunho
“kau sudah bangun joongie?” tanya namja itu
“kenapa kau melakukannya yihan ah?” mata jaejoong berembun semenjak hamil ia menjadi super sensitif

Other side –
Drap
Drap
 Drap
Yunho melangkah cepat memasuki ruang kontrol disana junsu sedang dengan intens memperhatikan layar mencari keberadaan jaejoong membuat para pegawai berdiri dan membungkuk hormat mereka cukup terkejut presiden direktur mereka mengunjungi ruang kontrol secara mendadak
“yunho hyung!” seru junsu
“apakah sudah ditemukan junsu ah?” tanya yunho
“sudah hyung kita tinggal melacak plak nomor mobil yang membawa jaejoong” ucap junsu
“cepat kirim plat nomornya pada yoochun dia sedang di kantor polisi untuk memberikan laporan penculikan jaejoong” junsu mengangguk paham
Triiing ..
“sudah ketemu hyung ada di cungnam!” yunho dan junsu segera bergegas di sela perjalanan yunho menghubungi bodyguard kepercayaannya ok taecyon
“taecyon ah, kerahkan bawahanmu joongie ada di cungnam sekarang” ucap yunho tegas membuat nyali junsu yang ada di sebelahnya menciut
“yunho hyung mhiane ..” cicit junsu
“jangan jelaskan saat ini, aku hanya akan berkonsentrasi menyelamatkan jaejoong.. dan sebernarnya siapa yang menculik jaejoong dia bahkan tidak memiliki teman kencan sebelum aku membuatnya hamil” desah yunho frustasi
“aku juga tidak bisa berfikir saat ini” junsu menjambak rambutnya frustasi
“jika jaejoong sampai terluka aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri” ucap yunho dengan sangat datar
“hyung kita sudah mendekati titik merah, tapi dimana lokasinya” gumam junsu “hyung itu chunnie dan para polisi” yunho mengangguk dan mempercepat laju mobilnya
Ckitt!!
“yunho!” teriak yoochun
“jaejoong di dalam, polisi sedang mengepung mension ini sebentar lagi kita akan segera masuk” yunho mengangguk
“chun, siapa pemilik mension ini?” tanya yunho membuat yoochun tersadar
“mension ini milik putra mentri kesehatan Jin dae young, dia memiliki putra tunggal bernama jin yihan aku tidak tau pasti apa hubungan jin yihan dengan jaejoong-..” yunho segera masuk tanpa menunggu polisi membuat yoochun menggerutu karena sikap yunho yang sembrono
“yah yah ! kita harus segera masuk yunho telah masuk” ucap yoochun pada para bodyguard keluarga jung taecyon mengangguk saat yoochun memberinya kode untuk segera menyusul

Jaejoong side –
“kenapa ? tentu saja karena aku mencintaimu joongie..” yihan tertawa kecil melihat raut wajah jaejoong yang nampak sangat terluka
“yihan ssi, aku sudah menikah dan aku sedang hamil kumohon sadarlah” ucap jaejoong datar membuat yihan menghentikan tawanya dan memandang serius kearah jaejoong
“jaejoong ah, bukankah kau dari kecil di jodohkan denganku! Kenapa kau justru menikah dengan jung yunho hah!!” bentak yihan membuat jaejoong semakin menatap benci pada yihan
“..”
“bukankah kau menikah dengan jung itu karena kau diperkosa dan hamil anaknya eoh!!” yihan memandang tajam jaejoong dan mendekat kearah ranjang membuat jaejoong beringsut dan meremas selimut ditangangannya
“jadii.. aku juga akan melakukan hal yang sama seperti yang jung itu lakukan padamu, ottoke??” yihan mengelus wajah putih mulus tanpa cacat milik jaejoong
Jaejoong menepis tangan yihan “kau tidak seharusnya berbuat sejauh ini!”
Bruk!
Dengan paksa yihan mendorong tubuh jaejoong agar terlentang hingga selimut yang menutupi tubuh mulus itu melorot mempertontonkan nipple pink jaejoong yang tampak sangat menggoda membuat yihan menjilat bibirnya bernafsu ia mengungkung tubuh jaejoong di bawahnya ia bisa melihat ada bekas kissmark yang di buat yunho
Plak!
Tamparan jaejoong menyadarkannya dari pandangannya di nipple menggoda itu
“kau hanya perlu menikmatinya jaejoongie” seringai yihan membuat jaejoong dengan sekuat tenaga memberikan perlawanan hingga yihan dan ia berguling dan terjatuh telungkup ia meringis memegangi perutnya yang terasa sangat sakit karena terbentur lantai
Brukk!
“akh!” pekik jaejoong
Yihan menyeringai melihat tubuh jaejoong yang berada di lantai hanya separuh yang tertutup selimut “kau harusnya menurut padaku jaejoongie..”
Jaejoong semakin ketakutan satu yang ada di fikirannya hanya yunhonya “yunhoo, tolong
Yunho side –
Dengan kalap yunho membuka satu persatu pintu yang ada ia menerobos banyak pengawal untuk mencari jaejoong ia tidak perduli dan terus mencari keberadaan istrinya sampai ia mendengar bunyi berdebum dari pintu coklat di yang ada di sebelah kanannya ia mendengar suara pekikan jaejoong
Brak !
Brak!
Yunho menubrukkan dirinya untuk mendobrak pintu yang terkunci itu ia yakin jaejoong ada di dalam
Bruk!
Bruk!
Yoochun dan taecyon juga ikut mendobrak dan akhirnya pintu terbuka menampakkan yihan dengan wajah syoknya yunho yang melihat jaejoong meringis segera menuju yihan dan meninju namja itu hingga tersungkur
Duag!
Yihan terbatuk – batuk dan akan melawan yunho tapi kedua tangannya telah di cengkram yoochun dan taecyon yang mengapitnya
“boo!” yunho mendekati jaejoong yang kesakitan
“bear.. perutku sakithh” jaejoong mencengkram perutnya membuat yunho dengan sigap menyelimuti tubuh jaejoong dan menggendongnya ala bridal style dan segera menuju rumah sakit dalam hati ia berdoa semoga jaejoong dan bayi yang di kandung jaejoong calon jung itu selamat..

Tbc.