Chapter 10
- akhir pekan -
“boo kau yakin dengan pakaianmu?” yunho mengangkat sebelah alisnya melihat baju V neck boojaenya
“ini tidak terlalu terbuka kok bear, lagipula aku membawa jaket jangan kawatir” jaejoong memutar bola matanya melihat beruangnya bedecak
“ck! Terserahlah asal jangan genit dengan para namja yang memandangmu lapar!” seloroh yunho
“nehh .. Jangan kawatir yeobo bukankah para bodyguard juga ikut dengan kami, yeahh walaupun merkea tidak terlihat” yunho mengangguk malas membenarkan pernyataan boojaenya
“apa minnie sudah siap boo?” yunho sudah siao namun ia masih mematut dirinya di cermin
“ sudah bear, dia sangat bersemangat harusnya minnie ikut denganku menghamburkan uangmu bear” jaejoong cemberut menatap suaminya yang menatapnya dari patulan cermin
“uri minnie tidak tertarik dengna shopping nae sarang.. Mengertilah” ucap yinho sabar
“padahal shopping itu menyenangkan huh” pout jaejoong
“boo jika kau bertanya pada minnie lebih suka mana jepit rambut atau mobil-mobilan dia akan memilih mobil-mobilan karena dalam tubuhnya darah jung sangat dominan boo” jaejoong kesal dan melempar guling kearah yunho yang tertawa nista di dekat cermin
“ Ya!! Kau curang bear!” yunho berjalan ke arah boojaenya yang sedang merajuk
“boo.. Kau ummanya chagiya” yunho memeluk jaejoong dengan gemas
“kau benar, meskipun kau memiliki bibit unggul jika tidak ada aku mana bisa dia lahir. Kekekkeke” jaejoong terkikik sambil menutup mulutnya dengan punggung tangan
“bisa lahir boo dari rahim lain” yunho menggerutu pelan tapi masih di dengar jaejoong
“berani kau menabur benihmu di rahim lain ku kebiri juniormu bear” jaejoong melotot ke arah yunho membuat yunho bergidig ngeri
Ceklek.
“appa palli .. Lama cekali sih” Changmin memasuki kamar umma dan appanya dengan langkah kesal
“ahh ne minni ah.. Appamu menggoda umma jadi umma tidak keluar- keluar” yunho melotot apa- apaan boojaenya ini
“aigoo .. Appa genit sekali eoh” changmin melipat kedua tangannya di depan dada.
“yasudah .. Kajja kita berangkat, umma juga mau menjemput halmonie” jaejoong menggendong anaknya itu menuruni tangga
Sesampainya di bawah sudah terlihat mobil mereka terparkir berjajar yunho menghampiri jaejoong dan
Cup
Yunho mengecup jaejoong sebelum berpamitan
“bye. Umma.” changmin melambai ke arah ummanya disambut lambaian juga yunho memasuki mobil sport yang hitam dan jaejoong mengendarai mobil sportnya yang berwarna putih.
.
.
.
sesampainya jaejoong di mansion jung ia melangkahkan kakinya mencari umma jung. Bibi haesung kepala pelayan mansion jung di seoul menyambutnya
“nyonya muda apa anda mencari mertua anda?” sapa bibi haesung ramah
“ne bibi, dimana umma?” jaejoong berjalan beriringan dengan bibi haesung
“nyonya besar sedang minum teh di belakang”
“oh .. Ne bibi terimakasih”
“umma.. Lama menungguku?” jaejoong memeluk umma jung
“ah joongie umma sampai jamuran!” bibir umma umma jung mengrucut
“hahahha mianhae umma” jaejoong tertawa melihat kelakuan umma jung yang tidak tau umur
“palli joongie” heechul a.k.a umma jung menyeret jaejoong agar lebih cepat
“umma .. Jika yunnie tau umma berpenampilan seperti ini ia pasti akan menangis meraung” jaejoong tertawa nista membayangkannya pasalnya heechul perpenampilan sangat modis tak kalah modis dari menantunya mereka terlihat seumuran jika orang tidak mengenal mereka.
“yah .. Biarkan saja dia menangis meraung umma akan mengabadikannya jika itu terjadi” heechul menyeringai setan
“sepertinya ada yang kurang” heechul tampak berfikir sejenak kemudian ia melotot “dimana minnie?” tanya heechul pada jaejoong yang masih santai mengemudikan mobilnya
“dia ikut appanya umma” heechul mengeryit kearah menantunya
“memangnya kemana yunho?” Tanya heechul
“mereka akan bermain golf dengan yoochun dan siwon umma”
“siwon?!” umma jung kaget yang ia tahu yunho sangat anti dengan siwon setelah peristiwa penghianatan mantan sahabat anaknya itu jangan heran umma jung tau karena ia memang tau semuanya baik diceritakan yunho ataupun diceritakan tangan kanannya a.k.a park yoochun
“ne umma, siwon.. Mereka sudah berbaikan” kata jaejoong yang melihat raut bingung di wajah ummanya itu
“bagaimana bisa joongie” tanya heechul penasaran
“siwon meminta maaf pada yunnie umma, awalnya yunnie tidak terima tapi setelah mendapat desakan dari yoochun akhirnya mereka melupakan masa lalu”
“kau tau joongie saat sebulan kau dan siwon berpacaran yunho melewati hari-harinya menjadi sosok yang sangat berbeda ucapannya ketus dan dingin pandangannya datar memecat karyawan seenaknya akhh.. Umma ngeri sendiri mengingat yunho seperti itu”umma jung menerawang kejadian hampir 5 tahun yang lalu itu.
“benarkah umma!” jaejoong terkejut pasalnya ia baru mendengar hal ini
“ne joongi .. Umma mohon jaga yunho dengan baik ne” heechul memandang menantunya
“ne hmma .. Joongi akan menjaga yunnie” jaejoong menggenggam tangan heechul erat
“yunho jika bersamamu sangat berbeda dia menjadi sosok hangat dan manusiawi” jaejoong tertawa mendengar penuturan ummanya jaejoong memarkirkan mobil sportnya dan menutup kap mobilnya.
“kajja umma .” seru jaejoong ceria
“kajjaaaa~~~” teriak umma jung tak kalah semangat
Kita tinggalnkan sejenak umma dan menantu kompak ini kita menuju ke lapangan golf.
- Sky golf -
“yaeyy appa .. Kajja min sudah tidak sabar”
“ne kajja minnie” ucap yunho sabar ia tidak sadar anaknya sudah tidak cadel lagi
“itu chun jussi appa” changmin menunjuk yoochun yang tampak melambai pada mereka
“minnie jangan lari nanti jatuh chagii” changmin berlari dengan semangat
“eoh minnie appamu lambat sekali ne” siwon tertawa melihat yunho diejek yoochun.
“appa kan seperti beruang ahjussi makannya jalannya lambat. Kekekekk” changmin terkikiki
“min coba katakan sekali lagi appamu itu apa?” pancing yoochun ia menaikkan satu alisnya
“app beruang chun jussi” yoochun menutup mulutnya
“astaga yun . Anakmu sudah tidak cadel lagi” siwon ikutan menatap changmin dan tersenyum
“ wahh jagoan ahjussi sudah tidak cadel” siwon mengusak rambut jamur changmin.
“benarkah minnie?”yunho berjongkok mensejajarkan badannya dengan minnie.
“benar appa beruang min sudah tidak cadel” yunho sangat senang ia menggendong anaknya tinggi- tinggi
“yaakk appa .. Ahahahaha” changmin kesenangan dibuatnya
“anyeong yorobeun ..” semua orang berbalik dan melihat seorang hallyu star tersenyum lebar menyapa mereka
“yakk!! Kenapa kau ada disini” ucap yunho jengah
“tempat ini kan bisa didatangi siapa saja yunho ssi” hyunjoong tersenyum lagi lalu menatap changmin.
“anyeong minnie..” hyunjoong melambai
“ne” ucap changmin cuek tangannya memeluk leher appanya.
“yahh kau tidak ingat ahjussi eoh?” heran hyunjoong.
“ingat kok jussi, min hanya sedang tidak mood melihat ahjussi” hyunjoong melotot kaget sedangkan yunho, yoochun dan siwon menahan tawanya yang akan meledak.
“sudah . kajja kita main dan hyunjoong ssi jika kau ikut gabung silahkan” ucap siwon ramah membuat hyunjoong senang
mereka menyiapkan peralatan bermain golf terlihat disana ada empat umbrella girl yang sangat sexy mencoba membantu mereka yang jelas- jelas diacuhkan keempat ehh ketiga namja tampan itu karena hyunjoong terlihat menikmati suasana bersama umbrella girl itu.
30 menit kemudian.
“siwon jussi ajari min main” changmin menarik -narik celana siwon
“ne minnie.. Ahjussi akan mengajari minnie” siwon mulai mengajari changmin cara bemain golf awalnya changmin memang serius tapi lama- lama anak itu bosan dan malah bermain sendiri siwon akhirny membiarkannya berlari kesana kemari dengan ceria sambil membawa beberapa bola golf
Changmin melempar lembar bola golf hingga tanpa sengaja terlempar
DUKK!!
“akh!!” pekik hyunjoong
“changmin menutup mulutnya melihat apa yang ia lakukan” yoochun menyadari ekspresi tidak biasa changmin dan menoleh kearah hyunjoong yang memegang keningnya dengan ekspresi kesakitan
“hyunjoong ssi kau tidak apa-apa” yoochun menyentuh pundak hyunjoong
“ahh gwencana yoochun ssi” hyunjoong memaksakan tersenyum nyatanya kepalanya pening sekali
“maafkan minnie ne, dia masih kecil” yoochun berkata bijak
“ne, nan gwencana hanya masalah kecil” changmin berlari kearah hyunjoong dan bertanya takut- takut
“joong jussi .. Apa tidak apa- apa terkena lemparanku tadi, mian” changmin berkata tulus
Siwon dan yunho masih sibuk bermain tanpa sadar apa yang terjadi sebelum yoochun datang dan menepuk pundak mereka
“yoo yunhoo siwon kajja kita makan siang minnie sudah merengek minta makan” yunho mengangguk dan melihat changmin melempar - lempar bola golf
“ kajja siwon ah ..”
“ne .. Aku akan membereskan peralatanku dulu kalian pesan saja dulu aku akan menyusul” yoochun dan yunho berjalan kearah changmin dan manggandeng anaknya
.
.
Mereka sampai di restoran yang disediakan Sky golf, restoran itu sangat mewah tampak seperti restoran di hotel bintang lima. Memang sky golf adalah tempat bermain golf untuk para kalangan atas jadi yang datang adalah para artis, pengusaha , politikus, dan pejabat yang memang hobi bermain golf.
.
.
“jja .. Min mau pesam yang mana” yunho menyerahkan buku menu pada changmin
“noona.. Min pesan ini . Ini . Ini dan ini terus nanti ini juga ne” changmin menunjuk menu- menu dengan seenak perut karetnya membat yoochun melotot begitupun hyunjoong yanh mengurut dadanya syok menu disini sangat mahal untuk seporsi saja bisa menguras kantong dan changmin menunjuk 8 menu sekaligus
“sudah ?” yunho bertanya lagi
“ne appa . Appa mau pesan apa?” changmin penasaran
“nona saya ingin yang ini, dan tolong pastikan menu yang dipesan anak saya jangan terlalu pedas”
“baik tuan” kata pelayan itu ramah
“nona aku yang ini” kata yoochun
“aku yang ini” hyunjoong menimpali
“ahh tunggu sebentar ada temanku satunya masih berjalan kesini” yunho menunjuk siwon yang berjalan ke meja mereka.
“ahh kau menungguku nona cantik?” siwon tersenyum manis membuat wanita muda itu merona heboh
“ aku pesan ini ne”
“ne tuan, silalahkan menunggu sebentar” pelayan itu berlalu ke arah dapur
Hyunjoong yang dari tadi diam tapi ia gatal untuk bertanya
“uhm .. Yunho ssi” Yunho menoleh kearahnya
“ne hyunjoong ssi, wae?”
“apa tidak apa- apa minnie memakan makanan sebayak itu?” yunho tertawa pelan mengerti kebingungan hyunjoong
“minnie tidak akan kekenyangan walaupun makan sebanyak itu hyunjoong ssi.”
“apa joongie tidak marah kau memanjakan changmin secara bebrlebihan seperti itu?” hyunjoong sudah tidak tahan untuk bertanya
“aku tidak merasa memanjakan secara berlebihan” ucap yunho santai
“kau hanya belum terbiasa hyunjoong ssi” yoochun memutar bola matanya
"Lagipula dia anakku satu- satunya dia pantas mendapatkan apa yang ia inginkan" yunho tertawa pelan
30 menit kemudian~
tiga pelayan datang membawa banyak sekali menu membuat siwon heran apa temannya gila akan makan sebanyak itu batinnya
“apa kalian akan pesta eoh pesan banyak sekali” siwon terkekeh
“semua pesanan changmin siwon ssi” hyunjoong menyahut
“mwo!” siwon terkaget
“kajja kita berdoa dulu lalu makan semuanya” seru changmin senang membuat yunho tersenyum
“yun .. Apa minnie bisa menghabiskan semuanya” tanya siwon ragu
“tentu saja siwon ah” yunho berucap mantap sambil melirik changmin yang nampak menikmati makan siangnya
“untung appanya kaya, jika tidak aku tidak tau mungkin minnie akan kurus kering” yoochun terkekeh
“jussi .. Kenapa tidak makan?” changmin menegur hyunjoong yang nampak kaget
“ahh n-ne min” kata hyunjoong tergagap
Makan sambil berbincang - bincang namun berbeda dengan changmin yang masih tenggelam diantara makanan
“haah .. Min selesaaiiiii~” kata changmin senang membuat siwon dan hyunjoong yang tidak pernah tau sebesar apa nafsu makan changmin melongo
“k-kau menghabiskan semuanya min” ucap siwon tergagap
“ne jussi .. Habisnya min lapar sekali” Ucap changmin polos
“t-tapi itu tadi sangat banyak” kata siwon lagi
“kalau sama appa min makan banyak tidak apa-apa,tapi kalau umma tau pasti umma mengomel” ucap changmin polos
“aigoo~ sebenarnya joongie ngidam apa dulu saat hamil yun, anakmu jadi foodmonster seperti ini” desah siwon frustasi
“dulu joongie ngidam apa ya” yunho nampak menerawang mengingat jaejoong saat hamil dulu
“kau tau siwon ah, saat joongie hamil sifatnya menjadi sangat menyebalkan dan juga sensitif” ucap yoochun kesal membuat siwon dan hyunjoong tertawa
“ahh aku ingat, joongie saat hamil gemar sakali ehkem this and that” kata yunho santai membuat siwon terbatuk dan Hyunjoong tersedak minuman
“Yahh!!” hyunjoong berteriak ke yunho
“hahahha aku benar- benar menikmati joongie saat hamil changmin” yunho tertawa
“tentu saja kau yang diuntungkan babo!” sahut siwon
“kau jangan iri seperti itu siwon ah” goda yoochun
"Kau tau siwon ah, bahkan joongie akan merengek sampai menangis jika keinginannya tidak kuturuti"
"Luar biasah" yoochun menimpali
“appa min pinjam ponsel” yunho menyerahkan ponselnya
“yeoboseo bear” changmin meloudspeaker panggilan kemudian terkikir mendengar ummanya
“umma .. Ini min bukan appa beruang”
“ahh ne, ini kan ponsel appamu minnie mana tau jika kau yang menelpon eoh” sewot jaejoong
“apa umma sudah selesai berbelanjanya?” suara diseberang tertawa
“ahahha belum .. Uang appamu belum habis minnie” Membuat semua yang mendengar kompak membatin ‘anak dan umma memang kompak untuk menghabiskan uangmu jung kekekkek^^’
“min juga menguras uang appa umma. Kekekekke” changmin terkikik sambil melihat appanya yang menatap malas
“apa yang kau lakukan minnie” tanya jaejoong heran
“min cuma makan kok umma” kata changmin polos membuat semua namja dewasa memutar bola matanya bosan
“ohh kalau cuma makan tidak akan menghabiskan uang appa kok” kata jaejoong santai
“umma belikan min cemilan ne, puding, kue tart, lava cake, rolls, dan keripik ne umma”
“ne ne .. Umma tau” ucap jaejoong malas
“ uhm umma .. Jangan lupa ice cream ne vanila,strawberry dan coklat yang jumbo”
“ne .. Ne ..sudah umma mau lanjut belanja jaga appamu dari yeoja genit dan uke genit ne minnie” ucap jaejoong mengingatkan anaknya
“ne umma, min kan seme sejati min yang akan menggoda mereka” jaejoong tertawa keras dan changmin terkikik membuat namja dewasa disekitar changmin geleng- geleng kepala
“bye umma .. Anyeooong”
“ne mmmuach”
Pip.
“min .. Kau menelfon ummamu hanya untuk mengingatkan membeli cemilan” yoochun menatap malas
“ne jusssi .. Kekasih min harus selalu ada” kening siwon mengeryit
“siapa kekasihmu min?” kata siwon
“tentu saja makanan siwon ah apalagi” sahut yunho malas
Siwon speechless dan hanya berekspresi -_____-”
“kajja kita pulang kalau begitu..” ajak hyunjoong yang di iyakan semuanya.
"Kalian tidak ingin bersantai dirumahku eoh?" Kata yunho
"Ne sudah lama aku tidak kesana" Yoochun mengangguk
"Yasudah kita kesana" putus siwon
Disisi lain,
“joongie aku kasian melihat mereka” ucap heechul
“sudahlah umma, memangnya umma mau membawa belanjaan yang sebanyak itu” ucap jaejoong cuek
“aishhh umma tidak mau” heechul cemberut dan menatap kasian lima bodyguard berbadan kekar yang masing-masing membawa belanjaan ditangan mereka
“apa umma ingin membeli sesuatu lagi?” jaejoong masih melihat lihat
“ani joongie,kita pulang saja umma lelah” jawab heechul
“yasudah kajja” mereka berjalan beriringan tanpa menghiraukan paparazzi dan para fans yang dari tadi mengikuti mereka
.
.
“umma ingin kerumahmu saja joongie, appamu belum pulang dari jepang besok baru pulang” heechul menikmati perjalanan memandang keluar
“ne umma, minnie pasti merindukan umma” jaejoong tersenyum membayangkan anaknya pasti senang
TBC❤

Tidak ada komentar:
Posting Komentar