Minggu, 11 Desember 2016

My wife is model chapter 8

Chapter 8



Setelah 3 jam perjalanan akhirnya yunho dan jaejoong sampai di gwangju, yunho membangunkan boojaenya yang terlelap
‘boo.. Bangunlah sudah sampai dirumah umma”
“engh . Ne bear cepat sekali sampainya hoam..” jaejoong menguap pelan
.mereka turun dan masuk ke dalam hari sudah beranjak malam mereka akan menginap di gwangju malam ini
“APPAAA !! UMMAA ~” changmin berlari - lari kesenangan melihat umma dan appanya ia sangat rindu walaupun hanya berspisah sehari
“minnie .. Bogoshipo” jaejoong mencium gemas anak semata wayangnya itu membuat appa jung terkekeh
“yun.. Nanti akan menginap kan, sudah malam jika kalian kembali ke soul” umma jung menatap kawatir
“ne umma, ini sudah malam jadi besok pagi-pagi sekali saja kembali ke soul”
.
.
Mereka bersantai di ruang tengah jung cahngmin duduk diantara jaejoong dan yunho diseberang ada umma jung dan appa jung mereka berbincang ringan
“apa umma dan appa tidak ingin kembali ke mension di soul? Yunho berkata santai sambil mengganti- ganti canel tv yang membuat changmin kesal
“ishhh appa! Mana lemotnya. Appa membuatku pucing” pout changmin jaejoong tertawa melihat bibir pout changmin
“appa dan umma masih menikmati di gwangju yun ..” ucap heechul manja
“tunggulah 1 bulan lagi yunho ah, umma dan appa pasti sudah kembali. Hahahaha” hankyung terkekeh melihat wajah masam istrinya yang tidak rela
“halmonie ~” rengek changmin
“ne chagii.. Waee?? tanya heechul sabar
“muka halmonie selam jika sepelti itu” ucap changmin polos membuat heechul speechless
“yak!! Hannie .. Minnie menggolokku huweeee” jaejoong dan yunho hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingtah umma jung yang menangis seperti tidak tau umur
“sudahlah chullie .. Minnie kan masih anak - anak” hankyung menenangkan istrinya
“ahh ini sudah malam, kajja kita tidur semuanya” jaejoong berseru semangat
“kajja.. Minnie” yunho mengajak changmin yang masih fokus melihat tv

HUP

Yunho menggedong changmin membuat anaknya berteriak girang
“YAKK APPA! UMMA TOLONG MIN! AHAHAHHAHAH” gelak tawa Jaejoong melihat chamgmin

“kajja kita tidur .. Besok kita berangkat pagi” yunho menatap jaejoong dan juga changmin yang sudah terlelap ternyata ia berbicara sendiri mereka telah terlelap. Aigoo~
.
.
.
Pagi - pagi sekali mereka berangkat dari gwangju ke soul, walaupun masih mengantuk tapi mereka tetap berangkat karena yunho ada rapat penting pagi ini.

“nanti changmin ikut denganku bear..” yunho menoleh ke arah jaejoong
“apa tidak apa-apa mengajak minnie?” jaejoong menggeleng
“tidak apa-apa bear; lagipula minnie libur.. Dia akan bosan dirumah” yunho mengendikkan bahunya
“baiklah boo .. Jangan uri minnie ne, ahra kembali.. Aku tidak mau kau ataupun changmin terluka walaupun sudah ada bodyguard yang menjaga kalian aku tetap saja tidak tenang jika dirimu tidak bersamaku boo” jaejoong mengeryit nama yeoja yang sudah lama tidak didengarnya
“ahra kembali?” yunho mengangguk memastikan
“apa kau sudah bertemu dengannya bear?” yunho mengangguk lagi batinnya merutuki kenapa ia lupa bercerita
“ne kemarin dia menemuiku boo, dan aku memiliki firasat buruk saat melihat matanya” jaejoong mengangguk dan mengusap bahu yunho
“tidak apa-apa bear .. Aku akan menjaga diri juga menjaga minnie” yunho tersenyum mendengarnya
.
.
.
Yunho sudah rapi dengan jasnya ia bersiap pergi ke kantor jam masih menunjukkan pukul 8 ia bergegas menuju meja makan disana sudah ada anaknya yang terus berceloteh
“ummaa .. Minnie cudah lapaaalll~” changmin merengek lagi
“nehh .. Sudah selesai minnie,kita tunggu appa dulu ne” jaejoong menata makanan di meja dibantu para maid
“jja makan minnie” yunho sudah duduk di kursinya membuat changmin tertawa girang
.
.

- YJ entertaiment -

“boo kutinggal ne” yunho memaksa mengntar istri dan anaknya ke lobby membuat semua mata memandang keluarga kecil itu
“ne bear.. Sudah ada bodyguard yang bersamaku” yunho mengangguk dan mengecup bibir cerry itu sebelum melesat keluar untuk menuju kantor

Jaejoong menggendong changmin dan berjalan menuju lift yang nampak banyak orang tepat setelah jaejoong masuk hyunjoong juga masuk
‘kenapa ada orang ini’ batin jaejoong sebal
“eoh .. Kau mengajak putramu joongie?” hyunjoong tersenyum sumringah baginya ini adalah kesempatan mengambil hati anak jaejoong
“anyeoooong minnie..” hyunjoong mencoba menyapa changmin yang menatapnya datar
“ne” hyunjoong tersenyum ‘sama cueknya seperti jaejoong pikirnya’
“umma .. wajah ahjussi ini kenapa telsenyum telus, ahjussi ini gila ne?” changmin berkata polos membuat orang yang berada di dalam lift menahan tawanya
“ne” ucap jaejoong tanpa sadar ia masih sibuk dengan ponselnya ia sedikit kesusahan mengetik pesan dengan menggendong changmin
“mwo!” hyunjoong syok dengan jawaban jaejoong
“wahh ahjussi telnyata gila. Kikikikiki” changmin terkikik semua orang tertawa nista melihat hyunjoong dibully bocah berumur 5 tahun itu.
“noona cantiik .. Apa minnie benal?” changmin yang memang posisi digendongan ummanya menghadap belakang memudahkannya melihat orang- orang dibelakang ummanya
“uhm .. N-nee..” ucap IU ragu- ragu ia tidak tahan melihat keiumutan changmin dan mencoba mengelus pipi cangmin tapi changmin menghindar
“minnie tidak cuka di centuh- centuh noona nanti min jadi jelek nanti” IU terkekeh
“hyuuuung .. Benal kan minnie?” kali ini changmin melirik kwangsoo yang gelagapan dan mengangguk ragu “n-neh”

Hyunjoong menatap nyalang kedua artis muda itu ia menghela napas sungguh dalam hidupnya ia tidak pernah dibully ini sangat memalukan aigoo.. Jung satu ini masih kecil tapi pintar sekali batinnya.

“ahjussi tidak gila minnie, Ahjussi sangat bahagia bertemu denganmu. Bukankah ahjussi sangat tampan jika tersenyum eoh?” hyunjoong dengan PD-nya
“ANIYO! Appa min yang teltampan lalu yang kedua min jadi ahjussi jangan ngaku-ngaku” changmin melotot kearah hyunjoong yang sudah memasang wajah masam. Jaejoong hanya diam terlalu malas melihat hyunjoong yang masih saja berusaha mendekatinya lewat changmin
“bagaimana kalau nanti ahjussi membelikan minnie ice cream?” pancing hyunjoong dan berhasil dia melihat changmin berbinar
“min boleh makan ice cleam umma?” changmin melihat kearah jaejoong
“ne minnie..” hyunjoong bersorak di dalam hati
“tapi nanti appa akan malah jika min tellalu banyak makan ice cleam umma” changmin berkaca- kaca
“umma juga akan marah minnie jika min terlalu banyak makan ice cream” jaejoong berkata sabar
“ahh tidak jadi ahjussi, min tidak mau” changmin berkata ketus
“wae eoh?”
“min maunya makan ice cleamnya sama appa, lebih ceru” hyunjoong mendengus yunho lagi yunho lagi batinnya.

TING

Lift terbuka jaejoong melangkahkan kakinya menuju ruang pemotretan disana sudah ramai ada junsu yang menunggunya
“IMoooo ... Duck butt” changmin berlari menuju junsu yang mukanya tertekuk mendengar panggilan aneh changmin ingin sekali mencekik changmin jika saja ia tidak takut dengan hyungnya yang sangat menyeramkan jika sedang marah
“mwo! Bwahahahaha” yoochun tertawa nista mendengar panggilan changmin
“haloo ahjussi tampan-...” yoochun tersenyum 1000 wattnya tapi..
“yang jidatnya lebal selebar jalan tol” yoochun mendumel mendengar keponakan tersayangnya itu ia mendengus melihat junsu tertawa nista sepertinya tadi.
“hyuung, kau berganti bajulah dulu aku akan menjaga minnie disini” ucap junsu
“ani su ie.. Kau ikut joongi aku yang menjaga minnie” yoochun menatap junsu dengan segera junsu mengangguk mengerti maksud kekasihnya bahwa kakaknya harus berada dalam jangkauan mereka.
.
.
“ahh minnie anyeoong kita bertemu lagi” changmin menatap tidak suka pada hyunjoong
“ahjussi mengikuti min ya!” tuduh changmin membuat yoochun tertawa
“ahjussi juga ada pemotretan minnie” yoochun menengahi
“ohh .. Jadi ahjussi ini altis ??” tanya changmin polos
“ne .. Ahjuss inii artis, model, pemain film, penyanyi ahjussi bisa semuanya minnie” changmin mencebil meremehkan hyunjoong
“kenapa minnie??” yoochun penasaran kenapa ekspresi changmin seperti itu
“min tidak cuka ahjussi ini.” yoochun dan hyunjoong melongo
“wae ??” hyunjoong tidak terima
“ahjussi kalau liat umma sangat mecum, padahal yang boleh melihat umma dengan tatapan mecum hanya appa beluang” hyunjoong mengeryit membuat yoochun mengerti
“appa beruang itu yunho, hyunjoong ssi” changmin mengangguk -anggukan kepalanya
“memangnya kapan ahjussi seperti itu miniie?” hyunjoong menghela napas bukankah baru tadi ia bertemu bocah evil ini.
“tadi di lift” ucap changmin singkat lalu berlarian menuju artis- artis muda yang memekik gemas mrelihat anak dari CEO jung itu.
.
.
“apa changmin memang seperti itu yoochun sii? Yoochun memandang malas ke hyunjoong
“jika kau berfikir ingin mengambil perhatiannya kau akan membuang- buang waktumu hyunjoong sii, minnie tidak akan berpaling dari sosok appanya dia sangat ‘jinak’ jika dengan yunho bahkan jaejoong kadang kuwalahan dengan tingkah changmin yang kadang sedikit bandel” hyunjoong membenarkan kata- kata yoochun
“dia bahkan terang- terangan mengatakan tidak suka kepadaku” hyunjoong mendesah frustasi
“karena kau mendekati ummanya” jawab yoochun singkat
“apa selalu seperti itu pada semua orang yang mendekati ummanya?” yoochun masih memperhatikan changmin yang menggoda gadis- gadis muda
“setauku insting minnie tajam untuk orang- orang sepertimu, asal kau tau dia itu anak jenius, walaupun yunho tidak pernah mendiktenya untuk berperilaku sepeprti itu” yoochun melirik hyunjoong yang juga memperhatikan changmin
“dia benar benar mewarisi darah jung dengan sempurna” ucap yoochun lagi.
“apa yunho pernah memarahi changmin?” yoochun menggeleng membuat hyunjoong terkejut
“yunho tidak pernah marah pada changmin bahkan dulu changmin pernah melakukan kesalahan fatal kertas persetujuan kerja sama yunho dengan perusahaan avex jepang dijadikan changmin sebagai alas bergambar dengan menggunakan crayon padahal kau juga tau kan avex bukan perusahaan kecil kertas itu bernilai milyaran won tapi yunho berkata ‘tidak apa- apa’ bahkan ahjussi jung sampai hampir terkena serangan jantung” hyunjoong melotot horor
“apa yunho sudah gila” ucap hyunjoong spontan yoochun tertawa pelan
“dia tidak gila, hanya saja dia sangat menyayangi jaejoong dan changmin dia tidak akan pernah membuat kedua orang tercintanya itu bersedih apalagi terluka” yoochun memeriksa berkas yang tadi dibawanya sambil terus berbincang dengan hyunjoong
“lalu apa yang terjadi dengan kerja sama itu?” hyunjoong penasaran
“yunho sangat pintar bernegosiasi saat kuliah dulu ia menjadi yang terbaik diantara kami semua, tentu saja dengan mudah ia berhasil meyakinkan pihak avex”
“jadi kau berteman dengan yunho ssi dari kuliah yoochun ssi?
“ani .. aku teman dari bayinya. Hahahahha” yoochun tertawa pelan melihat mata melotot hyunjoong.
.
.
“chunnie .. Kau membiarkan minnie di kerubuti yeoja itu eoh” junsu berkacak pinggag
“dia sedang bermain su ie biarkan dia menikmati waktunya. Apa jaejoong sudah mulai pemotretan?”
“ne sudah”

.
.
jam makan siang yunho pergi keluar kantor menuju YJ entertaiment dia ingin makan siang bersama changmin dan jaejoong, dia tidak suka makan sendirian.

Hyunjoong yang barusaja selesai pemotretan berjalan kearah ruang ganti ia melihat changmin merengek pada jaejoong tapi jaejoong dengan sabar memberitahu changmin. Hyunjoong membayangkan dirinya adalah appa dari changmin pasti sangat bahagia rasanya hyunjoong tersenyum kecut dengan khayalannya barusan sangat tidak mungkin untuk merobohkan dinding kokoh seorang jung yunho.



TBC❤

Tidak ada komentar:

Posting Komentar