Chapter 3
- uri minnie -
Saat suasana sudah kembali normal semua menjalankan perannya masing” walaupun mereka masih mencuri curi pandang pada mahkluk tuhan yang paling tampan dan juga sexy ditambah lagi dengan kedatangan namja berlesung pipi yang juga tak kalah tampan dari dua mahkluk sebelumnya.
Tap
Tap
Tap
“sudah lama tidak betemu chun” siwon tersenyum kearah yoochun
“oh kau disini juga siwon-ah” dibalas anggukan dari siwon merasakan aura dingin namja disebelah yoochun siwon menyadari yunho masih belum memaafkannya
“yun kenapa kau diam saja, kau tidak menyapa sahabatku ini eoh??” siwon terkekeh melihat yoochun menyenggol yunho yang sedari tadi memyibukkan diri dengan bermain ponsel hingga menatap siwon sekilas
“ne .. Kau mau aku bicara apa siwon ssi” siwon mendengus mendengar panggilan formal yunho padanya
“kau masih mengingat kesalahan masa lalu yunho ah, aku sudah berubah kau tau sendiri sepupumu sekarang menjadi kekasihku”
“lalu?” yunho jengah melihat orang yang dianggapnya penghianat itu
“lupakan masa lalu, lagipula aku sadar jaejoong tidak akan pernah melihat orang lain selain dirimu itu sudah kubuktikan sendiri walaupun dia menjadi kekasihku tubuh dan pikirnanya masih terpusat padamu” siwon melirik yunho yang menatap tajam padanya seakan belati yang bisa membus jantungnya
“YAAA!! kalian ini seperti bocah saja cepat berbaikan” yoochun jengah melihat kedua sahabat baiknya masih saja mendebatkan hal yang sudah berlalu lama
“ck!” yunho berdecak melihat siwon mengulurkan tangannya tak pelak ia menyambut uluran tangan itu seperti tidak ada masalah dia sadar semua sudah berlalu lama.
mereka bertiga terlibat percakapan layaknya teman yang sudah lama tidak bertemu membuat seseorang memgeryit bingung dan yang satunya melongo siapa pelakunya tentu saja jaejoong dan juga junsu
“su ie .. Apa kau bisa menamparku? Spertinya aku mimpi disiang hari” junsu yang masih melongo akhirknya tersadar dan menyeringai setan kearah hyungnya bukankah hyungnya minta ditampar baiklah dengan baik hati ia mengabulkannya. Kekekkeke ^^
Plakk
“yakk! Su ie itu sakit!” jaejoong memandang adiknya tajam ditatap dengan ekspresi ingin membunuh seperti itu junsu sadar keselamatannya terancam! Dia berlalu cepat menuju kekasihnya meminta pertolongan dan jaejoong megejarnya terjadilah aksi kejar kejaran jaejoong dan junsu membuat semua orang diruangan itu kompak berkata dalam hati “apa benar ini orang tadi mengamuk mereka? Seperti bocah” ingat! Suara itu hanya dalam hati jika sampai terdengar mungkin tempat pemotretan itu akan menjadi rata dengan tanah karena sosok jung jaejoong yang memgamuk lebih seram dari hantu.
Hosh
Hosh
Hosh
Deru napas keduanya membuat mereka berhenti kejar kejaran
“su ie aku capeek” rengek jaejoong dengan tidak elit
“hyung apa kau gila eoh, kau yang mulai mengejarku duluan” sewot junsu
“salahmu sendiri mengapa kau lari!” sahut jaejoong tak kalah sewot dengan wajah angkuh dan melipat kedua tangan di dada
“huuffttt” junsu pergi sambil mengankat tangannya dia tidak akan pernah menang melawan jaejoong akhirnya dia pergi menuju sofa sebelah yoochun dan bersandar manja pada lengan kekasihnya
“wae .. Baby ..” yoochun bertanya sambil mengusap peluh junsu
“aku sebal chunnie” dengan cemberut junsu mengadukan hyung tercintanya itu yang juga di dengar dua namja lain yang menatap jengah aksi lovely dovey kedua namja didepannya
Disisi lain jaejoong juga menuju yunho dan seenak bokongnya duduk di sebelah yunho dan dengan sengaja menyenggol yoochun yang dibalas yoochun dengan helaan napas melihat kedua orang ini
“bear .. Aku lelah..” jaejoong mengrucutkan bibirnya
“yah boo.. Bukankah kau duluan yang memulainya chagi” yunho berkata dengan sabar sambil memgelus rambutnya jaejoong menegakkan tubuhnya menatap yunho dengan tajam maksudnya bermanja pada beruangnya malah yunho seperti itu membuatnya dongkol seketika
“kau membelanya beruang gendut!” sewot jaejoong
“mwo!” yunho syok sedangkan siwon, yoochun dan junsu menahan tawa melihat wajah syok yunho yang terlihat sangat tidak elit
“ne. Kau membelanya beruang genduuuuttt??” jaejoong memandang sebal dia duduk menyilangkan kakinya yang diayun”kan
“ani boo .. Aku hanya melihat apa yang kulihat boo” melas yunho
“sudahlah joongie kau ini kekanakan sekali” siwon berusaha tidak memperkeruh keadaan dengan tersenyum manis namun apa yang didapat malah dipandang sebal oleh jaejoong membuatnya menciut dan memutup mulutnya rapat.
“haaah .. Aku lelah sekali” jaejoong menyandarkan kembali badannya pada yunho dengan sigap yunho memeluk istrinya yang seperti orang pms di pagi hari itu.
Dari arah pintu terlihat yeoja cantik mengenakan dress selutut berjalan kearah siwon kekasihnya
“wonnie .. “ tangannya terulur memeluk kekasihnya yeoja kalem itu melirik jaejoong yang bersandar di bahu yunho dan terkekeh pelan
“aku menunggumu dari tadi kenapa kau terlambat bummie” siwon cemberut sungguh tidak pantas dilihat namja yang biasanya menampakkan ekpresi cool dan kalem bisa juga cemberut
Acara pemotretan pun dimulai jaejoong berpose dengan profesional menurut arahan sang potografer suasana yang sudah tak asing lagi bagi model senior seperti jung jaejoong walaupun usianya masih muda tapi ia mencapai puncak ketenaran tanpa mengandalkan nama besar keluarga jung suara jepretan kamera, arahan sang potografer hal yang menjadi kepuasan tersendiri bagi model berparas ayu itu, semua berdecak kagum melihatnya berpose dengan luwes hingga sesi terakhir berjalan lancar.
Dilihatnya suaminya a.k.a jung yunho masih menunggunya sambil berbincang dengan siwon tidak tampak yoochun sepertinya keluar saat ia masih sesi pemotretan yunho yang melihatnya berjalan ke arahnya tersenyum manis sekali membuat pipi jaejoong merona melihat suaminya itu yunho menyerahkan botol minum pada jaejoong yang langsung diteguk habis ia benar” haus
“kau menunggu bummie siwon ah ??” jaejoong melirik sekilas lalu duduk disebelah yunho
“ne jaejoong ah .. Aku menemaninya” jaejoong mengeryit bingung apa siwon tidak bekerja bukankah siwon juga sama seperti yunho seorang presdir? Jaejoong menggeleng kebingungan
“kau kenapa boo”
“tidak apa apa bear, kajja kita menjemput minnie bear” dengan semangat jaejoong menyeret yunho yang tidak siap membuat siwon terkekeh memang pasangan yunjae itu unik pikirnya.
Diperjalanan jaejoong bersenandung lagu kesukaan yunho sambil mengerling nakal kearah yunho membuat yunho jaejoong sangat moody hari ini tak pelak membuat yunho ikut bersenandung juga
“apa kita perlu memeriksakanmu boo” kekeh yunho sambil melirik belahan jiwanya
“mwoh?? Wae bear?” jaejoong memiringkan kepalanya sambil menoleh
“kau terlihat sangat moody dan sensitif seperti saat mengandung changmin” yunho mengelus rambut jaejoong yang terasa sangat halus
“begitukah??” ohh lihatlah jaejoong memiringkan kepalanya sambil berkedip jika saja yunho tidak mengemudi mungkin ia akan menerkam.jaejoong saat ini juga
“ne .. kau masih minum obat pencegah kehamilah boo?”
“iya bear aku meminumnya” jaejoong melihat yunho walaupun ekspresinya biasa jaejoong tau ada setitik kekecewaan di mata musang itu membuat hatinya berdenyut nyeri melihat orang yang mendampinya bertahun tahun kecewa padanya walaupun tidak ditampakkan walaupun dalam hati ia meurutuk kenapa harus berbohong saat ia telah tidak meminum obat itu sebulan lalu
“oh .. Guraee ..” yunho fokus menyetir dan berusaha menampilkan ekspresi biasa saja walaupun di dalam hatinya ia ingin sekali memberikan adik untuk changmin yang beberapa hari yang lalu merengek kepadanya.
Flashback❤
Saat berjalan” sore di taman bunga yang dimiliki jaejoong tampak banyak bunga indah bermekaran hasil tanam istrinya tampak bunga lili berbagai macam, mawar merah, putih, dan berbagai bunga lain yang berwarna warni memanjakan mata yang melihatnya belum lagi udaranya sangat sejuk taman yang di design sendiri oleh jaejoong menjadi tempat yang nyaman untuk berjalan” saat waktu senggang.
“appa .. Appa ..” changmin berlari lari kecil menuju appanya
“ne .. Minnie .. Wae?” yunho menghampiri changmin sambil merenggangkan kedua tanggannya siap menangkap chanhmin
Hup
“wae..” changmin tertawa senang saat tubuhnya telah digendong appanya
“appa.. Tadi minnie melihat kyunie dijemput olang tuanya” changmin menatap appanya sambil memegang bunga kecil yang dipetik dan dimainkannya
“lalu ?” yunho memilih berjalan menuju air mancur ditengah taman
“olang tuanya membawa adik kecil kyunie appa”mata changmin berkaca kaca yunho memjadi tidak tega melihat anaknya
“minnie ingin adik kecil eum?” changmin mengangguk semangat menatap appanya dengan puppy eyes attack layaknya jaejoong saat meminta aesuatu padanya
“minnie mau adik appa, sepelti adiknya kyunie” yunho mengelus kepala changmin dengan sayang.
“neh .. Appa akan membuatkannya” yunho terkekeh melihat changmin terlonjak kesenangan dengan apa yang di bicarakan appanya
Flashback end❤
Sesampainya didepan gerbang sekolah internasional dongbang elementary school yunho dan jaejoong menunggu jam menunjukkan pukul 11.20 tinggal 10 menit lagi dipastikan jung changmin keluar gerbang putih yang kokoh itu
“minnie dijemput siapa hali ini ?” kyuhyun berjalan beriringan dengan changmin menuju gerbang
“eoh .. Dijemput appa cama eomma kyunie ah” changmin menggandeng kyuhyun mempercepat jalan menuju gerbang dia sudah tidak sabar pulang bersama appa dan eommanya
“bear .. Itu minnie dan kyunie” jaejoong melangkahkan kakinya menuju kedua bocah kecil nan lucu itu disusul yunho dibelakangnya
“aigoo .. Anak umma masih kecil sudah menggandeng kyunie seperti pacarny min” jaejoong terkekeh
“yak umma, kyuni ini pacalnya miin” yunjae melongo mendengar jawaban changmin demi apa dia masih bocah 4 tahun sudah mengklaim seseorang. Astaga -_- seperti appanya neߒᅧ“kyunie .. Belum dijemput?” yunho menyahut setelah keterkwjutannya
“uhm .. Belum ahjussi, kulasa sebental lagi” kyuhyun tersenyum manis yunho mengacak rambut kyuhyun
“kita tunggu saja ne bear.. Kasian kyunie jika menunggu sendiri”
“ne boo ..”
Tak lama mobil orang tua kyuhyun tiba saat dimobil kyuhyun melambai pada keluara yunjae. Aigok manis sekali. akhirnya mereka melesat menuju mension mereka dengan celoteh changmin sepanjang perjalanan.
TBC.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar