Minggu, 26 Maret 2017

MINE Chapter 7




Title                        : MINE
Genre                      : angst, romance
Length                   : -
Rate                        : M
Main cast               : yunjae etc.


Chapter 7



“haaaah .. aku hampir mati ketauan yoochun hyung” jaejoong mengusap keringat yang membasahi keningnya ia melirik yunho yang sudah bangun dan menatapnya dalam diam
“wae? Kenapa menatapku seperti itu?” tanya jaejoong
“tidak apa- apa, aku hanya ingin melihatmu yang sedang ketakutan mendengar suara yoochun hyung” goda yunho membuat jaejoong memandangnya sebal
“kukira ini ponselku” gerutu jaejoong
“gwencana, kau baik – baik saja?” tanya yunho lembut ia menarik jaejoong hingga tubuh jaejoong terbaring lagi
“kau hampir membuatku pingsan karena gaya bercintamu yang bar- bar” dengus jaejoong
“hahhaha.. mhiane boo, aku lepas kontrol” yunho mengeratkan pelukannya pada perut jaejoong ia tidur membelakangi tubuh polos jaejoong
“kau tidak perlu bertindak bar- bar seperti itu yunnie, jika kau memintanya aku akan dengan senang hati mau bercinta denganmu” jaejoong mengedipkan matanya genit
“ya yah! Wahh .. kau benar – benar mesum boojae” jaejoong terkikik geli
“kau ingin sesuatu boo?” jaejoong menoleh menatap yunho
“kau ingin mengabulkan keinginanku yunnie?” jaejoong berbinar senang
“jika kau bisa aku akan mengabulkannya” jaejoong bersorak senang
“baiklah aku akan menyebutkan keinginanku aku ingin bercinta di kantor, lalu aku ingin bercinta di pantai dan lagi aku ingin bayi” mata jaejoong berkedip lucu dan berbinar senang membuat yunho melongo
“yah.. permintaan macam apa itu boo, aishh .. kau benar – benar mesum” jaejoong memandang kesal kearah yunho tiba- tiba sebuah ide melintas di kepalanya tangannya diarahkan ke selakangan yunho dan bibirnya merambat menuju leher yunho dan menghisapnya dengan kuat meninggalkan tanda merah keunguan ia melihat hasil karyanya dengan puas ia juga melihat yunho terangsang hebat karena ulah tangannya
“Oopss! Mhiane.. aku harus ke kamar mandi tubuhku lengket” jaejoong tersenyum manis meninggalkan yunho dalam keadaan on diatas ranjang ia tertawa melihat wajah syok yunho
“yah! Boo! Kau harus bertanggung jawab apa yang kau lakukan!” teriak yunho frustasi ia memandang benda kebanggaannya yang berdiri tegak menjulang “aishh.. kucing nakal” gerutu yunho sebal
.
.
Jaejoong keluar kamar mandi setelah satu jam berendam ia ketiduran dikamar mandi karena tubuhnya sangat lelah, ia mencari- cari yunho di sekeliling kamar itu tapi tidak ditemukan adanya yunho
“ini aneh.. bukankah aku meninggalkannya dalam keadaan on harusnya ia disini atau menungguku di depan pintu kamar mandi.. ah molla” jaejoong mengendikkan bahunya ia keluar kamar yunho dengan wajah fresh
“changmin hyung.. tunggu, kau melihat yunnie?” changmin mengeryit
“dia sudah berangkat ke bandara, ia akan ke jepang selama dua hari sebagai perwakilan kim corp.. apa dia tidak memberitahumu joongie?” jaejoong menggeleng
“wahh.. dia meninggalkanku tanpa pamit akan kubunuh dia jika pulang!” erang jaejoong frustasi membuat changmin tertawa
“apa kau sudah siap dibunuh yoochun hyung eoh jaejoongie?” changmin tertwa geli meilhat wajah jaejoong berubah pucat
“apa yoochun hyung belum tiba?” cicit jaejoong
“sebentar lagi, dia sudah dijemput pak lee..” changmin memperhatikan jam yang melingkar di tangannya “baiklah.. aku akan beraksi jaejoongie, kau dirumah saja aku yakin pasti tubuhmu itu sangat lelah” goda changmin membuat jaejoong melotot
“YAH! KAU KEMARI CHANGMIN HYUUNG SIALAN!!” teriak jaejoong saat melihat changmin sudah melambaikan tangannya di kursi kemudi
“yah.. kenapa kau berteriak begitu joongie” jaejoong mematung mendengar suara yoochun yang sangat dekat dengan pelan di tolehkannya kepalanya kearah yoochun
“anyeoong hyuung.. bogoshipoyo” jaejoong menubruk tubuh yoochun dan memeluknya erat
“nak yoochun sudah pulang?” ahjumma choi menyapa yoochun dengan pelan dilepasnya pelukan jaejoong dan membungkuk sopan pada pengasuh jaejoong sedari kecil itu
“apa kabar bibi, aku sangat merindukanmu” yoochun memeluk ahjumma choi erat ia sudah menganggap seperti ibunya sendiri karena sedari kecil ia sudah kehilangan kedua orang tuanya
“makanlah dulu aku akan mengangkat barangmu ke kamar yoochunie” yoochun menggeleng
“aku yang akan membawanya bibi.. terimakasih” bibi mengangguk dan segera beralalu dari keduanya
“kubantu hyung” jaejoong mengambil tas jinjing yang tersampir di bahu yoochun
“dimana yunho dan changmin?” tanya yoochun ia menyeret kopernya pelan menuju kamarnya ia tidak melihat ekspresi meringis jaejoong yang sekuat tenanga disembunyikan
“yunho hyung berangkat ke jepang dan changmin hyung sedang keluar” ia mencoba mengimbangi langkah yoochun tapi sial holenya perih ia bersumpah akan memberi pelajaran pada yunho jika sudah pulang
“apa changmin menjalani misinya sekarang?” jaejoong mengangguk dan mendudukkan pantat seksinya di ranjang yoochun
“ne, umma sedang ada di busan ada pagelaran fasion show disana ia memboyong semua modelnya juga peralatannya dia sangat sibuk satu minggu ini”
“apa appa kim baik – baik saja, sejauh yang kutahu yunho mengatakan jika kesehatan appa kim sedikit memburuk joongie” yoochun melepas dasi yang mencekiknya
“kau harus mengawasi appa dengan teliti hyung, aku punya firasat yang sangat buruk akhir- akhir ini” jaejoong menghembuskan nafasnya lelah
“jangan terlalu banyak berfikir joongie, kudengar dari changmin kau masih suka membolos dan berginta ganti pacar” jaejoong menatap sengit yoochun
“itu bukan aku hyung! Aku sudah berubah aku sudah rajin ke kampus dan tidak berkencan dengan yeoja- yeoja lagi” protes jaejoong
“baguslah kalau begitu.. jangan membuat beban pikiran appamu, dia sangat menyayangimu joongie” jaejoong mengangguk membenarkan
“apa hyung akan menetap disini dan tidak kembali ke new york lagi?” tanya jaejoong
“ne, tugasku sudah selesai di new york, mungkin untuk sekarang aku akan kesana setahun dua kali ku kira sekarang giliran yunho” jaejoong memandang tidak mengerti
“apa maksudmu hyung?” yoochun menoleh kearah jaejoong tangannya berhenti merapikan pakaian yang di ambilnya dari koper untuk di letakkan di lemarinya
“kami akan mendapat giliran menetap di luar negri untuk menstabilkan perusahaan kim corp cabang di jepang sekarang yunho ke jepang bukan? Mungkin dia akan menetap disana cukup lama” jaejoong meremat sprei yang ada di bawahnya
“jadi maksudmu kau ke new york kemarin juga karena giliran itu?” yoochun mengangguk membenarkan “aku tidak percaya ini ..”
“apa yunho tidak memberitahumu tentang ini?” jaejoong menggeleng dan segera beranjak membuat yoochun menatap bingung jaejoong
 Jaejoong menuju kamarnya dan mengambil ponselnya “aishh! Apa kau sengaja menonaktifkan ponselmu eoh!” jaejoong membanting ponselnya kearah sofa

Yunho menyeret kopernya masuk ke apartemen mewah di jepang yang merupakan fasilitas dari kim corp ia membuka ponselnya banyak sekali pesan dari jaejoong
‘yah! Beraninya kau berangkat tanpa memberitahuku!’
‘cepat aktifkan ponselmu yunnie, aku merindukanmu L
‘kau ingin aku mati muda karena cemas memikirkanmu?’
‘kenapa tidak membalas pesanku eoh!’
‘Kau jahat yunnieL
‘kau membobolku sacara bar- bar jadi kau akan pergi itu alasannya dasar babo’
‘aku akan membuat perhitungan jika kau kembali !’
‘yah! Aktifkan ponselmu atau aku akan memberitahu chunnie hyung tentang kita!’
‘boghosipoyo yunnie ah’
Yunho tertawa membaca deretan pesan jaejoong yang sangat menggemaskan ia bisa menebak pasti jaejoong sedang mengamuk sekarang “dia pasti sangat kesal.. hahahah” yunho meletakkan ponselnya di meja nakas tapi pesan baru muncul membuat yunho langsung bergerak membukanya
‘yunnie.. holeku ingin dimasuki’
Glek.
Yunho menelan ludahnya saat membaca pesan jaejoong ia membayangkan jaejoong sedang berbaring dengan kemeja putih yang kancingnya hanya terkancing satu yang mempertontonkan tubuh molek jaejoong “aiishhh!! Kenapa aku terbangun hanya membayangkannya” yunho menatap selakangannya yang menggembung ia berdecak kesal dan menuju kamar mandi

2 minggu kemudiann –
“changmin hyuung.. kenapa yunnie belum kembali, dia sama sekali tidak membalas pesanku” jaejoong menelungkupkan kepalanya diatas meja dan menghela nafas
“yah, dia sedang bekerja kenapa kau se lesu itu eoh” changmin memakan keripiknya sambil melirik jaejoong yang sedang frustasi diam – diam ia tertawa geli setiap hari jaejoong selalu merengek menanyakan kapan yunho pulang dan dia sedang apa diam – diam ia menghubungi nomor yunho yang lain yang hanya di ketahuinya dan yoochun changmin melihat layar ponselnya yunho sudah mengangkatnya
“apa dia sibuk sampai seharian, setidaknya- setidaknya mengabariku apa dia tidak merindukanku eoh! Atau disana dia sedang besama yeoja yang berdada besar! Apa mereka bercinta ottoke Minnie hyung” jaejoong menarik kripik yang dipegang changmin hingga pemiliknya melotot
“yah! Apa yunho hyung disana untuk liburan eoh! Kau ini ada- ada saja joongie.. lagi pula apa yunho hyung type orang yang akan berpaling secepat itu eoh!”

Bruk!

Ponsel changmin jatuh di sebelah jaejoong membuat jaejoong segera memungutnya dan melayangkan pandangan sulit diartikan
“ponselmu jatuh” changmin segera menyambar ponsel itu dan bernafas lega karena jaejoong tidak curiga
“aku akan tidur, tubuhku lemas sekali” jaejoong bangkit dan segera menuju kamarnya
“aku hamper saja tamat hyung!” bisik changmin ia segera beranjak menuju kamarnya
“apa dia sakit min? kenapa dia mengeluh lemas?” yunho bertanya dengan nada mendesak membuat changmin mendesis
“jika kau kawatir segera selesaikan urusan disana dan segera pulang hyung, kau tau telingaku ini sudah tidak sanggup mendengar rengekan joongie yang selalu menanyakanmu eoh!”
“ahahaha ne, aku akan segera menyelesaikannya min.. mungkin dua minggu lagia aku akan segera pulang, tolong awasi jaejoong ne jangan sampai dia terluka”
“kau tau joongie tidak pernah mengeluh pada yoochun hyung, tapi menurutku dia sudah tau dan berpura- pura tidak tau hyung.. aku sangat mengenal yoochun hyung”
“aku sudah memberitahunya min, dia mengumpat seharian saat aku menceritakan seluruhnya” changmin tertawa nista mendengar cerita yunho
“jika kau sudah pulang, mungkin kalian akan tamat hahahah” changmin tertawa memegangi perutnya
“disini masih kacau min, kukira jika kau segera pulang bukan ide yang baik, para petinggi terlibat kasus penggelapan dana perusahaan aku sudah mengantongi nama – nama yang akan di depak dari perusahaan”
“kau mendapatkannya dari mana hyung? Apa kau menghack system keamanan disana?” Tanya changmin
“yah. Jika kau ingin mendapatkan sesuatu kau harus memulainya dengan tau banyak hal lebih dulu.. aku akan bermain cantik disini changmin ah mereka akan kubuat mengakuinya sendiri tanpa aku harus mengeluarkan kartu as ku” ucap yunho santai
“kau yang terbaik hyung!” seru changmin girang
“aku akan melaporkannya pada ahjussi kim, kututup telfonnya ne”
Pip.


Tbc.

Naughty Jaejoong Chapter 6



Title                       : Naughty Jaejoong
Length                   : -
Rate                       : M
Main Cast             : Yunjae Etc.

Chapter 6


Yunho memakai setelan jas hitam yang mahal nampak sangat pas ditubuhnya yang tinggi tak lupa jaejoong yang berpakaian elegan juga seunghyun yang tak jauh berbeda dari pakaian yang yunho kenakan hanya berbeda warna mereka bertiga berjalan di deretan paling depan diikuti beberapa orang yang juga sedang meninjau lokasi pembangunan hotel internasional yang sedang mereka bangun
“selamat pagi presdir jung, dan presdir choi.. sebuah kehormatan bisa bertemu dengan kalian” ucap pria tua yang menjabat sebagai manager pembangunan
“ah ne, bagaimana tuan ma apakah ada masalah yang terkendala selama pembangunan?” tanya yunho membuat tuan ma tersenyum
“aniyo . pembangunan lancar.. terima kasih sudah memberikan fasilitas bagi kami semua tuan jung” yunho mengangguk kecil
“apa proyek bisa di selesaikan tepat waktu tuan ma?” tanya seunghyun
“ne, saya rasa proyek ini akan lebih cepat dari yang diperkirakan tuan choi” seunghyun mengangguk kecil
Mereka berbincang kecil membuat jaejoong merasa bosan dan melihat- lihat bangunan yang belum jadi ia sedikit menjauh menuju kearah jendela yang belum terpasang kaca ia bersenandung kecil di dekat jendela yang lebar menampakkan langit jeju juga udara yang sangat segar sebelum sebuah suara yang tanpa disadarinya sebuah bongkahan semen yang runtuh dari lantai atas
“AWAAAAAS!!!”
semua pekerja berteriak agar jaejoong menghindar matanya terpejam tapi ia merasa tubuhnya tidak merasakan apapun
boo!!
Jaejoong!

BUG !!!!
Bongkahan semen itu mengenai bahu yunho dengan sangat keras jaejoong merasakan tubuhnya di peluk dan secara bersamaan berguling di lantai perlahan dibukanya kedua matanya yunho pingsan dengan memeluknya darah yang merembes dari jas yunhonyang sudah terkoyak membuatnya panik dan tanpa sadar air matanya mengalir deras
“yunho! Bangun! Hiks! Babo!” jaejoong memukul dada yunho tapi yunho tidak merespon apapun
“yah! Cepat panggil ambulan dan sisanya bantu aku mengangkatnya!” seru seunghyun ia bergegas menuju tubuh yunho yang sudah bersimbah darah

Semua orang menunggu di depan ruang operasi dengan cemas tak lupa Jaejoong yang meringkuk di dekat pintu dengan suara isakan yang nampak nyata terdengar
“jaejoong ah.. bersihkan tubuhmu dulu, kau penuh darah” seunghyun menatap kasian pada jaejoong
“ani .. aku ingin melihat yunho lebih dulu hiks, kenapa dia sangat bodoh mengorbankan tubuhnya hiks” isak jaejoong
“dia sangat mencintaimu tuan jaejoong,saya sudah mengenal presdir jung 10 tahun terlihat dari matanya saat memandangmu sangat lembut dan penuh kasih.. percayalah tuan jung akan baik – baik saja dia pria yang hebat” manager ma menepuk pundak jaejoong yang sudah dianggapnya seperti anak sendiri
Dokter keluar ruang operasi dan melepas maskernya
“dokter! Bagaimana keadaan yunho” jaejoong langsung bangkit dan bertanya membuat dokter shamdong tersenyum
“tenang saja, operasi tuan jung sudah berjalan lancar kita hanya menunggu ia sadar kami sudah memindahkannya di kamar rawat” dokter menepuk pundak jaejoong yang bernafas lega
“kajja kita melihat yunho” ajak seunghyun diangguki jaejoong
“ne”

Yunho masih memejamkan matanya dengan damai nafasnya teratur dan perban membelit kepalanya juga bahunya yang tertutupi pakaian rumah sakit Jaejoong menggenggam erat tangan yunho terhitung sudah dua jam ia tidak mau beranjak dari sisi yunho dan di sofa nampak seunghyun sedang memainkan ponselnya
Brak!
Jaejoong dan seunghyun menoleh kearah pintu yang dibuka dengan kasar
“yunho!” yoochun dan junsu masuk bersamaan dan menuju kearah ranjang yunho
“jaejoong ah..  yunho bagaimana?” tanya yoochun
“dia sudah selesai dioperasi hanya menunggu dia sadar” sahut seunghyun membuat yoochun dan junsu menoleh
“kau choi seunghyun bukan ?” tanya junsu
“ne.. bukankah kau kim junsu? CEO kim korp?” tanya seunghyun heran
“ne, kurasa kita pernah bertemu” junsu mengingat – ingat namun gagal
BRAK!!
“YUNHO HYUNG!!”
 semua orang menoleh kearah pintu yang di buka dengan kasar untuk kedua kalinya
“yah! Kalian bisa merobohkan kamar ini jika cara membuka kalian sangat bar – bar seperti itu!” seunghyun menatap sosok yang baru datang itu mengeryit bingung
“changmin! Kau-” kaget jaejoong
“ne tadi aku baru saja menadarat dari bandara dan langsung kemari dengan pesawat pribadi yoochun hyung memberitahuku” jawab changmin membuat jaejoong mengangguk
“kau berisik sekali min” ucap yunho lemah membuat mata bulat jaejoong berair dan menumpahkan airmatanya
“yah! Kau menakutiku bear! Hiks! Babo!” jaejoong menubruk yunho dengan pelukannya membuat yunho tertawa kecil
“kau tidak apa-apa boo? Apa ada yang terluka?” yunho meneliti tubuh jaejoong
“YAH! Hiks! Kenapa masih bertanya keadaanku lihat keadaanmu bear! Aku tidak terluka” jaejoong masih menangis sesenggukan membuat yunho memeluk kekasihnya dan memberikan tepukan pada punggung kekasihnya itu
“hyuung.. kau tidak merindukanku eoh?” rengek changmin
“ani.. aku tidak merindukanmu!” ucap yunho cuek membuat changmin tertawa
“kita baru bertemu dan kau sudah terluka seperti ini hyung..sepertinya aku bisa menang melawanmu jika kau terluka seperti ini” canda changmin membuat semua orang tertawa kecuali jaejoong yang memandang sengit adik kekasihnya itu
“kau akan mati ditanganku jika mengajak yunho bertanding hapkido minnie!” desis jaejoong membuat changmin meringis dan mengangkat tangannya
“arasso arasso .. aku tidak akan melawanmu jae hyuuung .. besok masakkan aku ne.. ne..”
“kau istirahat saja yunho ah, kita akan tinggal beberapa hari sampai kau sembuh..” ucap yoochun tiba- tiba
“aku akan mengurus kantor selama kau masih disini hyung, jangan mencemaskannya arrachi?” sahut changmin membuat yunho meringis
“kenapa kalian memperlakukanku seolah aku akan mati eoh? Ini hanya luka kecil jadi aku bisa kembali besok” yunho berkata santai sambil memandang keempatnya
“ANIYO! Kau tidak boleh bekerja dulu kau harus istirahat!” jaejoong berucap sengit dan yunho tau keinginan jaejoong adalah mutlak harus dikabulkan
“arasso .. arasso.. aku akan menjadi pasien, lakukan sesuka kalian” yunho merebahkan tubuhnya sedikit meringis karena bahunya sangat sakit
“baiklah kurasa aku akan kembali ke hotel karena kalian sudah berkumpul disini”
“gomawo seunghyun ssi” ucap jaejoong tulus diangguki seunghyun
.
.
“boo.. aku bosan sekali dirumah sakit” rengek yunho membuat jaejoong mendengus
“bahumu belum sembuh bear, mana bisa kita keluar jika kau masih belum normal eoh?” jawab jaejoong sabar
“changmin sudah kembali ke seoul?” tanya yunho
“ne, dia kembali ke seoul dengan yoochun dan su ie.. cukup aku yang menjagamu disini bear”
“aku merasa sangat bosan jika tidak melakukan sesuatu-”
jaejoong memandang tajam yunho “karena kau seorang workaholic bear, kau harus mengubah kebiasaanmu itu.. kau sangat tampan nanti wajahmu akan keriput jika kau terus menerus bekerja tidak kenal waktu eoh” yunho tertawa kecil
“kita akan kembali besok boo, jika dilakukan perawatan lebih baik di seoul.. dan untuk peninjauan ulang di jeju aku akan menjadwalkan minggu depan kau mau ikut boo?” yunho melihat kekasihnya sedang memainkan jemarinya
“jika itu bersamamu aku akan selalu ada disampingmu bear” yunho mengusap rambut jaejoong yang sangat halus di tangannya

1 minggu kemudian
“kondisimu sudah membaik yunho dan lukanya juga sudah menutup jadi kau bisa beraktifitas normal lagi” ucap dokter kim yuna yang merupakan dokter pribadinya
“ne gomawo noona..” jawab yunho membuat yuna tersenyum kearah yunho
“kapan kau akan menikahinya eoh? Dia sangat mecintaimu yunho ah” yuna membereskan peralatannya ke dalam tas kecil di samping ranjang yunho
“aku masih menunggu waktu yang tepat noona, ahra si rubah licik itu akan terus menjadi penghalang kebahagiaanku dan boojae”
Kim yuna menghela nafas dan menatap kasihan yunho yang sudah dianggapnya adik lelakinya “kau harus semangat yunho!” keduanya tertawa
“baiklah aku akan berangkat ke jeju noona, jaejoong sudah menungguku di bandara” kim yuna mengangguk dan melambaikan tangannya saat yunho berpamitan.
.
.
-jeju island-
“wahh jinja .. kita ke jeju lagi bear” seru jaejoong senang
“boo.. sebentar lagi aku akan meninjau lokasi kau istirahat saja di hotel ne” jaejoong mengangguk
“arasso .. aku akan menunggumu bear”
“oke.. nanti malam seunghyun mengadakan pesta istirahatlah dengan baik chagiya ..”
Cup
Yunho mendaratkan kecupan manis pada kening boojaenya dan berjalan keluar kamar hotel.
.
.
Yunho dan jaejoong baru saja masuk ke dalam bar yang berfasilitas VVIP akan diadakan pesta oleh seunghyun matanya hampir saja copot melihat para yeoja yang menampilkan tubuh mereka hampir bugil jika saja bikini yang mereka kenakan tidak dilepas hatinya bergemuruh marah.
Ia mengirim pesan pada yunho di sampingnya
‘kita pulang atau aku akan pulang sendiri!’
Jaejoong berdiri dan keluar ruangan dengan membanting pintu.

Seoul-

 BRAK!
Jaejoong melempar asal kopernya ia sangat kesal hatinya bergemuruh didaratkannya butt sexynya di sofa berwarna maroon di apartemennya yunho hanya menggeleng melihat kelakuan kekasihnya tanpa banyak kata di pungutnya koper dan dibawa menuju kamar jaejoong
Yunho terkekeh kecil memandang kekasihnya yang menggerutu dengan muka ditekuk “jika kau terus menampilkan wajah jelek seperti itu wajahmu akan cepat keriput boo”
Jaejoong memandang kesal yunho “wae! Kau akan berpaling jika wajahku penuh keriput eoh!” sewot jaejoong membuat yunho mendekat dan memeluk kekasih tercintanya itu
“ya boo.. apa yang kau bicarakan chagiya .. aku mencintaimu apa adanya” yunho mendaratkan bibir hatinya di pelipis boojaenya
“jangan pernah bertemu seunghyun sendiri! Kau harus bersama setidaknya sekretarismu!” ketus jaejoong
Yunho membelai rambut almond kekasihnya “apa yang kau takutkan eoh ?” tanya yunho sabar
“aku tidak suka dia itu penipu bear” jaejoong menyandarkan kepalanya di dada kekasihnya
“mhiane .. liburan kita di jeju gagal boo” yunho mengusap lengan jaejoong sayang
“gwencana, seunghyun memang brengsek! Bagaimana bisa dia membuat pesta-.. pesta seks!” jaejoong mendesah frustasi
“bukankah kau suka melihat dada besar boo?” goda yunho membuat jaejoong mendengus kesal
“ya!! Aku hanya tidak suka para yeoja itu memandangmu lapar. Aishh aku bisa gila” jaejoong bangkit dengan kesal menuju lemari es tenggorokannya kering jika mengingat kelakuan seunghyun
“konyol sekali, kau dan aku sudah bersama sangat lama boo.. dan kau tidak perlu terlalu cemas karena aku hanya milikmu jung jaejoong” yunho merebahkan tubuhnya di sofa sejenak memejamkan matanya
Diam- diam jaejoong duduk di lantai yang di lapisi karpet hangat ia memandang kekasihnya dari dekat jarinya meraba wajah yunho “saranghae” bisik jaejoong ia mendengar dengkuran sang kekasih yang sudah menyelami alam mimpi dengan nyenyak
.
.
“bukankah mereka harusnya di jeju?” tanya junsu heran ia menoleh kearah kekasihnya yang masih mengganti sepatunya dengan sandal rumah
Yoochun menatap kekasihnya “benar, bahkan jaejoong memintaku meluangkan waktunya satu minggu.. ini baru kari kedua mereka sudah kembali” jawab yoochun
“ah molla, aku mandi dulu chunnie..” junsu melenggang pergi kearah kamarnya
Sayup- sayup yunho mendengar suara junsu membuatnya membuka mata ia melihat kesamping jaejoong tidur dengan posisi duduk dan kepalanya bersandar pada tangannya
“yunho, kenapa kau kembali begitu cepat?” yunho menoleh kearah sahabatnya di seberang sofa sekilas lalu bangun dan memindahkan jaejoong di atas sofa dan menyelimutinya
“kau baru pulang chun?” tanya yunho balik yoochun mengangguk
“ne, aku baru saja menjemput su ie, kenapa kau kembali sangat cepat yunho ah?” tanya yoochun
Yunho membetulkan letak selimut jaejoong agar kekasihnya bisa tidur dengan nyaman “seunghyun berulah dan jaejoong sangat kesal, jadi lebih baik kita kembali lebih awal daripada jaejoong marah dan menjadikan seunghyun menjadi santapan jiji” ucap yunho asal ia melihat kucing boojaenya sedang berlarian kesana kemari kucing yang ia belikan sebagai hadiah ulang tahun beberapa tahun yang lalu
Yoochun mengeryit heran mendengar jawaban yunho batinnya tak puas “ulah apa yang membuat jaejoong se kesal itu, setauku jika tidak ada hubungannya denganmu dia tidak akan bertingkah sembrono” yunho mengangguk – anggukan kepalanya membenarkan
“ne, sedikit banyak ini juga berhubungan denganku chun..kemarin malam seunghyun mengadakan pesta untuk orang – orang yang terlibat dalam pembangunan hotel di jeju yang kami pimpin” yoochun menaikkan alisnya
“bukankah itu wajar sebagai pesta penyambutan?” tanya yoochun heran
“ne, itu menjadi tidak wajar jika jaejoong ada disana” yoochun tertawa mendengar jawaban konyol sahabatnya
“jangan bilang itu tentang pesta..” yoochun menggantung ucapannya dan melihat sahabatnya itu mengangguk
“ne, kau sudah tau bukan jaejoong sangat sensitif jika ada yeoja ataupun uke yang mendekatiku dengan gigih” ucap yunho malas
“wajar saja jika jaejoong ingin pulang” jawab yoochun
yunho melirik jaejoong yang membuka mata doe nya yang tampak masih mengantuk “tidurlah jika masih ingin tidur boo” yunho mendorong bahu jaejoong agar segera merebahkan tubuhnya
jaejoong memandang yunho dengan mengucek matanya “aku lapar bear, aku mau memasak sesuatu dulu” ia menyingkap selimut yang melingkupi tubuhnya dan segera bangkit
“aku jadi heran jaejoong bisa jadi kucing manis jika bersamamu” yoochun mendengus membuat yunho tertawa “dan juga dia akan berubah jadi macan jika ada yeoja yang mendekatimu. Aigoo” yoochun memijit pengkal hidungnya
Yunho masih sibuk mengecek berita online yang menampilkan deretan namanya yang tercetak tebal “karena dia sangat mencintaiku chun, begitu pula denganku aku sangat mencintainya tampaknya kau sebentar lagi akan sedikit sibuk yoochun ah” yunho menghadapkan layarnya kearah sahabatnya matanya melotot melihat tulisan yang tertera disana ‘KIM JAEJOONG TERNYATA KEKASIH JUNG YUNHO PEWARIS UTAMA JUNG GROUP’
“aishh .. dasar merepotkan lihat ini” yoochun membrowsing berita terupdate yang hangat diperbincangkan “jung yunho pengusaha muda yang dikenal dingin merupakan kekasih hallyu star kim jaejoong keduanya sedang berlibur di pulau jeju.. apa ini, apa kalian tidak merasa di buntuti siapapun disana? Lihat foto kalian aishh.. jaejoong ah, kau mengumbar kemesraan di muka umum” gerutu yoochun
“memangnya foto seperti apa yang mereka unggah yoochun ah?” jaejoong meletakkan dua coklat panas di atas meja dan meraih tablet managernya matanya melotot melihat foto yang diunggah dirinya berada di pangkuan yunho dan tangannya mengalung mesra di leher kekasihnya “ishh!! Menyebalkan!” geram jaejoong ia melirik yunho yang duduk dengan tenang di sofa tangannya memegang mug berisi coklat panas yang dibuatnya
Yunho memandang kekasihnya yang menatapnya sangat intens “wae? Kenapa memandangku seperti itu?” 
“apa kau sengaja menyebarkan berita ini bear ?” tuduh jaejoong membuat yoochun melongo
“jangan gila hyung! Yunho hyung tidak mungkin menyebarkannya bukankah selama ini dia selalu menjaga hubungan kalian dari publik” sahut junsu membuat jaejoong memijit keningnya
Yunho berdiri menghadap kaca yang memperlihatkan indahnya kota seoul dengan lampu- lampu gedung yang masih menyala di jam 7 malam disesapnya coklat yang ada di gelas yang dipegangnya “aku yakin yang menyebarkan berita ini adalah orang yang kita kenal dan menginginkan privasi kita terungkap.. jangan kawatir, biarkan berita ini dan jangan mengkonfirmasi apapun dengan begitu pers akan mereda dengan sendirinya menganggap berita ini tidak benar”
“mungkin memang sudah seharusnya kalian mengungkapkan hubungan kalian yunho ah” sahut yoochun
“jika kita membenarkan berita ini di media, semua job akan datang padaku dengan berbondong- bondong karena mereka ingin mendapatkan nama yang baik di depan yunho! Bukan karena kemampuanku yoochun ah!” bentak jaejoong tanpa sadar membuat junsu dan yoochun terkesiap mereka tidak berfikir hingga sejauh itu
“hyung.. tenanglah, aku punya ide” semua orang menatap tertarik kearah junsu membuat junsu terkekeh
“apa su ie, kau bisa memberitahuku cepat!” desak jaejoong
“sepertinya kau harus pensiun dari dunia keartisanmu itu hyung”
Hening..
Semua orang masih memproses apa yang dikatakan junsu
“MWOYA!! Apa katamu junsu ah!!” jaejoong menampol adiknya dengan bantal sofa
“ya hyung! Apa ada yang salah!” protes junsu keduanya bertengkar hingga membuat yoochun memegangi perutnya karena tidak kuat menahan tawa
“ya ya hentikan boo!” yunho menarik bantal yang di pegang jaejoong untuk memukuli adiknya
“lepaskan aku bear! Bocah nakal ini harus diberi pelajaran!” jaejoong meronta dalam pelukan yunho ia melihat adiknya mehrong kearahnya membuatnya kesal hingga keubun- ubun
“weeekkk! Kau tidak bisa melawanku hyung” junsu mehrong dan tertawa nista melihat hyungnya begitu frustasi di pelukan yunho
“hentikan su ie” ucap yoochun membuat junsu cemberut
“bear lepaskan..” ucap jaejoong santai emosinya sudah mereda jaejoong tidak merasakan pelukan di tubuhnya mengendur “aku janji, tidak akan berbuat kekanakan” jaejoong tersenyum manis saat yunho melepaskan pelukannya
Yunho bangkit dari duduknya merenggangkan ototonya yang terasa kaku “aku mau mandi dulu, ikat saja keduanya jika mereka ribut chun” titah yunho membuat keduanya cemberut
Jaejoong berdiri bersiap menyusul yunho “aku ikut bear” junsu dan yoochun melotot
“yah! Dia mau mandi jae!” teriak yoochun diacuhkan sepenuhnya oleh jaejoong
“hyungku sangat mesum ne chunnie” gumam junsu nanar
“mungkin karena yunho juga sangat mesum jadi jaejoong ikutan mesum” jawab yoochun asal “jika mereka punya anak semoga tidak meniru otak mesum mereka” gumam yoochun diamini junsu


tbc.