Title : MINE
Genre :
angst, romance
Length :
-
Rate :
M
Main cast : yunjae etc.
Chapter 8
Dengan
frustasi Jaejoong memandang dirinya di cermin tinggi yang seukuran dirinya pipinya
semakin cubby dari hari ke hari juga badannya yang mengalami peningkatan berat
badan secara drastis membuatnya memandang aneh tubunnya sendiri
“ottoke..
aku semakin jelek yunnie pasti akan berpaling ke orang lain huweeee..” mata
jaejoong sudah berkaca – kaca “ini aneh.. nafsu makanku sangat tinggi aku makan
seperti orang yang tidak makan lima hari” gumam jaejoong frustasi disentuhnya
perutnya yang sedikit membuncit ia menduga karena ia banyak makan akhir – akhir
ini.
Sudah dua
bulan berlalu sejak yunho meninggalkan korea menuju ke jepang untuk menunaikan
tugasnya membuat jaejoong sangat amat merindukan beruang besarnya itu
Bruk!
Wajah
putih mulus itu menghantam pelan meja kayu di kantin universitas shinki
“yah
joongie kau ini kenapa lemas sekali eoh? Wajahmu pucat.. gwencana?” jaejoong
menatap sahabatnya sekilas
“aku mual
su ie..” jaejoong memainkan jari telunjuknya membentuk pola abstrak diatas meja
ia sangat bosan dan sangat amat merindukan yunhonya
Junsu
memandang kawatir sekaligus aneh pada sahabat
kecilnya itu “yah joongie.. jangan membuatku kawatir eum, apa kita perlu ke
rumah sakit?”
Jaejoong
mengehela nafas “gwencana .. aku hanya butuh yunho saat ini, aku sangat
merindukannya suie, ini sudah dua bulan sejak keberangkatannya ia tidak pernah
menghubungiku” junsu memutar bola matanya
“yah!
Sebenarnya aku sudah memikirkannya kenapa aneh sekali eoh, jika dia kesana
untuk urusan bisnis jelas yunho hyung akan menghubungi setidaknya changmin
hyung atau setidaknya chunnie” jaejoong mulai berfikir dan menegakkan tubuhnya
“apa
menurutmu begitu suie?” tanya jaejoong antusias
“yah
joongie, apa kau sebodoh itu eoh.. jika yunho hyung menjalankan misi tentu saja
disana ia harus melaporkannya entah itu pada changmin ataupun chunnie atau
appamu eoh” jaejoong nampak berpikir keras ucapan junsu
“jadi, aku
harus apa suie?” tanya jaejoong polos membuat junsu bersweetdrop ria
“tentu
saja kau harus mencari tau joongie, aku akan mengorek informasi dari chunnie”
bibir seksi jaejoong terangkat sempurna
“aku punya
cara agar changmin hyung buka mulut, kau harus ikut juga suie” junsu bergidig
ngeri melihat jaejoong menyeringai
.
.
“aku
pulaaaaaang..” jaejoong berteriak girang menuju rumahnya tidak ada yang
menyahut kecuali para maid yang menunduk hormat padanya
“sulli
ssi.. dimana changmin hyung dan yoochun hyung?” tanya jaejoong
“uhm, saya
kira tuan changmin dan tuan yoochun ada di kamar tuan changmin tuan muda” jawab
sulli
“oke,
gomawo” jaejoong melenggang ceria menuju ke kamar changmin di lantai dua saat
ia sudah di tengah tangga ia memanggil lagi maidnya itu “ah sulli ssi, tolong
katakan pada junsu langsung saja ke kamar changmin” sulli mengangguk
Ceklek.
“yah!
Yeoppo .. bisakah kau mengetuk pintu dulu eoh sebelum masuk!” seru yoochun
“Oppss!
Mhiane .. apa kalian sibuk ?” yoochun dan changmin memandang aneh kearah
jaejoong
“aniyo..
wae? Kau mau apa eoh?” tanya changmin
“aku hanya
bosan dan ingin minum, kalian akan menemaniku minum ne ne ne?” jaejoong
mengedipkan matanya genit membuat keduanya tertawa
“yah
maknae.. lihat diluar masih terang eum, kenapa ingin minum eoh?” yoochun menepuk pundak jaejoong pelan
“minuman
dataaaaang” seru junsu membuat ketiganya menoleh melihat junsu dan sulli
membawa banyak sekali minuman
Mereka
duduk berhadapan jaejoong di sebelah junsu dan changmin di sebelah yoochun
keempatnya memegang gelas besar
“woah ..
kajja minuum hyuung” seru jaejooong sudah mengangkat gelas pertamanya diikuti
ketiganya sudah bukan rahasia lagi jika jaejoonglah yang paling kuat dalam hal
minum dan junsu yang paling payah
Berbotol –
telah mereka habiskan jaejoong masih dalam keadaan sadar begitu juga dengan
junsu yang tidak terlalu banyak minum jaejoong menatap junsu dan mengedipkan
matanya
“yah
chunnie hyung.. apa kau memiliki kekasih selain junsu?” tanya jaejoong
Yoochun
yang sudah mabuk tertawa – tawa “aniyo.. kekasihku hanya suie, tapi aku sering
melakukan one night stand dengan para gadis cantik” junsu memandang sebal
yoochun
Jaejoong
menatap changmin yang sudah meracau “yah changmin hyung apa kau memiliki
kekasih eum?”
Changmin
menatap jaejoong dan tertawa “tentu saja aku punya maknae..” jawab changmin
yang sudah benar – benar mabuk hingga pipinya memerah
“woahh..
daebak, siapa kekasihmu hyung?” tanya junsu
“tentu
saja makanan hehehehe” changmin tersenyum lebar hingga membuat mual jaejoong
dan junsu
“yah!
Dasar gila” erang junsu
“oh iya
apa yunho hyung sudah menghubungimu chunnie?” tanya junsu
“oh yunho
selalu menghubungiku ataupun changmin setiap hari suie, dia melaporkan
segalanya pada kami” jawab yoochun ia mengisi gelasnya lagi dengan minuman
“apa yunho
hyung masih lama disana?” yoochun mengendikkan bahunya
“molla..
dia bersikeras memberekskan kekacauan hik hingga akhir hik” yoochun mulai
cegukan dan menepuk dadanya sendiri
Junsu
tidak menyadari raut muka jaejoong yang sudah berkeringat dan sedikit pucat ia
meremas perutnya yang terasa sangat sakit hingga rasanya kebas
“wahh
jinja.. apa dia tidak pernah menanyakan joongie eoh?” tanya junsu lagi
“tentu
saja yunho hyung selalu menanyakan kabar joongie tapi ia tidak bisa
menghubungie uri joongie jika itu terjadi pasti joongie akan menyusul yunho
hyung ke jepang heheheh” jawab changmin
Jaejoong
meremas tangan junsu dan dipanggilnya dengan lemas “suie..”
Bruk!
Junsu dan
yoochun menoleh kearah jaejoong yang sudah tergeletak dan tangannya meremas
perutnya
“JOONGIE!!”
panggil ketiganya
Dengan
kepanikan luar biasa junsu berteriak membuat yoochun dan changmin yang sedang
mabuk langsung terkesiap dan sadar begitu juga dengan para maid yang segera
berhamburan
Yoochun menggoyangkan
bahu jaejoong “yah yeoppo ! kau kenapa eoh?”
“ayo hyung
cepat angkat” seru changmin
“yah bibi
han segera katakan pada pak lee agar menyiapkan mobil” seru junsu
“ah ne
tuan muda” bibi han langsung bergegas menuju lantai bawah
.
.
Junsu menggenggam
tangan jaejoong yang ada di brankar menuju UGD rumah sakit gookil “yah joongie
sadarlah jebaaaal”
“joongie
.. bangun eum maknaee, jangan membuatku takut eoh” gumam changmin dengan wajah
cemas
“changmin
suie tenanglah kita sudah di rumah sakit” sahut yoochun
“anda
harus menunggu diluar, dokter akan memeriksanya tuan salah satu bisa masuk”
ucap suster hong
“ah ne”
jawab ketiganya
“aku saja,
kalian tadi mabuk dan aku yang masih tersadar” ucap junsu dan bergegas masuk
“hyung..
apa sebaiknya kita menghubungi yunho hyung?” tanya changmin
“kurasa
begitu min, cepat hubungi dia”
“ne ..”
changmin keluar ruang UGD dan mencari tempat yang sedikit sepi agar suaranya
bisa terdengar
“yeoboseyo min, kenapa menghubungi eoh?”
tanya yunho di seberang line telfon
“hyung..
ak- aku inginmengabarimu” ucap changmin ragu
“waeyo..
kenapa suaramu begitu eoh?” tanya yunho penasaran
“apa kau
bisa pulang hyung? Ah apa pekerjaanmu sudah selesai?” tanya changmin dengan
cepat
“uhm
sudah, kukira hanya menunggu rapat lusa untuk menjebloskan para cecunguk itu”
Changmin sedikit
berdehem “hyung.. se- sebenarnya aku menghubungimu karena- karena joongie masuk
rumah sakit” changmin menunggu reaksi yunho yang masih terdiam
“MWOH!
KENAPA KAU BARU BILANG CHANGMIN!” changmin menjauhkan ponselnya karena suara
keras yunhos
“yah
hyung! Ini aku memberitahumu!” gerutu changmin
“bagaimana
keadaannya sekarang eoh? Dia kenapa sampai masuk rumah sakit? Ah ani aku akan
terbang sekarang!”
Pip.
Changmin melongo
menatap ponselnya yang di tutup secara sepihak oleh yunho ia mengendikkan
bahunya lalu kembali masuk kedalam untuk menemui yoochun yang menunggu dengan
cemas sambil menatap tirai putih yang tak kunjung terbuka
Sraakk.
Tirai itu
terbuka menampakkan junsu yang sedikit linglung dia diam saja saat dokter dan
juga perawat berpamitan dengannya
“yah! Suie
kau kenapa eoh? Apa uri joongie baik – baik saja?” tanya yoochun
“yah bebek
jelek! Apa yang terjadi?” tanya changmin
“j-joongie
.. j-joongie uri joongie hamil”
JEDAARRR!!!
Bukan hanya
junsu sekarang changmin dan yoochun seperti disambar petir karena terkejut
“s-sudah
berapa bulan suie?” tanya yoochun yang sudah bisa mengendalikan diri
“dua bulan
chunnie.. dan kita baru saja hampir membunuhnya dengan alkohol” gumam junsu
“apa
bayinya baik – baik saja junsu ah?” tanya changmin cemas
“gwencana..
bayinya kuat hyung..” ketiganya bernafas lega
“apa
kalian sudah menghubungi ahjussi kim?” tanya junsu
“belum,
kurasa itu ide yang buruk untuk sekarang ini.. kalian tau ahjussi kim tidak
boleh berfikir terlalu keras”ucap yoochun
“lagipula
ahjussi tidak akan tau karena ia berada
di canada sekarang” sahut changmin
“juga
ahjumma sedang berada di busan” jawab junsu “ah iya dia akan dipindahkan ke
kamar rawat setidaknya hingga kondisinya membaik” lanjut junsu
.
.
Dengan tergesa
yunho mengemas barang – barangnya juga dokumen penting yang sudah disiapkannya
sejak beberapa minggu yang lalu untuk menjebakn orang – orang yang sudah
bermain kotor pada perusahaan KIM corp cabang jepang namun sepertinya ia harus
menundanya karena keadaan jaejoong jauh lebih penting untuk saat ini segera di
seretnya koper besar itu dan meninggalkan apartemen yang dua bulan ini
ditinggalinya ia akan menaiki pesawat pribadi milik keluarga kim agar sampai
dengan cepat
2 jam
kemudian –
Yunho sudah
menyeret kopernya menuju kediaman kim disambut oleh bibi han yang menatap
terkejut kedatangan kekasih tuan mudanya ini
“yunho..
kau sudah kembali?” tanya bibi han
“ne
ahjumma.. apa yang terjadi sebenarnya eoh ?”
“tuan muda
jaejoong datang dengan tuan muda junsu lalu mereka menuju kamar tuan muda
changmin disana sudah ada tuan muda yoochun dan mereka sepertinya berpesta
minum, kurasa ini ide tuan mud jaejoong” ucap bibi han yunho mengangguk
“ahjumma..
bisa aku minta tolong padamu..”
.
.
Brak!
Semua orang
menoleh kearah pintu yang sudah terbuka menampakkan sosok tinggi tegap yang
sangat mempesona termasuk jaejoong yang sudah sadar lalu duduk dari ranjangnya menatap
yunho tapi ia melirik perawat yang sedang memeriksanya sedang terkesima melihat
kehadiran yunho hingga berhenti menulis laporan di tangannya
“yah! Noona
jika kau menatap kekasihku seperti itu akan kucongkel bola matamu yang nakal
itu!” ucap jaejoong sewot membuat perawat itu terkesiap hingga pena yang
dipegangnya jatuh membuat junsu terkekeh kecil
“yah
maknae dimana kau belajar kata – kata tajam seperti itu eoh?” gerutu changmin
“uri
yeoppo jaejoongie.. kau tidak boleh berkata seperti itu eum” ucap yoochun sabar
di hadiahi deathglare jaejoong yang menurut yunho itu sangat cute yunho yang
sedari tadi melihat pemandangan itu membuatnya tersenyum senang
“p-permisi”
ucap perawat itu gugup
“gomawo
suster” jawab yunho sambil sedikit membungkuk sopan
“yah! Tidak
perlu berterima kasih itu memang tugasnya! Kau ini genit sekali jung!” yunho
melongo mendengar ucapan jaejoong dan dilihatnya semua orang menahan tawa
“aigoo..
kau kenapa nae sarang, aku hanya berlaku sopan padanya” yunho mengelus puncak
kepala jaejoong
Bruk!
“bogoshipoyo
yunnie ah” jaejoong menarik yunho dan memeluk perut yunho
“nado
bogoshipo, jadi .. katakan kenapa hingga seperti ini eum?” tanya yunho sabar ia
melepas coatnya dan menyelitkan ke tubuh jaejoong yang terbalut pakaian rumah
sakit
“dia hamil
yunho ah” sahut yoochun
“oh hamil”
gumam yunho yang masih asyik mengelus rambut jaejoong kemudian jemarinya
berhenti dan mulai mencerna apa yang dikatakan yoochun “MWOH! H- HAMIL?” pekik
yunho membuat semua orang memutar bola matanya
“ne,
joongie hamil hyung” changmin menepuk pundak yunho
Jaejoong memicingkan
matanya “yah! Yunnie ah kau tidak senang eoh kita akan punya baby?!” tuduh
jaejoong membuat yunho gugup
“aniyoo.. aku
hanya terkejut, apakah baby kita baik – baik saja setelah kalian berpesta
alkohol?” yunho berucap datar membuat jaejoong memucat dan yoochun terbatuk
“untungnya baby kalian kuat jadi
tidak apa- apa yunho hyung” jawab junsu
Ceklek!
Lagi – lagi semua orang menoleh
kearah pintu mereka terkejut melihat siapa yang datang orang itu memandang
datar semua orang hingga membuat semua orang gugup terutama yunho yang sudah
menelan ludahnya kasar
TBC.
