Kamis, 13 April 2017

MINE Chapter 8



Title                 : MINE
Genre              : angst, romance
Length             : -
Rate                 : M
Main cast        : yunjae etc.

Chapter 8



Dengan frustasi Jaejoong memandang dirinya di cermin tinggi yang seukuran dirinya pipinya semakin cubby dari hari ke hari juga badannya yang mengalami peningkatan berat badan secara drastis membuatnya memandang aneh tubunnya sendiri
“ottoke.. aku semakin jelek yunnie pasti akan berpaling ke orang lain huweeee..” mata jaejoong sudah berkaca – kaca “ini aneh.. nafsu makanku sangat tinggi aku makan seperti orang yang tidak makan lima hari” gumam jaejoong frustasi disentuhnya perutnya yang sedikit membuncit ia menduga karena ia banyak makan akhir – akhir ini.

Sudah dua bulan berlalu sejak yunho meninggalkan korea menuju ke jepang untuk menunaikan tugasnya membuat jaejoong sangat amat merindukan beruang besarnya itu
Bruk!
Wajah putih mulus itu menghantam pelan meja kayu di kantin universitas shinki
“yah joongie kau ini kenapa lemas sekali eoh? Wajahmu pucat.. gwencana?” jaejoong menatap sahabatnya sekilas
“aku mual su ie..” jaejoong memainkan jari telunjuknya membentuk pola abstrak diatas meja ia sangat bosan dan sangat amat merindukan yunhonya
Junsu memandang kawatir sekaligus aneh  pada sahabat kecilnya itu “yah joongie.. jangan membuatku kawatir eum, apa kita perlu ke rumah sakit?”
Jaejoong mengehela nafas “gwencana .. aku hanya butuh yunho saat ini, aku sangat merindukannya suie, ini sudah dua bulan sejak keberangkatannya ia tidak pernah menghubungiku” junsu memutar bola matanya
“yah! Sebenarnya aku sudah memikirkannya kenapa aneh sekali eoh, jika dia kesana untuk urusan bisnis jelas yunho hyung akan menghubungi setidaknya changmin hyung atau setidaknya chunnie” jaejoong mulai berfikir dan menegakkan tubuhnya
“apa menurutmu begitu suie?” tanya jaejoong antusias
“yah joongie, apa kau sebodoh itu eoh.. jika yunho hyung menjalankan misi tentu saja disana ia harus melaporkannya entah itu pada changmin ataupun chunnie atau appamu eoh” jaejoong nampak berpikir keras ucapan junsu
“jadi, aku harus apa suie?” tanya jaejoong polos membuat junsu bersweetdrop ria
“tentu saja kau harus mencari tau joongie, aku akan mengorek informasi dari chunnie” bibir seksi jaejoong terangkat sempurna
“aku punya cara agar changmin hyung buka mulut, kau harus ikut juga suie” junsu bergidig ngeri melihat jaejoong menyeringai
.
.
“aku pulaaaaaang..” jaejoong berteriak girang menuju rumahnya tidak ada yang menyahut kecuali para maid yang menunduk hormat padanya
“sulli ssi.. dimana changmin hyung dan yoochun hyung?” tanya jaejoong
“uhm, saya kira tuan changmin dan tuan yoochun ada di kamar tuan changmin tuan muda” jawab sulli
“oke, gomawo” jaejoong melenggang ceria menuju ke kamar changmin di lantai dua saat ia sudah di tengah tangga ia memanggil lagi maidnya itu “ah sulli ssi, tolong katakan pada junsu langsung saja ke kamar changmin” sulli mengangguk

Ceklek.

“yah! Yeoppo .. bisakah kau mengetuk pintu dulu eoh sebelum masuk!” seru yoochun
“Oppss! Mhiane .. apa kalian sibuk ?” yoochun dan changmin memandang aneh kearah jaejoong
“aniyo.. wae? Kau mau apa eoh?” tanya changmin
“aku hanya bosan dan ingin minum, kalian akan menemaniku minum ne ne ne?” jaejoong mengedipkan matanya genit membuat keduanya tertawa
“yah maknae.. lihat diluar masih terang eum, kenapa ingin minum eoh?”  yoochun menepuk pundak jaejoong pelan
“minuman dataaaaang” seru junsu membuat ketiganya menoleh melihat junsu dan sulli membawa banyak sekali minuman
Mereka duduk berhadapan jaejoong di sebelah junsu dan changmin di sebelah yoochun keempatnya memegang gelas besar
“woah .. kajja minuum hyuung” seru jaejooong sudah mengangkat gelas pertamanya diikuti ketiganya sudah bukan rahasia lagi jika jaejoonglah yang paling kuat dalam hal minum dan junsu yang paling payah
Berbotol – telah mereka habiskan jaejoong masih dalam keadaan sadar begitu juga dengan junsu yang tidak terlalu banyak minum jaejoong menatap junsu dan mengedipkan matanya
“yah chunnie hyung.. apa kau memiliki kekasih selain junsu?” tanya jaejoong
Yoochun yang sudah mabuk tertawa – tawa “aniyo.. kekasihku hanya suie, tapi aku sering melakukan one night stand dengan para gadis cantik” junsu memandang sebal yoochun
Jaejoong menatap changmin yang sudah meracau “yah changmin hyung apa kau memiliki kekasih eum?”
Changmin menatap jaejoong dan tertawa “tentu saja aku punya maknae..” jawab changmin yang sudah benar – benar mabuk hingga pipinya memerah
“woahh.. daebak, siapa kekasihmu hyung?” tanya junsu
“tentu saja makanan hehehehe” changmin tersenyum lebar hingga membuat mual jaejoong dan junsu
“yah! Dasar gila” erang junsu
“oh iya apa yunho hyung sudah menghubungimu chunnie?” tanya junsu
“oh yunho selalu menghubungiku ataupun changmin setiap hari suie, dia melaporkan segalanya pada kami” jawab yoochun ia mengisi gelasnya lagi dengan minuman
“apa yunho hyung masih lama disana?” yoochun mengendikkan bahunya
“molla.. dia bersikeras memberekskan kekacauan hik hingga akhir hik” yoochun mulai cegukan dan menepuk dadanya sendiri
Junsu tidak menyadari raut muka jaejoong yang sudah berkeringat dan sedikit pucat ia meremas perutnya yang terasa sangat sakit hingga rasanya kebas
“wahh jinja.. apa dia tidak pernah menanyakan joongie eoh?” tanya junsu lagi
“tentu saja yunho hyung selalu menanyakan kabar joongie tapi ia tidak bisa menghubungie uri joongie jika itu terjadi pasti joongie akan menyusul yunho hyung ke jepang heheheh” jawab changmin
Jaejoong meremas tangan junsu dan dipanggilnya dengan lemas “suie..” 

Bruk!

Junsu dan yoochun menoleh kearah jaejoong yang sudah tergeletak dan tangannya meremas perutnya

“JOONGIE!!” panggil ketiganya 

Dengan kepanikan luar biasa junsu berteriak membuat yoochun dan changmin yang sedang mabuk langsung terkesiap dan sadar begitu juga dengan para maid yang segera berhamburan
Yoochun menggoyangkan bahu jaejoong “yah yeoppo ! kau kenapa eoh?”
“ayo hyung cepat angkat” seru changmin
“yah bibi han segera katakan pada pak lee agar menyiapkan mobil” seru junsu
“ah ne tuan muda” bibi han langsung bergegas menuju lantai bawah
.
.
Junsu menggenggam tangan jaejoong yang ada di brankar menuju UGD rumah sakit gookil “yah joongie sadarlah jebaaaal”
“joongie .. bangun eum maknaee, jangan membuatku takut eoh” gumam changmin dengan wajah cemas
“changmin suie tenanglah kita sudah di rumah sakit” sahut yoochun
“anda harus menunggu diluar, dokter akan memeriksanya tuan salah satu bisa masuk” ucap suster hong
“ah ne” jawab ketiganya
“aku saja, kalian tadi mabuk dan aku yang masih tersadar” ucap junsu dan bergegas masuk
“hyung.. apa sebaiknya kita menghubungi yunho hyung?” tanya changmin
“kurasa begitu min, cepat hubungi dia”
“ne ..” changmin keluar ruang UGD dan mencari tempat yang sedikit sepi agar suaranya bisa terdengar
“yeoboseyo min, kenapa menghubungi eoh?” tanya yunho di seberang line telfon
“hyung.. ak- aku inginmengabarimu” ucap changmin ragu
“waeyo.. kenapa suaramu begitu eoh?” tanya yunho penasaran
“apa kau bisa pulang hyung? Ah apa pekerjaanmu sudah selesai?” tanya changmin dengan cepat
“uhm sudah, kukira hanya menunggu rapat lusa untuk menjebloskan para cecunguk itu”
Changmin sedikit berdehem “hyung.. se- sebenarnya aku menghubungimu karena- karena joongie masuk rumah sakit” changmin menunggu reaksi yunho yang masih terdiam
“MWOH! KENAPA KAU BARU BILANG CHANGMIN!” changmin menjauhkan ponselnya karena suara keras yunhos
“yah hyung! Ini aku memberitahumu!” gerutu changmin
“bagaimana keadaannya sekarang eoh? Dia kenapa sampai masuk rumah sakit? Ah ani aku akan terbang  sekarang!”

Pip.

Changmin melongo menatap ponselnya yang di tutup secara sepihak oleh yunho ia mengendikkan bahunya lalu kembali masuk kedalam untuk menemui yoochun yang menunggu dengan cemas sambil menatap tirai putih yang tak kunjung terbuka

Sraakk.

Tirai itu terbuka menampakkan junsu yang sedikit linglung dia diam saja saat dokter dan juga perawat berpamitan dengannya
“yah! Suie kau kenapa eoh? Apa uri joongie baik – baik saja?” tanya yoochun
“yah bebek jelek! Apa yang terjadi?” tanya changmin
“j-joongie .. j-joongie uri joongie hamil”

JEDAARRR!!!

Bukan hanya junsu sekarang changmin dan yoochun seperti disambar petir karena terkejut
“s-sudah berapa bulan suie?” tanya yoochun yang sudah bisa mengendalikan diri
“dua bulan chunnie.. dan kita baru saja hampir membunuhnya dengan alkohol” gumam junsu
“apa bayinya baik – baik saja junsu ah?” tanya changmin cemas
“gwencana.. bayinya kuat hyung..” ketiganya bernafas lega
“apa kalian sudah menghubungi ahjussi kim?” tanya junsu
“belum, kurasa itu ide yang buruk untuk sekarang ini.. kalian tau ahjussi kim tidak boleh berfikir terlalu keras”ucap yoochun
“lagipula ahjussi  tidak akan tau karena ia berada di canada sekarang” sahut changmin
“juga ahjumma sedang berada di busan” jawab junsu “ah iya dia akan dipindahkan ke kamar rawat setidaknya hingga kondisinya membaik” lanjut junsu
.
.
Dengan tergesa yunho mengemas barang – barangnya juga dokumen penting yang sudah disiapkannya sejak beberapa minggu yang lalu untuk menjebakn orang – orang yang sudah bermain kotor pada perusahaan KIM corp cabang jepang namun sepertinya ia harus menundanya karena keadaan jaejoong jauh lebih penting untuk saat ini segera di seretnya koper besar itu dan meninggalkan apartemen yang dua bulan ini ditinggalinya ia akan menaiki pesawat pribadi milik keluarga kim agar sampai dengan cepat

2 jam kemudian –

Yunho sudah menyeret kopernya menuju kediaman kim disambut oleh bibi han yang menatap terkejut kedatangan kekasih tuan mudanya ini
“yunho.. kau sudah kembali?” tanya bibi han
“ne ahjumma.. apa yang terjadi sebenarnya eoh ?”
“tuan muda jaejoong datang dengan tuan muda junsu lalu mereka menuju kamar tuan muda changmin disana sudah ada tuan muda yoochun dan mereka sepertinya berpesta minum, kurasa ini ide tuan mud jaejoong” ucap bibi han yunho mengangguk
“ahjumma.. bisa aku minta tolong padamu..”
.
.
Brak!

Semua orang menoleh kearah pintu yang sudah terbuka menampakkan sosok tinggi tegap yang sangat mempesona termasuk jaejoong yang sudah sadar lalu duduk dari ranjangnya menatap yunho tapi ia melirik perawat yang sedang memeriksanya sedang terkesima melihat kehadiran yunho hingga berhenti menulis laporan di tangannya
“yah! Noona jika kau menatap kekasihku seperti itu akan kucongkel bola matamu yang nakal itu!” ucap jaejoong sewot membuat perawat itu terkesiap hingga pena yang dipegangnya jatuh membuat junsu terkekeh kecil
“yah maknae dimana kau belajar kata – kata tajam seperti itu eoh?” gerutu changmin
“uri yeoppo jaejoongie.. kau tidak boleh berkata seperti itu eum” ucap yoochun sabar di hadiahi deathglare jaejoong yang menurut yunho itu sangat cute yunho yang sedari tadi melihat pemandangan itu membuatnya tersenyum senang
“p-permisi” ucap perawat itu gugup
“gomawo suster” jawab yunho sambil sedikit membungkuk sopan
“yah! Tidak perlu berterima kasih itu memang tugasnya! Kau ini genit sekali jung!” yunho melongo mendengar ucapan jaejoong dan dilihatnya semua orang menahan tawa
“aigoo.. kau kenapa nae sarang, aku hanya berlaku sopan padanya” yunho mengelus puncak kepala jaejoong

Bruk!

“bogoshipoyo yunnie ah” jaejoong menarik yunho dan memeluk perut yunho
“nado bogoshipo, jadi .. katakan kenapa hingga seperti ini eum?” tanya yunho sabar ia melepas coatnya dan menyelitkan ke tubuh jaejoong yang terbalut pakaian rumah sakit
“dia hamil yunho ah” sahut yoochun
“oh hamil” gumam yunho yang masih asyik mengelus rambut jaejoong kemudian jemarinya berhenti dan mulai mencerna apa yang dikatakan yoochun “MWOH! H- HAMIL?” pekik yunho membuat semua orang memutar bola matanya
“ne, joongie hamil hyung” changmin menepuk pundak yunho
Jaejoong memicingkan matanya “yah! Yunnie ah kau tidak senang eoh kita akan punya baby?!” tuduh jaejoong membuat yunho gugup
aniyoo.. aku hanya terkejut, apakah baby kita baik – baik saja setelah kalian berpesta alkohol?” yunho berucap datar membuat jaejoong memucat dan yoochun terbatuk
“untungnya baby kalian kuat jadi tidak apa- apa yunho hyung” jawab junsu

Ceklek!

Lagi – lagi semua orang menoleh kearah pintu mereka terkejut melihat siapa yang datang orang itu memandang datar semua orang hingga membuat semua orang gugup terutama yunho yang sudah menelan ludahnya kasar




TBC.