Minggu, 29 Januari 2017

The Doctors chapter 3

Title           : The Doctors
Genre        : Romance
Length      : -
Rate          : M
Main cast : yunjae etc.

Chapter 3


Yunho sedang berada di ruangannya nampaknya ia sedang membaca beberapa berkas pasien ia mendongak saat mendengar pintunya diketuk
Tok
Tok
Tok
“ne. Masuk” pria yang mengetuk itupun masuk dan duduk santai
“eoh Dr. Kangta, apa yang membawamu kemari ?” tanya yunho santai
“hanya ingin menyapa yunho ah, bagaimana fellowmu eoh?” yunho mendongak memandang kangta
“yah! seberapa banyak yang kau tau?” kangta tertawa melihat ekspresi sahabat sekaligus anak dari kepala rumah sakit ini begitu terkejut
“kau tau yun, aku yang merekomendasikan jaejoong ke instalasi bedah syaraf” kata kangta bangga
“yeah .. Haruskah aku membungkuk dan berterima kasih hyung?” yunho dan kangta tertawa
“kurasa jaejoong terkejut melihatmu kemarin” yunho mengangguk kecil membenarkan
“kau benar hyung.. Kemarin adalah pertama kalinya kita bertemu sejak aku meninggalkannya 10 tahun lalu aku sendiri cukup terkejut saat melihatnya” kangta nampak terkejut
“jinja ? Apa kalian putus komunikasi?” yunho menghela nafas dan mengangguk
“ne. Tepatnya sejak 7 tahun yang lalu kami telah hilang kontak mungkin jaejoong mengganti nomornya” jelas yunho.
“jika itu 7 tahun berarti kira- kira awal perkuliahannya yun” jawab kangta
“kurasa begitu hyung .. Aku sangat penasaran dengan kehidupan jaejoong tapi saat aku ingin bertanya dia seperti menghindariku” kangta memandang tak percaya pada yunho
“yah! Aku baru tau kau memiliki sisi seperti ini yunho ah” kangta tertawa
Ceklek
Pintu terbuka nampak yoochun masuk dengan santai ia terkejut melihat kepala bagian divisi bedah syaraf berada di ruangan yunho
“hyung! Kau disini rupanya” sapa yoochun
“aku ingin menyapa yunho yoochun ah” jawab kangta
“yah! Dr. Park dimana sopan santunmu harusnya kau mengetuk ruangan dulu” omel yunho
“ne ne .. aku malas mengetuk jadi aku langsung masuk. Jadi apa yang kalian obrolkan sepertinya seru” tanya yoochun
“kami hanya mengobrol ringan yoochun ah, tentang jaejoong” yoochun mengangguk
“yunho tampak masih malu-malu, harusnya ia mendekati jaejoong jika ia merasa rindu tapi lihatlah betapa babonya teman kita ini hyung” kangta tertawa mendengar yoochun mengomel
“yah! Aku sudah berusaha akan berbicara tapi jaejoong menghindariku” protes yunho
“kau harus lebih giat lagi yunho, kurasa jaejoong juga tipe orang yang pemalu” ujar kangta ia melihat ponselnya bergetar

“ah ya dr. Kim, ada apa?” jawab kangta
“aku hanya ingin menyampaikan anakku hyunjoong minggu depan akan tiba, bisakah kau membimbingnya” kata kang in
“ne dr. Kim serahkan padaku” yunho menaikkan sebelah alisnya begitupun yoochun yang nampak penasaran
“ya, gomawo dr. Kangta”
“ne..”
Pip.

“ada apa hyung?” tanya yoochun
“minggu depan anak dr.kangin akan tiba namanya kim hyunjoong dia akan menjadi fellow, kebetulan tiga hari lagi dr. Jung jessica juga tiba”
“kim hyunjoong.. Nama itu tidak asing” yunho nampak berpikir
“jung jessica, bukankah dia yeoja yang dulu sangat terobsesi padamu yun?” yunho terkejut
“apa benar dia jung jessica yang itu chun,woah .. Aku merasa terancam” ucap yunho santai
“mereka akan di instalasi bedah umum jadi yang lebih sering bertemu adalah kau yoochun ah” sahut kangta
“ku kira mereka akan di divisi bedah syaraf tapi ternyata mereka di bedah umum”
“aku harus pergi jadwalku berkeliling, jja anyeoong..”kangta keluar ruangan tanpa menunggu jawaban
Yunho dan yoochun berbincang santai sebelum ponsel yunho bergetar menampilkan nama ‘boojae’
“dari jaejoong” gumamnya
“angkat saja, mungkin itu karena pasien IGD”
“yeoboseyoo.. Wae ?” yunho memandang yoochun
“prof. Jung pasien datang dengan cedera pada kepala bagian kiri ct scan perdarahan 30cc, gcs 4-5” lapor jaejoong
“aku segera kesana” yunho berdiri dan melihat yoochun mengendikkan bahunya
“jja kesana .. Aku juga punya jadwal berkeliling pada pasienku” jawab ypochun
“ne” yunho segera bergegas menuju IGD dilihatnya jaejoong telah menunggunya di dekat pasien
“apa ruang operasinya sudah siap?” tanya yunho ia sibuk memeriksa mata pasien itu dengan penlightnya
“ne sudah siap semuanya dokter”jawab jaejoong
“baiklah pastikan keluarga menyetujuinya” jaejoong mengangguk
.
.
Yunho masih mengenakan pakaian berwarna biru muda begitu juga dengan jaejoong mereka baru saja selesai menoperasi pasien dengan kondisi darurat jaejoong menuju meja informasi disana tampak beberapa perawat juga dokter

“dr.kim kau tampak lelah” komentar yoona
“ne aku baru saja dari ruang operasi”jawab jaejoong
“eoh, prof. Jung kita akan mengadakan penyambutan untuk anda” kata IU ia merupakan perawat khusus untuk divisi bedah syaraf
“jinja? Wahh gomawo ..” kata yunho ramah membuat para perawat jaga terpekik senang
“ne dokter.. Kedatangan anda harus dirayakan” ucap yoona ceria ia merupakan rekan IU
“kalian terlihat sangat senang saat prof yunho bergabung” ujar siwon tiba - tiba
“ah ne dr. Choi kami sangat senang prof yunho sangat tampan seperti model” jawab yoona malu-malu
“wahh bukankah dr.choi juga sangat tampan” yunho merangkul siwon dengan tangan kirinya
“prof yunho benar, dr. Choi memang sangat tampan” sahut ahra yang baru datang jaejoong melirik malas ahra yunho yang mengetahui ekspresi berbeda jaejoong segera berinisiatif pergi
“eoh jaejoong, ikut denganku memeriksa keadaan ny. Kang” jaejoong mengikuti yunho di sebelahnya
“apa kau sengaja prof yunho?” tanya jaejoong
“sengaja apa boojae?” sahut yunho membuat jaejoong berhenti berjalan hatinya berdetak kencang setelah berhasil menguasai diri ia berjalan ke kamar pasien dengan ekspresi biasa
“berikan anti nyeri dr. Kim, juga tambahkan paracetamol diresepnya” jaejoong mengangguk dan mencatat yang dibicarakan yunho dalam hati ia memuji yunho yang sangat profesional
“ne..” jawab jaejoong
“apa kalian sepasang kekasih dokter?” tanga ny.kang membuat jaejoong dan yunho salah tingkah
“ne” jawab yunho asal membuat jaejoong kelabakan
“aniyo ahjumma.. Kami ini teman dari kecil” sangkal jaejoong membuat ny.kang tersenyum
“kau mencintainya nak” jaejoong memerah membuat yunho tertawa
“apa sangat terlihat ahjumma?” tanya yunho usil
“ahjumma.. Lekaslah sembuh anyeoong” jaejoong menggeret yunho keluar dan melirik sebal
“wae? Wae? Kenapa menatapku seperti itu?” yunho tertawa melihat jaejoong
“ah molla! Molla!” kesal jaejoong
“nanti akan ada pesta penyambutan, kau ikut kan joongie?” tanya yunho
“kurasa tidak, aku akan langsung pulang saja” jawab jaejoong sekenanya
“yah! Kau harus ikut, apa kau tidak senang aku datang kemari joongie?” jaejoong menggeleng
“aniyo .. Akuu.. Baiklah aku akan ikut” jawab jaejoong akhirnya pasrah
“dan satu lagi aku akan menumpang padamu boo..” jawab yunho senang
“yah! Kenapa menumpang juga?” tanpa sengaja jaejoong berteriak membuatnya diperhatikan orang disekitarnya
“mobilku belum datang dari amerika” yunho tersenyum cerah
“hahhh baiklahh baiklahh”
.
.
“prof yunho, apa kita tidak akan dibuat bahan gosip para perawat nanti” cicit jaejoong saat ia sudah akan mengemudi
“aku tidak perduli, dan aku selalu ingin bertanya kenapa kau selalu menghindariku?” yunho menatap jaejoong yang berpura- pura fokus mengemudi
“aku hanya terlalu gugup bear, bukankah ini sudah sangat lama dan aku juga menduga kau sudah menikah” jawab jaejoong jujur membuat yunho tertawa
“aku belum menikah boo, dan kau tidak perlu gugup bukankah jaejoong yang ku kenal adalah anak yang sangat ceria dan juga cerdas?”
“jinja? Kau belum menikah?” yunho mengangguk malas
“jadi kau tinggal dimana boo, dan kenapa kau mengganti nomormu?” tanya yunho
“sejak lulus dan masuk unversitas aku pindah ke apartemen bear,dan kenapa aku mengganti nomorku karena aku ingin menghilang dari appa” jelas jaejoong
“yah, kenapa seperti itu, kau bukan lagi bocah kenapa bertindak sejauh itu” protes yunho
“bear, appaku menikah lagi dengan go soo jin” yunho nampak terkejut
“appa kim menikah lagi? Jadi itu sebabnya kau memberontak hingga sejauh ini?” tanya yunho dan jaejoong mengangguk
“hubunganku tidak pernah akur dengan umma tiri juga saudara tiriku bear” yunho bisa mengerti karena jaejoong sangat menyayangi umma kim
“apa appa kim tau ?”
“tentu saja, aku tidak pernah menganggap mereka ada” yunho mengelus rambut jaejoong
“mhiane.. Aku tidak ada disaat terburukmu boo” jaejoong tersenyum
“gwencana .. Aku bisa melewatinya dengan baik bear” yunho menggenggam tangan jaejoong
“mulai saat ini, jangan pernah memendamnya sendiri.. Aku ada untukmu boo” yunho mengecup tangan jaejoong
“gomawo..” yunho nampak bingung
“untuk apa?” tanya yunho
“gomawo telah kembali” jaejoong tersenyum tulus
.
.
“wahh dr. Kim dan prof jung kalian kenapa terlambat?” tanya yoona
“mhianeyo .. Aku berdandan terlalu lama” jawab yunho asal membuat semua orang tertawa
“jja silahkan duduk yunho dan kau juga dr.kim” sahut kangta jaejoong duduk di dekat yunho semua tak luput dari pandangan siwon dan ahra
“karena prof yunho datang terlambat maka ia harus minum dalam satu teguk” ujar leeteuk
“wahh jinja? Aku harus minum” yunho meneguk satu gelas dengan sekali tegukan membuat semua bersorai gembira
Pesta penyambutan berlangsung hingga tengah malam mereka benar- benar mabuk dan satu persatu mulai meninggalkan purple line cafe jaejoong tampak baik- baik saja tapi yunho begitu mabuk hingga meracau
“yunnie ah .. Jja bagunlah kita ke mobil” jaejoong menepuk pipi yunho
“uhmm boo kau tampak sangat cantik” yunho mengelus pipi jaejoong
“apa kau bisa membawa prof yunho dr. Kim?” tanya siwon
“ah ne.. Bisa” jaejoong tersenyum manis
“mau kubantu?” jaejoong menggeleng cepat
“aniya .. Aku bisa” jaejoong memapah yunho yang badannya lebih besar darinya dan siwon juga ahra di belakangnya
“apa perlu ku bantu dr.kim? Yunho memang tidak pernah minum banyak entah kenapa hari ini ia berani minum banyak” ujar kangta ia membantu memapah yunho
“ahh begitu.. Yunnie memang tidak kuat minum lambungnya juga bermasalah” jaejoong berucap tanpa sadar membuat siwon terkaget
“jadi dia bersamamu, pantas saja dia minum banyak, aigoo yunho pintar sekali” kangta menggelengkan kepala
“gomawo dr.kangta” jaejoong sedikit membungkuk dan kangta mengangguk tersenyum
“arasso .. aku sudah mengirimkan alamat juga password mesh yunho lihatlah ponselmu” ujar kangta lagi
“ne gomawo..”
.
.
Setelah bersusah payah menuntun yunho menaiki tangga lantai 2 jaejoong memasukkan password yang diberikan kangta dan benar saja terbuka tapi ia heran password itu adalah tanggal lahirnya namun tak pelak membuatmya tersenyum yunho masih mengingatnya
“kau mengantarnya dr.kim?” jaejoong kaget saat siwon menyapanya siwon berada di tangga lantai 1
“ah ne dr.choi” jaejoong tersenyum canggung dan buru- buru masuk sebelum ditanya macam- macam
“boojaejoongie chagiyaaa..” racau yunho membuat jaejoong tersenyum dipapahnya yunho menuju kamarnya dan dilepasnya kemeja yunho dan menggantinya dengan piyama
“yunnie.. Aku akan pulang ne” jaejoong mengelus pipi yunho tapi tubuhnya ditarik hingga ia berada di pelukan yunho hingga ia terlelap.
.
.

Tbc.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar