Title : The Doctors
Genre : romance
Length : -
Rate : T
Main cast : yunjae etc.
Chapter 1
Sosok itu masih mengenakan seragam senior high school dengan semangat mengayuh sepedanya tidak perduli peluhnya yang menetes kulit putihnya terekpose terpapar matahari mmebuat semua mata berdecak kagum
“anyeooong..” sapa jaejoong pada teman- temannya yang berjalan kaki
“anyeoong joongie” sapa teman- temannya
Sosok itu kim jaejoong memang seorang anak yang ceria walaupun ia dari kalangan atas tapi tidak pernah memandang rendah orang lain yang memiliki ekonomi di bawahnya yang orang lain tidak ketahui adalah jaejoong yang menyembunyikan kesedihan karena ummanya telah meninggalkannya selamanya.
Jaejoong memarkirkan sepedanya di tempat khusus yang disediakan Shinki high school ia melihat sahabat baiknya kim junsu memarkir mobilnya
“yah! junsui !” junsu menoleh karena namanya dipanggil ia melihat sahabatnya dengan ceria menuju kearahnya
“joongie . Kajja kita masuk” junsu menggandeng sahabatnya itu
“woah kau tidak pernah bosan bersepeda eoh” jaejoong tertawa dan menjawab
“aku suka menghirup udara segar, kau sendiri tidak bosan mengendarai mobil” jawab jaejoong
“aku menikmatinya chingu ah” mereka berjalan beriringan melewati kelas-kelas yang sudah dipenuhi banyak siswa
“yahh suie.. Kita sebentar lagi akan lulus tidak terasa” jaejoong memandang sedih sahabatnya
“kau ini kenapa eoh, setelah lulus kita bisa melihat dunia joongie ah” ucap junsu ceria
“sekolah ini punya banyak kenangan kita” junsu memandang jaejoong
“kau akan meneruskan kuliah sebagai dokter, jadilah dokter yang hebat joongie” junsu menepuk pundak jaejoong
“kau juga, apa kau akan kuliah jurusan bisnis dan meneruskan bisnis keluargamu suie?” junsu menggeleng
“aku tidak akan mau joongie, aku ingin menjadi penyanyi hebat” jaejoong memberi isyarat fighting
“aku selalu mendukungmu suie ah” sahut jaejoong
“yah .. Kau yang terbaik joongie”
.
.
.
.
jaejoong berjalan tergesa kearah ruang guru ia di beri tugas untuk mengumpulkan buku para temannya tanpa ia sadari ia menabrak seorang yeoja yang selalu saja merasa ia menjadi saingannya
“kau! Kim jaejoong!” bentak yeoja itu
“ne, wae? ” jawab jaejoong
“kau sengaja bukan menabrakku!!” jaejoong mengeryit
“ahra ssi, bukankah kau tau aku membawa buku yang hampir terjatuh” jelas jaejoong membuat ahra semakin marah
“itu hanya alasanmu kim!” ahra melengos dan berjalan pergi
“dasar yeoja gila” gumam jaejoong ia melanjutkan jalannya ia terkaget saat pundaknya ditahan oleh seseorang
“jaejoongie gwencana?” tanya hyunjoong
“ohh.. Gwencana hyunjoong ssi” jawab jaejoong sopan
“yah .. Kita sudah tahun ketiga tapi kau masih memanggilku dengan formal seperti itu jaejoongie?” protes hyunjoong
“ohh.. Hehe mhiane” jaejoong tersenyum dan menunjukkan tanda V pada tangannya
“jja .. Kemarikan bukunya aku saja yang bawa” hyunjoong mengambil buku yang tadinya di bawa jaejoong “kau sudah memikirkan apa yang kutanyakan terakhir kali kita bertemu joongie?” tanya hyunjoong
“hyunjoong ah, mhiane aku tidak ada perasaan apapun padamu.. Lagipula aku tidak percaya kisah cinta romantis” jaejoong memandang raut wajah hyunjoong yang nampak muram “kau tau jika aku jatuh cinta pasti itu pada yunho ia sudah bersamaku sejak aku masih berumur 7 tahun”
“apa yunho sunbae tau kau menyukainya?” tanya hyunjoong
“aniyo.” jawab jaejoong
“lalu kau hanya menunggu yunho sunbae yang mengatakannya padamu seperti itu?” jaejoong mengangguk membuat hyunjoong memandang tak percaya
“aku tidak ingin ia terbebani hanya karena perasaanku padanya” jaejoong tersenyum kearah hyunjoong
“woahh ini gila.. Kau tau joongie setiap namja dan yeoja di sekolah ini menyukaimu dan kau.. Kau menolak mereka demi yunho sunbae yang bahkan tidak tau perasaanmu!” hyunjoong menggelengkan kepalanya tak percaya
“kau tau hyunjoong ah, yunnie selalu melindungiku, menjagaku, dan akan selalu ada saat aku ketakutan ia juga mengajarkanku banyak hal” jaejoong mengingat saat yunho menolongnya saat ia menjadi korban penculikan ia hampir saja diperkosa oleh para penculik jika saja yunho tidak cepat menolongnya ia juga ingat saat para namja yang menggodanya terang terangan akan takut jika yunho sudah disampingnya semua menjadi kenangan manis yang tersimpan di memori otaknya
“dia mungkin hanya menganggapmu sebagai adiknya joongie” sahut hyunjoong
“aku tidak perduli itu hyunjoong ah, walaupun dia menganggapku sebagai adiknya aku akan tetap mencintainya” jawab jaejoong ceria
mereka sampai diruang guru dan meletakkan buku yang dibawa ke meja wali kelas mereka
.
.
Hari demi hari telah terlewati hingga upacara kelulusan yang ditunggu tiba semua raut bahagia juga haru terpampang di wajah siswa dan siswi shinki high school sekolah terbaik di seoul yang digadang sebagai sekolah elit yang mencetak siswa terbaik
“dan yang menjadi siswa terbaik dengan nilai tertinggi ..” kepala sekolah memandang wajah - wajah muridnya yang nampak antusias juga terlihat ahra yang kegirangan seperti ia yang akan menerima gelar siswa terbaik
“adalah .. Kim jaejoong. Silahkan memberi sambutan sebagai perwakilan..” tepuk tangan riuh menyambut jaejoong dengan langkah pasti ia maju dan memberikan sambutan sebagai formalitas diliriknya ahra yang memerah marah karena bukan ia yang mendapat gelar itu melainkan jaejoong
.
.
jaejoong menghampiri junsu yang melambai kearahnya sedikit berlari kecil
“selamat joongie,kau selalu menjadi yang terbaik” junsu memeluk jaejoong erat
“kau juga selamat suie” jaejoong merasa ia sangat bahagia perjuangannya selama ini tidak sia -sia
Suasana di gedung aula sangat ramai kelulusan di shinki tak ubahnya sebuah perayaan besar - besaran setiap tahunnya
“eoh.. Bukankah itu appamu?” junsu menunjuk appa kim yang sedang berjalan kearah mereka
“aish .. Aku malas sekali melihat ibu tiriku suie” kata jaejoong malas
“arasso .. Arasso .. Aku juga malas”
“eoh itu keluargamu suie ah .” jaejoong menunjuk keluarga junsu yang nampak berjalan kearah mereka “baiklah aku akan kesana anyeoong” jaejoong membungkuk kearah leluarga junsu yang menyambutnya hangat.
Jaejoong bisa melihat appanya membawakan bucket bunga lili kesukaannya dan merentangkan kedua tangannya siap memeluknya
“cukkhae jaejoongie, uri adeul sudah besar” ucap kim hankyung bangga
“ne appa” jawab jaejoong malas
“yahh .. Kenapa tidak semangat begini eoh mana jaejoongieku yang ceria eoh?” semangat appa kim
“jaejoongie aopa yang ceria sudah pergi bersama umma” jawab jaejoong datar
“yah jaejoongie .. Aku ummamu sekarang” jawab Go soo jin
“ummaku tidak akan tergantikan, lagipula aku tidak mau mengakuimu sebagai ummaku!” ketus jaejoong
“jangan merusak acara kelulusanmu joongie” tegur appa kim ia sungguh pusing melihat putranya terhitung sudah 2 tahun ia menikah dengan istri barunya tapi jaejoong masih saja belum menerima soo jin sebagai ummanya juga ahra sebagai saudara tirinya
“jja kita rayakan kelulusanmu dan ahra” ajak appa kim
“eoh ahra ya .. Disini” soo jin melambai kearah ahra
“eoh umma .. Aku sudah lulus umma” ahra memeluk ummanya senang membuat jaejoong memandang pandangan datar
Mereka makan siang bersama layaknya keluarga bahagia padahal kenyataannya hanya sebagai formalitas semata jaejoong merasa jengah melihat ahra juga soo jin yang ingin terlihat baik di depan appanya jaejoong tidak bodoh untuk melihat wanita disebelah appanya yang mengincar harta keluarga kim yang melimpah dan pewaris tunggalnya hanya dirinya
“jaejoongie .. Kau ingin kuliah apa” tanya appa kim
“aku akan mengambil kedokteran appa” jawab jaejoong santai ia makan dengan santai mengabaikan soojin dan ahra
“woahh jinja .. Itu cita- cita ummamu joongie” jawab appa kim diangguki jaejoong
“aku memang ingin mewujudkan apa yang umma inginkan, aku merasa ini cara yang bisa membuat umma bahagia disana” jaejoong tersenyum mengingat ummanya yang selalu berceloteh cita-citanya menjadi dokter matanya menjadi berembun jika mengingat ummanya
“kau kau ahra ya.. Kau akan mengambil apa?” tanya appa kim sambil memandang ahra yang nampak melamun
“aku-..” ahra tampak kebingungan
“bukankah kau juga ingin mengambil jurusan kedokteran ahra ya?” jawab soo jin membuat ahra terkesiap
“a ah ne aku mau ambil jurusan itu appa” jawab ahra terbata ia melihat jaejoong yang nampak mendengus
“woah.. Kalian sama- sama ingin menjadi dokter, appa bangga dengan kalian” jawab appa kim
“aku akan tinggal di apartemen” appa kim nampak terkejut mendengar jaejoong
“waeyo? Kenapa tidak tinggal dirumah?” tanya soo jin. jaejoong memandang lurus appanya seakan ingin menyampaikan
“àku sudah di terima di universitas seoul, aku juga sudah membeli sebuah apartemen di dekat kampus, aku hanya akan mengemas beberapa barang dan juga membawa mobilku appa” ahra nampak terkejut
“u-universitas seoul?” tanya ahra
“ne . Aku sudah diterima disana” jawab jaejoong ia menyeringai melihat wajah pias ahra
“kenapa kau memutuskan segala sesuatu sendiri jaejoongie, kau anggap apa appamu ini?” protes appa kim
“sering- seringlah kerumah jaejoong ah, rumah akan sepi tanpamu” jaejoong hanya mendengus melihat perhatian palsu umma tirinya
Jaejoong benar-benar membuktikan bahwa ia akan tinggal mandiri di apartemen ia hanya berkemas baju dan buku yang dirasanya penting apartemennya telah dipenuhinya dari jauh hari ia sudah mempersiapkan dengan matang
“jaga kesehatanmu dan seringlah pulang jaejoongie.. Appa menyayangimu” appa kim memeluk jaejoong erat
“jangan cari aku appa” jaejoong tersenyum manis
“yah! Mana bisa begitu!” protes app kim
“jaga kesehatanmu jaejoong ah” soo jin memeluk jaejoog dibalas jaejoong dengan berbisik
“jangan hamburkan uang appaku, atau akau akan melakukan sesuatu yang tidak akan kau bayangkan” bisik jaejoong dan melepas pelukan soo jin
“kau membuat keputusan yang akan kau sesali jaejoong” ahra berkata sambil memeluk jaejoong
“kita lihat saja, seberapa jauh kau bisa mengikutiku ahra ssi” sahut jaejoong ceria ia merasa bebas sekarang ia melihat sekretaris appanya nampak menyaksikan jaejoong tidak bodoh ia bisa melihat appanya pasti akan menugaskan sekretarisnya mengawasinya
“kau.. Seunghyun ah, jadilah orang baik jangan ikuti aku dan ikuti saja kedua orang itu dan laporkan padaku” seunghyun tersenyum dan mengangguk
“kau tidak akan menyesal percaya padaku jaejoongie” seunghyun tertawa kecil
“arasso .. Aku percaya padamu hyung..” jaejoong menepuk lengan seunghyun dan masuk ke mobilnya sejak saat itu jaejoong tidak pernah kembali ke kediaman kim ia hanya menerima laporan segala sesuatu yang terjadi di keluarga kim dari choi seunghyun.
TBC❤

Tidak ada komentar:
Posting Komentar