Chapter 3
“ini anakmu bear” ucap
jaejoong
CKITT!!
Bunyi rem beradu dengan
aspal nyata terdengar nyaring
“kau jangan bercanda
jaejoongie” ucap yunho yang masih syok
“aniya bear .. Jika bukan
anakmu untuk apa aku memberinya marga Jung” jelas jaejoong membuat yunho
teringat marga monbin sama dengannya’Jung’
“bukankah kau mengikutiku
untuk masuk kedalam akademi militer? Bagaimana bisa terjadi?”
“aku hamil saat kau sudah
masuk dan aku masuk juga dalam sekolah kedokteran, tanyakan adikmu jung shin hye
jika kau tidak percaya” ucap jaejoong santai
“kau hamil saat kuliah?”
kaget yunho
“ne aku menjalani
kehamilan saat kuliah, tidak ada yang tau karena aku selalu berpakaian longgar
menutupi perutku” terang jaejoong
“kenapa kau tidak
mengatakannya padaku boojae” yunho menatap sendu jaejoong yang memeluk monbin
dengan erat
“kau pikir aku sejahat
itu menghancurkan karirmu yun, kau terlihat senang saat itu” yunho tertohok
dalam hati
“lalu jika monbin tidak
muncul hari ini berapa lama kau akan menyembunyikannya selamanya boo?” jaejoong
masih terdiam
“kau tau, alasanku
memasuki militer adalah karenamu bear.. Sayangnya aku tidak bisa mengikuti
jalurmu karena aku sedang mengandung binnie.. aku memilih kedokteran dan
bertemu adikmu shin hye lucunya adikmu malah menyukaiku sebagai seorang namja”
tutur jaejoong
“shin hye menyukaimu?”
tanya yunho heran
“kukira hanya shin hye
yang belum tau bahwa aku kekasihmu, bukankah dia di luar negri bear dan kembali
saat meneruskan kuliahnya”
“dasar babo, bagaimana
bisa dia berpikiran mengencanimu saat kau mengandung anakku” yunho tertawa
membuat jaejoong lega setidaknya yunho tidak menolak monbin
.
.
Setelah sampai di halaman
rumah megah jaejoong yang merupakan mension kim nampak sekali taman ditata
begitu elok hingga terlihat sangat asri. mereka masih di dalam mobil suasana
menjadi hening mendadak yunho yang berada di kursi kemudi menatap jaejoong dan
monbin dengan seksama dipengangnya tangan umma dari anaknya ini
“boo .. Uri umma monbin-”
yunho memberi jeda kata- katanya melihat reaksi jaejoong
“ne”
“mungkin aku selama ini
bukan appa yang baik bagi monbin, juga bukan kekasih yang baik bagimu- bisakah
kita kembali menata dari awal lagi boo?” pinta yunho membuat mata jaejoong
berembun haru
“ne bear” tanpa terasa
air mata jaejoong menetes dia begitu bahagia
“gomawo boo” yunho
mendekatkan wajahnya hingga
Cup
Satu kecupan manis di
bibir cherry yang sudah lama tidak pernah dirasakannya
“besok masih ada latihan,
bisakah kau mengajak monbin boo?”
“aish .. Binnie suka
sekali berlari-larian bear, kau pikir aku bisa menjaganya sepanjang waktu”
yunho tertawa melihat jaejoong menggerutu
“wae wae wae !! Kau
menertawaiku” yunho menahan tawanya ia tak ingin boojaenya merajuk
“aku yang akan menjaganya
boo .. Tenanglah” yunho mengusap kepala monbin sayang
“yun .. apa kita akan
terus disini” pout jaejoong membuat yunho sadar
“tunggu ! Aku akan
membukakan pintu” yunho segera keluar
mobil dan membuakakan pintu
“kau pikir aku yeoja!”
jaejoong melengos membuat yunho terawa keras
“kau bukan yeoja boo,
tapi umma dari anakku” jaejoong blushing yunho memang perayu ulung yunho
mengambil alih menggendong monbin
TING TONG!
TING TONG!!
Jaejoong membunyikan bel
rumahnya brutal membuat umma kim kesal dan hampir saja menyembur jika saja ia
tidak melihat orang lain yang sedang bersama anaknya sosok yang sudah lama
sekali tidak dijumpainya sosok yang sangat dicintai anaknya
“anyeoong umma kim, lama
tidak bertemu” umma kim masih mematung
“aishh umma, kau tidak
membiarkan kami masuk eoh” sahut jaejoong
“ahh ne anyeooong yun,
sudah lama sekali” umma kim baru saja teradar dan menggeser tubuhnya
mempersilahkan masuk
“yun langsung ditidurkan
dikamarnya saja” mareka berdua menaiki tangga menuju kamar monbin yang memang
berdampingan dengan kamar Jaejoong
“kenapa binnie tidak
tidur bersamamu boo?” heran yunho
“binnie lebih suka tidur
sendiri, walaupun masih kecil ia sangat mandiri yun.. Dia akan tidur denganku
jika dia ketakutan”
“ketakutan??”
“ne binnie menonton film
hororr” yunho speechless
“haaahh .. Aku benar -
benar kehilangan kenangan di masa kecil monbin boo” yunho menatap sendu anaknya
yang tertidur pulas
“tidak apa- apa monbin
bukan anak yang selalu manja bear.. Aku jarang dirumah begitupun junsu dan umma
tapi kami akan brrgantian menjaga monbin walaupun kami sama- sibuk”jaejoong
mengusap lengan yunho
“kau yang terbaik nae
sarang,bogoshipoyo” yunho memeluk erat jaejoong ia sangat merindukan kekasihnya
ini
“apa kau berkencan selama
kita tidak bersama” jaejoog memicingkan matanya
“aniyo, aku sibuk
memikirkanmu” jawab yunho keningnya menyentuh pundak jaejoong
“pembohong!” sahut
jaejoong
“ya! Aku tidak pernah
berbohong padamu boo.. Aku tidak pernah berkencan tanya saja yoochun!” yunho
menatap boojaenya yang masih memandangnya kemudian
Bruk.
“aku tau kau tidak
berbohong” jaejoong memeluk yunho dengan erat
“lalu kenapa
bertanya!”kesal yunho
“aku hanya menggodanu”
jaejoong memandang yunho ia memejamkan matanya saat dikiranya yunho akan
menciumnya
CTAK!!
“yah! Kenapa menyentil
keningku!” pout jaejoong
“apa yang kau pikirkan
eoh. Aigoo letnan kim mesum sekali” goda yunho membuat jaejoong semakin
mepoutkan bibirnya
Cup
“sudah jangan mempoutkan
bibirmu seperti itu, aku bisa memakanmu boo” yunho terkekeh melihat ekspresi
jaejoong yang mengedipkan matanya genit
“Jja.. Kita atur
waktunya” jaejoong terkekeh
“kau semakin nakal boo”
yunho mengeratkan pelukannya
“kka. Pergilah,kau harus
apel malam bukan?”
“ne.. Jaga dirimu ne”
jaejoong mengangguk
Diluar kamar tanpa mereka
sadari umma kim tersenyum melihat keinginan anaknya nampaknya sudah tercapai
untuk bersama yunho.
.
.
“kau dari mana yun?”
tanya yoochun
“berkencan” jawab yunho
singkat membuat yoochun, taecyon, il woo, juga eunhyuk membatu
“ya! Kalian kenapa
bersekspresi seperti itu!” yunho memutar matanya melihat rekannya sangat
berlebihan
“chingu ya~ kalau kau
stress mari pergi minum jangan dipendam sendiri hingga membuatmu gila seperti
ini” yoochun memandang yunho sendu membuat semua orang ikut berwajah sendu
“kapten .. Meskipun
percintaanku tidaklah mulus aku selalu tegar, kau juga harus tegar kapten”
taecyoon meneteskan air matanya
“hya!! Kalian membuatku
menangis!!” eunhyuk yang memang cengeng sudah berurai air mata yunho melihat
teman- temanya seperti orang gila menangisi sesuatu yang tidak penting
“aku bahkan sudah lama
putus dengan kekasihku yun,kau tidak perlu sedih kita memiliki nasib yang sama
jangan menjadi gila karena cinta chingu..” yunho memandang tidak percaya il woo
yang terlihat normal sama saja dengan rekannya yang lain
“ya!! Kalian ini aishh!!
Aku benar- benar berkencan dengan jaejoong. Kalian jangan berlebihan
menganggapku frustasi seperti ini. Dan kalian tau anak yang dibawa jaejoong
tadi adalah anakku” yunho menjelaskan tanpa jeda membuang semua orang melongo
BRUK!!
semua memeluk yunho
seperti adegan teletubies
“chukkae kapteeen!!”
kompak keempat rekan yunho
“ya ya.. Hanya kalian
yang tau ini” yunho tersenyum memandang teman- temannya
“jadi, kapan kau
membuatnya dengan letnan kim kapten jung?” tanya eunhyuk membuat taecyon,
yoochun dan il woo meneguk ludah kasar merutuki kebodohan eunhyuk yang bertanya
dengan polos.
Yunho nampak berpikir dan
menjawab santai “kukira aku membuatnya sebelum aku masuk menjadi siswa di
akademi militer hyukjae”
“woahh daebak!! Aku
bahkan belum pernah mencobanya dengan kekasihku” eunhyuk bergumam
“bukankah kau tidak punya
kekasih?” timpal yoochun
“huweee.. kenapa kau
memperjelasnya sersan park!” eunhyuk menangis
“yah! kita akan apel
malam jja” il woo menyeret eunhyuk keluar
.
.
“kapten, komandan datang”
kata kwangsoo
“mwo?!” kaget keempatnya
“hormat!” yunho memberi
hormat pada jung siwon
“kedatanganku kesini
adalah untuk memberitahu, kalian akan berlibur selama 8 bulan” ucap siwon
“odiga?” tanya yumho
“apollo, kuharap kalian
menjaga kesehatan kalian dan jangan ada yang terluka kalian akan libur selama
dua minggu lalu berangkat persiapkan dengan baik keberangkatan kalian”
“siap!” sahut semuanya
“ah, kalian tim alpha
akan bergabung dengan tim beta disana”
“tim beta? Kenapa harus
dua tim yang dikirim kesana bukankah jika sudah ada tim beta” yunho memandang
siwon
“ini perintah” jawab
siwon membuat semua orang terdiam siwon melangkah kakinya pergi dari barak
putranya
“hyung, kita liburan ke
apollo.. kau pernah kesana hyung?” euhyuk bertanya pada taecyoon
“kita bukan liburan, tapi
bertugas bergabung dengan tentara biasa disana.” Jawab yoochun
“kau mau kemana kapten!”
teriak il woo
“menemui appaku” yunho
berlari
.
.
Yunho benar – benar
keruangan appanya untuk meminta kejelasan
“appa.. apa ini memang
murni perintah atau keinginanmu sendiri” yunho bertanya langsung
“oeh yunho ah, kau kesini
hanya untuk menamyakan hal itu duduklah dulu” siwon duduk di salah satu kursi
“jadi?”
“ini adalah perintah yun,
bukan sebagai appamu tapi sebagai komandan yang harus menjalankan tugasnya
tentang pertanyaanmu tadi kenapa tim alpha harus kesana sedangkan disana telah
ada tim beta adalah karena disana daerah yang sangat rawan dilintasi oleh
penyelundup kelas dunia yang tidak takut hukum”
“apa tim beta tidak mampu
menanganinya appa?”
“bukan tidak mampu
menanganinya, tim beta tidak secakap tim alpha dalam memecahkan sesuatu”
“aku yakin bukan itu
alasannya appa” yunho memutar bola matanya
“bagaimana hubunganmu
dengan joongie” yunho mengeryit bagaimana appanya tahu
“apa appa memata- matai
kami?” siwon tertawa melihat tuduhan anaknya
“kau senang yun joongie
jadi satu tempat denganmu?”
“yah! Appa kau bahkan
akan memisahkanku dengan joongie selama 8 bulan”
“anggaplah ini ujian
untuk kalian, bukankah kalian sadar posisi kalian sekarang sebagai sama – sama
tentara?”
“arasso arasso..”
“yun, apa anak kecil yang
bersama joongie itu anakmu ?” yunho menatap appanya terkejut
“a apa appa bertemu
dengan monbin?”
“ahh.. jadi namanya
monbin, jadi dia anakmu?”
“ne appa.. ampuni aku
appa” yunho berlutut memohon ampun pada siwon
“nan gwencana yun, pulang
dari tugas ini kau harus menikahinya” yunho terkejut appanya sangat tenang
“appa, aku tidak bisa
memutuskannya sendiri joongie juga harus menyetujuinya aku tidak ingin
memaksanya”
“arasso .. mintalah
persetujuan joongie dulu dan pulanglah kerumah, ummamu sangat merindukanmu”
“ne appa”
.
.
-
Lapangan Bogja –
“eoh jae hyung monbin
juga ikut, bukankah hari ini kau yang jaga hyung?” tanya sindong
“ne.. dia akan dijaga
oleh appanya” jawab jaejoong sekenannya
“monbin ah.. kau ingin
main denganku?” monbin menggeleng dari kejauhan nampak yunho dengan teman –
temannya sedang bersantai monbin pun berlari menuju appanya disambut yunho
dengan senyuman membuat monbin girang
“appaa..”
BRUK!
Tubuh kecil monbin
menubruk yunho membuat yunho tertawa
“binnie rindu appa?”
tanya yunho
“ne appa, binnie ingin
main dengan appa” jawab monbin
“anyeoong binnie ,,” sapa
yoochun
“ahjussi siapa?” monbin
mengeratkan pelukannya ke leher yunho
“ahjussi tampan ini
bernama park yoochun, kau harus ingat ne” monbin memiringkan kepalanya
“apa ahjussi orang yang
di sukai junsu imo?” yoochun mendadak diam
“eoh? Siapa yang bilang
itu binnie? Tanya yunho
“suie jumma selalu
menceritakan tentang yoochun jussi appa, walaupun akau tidak tau yoochun jussi
itu siapa yunho menyenggol yoochun yang tampak gugup
“ya ya aku akan kesana!!”
yunho tertawa melihat sahabatnya gugup jika membicarakan junsu
TBC.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar