Sabtu, 14 Januari 2017

I need you! chapter 3



Chapter 3

“ini anakmu bear” ucap jaejoong

 CKITT!!

Bunyi rem beradu dengan aspal nyata terdengar nyaring
“kau jangan bercanda jaejoongie” ucap yunho yang masih syok
“aniya bear .. Jika bukan anakmu untuk apa aku memberinya marga Jung” jelas jaejoong membuat yunho teringat marga monbin sama dengannya’Jung’
“bukankah kau mengikutiku untuk masuk kedalam akademi militer? Bagaimana bisa terjadi?”
“aku hamil saat kau sudah masuk dan aku masuk juga dalam sekolah kedokteran, tanyakan adikmu jung shin hye jika kau tidak percaya” ucap jaejoong santai
“kau hamil saat kuliah?” kaget yunho
“ne aku menjalani kehamilan saat kuliah, tidak ada yang tau karena aku selalu berpakaian longgar menutupi perutku” terang jaejoong
“kenapa kau tidak mengatakannya padaku boojae” yunho menatap sendu jaejoong yang memeluk monbin dengan erat
“kau pikir aku sejahat itu menghancurkan karirmu yun, kau terlihat senang saat itu” yunho tertohok dalam hati
“lalu jika monbin tidak muncul hari ini berapa lama kau akan menyembunyikannya selamanya boo?” jaejoong masih terdiam
“kau tau, alasanku memasuki militer adalah karenamu bear.. Sayangnya aku tidak bisa mengikuti jalurmu karena aku sedang mengandung binnie.. aku memilih kedokteran dan bertemu adikmu shin hye lucunya adikmu malah menyukaiku sebagai seorang namja” tutur jaejoong
“shin hye menyukaimu?” tanya yunho heran
“kukira hanya shin hye yang belum tau bahwa aku kekasihmu, bukankah dia di luar negri bear dan kembali saat meneruskan kuliahnya”
“dasar babo, bagaimana bisa dia berpikiran mengencanimu saat kau mengandung anakku” yunho tertawa membuat jaejoong lega setidaknya yunho tidak menolak monbin
.
.
Setelah sampai di halaman rumah megah jaejoong yang merupakan mension kim nampak sekali taman ditata begitu elok hingga terlihat sangat asri. mereka masih di dalam mobil suasana menjadi hening mendadak yunho yang berada di kursi kemudi menatap jaejoong dan monbin dengan seksama dipengangnya tangan umma dari anaknya ini
“boo .. Uri umma monbin-” yunho memberi jeda kata- katanya melihat reaksi jaejoong
“ne”
“mungkin aku selama ini bukan appa yang baik bagi monbin, juga bukan kekasih yang baik bagimu- bisakah kita kembali menata dari awal lagi boo?” pinta yunho membuat mata jaejoong berembun haru
“ne bear” tanpa terasa air mata jaejoong menetes dia begitu bahagia
“gomawo boo” yunho mendekatkan wajahnya hingga

Cup

Satu kecupan manis di bibir cherry yang sudah lama tidak pernah dirasakannya
“besok masih ada latihan, bisakah kau mengajak monbin boo?”
“aish .. Binnie suka sekali berlari-larian bear, kau pikir aku bisa menjaganya sepanjang waktu” yunho tertawa melihat jaejoong menggerutu
“wae wae wae !! Kau menertawaiku” yunho menahan tawanya ia tak ingin boojaenya merajuk
“aku yang akan menjaganya boo .. Tenanglah” yunho mengusap kepala monbin sayang
“yun .. apa kita akan terus disini” pout jaejoong membuat yunho sadar
“tunggu ! Aku akan membukakan pintu”  yunho segera keluar mobil dan membuakakan pintu
“kau pikir aku yeoja!” jaejoong melengos membuat yunho terawa keras
“kau bukan yeoja boo, tapi umma dari anakku” jaejoong blushing yunho memang perayu ulung yunho mengambil alih menggendong monbin

TING TONG!

TING TONG!!

Jaejoong membunyikan bel rumahnya brutal membuat umma kim kesal dan hampir saja menyembur jika saja ia tidak melihat orang lain yang sedang bersama anaknya sosok yang sudah lama sekali tidak dijumpainya sosok yang sangat dicintai anaknya

“anyeoong umma kim, lama tidak bertemu” umma kim masih mematung
“aishh umma, kau tidak membiarkan kami masuk eoh” sahut jaejoong
“ahh ne anyeooong yun, sudah lama sekali” umma kim baru saja teradar dan menggeser tubuhnya mempersilahkan masuk
“yun langsung ditidurkan dikamarnya saja” mareka berdua menaiki tangga menuju kamar monbin yang memang berdampingan dengan kamar Jaejoong
“kenapa binnie tidak tidur bersamamu boo?” heran yunho
“binnie lebih suka tidur sendiri, walaupun masih kecil ia sangat mandiri yun.. Dia akan tidur denganku jika dia ketakutan”
“ketakutan??”
“ne binnie menonton film hororr” yunho speechless
“haaahh .. Aku benar - benar kehilangan kenangan di masa kecil monbin boo” yunho menatap sendu anaknya yang tertidur pulas
“tidak apa- apa monbin bukan anak yang selalu manja bear.. Aku jarang dirumah begitupun junsu dan umma tapi kami akan brrgantian menjaga monbin walaupun kami sama- sibuk”jaejoong mengusap lengan yunho
“kau yang terbaik nae sarang,bogoshipoyo” yunho memeluk erat jaejoong ia sangat merindukan kekasihnya ini
“apa kau berkencan selama kita tidak bersama” jaejoog memicingkan matanya
“aniyo, aku sibuk memikirkanmu” jawab yunho keningnya menyentuh pundak jaejoong
“pembohong!” sahut jaejoong
“ya! Aku tidak pernah berbohong padamu boo.. Aku tidak pernah berkencan tanya saja yoochun!” yunho menatap boojaenya yang masih memandangnya kemudian
Bruk.

“aku tau kau tidak berbohong” jaejoong memeluk yunho dengan erat
“lalu kenapa bertanya!”kesal yunho
“aku hanya menggodanu” jaejoong memandang yunho ia memejamkan matanya saat dikiranya yunho akan menciumnya

CTAK!!

“yah! Kenapa menyentil keningku!” pout jaejoong
“apa yang kau pikirkan eoh. Aigoo letnan kim mesum sekali” goda yunho membuat jaejoong semakin mepoutkan bibirnya

Cup

“sudah jangan mempoutkan bibirmu seperti itu, aku bisa memakanmu boo” yunho terkekeh melihat ekspresi jaejoong yang mengedipkan matanya genit
“Jja.. Kita atur waktunya” jaejoong terkekeh
“kau semakin nakal boo” yunho mengeratkan pelukannya
“kka. Pergilah,kau harus apel malam bukan?”
“ne.. Jaga dirimu ne” jaejoong mengangguk

Diluar kamar tanpa mereka sadari umma kim tersenyum melihat keinginan anaknya nampaknya sudah tercapai untuk bersama yunho.
.
.
“kau dari mana yun?” tanya yoochun
“berkencan” jawab yunho singkat membuat yoochun, taecyon, il woo, juga eunhyuk membatu
“ya! Kalian kenapa bersekspresi seperti itu!” yunho memutar matanya melihat rekannya sangat berlebihan
“chingu ya~ kalau kau stress mari pergi minum jangan dipendam sendiri hingga membuatmu gila seperti ini” yoochun memandang yunho sendu membuat semua orang ikut berwajah sendu
“kapten .. Meskipun percintaanku tidaklah mulus aku selalu tegar, kau juga harus tegar kapten” taecyoon meneteskan air matanya
“hya!! Kalian membuatku menangis!!” eunhyuk yang memang cengeng sudah berurai air mata yunho melihat teman- temanya seperti orang gila menangisi sesuatu yang tidak penting
“aku bahkan sudah lama putus dengan kekasihku yun,kau tidak perlu sedih kita memiliki nasib yang sama jangan menjadi gila karena cinta chingu..” yunho memandang tidak percaya il woo yang terlihat normal sama saja dengan rekannya yang lain
“ya!! Kalian ini aishh!! Aku benar- benar berkencan dengan jaejoong. Kalian jangan berlebihan menganggapku frustasi seperti ini. Dan kalian tau anak yang dibawa jaejoong tadi adalah anakku” yunho menjelaskan tanpa jeda membuang semua orang melongo

BRUK!!

semua memeluk yunho seperti adegan teletubies
“chukkae kapteeen!!” kompak keempat rekan yunho
“ya ya.. Hanya kalian yang tau ini” yunho tersenyum memandang teman- temannya
“jadi, kapan kau membuatnya dengan letnan kim kapten jung?” tanya eunhyuk membuat taecyon, yoochun dan il woo meneguk ludah kasar merutuki kebodohan eunhyuk yang bertanya dengan polos.
Yunho nampak berpikir dan menjawab santai “kukira aku membuatnya sebelum aku masuk menjadi siswa di akademi militer hyukjae”
“woahh daebak!! Aku bahkan belum pernah mencobanya dengan kekasihku” eunhyuk bergumam
“bukankah kau tidak punya kekasih?” timpal yoochun
“huweee.. kenapa kau memperjelasnya sersan park!” eunhyuk menangis
“yah! kita akan apel malam jja” il woo menyeret eunhyuk keluar
.
.
“kapten, komandan datang” kata kwangsoo
“mwo?!” kaget keempatnya
“hormat!” yunho memberi hormat pada jung siwon
“kedatanganku kesini adalah untuk memberitahu, kalian akan berlibur selama 8 bulan” ucap siwon
“odiga?” tanya yumho
“apollo, kuharap kalian menjaga kesehatan kalian dan jangan ada yang terluka kalian akan libur selama dua minggu lalu berangkat persiapkan dengan baik keberangkatan kalian”
“siap!” sahut semuanya
“ah, kalian tim alpha akan bergabung dengan tim beta disana”
“tim beta? Kenapa harus dua tim yang dikirim kesana bukankah jika sudah ada tim beta” yunho memandang siwon
“ini perintah” jawab siwon membuat semua orang terdiam siwon melangkah kakinya pergi dari barak putranya
“hyung, kita liburan ke apollo.. kau pernah kesana hyung?” euhyuk bertanya pada taecyoon
“kita bukan liburan, tapi bertugas bergabung dengan tentara biasa disana.” Jawab yoochun
“kau mau kemana kapten!” teriak il woo
“menemui appaku” yunho berlari
.
.
Yunho benar – benar keruangan appanya untuk meminta kejelasan
“appa.. apa ini memang murni perintah atau keinginanmu sendiri” yunho bertanya langsung
“oeh yunho ah, kau kesini hanya untuk menamyakan hal itu duduklah dulu” siwon duduk di salah satu kursi
“jadi?”
“ini adalah perintah yun, bukan sebagai appamu tapi sebagai komandan yang harus menjalankan tugasnya tentang pertanyaanmu tadi kenapa tim alpha harus kesana sedangkan disana telah ada tim beta adalah karena disana daerah yang sangat rawan dilintasi oleh penyelundup kelas dunia yang tidak takut hukum”
“apa tim beta tidak mampu menanganinya appa?”
“bukan tidak mampu menanganinya, tim beta tidak secakap tim alpha dalam memecahkan sesuatu”
“aku yakin bukan itu alasannya appa” yunho memutar bola matanya
“bagaimana hubunganmu dengan joongie” yunho mengeryit bagaimana appanya tahu
“apa appa memata- matai kami?” siwon tertawa melihat tuduhan anaknya
“kau senang yun joongie jadi satu tempat denganmu?”
“yah! Appa kau bahkan akan memisahkanku dengan joongie selama 8 bulan”
“anggaplah ini ujian untuk kalian, bukankah kalian sadar posisi kalian sekarang sebagai sama – sama tentara?”
“arasso arasso..”
“yun, apa anak kecil yang bersama joongie itu anakmu ?” yunho menatap appanya terkejut
“a apa appa bertemu dengan monbin?”
“ahh.. jadi namanya monbin, jadi dia anakmu?”
“ne appa.. ampuni aku appa” yunho berlutut memohon ampun pada siwon
“nan gwencana yun, pulang dari tugas ini kau harus menikahinya” yunho terkejut appanya sangat tenang
“appa, aku tidak bisa memutuskannya sendiri joongie juga harus menyetujuinya aku tidak ingin memaksanya”
“arasso .. mintalah persetujuan joongie dulu dan pulanglah kerumah, ummamu sangat merindukanmu”
“ne appa”
.
.
-          Lapangan Bogja –

“eoh jae hyung monbin juga ikut, bukankah hari ini kau yang jaga hyung?” tanya sindong
“ne.. dia akan dijaga oleh appanya” jawab jaejoong sekenannya
“monbin ah.. kau ingin main denganku?” monbin menggeleng dari kejauhan nampak yunho dengan teman – temannya sedang bersantai monbin pun berlari menuju appanya disambut yunho dengan senyuman membuat monbin girang
“appaa..”



BRUK!

Tubuh kecil monbin menubruk yunho membuat yunho tertawa
“binnie rindu appa?” tanya yunho
“ne appa, binnie ingin main dengan appa” jawab monbin
“anyeoong binnie ,,” sapa yoochun
“ahjussi siapa?” monbin mengeratkan pelukannya ke leher yunho
“ahjussi tampan ini bernama park yoochun, kau harus ingat ne” monbin memiringkan kepalanya
“apa ahjussi orang yang di sukai junsu imo?” yoochun mendadak diam
“eoh? Siapa yang bilang itu binnie? Tanya yunho
“suie jumma selalu menceritakan tentang yoochun jussi appa, walaupun akau tidak tau yoochun jussi itu siapa yunho menyenggol yoochun yang tampak gugup
“ya ya aku akan kesana!!” yunho tertawa melihat sahabatnya gugup jika membicarakan junsu


TBC.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar