Minggu, 29 Januari 2017

MINE chapter 1



Title                 : MINE
Genre              : romance
Length             : -
Rate                 : M
Main cast        : yunjae etc.

WARNING! 
DIBAWAH 17 TAHUN DILARANG KERAS MEMBACA

Chapter 1



Kim jaejoong putra tunggal pasangan kim siwon dan kim heechul memiliki hobi menghamburkan uang berparas menawan dan cantik digilai banyak namja dan yeoja sayangnya kepribadian bergonta ganti teman kencan membuat imagenya dipandang buruk oleh masyarakat.

“yunho, kau kutugaskan untuk mengawasi jaejoong aku takut dia banyak yang mengincar nyawanya” siwon nampak memperhatikan asisten pribadinya itu dengan saksama
“tapi presdir, kesehatan anda sedang memburuk akhir- akhir ini apa tidak apa- apa jika saya bertugas mengawasi tuan muda jaejoong?” siwon tersenyum melihat kecemasan orang kepercayaannya itu
“jangan mencemaskanku yunho ah, aku percayakan jaejoong padamu” yunho mengangguk mengerti
“aku menugaskan shim changmin untuk mengawasi istriku, dan ternyata kecurigaanku benar yunho ah” yunho nampak bingung dengan ucapan siwon
“kecurigaan apa maksud presdir?” tanya yunho
“istriku sedang menjalin hubungan lagi dengan mantan kekasihnya” yunho nampak terkejut mendengar penuturan appa jaejoong itu
“lalu.. kenapa anda menceritakan ini kepadaku presdir?” siwon menatap yunho
“karena aku percaya padamu, jika semua orang bisa menghianatiku ataupun jaejoong tidak denganmu yunho” jawab siwon membuat yunho teringat masalalunya

Flashback - 

Bug

Bug

Bug 

Yunho muda nampak di pukuli oleh preman bayaran jumlah yang tidak sebanding membuat yunho kalah telak setelah melawan habis – habisan badannya babak belur dan darah mengucur dari keapala yunho membuatnya pening di sebelah kirinya ada sebuah mobil mewah yang melintas dan tiba – tiba berhenti melihat pemandangan mengenaskan di depannya seorang dengan setelan jas mahal keluaar dari mobil

“yah kalian preman, berhentilah memukuli anak muda itu!” ucap siwon
“kau jangan berlagak jagoan, jangan ikut campur urusan kami!” jawab salah satu preman berbadan garang itu
“aku appanya, kalian mau apa eoh!” seloroh siwon ia melirik yunho yang nampak terbatuk- batuk
“woahh benarkah kau appanya, kulihat dari penampilanmu kau orang kaya tuan kalau begitu berikan uang yang dipinjamnya kami akan melepaskannya!” siwon memicing
“berapa uang yang kalian butuhkan?” tanya siwon
“10 juta won!” siwon kembali ke mobil dan menuliskan deret angka ke dalam cek setelahnya ia mendekati para preman itu dan memberikannya
“a-apa tidak salah jumlahnya ini?” gagap preman yang memegang cek dari siwon
“kalian boleh mengambil sisanya, tapi ingat saat kalian menyentuhnya lagi kalian akan tamat di penjara” desis siwon membuat para preman itu menciut
“terimakasih tuan” ucap para preman itu lalu mereka berlari kencang menjauhi siwon dan yunho
Siwon berjongkok mendekati yunho dan mengulurkan tangannya
“jja.. kau harus diobati nak” kata siwon
“uhukk gomawo ahjussi.. aku uhuk akan mengembalikan uangmu ahjussi, sekali  lagi gomawo” yunho berbicara din sela batuk membuat siwon bertambah iba
“gwencana, kau harus segera diobati” siwon memapah yunho menuju mobilnya dibantu supi pribadinya suasana di dalam mobil terasa sepi yunho sendiri bingung harus berbicara apa juga wajahnya yang nampak lebam
“kenapa mereka mengahjarmu seperti itu nak?” tanya siwon
“mereka mengejar uang yang kupinjam dari rentenir ahjussi” jawab yunho
“untuk apa uang sebanyak itu, siapa namamu?”  siwon menatap yunho yang meringis kesakitan
“jung yunho imnida, uang itu untuk biaya ummaku yang mengidap kanker hati ahjussi, sekeras apapun aku bekerja masih belum cukup membiayai pengobatan umma” jawab yunho jujur
“lalu, bagaimana keadaan ummamu sekarang dan dimana appamu sehingga kau mencari uang sendiri?” yunho menunduk sedih
“ummaku meninggal minggu lalu ahjussi, dan appaku juga sudah meninggal sejak aku di junior high school”
“kulihat kau seorang mahasiswa, apa aku benar?” tanya siwon
“ne, aku seorang mahasiswa dengan beasiswa di universitas shinki”
“kenapa kau tidak meminta bantuan pada saudara ayahmu atau ibumu yunho ah” yunho menggeleng
“aku akan menanggugnya sendiri ahjussi mereka juga memiliki perekonomian yang sama jadi aku tidak mau membebani mereka”
“kau berpikiran dewasa diusia sangat muda” siwon menepuk pundak yunho membuat yunho tersenyum
“gomawo ahjussi, dan siapa namamu ahjussi?”
“namaku kim siwon” 

Mereka sampai di rumah sakit gookil siwon mengantar yunho menuju ke IGD dan langsung ditangani dengan baik

“apa anda walinya?” tanya dokter lee
“oh ne saya walinya jung yunho” jawab siwon
“dia harus dirawat beberapa hari karena luka di bahunya cukup lebar” jelas dokter lee membuat siwon mengerti
“ne, rawat dengan baik dokter kumohon bantuannya”
“tuan jung sudah dipindahkan ke kamarnya” dokter lee berpamitan dengan siwon dan siwon menuju kamar rawat yunho

Yunho nampak terbaring di ranjang bersprei putih dengan mengenakan pakaian khas pasien yang melekat di tubuhnya
“apa aku harus dirawat ahjussi?” tanya yunho
“yah, kau tidak lihat tubuhmu  babak belur seperti itu eoh.. kau tidak akan bisa kabur” canda siwon
“istirahatlah.. besok aku akan kemari lagi” yunho mengangguk dan siwon pun pergi dari kamar yunho
Beberapa hari setelahnya yunho diperbolehkan pulang tapi yunho merasa bingung harus kemana rumah yang ia tinggali sudah di jual demi pengobatan ummanya
“kau tidak perlu bingung yunho, kau akan tinggal dirumahku” ucap siwon setelah melihat wajah keruh yunho
“ahjussi, aku sudah banyak merepotkan anda” siwon menggeleng
“aku tidak merasa direpoti, aku bersimpati kepadamu yunho sekarang yang harus kau pikirkan hanya selesaikan kuliahmu kau juga bisa bekerja denganku nanti” ucap siwon
“aku akan mengabdikan hidupku padamu ahjussi aku berjanji” yunho membungkuk dalam membuat siwon tertwa
“ya ya terserahmu saja”

Flashback end -

“beberapa hari yang lalu istriku memberiku ini” siwon menyodorkan sebuah amplop coklat pada yunho dan yunho meraihnya
“b-bukankah ini surah cerai presdir?” yunho sangat terkejut
“ne itu surat cerai, aku sudah menandatanganinya jadi simpanlah aku punya firasat buruk yunho ah” siwon selalu menceritakan apapun yang dirasakannya pada yunho karena tidak mungkin ia menceritakannya pada jaejoong karena jaejoong pasti tidak akan mengerti
“baiklah saya akan menyimpanya presdir”
“baiklah aku akan istirahat, kau juga istirahatlah yunho ah” yunho mengangguk dan keluar ruang kerja siwon ia berpapasan dengan jaejoong yang berpakaian sedikit terbuka ia menduga pasti jaejoong akan ke bar seperti biasanya
“yunho hyung.. mau ikut denganku ke clubbing?” tanya jaejoong
“aniyo .. aku akan tidur jangan pulang terlalu malam dan jangan minum terlalu banyak jaejoong ah”
“ne ne ne .. aku akan pulang pagi kalau begitu” jawab jaejoong santai ia memutar – mutar kunci mobilnya dan berjalan gontai membuat yunho menggelengkan kepalanya heran

Drrtt

Drrtt 

Yunho yang sudah nyenyak terbangun dan meraba meja nakas mendengar ponselnya bergetar  ternyata panggilan itu dari jaejoong

“yeoboyeoo..” jawab yunho malas matanya masih terpejam
“maaf tuan, ini dari bolero bar pemilik ponsel ini sangat mabuk bisakah anda menjempunya dia terus meracau nama anda tuan” papar maid itu
“ne aku akan kesana” yunho menutup telponnya tergesa dan berganti baju matanya terbuka lebar ia mengambil kunci mobilnya dan bergegas menjemput jaejoong

Bolero bar –

Hingar bingar keramaian club membuat yunho pusing ia segera mendial nomor jaejoong da dilihatnya ada beberapa yeoja di kanan dan kiri jaejoong ponsel yang berdering diatas meja diabaikan sepenuhnya oleh pemiliknya yunho melangkahkan kakinya mendekati jaejoong kedua yeoja di sebelah yunho menatapnya kagum yunho membungkuk ke arah jaejoong membuat yeoja di sebelah yunho bergeser sedikit memberi ruang untuk yunho

“jaejoong ah, bangunlah” yunho menepuk pipi jaejoong pelan jaejoong hanya memandangnya sayu
“wah.. kau mirip yunnieku.. hihihi” jaejoong menujuk yunho dan mentoel – toel pipi yunho
“aku memang yunho” jawab yunho ia melihat gelagat aneh dari jaejoong
“aniyoo!! Aku tidak mau pulang, aku ingin ke apartemenmu yunnie ah..”  jaejoong melingkarkan kedua tangannya pada leher yunho
“ne ne kita ke apartemenku, kau sangat mabuk ” yunho mengambil ponsel jaejoong dan memasukkannya ke saku
“apa dia kesini dengan seseorang?” tanya yunho pada kedua yeoja itu keduanya menggangguk
“ne, jaejoong ssi datang dengan seunghyun oppa.. tapi seunghyun oppa sedang ke toilet” jawab suzy
“apa dia mencampurkan sesuatu pada minuman jaejoong?” tanya yunho tajam
“i- iya, sunghyun oppa memasukkan sesuatu saat jaejoong ssi ke toilet tadi” yunho menggeram marah sudah diduganya jaejoong sedang tidak beres
“yunnie .. kenapa masih disini?” jaejoong merengek manja yunho menuntun jaejoong keluar tepat saat seunghyun telah kembali
“dimana jaejoong, suzy?” suzy mengendikkan bahunya dan menjawab
“dia dibawa oleh pria yang sangat tampan, oppa”
“pria? Siapa?” tanya seunghyun
“namanya yunho kalau tidak salah dengar tadi, iya kan jiyeon?”
“ne tadi jaejoong ssi memanggilnya yunnie” tambah jiyeon
“shit!” seunghyun berlari keluar bar tapi tidak ada jaejoong hanya ada mobilnya yang terparkir.

tbc.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar