Title : MINE
Genre :
romance
Length :
-
Rate :
M
Main cast : yunjae etc.
WARNING!
DIBAWAH 17
TAHUN DILARANG KERAS MEMBACA
Chapter
1
Kim
jaejoong putra tunggal pasangan kim siwon dan kim heechul memiliki hobi
menghamburkan uang berparas menawan dan cantik digilai banyak namja dan yeoja
sayangnya kepribadian bergonta ganti teman kencan membuat imagenya dipandang
buruk oleh masyarakat.
“yunho,
kau kutugaskan untuk mengawasi jaejoong aku takut dia banyak yang mengincar
nyawanya” siwon nampak memperhatikan asisten pribadinya itu dengan saksama
“tapi
presdir, kesehatan anda sedang memburuk akhir- akhir ini apa tidak apa- apa
jika saya bertugas mengawasi tuan muda jaejoong?” siwon tersenyum melihat
kecemasan orang kepercayaannya itu
“jangan
mencemaskanku yunho ah, aku percayakan jaejoong padamu” yunho mengangguk
mengerti
“aku
menugaskan shim changmin untuk mengawasi istriku, dan ternyata kecurigaanku
benar yunho ah” yunho nampak bingung dengan ucapan siwon
“kecurigaan
apa maksud presdir?” tanya yunho
“istriku
sedang menjalin hubungan lagi dengan mantan kekasihnya” yunho nampak terkejut
mendengar penuturan appa jaejoong itu
“lalu..
kenapa anda menceritakan ini kepadaku presdir?” siwon menatap yunho
“karena
aku percaya padamu, jika semua orang bisa menghianatiku ataupun jaejoong tidak
denganmu yunho” jawab siwon membuat yunho teringat masalalunya
Flashback
-
Bug
Bug
Bug
Yunho muda nampak di pukuli oleh preman bayaran jumlah yang
tidak sebanding membuat yunho kalah telak setelah melawan habis – habisan
badannya babak belur dan darah mengucur dari keapala yunho membuatnya pening di
sebelah kirinya ada sebuah mobil mewah yang melintas dan tiba – tiba berhenti
melihat pemandangan mengenaskan di depannya seorang dengan setelan jas mahal
keluaar dari mobil
“yah kalian preman, berhentilah memukuli anak muda itu!”
ucap siwon
“kau jangan berlagak jagoan, jangan ikut campur urusan
kami!” jawab salah satu preman berbadan garang itu
“aku appanya, kalian mau apa eoh!” seloroh siwon ia melirik
yunho yang nampak terbatuk- batuk
“woahh benarkah kau appanya, kulihat dari penampilanmu kau
orang kaya tuan kalau begitu berikan uang yang dipinjamnya kami akan
melepaskannya!” siwon memicing
“berapa uang yang kalian butuhkan?” tanya siwon
“10 juta won!” siwon kembali ke mobil dan menuliskan deret
angka ke dalam cek setelahnya ia mendekati para preman itu dan memberikannya
“a-apa tidak salah jumlahnya ini?” gagap preman yang
memegang cek dari siwon
“kalian boleh mengambil sisanya, tapi ingat saat kalian
menyentuhnya lagi kalian akan tamat di penjara” desis siwon membuat para preman
itu menciut
“terimakasih tuan” ucap para preman itu lalu mereka berlari
kencang menjauhi siwon dan yunho
Siwon berjongkok mendekati yunho dan mengulurkan tangannya
“jja.. kau harus diobati nak” kata siwon
“uhukk gomawo ahjussi.. aku uhuk akan mengembalikan uangmu
ahjussi, sekali lagi gomawo” yunho
berbicara din sela batuk membuat siwon bertambah iba
“gwencana, kau harus segera diobati” siwon memapah yunho
menuju mobilnya dibantu supi pribadinya suasana di dalam mobil terasa sepi
yunho sendiri bingung harus berbicara apa juga wajahnya yang nampak lebam
“kenapa mereka mengahjarmu seperti itu nak?” tanya siwon
“mereka mengejar uang yang kupinjam dari rentenir ahjussi”
jawab yunho
“untuk apa uang sebanyak itu, siapa namamu?” siwon menatap yunho yang meringis kesakitan
“jung yunho imnida, uang itu untuk biaya ummaku yang
mengidap kanker hati ahjussi, sekeras apapun aku bekerja masih belum cukup
membiayai pengobatan umma” jawab yunho jujur
“lalu, bagaimana keadaan ummamu sekarang dan dimana appamu
sehingga kau mencari uang sendiri?” yunho menunduk sedih
“ummaku meninggal minggu lalu ahjussi, dan appaku juga sudah
meninggal sejak aku di junior high school”
“kulihat kau seorang mahasiswa, apa aku benar?” tanya siwon
“ne, aku seorang mahasiswa dengan beasiswa di universitas
shinki”
“kenapa kau tidak meminta bantuan pada saudara ayahmu atau
ibumu yunho ah” yunho menggeleng
“aku akan menanggugnya sendiri ahjussi mereka juga memiliki
perekonomian yang sama jadi aku tidak mau membebani mereka”
“kau berpikiran dewasa diusia sangat muda” siwon menepuk
pundak yunho membuat yunho tersenyum
“gomawo ahjussi, dan siapa namamu ahjussi?”
“namaku kim siwon”
Mereka sampai di rumah sakit gookil siwon mengantar yunho
menuju ke IGD dan langsung ditangani dengan baik
“apa anda walinya?” tanya dokter lee
“oh ne saya walinya jung yunho” jawab siwon
“dia harus dirawat beberapa hari karena luka di bahunya
cukup lebar” jelas dokter lee membuat siwon mengerti
“ne, rawat dengan baik dokter kumohon bantuannya”
“tuan jung sudah dipindahkan ke kamarnya” dokter lee
berpamitan dengan siwon dan siwon menuju kamar rawat yunho
Yunho nampak terbaring di ranjang bersprei putih dengan
mengenakan pakaian khas pasien yang melekat di tubuhnya
“apa aku harus dirawat ahjussi?” tanya yunho
“yah, kau tidak lihat tubuhmu babak belur seperti itu eoh.. kau tidak akan
bisa kabur” canda siwon
“istirahatlah.. besok aku akan kemari lagi” yunho mengangguk
dan siwon pun pergi dari kamar yunho
Beberapa hari setelahnya yunho diperbolehkan pulang tapi
yunho merasa bingung harus kemana rumah yang ia tinggali sudah di jual demi
pengobatan ummanya
“kau tidak perlu bingung yunho, kau akan tinggal dirumahku”
ucap siwon setelah melihat wajah keruh yunho
“ahjussi, aku sudah banyak merepotkan anda” siwon menggeleng
“aku tidak merasa direpoti, aku bersimpati kepadamu yunho
sekarang yang harus kau pikirkan hanya selesaikan kuliahmu kau juga bisa
bekerja denganku nanti” ucap siwon
“aku akan mengabdikan hidupku padamu ahjussi aku berjanji”
yunho membungkuk dalam membuat siwon tertwa
“ya ya terserahmu saja”
Flashback end -
“beberapa hari yang lalu istriku memberiku ini” siwon
menyodorkan sebuah amplop coklat pada yunho dan yunho meraihnya
“b-bukankah ini surah cerai presdir?” yunho sangat terkejut
“ne itu surat cerai, aku sudah menandatanganinya jadi
simpanlah aku punya firasat buruk yunho ah” siwon selalu menceritakan apapun
yang dirasakannya pada yunho karena tidak mungkin ia menceritakannya pada
jaejoong karena jaejoong pasti tidak akan mengerti
“baiklah saya akan menyimpanya presdir”
“baiklah aku akan istirahat, kau juga istirahatlah yunho ah”
yunho mengangguk dan keluar ruang kerja siwon ia berpapasan dengan jaejoong
yang berpakaian sedikit terbuka ia menduga pasti jaejoong akan ke bar seperti
biasanya
“yunho hyung.. mau ikut denganku ke clubbing?” tanya
jaejoong
“aniyo .. aku akan tidur jangan pulang terlalu malam dan
jangan minum terlalu banyak jaejoong ah”
“ne ne ne .. aku akan pulang pagi kalau begitu” jawab
jaejoong santai ia memutar – mutar kunci mobilnya dan berjalan gontai membuat
yunho menggelengkan kepalanya heran
Drrtt
Drrtt
Yunho yang sudah nyenyak terbangun dan meraba meja nakas
mendengar ponselnya bergetar ternyata
panggilan itu dari jaejoong
“yeoboyeoo..” jawab yunho malas matanya masih terpejam
“maaf tuan, ini dari bolero bar pemilik ponsel ini sangat
mabuk bisakah anda menjempunya dia terus meracau nama anda tuan” papar maid itu
“ne aku akan kesana” yunho menutup telponnya tergesa dan
berganti baju matanya terbuka lebar ia mengambil kunci mobilnya dan bergegas
menjemput jaejoong
Bolero bar –
Hingar bingar keramaian club membuat yunho pusing ia segera
mendial nomor jaejoong da dilihatnya ada beberapa yeoja di kanan dan kiri
jaejoong ponsel yang berdering diatas meja diabaikan sepenuhnya oleh pemiliknya
yunho melangkahkan kakinya mendekati jaejoong kedua yeoja di sebelah yunho
menatapnya kagum yunho membungkuk ke arah jaejoong membuat yeoja di sebelah
yunho bergeser sedikit memberi ruang untuk yunho
“jaejoong ah, bangunlah” yunho menepuk pipi jaejoong pelan
jaejoong hanya memandangnya sayu
“wah.. kau mirip yunnieku.. hihihi” jaejoong menujuk yunho
dan mentoel – toel pipi yunho
“aku memang yunho” jawab yunho ia melihat gelagat aneh dari
jaejoong
“aniyoo!! Aku tidak mau pulang, aku ingin ke apartemenmu
yunnie ah..” jaejoong melingkarkan kedua
tangannya pada leher yunho
“ne ne kita ke apartemenku, kau sangat mabuk ” yunho mengambil
ponsel jaejoong dan memasukkannya ke saku
“apa dia kesini dengan seseorang?” tanya yunho pada kedua
yeoja itu keduanya menggangguk
“ne, jaejoong ssi datang dengan seunghyun oppa.. tapi
seunghyun oppa sedang ke toilet” jawab suzy
“apa dia mencampurkan sesuatu pada minuman jaejoong?” tanya
yunho tajam
“i- iya, sunghyun oppa memasukkan sesuatu saat jaejoong ssi
ke toilet tadi” yunho menggeram marah sudah diduganya jaejoong sedang tidak
beres
“yunnie .. kenapa masih disini?” jaejoong merengek manja yunho
menuntun jaejoong keluar tepat saat seunghyun telah kembali
“dimana jaejoong, suzy?” suzy mengendikkan bahunya dan
menjawab
“dia dibawa oleh pria yang sangat tampan, oppa”
“pria? Siapa?” tanya seunghyun
“namanya yunho kalau tidak salah dengar tadi, iya kan
jiyeon?”
“ne tadi jaejoong ssi memanggilnya yunnie” tambah jiyeon
“shit!” seunghyun berlari keluar bar tapi tidak ada jaejoong
hanya ada mobilnya yang terparkir.
tbc.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar