Selasa, 24 Januari 2017

The Doctors chapter 2

Title           : The Doctors
Genre        : romance
Length      : -
Rate          : T
Main cast : yunjae etc.

Chapter 2.



- 7 tahun kemudian -

*bandara internasional incheon
seorang namja berkulit tan bertubuh tegap dan atletis memakai kaca mata hitam sedang menyeret kopernya ia nampak sedang menghubungi seseorang
“yah yoochun ah, odiga?”
“aishh aku ada di sebelah baratmu yunho ah” yoochun tampak melambaikan tangannya
“yah .. Harusnya kau yang mencariku bukan aku yang mencarimu aishh!” protes yunho
“yah ! yah! Aku rela menjemputmu kau masih saja protes!” sewot yoochun mereka berhigh five
“ahh mianhe dokter .. Saya yang bersalah” jawab yunho dengan mimik muka aegyo
“yah! Menjijikan sekali jangan lagi kau berbicara seperti itu!” yunho tertawa keras melihat sahabatnya kesal
“jja .. Aku akan mengantarmu” yunho dan yoochun berjalan beriringan menuju mobil
“bagaimana kabar rumah sakit, woah .. Aku benar -benar rindu ruang operasi” kekeh yunho
“appamu baik-baik saja juga rumah sakit aku tidak terlalu tau urusan politik di disana” jawab yoochun sekenanya
“apa jang geun suk tidak pernah berbuat ulah?” tanya yunho
“aku tidak tau politik rumah sakit, aku tidak tertarik lebih baik aku mengobati pasien” yoochun tertawa melihat yunho memutar bola matanya
“oh iya ada fellow di instalasi bedah syaraf, kau pasti akan terkejut jika tau” yunho mengeryit
“memangnya siapa yang menjadi fellow?” tanya yunho
“jaejoong dan juga ahra” jawab yoochun santai
“mwo!”kaget yunho
“kau akan menjadi mentor salah satu dari mereka kau dan siwon, woahh ini pasti seru”
“ahra? Aku baru mendengar nama itu” tanya
“dia rival jaejoong, entah kenapa ahra selalu saja berkelakuan buruk jika ia didekat jaejoong.. kau akan tau nanti” jawab yoochun
mereka berhenti di lampu merah dan tampak billboard menampilkan sosok artis yang melejit namanya lewat suara emasnya
“chun, bukankah itu kim junsu teman jaejoong?” yoochun mengikuti arah pandang yunho dan benar saja ia sangat terkejut
“ahh aku baru menyadari itu” jawab yoochun sekenanya
“apa kau tak pernah nonton tv eoh” yoochun menggeleng membuat yunho berdecak
“aku mendedikasikan hidupku demi rumah sakit” jawab yoochun sok
“kau membuatku merinding yoochun ah” yunho memandang iritasi sahabatnya itu

mereka sampai di mension Jung yang begitu megah terlihat banyak maid yang menyambutnya mereka tampak senang tuan mudanya telah kembali dari amerika yunho melangkahkan kakinya mencari sang appa dilihatnya appa jung sedang bersantai di ruang tengah
“selamat malam appa” jawab yunho ceria
“aigoo.. Anakku kembali rupanya ia masih ingat rumah” appa jung tertawa
“yah .. Aku tidak meninggalkanmu sangat lama appa, jangan berlebihan” rengek yunho
“ishh .. Lihat temanmu yoochun ah, dia merengek seperti bocah 5 tahun” yoochun menahan tawamya yang akan meledak
“ishh menyebalkan, kau tau appa kau nampak semakin tua” jawab yunho santai

Plak!!

“kau mengataiku tua padahal aku masih muda begini” jung kang in menggeplak yunho
“yah .. Aku bisa bodoh jika kau memukulku appa” rengek yunho lagi
“ahjussi nampak masih muda” appa jung tertawa melihat yoochun mengacungkan kedua jempolnya membuat appa jung tertawa
“jadi kau akan mulai kerja kapan?” tanya appa jung
“sepertinya minggu depan, aku ingin bersantai dulu” jawab yunho santai
“yah .. Kau harus bekerja agar para yeoja semangat” jawab yoochun usil
“yah yah! Kau berbicara dirimu sendiri eoh!” sahut yunho
“apa yunho berbuat kekacauan yoochun ah?” tanya appa jung
“aniyoo appa” protes yunho
“ne ahjussi,yunho membuat para perawat juga para pasien menjerit histeris” appa jung dan yoochun tertawa melihat yunho menatap malas mereka
.
.
- 1 minggu kemudian -

RS DongBangShinki
Yunho memasuki lobby rumah sakit dengan kemeja biru tua dan jas hitam dengan celana senada ia melenggang masuk membuat para mata yang memandangnya menatap takjub ia memasuki lift menuju lantai 5 ruangan khusus staff / mentor sesampainya ia di ruangan ia melihat buku- bukunya yang belum tertata dan juga barang yang dikirimnya dari amerika juga masih tertata di dalam kardus ia melepas jasnya dan meletakkan di tempatnya lalu mengggulung kemejanya ia berniat membereskan ruangannya hari ini
Tok tok tok.
Yunho melihat pintunya di ketuk tampak yoochun yang segera masuk dengan jas putih khas dokter
“yah .. Banyak sekali barangmu yun, kau akan lama memberekan ini” yoochun nampak duduk santai di kursi
“jika kau membantuku ini akan cepat selesai, kau tidak ada jadwal berkeliling eoh hingga bisa keruanganku” yunho masih sibuk menata buku
“yah jadwalku kemarin aku jaga malam jadi hari ini aku libur” yunho menatap yoochun dan menyeringai
“yah yah! Jangan menatapku seperti itu! Kau membuatku takut!” teriak yoochun
“baiklah karena kau sahabatku yang baik jja mari bantu aku membereskan ini, aku akan pingsan jika membereskan ini sendiri” yunho berkata santai membuat yoochun melongo
“yun, untuk saat ini aku bukan sahabatmu” yoochun akan keluar tapi kerahnya di tarik oleh yunho hingga ia berbalik menatap sahabatnya itu
“yah ! Kau jahat sekali eoh” dan akhirnya mau tidak mau ypochun membantu yunho membereskan ruangnnya yang dipenuhi buku
.
.
Rapat diadakan di ruang pertemuan dihadiri para residen, staff juga fellow tidak banyak dokter di instalasi bedah syaraf hanya sekitar 20 dokter
“saya ingin memperkenalkan staff yang akan menjadi para mentor untuk fellow dia adalah profesor Jung yunho” ucap kangta kepala bagian bedah syaraf yang menjadi senior yunho
Yunho maju kedepan dan mengamati para dokter yang menyambutnya dengan hangat tapi matanya tertuju pada jaejoong yang menatapnya begitu intens ini pertemuan pertamanya setelah 10 tahun lalu ia meninggalkan jaejoong untuk meraih karirnya sebagai seorang dokter spesialis bedah syaraf
“anyeonghaseyo .. Jung yunho imnida, mari bekerja sama dengan baik” sapa yunho ramah membuat semua mata memandang kagum yunho bukan hanya tampan tapi juga jenius diusianya yang muda telah meraih gelar profesor
“yah dr. Choi Siwon silahkan anda ikut bergabung” siwon turun dan ikut berdiri disamping yunho mereka saling berjabat tangan dan sedikit membungkukkan badan
“jja mari kita tentukan dr. kim jaejoong, dr. Go ahra, silahkan kalian memilih mentor yang akan kalian ikuti” kata kangta kepala bagian bedah syaraf siwon yang akan memilih jaejoong di dahului ahra yang dengan cepat menjawab
“Saya memilih dr. Choi siwon sebagai mentor saya” jawab ahra
“baiklah berarti kim jaejoong kau akan menjadi fellow prof. Yunho” ucap kangta
“ne dr.kangta saya mengerti” jaejoong mengangguk sopan semua tak luput dari pandangan yunho ia terus saja mengamati jaejoong membuat jaejoong gugup
.
.
“woah.. Aku benar- benar senang bisa menjadi fellowmu dr. choi Siwon” ahra tersenyum cerah ia berniat mengakrabkan diri
“ah ne” jawab siwon singkat “jaejoong ah” panggil siwon saat dilihatnya jaejoong akan pergi
“ne dr. Choi siwon” jawab jaejoong
“aku ingin berbicara denganmu” jaejoong mengangguk tanpa mereka sadari yunho melihat apa yang terjadi

Mereka berada di taman rumah sakit siwon duduk di tempat duduk yang ada dengan segelas kopi ditangannya
“sebenarnya tadi aku ingin memilihmu menjadi fellowku jajejoong ah” jaejoong tersenyum
“lalu apa masalahnya, keputusan telah ditentukan jangan merasa tidak enak kepadaku dr. Siwon” jawab jaejoong
“yah .. Kenapa kau jahat sekali kepadaku jaejoong ah?” jaejoong mengeryit bingung
“aku tidak melakukan apa - apa padamu dokter.. Jangan berlebihan” jawab jaejoong santai
“kau selalu ceria pada yang lain tapi denganku kau selalu pelit bicara” protes siwon
“aku menghargaimu sebagai atasanku dokter, aku tidak ingin tidak sopan kepadamu” sopan jaejoong
“yah.. Kau tidak bisa begitu, perlakukan aku seperti yang lain” jaejoong tertawa dan mengangguk
“ne..” jaejoong melihat ponselnya “ mhiane .. Aku harus ke IGD dokter siwon”
“woahh waktumu sangat mahal” siwon menatap jaejoong berlari menuju IGD ia menyentuh dada kirinya yang nampak sangat berdebar jika di dekat Jaejoong
“dia melakukan serangan pada jantungku, ottokeyo?” gumam siwon ia memegang dada kirinya yang berdebar “woah aku bicara sendiri seperti orang gila” siwon menepuk keningnya lalu bangkit.

.
.
“dokter, pasien wanita berusia 27 tahun mengalami cedera di bagian kiri sutura” kata kangsoo
“sudah pindai CT?” tanya jaejoong ia memeriksa kondisi
“ne perdarahan 80cc” jelas kangsoo
“ne siapkan ruang operasi dan hubungi prof. Yunho” kangsoo mengangguk dan segera menjalankan peritah jaejoong tidak lama yunho datang dan memeriksa wanita itu
“wanita- ..” Jaejoong belum menyelesaikan laporannya yunho tersenyum dan mengangguk
“kangsoo telah memberiku laporan, Jja kita keruang operasi” jaejoong mengangguk dan segera menuju ruang operasi diikuti yunho
Jaejoong sudah berganti baju ia memakai baju khusus ruang operasi berwarna biru muda dilihatnya yunho baru datang saat ia telah selesai mencuci tangan
“tolong jubahnya” kata yunho ia melihat jaejoong mulai membuka tempurung kepala wanita itu yunho memperhatikan jaejoong yang nampak telaten ia tersenyum dalam maskernya
“silahkan dokter aku telah membukanya” jaejoong berganti posisi menjadi asisten yunho
“kau pernah mengoperasi pasien dengan kasus ini jaejoong ah?” tanya yunho
“ne..” yunho melirik jaejoong dan tersenyum ia melanjutkan tugasnya sebagai dokter seperti dulu

Yunho melepas maskernya ia menggerakkan ototnya ke kanan dan ke kiri yoochun melintas melihat sahabatnya
“woahh dokter jung telah kembali eoh” goda yoochun
“aku sungguh menyukai pekerjaan ini” yunho tertawa pelan
“eoh jaejoong..” sapa yoochun
“ne chunnie hyung, bagaimana kabarmu?” tanya jaejoong
“kau tetap sama seperti dulu jaejoong ah manis dan ramah, kau menjadi asisten yunho?” jaejoong mengangguk
“ne.. Aku menjadi fellow prof. Yunho” yunho menaikkan sebelah alisnya
“rasanya sedikit aneh jika kau memanggilku seperti itu joongie” yunho melengganggang pergi membuat yoochun mengendikkan bahunya
“kurasa juga ada yang aneh jika kau memanggil yunho seperti itu” yoochun ikut menyusul yunho membuat jaejoong menggaruk kepalanya
“apanya yang salah? Bukankah benar namanya sekarang menjadi prof- Jung- yunho” eja jaejoong Ia menggaruk tengkuknya bingung


.
.
TBC❤

Tidak ada komentar:

Posting Komentar