Title : Naughty Jaejoong
Length :
-
Rate :
M
Main Cast : Yunjae
Etc.
Chapter 2
Brak!!
Pintu tak bersalah itu di tendang
dengan kaki jenjang yunho tangannya sibuk menahan leher jaejoong dan tangan
satunya telah merayap ke punggung jaejoong membuat jaejoong melenguh
“auhhh bear shhh” jaejoong memeluk
erat yunho yang tangannya dengan kurang ajar menjalar kemana – mana
“hah hah hahhh” kedua napas mereka
menderu yunho mengusap lelehan saliva yang menetes ke dagu jaejoong melihat
bibir jaejoong yang terlihat bengkak dan merah membuat yunho hilang kendali dan
menyereang bibir jaejoong lagi tangan jaejoong dengan cekatan melepas jas mahal
yunho dan melemparnya mereka berciuman hingga ke kamar jaejoong dan lagi lagi
yunho menutup dengan kakinya
Yunho mendorong tubuh jaejoong hingga
punggung kakasihnya itu menempel diatas ranjang
Bruk!
Tubuh jaejoong sudah terhempas ke
ranjangnya yang rapi ia memejamkan matanya saat yunho telah berada diatasnya
“bear ini masih siang, bagaimana jika
suie dan yoochun pulang?” jaejoong menatap jendela di kamarnya lalu menatap
yunho yang dipenuhi kabut nafsu di matanya jaejoong sangat tahu itu lama
mengenal yunho membuat jaejoong sangat hafal dengan kebiasaan yunho
“biarkan saja, toh mereka sudah
dewasa lagipula kau duluan yang membangunkaku boo” yunho mengecup sekilas bibir
merah cerry itu
“ta- akhh bear jangan digigit”
jaejoong tidak bisa melanjutkan kata- katanya yunho menyerang lehernya lalu ke
nipplenya membuatnya tidak berdaya yang bisa ia lakukan hanya pasrah di bawah
kendali yunho tubuhnya pasti akan penuh dengan bercak
“kau akan menikmatinya boo” yunho membuka kemeja putih jaejoong dan mulai
menyerang nipple yang menjadi favoritnya
“hahhh kau membuatku gila yunho!!”
teriak jaejoong saat yunho mengulum miliknya kepalanya seakan berputar- putar
“aku tidak akan menggunakan pengaman
kali ini boo” jaejoong yang memang sudah tidak berkonsentrasi hanya mengangguk
“kau yakin boo? Ini peringatan
terakhirku” yunho mengurut milik boojaenya pelan membuat jaejoong sangat sebal
pada kekasihnya
“kau terlalu banyak bicara bear cepat
lakukan aishhh!” jaejoong mendengus melihat yunho tertawa atas ketidak
sabarannya
cup
“saranghae jung jaejoong” yunho
mengecup bibir jaejoong dan mulai menanggalkan bajunya sendiri hingga ia naked
jaejoong melihatnya dan bersemu merah dan menutup wajahnya dengan bantal
“yahh yunho! Aku malu!!” protes
jaejoong saat yunho mengambil bantal untuk menutupi wajahnya
“kau bahkan sudah melihatnya puluhan
kali kenapa kau malu boo” kekeh yunho
“jangan menutupi mata indahmu boo,
aku ingin melihatnya” perlahan jaejoong menyingirkan tangannya dan menatap
kekasihnya dengan pipi bersemu merah
“kau ingin aku mengulum milikmu
bear?” jaejoong menelan ludah gugup ia melihat junior kekasihnya yang sangat
hard membuatnya bersemu merah bagaimana benda itu akan masuk ke dalam hole
mungilnya
“tidak perlu boo, aku akan
mempersiapkanmu” yunho melebarkan paha kekasihnya menruh bantal di bawah butt
jaejoong dan tepampanglah pinky hole jaejoong yang sangat menggoda imannya
“bear ahhh ahhh” lidah yunho bermain-
main di pintu hole jaejoong membuat jaejoong mendesah ia mendongak melihat
yunho tapi matanya berkabut ini terlalu nikmat baginya
Bibir yunho beralih ke nipple
jaejoong dan memasukkan jarinya perlahan ia tidak ingin jaejoong kesakitan
“relax boo, aku akan perlahan” satu
jari yunho masuk ke hole jaejoong membuat jaejoong meringis nikmat dan sakit
bersamaan
“akhh ahh yunniahh” racau jaejoong
saat jari kedua dan ketinga keluar masuk membuatnya gila dan ingin yunho
yang merasukinya
“yuuniieehhh,.. cepat masukkan
milikmu ahh” yunho mengangguk dan memposisikan juniornya pada hole jaejoong
saat kepala junior yunho masuk ia melihat kekasihnya meringis
“boo.. kau kesakitan nae sarang?”
jaejoong menggeleng dan mencium yunho itu artinya ia siap dan yunho mendorong
junior miliknya hingga ia sudah berada di dalam tubuh kekasihnya
“bergeraklah bear” jaejoong meremas
pundak yunho mempersilahkan yunho
“ahhh ahh ahh haaahh” racau yunho
yang merasa juniornya diremas hole jaejoong ia sudah menikmati tubuh jaejoong
sejak 10 tahun yang lalu tapi ia tidak pernah bosan dengan jaejoong jika ia
biasanya melakukannya dengan menggunakan pengaman karena ia tidak ingin jaejoong
kebobolan seperti lima tahun lalu sayangnya nyawa aegya mereka tidak bisa
terselamatkan jaejoong keguguran yunho bosan dengan posisi terlentang
“ahhh bearr lebih cepat! Aahh akhh!”
jaejoong menarik kepala yunho dan menciumnya gemas yunho melepas ciumannya
paksa membuat jaejoong merengut tidak suka
“berbaliklah boo” jaejoong menurut
dan membalik badannya menjadi menungging
“ahhhhh ssshhhh” jaejoong mendesis ia
merasa holenya kosong saat junior yunho terlepas yunho meraih juniornya dan
memasukkannya lagi ia lagi – lagi membuat jaejoong berteriak nikmat setelah
beberapa lama yunho merasa kasihan dengan jaejoong yang sepertinya tidak kuat
menahan bobotnya yunho membalik lagi jaejoong ia menekuk kaki jaejoong hingga
hole kekasihnya sangat terlihat beberapa cumnya hingga tampak mengkilat
“gunakan sikumu untuk menahan kakimu
boo” jaejoong menurut dan melakukan yang yunho suruh sungguh ia sangat pasrah
jika sudah dalam kendali yunho ia kembali merasakan junior yunho menusuknya
dengan semangat membuatnya gila hingga tak mampu berkata – kata perutnya
dipenuhi ribuan kupu – kupu yang siap terbang
“AKHHH YUNHOOOO!!”
jaejoong mendongak ia mengalami
klimaksnya yunho melihat jaejoong orgasme ia membiarkan jaejoong menikmatinya
ia tidak akan egois memaksakan kenikmatannya sendiri saat jaejoong sudah mulai
normal ia kembali menggenjot lagi ia menahannya beberapa saat hingga rasanya
sesuatu dalam dirinya akan meledak
“ahh ahhh ahhh ahhh” jaejoong
mendesah nikmat saat yunho menyentuh lagi dan lagi titik di dalam tubuhnya jaejoong
menatap yunho yang mendesah dengan nikmat membuatnya sangat bahagia
“kau yang terbaik boohh” yunho
mendongak ia merasakan juniornya lagi lagi sengaja di jepit oleh hole jaejoong
membuatnya gila
“AHHHHHHHHH BOOOJAEEE!!” teriak yunho
ia klimaks tubuhnya menimpa jaejoong
“AKHHHH YUNHOOO” jaejoong klimaks
kedua kalinya napas jaejoong tak beraturan ia mendorong yunho hingga yunho menyamping ia memeluk
yunho dan yunho mendekapnya dengan erat membuatnya nyaman
.
.
Ceklek.
Pintu apartemen jaejoong terbuka
junsu melihat sepatu kakaknya dan juga sepatu lain yang ia yakini adalah sepatu
yunho
“kurasa yunho ada di dalam” yoochun
melihat junsu yang mengendikkan bahunya
“sudah berapa lama mereka disini, ini
sudah malam tapi mereka belum turun juga dan lihatlah” junsu menunjuk jas yunho
yang dilempar asal mengenai lampu diruang tamu
“mereka pasti sangat tidak sabaran
suie” yoochun dan junsu tertawa
“apa hyungku berbuat masalah
chunnie?” tanya junsu ia menatap yoochun yang merebahkan diirinya di sofa ruang
tamu
“tidak, jika aku mengancamnya dengan
membawa nama yunho ia tidak akan berulah” kekeh yoochun
“apa kita membangunkan mereka saja
chunnie?” tanya junsu
“aku akan membangunkan mereka, kau
siapkan saja makanannya suie” junsu mengangguk dan segera menata meja makan
lalu bergegas mandi
“yunho hyung! Jae hyung bangun!”
yunho berteriak dan menggedor pintu hyung kekasihnya itu dengan beringas
membuat pemilik kamar mendesah kesal
“ishhh sial aku tidak punya tenaga”
umpat jaejoong ia masih nyaman bergelung di pelukan yunho tapi yoochun sangat
berisik
“ne yoochun ah.. aku akan keluar”
jawab jaejoong suaranya rasanya habis ia gunakan untuk mendesah
“ne cepatlah” yoochun berhenti
menggedor dan pergi menuju kamar tamu ia akan mandi
“bear.. bangunlah, jja kita makan,
aku lapar sekali” jaejoong memukul pelan lengan yunho yang memeluk pinggangnya
“ne ne .. jja pakai bajumu nae
sarang” jaejoong mengrucutkan bibirnya membuat yunho mengeryit “wae boojae?”
tanya yunho
“tubuhku lengket bear.. aku mau
mandi” yunho menghela nafas dan mengangkat tubuh naked boojaenya menuju kamar
mandi
“nahh karena kita sudah dikamar mandi
kau akan berendam agar sakitnya bisa berkurang
boo aku akan mandi disana” yunho menujuk shower
“kau tidak ingin berendam bear?”
jaejoong mengerling jahil kearah yunho
“kau ingin besok seharian dirumah nae
sarang?” yunho menyeringai mesum kearah jaejoong membuat jaejoong mencebil
“ani ani ani.. jja mandilah kalau
sudah mandikan aku ne” jaejoong mengedipkan matanya sungguh jaejoong membuatnya
tidak bisa bicara apa- apa jika melakukan jurus seperti ini
“ne” yunho mengecup jaejoong hanya
kecupan singkat ia menuju shower dan mandi tanpa ia sadari jaejoong
memperhatikannya mandi
“woahh yunho memang lelaki ideal”
jaejoong menggigit jarinya melihat yunho mandi sungguh seksi
“kau akan jatuh cinta lagi dan lagi
boo jika menatapku seperti itu” jaejoong tertawa ia ketahuan menatap yunho
“ne aku pasti jatuh cinta lagi dan
lagi” jaejoong menatap yunho menuju kearahnya yunho hanya menggunakan handuk
yang melilit bagian bawah tubuhnya hingga terpampanglah tubuh yunho yang sangat
atletis dan berkulit tan.
“jja aku akan memandikanmu” yunho
benar- benar memandikan jaejoong dan menggendongnya ala bridal style bahkan
yunho juga memakaikannya baju ia seperti putri raja lalu yunho juga memakai
pakaian santai tak heran jika sebagian lemari jaejoong juga baju yunho pasalnya
yunho lebih sering menginap di apartemen jaejoong daripada pulang ataupun tidur
di apartemennya sendiri
“kajja kita turun aku sangat lapar”
rengek jaejoong membuat yunho tertawa
“mereka akan mengamuk jika terlalu
lama menunggu kita boo” yunho menggandeng jaejoong menuruni tangga yunho tau
jaejoong pasti merasa pinggangnya akan patah karena ‘olah raga siang’ yang
mereka lakukan tadi
“yah!! Kalian lama sekali eoh!”
sembur junsu saat melihat jaejoong turun tangga dengan pelan
“mhiane suie aku mandi tadi” jawab
jaejoong
“oh iya jae hyung kau memakai pakaian
itu apa kau ingin pamer pada kami eoh?” seloroh yoochun membuat jaejoong
tertawa
“ne, aku berniat pamer pada kalian”
yunho tertawa melihat yoochun dan junsu merengut ia melihat jaejoong yang
memang sangat mengenaskan dengan pakaian v neck terlihat leher dan dadanya
nampak bercak merah hasil karyanya tadi siang
“kupikir besok joongie masih belum
bisa beraktiftas yoochun ah, juga bekas itu pasti tidak akan mudah hilang” ucap
yunho santai ia melihat jaejoong mengambilkannya nasi dan menambahkan lauk ke
dalam piringnya
“boo.. aku bisa sendiri kau pasti
kesusahan” jaejoong menggeleng dan tersenyum
“aniyo bear” jawab jaejoong membuat
junsu dan yoochun jengah
“kau benar hyung, akibat ulahmu besok
aku akan meng cancel jadwal jae hyung” sewot yoochun
“oh iya bukankah besok kau akan ke
kantorku junsu ah?” tanya yunho
“ne, kau benar hyung” jawab junsu
“kau mengelola perusahaan dengan baik
suie aku bangga padamu” kata jaejoong ceria
“ya! Bukankah seharusnya ini tugasmu
hyung” jaejoong mengendikkan bahunya membuat junsu ingin mengubur jaejoong
sebenarnya junsu adalah pengganti jaejoong yang mentah – mentah tidak mau
mengurus kim corp ia hanya ingin menjadi artis seperti sekarang ini
“aku tidak suka bekerja di balik meja
suie” jaejoong menjawab dan makan dengan santai yunho dan yoochun tidak ikut
campur dalam perdebatan adik kakak ini bisa – bisa mereka akan bertengkar dan
membalik meja
“hyuung jangan begini, kau juga punya
hak di kim corp” junsu memandang hyungnya frustasi
“aku tahu, tapi sungguh aku tidak
tertarik suie dalam 24 tahun hidupku sejauh ini yang terpenting dalam hidupku
hanya yunho dan karirku” jawab jaejoong jujur membuat yunho berhenti mengunyah
walaupun ia sangat tahu jaejoong sangat mencintainya tapi jika mendengarnya
secara langsung hatinya menghangat
“ya! Aku adikmu hyung kenapa aku
tidak ada dalam daftar priotitasmu!” sewot junsu
“ya ! ya! Kalau begitu akan
kutambahkan yunho, karirku dan juga keluargaku” jawab jaejoong tak kalah sewot
yunho memegang tangan jaejoong ia tidak ingin acara makan menjadi acara adu
mulut
“boo.. jja makanlah jika dingin tidak
enak” jaejoong mengangguk dan makan tapi matanya menatap junsu yang menatapnya
tajam
“su ie .. sudahlah jangan memaksa jae
hyung.. lagipula kau juga memiliki cita – cita memajukan perusahaan appamu
bukan?” kata yoochun sabar
“haaaaah .. sungguh aku ingin
mencekiknya chunnie ah” yunho dan yoochun tertawa melihat junsu memeluk
hyungnya
“aku menyayangimu hyung” kata junsu
“aku juga menyayangimu suie” jaejoong
mempererat pelukan pada junsu
TBC.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar