Minggu, 15 Januari 2017

Naughty Jaejoong chapter 2



Title                 : Naughty Jaejoong
Length            : -
Rate                : M
Main Cast      : Yunjae Etc.


Chapter 2

Brak!!
Pintu tak bersalah itu di tendang dengan kaki jenjang yunho tangannya sibuk menahan leher jaejoong dan tangan satunya telah merayap ke punggung jaejoong membuat jaejoong melenguh
“auhhh bear shhh” jaejoong memeluk erat yunho yang tangannya dengan kurang ajar menjalar kemana – mana
“hah hah hahhh” kedua napas mereka menderu yunho mengusap lelehan saliva yang menetes ke dagu jaejoong melihat bibir jaejoong yang terlihat bengkak dan merah membuat yunho hilang kendali dan menyereang bibir jaejoong lagi tangan jaejoong dengan cekatan melepas jas mahal yunho dan melemparnya mereka berciuman hingga ke kamar jaejoong dan lagi lagi yunho menutup dengan kakinya
Yunho mendorong tubuh jaejoong hingga punggung kakasihnya itu menempel diatas ranjang

Bruk!

Tubuh jaejoong sudah terhempas ke ranjangnya yang rapi ia memejamkan matanya saat yunho telah berada diatasnya



“bear ini masih siang, bagaimana jika suie dan yoochun pulang?” jaejoong menatap jendela di kamarnya lalu menatap yunho yang dipenuhi kabut nafsu di matanya jaejoong sangat tahu itu lama mengenal yunho membuat jaejoong sangat hafal dengan kebiasaan yunho
“biarkan saja, toh mereka sudah dewasa lagipula kau duluan yang membangunkaku boo” yunho mengecup sekilas bibir merah cerry itu
“ta- akhh bear jangan digigit” jaejoong tidak bisa melanjutkan kata- katanya yunho menyerang lehernya lalu ke nipplenya membuatnya tidak berdaya yang bisa ia lakukan hanya pasrah di bawah kendali yunho tubuhnya pasti akan penuh dengan bercak
“kau akan menikmatinya boo”  yunho membuka kemeja putih jaejoong dan mulai menyerang nipple yang menjadi favoritnya
“hahhh kau membuatku gila yunho!!” teriak jaejoong saat yunho mengulum miliknya kepalanya seakan berputar- putar
“aku tidak akan menggunakan pengaman kali ini boo” jaejoong yang memang sudah tidak berkonsentrasi hanya mengangguk
“kau yakin boo? Ini peringatan terakhirku” yunho mengurut milik boojaenya pelan membuat jaejoong sangat sebal pada kekasihnya
“kau terlalu banyak bicara bear cepat lakukan aishhh!” jaejoong mendengus melihat yunho tertawa atas ketidak sabarannya
cup
“saranghae jung jaejoong” yunho mengecup bibir jaejoong dan mulai menanggalkan bajunya sendiri hingga ia naked jaejoong melihatnya dan bersemu merah dan menutup wajahnya dengan bantal
“yahh yunho! Aku malu!!” protes jaejoong saat yunho mengambil bantal untuk menutupi wajahnya
“kau bahkan sudah melihatnya puluhan kali kenapa kau malu boo” kekeh yunho
“jangan menutupi mata indahmu boo, aku ingin melihatnya” perlahan jaejoong menyingirkan tangannya dan menatap kekasihnya dengan pipi bersemu merah
“kau ingin aku mengulum milikmu bear?” jaejoong menelan ludah gugup ia melihat junior kekasihnya yang sangat hard membuatnya bersemu merah bagaimana benda itu akan masuk ke dalam hole mungilnya
“tidak perlu boo, aku akan mempersiapkanmu” yunho melebarkan paha kekasihnya menruh bantal di bawah butt jaejoong dan tepampanglah pinky hole jaejoong yang sangat menggoda imannya
“bear ahhh ahhh” lidah yunho bermain- main di pintu hole jaejoong membuat jaejoong mendesah ia mendongak melihat yunho tapi matanya berkabut ini terlalu nikmat baginya
Bibir yunho beralih ke nipple jaejoong dan memasukkan jarinya perlahan ia tidak ingin jaejoong kesakitan
“relax boo, aku akan perlahan” satu jari yunho masuk ke hole jaejoong membuat jaejoong meringis nikmat dan sakit bersamaan
“akhh ahh yunniahh” racau jaejoong saat jari kedua dan ketinga keluar masuk membuatnya gila dan ingin yunho yang  merasukinya
“yuuniieehhh,.. cepat masukkan milikmu ahh” yunho mengangguk dan memposisikan juniornya pada hole jaejoong saat kepala junior yunho masuk ia melihat kekasihnya meringis
“boo.. kau kesakitan nae sarang?” jaejoong menggeleng dan mencium yunho itu artinya ia siap dan yunho mendorong junior miliknya hingga ia sudah berada di dalam tubuh kekasihnya
“bergeraklah bear” jaejoong meremas pundak yunho mempersilahkan yunho
“ahhh ahh ahh haaahh” racau yunho yang merasa juniornya diremas hole jaejoong ia sudah menikmati tubuh jaejoong sejak 10 tahun yang lalu tapi ia tidak pernah bosan dengan jaejoong jika ia biasanya melakukannya dengan menggunakan pengaman karena ia tidak ingin jaejoong kebobolan seperti lima tahun lalu sayangnya nyawa aegya mereka tidak bisa terselamatkan jaejoong keguguran yunho bosan dengan posisi terlentang
“ahhh bearr lebih cepat! Aahh akhh!” jaejoong menarik kepala yunho dan menciumnya gemas yunho melepas ciumannya paksa membuat jaejoong merengut tidak suka
“berbaliklah boo” jaejoong menurut dan membalik badannya menjadi menungging
“ahhhhh ssshhhh” jaejoong mendesis ia merasa holenya kosong saat junior yunho terlepas yunho meraih juniornya dan memasukkannya lagi ia lagi – lagi membuat jaejoong berteriak nikmat setelah beberapa lama yunho merasa kasihan dengan jaejoong yang sepertinya tidak kuat menahan bobotnya yunho membalik lagi jaejoong ia menekuk kaki jaejoong hingga hole kekasihnya sangat terlihat beberapa cumnya hingga tampak mengkilat
“gunakan sikumu untuk menahan kakimu boo” jaejoong menurut dan melakukan yang yunho suruh sungguh ia sangat pasrah jika sudah dalam kendali yunho ia kembali merasakan junior yunho menusuknya dengan semangat membuatnya gila hingga tak mampu berkata – kata perutnya dipenuhi ribuan kupu – kupu yang siap terbang
“AKHHH YUNHOOOO!!”
jaejoong mendongak ia mengalami klimaksnya yunho melihat jaejoong orgasme ia membiarkan jaejoong menikmatinya ia tidak akan egois memaksakan kenikmatannya sendiri saat jaejoong sudah mulai normal ia kembali menggenjot lagi ia menahannya beberapa saat hingga rasanya sesuatu dalam dirinya akan meledak
“ahh ahhh ahhh ahhh” jaejoong mendesah nikmat saat yunho menyentuh lagi dan lagi titik di dalam tubuhnya jaejoong menatap yunho yang mendesah dengan nikmat membuatnya sangat bahagia
“kau yang terbaik boohh” yunho mendongak ia merasakan juniornya lagi lagi sengaja di jepit oleh hole jaejoong membuatnya gila
“AHHHHHHHHH BOOOJAEEE!!” teriak yunho ia klimaks tubuhnya menimpa jaejoong
“AKHHHH YUNHOOO” jaejoong klimaks kedua kalinya napas jaejoong tak beraturan ia mendorong  yunho hingga yunho menyamping ia memeluk yunho dan yunho mendekapnya dengan erat membuatnya nyaman
.
.
Ceklek.
Pintu apartemen jaejoong terbuka junsu melihat sepatu kakaknya dan juga sepatu lain yang ia yakini adalah sepatu yunho
“kurasa yunho ada di dalam” yoochun melihat junsu yang mengendikkan bahunya
“sudah berapa lama mereka disini, ini sudah malam tapi mereka belum turun juga dan lihatlah” junsu menunjuk jas yunho yang dilempar asal mengenai lampu diruang tamu
“mereka pasti sangat tidak sabaran suie” yoochun dan junsu tertawa
“apa hyungku berbuat masalah chunnie?” tanya junsu ia menatap yoochun yang merebahkan diirinya di sofa ruang tamu
“tidak, jika aku mengancamnya dengan membawa nama yunho ia tidak akan berulah” kekeh yoochun
“apa kita membangunkan mereka saja chunnie?” tanya junsu
“aku akan membangunkan mereka, kau siapkan saja makanannya suie” junsu mengangguk dan segera menata meja makan lalu bergegas mandi
“yunho hyung! Jae hyung bangun!” yunho berteriak dan menggedor pintu hyung kekasihnya itu dengan beringas membuat pemilik kamar mendesah kesal
“ishhh sial aku tidak punya tenaga” umpat jaejoong ia masih nyaman bergelung di pelukan yunho tapi yoochun sangat berisik
“ne yoochun ah.. aku akan keluar” jawab jaejoong suaranya rasanya habis ia gunakan untuk mendesah
“ne cepatlah” yoochun berhenti menggedor dan pergi menuju kamar tamu ia akan mandi

“bear.. bangunlah, jja kita makan, aku lapar sekali” jaejoong memukul pelan lengan yunho yang memeluk pinggangnya
“ne ne .. jja pakai bajumu nae sarang” jaejoong mengrucutkan bibirnya membuat yunho mengeryit “wae boojae?” tanya yunho
“tubuhku lengket bear.. aku mau mandi” yunho menghela nafas dan mengangkat tubuh naked boojaenya menuju kamar mandi
“nahh karena kita sudah dikamar mandi kau akan berendam agar sakitnya bisa berkurang  boo aku akan mandi disana” yunho menujuk shower
“kau tidak ingin berendam bear?” jaejoong mengerling jahil kearah yunho
“kau ingin besok seharian dirumah nae sarang?” yunho menyeringai mesum kearah jaejoong membuat jaejoong mencebil
“ani ani ani.. jja mandilah kalau sudah mandikan aku ne” jaejoong mengedipkan matanya sungguh jaejoong membuatnya tidak bisa bicara apa- apa jika melakukan jurus seperti ini
“ne” yunho mengecup jaejoong hanya kecupan singkat ia menuju shower dan mandi tanpa ia sadari jaejoong memperhatikannya mandi
“woahh yunho memang lelaki ideal” jaejoong menggigit jarinya melihat yunho mandi sungguh seksi
“kau akan jatuh cinta lagi dan lagi boo jika menatapku seperti itu” jaejoong tertawa ia ketahuan menatap yunho
“ne aku pasti jatuh cinta lagi dan lagi” jaejoong menatap yunho menuju kearahnya yunho hanya menggunakan handuk yang melilit bagian bawah tubuhnya hingga terpampanglah tubuh yunho yang sangat atletis dan berkulit tan.
“jja aku akan memandikanmu” yunho benar- benar memandikan jaejoong dan menggendongnya ala bridal style bahkan yunho juga memakaikannya baju ia seperti putri raja lalu yunho juga memakai pakaian santai tak heran jika sebagian lemari jaejoong juga baju yunho pasalnya yunho lebih sering menginap di apartemen jaejoong daripada pulang ataupun tidur di apartemennya sendiri
“kajja kita turun aku sangat lapar” rengek jaejoong membuat yunho tertawa
“mereka akan mengamuk jika terlalu lama menunggu kita boo” yunho menggandeng jaejoong menuruni tangga yunho tau jaejoong pasti merasa pinggangnya akan patah karena ‘olah raga siang’ yang mereka lakukan tadi
“yah!! Kalian lama sekali eoh!” sembur junsu saat melihat jaejoong turun tangga dengan pelan
“mhiane suie aku mandi tadi” jawab jaejoong
“oh iya jae hyung kau memakai pakaian itu apa kau ingin pamer pada kami eoh?” seloroh yoochun membuat jaejoong tertawa
“ne, aku berniat pamer pada kalian” yunho tertawa melihat yoochun dan junsu merengut ia melihat jaejoong yang memang sangat mengenaskan dengan pakaian v neck terlihat leher dan dadanya nampak bercak merah hasil karyanya tadi siang
“kupikir besok joongie masih belum bisa beraktiftas yoochun ah, juga bekas itu pasti tidak akan mudah hilang” ucap yunho santai ia melihat jaejoong mengambilkannya nasi dan menambahkan lauk ke dalam piringnya
“boo.. aku bisa sendiri kau pasti kesusahan” jaejoong menggeleng dan tersenyum
“aniyo bear” jawab jaejoong membuat junsu dan yoochun jengah
“kau benar hyung, akibat ulahmu besok aku akan meng cancel jadwal jae hyung” sewot yoochun
“oh iya bukankah besok kau akan ke kantorku junsu ah?” tanya yunho
“ne, kau benar hyung” jawab junsu
“kau mengelola perusahaan dengan baik suie aku bangga padamu” kata jaejoong ceria
“ya! Bukankah seharusnya ini tugasmu hyung” jaejoong mengendikkan bahunya membuat junsu ingin mengubur jaejoong sebenarnya junsu adalah pengganti jaejoong yang mentah – mentah tidak mau mengurus kim corp ia hanya ingin menjadi artis seperti sekarang ini
“aku tidak suka bekerja di balik meja suie” jaejoong menjawab dan makan dengan santai yunho dan yoochun tidak ikut campur dalam perdebatan adik kakak ini bisa – bisa mereka akan bertengkar dan membalik meja
“hyuung jangan begini, kau juga punya hak di kim corp” junsu memandang hyungnya frustasi
“aku tahu, tapi sungguh aku tidak tertarik suie dalam 24 tahun hidupku sejauh ini yang terpenting dalam hidupku hanya yunho dan karirku” jawab jaejoong jujur membuat yunho berhenti mengunyah walaupun ia sangat tahu jaejoong sangat mencintainya tapi jika mendengarnya secara langsung hatinya menghangat
“ya! Aku adikmu hyung kenapa aku tidak ada dalam daftar priotitasmu!” sewot junsu
“ya ! ya! Kalau begitu akan kutambahkan yunho, karirku dan juga keluargaku” jawab jaejoong tak kalah sewot yunho memegang tangan jaejoong ia tidak ingin acara makan menjadi acara adu mulut
“boo.. jja makanlah jika dingin tidak enak” jaejoong mengangguk dan makan tapi matanya menatap junsu yang menatapnya tajam
“su ie .. sudahlah jangan memaksa jae hyung.. lagipula kau juga memiliki cita – cita memajukan perusahaan appamu bukan?” kata yoochun sabar
“haaaaah .. sungguh aku ingin mencekiknya chunnie ah” yunho dan yoochun tertawa melihat junsu memeluk hyungnya
“aku menyayangimu hyung” kata junsu
“aku juga menyayangimu suie” jaejoong mempererat pelukan pada junsu


TBC.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar