Chapter 2
Title : I need you!
Genre : angst
Length : -
Rate : M
Main cast : yunjae etc.
- beberapa bulan kemudian -
Senua berjalan Lancar seperti di tempat jaejoong sebelumnya ia menjadi dokter yang sangat populer bukan hanya parasnya yang menawan mengarah ke cantik tapi ia juga sangat cerdas dan cekatan membuat siapa saja ingin mendapatkan hati jaejoong setiap pria yang menyatakan cinta padanya harus gigit jari karena ditolak jaejoong semua hal tentang jaejoong selalu menjadi obrolan hangat di antara para prajurit.
Yunho sangat jengah melihat para prajuritnya selalu membicarakan jaejoongNya ia sangat tidak rela
“kau kenapa eoh! Mukamu seperti ingin menembak musuh!” sindir yoochun
“aku kesal!” jawab yunho
“kenapa kau kesal?” pancing yoochun
“yaa!! Kau tau jaejoong itu milikku!” sewot yunho
“Ya! Jika dia milikmu kenapa kau selalu mengabaikannya eoh!” jengah yoochun
“i- ituu.. Aku-” yunho tidak mampu pertanyaan yoochun
“kau hanya masih egois mementingkan egomu yun, cobalah berdamai”
“aishh molla!! Aku lapar”
“kajja ke kantin, aku juga lapar”
yunho dan yoochun tampak mencari meja yang bisa ditempati ia melihat semua prajurit berdiri saat ia masuk
“ahh.. Kalian lanjutkan makannya!” kata yunho
“siap!” jawab serentak para prajurit
“yun disana” yoohun menggoyang lengan yunho menunjukkan meja kosong yunho duduk membelakangi jaejoong yang mejanya penuh dengan rekan- rekan medisnya
“kau tidak usah terlalu genit” ucap yunho yang masih bisa didengar jaejoong
“memangnya apa urusanmu” jaejoong berbalik menatap yunho membuat semua orang penasaran
“aku hanya memberi tahu!” ucap yunho lagi tanpa melihat jaejoong yang sudah nampak kesal
“kalian lucu sekali” yoochun geleng- geleng kepala melihat pasangan aneh ini
“Diam!” ucap yunho dan jaejoong bersamaan membuat yoochun bungkam
“ahh ne.. Aku akan diam sunbae” kata yoochun mengejek
“dasar beruang gendut!” gerutu jaejoong
“Ya! Apa maksudmu gajah centil!” yunho berbalik menatap jaejoong
“apa! Kau- menyebutku gajah cen-til!!” ucap jaejoong tak percaya
“ne kau memang induk gajah yang sangat centil!” yunho membalikkan lagi badannya dan meneruskan makannya yang tertunda tanpa tau jaejoong yang sudah memerah
PLAK!!
“yaa!! Apa yang kau lakukan!” yunho berteriak membuat semua mata melotot jaejoong dengan sayang memukul punggung besar yunho
“aku? Me- mu- kul -mu” eja jaejoong yang sudah tertawa setan melihat yunho berasap semua prajurit menahan tawanya melihat kapten yunho yang biasanya dingin dan kejam sekarang meliliki ekpresi lucu yang tidak biasanya jaejoong adalah orang pertama yang berani membuat yunho semarah itu
“aishh molla terserah!” jaejoong yang merasa menang tertawa - tawa
.
.
“aishh aku kesal sekali!!” yunho meluapkan emosinya
“kenapa kau tidak marah saja eoh” ejek yoochun
“aku tidak bisa marah chun!” elak yunho
“ya! Kau bicara apa! Kau kapten yang dikenal dingin dan kejam mana mungkin kau lupa caranya marah” yoochun tertawa terpingkal- pingkal melihat yunho
“hah .. Terserah kaulah! Aku ingin memeriksa persiapan perayaan dulu!” yunho berlalu dari ruangan menyisakan yoochun yang tidak bisa berhenti tertawa
“kau tidak apa- apa yoochun sunbae?” ok taecyon yang kebetulan masuk di barak melihat rekannya seperti orang gila
“aku hanya menertawakan yunho, ia sangat konyol!” yoochun memegangi perutnya sambil terus tertawa
“apa kapten jung punya hubungan khusus dengan letnan kim?” tanya taecyon membuat yoochun berhenti tertawa
“apa kau melihatnya dengan jelas taec?” tanya yoochun
“ne.. Kukira ini bukan hubungan yang singkat”
“kau sangat pintar menerka kebenaran taec pantas saja kau ditempatkan di pasukan khusus”
“kau juga hebat yoochun sunbae” taecyon memberikan jempol pada yoochun
“aku senang yunho bersama jaejoong ia akan menjadi manusia yang normal” yoochun memegang dagunya
“jika yunho mendengar itu kau pasti di hajar yoochun ah” sahut il woo
“haahh .. Kau benar il woo ah” mereka tertawa bersama
“apa itu semua benar?” eunhyuk yang baru datang langsung menatap heran semua orang menatap jengah eunhyuk yang memang pada dasarnya lemot
“ne ..” jawab merek serentak
.
.
Seperti biasa jika jaejoong libur ia akan mengajak anaknya kemana saja yang dimau monbin
Jaejoong melihat ponselnya bergetar ia bingung leeteuk menghubunginya bukankah hari ini ia libur?
“yeoboseyo?” jawab jaejoong
“hyung.. Datanglah ke lapangan bogja, dokter song istrinya sedang melahirkan dan dokter kang sedang berjaga di markas jadi kau yang terlihat menganggur..hehe” kata leeteuk
“aishh .. Bukankah aku sedang libur hari ini!” kesal jaejoong
“ayolah hyuung.. Sebagai dokter kau harus mengutamakan pasien ne ne ne” rayu leeteuk
“lagupula bukankah dokter yoona juga ada, kenapa kau menghubungiku eoh!”
“aish .. Aku menempatkan dua dokter hyung. Cepat datang ne”
“aku sedang bersama anakku sekarang kau mau menjaganya eoh!” sewot jaejoong
“bawa saja hyung .. Lagipula nanti kalau acaranya selesai kau dan anakmu bisa pulang”
“haaaaah .. Arasso”
Pip.
“waeyo umma?” tanya monbin penasaran
“umma harus ke lapangan bogja binnie, dokter yang lain sedang tidak bisa hadir..jadi apa tidak apa- apa binnie ikut umma?” monbin mengangguk antusias
“ne .. Binnie mau umma” seru monbin lucu
“kajja berangkat binnie, jangan nakal ne disana, jangan jauh- jauh dari umma bla bla bla” sepanjang perjalanan dihabiskan jaejoong dengan menceramahi anaknya yang sudah memutar bola matanya jengah ummanya terlalu cerewet batinnya
“ne umma” jawab monbin mengalah
.
.
30 menit kemudian~
setelah sampai di lokasi jaejoong memarkirkan mobilnya dan mengambil keperluan anaknya yang sudah dipersiapkannya dalam satu tas, sedikit repot memang yeah setidaknya ia tidak mau menjadi umma yang buruk untuk anak tunggalnya. Aigoo~
“jaejoong hyuung..” teriak sungmin dari kejauhan
“ne!” jawab jaejoong berteriak ia menggendong monbin untuk mempercepat langkahnya
“woahh .. Jagoan kita ikut juga” seru shindong senang
“ahjussi teman umma?” tanya monbin polos
“tentu saja” kompak keduanya
“udara sangat terik, padahal tenda ini biasanya dingin tapi sekarang jadi sepanas ini” jaejoong berkeringat
“kau benar hyung ini tadi sudah ada 2 prajurit yang hampir pingsan” sahut sungmin
“hey hey lihatlah kapten jung datang” seru ryeowook pada semua orang tak pelak membuat jaejoong dan monbin juga menoleh
“wahh sungguh sempurna kapten jung yunho, aku bahkan bermimpi menjadi istrinya” seru perawat han malu - malu ia sangat terobsesi dengan yunho membuat jaejoong yang melihat begitu risih.
‘aku bahkan kekasihnya bertahun- tahun aku juga mengandung anaknya huh!’ batin jaejoong keki
“tapi jika dilihat - lihat anakmu mirip dengan kapten yunho ne jae hyung?” ungkapan sungmin membuat jaejoong menegang terkejut
“b-benarkah sungmin ah?” tanya jaejoong balik dibalas anggukan sungmin
“sangat mirip, jika itu anakmu kenapa yang mirip denganmu hanya bibirnya saja. Hahahahah” sungmin mengejek dokter militer itu dengan tidak elit
“kau berani dengan seniormu sungmin!” jaejoong berpura- pura marah membuat sungmin memucat
“siap salah!” jawabnya jaejoong tertawa melihat sungmin pucat
“aku hanya bercanda” jawab jaejoong santai membuat sungmin bernafas lega tanpa mereka sadari jung monbin telah berlari kesana kemari sesuka hatinya sampai ia menemukan sosok yang sangat mirip foto di kamar ummanya
“appa ..” monbin menggoyangkan tangan yunho membuat yunho menoleh
“eoh .. Appa?” tanya yunho bingung
“ne .. Appa beruang” jawab monbin lucu membuat yunho gemas
“namaku jung yunho” yunho tersenyum dan mengusak kepala monbin sayang entah kenapa ia melihat sosoknya saat kecil dulu di tubuh monbin
“jung monbin imnida” monbin memperkenalkan diri dengan membungkuk
“jung? Wah marga kita sama ne” sahut yunho
“ne appa” monbin tersnyum lebar memamerkan giginya yang tumbuh rapi entah kenapa yunho sama sekali tidak keberatan saat monbin memanggilnya appa
Disisi lain
“eoh jae hyung, bukankah anak yang bersama kapten yunho itu mirip monbin?” tanya shindong
“eoh benarkah” jaejoong melotot anaknya sudah menarik - narik tangan yunho minta diperhatikan
“ne dia sepertinya berlarian kesana” jawab shindong
“aku akan mengambilmya dulu” jaejoong bergegas menghampiri yunho dan monbin
Tap
Tap
Tap
“mhiane kapten jung, anakku menganggumu” ucap jaejoong formal
“gwencana, aku tidak tahu jika anakmu sudah sebesar ini” yunho memandang lekat jaejoong
“apa aku perlu memberitahumu jika anakku sudah besar!” sewot jaejoong membuat yunho semakin kebingungan melihat tingkah kekasih/ mantan kekasihnya ini
“setidaknya jika kau menikah kau harus mengirimiku undangan” jawab yunho sabar walaupun ia sungguh tidak rela jika melihat jaejoong bersama namja lain
“aku belum pernah menikah! Kau tau alasanku” jaejoong menggendong monbin menjauh dari yunho menuju tenda kesehatan diam- diam yunho tersenyum ia lega mendengar jaejoong belum pernah menikah
‘lalu anak itu anak siapa? marganya jung, dan dia mirip denganku bahkan barus mengingat lagi jaejoong hanya bercinta denganku 4 tahun lalu’ yunho nampak berpikir keras Yunho terus berjalan kearah tenda yang tersedia ia melihat sahabatnya park yoochun
“chun .. Bukankah kau juga kenal jaejoongie?” yoochun langsung menoleh kearah yunho saat nama jaejoong disebut- sebut
“tentu saja baboya, kau kira kita bersahabat seumur jagung eoh!” sembur yoochun
“apa kau tau jaejoongie memiliki seorang anak ?” tanya yunho
BRUSH!!!
air minum yang akan diminum yoochun menyembur mendengar kata-kata yunho
“MWOYA!!” yunho menggeplak kepala yoochun
“kau ini berteriak! Kita jadi pusat perhatian babo!” kesal yunho
“kau menghamilinya?” tebak yoochun
“setauku saat aku akan pergi dia tidak hamil chun” jawab yunho
“tapi kau bercinta dengannya yun, itu sama saja kau menanam benih babo!” seloroh yoochun
“bocah itu bernama jung monbin, usianya sekitar 3 tahun, memanggil boojae umma, juga memanggilku appa” yunho bermonolog kata terakhir membuatnya melotot
“dia memanggilmu appa?” ulang yoochun
“ne, tadi dia memanggilku appa beruang” jawab yunho
“apa dia mirip denganmu?” yoochun yang penasaran langsung menanyai yunho
“ne sangat mirip saat aku kecil!” yunho memijit pelipisnya membuat yoochun tertawa
“cukkae brother .. Kau sudah menjadi appa” yoochun tertawa melihat yunho frustasi karena berpikir keras
Salah satu prajurit menghadap yunho dan memberi hormat
“lapor, latihan hari ini berjalan lancar sesuai jadwal. Laporan selesai prajurit kim gi beom” yunho berdiri dan menegakkan badan
“lanjutkan!”
“siap!”
.
.
“kajja yun kita makan di kantin” ajak yoochun
“ne jja..” mereka berangkat menuju kantin yang dipenuhi para prajurit Dilihatnya tidak ada kursi yang tersisa selain meja yang ditempati jaejoong dan petugas medis lain mau tidak mau mereka duduk disana nampak bocah kecil yang sedang disuapi oleh jaejoong
“jaejoongie .. Ini anakmu?” tanya yoochun ramah
“ne chunnie hyung” jawab jaejoong sekenanya
“siapa ummanya?” tanya yoochun lagi ia tidak buta untuk melihat jika bocah itu sangat identik dengan sahabtnya jung yunho
“tentu saja aku ummanya” ketus jaejoong
“lalu siapa appanya?” desak yoochun yunho yang tahu yoochun sangat penasaran dan jaejoong terlihat tidak nyaman dengan pertanyaan yang pribadi itu
“sudahlah kajja makan” ucap yunho membuat yoochun mendengus sebal
“shindong jussi.. Apa acara sudah selesai?” tanya monbin tiba - tiba membuat semua orang menoleh kearah bocah cilik itu
“ne acara sudah selesai binnie” jawab shindong
“berarti binnie dan umma bisa pulang?” tanyanya lagi
“tentu jagoan ..”
“yeay! Umma, kita sudah bertemu appa apakah nanti akan pulang bersama?”seru monbin membuat semua orang kebingungan tapi tidak bagi jaejoong yang sangat kikuk
“kajja .. Habiskan makannya tidak baik jika makanannya dibuang binnie” sahut yunho
“neeeee” jawab monbin
.
.
Monbin terkulai pulas dipundak ummanya ia sangat lelah seharian ini walaupun biasanya memang aktif tapi jika berada dalam lapangan seperti ini sangat melelahkan jaejoong akan membuka mobilmya ia sedikit kesusahan sebelum sebuah tangan merebut kuncinya
“biar aku yang menyetir”
“a-ahh tidak usah kapten” Jaejoong sangat gugup
“gwencana, lagipula ada yang ingin kutanyakan. Jja masuklah” yunho membukakan sisi pintu mobil semua pasang mata menatap heran kapten jung yunho yang biasanya sendiri mendadak menjadi seperti suami siaga pada doktet kim
Mobil berjalan lambat entah apa maksud yunho yang jelas jaejoong masih saja sibuk menenangkan debaran jantungnya
“siapa ayah monbin?” tanya yunho tiba-tiba
“memangnya kenapa” tanya jaejoong balik
“aku hanya ingin tau boo” jaejoong mendengar panggilan ‘boo’ kemudian menatap yunho yang masih fokus menyetir jaejoong tau ini artinya yunho ingin berbicara serius
“kau pikir ini anak siapa eoh, bear !” air mata yang dibendungnya jatuh sudah dadanya sesak
“aku tidak tau boojae .. Makannya aku bertanya dia anak siapa.” yunho masih tidak sadar isyarat yang diberikan jaejoong membuat jaejoong ingin sekali membenturkan kepalanya
“ini anakmu bear” cukup singkat tapi bisa membuat yunho syok
Tbc❤


Tidak ada komentar:
Posting Komentar