Title : MINE
Genre :
romance
Length :
-
Rate :
M
Main cast : yunjae etc.
WARNING!
DIBAWAH 17
TAHUN DILARANG KERAS MEMBACA
Chapter 2
Yunho benar – benar membawa jaejoong ke apartemennya ia
tidak ingin appa jaejoong berpikiran buruk karena melihat keadaan jaejoong yang
sangat mabuk
“yunnieh.. badanku panas sekalihh” jaejoong membuka baju
yang dipakainya membuat yunho kelabakan
“yah! Yah! Jangan membukanya sembarangan jaejoong!” teriak
yunho membuat jaejoong mengeryit
“wae? Bukankah hanya ada kita disini?” tanya jaejoong
bingung ia berjalan sempoyongan menuju yunho membuat yunho menelan ludahnya
kasar melihat tubuh atas jaejoong yang tidak tertutupi apapun
“aishh aku bisa gila”
Bruk
Jaejoong menubruk yunho dan mengalungkan tangannya pada
leher yunho
“yunnie .. kenapa juniorku sakit sekali hiks hiks” jaejoong
terisak kecil
“yah jangan menangis, lalu kau ingin aku bagaimana eoh?”
tanya yunho frustasi
“hole joongie juga berkedut yunnie ah.. hiks bagaimana ini”
jaejoong bersiap membuka pengait celananya tapi dengan segera di tepis yunho
“ja- jangan jaejoong ah..” yunho mati – matian menahan
hasratnya tiba – tiba jaejoong melepas tangan yang tersampir di lehernya
membuat yunho heran
“wae? Kau mau kemana?” jaejoong menuju kamar yunho membuat
yunho mengendikkan bahunya yunho ikut melangkahkan kakinya mengikuti jaejoong
matanya melotot saat melihat jaejoong sudah naked diatas ranjangnya dan
mengurut juniornya sendiri membuat yunho memijit pelipisnya iasegera menuju
jaejoong dan menyelimuti jaejoong tangannya ditarik hingga ia terjerembab di
atas ranjang
“yunniehh.. milik joongie sakit sekali” jaejoong mengarahkan
tangan yunho ke juniornya membuat yunho terkejut
“aku harus bagaimana, aku sudah berjanji pada appamu untuk
menjagamu”
“yunniehh.. rasuki aku palli pallii” jaejoong meraih tangan
yunho yang menganggur dan mengarahkannya ke hole miliknya yang berkedut hebat
“dasar sunghyun bregsek aku akan membuat perhitungan padamu”
gumam yunho ia segera memposisikan kepalanya pada junior jaejoong dan
mengulumnya membuat jaejoong mendesah hebat dan meremas rambutnya
“ahh ahh yunniehh .. ahh ahh” racau jaejoong perutnya
dipenuhi ribuan kupu – kupu kepalanya seperti berputar karena kenikmatan yang
yunho berikan
“kau yakin aku boleh melakukan ini? Ini peringatanku yang
terakhir padamu” ucap yunho serius jaejoong mengangguk lucu membuat yunho gemas
“palli yunnie ah” rengek jaejoong lagi
Yunho mencium jaejoong dengan dalam ia berbicara dalam hati
‘mhiane presdir.. aku melanggar janjiku menjaga jaejoong’ tangannya memelintir
nipple tegang jaejoong membuat jaejoong terpekik senang diciumnya dagu leher
dan mengulum nipple pink itu dengan gemas lalu yunho turun lagi ke perut rata
jaejoong dan meninggalkan kissmark di dekat pusar jaejoong
“ahhh.. yunhooo” tangan jaejoong meremas rambut rapi yunho
hingga acak – acakan peluh membasahi keningnya
“lebarkan kakimu joongie” perintah yunho membuat jaejoong
mengangguk dan melebarkan kakinya direbahkannya tubuh jaejoong dan menyangga
bagian bawah jaejoong dengan bantal hingga terpampanglah hole jaejoong yang
sedang berkedut juga junior jaejoong yang menegang
“kulum jariku joongie” yunho mengarahkan jari telunjuk dan
jari tengahnya pada mulut mungil jaejoong yang langsung dilahap jaejoong saliva
berceceran disekitar mulut jaejoong
“aku akan mempersiapkanmu joongie, berteriaklah jika memang
sakit”
“nehh” jawab jaejoong pasrah ia sedikit meringis saat jari
telunjuk yunho mulai memasuki holenya disusul jari kedua yunho mengarahkan
jarinya secara zig zag dan jari ketiga yunho masuk membuat jaejoong terpekik keras
“AKH!! Sakit” cicit jaejoong membuat yunho berhenti
“apa kita sudahi saja joongie” jaejoong menggeleng cepat
membuat yunho meneruskan perkerjaannya yang tertunda setelah dirasa cukup lebar
yunho menarik jarinya
“aku akan memasukkannya ne, gigit bahuku jika kau kesakitan”
jaejoong mengangguk mengerti tangannya mengalung dileher yunho dan mulutnya di
bahu yunho
Yunho mengocok pelan juniornya yang menegang diujungnya
sudah ada precum jaejoong melirik junior yunho dan bergumam pelan “punya yunnie
besar sekali ne, apa muat di hole joongie?” yunho tertwa kecil dan dengan
perlahan memasukkan ke opening hole jaejoong setelah masuk setengah jaejoong
menggigitnya sangat keras yunho menduga bahwa pasti sangat sakit dimasuk benda
asing yang sangat besar
“gwencana.. relax saja joongie.. percayalah aku tidak akan
menyakitimu” yunho mengelus rambut lepek jaejoong
“ne lanjutkan yunnie” yunho memasukkan hingga sepepuhnya
juniornya masuk
“AHHhhh” desah jaejoong
membuat yunho tersenyum yunho merasa ada sesuatu yang merembes dan benar
saja ada sedikit darah membuatnya terkejut
“apa aku yang pertama?” tanya yunho jaejoong mengangguk dan
menyandarkan kepalanya pada bahu yunho
“ne.. kau yang pertama” jawab jaejoong
“kau tidak menyesal memberikannya padaku?” jaejoong
menggeleng
“palliwa yunnie ah” jaejoong menggerakkan buttnya membuat
yunho tertawa jaejoong sangat tidak sabaran
“ne.. jja mari kita lakukan” yunho menggerakkan juniornya
dengan tempo sedang tapi jaejoong merengek memintanya lebih cepat mau tidak mau
yunho menuruti jaejoong
Mereka bermain hingga beberapa ronde membuat jaejoong
kelelahan dan akhirnya tertidur dengan posisi telungkup yunho membalik jaejoong
dan mendekapnya ia tidaklah bodoh ia bisa melihat jaejoong mencintainya sejak
beberapa tahun setelah kedatangannya di kediaman kim tak dipungkiri ia juga
mencintai jaejoong tapi sebisa mungkin ia mengesampingkan egonya karena ia
sudah berjanji akan mejaga jaejoong jadi ia membuat jarak diantara ia dan
jaejoong beberapa tahun yang lalu jaejoong adalah anak yang manis dan penurut
tapi setelah jaejoong menyatakan perasaannya dan ia menolah namja cantik itu
dia menjadi anak yang bandel dan suka bergonta – ganti pacar juga menghamburkan
uang orang tuaya yunho merasa bersalah karena secara tidak langsung jaejoong
yang sekarang adalah karenanya.
“morning princess..” sapa yunho saat jaejoong membuka mata
“yah! Badanku sakit semua.. huweeee” yunho tertawa mendengar
rengekan jaejoong
“siapa yang meminta lagi dan lagi eoh” jaejoong blushing dan
menutup tubuhnya dengan selimut
“eoh.. aku sudah berganti baju” jaejoong mengangkat selimutnya dan ia
mengenakan v neck putih selimutnya juga nampak bersih membuatnya memicing
menatap yunho
“wae? Aku sudah membersihkannya agar tidurmu nyaman”
jaejoong menghela nafas
“padahal aku ingin melihat ranjang kita saat pertama kali
bercinta, dasar jahat” mulut jaejoong mencebil
“kita bisa ulangi lagi kapan – kapan” jawab yunho asal
membuat jaejoong melemparnya dengan bantal
“kenapa kau datang kemarin yunnie ah, katamu kau tidak mau
ikut?” tanya jaejoong heran
“pegawai bar menelfonku dia mengatakan kau sangat mabuk dan
terus menerus meracau namaku” jawab yunho jujur
“ohh begitu.. pantas saja” jawab jaejoong tak kalah asal
“kalau akau tidak datang kemarin, sudah dipastikan temanmu
seunghyun itu yang akan mendekapmu pagi ini” yunho berkata santai sambil
menyeruput coklat panas disofa kamarnya
“A-APA?!!” kaget jaejoong
“kau harusnya pergi dengan orang baik joongie, jangan asal
memilih teman. Seunghyun mencampurkan obat perangsang diminumanmu saat kau ke
toilet” jaejoong bangkit dan berjalan menuju yunho dengan sedikit terseok
karena pingganya seperti mau patah dengan santai ia duduk di pangkuan yunho dan
mengalungkan tangannya
“bagaimana kau tau yunnie ah, apa kau juga pernah
mencampurkan obat perangsang ke minuman yeoja eoh?” tuduh jaejoong
“tingkahmu sangat aneh kemarin” jaejoong merebut coklat yang
diminum yunho dan meminumnya
“kau tidak malu hanya menggunakan boxer saja?” jaejoong
menggeleng
“untuk apa aku malu kau bahkan sudah melihat semuanya”
jaejoong memutar bola matanya membuat yunho tertawa
“nanti sore kita pulang, kau pasti sudah baikan jadi
sekarang istirahatlah aku akan bekerja, otte?” jaejoong menggeleng
“aniyoo.. hari ini kau harus bertanggung jawab dan
menemaniku”
“yah.. appamu akan mencariku joongie..”
“aku akan minta changmin menemani appa, dan aku tidak terima
penolakan” jawab jaejoong
“arasso .. arasso .. aku akan menemanimu” yunho mengetik
beberapa baris pada changmin dan mengirimnya yunho menggedong jaejoong menuju
ranjangnya dan ikut merebahkan diri di sebelah jaejoong
“yunnie.. apa hole joongie tidak apa- apa?” yunho tertawa
mendnegar pertanyaan konyol jaejoong
“yah! Apa kau belum pernah bercinta sama sekali eoh, kau
seperti pemula” ejek yunho membuat jaejoong mencebil
“ne! aku belum pernah bercinta dengan namja ataupun yeoja”
jawab jaejoong
“yah! Imegmu saja yang playboy tapi belum pernah bercinta”
ejek yunho lagi membuat jaejoong memukul pelan dada yunho
“palliwa yunnie ah” yunho mengeryit bingung
“palli?? Untuk apa joongie?” tanya yunho bingung jaejoong
segera membuka boxernya dan membuka pahanya lebar membuat yunho melotot hororr
“yah! Apa yang kau lakukan joongie?” jaejoong menujuk
holenya
“cepat periksa hole joongie, apa dia baik- baik saja” yunho
menepuk keningnya melihat kelakuan jaejoong tapi ia menuruti saja ia mengamati
hole jaejoong membuatnya menelan ludah gugup membuat jaejoong tertawa melihat
ekspresi yunho
“yah! Bagaimana yunnie?” jaejoong melihat yunho yang memandang
holenya intens membuatnya blushing ia menyesali permintaanya sendiri
“dia baik- baik saja joongie ah, apa perlu kita coba lagi
memastikan dia baik –baik saja atau tidak?” kata yunho santai telunjuknya
menyentuh hole jaejoong membuat jaejoong mendesah tanpa sadar
“Ahhh..” desah jaejoong ia menggigit bibir bawahnya
“yah jangan menggodaku yunnie!” jaejoong menjauhkan tangan yunho dan menutup
bagian bawah tubuhnya dengan selimut tapi tangan yunho lebih cepat menahan
selimut itu hingga tubuh mulus dengan bercak yang dibuatnya kemarin terpampang
kembali
“kau terlambat joongie” yunho mendorong jaejoong hingga
jaejoong terlentang kembali ia mecium gemas cerry lips yang sangat menggoda itu
“ahh yunnieee” yunho
mencubit nipplenya yang sudah mencuat dan mereka mengulangi lagi kenikmatan
yang mereka ciptakan berbagi kehangatan pagi yang cerah itu diisi dengan
desahan dan erangan jaejoong dan yunho
“hah.. haahh .. haaahh” nafas jaejoong menderu ia dan yunho
baru saja klimaks ia tersenyum kearah yunho dan mengusap dada bidang yunho yang
penuh keringat
“haah kau hebat boojae” puji yunho ia mengelap kening
jaejoong yang penuh peluh
“tubuhku lengket sekali padahal kita hanya klimaks satu kali
sedangkan kemarin berkali – kali” jaejoong yang malu menyembunyikan wajahnya
pada dada yunho
“kau ingin melihat ranjang kita setelah bercinta?” yunho
tertawa melihat jaejoong meraba selakangannya cum yunho yang sangat banyak
tidak tertampung di hole mungil jaejoong
“aigoo.. tubuhku sampai tidak bisa menampung cum mu yunnie,
lihat” jaejoong menunjukkan tangannya yang penuh dengan cum ia bangkit dan
menuju kaca fullbody di kamar yunho membolak balikkan tubuh polosnya yang penuh
bercak juga jangan lupakan rembesan cum yang mengucur ke paha putih mulusnya
“kau mau apa joongie?” yunho melihat jaejoong duduk di
lantai dan melebarkan pahanya menghadap kaca
“aku hanya ingin memeriksanya sendiri, lihat aku sungguh
seksi bukan saat cum meluber di sekitar holeku” ucapnya narsis
“ne, kau sangat seksi boojae” yunho berjongkok di sebelah
jaejoong ia mengenakan bathrobe
“kau ingin tau bagaimana milikku berada dalam tubuhmu
joongie?” tawar yunho
“bagaimana?” jaejoong memiringkan kepalanya bingung yunho
melepas bathropenya dan duduk di lantai
“jjaa duduklah diatasku” jaejoong menurut dan akan duduk di
paha yunho tapi buttnya ditahan bokongnya ditarik berlwanan hingga holenya
melebar
“letakkan pelan – pelan saja boo” jaejoong memegang junior
yunho dan masuk perlahan jaejoong
memandang kaca di depannya jaejoong memandang takjub
“wahh! Masuk yunnie juniormu masuk ke holeku”heboh jaejoong
“Ahhh.. ini benar – benar hebat” ucap jaejoong ceria membuat
yunho tertawa dan tiba – tiba jaejoong bergerak menaik turunkan tubuhnya lalu
mendesah matanya terus mengamati kaca hingga 15 menit jaejoong mulai kelelahan
yunho membalik jaejoong hingga menungging
“yunnie.. bergeraklah aku bisa melihatnya di kaca” ceria
jaejoong yunho mulai menggerakkan dengan pelan tapi jaejoong sangat tidak
sabaran dan menggerakkan sendiri tubuhnya secara berlawanan setelah 10 menit
kakinya terasa kesemutan jaejoongpun meminta yunho berganti posisi
“aku ingin di pangkuanmu yunnie” yunho mengangguk dan
melebarkan pahanya jaejoong duduk di atasnya dengan tubuh menyatu
“ ahh ahh ahha ahh” yunho bangkit tubuh mereka masih menyatu
kaki jaejoong di arahkan ke sekelilig pinggangnya hingga jaejoong sangat mirim
koala
Jaejoong berbaring dilantai dan yunho diatasnya kedua
tangannya menyangga lututnya ia melihat junior yunho timbul dan tenggelam ke
dalam holenya pantulannya di kaca membuatnya sangat terangsang hingga ia
klimaks dua kali sedangkan yunho belum sama sekali
“ahh ahhh ahh.. boo”
jaejoong mengamati yunho yang mendesah dengan mata terpejam sangat sexy
batinnya hingga ia merasakan junior yunho berkedut dalam holenya ia sengaja
mengetatkan holenya menjepit junior yunho hingga yunho mendongak
“AKHH YUNHOOO!!”
desahnya
“AKHHH BOOJAEHHH!” desah yunho ia menyemburkan lagi cumnya
pada hole mungil itu hingga meleber ke lantai yunho juga menyemprotkan cumnya
pada wajah dan perut jaejoong hingga ia
berlumuran cum sangat sexy dimata yunho
“boo lihat” jaejoong ditarik hingga ia duduk di pangkuan
yunho menghadap kaca tubuhnya penuh dengan cum
“kau senang?” tanya yunho dan jaejoong hanya mengangguk
Tbc.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar