Minggu, 29 Januari 2017

MINE chapter 2



Title                 : MINE
Genre              : romance
Length            : -
Rate                : M
Main cast        : yunjae etc.

WARNING! 
DIBAWAH 17 TAHUN DILARANG KERAS MEMBACA

Chapter 2



Yunho benar – benar membawa jaejoong ke apartemennya ia tidak ingin appa jaejoong berpikiran buruk karena melihat keadaan jaejoong yang sangat mabuk

“yunnieh.. badanku panas sekalihh” jaejoong membuka baju yang dipakainya membuat yunho kelabakan
“yah! Yah! Jangan membukanya sembarangan jaejoong!” teriak yunho membuat jaejoong mengeryit
“wae? Bukankah hanya ada kita disini?” tanya jaejoong bingung ia berjalan sempoyongan menuju yunho membuat yunho menelan ludahnya kasar melihat tubuh atas jaejoong yang tidak tertutupi apapun
“aishh aku bisa gila” 

Bruk

Jaejoong menubruk yunho dan mengalungkan tangannya pada leher yunho
“yunnie .. kenapa juniorku sakit sekali hiks hiks” jaejoong terisak kecil
“yah jangan menangis, lalu kau ingin aku bagaimana eoh?” tanya yunho frustasi
“hole joongie juga berkedut yunnie ah.. hiks bagaimana ini” jaejoong bersiap membuka pengait celananya tapi dengan segera di tepis yunho
“ja- jangan jaejoong ah..” yunho mati – matian menahan hasratnya tiba – tiba jaejoong melepas tangan yang tersampir di lehernya membuat yunho heran
“wae? Kau mau kemana?” jaejoong menuju kamar yunho membuat yunho mengendikkan bahunya yunho ikut melangkahkan kakinya mengikuti jaejoong matanya melotot saat melihat jaejoong sudah naked diatas ranjangnya dan mengurut juniornya sendiri membuat yunho memijit pelipisnya iasegera menuju jaejoong dan menyelimuti jaejoong tangannya ditarik hingga ia terjerembab di atas ranjang
“yunniehh.. milik joongie sakit sekali” jaejoong mengarahkan tangan yunho ke juniornya membuat yunho terkejut
“aku harus bagaimana, aku sudah berjanji pada appamu untuk menjagamu”
“yunniehh.. rasuki aku palli pallii” jaejoong meraih tangan yunho yang menganggur dan mengarahkannya ke hole miliknya yang berkedut hebat
“dasar sunghyun bregsek aku akan membuat perhitungan padamu” gumam yunho ia segera memposisikan kepalanya pada junior jaejoong dan mengulumnya membuat jaejoong mendesah hebat dan meremas rambutnya
“ahh ahh yunniehh .. ahh ahh” racau jaejoong perutnya dipenuhi ribuan kupu – kupu kepalanya seperti berputar karena kenikmatan yang yunho berikan
“kau yakin aku boleh melakukan ini? Ini peringatanku yang terakhir padamu” ucap yunho serius jaejoong mengangguk lucu membuat yunho gemas
“palli yunnie ah” rengek jaejoong lagi

Yunho mencium jaejoong dengan dalam ia berbicara dalam hati ‘mhiane presdir.. aku melanggar janjiku menjaga jaejoong’ tangannya memelintir nipple tegang jaejoong membuat jaejoong terpekik senang diciumnya dagu leher dan mengulum nipple pink itu dengan gemas lalu yunho turun lagi ke perut rata jaejoong dan meninggalkan kissmark di dekat pusar jaejoong

“ahhh.. yunhooo” tangan jaejoong meremas rambut rapi yunho hingga acak – acakan peluh membasahi keningnya
“lebarkan kakimu joongie” perintah yunho membuat jaejoong mengangguk dan melebarkan kakinya direbahkannya tubuh jaejoong dan menyangga bagian bawah jaejoong dengan bantal hingga terpampanglah hole jaejoong yang sedang berkedut juga junior jaejoong yang menegang
“kulum jariku joongie” yunho mengarahkan jari telunjuk dan jari tengahnya pada mulut mungil jaejoong yang langsung dilahap jaejoong saliva berceceran disekitar mulut jaejoong
“aku akan mempersiapkanmu joongie, berteriaklah jika memang sakit”
“nehh” jawab jaejoong pasrah ia sedikit meringis saat jari telunjuk yunho mulai memasuki holenya disusul jari kedua yunho mengarahkan jarinya secara zig zag dan jari ketiga yunho masuk membuat jaejoong terpekik keras
“AKH!! Sakit” cicit jaejoong membuat yunho berhenti
“apa kita sudahi saja joongie” jaejoong menggeleng cepat membuat yunho meneruskan perkerjaannya yang tertunda setelah dirasa cukup lebar yunho menarik jarinya
“aku akan memasukkannya ne, gigit bahuku jika kau kesakitan” jaejoong mengangguk mengerti tangannya mengalung dileher yunho dan mulutnya di bahu yunho

Yunho mengocok pelan juniornya yang menegang diujungnya sudah ada precum jaejoong melirik junior yunho dan bergumam pelan “punya yunnie besar sekali ne, apa muat di hole joongie?” yunho tertwa kecil dan dengan perlahan memasukkan ke opening hole jaejoong setelah masuk setengah jaejoong menggigitnya sangat keras yunho menduga bahwa pasti sangat sakit dimasuk benda asing yang sangat besar

“gwencana.. relax saja joongie.. percayalah aku tidak akan menyakitimu” yunho mengelus rambut lepek jaejoong
“ne lanjutkan yunnie” yunho memasukkan hingga sepepuhnya juniornya masuk
“AHHhhh” desah jaejoong  membuat yunho tersenyum yunho merasa ada sesuatu yang merembes dan benar saja ada sedikit darah membuatnya terkejut
“apa aku yang pertama?” tanya yunho jaejoong mengangguk dan menyandarkan kepalanya pada bahu yunho
“ne.. kau yang pertama” jawab jaejoong
“kau tidak menyesal memberikannya padaku?” jaejoong menggeleng
“palliwa yunnie ah” jaejoong menggerakkan buttnya membuat yunho tertawa jaejoong sangat tidak sabaran
“ne.. jja mari kita lakukan” yunho menggerakkan juniornya dengan tempo sedang tapi jaejoong merengek memintanya lebih cepat mau tidak mau yunho menuruti jaejoong

Mereka bermain hingga beberapa ronde membuat jaejoong kelelahan dan akhirnya tertidur dengan posisi telungkup yunho membalik jaejoong dan mendekapnya ia tidaklah bodoh ia bisa melihat jaejoong mencintainya sejak beberapa tahun setelah kedatangannya di kediaman kim tak dipungkiri ia juga mencintai jaejoong tapi sebisa mungkin ia mengesampingkan egonya karena ia sudah berjanji akan mejaga jaejoong jadi ia membuat jarak diantara ia dan jaejoong beberapa tahun yang lalu jaejoong adalah anak yang manis dan penurut tapi setelah jaejoong menyatakan perasaannya dan ia menolah namja cantik itu dia menjadi anak yang bandel dan suka bergonta – ganti pacar juga menghamburkan uang orang tuaya yunho merasa bersalah karena secara tidak langsung jaejoong yang sekarang adalah karenanya.

“morning princess..” sapa yunho saat jaejoong membuka mata
“yah! Badanku sakit semua.. huweeee” yunho tertawa mendengar rengekan jaejoong
“siapa yang meminta lagi dan lagi eoh” jaejoong blushing dan menutup tubuhnya dengan selimut
“eoh.. aku sudah berganti baju”  jaejoong mengangkat selimutnya dan ia mengenakan v neck putih selimutnya juga nampak bersih membuatnya memicing menatap yunho
“wae? Aku sudah membersihkannya agar tidurmu nyaman” jaejoong menghela nafas
“padahal aku ingin melihat ranjang kita saat pertama kali bercinta, dasar jahat” mulut jaejoong mencebil
“kita bisa ulangi lagi kapan – kapan” jawab yunho asal membuat jaejoong melemparnya dengan bantal
“kenapa kau datang kemarin yunnie ah, katamu kau tidak mau ikut?” tanya jaejoong heran
“pegawai bar menelfonku dia mengatakan kau sangat mabuk dan terus menerus meracau namaku” jawab yunho jujur
“ohh begitu.. pantas saja” jawab jaejoong tak kalah asal
“kalau akau tidak datang kemarin, sudah dipastikan temanmu seunghyun itu yang akan mendekapmu pagi ini” yunho berkata santai sambil menyeruput coklat panas disofa kamarnya
“A-APA?!!” kaget jaejoong
“kau harusnya pergi dengan orang baik joongie, jangan asal memilih teman. Seunghyun mencampurkan obat perangsang diminumanmu saat kau ke toilet” jaejoong bangkit dan berjalan menuju yunho dengan sedikit terseok karena pingganya seperti mau patah dengan santai ia duduk di pangkuan yunho dan mengalungkan tangannya
“bagaimana kau tau yunnie ah, apa kau juga pernah mencampurkan obat perangsang ke minuman yeoja eoh?” tuduh jaejoong
“tingkahmu sangat aneh kemarin” jaejoong merebut coklat yang diminum yunho dan meminumnya
“kau tidak malu hanya menggunakan boxer saja?” jaejoong menggeleng
“untuk apa aku malu kau bahkan sudah melihat semuanya” jaejoong memutar bola matanya membuat yunho tertawa
“nanti sore kita pulang, kau pasti sudah baikan jadi sekarang istirahatlah aku akan bekerja, otte?” jaejoong menggeleng
“aniyoo.. hari ini kau harus bertanggung jawab dan menemaniku”
“yah.. appamu akan mencariku joongie..”
“aku akan minta changmin menemani appa, dan aku tidak terima penolakan” jawab jaejoong
“arasso .. arasso .. aku akan menemanimu” yunho mengetik beberapa baris pada changmin dan mengirimnya yunho menggedong jaejoong menuju ranjangnya dan ikut merebahkan diri di sebelah jaejoong
“yunnie.. apa hole joongie tidak apa- apa?” yunho tertawa mendnegar pertanyaan konyol jaejoong
“yah! Apa kau belum pernah bercinta sama sekali eoh, kau seperti pemula” ejek yunho membuat jaejoong mencebil
“ne! aku belum pernah bercinta dengan namja ataupun yeoja” jawab jaejoong
“yah! Imegmu saja yang playboy tapi belum pernah bercinta” ejek yunho lagi membuat jaejoong memukul pelan dada yunho
“palliwa yunnie ah” yunho mengeryit bingung
“palli?? Untuk apa joongie?” tanya yunho bingung jaejoong segera membuka boxernya dan membuka pahanya lebar membuat yunho melotot hororr
“yah! Apa yang kau lakukan joongie?” jaejoong menujuk holenya
“cepat periksa hole joongie, apa dia baik- baik saja” yunho menepuk keningnya melihat kelakuan jaejoong tapi ia menuruti saja ia mengamati hole jaejoong membuatnya menelan ludah gugup membuat jaejoong tertawa melihat ekspresi yunho
“yah! Bagaimana yunnie?” jaejoong melihat yunho yang memandang holenya intens membuatnya blushing ia menyesali permintaanya sendiri
“dia baik- baik saja joongie ah, apa perlu kita coba lagi memastikan dia baik –baik saja atau tidak?” kata yunho santai telunjuknya menyentuh hole jaejoong membuat jaejoong mendesah tanpa sadar
“Ahhh..” desah jaejoong ia menggigit bibir bawahnya
“yah jangan menggodaku yunnie!”  jaejoong menjauhkan tangan yunho dan menutup bagian bawah tubuhnya dengan selimut tapi tangan yunho lebih cepat menahan selimut itu hingga tubuh mulus dengan bercak yang dibuatnya kemarin terpampang kembali
“kau terlambat joongie” yunho mendorong jaejoong hingga jaejoong terlentang kembali ia mecium gemas cerry lips yang sangat menggoda itu
“ahh yunnieee”  yunho mencubit nipplenya yang sudah mencuat dan mereka mengulangi lagi kenikmatan yang mereka ciptakan berbagi kehangatan pagi yang cerah itu diisi dengan desahan dan erangan jaejoong dan yunho
“hah.. haahh .. haaahh” nafas jaejoong menderu ia dan yunho baru saja klimaks ia tersenyum kearah yunho dan mengusap dada bidang yunho yang penuh keringat
“haah kau hebat boojae” puji yunho ia mengelap kening jaejoong yang penuh peluh
“tubuhku lengket sekali padahal kita hanya klimaks satu kali sedangkan kemarin berkali – kali” jaejoong yang malu menyembunyikan wajahnya pada dada yunho
“kau ingin melihat ranjang kita setelah bercinta?” yunho tertawa melihat jaejoong meraba selakangannya cum yunho yang sangat banyak tidak tertampung di hole mungil jaejoong
“aigoo.. tubuhku sampai tidak bisa menampung cum mu yunnie, lihat” jaejoong menunjukkan tangannya yang penuh dengan cum ia bangkit dan menuju kaca fullbody di kamar yunho membolak balikkan tubuh polosnya yang penuh bercak juga jangan lupakan rembesan cum yang mengucur ke paha putih mulusnya
“kau mau apa joongie?” yunho melihat jaejoong duduk di lantai dan melebarkan pahanya menghadap kaca
“aku hanya ingin memeriksanya sendiri, lihat aku sungguh seksi bukan saat cum meluber di sekitar holeku” ucapnya narsis
“ne, kau sangat seksi boojae” yunho berjongkok di sebelah jaejoong ia mengenakan bathrobe
“kau ingin tau bagaimana milikku berada dalam tubuhmu joongie?” tawar yunho
“bagaimana?” jaejoong memiringkan kepalanya bingung yunho melepas bathropenya dan duduk di lantai
“jjaa duduklah diatasku” jaejoong menurut dan akan duduk di paha yunho tapi buttnya ditahan bokongnya ditarik berlwanan hingga holenya melebar
“letakkan pelan – pelan saja boo” jaejoong memegang junior yunho  dan masuk perlahan jaejoong memandang kaca di depannya jaejoong memandang takjub
“wahh! Masuk yunnie juniormu masuk ke holeku”heboh jaejoong
“Ahhh.. ini benar – benar hebat” ucap jaejoong ceria membuat yunho tertawa dan tiba – tiba jaejoong bergerak menaik turunkan tubuhnya lalu mendesah matanya terus mengamati kaca hingga 15 menit jaejoong mulai kelelahan yunho membalik jaejoong hingga menungging
“yunnie.. bergeraklah aku bisa melihatnya di kaca” ceria jaejoong yunho mulai menggerakkan dengan pelan tapi jaejoong sangat tidak sabaran dan menggerakkan sendiri tubuhnya secara berlawanan setelah 10 menit kakinya terasa kesemutan jaejoongpun meminta yunho berganti posisi
“aku ingin di pangkuanmu yunnie” yunho mengangguk dan melebarkan pahanya jaejoong duduk di atasnya dengan tubuh menyatu
“ ahh ahh ahha ahh” yunho bangkit tubuh mereka masih menyatu kaki jaejoong di arahkan ke sekelilig pinggangnya hingga jaejoong sangat mirim koala
Jaejoong berbaring dilantai dan yunho diatasnya kedua tangannya menyangga lututnya ia melihat junior yunho timbul dan tenggelam ke dalam holenya pantulannya di kaca membuatnya sangat terangsang hingga ia klimaks dua kali sedangkan yunho belum sama sekali
“ahh ahhh ahh.. boo”  jaejoong mengamati yunho yang mendesah dengan mata terpejam sangat sexy batinnya hingga ia merasakan junior yunho berkedut dalam holenya ia sengaja mengetatkan holenya menjepit junior yunho hingga yunho mendongak

“AKHH YUNHOOO!!”  desahnya 

“AKHHH BOOJAEHHH!” desah yunho ia menyemburkan lagi cumnya pada hole mungil itu hingga meleber ke lantai yunho juga menyemprotkan cumnya pada wajah dan perut  jaejoong hingga ia berlumuran cum sangat sexy dimata yunho
“boo lihat” jaejoong ditarik hingga ia duduk di pangkuan yunho menghadap kaca tubuhnya penuh dengan cum
“kau senang?” tanya yunho dan jaejoong hanya mengangguk


Tbc.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar