Sabtu, 28 Januari 2017

I need you! chapter 4




Title         : I need you!
Genre       : angst, romance
Length      : -
Rate          : M
Main cast  :  yunjae etc.
 


Chapter 4



“kau mengajakku berkencan ?” tanya jaejoong
“uhm.. kau tidak mau boo?” yunho menatap jaejoong
“aku bukan tidak mau, tapi ada yang mengganjal apa kau akan ditugaskan diluar bear?” jaejoong menggenggam tangan yunho dan meremasnya cemas
“haahhh. Kau ini boo aku berniat merahasiakannya dulu tapi sepertinya percuma saja” jawab yunho
“jadi? Akan ditugaskan kemana? ” yunho merebahkan kepalanya pada paha jaejoong dan memejamkan matanya
“jadi, aku akan ditugaskan ke negara apollo tepatnya di mohuru daerah perbatasan  selama 8 bulan boo” jaejoong masih memperhatikan yunho
“kita harus terpisah lagi, padahal aku sangat senang kita bisa bertemu setiap hari bear..” jaejoong menghela nafas dan menunduk lesu
“yahh .. aku juga tidak menyangka boo” yunho mengelus pipi jaejoong
“aku belum pernah ke apollo, apa disana jaringannya bagus bear?” yunho menggeleng
“disana akan susah mendapatkan akses jaringan boo.. aku pernah mendengar dari senior para wanita disana cantik seperti artis boo” yunho menyeringai melihat wajah jaejoong bertambah kesal

Plak!

“ya! Kalau kau selingkuh dengan wanita disana aku tidak akan memaafkanmu beruang jelek!” sewot jaejoong
“woaahh .. boojae jangan marah – marah” yunho tertawa melihat jaejoong merengut
“padahal monbin sangat senang bisa bertemu denganmu bear” yunho bangkit dan memeluk jaejoong
“mhiane.. besok ayo kita liburan boo, bukankah besok kau bebas tugas?” Tanya yunho
“ne.. kita mau kemana bear?”
“kita akan ke rumah kaca milik keluarga jung, bukankah dulu kau sangat senang bila kita berlama – lama di tempat itu boo” jaejoong mengangguk
“ne, kau benar bear.. sudah lama kita tidak pernah kesana aku jadi rindu tempat itu”
“apa perlu kita ulangi kejadian dulu boo?” yunho menaik turunkan alisnya
“dan muncul monbin kedua?!” jaejoong memutar bola matanya membuat yunho tertawa keras ia jadi ingat malam panas yang mereka habiskan sebelum yunho berangkat menuju akademi militer
“kenapa monbin lama sekali keluarnya dengan umma kim boojae?” yunho memandang jam pukul 3 sore ia sudah seharian di mansion kim niatnya menghabiskan waktu bersama jaejoong dan monbin tapi umma kim mengajak monbin berbelanja hingga sore
“molla, umma selalu mengajak monbin berkeliling entah itu karena pekerjaan ataupun hanya jalan – jalan” yunho beranjak dan melihat banyak foto yang berjajar rapi di ruang tengah mension kim banyak sekali foto junsu, jaejoong, monbin juga umma kim dan satu lagi ada banyak fotonya dan jaejoong saat mereka masih senior high school
“boo.. apa junsu masih menyimpan perasaan pada yoochun?” jaejoong menoleh ke arah yunho
“ku kira begitu, sejak yoochun masuk tentara junsu tidak pernah berbicara tentang cinta juga perasaannya dia lebih menyibukkan diri dengan pekerjaannya, waeyo bear?”
“hanya saja kupikir mereka berdua masih saling mencintai tapi  masih belum mau mengakui perasaan mereka masing – masing , yoochun selalu mengolokku ketika aku tidak pernah berani menegurmu tapi yoochun dia malah lebih parah dariku, ia mendengar nama junsu saja langsung gugup” yunho tertawa mengingat ekspresi gugup yoochun
“jinja? Padahal yoochun terlihat sangat cool diluar bear dia bisa gugup juga” jaejoong ikut tertawa sambil menutup mulutnya dengan punggung tangan
“boo kukira aku harus pulang, aku ada janji dengan umma besok aku akan menjemputmu nae sarang” yunho mengecup kening jaejoong
“ne.. aku menunggumu appa bear” jaejoong beraegyo
“ya! ya! Jangan menunjukkan itu aku bisa memakanmu disini” yunho meggelengkan kepalanya lalu ia mengambil jaketnya  jaejoong mengantar yunho hingga yunho akan memasuki mobil
“kau tidak boleh nakal jika kutinggal boo, jauhi para namja yang memandangmu mesum dan jangan terlalu  banyak minum, arracii?”
“ne .. aku akan ingat semua pesanmu bear” jaejoong melongokkan kepalanya kedalam dan mengecup yunho sebelum mobil yang yunho kendarai melaju.
.
.
-          Apollo, mohuru –

“sersan changmin, kau tau kabar yang beredar saat ini” tanya seunghyun
“eoh kapten choi” changmin memberi hormat
“yah.. santai saja, aku hanya ingin mengobrol denganmu” seunghyun duduk di dekat changmin dan ikut makan ayam yang ada di meja
“ada kabar apa kapten, aku belum mendengarnya” jawab changmin
“tim alpha akan tiba dua minggu lagi, bukankah kapten yunho adalah hyungmu?” changmin mengangguk tangannya sibuk memegang paha ayam
“ne, kapten yunho memang hyungku tapi aku belum menghubunginya sejak satu minggu yang lalu jadi aku tidak tau jika ia akan ke apollo juga” seunghyun memperhatikan cara makan changmin yang membuatnya kenyang
“aishh.. kau ini makannya jangan seperti bocah changmin ah! aku merasa ini tidak adil bukankah disini sudah ada tim Beta kenapa tim Alpha juga diikut sertakan kesini, bukankah ini bukan sebuah misi”  chagmin lagi – lagi menoleh menatap kaptennya
“kapten, bukankah tim Alpha tim utama dan kita adalah tim kedua aku merasa ini bukan ketidakadilan tapi ini adalah bala bantuan yang dikirim untuk menyelesaikan masalah penyelundupan yang kebal hukum bahkan kita belum mampu menangkap pemimpinnya walaupun kita telah disini lima bulan”
“woahh.. uri changminie sudah dewasa” changmin memutar bola matanya
“waktu kita juga diperpanjang mengikuti tim Alpha, jadi kita akan bertahan lebih lama ditempat ini” ucap seunghyun
“aku tidak keberatan kapten choi.. disini banyak tempat yang sangat indah suatu saat akan kutunjukkan pada orang yang kucintai dia cinta pertamaku yang saat ini masih berada jauh dariku” changmin mendadak tidak nafsu makan
“kau masih mencintai cinta pertamamu sersan changmin?”
“ne..sangat mencintainya kapten. Tapi sekarang dia sedang menempuh pendidikan di amerika sejak kami lulus senior high school” jelas changmin
“tapi kuliat kau tidak pernah berkomunikasi dengan siapapun kecuali dengan keluargamu ?” seunghyun nampak bingung karena changmin memang tidak pernah menujukkan bahwa ia memiliki kekasih
“aku memang tidak pernah berkomunikasi lagi dengannya kapten choi, sejak ia memutuskan berangkat ke amerika aku tidak pernah menghubunginya, kau punya cinta pertama seunghyun hyung?” seunghyun nampak terkejut
“aku punya cinta pertama changmin ah.. bahkan hingga saat ini aku belum bisa menghilangkan perasaanku” seunghyun membayangkan wajah jaejoong
“wahh.. aku tidak menyangka hyung kau yang kaku memiliki sisi lain” changmin tertawa
“tapi aku tidak pernah menyatakan perasaanku padanya changmin ah hingga sekarang”
“jadi dia tidak tau kau menyukainya?” seunghyun mengangguk
“ aku tidak pernah tau kabarnya lagi hingga saat ini, ku kira ia akan bahagia karena dia orang yang sangat baik” chagmin menatap seunghyun yang nampak tersenyum tulus
“percayalah hyung, jika kalian memang ditakdirkan bersama dimanapun itu kalian pasti akan bersatu kembali” changmin menepuk pundak seunghyun
“kuharap juga begitu” mereka tertawa bersama

-          2 minggu kemudian –

Yunho dan timnya tiba saat sore hari disambut para parajurit yang telah berjajar menyambut kedatangan mereka dengan suka cita
“selamat datang kapten jung” seughyun menjabat tangan yunho
“ne, kau sehat kapten choi?” seunghyun mengangguk dan tersenyum
“kau tidak berubah sama sekali kawan” seunghyun merangkul teman lamanya itu
“yah! Tidakkah kau melihat aku bertambah keren” canda yunho membuat suasana menjadi mencair
“kami telah menyiapkan berbagai hidangan untuk kalian sebagai pesta penyambutan” mereka makan bersama menyambut tim alpha
“oh iya dimana sersan changmin?” tanya yunho ia menoleh kekanan dank e kiri tidak mendapati dongsaengnya
“sersan changmin dibelakang kapten” jawan lee seunggi
“woahh luar biasa, anak ini tidak menyambutku” yunho berlari menuju dapur disana nampak adiknya sedang makan ramen dengan lahap yunho melipat kedua tangannya di dada dan perlahan menuju adiknya perlahan di jewernya telinga changmin
“aw! Ya ya! Siapa kau berani sekali menjewerku! Mati kau!” changmin meringis telinganya dijewer seseorang
“apa? Kau mau marah?” changmin mematung ini suara hyungnya changmin meringis ia dilihat banyak prajurit yang diam diam mengintip di pintu mereka menahan tawanya
“ya hyung, inikah sambutanmu setelah lama tidak bertemu denganku?” rengek changmin
“mwo! Siapa yang menyambut siapa disini!” yunho melepaskan jewerannya dan memeluk dongsaengnya itu
“bagaimana kabarmu eoh minnie?” changmin merengut mendengar panggilan kecilnya
“ya yunho hyung, kenapa kau memanggilku seperti itu! Menggelikan” changmin meneruskan makan ramen yang tertunda yunho ikut duduk disebelah dongsaengnya
“kau ini, umma mengeluh padaku kau jarang sekali menghubunginya” tegur yunho
“disini signal sangat minim hyung, kau akan tau nanti” jawab chagmin santai
“kudengar dari appa jae hyung juga di pindahkan di batalyonmu hyung” yunho menoleh dan mengeryit
“appa memberitahumu?” tanya yunho balik
“ne.. aku sering menghubungi appa hyung” jawab changmin santai sebelum menyadari betapa bodohnya ia

Plak

“ya hyung! Kau mau membuatku bodoh eoh” protes changmin saat kepalanya di geplak dengan tidak elit
“kau bisa menghubungi appa tapi kau jarang menghubungi umma” changmin  meringis mengacungkan jari berbentuk peace
“umma sangat kawatir padamu, shin hye juga” changmin mengangguk
“aku akan segera menghubunginya nanti” jawab changmin sekenanya
.
.
-          2 bulan kemudian -

“woahh .. disini sangat indah” yunho menoleh kea rah yoochun
“kau benar chun, disini sangat indah tapi tidak ada wanita cantik disini” yunho tertawa
“kau ini! jika jaejoong tau kau akan tamat jung” mereka tertawa bersama
“aku tadi bertemu changmin di dapur, anak itu tidak berubah sama sekali masih saja suka makan” yoochun memejamkan matanya menghirup udara segar
“aku jadi heran dia itu manusia atau monster”
“ekhem! Jika ingin membicarakanku jangan di tempat terbuka aku bisa mendengarnya” changmin ikut – ikutan duduk di rumput
“tadi ada telegram yang masuk tim medis akan segera dikirim ke sini, juga tim relawan dari RS DongBang akan dikirim kemari” yunho menoleh
“RS DongBang? Bukankah itu rumah sakit tempat shin hye kerja?” tanya yunho
“juga Tim medis dari tentara bukankah jaejoong juga salah satu tim medis?” changmin mengangguk malas menjawab pertanyaan yang diajukan keduanya
“ne.. secara tidak langsung keduanya akan kemari jae hyung, juga shin hye”
“jinjaa??” tanya keduanya
“ne hyung, aku sudah melihat daftar yang akan kemari dan mereka termasuk di dalamnya kenapa aku jadi merinding membayangkan kita berada di tempat yang sama” yoochun memutar bola matanya mendengar komentar changmin
“yah! Kita jarang sekali berada di satu tempat seperti ini min.. aku, kau juga shin hye kita selalu sibuk saat kita sudah beranjak dewasa” yunho tertawa melihat changmin berkomat kamit
“dia pasti menempel padaku hyung” jawab changmin nelangsa pasalnya ia ingat saat shin hye memaksa ingin ikut menyaksikannya bermain basket saat itu pertandingan basket saat senior high school adiknya itu tidak mau lepas darinya ia selalu ketakutan jika digoda temannya
“yah jangan begitu changmin dia juga adikmu, kau tau dia sudah bertumbuh mejadi dokter yang terkenal berwajah cantik juga seperti preman, kau tidak perlu kawatir jika ia digoda” jawab yunho santai
“aishh.. dia perempuan kenapa mendapat title preman seperti itu” cangmin memandang hororr hyugnya
“molla.. appa yang memberitahu padaku” yunho mengendikkan bahunya
“kurasa komandan akan segera kemari megunjungi kalian” sahut yoochun diangguki ketiganya
“kurasa begitu yoochun hyung, kuharap umma tidak memaksa ikut” ringis changmin
.
.



Tbc.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar