Minggu, 26 Maret 2017

Naughty Jaejoong Chapter 6



Title                       : Naughty Jaejoong
Length                   : -
Rate                       : M
Main Cast             : Yunjae Etc.

Chapter 6


Yunho memakai setelan jas hitam yang mahal nampak sangat pas ditubuhnya yang tinggi tak lupa jaejoong yang berpakaian elegan juga seunghyun yang tak jauh berbeda dari pakaian yang yunho kenakan hanya berbeda warna mereka bertiga berjalan di deretan paling depan diikuti beberapa orang yang juga sedang meninjau lokasi pembangunan hotel internasional yang sedang mereka bangun
“selamat pagi presdir jung, dan presdir choi.. sebuah kehormatan bisa bertemu dengan kalian” ucap pria tua yang menjabat sebagai manager pembangunan
“ah ne, bagaimana tuan ma apakah ada masalah yang terkendala selama pembangunan?” tanya yunho membuat tuan ma tersenyum
“aniyo . pembangunan lancar.. terima kasih sudah memberikan fasilitas bagi kami semua tuan jung” yunho mengangguk kecil
“apa proyek bisa di selesaikan tepat waktu tuan ma?” tanya seunghyun
“ne, saya rasa proyek ini akan lebih cepat dari yang diperkirakan tuan choi” seunghyun mengangguk kecil
Mereka berbincang kecil membuat jaejoong merasa bosan dan melihat- lihat bangunan yang belum jadi ia sedikit menjauh menuju kearah jendela yang belum terpasang kaca ia bersenandung kecil di dekat jendela yang lebar menampakkan langit jeju juga udara yang sangat segar sebelum sebuah suara yang tanpa disadarinya sebuah bongkahan semen yang runtuh dari lantai atas
“AWAAAAAS!!!”
semua pekerja berteriak agar jaejoong menghindar matanya terpejam tapi ia merasa tubuhnya tidak merasakan apapun
boo!!
Jaejoong!

BUG !!!!
Bongkahan semen itu mengenai bahu yunho dengan sangat keras jaejoong merasakan tubuhnya di peluk dan secara bersamaan berguling di lantai perlahan dibukanya kedua matanya yunho pingsan dengan memeluknya darah yang merembes dari jas yunhonyang sudah terkoyak membuatnya panik dan tanpa sadar air matanya mengalir deras
“yunho! Bangun! Hiks! Babo!” jaejoong memukul dada yunho tapi yunho tidak merespon apapun
“yah! Cepat panggil ambulan dan sisanya bantu aku mengangkatnya!” seru seunghyun ia bergegas menuju tubuh yunho yang sudah bersimbah darah

Semua orang menunggu di depan ruang operasi dengan cemas tak lupa Jaejoong yang meringkuk di dekat pintu dengan suara isakan yang nampak nyata terdengar
“jaejoong ah.. bersihkan tubuhmu dulu, kau penuh darah” seunghyun menatap kasian pada jaejoong
“ani .. aku ingin melihat yunho lebih dulu hiks, kenapa dia sangat bodoh mengorbankan tubuhnya hiks” isak jaejoong
“dia sangat mencintaimu tuan jaejoong,saya sudah mengenal presdir jung 10 tahun terlihat dari matanya saat memandangmu sangat lembut dan penuh kasih.. percayalah tuan jung akan baik – baik saja dia pria yang hebat” manager ma menepuk pundak jaejoong yang sudah dianggapnya seperti anak sendiri
Dokter keluar ruang operasi dan melepas maskernya
“dokter! Bagaimana keadaan yunho” jaejoong langsung bangkit dan bertanya membuat dokter shamdong tersenyum
“tenang saja, operasi tuan jung sudah berjalan lancar kita hanya menunggu ia sadar kami sudah memindahkannya di kamar rawat” dokter menepuk pundak jaejoong yang bernafas lega
“kajja kita melihat yunho” ajak seunghyun diangguki jaejoong
“ne”

Yunho masih memejamkan matanya dengan damai nafasnya teratur dan perban membelit kepalanya juga bahunya yang tertutupi pakaian rumah sakit Jaejoong menggenggam erat tangan yunho terhitung sudah dua jam ia tidak mau beranjak dari sisi yunho dan di sofa nampak seunghyun sedang memainkan ponselnya
Brak!
Jaejoong dan seunghyun menoleh kearah pintu yang dibuka dengan kasar
“yunho!” yoochun dan junsu masuk bersamaan dan menuju kearah ranjang yunho
“jaejoong ah..  yunho bagaimana?” tanya yoochun
“dia sudah selesai dioperasi hanya menunggu dia sadar” sahut seunghyun membuat yoochun dan junsu menoleh
“kau choi seunghyun bukan ?” tanya junsu
“ne.. bukankah kau kim junsu? CEO kim korp?” tanya seunghyun heran
“ne, kurasa kita pernah bertemu” junsu mengingat – ingat namun gagal
BRAK!!
“YUNHO HYUNG!!”
 semua orang menoleh kearah pintu yang di buka dengan kasar untuk kedua kalinya
“yah! Kalian bisa merobohkan kamar ini jika cara membuka kalian sangat bar – bar seperti itu!” seunghyun menatap sosok yang baru datang itu mengeryit bingung
“changmin! Kau-” kaget jaejoong
“ne tadi aku baru saja menadarat dari bandara dan langsung kemari dengan pesawat pribadi yoochun hyung memberitahuku” jawab changmin membuat jaejoong mengangguk
“kau berisik sekali min” ucap yunho lemah membuat mata bulat jaejoong berair dan menumpahkan airmatanya
“yah! Kau menakutiku bear! Hiks! Babo!” jaejoong menubruk yunho dengan pelukannya membuat yunho tertawa kecil
“kau tidak apa-apa boo? Apa ada yang terluka?” yunho meneliti tubuh jaejoong
“YAH! Hiks! Kenapa masih bertanya keadaanku lihat keadaanmu bear! Aku tidak terluka” jaejoong masih menangis sesenggukan membuat yunho memeluk kekasihnya dan memberikan tepukan pada punggung kekasihnya itu
“hyuung.. kau tidak merindukanku eoh?” rengek changmin
“ani.. aku tidak merindukanmu!” ucap yunho cuek membuat changmin tertawa
“kita baru bertemu dan kau sudah terluka seperti ini hyung..sepertinya aku bisa menang melawanmu jika kau terluka seperti ini” canda changmin membuat semua orang tertawa kecuali jaejoong yang memandang sengit adik kekasihnya itu
“kau akan mati ditanganku jika mengajak yunho bertanding hapkido minnie!” desis jaejoong membuat changmin meringis dan mengangkat tangannya
“arasso arasso .. aku tidak akan melawanmu jae hyuuung .. besok masakkan aku ne.. ne..”
“kau istirahat saja yunho ah, kita akan tinggal beberapa hari sampai kau sembuh..” ucap yoochun tiba- tiba
“aku akan mengurus kantor selama kau masih disini hyung, jangan mencemaskannya arrachi?” sahut changmin membuat yunho meringis
“kenapa kalian memperlakukanku seolah aku akan mati eoh? Ini hanya luka kecil jadi aku bisa kembali besok” yunho berkata santai sambil memandang keempatnya
“ANIYO! Kau tidak boleh bekerja dulu kau harus istirahat!” jaejoong berucap sengit dan yunho tau keinginan jaejoong adalah mutlak harus dikabulkan
“arasso .. arasso.. aku akan menjadi pasien, lakukan sesuka kalian” yunho merebahkan tubuhnya sedikit meringis karena bahunya sangat sakit
“baiklah kurasa aku akan kembali ke hotel karena kalian sudah berkumpul disini”
“gomawo seunghyun ssi” ucap jaejoong tulus diangguki seunghyun
.
.
“boo.. aku bosan sekali dirumah sakit” rengek yunho membuat jaejoong mendengus
“bahumu belum sembuh bear, mana bisa kita keluar jika kau masih belum normal eoh?” jawab jaejoong sabar
“changmin sudah kembali ke seoul?” tanya yunho
“ne, dia kembali ke seoul dengan yoochun dan su ie.. cukup aku yang menjagamu disini bear”
“aku merasa sangat bosan jika tidak melakukan sesuatu-”
jaejoong memandang tajam yunho “karena kau seorang workaholic bear, kau harus mengubah kebiasaanmu itu.. kau sangat tampan nanti wajahmu akan keriput jika kau terus menerus bekerja tidak kenal waktu eoh” yunho tertawa kecil
“kita akan kembali besok boo, jika dilakukan perawatan lebih baik di seoul.. dan untuk peninjauan ulang di jeju aku akan menjadwalkan minggu depan kau mau ikut boo?” yunho melihat kekasihnya sedang memainkan jemarinya
“jika itu bersamamu aku akan selalu ada disampingmu bear” yunho mengusap rambut jaejoong yang sangat halus di tangannya

1 minggu kemudian
“kondisimu sudah membaik yunho dan lukanya juga sudah menutup jadi kau bisa beraktifitas normal lagi” ucap dokter kim yuna yang merupakan dokter pribadinya
“ne gomawo noona..” jawab yunho membuat yuna tersenyum kearah yunho
“kapan kau akan menikahinya eoh? Dia sangat mecintaimu yunho ah” yuna membereskan peralatannya ke dalam tas kecil di samping ranjang yunho
“aku masih menunggu waktu yang tepat noona, ahra si rubah licik itu akan terus menjadi penghalang kebahagiaanku dan boojae”
Kim yuna menghela nafas dan menatap kasihan yunho yang sudah dianggapnya adik lelakinya “kau harus semangat yunho!” keduanya tertawa
“baiklah aku akan berangkat ke jeju noona, jaejoong sudah menungguku di bandara” kim yuna mengangguk dan melambaikan tangannya saat yunho berpamitan.
.
.
-jeju island-
“wahh jinja .. kita ke jeju lagi bear” seru jaejoong senang
“boo.. sebentar lagi aku akan meninjau lokasi kau istirahat saja di hotel ne” jaejoong mengangguk
“arasso .. aku akan menunggumu bear”
“oke.. nanti malam seunghyun mengadakan pesta istirahatlah dengan baik chagiya ..”
Cup
Yunho mendaratkan kecupan manis pada kening boojaenya dan berjalan keluar kamar hotel.
.
.
Yunho dan jaejoong baru saja masuk ke dalam bar yang berfasilitas VVIP akan diadakan pesta oleh seunghyun matanya hampir saja copot melihat para yeoja yang menampilkan tubuh mereka hampir bugil jika saja bikini yang mereka kenakan tidak dilepas hatinya bergemuruh marah.
Ia mengirim pesan pada yunho di sampingnya
‘kita pulang atau aku akan pulang sendiri!’
Jaejoong berdiri dan keluar ruangan dengan membanting pintu.

Seoul-

 BRAK!
Jaejoong melempar asal kopernya ia sangat kesal hatinya bergemuruh didaratkannya butt sexynya di sofa berwarna maroon di apartemennya yunho hanya menggeleng melihat kelakuan kekasihnya tanpa banyak kata di pungutnya koper dan dibawa menuju kamar jaejoong
Yunho terkekeh kecil memandang kekasihnya yang menggerutu dengan muka ditekuk “jika kau terus menampilkan wajah jelek seperti itu wajahmu akan cepat keriput boo”
Jaejoong memandang kesal yunho “wae! Kau akan berpaling jika wajahku penuh keriput eoh!” sewot jaejoong membuat yunho mendekat dan memeluk kekasih tercintanya itu
“ya boo.. apa yang kau bicarakan chagiya .. aku mencintaimu apa adanya” yunho mendaratkan bibir hatinya di pelipis boojaenya
“jangan pernah bertemu seunghyun sendiri! Kau harus bersama setidaknya sekretarismu!” ketus jaejoong
Yunho membelai rambut almond kekasihnya “apa yang kau takutkan eoh ?” tanya yunho sabar
“aku tidak suka dia itu penipu bear” jaejoong menyandarkan kepalanya di dada kekasihnya
“mhiane .. liburan kita di jeju gagal boo” yunho mengusap lengan jaejoong sayang
“gwencana, seunghyun memang brengsek! Bagaimana bisa dia membuat pesta-.. pesta seks!” jaejoong mendesah frustasi
“bukankah kau suka melihat dada besar boo?” goda yunho membuat jaejoong mendengus kesal
“ya!! Aku hanya tidak suka para yeoja itu memandangmu lapar. Aishh aku bisa gila” jaejoong bangkit dengan kesal menuju lemari es tenggorokannya kering jika mengingat kelakuan seunghyun
“konyol sekali, kau dan aku sudah bersama sangat lama boo.. dan kau tidak perlu terlalu cemas karena aku hanya milikmu jung jaejoong” yunho merebahkan tubuhnya di sofa sejenak memejamkan matanya
Diam- diam jaejoong duduk di lantai yang di lapisi karpet hangat ia memandang kekasihnya dari dekat jarinya meraba wajah yunho “saranghae” bisik jaejoong ia mendengar dengkuran sang kekasih yang sudah menyelami alam mimpi dengan nyenyak
.
.
“bukankah mereka harusnya di jeju?” tanya junsu heran ia menoleh kearah kekasihnya yang masih mengganti sepatunya dengan sandal rumah
Yoochun menatap kekasihnya “benar, bahkan jaejoong memintaku meluangkan waktunya satu minggu.. ini baru kari kedua mereka sudah kembali” jawab yoochun
“ah molla, aku mandi dulu chunnie..” junsu melenggang pergi kearah kamarnya
Sayup- sayup yunho mendengar suara junsu membuatnya membuka mata ia melihat kesamping jaejoong tidur dengan posisi duduk dan kepalanya bersandar pada tangannya
“yunho, kenapa kau kembali begitu cepat?” yunho menoleh kearah sahabatnya di seberang sofa sekilas lalu bangun dan memindahkan jaejoong di atas sofa dan menyelimutinya
“kau baru pulang chun?” tanya yunho balik yoochun mengangguk
“ne, aku baru saja menjemput su ie, kenapa kau kembali sangat cepat yunho ah?” tanya yoochun
Yunho membetulkan letak selimut jaejoong agar kekasihnya bisa tidur dengan nyaman “seunghyun berulah dan jaejoong sangat kesal, jadi lebih baik kita kembali lebih awal daripada jaejoong marah dan menjadikan seunghyun menjadi santapan jiji” ucap yunho asal ia melihat kucing boojaenya sedang berlarian kesana kemari kucing yang ia belikan sebagai hadiah ulang tahun beberapa tahun yang lalu
Yoochun mengeryit heran mendengar jawaban yunho batinnya tak puas “ulah apa yang membuat jaejoong se kesal itu, setauku jika tidak ada hubungannya denganmu dia tidak akan bertingkah sembrono” yunho mengangguk – anggukan kepalanya membenarkan
“ne, sedikit banyak ini juga berhubungan denganku chun..kemarin malam seunghyun mengadakan pesta untuk orang – orang yang terlibat dalam pembangunan hotel di jeju yang kami pimpin” yoochun menaikkan alisnya
“bukankah itu wajar sebagai pesta penyambutan?” tanya yoochun heran
“ne, itu menjadi tidak wajar jika jaejoong ada disana” yoochun tertawa mendengar jawaban konyol sahabatnya
“jangan bilang itu tentang pesta..” yoochun menggantung ucapannya dan melihat sahabatnya itu mengangguk
“ne, kau sudah tau bukan jaejoong sangat sensitif jika ada yeoja ataupun uke yang mendekatiku dengan gigih” ucap yunho malas
“wajar saja jika jaejoong ingin pulang” jawab yoochun
yunho melirik jaejoong yang membuka mata doe nya yang tampak masih mengantuk “tidurlah jika masih ingin tidur boo” yunho mendorong bahu jaejoong agar segera merebahkan tubuhnya
jaejoong memandang yunho dengan mengucek matanya “aku lapar bear, aku mau memasak sesuatu dulu” ia menyingkap selimut yang melingkupi tubuhnya dan segera bangkit
“aku jadi heran jaejoong bisa jadi kucing manis jika bersamamu” yoochun mendengus membuat yunho tertawa “dan juga dia akan berubah jadi macan jika ada yeoja yang mendekatimu. Aigoo” yoochun memijit pengkal hidungnya
Yunho masih sibuk mengecek berita online yang menampilkan deretan namanya yang tercetak tebal “karena dia sangat mencintaiku chun, begitu pula denganku aku sangat mencintainya tampaknya kau sebentar lagi akan sedikit sibuk yoochun ah” yunho menghadapkan layarnya kearah sahabatnya matanya melotot melihat tulisan yang tertera disana ‘KIM JAEJOONG TERNYATA KEKASIH JUNG YUNHO PEWARIS UTAMA JUNG GROUP’
“aishh .. dasar merepotkan lihat ini” yoochun membrowsing berita terupdate yang hangat diperbincangkan “jung yunho pengusaha muda yang dikenal dingin merupakan kekasih hallyu star kim jaejoong keduanya sedang berlibur di pulau jeju.. apa ini, apa kalian tidak merasa di buntuti siapapun disana? Lihat foto kalian aishh.. jaejoong ah, kau mengumbar kemesraan di muka umum” gerutu yoochun
“memangnya foto seperti apa yang mereka unggah yoochun ah?” jaejoong meletakkan dua coklat panas di atas meja dan meraih tablet managernya matanya melotot melihat foto yang diunggah dirinya berada di pangkuan yunho dan tangannya mengalung mesra di leher kekasihnya “ishh!! Menyebalkan!” geram jaejoong ia melirik yunho yang duduk dengan tenang di sofa tangannya memegang mug berisi coklat panas yang dibuatnya
Yunho memandang kekasihnya yang menatapnya sangat intens “wae? Kenapa memandangku seperti itu?” 
“apa kau sengaja menyebarkan berita ini bear ?” tuduh jaejoong membuat yoochun melongo
“jangan gila hyung! Yunho hyung tidak mungkin menyebarkannya bukankah selama ini dia selalu menjaga hubungan kalian dari publik” sahut junsu membuat jaejoong memijit keningnya
Yunho berdiri menghadap kaca yang memperlihatkan indahnya kota seoul dengan lampu- lampu gedung yang masih menyala di jam 7 malam disesapnya coklat yang ada di gelas yang dipegangnya “aku yakin yang menyebarkan berita ini adalah orang yang kita kenal dan menginginkan privasi kita terungkap.. jangan kawatir, biarkan berita ini dan jangan mengkonfirmasi apapun dengan begitu pers akan mereda dengan sendirinya menganggap berita ini tidak benar”
“mungkin memang sudah seharusnya kalian mengungkapkan hubungan kalian yunho ah” sahut yoochun
“jika kita membenarkan berita ini di media, semua job akan datang padaku dengan berbondong- bondong karena mereka ingin mendapatkan nama yang baik di depan yunho! Bukan karena kemampuanku yoochun ah!” bentak jaejoong tanpa sadar membuat junsu dan yoochun terkesiap mereka tidak berfikir hingga sejauh itu
“hyung.. tenanglah, aku punya ide” semua orang menatap tertarik kearah junsu membuat junsu terkekeh
“apa su ie, kau bisa memberitahuku cepat!” desak jaejoong
“sepertinya kau harus pensiun dari dunia keartisanmu itu hyung”
Hening..
Semua orang masih memproses apa yang dikatakan junsu
“MWOYA!! Apa katamu junsu ah!!” jaejoong menampol adiknya dengan bantal sofa
“ya hyung! Apa ada yang salah!” protes junsu keduanya bertengkar hingga membuat yoochun memegangi perutnya karena tidak kuat menahan tawa
“ya ya hentikan boo!” yunho menarik bantal yang di pegang jaejoong untuk memukuli adiknya
“lepaskan aku bear! Bocah nakal ini harus diberi pelajaran!” jaejoong meronta dalam pelukan yunho ia melihat adiknya mehrong kearahnya membuatnya kesal hingga keubun- ubun
“weeekkk! Kau tidak bisa melawanku hyung” junsu mehrong dan tertawa nista melihat hyungnya begitu frustasi di pelukan yunho
“hentikan su ie” ucap yoochun membuat junsu cemberut
“bear lepaskan..” ucap jaejoong santai emosinya sudah mereda jaejoong tidak merasakan pelukan di tubuhnya mengendur “aku janji, tidak akan berbuat kekanakan” jaejoong tersenyum manis saat yunho melepaskan pelukannya
Yunho bangkit dari duduknya merenggangkan ototonya yang terasa kaku “aku mau mandi dulu, ikat saja keduanya jika mereka ribut chun” titah yunho membuat keduanya cemberut
Jaejoong berdiri bersiap menyusul yunho “aku ikut bear” junsu dan yoochun melotot
“yah! Dia mau mandi jae!” teriak yoochun diacuhkan sepenuhnya oleh jaejoong
“hyungku sangat mesum ne chunnie” gumam junsu nanar
“mungkin karena yunho juga sangat mesum jadi jaejoong ikutan mesum” jawab yoochun asal “jika mereka punya anak semoga tidak meniru otak mesum mereka” gumam yoochun diamini junsu


tbc.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar