Title :
Naughty Jaejoong
Length :
-
Rate :
M
Main Cast :
Yunjae Etc.
Yunho memakai setelan jas hitam yang
mahal nampak sangat pas ditubuhnya yang tinggi tak lupa jaejoong yang
berpakaian elegan juga seunghyun yang tak jauh berbeda dari pakaian yang yunho
kenakan hanya berbeda warna mereka bertiga berjalan di deretan paling depan
diikuti beberapa orang yang juga sedang meninjau lokasi pembangunan hotel
internasional yang sedang mereka bangun
“selamat pagi presdir jung, dan presdir
choi.. sebuah kehormatan bisa bertemu dengan kalian” ucap pria tua yang
menjabat sebagai manager pembangunan
“ah ne, bagaimana tuan ma apakah ada masalah
yang terkendala selama pembangunan?” tanya yunho membuat tuan ma tersenyum
“aniyo . pembangunan lancar.. terima
kasih sudah memberikan fasilitas bagi kami semua tuan jung” yunho mengangguk
kecil
“apa proyek bisa di selesaikan tepat
waktu tuan ma?” tanya seunghyun
“ne, saya rasa proyek ini akan lebih
cepat dari yang diperkirakan tuan choi” seunghyun mengangguk kecil
Mereka berbincang kecil membuat jaejoong
merasa bosan dan melihat- lihat bangunan yang belum jadi ia sedikit menjauh
menuju kearah jendela yang belum terpasang kaca ia bersenandung kecil di dekat
jendela yang lebar menampakkan langit jeju juga udara yang sangat segar sebelum
sebuah suara yang tanpa disadarinya sebuah bongkahan semen yang runtuh dari
lantai atas
“AWAAAAAS!!!”
semua pekerja berteriak agar jaejoong
menghindar matanya terpejam tapi ia merasa tubuhnya tidak merasakan apapun
boo!!
Jaejoong!
BUG !!!!
Bongkahan semen itu mengenai bahu yunho
dengan sangat keras jaejoong merasakan tubuhnya di peluk dan secara bersamaan
berguling di lantai perlahan dibukanya kedua matanya yunho pingsan dengan
memeluknya darah yang merembes dari jas yunhonyang sudah terkoyak membuatnya
panik dan tanpa sadar air matanya mengalir deras
“yunho! Bangun! Hiks! Babo!” jaejoong
memukul dada yunho tapi yunho tidak merespon apapun
“yah! Cepat panggil ambulan dan sisanya
bantu aku mengangkatnya!” seru seunghyun ia bergegas menuju tubuh yunho yang
sudah bersimbah darah
Semua orang menunggu di depan ruang
operasi dengan cemas tak lupa Jaejoong yang meringkuk di dekat pintu dengan
suara isakan yang nampak nyata terdengar
“jaejoong ah.. bersihkan tubuhmu dulu,
kau penuh darah” seunghyun menatap kasian pada jaejoong
“ani .. aku ingin melihat yunho lebih
dulu hiks, kenapa dia sangat bodoh mengorbankan tubuhnya hiks” isak jaejoong
“dia sangat mencintaimu tuan jaejoong,saya
sudah mengenal presdir jung 10 tahun terlihat dari matanya saat memandangmu
sangat lembut dan penuh kasih.. percayalah tuan jung akan baik – baik saja dia
pria yang hebat” manager ma menepuk pundak jaejoong yang sudah dianggapnya
seperti anak sendiri
Dokter keluar ruang operasi dan melepas
maskernya
“dokter! Bagaimana keadaan yunho”
jaejoong langsung bangkit dan bertanya membuat dokter shamdong tersenyum
“tenang saja, operasi tuan jung sudah berjalan
lancar kita hanya menunggu ia sadar kami sudah memindahkannya di kamar rawat”
dokter menepuk pundak jaejoong yang bernafas lega
“kajja kita melihat yunho” ajak
seunghyun diangguki jaejoong
“ne”
Yunho masih memejamkan matanya dengan
damai nafasnya teratur dan perban membelit kepalanya juga bahunya yang
tertutupi pakaian rumah sakit Jaejoong menggenggam erat tangan yunho terhitung
sudah dua jam ia tidak mau beranjak dari sisi yunho dan di sofa nampak
seunghyun sedang memainkan ponselnya
Brak!
Jaejoong dan seunghyun menoleh kearah
pintu yang dibuka dengan kasar
“yunho!” yoochun dan junsu masuk
bersamaan dan menuju kearah ranjang yunho
“jaejoong ah.. yunho bagaimana?” tanya yoochun
“dia sudah selesai dioperasi hanya
menunggu dia sadar” sahut seunghyun membuat yoochun dan junsu menoleh
“kau choi seunghyun bukan ?” tanya junsu
“ne.. bukankah kau kim junsu? CEO kim
korp?” tanya seunghyun heran
“ne, kurasa kita pernah bertemu” junsu
mengingat – ingat namun gagal
BRAK!!
“YUNHO HYUNG!!”
semua orang menoleh kearah pintu yang di buka
dengan kasar untuk kedua kalinya
“yah! Kalian bisa merobohkan kamar ini
jika cara membuka kalian sangat bar – bar seperti itu!” seunghyun menatap sosok
yang baru datang itu mengeryit bingung
“changmin! Kau-” kaget jaejoong
“ne tadi aku baru saja menadarat dari
bandara dan langsung kemari dengan pesawat pribadi yoochun hyung memberitahuku”
jawab changmin membuat jaejoong mengangguk
“kau berisik sekali min” ucap yunho
lemah membuat mata bulat jaejoong berair dan menumpahkan airmatanya
“yah! Kau menakutiku bear! Hiks! Babo!”
jaejoong menubruk yunho dengan pelukannya membuat yunho tertawa kecil
“kau tidak apa-apa boo? Apa ada yang
terluka?” yunho meneliti tubuh jaejoong
“YAH! Hiks! Kenapa masih bertanya
keadaanku lihat keadaanmu bear! Aku tidak terluka” jaejoong masih menangis
sesenggukan membuat yunho memeluk kekasihnya dan memberikan tepukan pada
punggung kekasihnya itu
“hyuung.. kau tidak merindukanku eoh?”
rengek changmin
“ani.. aku tidak merindukanmu!” ucap
yunho cuek membuat changmin tertawa
“kita baru bertemu dan kau sudah terluka
seperti ini hyung..sepertinya aku bisa menang melawanmu jika kau terluka
seperti ini” canda changmin membuat semua orang tertawa kecuali jaejoong yang
memandang sengit adik kekasihnya itu
“kau akan mati ditanganku jika mengajak
yunho bertanding hapkido minnie!” desis jaejoong membuat changmin meringis dan
mengangkat tangannya
“arasso arasso .. aku tidak akan
melawanmu jae hyuuung .. besok masakkan aku ne.. ne..”
“kau istirahat saja yunho ah, kita akan
tinggal beberapa hari sampai kau sembuh..” ucap yoochun tiba- tiba
“aku akan mengurus kantor selama kau
masih disini hyung, jangan mencemaskannya arrachi?” sahut changmin membuat
yunho meringis
“kenapa kalian memperlakukanku seolah
aku akan mati eoh? Ini hanya luka kecil jadi aku bisa kembali besok” yunho
berkata santai sambil memandang keempatnya
“ANIYO! Kau tidak boleh bekerja dulu kau
harus istirahat!” jaejoong berucap sengit dan yunho tau keinginan jaejoong
adalah mutlak harus dikabulkan
“arasso .. arasso.. aku akan menjadi
pasien, lakukan sesuka kalian” yunho merebahkan tubuhnya sedikit meringis
karena bahunya sangat sakit
“baiklah kurasa aku akan kembali ke
hotel karena kalian sudah berkumpul disini”
“gomawo seunghyun ssi” ucap jaejoong
tulus diangguki seunghyun
.
.
“boo.. aku bosan sekali dirumah sakit”
rengek yunho membuat jaejoong mendengus
“bahumu belum sembuh bear, mana bisa
kita keluar jika kau masih belum normal eoh?” jawab jaejoong sabar
“changmin sudah kembali ke seoul?” tanya
yunho
“ne, dia kembali ke seoul dengan yoochun
dan su ie.. cukup aku yang menjagamu disini bear”
“aku merasa sangat bosan jika tidak
melakukan sesuatu-”
jaejoong memandang tajam yunho “karena
kau seorang workaholic bear, kau harus mengubah kebiasaanmu itu.. kau sangat tampan
nanti wajahmu akan keriput jika kau terus menerus bekerja tidak kenal waktu
eoh” yunho tertawa kecil
“kita akan kembali besok boo, jika
dilakukan perawatan lebih baik di seoul.. dan untuk peninjauan ulang di jeju
aku akan menjadwalkan minggu depan kau mau ikut boo?” yunho melihat kekasihnya
sedang memainkan jemarinya
“jika itu bersamamu aku akan selalu ada
disampingmu bear” yunho mengusap rambut jaejoong yang sangat halus di tangannya
1 minggu kemudian
“kondisimu sudah membaik yunho dan
lukanya juga sudah menutup jadi kau bisa beraktifitas normal lagi” ucap dokter
kim yuna yang merupakan dokter pribadinya
“ne gomawo noona..” jawab yunho membuat
yuna tersenyum kearah yunho
“kapan kau akan menikahinya eoh? Dia
sangat mecintaimu yunho ah” yuna membereskan peralatannya ke dalam tas kecil di
samping ranjang yunho
“aku masih menunggu waktu yang tepat
noona, ahra si rubah licik itu akan terus menjadi penghalang kebahagiaanku dan
boojae”
Kim yuna menghela nafas dan menatap
kasihan yunho yang sudah dianggapnya adik lelakinya “kau harus semangat yunho!”
keduanya tertawa
“baiklah aku akan berangkat ke jeju
noona, jaejoong sudah menungguku di bandara” kim yuna mengangguk dan
melambaikan tangannya saat yunho berpamitan.
.
.
-jeju island-
“wahh jinja .. kita ke jeju lagi bear”
seru jaejoong senang
“boo.. sebentar lagi aku akan meninjau
lokasi kau istirahat saja di hotel ne” jaejoong mengangguk
“arasso .. aku akan menunggumu bear”
“oke.. nanti malam seunghyun mengadakan
pesta istirahatlah dengan baik chagiya ..”
Cup
Yunho mendaratkan kecupan manis pada
kening boojaenya dan berjalan keluar kamar hotel.
.
.
Yunho dan jaejoong baru saja masuk ke
dalam bar yang berfasilitas VVIP akan diadakan pesta oleh seunghyun matanya
hampir saja copot melihat para yeoja yang menampilkan tubuh mereka hampir bugil
jika saja bikini yang mereka kenakan tidak dilepas hatinya bergemuruh marah.
Ia mengirim pesan pada yunho di
sampingnya
‘kita pulang atau aku akan pulang
sendiri!’
Jaejoong berdiri dan keluar ruangan
dengan membanting pintu.
Seoul-
BRAK!
Jaejoong melempar asal kopernya ia
sangat kesal hatinya bergemuruh didaratkannya butt sexynya di sofa berwarna
maroon di apartemennya yunho hanya menggeleng melihat kelakuan kekasihnya tanpa
banyak kata di pungutnya koper dan dibawa menuju kamar jaejoong
Yunho terkekeh kecil memandang
kekasihnya yang menggerutu dengan muka ditekuk “jika kau terus menampilkan
wajah jelek seperti itu wajahmu akan cepat keriput boo”
Jaejoong memandang kesal yunho “wae! Kau
akan berpaling jika wajahku penuh keriput eoh!” sewot jaejoong membuat yunho
mendekat dan memeluk kekasih tercintanya itu
“ya boo.. apa yang kau bicarakan chagiya
.. aku mencintaimu apa adanya” yunho mendaratkan bibir hatinya di pelipis
boojaenya
“jangan pernah bertemu seunghyun
sendiri! Kau harus bersama setidaknya sekretarismu!” ketus jaejoong
Yunho membelai rambut almond kekasihnya
“apa yang kau takutkan eoh ?” tanya yunho sabar
“aku tidak suka dia itu penipu bear”
jaejoong menyandarkan kepalanya di dada kekasihnya
“mhiane .. liburan kita di jeju gagal
boo” yunho mengusap lengan jaejoong sayang
“gwencana, seunghyun memang brengsek!
Bagaimana bisa dia membuat pesta-.. pesta seks!” jaejoong mendesah frustasi
“bukankah kau suka melihat dada besar
boo?” goda yunho membuat jaejoong mendengus kesal
“ya!! Aku hanya tidak suka para yeoja
itu memandangmu lapar. Aishh aku bisa gila” jaejoong bangkit dengan kesal
menuju lemari es tenggorokannya kering jika mengingat kelakuan seunghyun
“konyol sekali, kau dan aku sudah
bersama sangat lama boo.. dan kau tidak perlu terlalu cemas karena aku hanya
milikmu jung jaejoong” yunho merebahkan tubuhnya di sofa sejenak memejamkan
matanya
Diam- diam jaejoong duduk di lantai yang
di lapisi karpet hangat ia memandang kekasihnya dari dekat jarinya meraba wajah
yunho “saranghae” bisik jaejoong ia mendengar dengkuran sang kekasih yang sudah
menyelami alam mimpi dengan nyenyak
.
.
“bukankah mereka harusnya di jeju?”
tanya junsu heran ia menoleh kearah kekasihnya yang masih mengganti sepatunya
dengan sandal rumah
Yoochun menatap kekasihnya “benar,
bahkan jaejoong memintaku meluangkan waktunya satu minggu.. ini baru kari kedua
mereka sudah kembali” jawab yoochun
“ah molla, aku mandi dulu chunnie..”
junsu melenggang pergi kearah kamarnya
Sayup- sayup yunho mendengar suara junsu
membuatnya membuka mata ia melihat kesamping jaejoong tidur dengan posisi duduk
dan kepalanya bersandar pada tangannya
“yunho, kenapa kau kembali begitu
cepat?” yunho menoleh kearah sahabatnya di seberang sofa sekilas lalu bangun
dan memindahkan jaejoong di atas sofa dan menyelimutinya
“kau baru pulang chun?” tanya yunho
balik yoochun mengangguk
“ne, aku baru saja menjemput su ie,
kenapa kau kembali sangat cepat yunho ah?” tanya yoochun
Yunho membetulkan letak selimut jaejoong
agar kekasihnya bisa tidur dengan nyaman “seunghyun berulah dan jaejoong sangat
kesal, jadi lebih baik kita kembali lebih awal daripada jaejoong marah dan
menjadikan seunghyun menjadi santapan jiji” ucap yunho asal ia melihat kucing
boojaenya sedang berlarian kesana kemari kucing yang ia belikan sebagai hadiah
ulang tahun beberapa tahun yang lalu
Yoochun mengeryit heran mendengar
jawaban yunho batinnya tak puas “ulah apa yang membuat jaejoong se kesal itu,
setauku jika tidak ada hubungannya denganmu dia tidak akan bertingkah sembrono”
yunho mengangguk – anggukan kepalanya membenarkan
“ne, sedikit banyak ini juga berhubungan
denganku chun..kemarin malam seunghyun mengadakan pesta untuk orang – orang
yang terlibat dalam pembangunan hotel di jeju yang kami pimpin” yoochun
menaikkan alisnya
“bukankah itu wajar sebagai pesta
penyambutan?” tanya yoochun heran
“ne, itu menjadi tidak wajar jika
jaejoong ada disana” yoochun tertawa mendengar jawaban konyol sahabatnya
“jangan bilang itu tentang pesta..”
yoochun menggantung ucapannya dan melihat sahabatnya itu mengangguk
“ne, kau sudah tau bukan jaejoong sangat
sensitif jika ada yeoja ataupun uke yang mendekatiku dengan gigih” ucap yunho
malas
“wajar saja jika jaejoong ingin pulang”
jawab yoochun
yunho melirik jaejoong
yang membuka mata doe nya yang tampak masih mengantuk “tidurlah jika masih
ingin tidur boo” yunho mendorong bahu jaejoong agar segera merebahkan tubuhnya
jaejoong memandang yunho dengan mengucek
matanya “aku lapar bear, aku mau memasak sesuatu dulu” ia menyingkap selimut
yang melingkupi tubuhnya dan segera bangkit
“aku jadi heran jaejoong bisa jadi
kucing manis jika bersamamu” yoochun mendengus membuat yunho tertawa “dan juga
dia akan berubah jadi macan jika ada yeoja yang mendekatimu. Aigoo” yoochun
memijit pengkal hidungnya
Yunho masih sibuk mengecek berita online
yang menampilkan deretan namanya yang tercetak tebal “karena dia sangat
mencintaiku chun, begitu pula denganku aku sangat mencintainya tampaknya kau
sebentar lagi akan sedikit sibuk yoochun ah” yunho menghadapkan layarnya kearah
sahabatnya matanya melotot melihat tulisan yang tertera disana ‘KIM JAEJOONG TERNYATA KEKASIH JUNG YUNHO
PEWARIS UTAMA JUNG GROUP’
“aishh .. dasar merepotkan lihat ini”
yoochun membrowsing berita terupdate yang hangat diperbincangkan “jung yunho
pengusaha muda yang dikenal dingin merupakan kekasih hallyu star kim jaejoong
keduanya sedang berlibur di pulau jeju.. apa ini, apa kalian tidak merasa di
buntuti siapapun disana? Lihat foto kalian aishh.. jaejoong ah, kau mengumbar
kemesraan di muka umum” gerutu yoochun
“memangnya foto seperti apa yang mereka
unggah yoochun ah?” jaejoong meletakkan dua coklat panas di atas meja dan
meraih tablet managernya matanya melotot melihat foto yang diunggah dirinya
berada di pangkuan yunho dan tangannya mengalung mesra di leher kekasihnya
“ishh!! Menyebalkan!” geram jaejoong ia melirik yunho yang duduk dengan tenang
di sofa tangannya memegang mug berisi coklat panas yang dibuatnya
Yunho memandang kekasihnya yang
menatapnya sangat intens “wae? Kenapa memandangku seperti itu?”
“apa kau sengaja menyebarkan berita ini
bear ?” tuduh jaejoong membuat yoochun melongo
“jangan gila hyung! Yunho hyung tidak
mungkin menyebarkannya bukankah selama ini dia selalu menjaga hubungan kalian
dari publik” sahut junsu membuat jaejoong memijit keningnya
Yunho berdiri menghadap kaca yang
memperlihatkan indahnya kota seoul dengan lampu- lampu gedung yang masih
menyala di jam 7 malam disesapnya coklat yang ada di gelas yang dipegangnya
“aku yakin yang menyebarkan berita ini adalah orang yang kita kenal dan
menginginkan privasi kita terungkap.. jangan kawatir, biarkan berita ini dan
jangan mengkonfirmasi apapun dengan begitu pers akan mereda dengan sendirinya
menganggap berita ini tidak benar”
“mungkin memang sudah seharusnya kalian
mengungkapkan hubungan kalian yunho ah” sahut yoochun
“jika kita membenarkan berita ini di
media, semua job akan datang padaku dengan berbondong- bondong karena mereka
ingin mendapatkan nama yang baik di depan yunho! Bukan karena kemampuanku
yoochun ah!” bentak jaejoong tanpa sadar membuat junsu dan yoochun terkesiap
mereka tidak berfikir hingga sejauh itu
“hyung.. tenanglah, aku punya ide” semua
orang menatap tertarik kearah junsu membuat junsu terkekeh
“apa su ie, kau bisa memberitahuku
cepat!” desak jaejoong
“sepertinya kau harus pensiun dari dunia
keartisanmu itu hyung”
Hening..
Semua orang masih memproses apa yang
dikatakan junsu
“MWOYA!! Apa katamu junsu ah!!” jaejoong
menampol adiknya dengan bantal sofa
“ya hyung! Apa ada yang salah!” protes
junsu keduanya bertengkar hingga membuat yoochun memegangi perutnya karena
tidak kuat menahan tawa
“ya ya hentikan boo!” yunho menarik
bantal yang di pegang jaejoong untuk memukuli adiknya
“lepaskan aku bear! Bocah nakal ini
harus diberi pelajaran!” jaejoong meronta dalam pelukan yunho ia melihat
adiknya mehrong kearahnya membuatnya kesal hingga keubun- ubun
“weeekkk! Kau tidak bisa melawanku
hyung” junsu mehrong dan tertawa nista melihat hyungnya begitu frustasi di
pelukan yunho
“hentikan su ie” ucap yoochun membuat
junsu cemberut
“bear lepaskan..” ucap jaejoong santai
emosinya sudah mereda jaejoong tidak merasakan pelukan di tubuhnya mengendur
“aku janji, tidak akan berbuat kekanakan” jaejoong tersenyum manis saat yunho
melepaskan pelukannya
Yunho bangkit dari duduknya
merenggangkan ototonya yang terasa kaku “aku mau mandi dulu, ikat saja keduanya
jika mereka ribut chun” titah yunho membuat keduanya cemberut
Jaejoong berdiri bersiap menyusul yunho
“aku ikut bear” junsu dan yoochun melotot
“yah! Dia mau mandi jae!” teriak yoochun
diacuhkan sepenuhnya oleh jaejoong
“hyungku sangat mesum ne chunnie” gumam
junsu nanar
“mungkin karena yunho juga sangat mesum
jadi jaejoong ikutan mesum” jawab yoochun asal “jika mereka punya anak semoga
tidak meniru otak mesum mereka” gumam yoochun diamini junsu
tbc.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar