Minggu, 26 Maret 2017

MINE Chapter 7




Title                        : MINE
Genre                      : angst, romance
Length                   : -
Rate                        : M
Main cast               : yunjae etc.


Chapter 7



“haaaah .. aku hampir mati ketauan yoochun hyung” jaejoong mengusap keringat yang membasahi keningnya ia melirik yunho yang sudah bangun dan menatapnya dalam diam
“wae? Kenapa menatapku seperti itu?” tanya jaejoong
“tidak apa- apa, aku hanya ingin melihatmu yang sedang ketakutan mendengar suara yoochun hyung” goda yunho membuat jaejoong memandangnya sebal
“kukira ini ponselku” gerutu jaejoong
“gwencana, kau baik – baik saja?” tanya yunho lembut ia menarik jaejoong hingga tubuh jaejoong terbaring lagi
“kau hampir membuatku pingsan karena gaya bercintamu yang bar- bar” dengus jaejoong
“hahhaha.. mhiane boo, aku lepas kontrol” yunho mengeratkan pelukannya pada perut jaejoong ia tidur membelakangi tubuh polos jaejoong
“kau tidak perlu bertindak bar- bar seperti itu yunnie, jika kau memintanya aku akan dengan senang hati mau bercinta denganmu” jaejoong mengedipkan matanya genit
“ya yah! Wahh .. kau benar – benar mesum boojae” jaejoong terkikik geli
“kau ingin sesuatu boo?” jaejoong menoleh menatap yunho
“kau ingin mengabulkan keinginanku yunnie?” jaejoong berbinar senang
“jika kau bisa aku akan mengabulkannya” jaejoong bersorak senang
“baiklah aku akan menyebutkan keinginanku aku ingin bercinta di kantor, lalu aku ingin bercinta di pantai dan lagi aku ingin bayi” mata jaejoong berkedip lucu dan berbinar senang membuat yunho melongo
“yah.. permintaan macam apa itu boo, aishh .. kau benar – benar mesum” jaejoong memandang kesal kearah yunho tiba- tiba sebuah ide melintas di kepalanya tangannya diarahkan ke selakangan yunho dan bibirnya merambat menuju leher yunho dan menghisapnya dengan kuat meninggalkan tanda merah keunguan ia melihat hasil karyanya dengan puas ia juga melihat yunho terangsang hebat karena ulah tangannya
“Oopss! Mhiane.. aku harus ke kamar mandi tubuhku lengket” jaejoong tersenyum manis meninggalkan yunho dalam keadaan on diatas ranjang ia tertawa melihat wajah syok yunho
“yah! Boo! Kau harus bertanggung jawab apa yang kau lakukan!” teriak yunho frustasi ia memandang benda kebanggaannya yang berdiri tegak menjulang “aishh.. kucing nakal” gerutu yunho sebal
.
.
Jaejoong keluar kamar mandi setelah satu jam berendam ia ketiduran dikamar mandi karena tubuhnya sangat lelah, ia mencari- cari yunho di sekeliling kamar itu tapi tidak ditemukan adanya yunho
“ini aneh.. bukankah aku meninggalkannya dalam keadaan on harusnya ia disini atau menungguku di depan pintu kamar mandi.. ah molla” jaejoong mengendikkan bahunya ia keluar kamar yunho dengan wajah fresh
“changmin hyung.. tunggu, kau melihat yunnie?” changmin mengeryit
“dia sudah berangkat ke bandara, ia akan ke jepang selama dua hari sebagai perwakilan kim corp.. apa dia tidak memberitahumu joongie?” jaejoong menggeleng
“wahh.. dia meninggalkanku tanpa pamit akan kubunuh dia jika pulang!” erang jaejoong frustasi membuat changmin tertawa
“apa kau sudah siap dibunuh yoochun hyung eoh jaejoongie?” changmin tertwa geli meilhat wajah jaejoong berubah pucat
“apa yoochun hyung belum tiba?” cicit jaejoong
“sebentar lagi, dia sudah dijemput pak lee..” changmin memperhatikan jam yang melingkar di tangannya “baiklah.. aku akan beraksi jaejoongie, kau dirumah saja aku yakin pasti tubuhmu itu sangat lelah” goda changmin membuat jaejoong melotot
“YAH! KAU KEMARI CHANGMIN HYUUNG SIALAN!!” teriak jaejoong saat melihat changmin sudah melambaikan tangannya di kursi kemudi
“yah.. kenapa kau berteriak begitu joongie” jaejoong mematung mendengar suara yoochun yang sangat dekat dengan pelan di tolehkannya kepalanya kearah yoochun
“anyeoong hyuung.. bogoshipoyo” jaejoong menubruk tubuh yoochun dan memeluknya erat
“nak yoochun sudah pulang?” ahjumma choi menyapa yoochun dengan pelan dilepasnya pelukan jaejoong dan membungkuk sopan pada pengasuh jaejoong sedari kecil itu
“apa kabar bibi, aku sangat merindukanmu” yoochun memeluk ahjumma choi erat ia sudah menganggap seperti ibunya sendiri karena sedari kecil ia sudah kehilangan kedua orang tuanya
“makanlah dulu aku akan mengangkat barangmu ke kamar yoochunie” yoochun menggeleng
“aku yang akan membawanya bibi.. terimakasih” bibi mengangguk dan segera beralalu dari keduanya
“kubantu hyung” jaejoong mengambil tas jinjing yang tersampir di bahu yoochun
“dimana yunho dan changmin?” tanya yoochun ia menyeret kopernya pelan menuju kamarnya ia tidak melihat ekspresi meringis jaejoong yang sekuat tenanga disembunyikan
“yunho hyung berangkat ke jepang dan changmin hyung sedang keluar” ia mencoba mengimbangi langkah yoochun tapi sial holenya perih ia bersumpah akan memberi pelajaran pada yunho jika sudah pulang
“apa changmin menjalani misinya sekarang?” jaejoong mengangguk dan mendudukkan pantat seksinya di ranjang yoochun
“ne, umma sedang ada di busan ada pagelaran fasion show disana ia memboyong semua modelnya juga peralatannya dia sangat sibuk satu minggu ini”
“apa appa kim baik – baik saja, sejauh yang kutahu yunho mengatakan jika kesehatan appa kim sedikit memburuk joongie” yoochun melepas dasi yang mencekiknya
“kau harus mengawasi appa dengan teliti hyung, aku punya firasat yang sangat buruk akhir- akhir ini” jaejoong menghembuskan nafasnya lelah
“jangan terlalu banyak berfikir joongie, kudengar dari changmin kau masih suka membolos dan berginta ganti pacar” jaejoong menatap sengit yoochun
“itu bukan aku hyung! Aku sudah berubah aku sudah rajin ke kampus dan tidak berkencan dengan yeoja- yeoja lagi” protes jaejoong
“baguslah kalau begitu.. jangan membuat beban pikiran appamu, dia sangat menyayangimu joongie” jaejoong mengangguk membenarkan
“apa hyung akan menetap disini dan tidak kembali ke new york lagi?” tanya jaejoong
“ne, tugasku sudah selesai di new york, mungkin untuk sekarang aku akan kesana setahun dua kali ku kira sekarang giliran yunho” jaejoong memandang tidak mengerti
“apa maksudmu hyung?” yoochun menoleh kearah jaejoong tangannya berhenti merapikan pakaian yang di ambilnya dari koper untuk di letakkan di lemarinya
“kami akan mendapat giliran menetap di luar negri untuk menstabilkan perusahaan kim corp cabang di jepang sekarang yunho ke jepang bukan? Mungkin dia akan menetap disana cukup lama” jaejoong meremat sprei yang ada di bawahnya
“jadi maksudmu kau ke new york kemarin juga karena giliran itu?” yoochun mengangguk membenarkan “aku tidak percaya ini ..”
“apa yunho tidak memberitahumu tentang ini?” jaejoong menggeleng dan segera beranjak membuat yoochun menatap bingung jaejoong
 Jaejoong menuju kamarnya dan mengambil ponselnya “aishh! Apa kau sengaja menonaktifkan ponselmu eoh!” jaejoong membanting ponselnya kearah sofa

Yunho menyeret kopernya masuk ke apartemen mewah di jepang yang merupakan fasilitas dari kim corp ia membuka ponselnya banyak sekali pesan dari jaejoong
‘yah! Beraninya kau berangkat tanpa memberitahuku!’
‘cepat aktifkan ponselmu yunnie, aku merindukanmu L
‘kau ingin aku mati muda karena cemas memikirkanmu?’
‘kenapa tidak membalas pesanku eoh!’
‘Kau jahat yunnieL
‘kau membobolku sacara bar- bar jadi kau akan pergi itu alasannya dasar babo’
‘aku akan membuat perhitungan jika kau kembali !’
‘yah! Aktifkan ponselmu atau aku akan memberitahu chunnie hyung tentang kita!’
‘boghosipoyo yunnie ah’
Yunho tertawa membaca deretan pesan jaejoong yang sangat menggemaskan ia bisa menebak pasti jaejoong sedang mengamuk sekarang “dia pasti sangat kesal.. hahahah” yunho meletakkan ponselnya di meja nakas tapi pesan baru muncul membuat yunho langsung bergerak membukanya
‘yunnie.. holeku ingin dimasuki’
Glek.
Yunho menelan ludahnya saat membaca pesan jaejoong ia membayangkan jaejoong sedang berbaring dengan kemeja putih yang kancingnya hanya terkancing satu yang mempertontonkan tubuh molek jaejoong “aiishhh!! Kenapa aku terbangun hanya membayangkannya” yunho menatap selakangannya yang menggembung ia berdecak kesal dan menuju kamar mandi

2 minggu kemudiann –
“changmin hyuung.. kenapa yunnie belum kembali, dia sama sekali tidak membalas pesanku” jaejoong menelungkupkan kepalanya diatas meja dan menghela nafas
“yah, dia sedang bekerja kenapa kau se lesu itu eoh” changmin memakan keripiknya sambil melirik jaejoong yang sedang frustasi diam – diam ia tertawa geli setiap hari jaejoong selalu merengek menanyakan kapan yunho pulang dan dia sedang apa diam – diam ia menghubungi nomor yunho yang lain yang hanya di ketahuinya dan yoochun changmin melihat layar ponselnya yunho sudah mengangkatnya
“apa dia sibuk sampai seharian, setidaknya- setidaknya mengabariku apa dia tidak merindukanku eoh! Atau disana dia sedang besama yeoja yang berdada besar! Apa mereka bercinta ottoke Minnie hyung” jaejoong menarik kripik yang dipegang changmin hingga pemiliknya melotot
“yah! Apa yunho hyung disana untuk liburan eoh! Kau ini ada- ada saja joongie.. lagi pula apa yunho hyung type orang yang akan berpaling secepat itu eoh!”

Bruk!

Ponsel changmin jatuh di sebelah jaejoong membuat jaejoong segera memungutnya dan melayangkan pandangan sulit diartikan
“ponselmu jatuh” changmin segera menyambar ponsel itu dan bernafas lega karena jaejoong tidak curiga
“aku akan tidur, tubuhku lemas sekali” jaejoong bangkit dan segera menuju kamarnya
“aku hamper saja tamat hyung!” bisik changmin ia segera beranjak menuju kamarnya
“apa dia sakit min? kenapa dia mengeluh lemas?” yunho bertanya dengan nada mendesak membuat changmin mendesis
“jika kau kawatir segera selesaikan urusan disana dan segera pulang hyung, kau tau telingaku ini sudah tidak sanggup mendengar rengekan joongie yang selalu menanyakanmu eoh!”
“ahahaha ne, aku akan segera menyelesaikannya min.. mungkin dua minggu lagia aku akan segera pulang, tolong awasi jaejoong ne jangan sampai dia terluka”
“kau tau joongie tidak pernah mengeluh pada yoochun hyung, tapi menurutku dia sudah tau dan berpura- pura tidak tau hyung.. aku sangat mengenal yoochun hyung”
“aku sudah memberitahunya min, dia mengumpat seharian saat aku menceritakan seluruhnya” changmin tertawa nista mendengar cerita yunho
“jika kau sudah pulang, mungkin kalian akan tamat hahahah” changmin tertawa memegangi perutnya
“disini masih kacau min, kukira jika kau segera pulang bukan ide yang baik, para petinggi terlibat kasus penggelapan dana perusahaan aku sudah mengantongi nama – nama yang akan di depak dari perusahaan”
“kau mendapatkannya dari mana hyung? Apa kau menghack system keamanan disana?” Tanya changmin
“yah. Jika kau ingin mendapatkan sesuatu kau harus memulainya dengan tau banyak hal lebih dulu.. aku akan bermain cantik disini changmin ah mereka akan kubuat mengakuinya sendiri tanpa aku harus mengeluarkan kartu as ku” ucap yunho santai
“kau yang terbaik hyung!” seru changmin girang
“aku akan melaporkannya pada ahjussi kim, kututup telfonnya ne”
Pip.


Tbc.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar