Minggu, 19 Maret 2017

MINE Chapter 6




Title                 : MINE
Genre              : angst, romance
Length            : -
Rate                 : M
Main cast        : yunjae etc.

Chapter 6

Tok

Tok

Tok

“yunho hyung, kenapa pintumu dikunci?” suara changmin terdengar dari luar membuat jaejoong mendengus malas gagal sudah rencananya memonopoli yunho malam ini
“changmin pasti ingin mendiskusikan sesuatu boo, aku akan membukanya” ucap yunho ia akan bangkit namun jaejoong melarangnya
“TIDAK! Aku yang akan membukanya” yunho mengendikkan bahunya dan kembali duduk di sofa ia  melihat jaejoong membuka pintu
“wae? Ada perlu apa ke kamar yunnie?” jaejoong bersidekap membuat changmin memandang heran
“joongie, kenapa kau dikamar yunho hyung? Kau tidak berniat berbuat mesum kan?” changmin mendorong bahu jaejoong dan berjalan dengan santai kearah yunho

Brak!!

Yunho dan changmin menoleh kearah jaejoong yang membanting pintu dan menguncinya dengan beringas
“ne! aku bersiap berbuat mesum tapi kau menggagalkannya!” sewot jaejoong ia mendudukkan buttnya di sebelah yunho lalu bersandar di bahu kekasihnya itu
“yah! Sejak kapan kau mesum begini joongie.. kau masih kecil .. bla bla bla” jaejoong menutup telinganya malas mendengar ocehan changmin yang tampak seperti pidato kenegaraan
“sudahlah min, jaejoong tidak akan mendengarkanmu” lerai yunho membuat changmin mendengus
“apa tidak apa- apa aku berbicara saat ada jaejoong disini?” tanya changmin membuat jaejoong bangun dan memicingkan matanya
“aku sudah tau semuanya katakan saja” ucap jaejoong
“aku menyadap pembicaraan ahjumma kim dengan tan hankyung, dan isinya sungguh mengejutkan..” changmin  memandang jaejoong dan yunho mereka sama- sama diam
“apa itu changmin ah?” tanya yunho
“mereka berencana menikah” jaejoong terkesiap mendengar penuturan orang kepercayaan appanya itu
“benarkah? Apa mereka seserius itu” ucap yunho tak yakin ia menatap jaejoong yang syok dan berpandangan kosong “gwencana?” yunho mengusap rambut jaejoong pelan membuat jaejoong tersadar
“kenyataan macam apalagi ini, aku sangat terkejut.. walaupun umma jarang pulang aku masih bisa memahaminya dan walaupun ia berselingkuh aku masih berusaha tidak mempercayai apa kulihat sendiri t-tapii ini berbeda” air mata jaejoong lolos begitu saja “bagaimanapun aku tau umma dan appa sangat menghargai pernikahan mereka menganggapnya suci dan hanya dilakukan dua orang yang saling mencintai” jaejoong menutup mukanya dengan kedua tangan untuk menyembunyikan tangisnya yang keras
“kau harus kuat jaejoong ah” hibur changmin
“aku selalu ada untukmu boo.. kau harus menghadapi kenyataan sepahit apapun itu, arraci?” jaejoong membuka tangannya dan menatap yunho yang menatapnya dengan tersenyum
“aku sangat menyedihkan aniya?” tanya jaejoong
“ani, kau orang yang kuat” yunho dan changmin menjawab berbarengan membuat jaejoong semakin terisak
“apapun yang terjadi berjanjilah selalu disisiku yunnie, dan kau changmin.. kumohon lindungi appa dari ummaku” changmin menatap terkejut ucapan jaejoong
“apa- kau tau sesuatu joongie?” tanya changmin membuat jaejoong mengambil nafas dan menghembuskannya ia menceritakan bagian dimana ia mencuri dengar ummanya sedang berbicara dengan seseorang tentang sebuah kecelakaan buatan yang dibuat secara alami
“ap-apa kau benar- benar yakin dengan apa yang kau bicarakan boo?” jaejoong menatap yunho dan mengangguk mantap
“kalau begitu aku akan mengawasi tuan kim, tidak akan kulewatkan satupun agar tidak lengah” ucap changmin
“ani, kau tetap bertugas menjadi mata- mata umma kim.. dan aku mengawasi joongie” ucap yunho telak
“lalu siapa yang akan mengawasi appa?” tanya jaejoong heran
“park yoochun” jawab yunho santai membuat mata jaejoong dan changmin hampir keluar
“m-maksudmu yoochun hyung?” tanya jaejoong kaget yunho tertawa kecil dan mengangguk
“ne, dia yang akan mengawasi appa kim.. hari ini dia akan tiba dari new york boo” jawab yunho
“wahh .. yoochun hyung kembali, aku senang bertemu dengannya lagi setelah lima tahun berpisah darinya” ucap changmin ia menatap kekasih sahabatnya ini dengan dalam “jaejoong ah, ini mungkin akan sedikit membuatmu terguncang tapi kumohon kau menjaga sikapmu agar terlihat biasa saja karena-..” jaejoong mendengus ia sudah tau karena yunho sudah memberitahunya
“arasso .. kau tidak perlu memberitahuku aku tau apa yang harus kulakukan” jaejoong menyandarkan tubuhnya dengan manja ke lengan yunho membuat changmin mendengus
“baiklah.. kurasa kalian harus menikmati waktu kalian dan kau joongie! Jangan terlalu mesum!” jaejoong beringsut menyembunyikan tubuhnya di pelukan yunho ia malas melihat mata changmin yang mengintimidasinya seperti predator mesum
“ishh .. dasar tiang listrik sialan!” yunho tertawa mendengar jaejoong mengumpat
“bibir ini hanya boleh mendesah bukan untuk mengumpat” yunho mengapit mulut mungil jaejoong membuat jaejoong menatap kesal
“YAH!” teriak jaejoong
“jja .. kemarilah” yunho membuka tangannya lebar mempersilahkan jaejoong memeluknya dan benar saja tubuhnya dipeluk jaejoong dengan nyaman “kau akan membuat yoochun jantungan jika tau kau sudah tidak perawan” jaejoong mendengus mendengar apa yang yunho katakan
“yoochun hyung pasti akan menghajarmu yunnie ah.. saat aku kecil bahkan seekor lalatpun tidak dibiarkan menyakitiku” jawab jaejoong
“ne .. aku tau, yoochun hyung orang yang sangat baik. Dia bahkan tidak malu mengakuiku yang tidak memiliki apapun sebagai temannya saat kami sama- sama di universitas” yunho mendongak menatap yunho
“kau memiliki segalanya yunnie, kau tampan, pintar, dan satu lagi kau sangat pandai dalam hal sex” yunho menepuk keningnya mendengar jawaban jaejoong yang terakhir
“apa hanya itu kelebihanku” yunho mencibir jawaban jaejoong “bahkan semua orang tidak tau aku mahir melakukan sex boo” yunho menggenggam jemari jaejoong yang lentik
“kau sangat seksi yunnie, jika saja kau mau pamer mungkin semua mata tidak akan mampu berkedip melihatmu.. tapi sayangnya aku tidak akan membiarkan kau memamerkannya” yunho tertawa mendengar keposesifan jaejoong
“aigoo.. bahkan kau yang suka sekali memamerkan tubuhmu dengan baju ketat boo” gerutu yunho
“kapan! Aku tidak melakukannya mungkin itu bukan aku” elak jaejoong
“ne ne.. terserahmu saja” jawab yunho santai
“boo..” panggil yunho membuat jaejoong menoleh dari aktifitasnya berbalas pesan dengan junsu
“wae? Kenapa kau menatapku seperti itu” dadanya berdegup kencang yunho memperhatikannya dengan intens membuat pipinya panas
“boo lihat aku” jaejoong menatap mata yunho ia tidak sadar tubuhnya di baringkan di sofa tatapan yunho yang mengunci membuatnya tidak bisa berpaling 

Cup

Dengan lembut yunho melumat bibir mungil jaejoong ia mengagumi setiap lekuk tubuh jaejoong yang sudah pernah dilihatnya malam ini ia ingin mengulangnya lagi kenikmatan yang pernah mereka bagi bersama
“yuuunhh” lenguh jaejoong saat yunho mengulum telinganya
“ughhhh” yunho menandai dada jaejoong di dekat nipplenya ia tidak mau mengambil resiko jika besok yoochun tau apa yang sudah mereka lakukan
“ukhhh ahhh” yunho mengulum nipple jaejoong dan tangannya memelintir nipple satunya
.
.
Jaejoong terbangun mendengar getaran ponsel di meja nakas ia menduga adalah ponselnya dengan mata yang masih terpejam ia menjawab panggilan ia terlalu malas bergerak tubuhnya remuk ia semalam di bobol yunho hingga beronde- ronde membuatnya lemas tubuh polos mereka hanya tertutupi selimut putih milik yunho
“yeoboseyoo.. yunho” jawab seseorang di seberang
“uhm ne..” jawab jaejoong dengan suara serak
“wahh.. kau baru bangun eoh! aku sudah tiba di incheon, jangan jemput aku nanti aku akan sampai di mension kim sore hari aku harus mengurus sesuatu” jaejoong melotot itu adalah suara yoochun orang kepercayaan appanya yang sangat menyayanginya layaknya adik sendiri
“ne” jawab jaejoong cepat
Pip.
“haaaah .. aku hampir mati ketauan yoochun hyung” jaejoong mengusap keringat yang membasahi keningnya ia melirik yunho yang sudah bangun dan menatapnya dalam diam



Tbc.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar