Title : MINE
Genre :
angst, romance
Length :
-
Rate :
M
Main cast : yunjae etc.
Chapter 6
Tok
Tok
Tok
“yunho
hyung, kenapa pintumu dikunci?” suara changmin terdengar dari luar membuat
jaejoong mendengus malas gagal sudah rencananya memonopoli yunho malam ini
“changmin
pasti ingin mendiskusikan sesuatu boo, aku akan membukanya” ucap yunho ia akan
bangkit namun jaejoong melarangnya
“TIDAK!
Aku yang akan membukanya” yunho mengendikkan bahunya dan kembali duduk di sofa
ia melihat jaejoong membuka pintu
“wae? Ada
perlu apa ke kamar yunnie?” jaejoong bersidekap membuat changmin memandang
heran
“joongie,
kenapa kau dikamar yunho hyung? Kau tidak berniat berbuat mesum kan?” changmin
mendorong bahu jaejoong dan berjalan dengan santai kearah yunho
Brak!!
Yunho dan
changmin menoleh kearah jaejoong yang membanting pintu dan menguncinya dengan
beringas
“ne! aku
bersiap berbuat mesum tapi kau menggagalkannya!” sewot jaejoong ia mendudukkan
buttnya di sebelah yunho lalu bersandar di bahu kekasihnya itu
“yah!
Sejak kapan kau mesum begini joongie.. kau masih kecil .. bla bla bla” jaejoong
menutup telinganya malas mendengar ocehan changmin yang tampak seperti pidato
kenegaraan
“sudahlah
min, jaejoong tidak akan mendengarkanmu” lerai yunho membuat changmin mendengus
“apa tidak
apa- apa aku berbicara saat ada jaejoong disini?” tanya changmin membuat
jaejoong bangun dan memicingkan matanya
“aku sudah
tau semuanya katakan saja” ucap jaejoong
“aku
menyadap pembicaraan ahjumma kim dengan tan hankyung, dan isinya sungguh
mengejutkan..” changmin memandang
jaejoong dan yunho mereka sama- sama diam
“apa itu
changmin ah?” tanya yunho
“mereka
berencana menikah” jaejoong terkesiap mendengar penuturan orang kepercayaan
appanya itu
“benarkah?
Apa mereka seserius itu” ucap yunho tak yakin ia menatap jaejoong yang syok dan
berpandangan kosong “gwencana?” yunho mengusap rambut jaejoong pelan membuat
jaejoong tersadar
“kenyataan
macam apalagi ini, aku sangat terkejut.. walaupun umma jarang pulang aku masih
bisa memahaminya dan walaupun ia berselingkuh aku masih berusaha tidak
mempercayai apa kulihat sendiri t-tapii ini berbeda” air mata jaejoong lolos
begitu saja “bagaimanapun aku tau umma dan appa sangat menghargai pernikahan
mereka menganggapnya suci dan hanya dilakukan dua orang yang saling mencintai”
jaejoong menutup mukanya dengan kedua tangan untuk menyembunyikan tangisnya
yang keras
“kau harus
kuat jaejoong ah” hibur changmin
“aku
selalu ada untukmu boo.. kau harus menghadapi kenyataan sepahit apapun itu,
arraci?” jaejoong membuka tangannya dan menatap yunho yang menatapnya dengan
tersenyum
“aku
sangat menyedihkan aniya?” tanya jaejoong
“ani, kau
orang yang kuat” yunho dan changmin menjawab berbarengan membuat jaejoong
semakin terisak
“apapun
yang terjadi berjanjilah selalu disisiku yunnie, dan kau changmin.. kumohon
lindungi appa dari ummaku” changmin menatap terkejut ucapan jaejoong
“apa- kau tau
sesuatu joongie?” tanya changmin membuat jaejoong mengambil nafas dan
menghembuskannya ia menceritakan bagian dimana ia mencuri dengar ummanya sedang
berbicara dengan seseorang tentang sebuah kecelakaan buatan yang dibuat secara
alami
“ap-apa
kau benar- benar yakin dengan apa yang kau bicarakan boo?” jaejoong menatap
yunho dan mengangguk mantap
“kalau
begitu aku akan mengawasi tuan kim, tidak akan kulewatkan satupun agar tidak
lengah” ucap changmin
“ani, kau
tetap bertugas menjadi mata- mata umma kim.. dan aku mengawasi joongie” ucap
yunho telak
“lalu
siapa yang akan mengawasi appa?” tanya jaejoong heran
“park
yoochun” jawab yunho santai membuat mata jaejoong dan changmin hampir keluar
“m-maksudmu
yoochun hyung?” tanya jaejoong kaget yunho tertawa kecil dan mengangguk
“ne, dia
yang akan mengawasi appa kim.. hari ini dia akan tiba dari new york boo” jawab
yunho
“wahh ..
yoochun hyung kembali, aku senang bertemu dengannya lagi setelah lima tahun
berpisah darinya” ucap changmin ia menatap kekasih sahabatnya ini dengan dalam
“jaejoong ah, ini mungkin akan sedikit membuatmu terguncang tapi kumohon kau
menjaga sikapmu agar terlihat biasa saja karena-..” jaejoong mendengus ia sudah
tau karena yunho sudah memberitahunya
“arasso ..
kau tidak perlu memberitahuku aku tau apa yang harus kulakukan” jaejoong
menyandarkan tubuhnya dengan manja ke lengan yunho membuat changmin mendengus
“baiklah..
kurasa kalian harus menikmati waktu kalian dan kau joongie! Jangan terlalu
mesum!” jaejoong beringsut menyembunyikan tubuhnya di pelukan yunho ia malas
melihat mata changmin yang mengintimidasinya seperti predator mesum
“ishh ..
dasar tiang listrik sialan!” yunho tertawa mendengar jaejoong mengumpat
“bibir ini
hanya boleh mendesah bukan untuk mengumpat” yunho mengapit mulut mungil
jaejoong membuat jaejoong menatap kesal
“YAH!”
teriak jaejoong
“jja ..
kemarilah” yunho membuka tangannya lebar mempersilahkan jaejoong memeluknya dan
benar saja tubuhnya dipeluk jaejoong dengan nyaman “kau akan membuat yoochun
jantungan jika tau kau sudah tidak perawan” jaejoong mendengus mendengar apa
yang yunho katakan
“yoochun
hyung pasti akan menghajarmu yunnie ah.. saat aku kecil bahkan seekor lalatpun
tidak dibiarkan menyakitiku” jawab jaejoong
“ne .. aku
tau, yoochun hyung orang yang sangat baik. Dia bahkan tidak malu mengakuiku
yang tidak memiliki apapun sebagai temannya saat kami sama- sama di
universitas” yunho mendongak menatap yunho
“kau
memiliki segalanya yunnie, kau tampan, pintar, dan satu lagi kau sangat pandai
dalam hal sex” yunho menepuk keningnya mendengar jawaban jaejoong yang terakhir
“apa hanya
itu kelebihanku” yunho mencibir jawaban jaejoong “bahkan semua orang tidak tau
aku mahir melakukan sex boo” yunho menggenggam jemari jaejoong yang lentik
“kau
sangat seksi yunnie, jika saja kau mau pamer mungkin semua mata tidak akan
mampu berkedip melihatmu.. tapi sayangnya aku tidak akan membiarkan kau
memamerkannya” yunho tertawa mendengar keposesifan jaejoong
“aigoo..
bahkan kau yang suka sekali memamerkan tubuhmu dengan baju ketat boo” gerutu
yunho
“kapan!
Aku tidak melakukannya mungkin itu bukan aku” elak jaejoong
“ne ne..
terserahmu saja” jawab yunho santai
“boo..”
panggil yunho membuat jaejoong menoleh dari aktifitasnya berbalas pesan dengan
junsu
“wae? Kenapa
kau menatapku seperti itu” dadanya berdegup kencang yunho memperhatikannya
dengan intens membuat pipinya panas
“boo lihat
aku” jaejoong menatap mata yunho ia tidak sadar tubuhnya di baringkan di sofa
tatapan yunho yang mengunci membuatnya tidak bisa berpaling
Cup
Dengan
lembut yunho melumat bibir mungil jaejoong ia mengagumi setiap lekuk tubuh
jaejoong yang sudah pernah dilihatnya malam ini ia ingin mengulangnya lagi
kenikmatan yang pernah mereka bagi bersama
“yuuunhh”
lenguh jaejoong saat yunho mengulum telinganya
“ughhhh”
yunho menandai dada jaejoong di dekat nipplenya ia tidak mau mengambil resiko
jika besok yoochun tau apa yang sudah mereka lakukan
“ukhhh
ahhh” yunho mengulum nipple jaejoong dan tangannya memelintir nipple satunya
.
.
Jaejoong
terbangun mendengar getaran ponsel di meja nakas ia menduga adalah ponselnya
dengan mata yang masih terpejam ia menjawab panggilan ia terlalu malas bergerak
tubuhnya remuk ia semalam di bobol yunho hingga beronde- ronde membuatnya lemas
tubuh polos mereka hanya tertutupi selimut putih milik yunho
“yeoboseyoo..
yunho” jawab seseorang di seberang
“uhm ne..”
jawab jaejoong dengan suara serak
“wahh..
kau baru bangun eoh! aku sudah tiba di incheon, jangan jemput aku nanti aku
akan sampai di mension kim sore hari aku harus mengurus sesuatu” jaejoong
melotot itu adalah suara yoochun orang kepercayaan appanya yang sangat
menyayanginya layaknya adik sendiri
“ne” jawab
jaejoong cepat
Pip.
“haaaah ..
aku hampir mati ketauan yoochun hyung” jaejoong mengusap keringat yang membasahi
keningnya ia melirik yunho yang sudah bangun dan menatapnya dalam diam
Tbc.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar