Title :
My Virgin
Genre :
romance, NC21, GS
Length : -
Rate :
M
Main cast : yunjae etc.
yunho sudah selesai mandi dia hanya menggunakan bathrope dan
duduk di dekat ranjangnya jaejoong masih terlelap dengan tubuh polos yang hanya
tertutupi selimutnya
BUKK!
tubuh jaejoong berubah posisi menjadi menyamping hingga
punggung mulus yang di hiasi bercak buatannya terpampang nyata diliriknya sprey
putih yang ternoda darah dan juga bekas spermanya
“dia benar – benar cantik walaupun sedang tertidur”
ditariknya selimut itu dan menyampirkan ke tubuh jaejoong hingga tubuhnya
tertutupi dengan nyaman
Yunho membuka gorden kamarnya menampakkan pagi yang indah di
mension jung “ugh.. hoaaam.. ini masih
pagi appa, aku mau tidur jangan bangunkan aku” gumam jaejoong membuat yunho
tertawa pelan diraihnya dasi yang tadi diletakkan di meja nakas dan memakainya
sambil menikmati pemandangan jaejoong yang masih terlelap
.
.
“ukh! Badanku sakit semua” jaejoong mengucek matanya untuk
menghilangkan kantuk diliriknya jam di meja nakas menunjukkan pukul 12.00 membuat matanya melotot
“MWOYAHHH!!”
Gubrak !
Bruk!
Seorang perempuan paruh baya tergopoh masuk ke dalam kamar
yunho membuat jaejoong beringsut di sandaran ranjang dan segera menutupi
tubuhnya dengan selimut
“ada apa nona?”
“ahh maaf bibi jika aku mengagetkanmu” wanita tua itu sedikit
tersenyum pada jaejoong
Jaejoong menununjuk
jam kecil berwarna putih di meja nakas “bibi siapa? Dan apa jam ini tidak rusak
bibi?”
“saya bibi han nona anda bisa memanggil saya seperti itu saya
pengasuh tuan muda sejak kecil dan jam itu tidak rusak ini memang sudah jam
makan siang” jaejoong meringis membayangkan berapa lama ia tertidur salahkan
yunho yang membobolnya hingga subuh
“apa yunho sudah berangkat ke kantor bibi han?”
“ne, tuan muda sudan berangkat sejak pagi ia ada rapat dan
menitipkan pesan untuk anda agar makan lebih dulu sebelum pulang” jaejoong
mengangguk anggukan kepalanya imut tangannya masih mencengkram selimut yunho
“apa malam kalian sangat panjang hingga anda terbangun siang
hari seperti ini nona” jaejoong bersemu merah di goda bibi han
“ahh bibi .. jangan menggodaku seperti itu” rengek jaejoong
“apa yunho pernah membawa wanita kerumahnya bibi?” tanya
jaejoong
bibi han tersenyum dan duduk di tepi ranjang “tidak pernah, tuan
muda menjadi orang yang begitu dingin sejak kematian kedua orang tuanya saat tuan
muda masih sangat muda ia di tuntut untuk memikul beban berat menjalankan
perusahaan dan juga mengurus adiknya”
“yunho memiliki adik? Kenapa tidak pernah terdengar oleh
media bibi?” tanya jaejoong penasaran
“karena tuan muda yunho sangat menyayangi adiknya ia tidak
mau adiknya mengalami nasib yang sama seperti orang tuanya”
“j-jadi maksud bibi orang tua yunho meninggal gara- gara
persaingan bisnis?” bibi han mengangguk membuat jaejoong terkejut dan membekap
mulutnya
“dan anda adalah wanita pertama yang pernah bermalam di kamar
tuan muda nona- ” bibi han tersenyum dan membelai rambut jaejoong yang
berantakkan
“namaku jaejoong bibi” jaejoong tersenyum pada wanita paruh
baya itu
“jangan memandang tuan muda sebagai orang yang jahat nona,
dia hanya melindungi diri dengan berperilaku dingin dan kejam padahal di lubuk
hatinya ia seorang yang sangat hangat dan ramah” jaejoong mulai mengerti bahwa
bibi han mengetahui bahwa ia membenci yunho
“bibi.. aku lapar..” bibi han tertawa mendengar permintaan
jaejoong layaknya bocah berusia lima tahun yang minta permen
“baiklah semuanya sudah siap di meja makan anda tinggal makan
sebaiknya anda mandi dulu nona” jaejoong meringis ia memunguti pakaian dan baju
dalamnya dan terus mengeratkan selimut yunho yang dipegangnya menuju kamar mandi
Bibi han akan mengganti sprey dan menatap terkejut bercak
darah di sprey milik tuan mudanya “dia menyerahkannya pada tuan muda” gumam
bibi han
.
.
Jaejoong melangkahkan kakinya di rumahnya nampak sepi seperti
biasa para pelayan pasti di kediaman belakang dan appanya masih belum pulang ia
bergegas menaiki tangga tapi kewanitaannya terasa nyeri
“dasar yunho sialan! Ini sangat sakit!” umpat jaejoong
Brak!
Pintu kamar mandinya tertutup dengan keras ia melampiaskan
kekesalannya hatinya bergemuruh juga menahan nyeri di vaginanya
.
.
.
.
.
.
“haaaah.. aku sudah menyerahkannya aku benar – benar kotor sekarang” jaejoong terlentang di tengah ranjang queen sizenya sambil memandang langit- langit kamarnya “umma .. tindakanku ini sudah benar kan?” air mata kurang ajar itu jatuh dari kelopak mata doe jaejoong
“haaaah gwencana.. ini sudah benar” jaejoong menghibur
dirinya sendiri ia masuk ke dalam kamar mandi dan melucuti semua pakaiannya di
pandangnya tubuhnya yang banyak sekali bercak merah di bagian tubuh depan dan
tubuh belakangnya “dia benar- benar maniak, tubuhku seperti macan tutul begini
huweeee” raung jaejoong dengan frustasi ia mengguyur tubuhnya dengan air dingin
menghilangkan fikiran tentang kejadian yang dilakukannya bersama yunho
Beberapa hari berlalu tidak terasa jaejoong mulai menjalani
hari- harinya seperti biasa kuliah dan juga shopping beberapa hari pula yunho
tidak menghubunginya sejak kejadian ‘itu’ tapi nampaknya ia tidak bisa bernafas
lega karena yunho benar –benar membuktikan apa yang di katakannya dalam sekejap
perusahaan appanya telah selamat dari krisis dan juga dalam sekejap pula
appanya menyuruhnya untuk segera menikah dengan yunho entah karena alasan apa
hingga yunho berhasil membujuk appanya juga puncaknya media secara heboh
memberitakan tanggal pernikahan yang bahkan ia sendiri masih bingung kenapa
begitu cepat dan tiba- tiba.
Jaejoong keluar dari mobil sportnya ia melangkahkan kaki
jenjangnya di dong bang univercity tempatnya menuntut ilmu disetiap langkah
kakinya ia selalu di perhatikan oleh semua orang ia masih bingung kenapa semua
orang memandangnya dengan pandangan memuja
“joongie!” jaejoong menoleh ke arah kanan mengikuti sumber
suara yang memanggilnya disana nampak junsu yang sedang melambai ia tampak
sangat mecolok dengam tubuh seksinya ia berlari kecil menuju sahabat dari
kecilnya
“tidak perlu berteriak suie semua orang memperhatikanku eoh!”
gerutu jaejoong membuat junsu memutar bola matanya jengah
“mereka tidak memperhatikanmu karena teriaknku paboya! Mereka
melihatmu karena kau akan menikah dengan CEO tampan dan terkenal seperti JUNG-“
mulut junsu di bekap oleh jaejoong ia menggeret junsu hingga masuk ke dalam
kelas
“jangan membahasnya! Kepalaku pusing suie” jaejoong
mengedipkan matanya melihat reaksi jaejoong
“yah! Jika kau jadi kau aku akan sangat bahagia. Kau ini
kenapa eoh?” jaejoong mengrucutkan bibirnya
“kau saja yang menikah eoh!” jawab jaejoong asal ia
mendudukkan dirinnya di salah satu kursi yang ada dalam kelas
“kau akan menjadi ny.jung di usia muda, wahh daebak!” girang
junsu
‘daebak apanya! Dia sangat mesum jika
kau tau itu’ batin
jaejoong
.
.
Dengan menggunakan skinny jeans ketat dan juga kaos v-neck
berwarna baby pink di padu dengan jaket kulit keluaran terbaru dengan kualitas
yang fantastis jaejoong melangkahkan kakinya yang dibalut heels dengan langkah
pasti ia ingin sekali menyiram wajah tampan yunho dengan segelas air dadanya
bergemuruh
“sajangnim.. jaejoong ssi ingin menemui anda” ucap boa sambil
memegang gagang telfonnya
“suruh dia masuk” jawab
yunho di seberang line telfon
“mari jaejoong ssi.. silahkan masuk” boa membukakan pintu dan
mempersilahkan jaejoong masuk dengan wajah datar jaejoong masuk dan memandang
yunho yang masih sibuk di balik meja kerjanya walaupun terluhat sangat tampan
tapi tidak mengurangi kekesalannya pada pria bermata musang itu
“YAH JUNGYUNHO! APA MAKSUDMU!” boa yang hampir menutup pintu
sangat terkejut matanya melotot mendengar teriakan jaejoong ia sempat melirik
presdirnya yang tersenyum kecil membuatnya bingung sejak kapan presdirnya mau
menerima kata- kata kasar dari orang lain setaunya orang yang seperti itu tidak
akan selamat
“duduklah joongie.. kau marah- marah hanya akan membuatmu
lelah chagiya ” yunho meraih remote yang
ada di laci meja kerjanya dan
Bip.
Ruangan yunho yang di dominasi kaca transparan otomatis tertutup
dan pintu secara otomatis terkunci membuat jaejoong sedikit panik
“yah! Kenapa kau mengunci pintunya dan kenapa semuanya jadi
tertutup eoh!” protes jaejoong membuat yunho beranjak dari mejanya dan menghampiri
wanita cantik itu membawanya ke sofa dan segera menindihnya
“kau harus tau joongie, jika mulutmu ini berkata tidak sopan
kepadaku aku akan-..” yunho menghentikan ucapannya dan melihat pandangan
menantang jaejoong membuatnya menyeringai “sepertinya kau memang kucing yang
bandel” tangan yunho sudah membuka jaket kulit jaejoong dan melemparnya asal
membuat jaejoong meronta
“apa maksudmu yunho!” jaejoong meronta namun tenaganya tidak
cukup kuat di banding yunho
Tangan terampil yunho sudah menyingkap kaos baby pink
jaejoong dan membuangnya asal membuat jaejoong hanya terbalut bra dan celana
yang masih menempel “kau datang sendiri kemari jadi itu artinya kau menyerahkan
dirimu, apa aku salah joongie?” dengan sekali sentak tangan yunho sudah
melepas celananya hingga tubuh jaejoong
di terpa hawa dingin tubuhnya hanya memakai bra dan juga celana dalam jangan
lupakan heels yang masih terpakai membuat jaejoong tampak sangat menggoda
“yah yunho apa yang kau lakukan!” jaejoong mencoba beringsut
di sudut sofa namun kakinya di tarik hingga terlentang dengan kaki mengangkang
lebar
“aku hanya ingin bersenang – senang joongie.. kau lihat
tumpukan dokumen itu membuat otot- ototku kaku jadi aku butuh sedikit berolah
raga” yunho melonggarkan dasinya dan segera melepasnya “kau memang sangat seksi
nae sarang..” tangan yunho meraih ikatan bra jaejoong dan melepasnya ditariknya
dasi yang melingkar di lehernya
“aku akan membuatmu semakin seksi dengan mengikatmu seperti
ini joongie, kau harus jadi kucing yang baik arrachi?” kedua tangan jaejoong
sudah terikat dan diarahkan keatas
“kau memang brengsek jung yunho!” kedua kaki jaejoong mecoba
menendang yunho namun segera di tangkap oleh tangan yunho
“ugh … kau sudah tidak sabar ne” yunho lebih melebarkan kedua
paha jaejoong hingga kaki kanan jaejoong tersampir apik di sandaran sofa
Dengan segera di lucutinya pakaiannya sendiri sambil
memandang jaejoong yang membuang muka “aku lebih suka berdiskusi sambil
bercinta jadi katakan apa yang kau pikirkan joongie” yunho sudah total naked
dan berjongkok di antara kedua kaki jaejoong membuat jaejoong merasakan pipinya
panas
Yunho menciumi selakangan jaejoong tanpa menyentuh miik
jaejoong yang sudah terangsang hebat jemari yunho mengelus pelan clitoris
jaejoong membuat pemiliknya menggelinjang dan mendesah lidah nakal yunho
mengulum bagian sensitifnya di balik celana dalamnya “ahhh” desah jaejoong tidak
kuat menahan godaan yunho jemari itu menarik celana dalam pink itu dengan
santai dan melemparnya asal jaejoong hanya bisa pasrah menatap celana dalamnya
yang di buang asal oleh yunho
“dia sangat mengganggu kau jauh lebih indah jika seperti ini
joongie”jaejoong mendengus membuat yunho terkekeh pelan
Jaejoong memicingkan matanya dan mendesis pada yunho“kau! AHH
AHHH” yunho mulai mengulum clitorisnya dengan ganas membuatnya mendesah dan
mendesah lagi tanpa ampun hingga yunho menyudahiya dan berada di atas tubuhnya
lalu menciumnya dengan intens
“ughh.. ehhmm AHH AHH AHHH” desah jaejoong saat bibir hati
yunho mengerjai bibir cherrynya tangan nakal yunho memilin nipple nya yang
sudah menegang dan tangan kirinya mengerjai klitorisnya lagi membuat jaejoong
tak berhenti mendesah tatkala ia dimanjakan di ketiga sisi sensitifnya
“ahh uhmhh.. yunhoohhh” nafas jaejoong nampak tersengal dan
matanya terpejam ia sungguh sangat dimanjakan oleh yunho hingga kepalanya
berputar- putar tak mampu menahan kenikmatan
Jaejoong terkulai lemas di sofa cum yunho berceceran di
sekitar vagina jaejoong dan jangan lupakan rembesannya yang mengotori sofa
coklat itu kakinya masih mengangkang dan tangannya masih terikat di atas
nafasnya masih tidak teratur karena percintaan hebat yang telah mereka lakukan
barusan jaejoong melirik yunho yang sedang mengenakan pakaiannya kembali dengan
santai dan setelah ia berpakaian lengkap di lepasnya dasi yang mengikat tangan
jaejoong
“gomawo joongie” yunho merendahkan tubuhnya
Cup
Dikecupnya sekilas bibir jaejoong yang membengkak karena
ulahnya
“kau! Kenapa appa bisa langsung menyetujuimu!” jaejoong menurunkan kaki kanannya yang masih
tersampir di sandaran sofa vaginanya berdenyut nyeri dan juga lengket yunho
yang tau jaejoong merasa risih segera beranjak menuju kamar mandi dengan
membawa handuk yang sudah di basahinya dengan air
Dengan sabar yunho membuka paha jaejoong dan mengelapnya
sambil berkata “appamu sangat senang saat tau aku akan menikahimu jadi aku
harus bagaimana eoh?” jaejoong mendengus mendengar jawaban yunho
“kau pasti bohong jung!” ketus jaejoong ia melirik yunho yang
masih dengan telaten membersihkannya
“lalu kenapa kau bertanya jika kau tidak mempercayaiku,
bukankah kau lebih baik bertanya pada appamu eoh? Atau jangan – jangan ini
hanya alasanmu ingin bertemu denganku” yunho menyeringai kearah jaejoong
“YAH! Kau percaya diri sekali!” protes jaejoong
“baiklah sudah selesai, kau mau pakai baju atau tidak tapi..
lebih baik kau tidak memakai baju karena kau sangat seksi jika seperti ini”
jaejoong melempar bantal sofa pada yunho namun sayang yunho sangat cepat
menangkapnya
“aw.. kau sangat menggoda saat sedang marah seperti ini
jaejoongie” yunho terkekeh kecil
“dasar mesum!” ketus jaejoong
Tok
Tok
Tok
Keduanya menoleh kearah pintu yang di ketuk dari luar
“mhiane presdir, tapi tuan jung changmin ingin menemui anda”
ucap boa membuat yunho sedikit terjekut namun segera melemaskan ekspresinya ia
mengambil remote dan menekan tombol merah
“ne tunggu lima menit lagi boa, katakana padanya” jawab yunho
“ne presdir” jawab boa sopan
Ia melirik jaejoong yang memandang nya dengan ekspresi
bingung “dia adikku joongie, apa kau tidak ingin berpakaian?” Tanya yunho
santai menyadarkan jaejoong dari keterpukauannya dengan cepat di pakaiannya
pakaiannya dan merapikan tatanan rambutnya hingga ia tampak setidaknya sedikit normal
“prefect” jaejoong menatap yunho yang sedari tadi
memandangnya
“bukalah pintunya aku sudah selesai” ucap jaejoong
Yunho terkekeh kecil “kau santai saja, dia tidak menakutkan”
jaejoong mendengus kecil
dan menyibakkan rambutnya kebelakang “apa aku tampak takut eoh?” seloroh
jaejoong membuat yunho tertawa dengan pelan di tekannya tombol pada remot yang
di pegangnya dan semua tirai terbuka hingga ia bisa melihat pemuda jangkung
yang sedang memakan kripik kentangnya dengan santai di dekat pintu
Klik.
Pintu yang semula terkunci sudah terbuka otomatis dan
masuklah pemuda jangkung dengan wajah kekanakan yang tidak bisa dipungkiri
sangat tampan seperti yunho batin jaejoong
“yah hyung kenapa lama sekali eoh! Kau membuat kakiku
kesemutan!” protes pemuda jangkung itu yang nampaknya tidak sadar jika jaejoong
juga sedang berada disana memperhatikan interaksi keduanya
“mhiane.. tadi sedikit ada urusan Minnie, tumben sekali kau
kesini eoh?” yunho sudah duduk santai sambil memasang kembali dasinya
“kenapa penampilanmu tidak perfect seperti biasanya hyung?
Kau tampak aneh” yunho terkekeh kecil mendengar komentar adiknya
“aku baru saja berolah raga min” yunho melirik jaejoong yang
sudah duduk santai dengan kaki yang disilangkan
Krauk!
krauk!
Dengan santai changmin mengunyah keripik yang ada di
tangannya ia mendudukkan badannya di kursi di depan meja hyungnya “hyung apa
kabar yang ada di berita itu benar?” yunho menaikkan alisnya
“kabar yang mana? Kabar tentang hyungmu yang super duper
tampan atau kabar tentang bisnis jung yang mengalami peningkatan pesat?”
jaejoong ingin sekali mengguyur wajah yunho dengan air yang ada di meja melihat
yunho yang begitu menyombongkan diri yang sialnya semua adalah kenyataan
Changmin menghela nafas melihat ke babo an hyungnya “bukan
yang itu hyung.. yang kabar kau akan menikah dengan yeoja bermarga kim itu”
dengan santai yunho membuka dokumennya yang sempat tertunda
karena jaejoong “ohh itu, benar aku akan menikah minggu depan” ucap yunho
santai membuat keduanya melotot kaget terutama jaejoong
“YAH! KENAPA KAU MEMUTUSKANNYA SENDIRI JUNG!” teriak jaejoong
membuat changmin kaget hingga kripik yang dipegangnya terlepas
Changmin melotot
menunjuk jaejoong “mwoya! Sejak kapan dia disini hyung!”
Yunho melirik sekilas keduanya yang sedang saling menatap “baiklah
kuperkenalkan, ini changmin dia adikku dan dia kim jaejoong yeoja yang kau
sebut tadi minnie” changmin mengangguk mengerti begitu juga dengan jaejoong
yang melirik changmin dengan seksama “baiklah jika kalian akan protes nanti
saja ayo kita makan dulu aku yakin kalian juga lapar” yunho tau jika keduanya
akan protes segera ia mengenggam tangan keduanya dan berjalan keluar
“aku bisa sendiri hyung!” protes changmin membuat yunho
tertawa
“aku juga bisa berjalan sendiri yun, lepas!” ronta jaejoong
tidak di gubris oleh yunho
Yunho menaikkan alisnya saat melihat jaejoong melenggang
menaiki lift untuk para karyawan yang bersebelahan dengan lift khusus para
petinggi “kau mau kemana joongie?”
“tentu saja naik lift” ucap jaejoong polos membuat changmin
menahan tawa
“maksud hyungku kenapa kau akan naik lift itu, kemarilah naik
lift ini” sahut changmin
Di dalam lift tidak ada yang memulai pembicaraan membuat
jaejoong bosan “kenapa lift ini sepi sekali?” tanya jaejoong
“lift ini khusus para petinggi perusahaan joongie, jadi tidak
sembarang orang bisa masuk” jawab yunho
TING !
Sesampainya di kantin Jung group mereka disambut dengan
tatapan antusias membuat jaejoong sangat malu ia berjalan di tengah kedua pria
tampan membuatnya mendapat tatapan sadis dari para yeoja, mereka bertiga duduk
di meja yang di gunakan untuk para petinggi perusahaan dilihat dari interior
yang sangat mewah menandakan ruangan yang bersekat kaca ini memiliki tingakatan
lebih di banding kantin yang di gunakan oleh karyawan jung
“aku ini ini ini dan ini” changmin menyerahkan daftar menu itu pada pelayan itu
“aku ini” yunho menunjuk salah satu menu dengan asal ia
melirik jaejoong yang masih duduk dengan santai “joongie pilih saja yang ingin
kau coba”
Jaejoong melirik sekilas buku menu dan menunjuk tak kalah
asal dari yunho “aku ini”
“apa kau hamil ahjumma?” tanya changmin santaiia melirik
jaejoong yang tidak bereaksi “yah! Ahjumma aku bertanya padamu” changmin
mentoel lengan jaejoong membuat sang empu melotot
“apa kau bilang! Ahjumma!” protes jaejoong
“ne, kau ahjumma!” changmin berkata dengan santai membuat
jaejoong marah hingga tangannya akan menjambak rambut changmin namun tangannya
di tahan yunho
“kau akan mempermalukan dirimu sendiri joongie, jangan
berbuat ulah” yunho melepas tangan jaejoong
Jaejoong melihat semua orang yang menatapnya di balik kaca
lalu melirik changmin yang menjulurkan lidahnya “lihat! Dia mengolokku yun” adu
jaejoong entah sejak kapan dirinya menjadi nyaman jika berada dalam
perlindungan yunho
“min, hentikan” changmin langsung merubah ekspresinya menjadi
cemberut membuat jaejoong menyeringai kearah changmin
Mereka bertiga makan dengan santai sesekali mengobrol kecil
“jadi kenapa kalian mendadak sekali menikah eoh?” changmin
memasukkan potongan daging kemulutnya dengan lahap
“aku hanya ingin memepercepatnya” jawab yunho santai
“dan aku tidak hamil” sahut jaejoong
“yeah setidaknya belum” jaejoong tersedak mendengar omongan
changmin
“apa maksudmu eoh!” protes jaejoong
“yah ahjumma! Kau pikir aku masih bocah tidak tau kissmark di
lehermu.. hyungku pasti memaksamu kan” changmin menyeringai melihat wajah
jaejoong berubah memerah
“aku tidak memaksanya min, aku hanya membuat beberapan
kesepakatan dia yang membuka pahanya sendiri” ucap yunho membuat jaejoong
semakin memerah hingga ke telinga saking malunya
“woahh.. kau hebat ahjumma, hyungku ini sangat pintar aniya?”
“YAH! Berhenti berbicara mesum di meja makan!” teriak
jaejoong membuat kedua jung itu tertawa
Tbc.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar