Minggu, 19 Maret 2017

My Virgin Chapter 2



Title     : My Virgin
Genre    : romance, NC21, GS
Length   : -               
Rate     : M
Main cast : yunjae etc.

Chapter 2


yunho sudah selesai mandi dia hanya menggunakan bathrope dan duduk di dekat ranjangnya jaejoong masih terlelap dengan tubuh polos yang hanya tertutupi selimutnya 

BUKK!

tubuh jaejoong berubah posisi menjadi menyamping hingga punggung mulus yang di hiasi bercak buatannya terpampang nyata diliriknya sprey putih yang ternoda darah dan juga bekas spermanya

“dia benar – benar cantik walaupun sedang tertidur” ditariknya selimut itu dan menyampirkan ke tubuh jaejoong hingga tubuhnya tertutupi dengan nyaman
Yunho membuka gorden kamarnya menampakkan pagi yang indah di mension jung “ugh.. hoaaam..  ini masih pagi appa, aku mau tidur jangan bangunkan aku” gumam jaejoong membuat yunho tertawa pelan diraihnya dasi yang tadi diletakkan di meja nakas dan memakainya sambil menikmati pemandangan jaejoong yang masih terlelap
.
.
“ukh! Badanku sakit semua” jaejoong mengucek matanya untuk menghilangkan kantuk diliriknya jam di meja nakas menunjukkan  pukul 12.00 membuat matanya melotot “MWOYAHHH!!”

Gubrak !

Bruk!

Seorang perempuan paruh baya tergopoh masuk ke dalam kamar yunho membuat jaejoong beringsut di sandaran ranjang dan segera menutupi tubuhnya dengan selimut

“ada apa nona?”
“ahh maaf bibi jika aku mengagetkanmu” wanita tua itu sedikit tersenyum pada jaejoong
Jaejoong  menununjuk jam kecil berwarna putih di meja nakas “bibi siapa? Dan apa jam ini tidak rusak bibi?”
“saya bibi han nona anda bisa memanggil saya seperti itu saya pengasuh tuan muda sejak kecil dan jam itu tidak rusak ini memang sudah jam makan siang” jaejoong meringis membayangkan berapa lama ia tertidur salahkan yunho yang membobolnya hingga subuh
“apa yunho sudah berangkat ke kantor bibi han?”
“ne, tuan muda sudan berangkat sejak pagi ia ada rapat dan menitipkan pesan untuk anda agar makan lebih dulu sebelum pulang” jaejoong mengangguk anggukan kepalanya imut tangannya masih mencengkram selimut yunho
“apa malam kalian sangat panjang hingga anda terbangun siang hari seperti ini nona” jaejoong bersemu merah di goda bibi han
“ahh bibi .. jangan menggodaku seperti itu” rengek jaejoong
“apa yunho pernah membawa wanita kerumahnya bibi?” tanya jaejoong
bibi han tersenyum dan duduk di tepi ranjang “tidak pernah, tuan muda menjadi orang yang begitu dingin sejak kematian kedua orang tuanya saat tuan muda masih sangat muda ia di tuntut untuk memikul beban berat menjalankan perusahaan dan juga mengurus adiknya”
“yunho memiliki adik? Kenapa tidak pernah terdengar oleh media bibi?” tanya jaejoong penasaran
“karena tuan muda yunho sangat menyayangi adiknya ia tidak mau adiknya mengalami nasib yang sama seperti orang tuanya”
“j-jadi maksud bibi orang tua yunho meninggal gara- gara persaingan bisnis?” bibi han mengangguk membuat jaejoong terkejut dan membekap mulutnya
“dan anda adalah wanita pertama yang pernah bermalam di kamar tuan muda nona- ” bibi han tersenyum dan membelai rambut jaejoong yang berantakkan
“namaku jaejoong bibi” jaejoong tersenyum pada wanita paruh baya itu
“jangan memandang tuan muda sebagai orang yang jahat nona, dia hanya melindungi diri dengan berperilaku dingin dan kejam padahal di lubuk hatinya ia seorang yang sangat hangat dan ramah” jaejoong mulai mengerti bahwa bibi han mengetahui bahwa ia membenci yunho
“bibi.. aku lapar..” bibi han tertawa mendengar permintaan jaejoong layaknya bocah berusia lima tahun yang minta permen
“baiklah semuanya sudah siap di meja makan anda tinggal makan sebaiknya anda mandi dulu nona” jaejoong meringis ia memunguti pakaian dan baju dalamnya dan terus mengeratkan selimut yunho yang dipegangnya menuju kamar mandi
Bibi han akan mengganti sprey dan menatap terkejut bercak darah di sprey milik tuan mudanya “dia menyerahkannya pada tuan muda” gumam bibi han
.
.

Jaejoong melangkahkan kakinya di rumahnya nampak sepi seperti biasa para pelayan pasti di kediaman belakang dan appanya masih belum pulang ia bergegas menaiki tangga tapi kewanitaannya terasa nyeri
“dasar yunho sialan! Ini sangat sakit!” umpat jaejoong

Brak!

Pintu kamar mandinya tertutup dengan keras ia melampiaskan kekesalannya hatinya bergemuruh juga menahan nyeri di vaginanya

.
.
.

“haaaah.. aku sudah menyerahkannya aku benar – benar kotor sekarang” jaejoong terlentang di tengah ranjang queen sizenya sambil memandang langit- langit kamarnya “umma .. tindakanku ini sudah benar kan?” air mata kurang ajar itu jatuh dari kelopak mata doe jaejoong
“haaaah gwencana.. ini sudah benar” jaejoong menghibur dirinya sendiri ia masuk ke dalam kamar mandi dan melucuti semua pakaiannya di pandangnya tubuhnya yang banyak sekali bercak merah di bagian tubuh depan dan tubuh belakangnya “dia benar- benar maniak, tubuhku seperti macan tutul begini huweeee” raung jaejoong dengan frustasi ia mengguyur tubuhnya dengan air dingin menghilangkan fikiran tentang kejadian yang dilakukannya bersama yunho

Beberapa hari berlalu tidak terasa jaejoong mulai menjalani hari- harinya seperti biasa kuliah dan juga shopping beberapa hari pula yunho tidak menghubunginya sejak kejadian ‘itu’ tapi nampaknya ia tidak bisa bernafas lega karena yunho benar –benar membuktikan apa yang di katakannya dalam sekejap perusahaan appanya telah selamat dari krisis dan juga dalam sekejap pula appanya menyuruhnya untuk segera menikah dengan yunho entah karena alasan apa hingga yunho berhasil membujuk appanya juga puncaknya media secara heboh memberitakan tanggal pernikahan yang bahkan ia sendiri masih bingung kenapa begitu cepat dan tiba- tiba.

Jaejoong keluar dari mobil sportnya ia melangkahkan kaki jenjangnya di dong bang univercity tempatnya menuntut ilmu disetiap langkah kakinya ia selalu di perhatikan oleh semua orang ia masih bingung kenapa semua orang memandangnya dengan pandangan memuja
“joongie!” jaejoong menoleh ke arah kanan mengikuti sumber suara yang memanggilnya disana nampak junsu yang sedang melambai ia tampak sangat mecolok dengam tubuh seksinya ia berlari kecil menuju sahabat dari kecilnya
“tidak perlu berteriak suie semua orang memperhatikanku eoh!” gerutu jaejoong membuat junsu memutar bola matanya jengah
“mereka tidak memperhatikanmu karena teriaknku paboya! Mereka melihatmu karena kau akan menikah dengan CEO tampan dan terkenal seperti JUNG-“ mulut junsu di bekap oleh jaejoong ia menggeret junsu hingga masuk ke dalam kelas
“jangan membahasnya! Kepalaku pusing suie” jaejoong mengedipkan matanya melihat reaksi jaejoong
“yah! Jika kau jadi kau aku akan sangat bahagia. Kau ini kenapa eoh?” jaejoong mengrucutkan bibirnya
“kau saja yang menikah eoh!” jawab jaejoong asal ia mendudukkan dirinnya di salah satu kursi yang ada dalam kelas
“kau akan menjadi ny.jung di usia muda, wahh daebak!” girang junsu
‘daebak apanya! Dia sangat mesum jika kau tau itu’ batin jaejoong
.
.
Dengan menggunakan skinny jeans ketat dan juga kaos v-neck berwarna baby pink di padu dengan jaket kulit keluaran terbaru dengan kualitas yang fantastis jaejoong melangkahkan kakinya yang dibalut heels dengan langkah pasti ia ingin sekali menyiram wajah tampan yunho dengan segelas air dadanya bergemuruh

“sajangnim.. jaejoong ssi ingin menemui anda” ucap boa sambil memegang gagang telfonnya
suruh dia masuk” jawab yunho di seberang line telfon
“mari jaejoong ssi.. silahkan masuk” boa membukakan pintu dan mempersilahkan jaejoong masuk dengan wajah datar jaejoong masuk dan memandang yunho yang masih sibuk di balik meja kerjanya walaupun terluhat sangat tampan tapi tidak mengurangi kekesalannya pada pria bermata musang itu
“YAH JUNGYUNHO! APA MAKSUDMU!” boa yang hampir menutup pintu sangat terkejut matanya melotot mendengar teriakan jaejoong ia sempat melirik presdirnya yang tersenyum kecil membuatnya bingung sejak kapan presdirnya mau menerima kata- kata kasar dari orang lain setaunya orang yang seperti itu tidak akan selamat
“duduklah joongie.. kau marah- marah hanya akan membuatmu lelah chagiya  ” yunho meraih remote yang ada di laci meja kerjanya dan

Bip.

Ruangan yunho yang di dominasi kaca transparan otomatis tertutup dan pintu secara otomatis terkunci membuat jaejoong sedikit panik
“yah! Kenapa kau mengunci pintunya dan kenapa semuanya jadi tertutup eoh!” protes jaejoong membuat yunho beranjak dari mejanya dan menghampiri wanita cantik itu membawanya ke sofa dan segera menindihnya
“kau harus tau joongie, jika mulutmu ini berkata tidak sopan kepadaku aku akan-..” yunho menghentikan ucapannya dan melihat pandangan menantang jaejoong membuatnya menyeringai “sepertinya kau memang kucing yang bandel” tangan yunho sudah membuka jaket kulit jaejoong dan melemparnya asal membuat jaejoong meronta
“apa maksudmu yunho!” jaejoong meronta namun tenaganya tidak cukup kuat di banding yunho

Tangan terampil yunho sudah menyingkap kaos baby pink jaejoong dan membuangnya asal membuat jaejoong hanya terbalut bra dan celana yang masih menempel “kau datang sendiri kemari jadi itu artinya kau menyerahkan dirimu, apa aku salah joongie?” dengan sekali sentak tangan yunho sudah melepas  celananya hingga tubuh jaejoong di terpa hawa dingin tubuhnya hanya memakai bra dan juga celana dalam jangan lupakan heels yang masih terpakai membuat jaejoong tampak sangat menggoda

“yah yunho apa yang kau lakukan!” jaejoong mencoba beringsut di sudut sofa namun kakinya di tarik hingga terlentang dengan kaki mengangkang lebar
“aku hanya ingin bersenang – senang joongie.. kau lihat tumpukan dokumen itu membuat otot- ototku kaku jadi aku butuh sedikit berolah raga” yunho melonggarkan dasinya dan segera melepasnya “kau memang sangat seksi nae sarang..” tangan yunho meraih ikatan bra jaejoong dan melepasnya ditariknya dasi yang melingkar di lehernya
“aku akan membuatmu semakin seksi dengan mengikatmu seperti ini joongie, kau harus jadi kucing yang baik arrachi?” kedua tangan jaejoong sudah terikat dan diarahkan keatas
“kau memang brengsek jung yunho!” kedua kaki jaejoong mecoba menendang yunho namun segera di tangkap oleh tangan yunho
“ugh … kau sudah tidak sabar ne” yunho lebih melebarkan kedua paha jaejoong hingga kaki kanan jaejoong tersampir apik di sandaran sofa

Dengan segera di lucutinya pakaiannya sendiri sambil memandang jaejoong yang membuang muka “aku lebih suka berdiskusi sambil bercinta jadi katakan apa yang kau pikirkan joongie” yunho sudah total naked dan berjongkok di antara kedua kaki jaejoong membuat jaejoong merasakan pipinya panas

Yunho menciumi selakangan jaejoong tanpa menyentuh miik jaejoong yang sudah terangsang hebat jemari yunho mengelus pelan clitoris jaejoong membuat pemiliknya menggelinjang dan mendesah lidah nakal yunho mengulum bagian sensitifnya di balik celana dalamnya “ahhh” desah jaejoong tidak kuat menahan godaan yunho jemari itu menarik celana dalam pink itu dengan santai dan melemparnya asal jaejoong hanya bisa pasrah menatap celana dalamnya yang di buang asal oleh yunho
“dia sangat mengganggu kau jauh lebih indah jika seperti ini joongie”jaejoong mendengus membuat yunho terkekeh pelan




Jaejoong memicingkan matanya dan mendesis pada yunho“kau! AHH AHHH” yunho mulai mengulum clitorisnya dengan ganas membuatnya mendesah dan mendesah lagi tanpa ampun hingga yunho menyudahiya dan berada di atas tubuhnya lalu menciumnya dengan intens
“ughh.. ehhmm AHH AHH AHHH” desah jaejoong saat bibir hati yunho mengerjai bibir cherrynya tangan nakal yunho memilin nipple nya yang sudah menegang dan tangan kirinya mengerjai klitorisnya lagi membuat jaejoong tak berhenti mendesah tatkala ia dimanjakan di ketiga sisi sensitifnya
“ahh uhmhh.. yunhoohhh” nafas jaejoong nampak tersengal dan matanya terpejam ia sungguh sangat dimanjakan oleh yunho hingga kepalanya berputar- putar tak mampu menahan kenikmatan



Jaejoong terkulai lemas di sofa cum yunho berceceran di sekitar vagina jaejoong dan jangan lupakan rembesannya yang mengotori sofa coklat itu kakinya masih mengangkang dan tangannya masih terikat di atas nafasnya masih tidak teratur karena percintaan hebat yang telah mereka lakukan barusan jaejoong melirik yunho yang sedang mengenakan pakaiannya kembali dengan santai dan setelah ia berpakaian lengkap di lepasnya dasi yang mengikat tangan jaejoong
“gomawo joongie” yunho merendahkan tubuhnya

Cup

Dikecupnya sekilas bibir jaejoong yang membengkak karena ulahnya
“kau! Kenapa appa bisa langsung menyetujuimu!”  jaejoong menurunkan kaki kanannya yang masih tersampir di sandaran sofa vaginanya berdenyut nyeri dan juga lengket yunho yang tau jaejoong merasa risih segera beranjak menuju kamar mandi dengan membawa handuk yang sudah di basahinya dengan air
Dengan sabar yunho membuka paha jaejoong dan mengelapnya sambil berkata “appamu sangat senang saat tau aku akan menikahimu jadi aku harus bagaimana eoh?” jaejoong mendengus mendengar jawaban yunho
“kau pasti bohong jung!” ketus jaejoong ia melirik yunho yang masih dengan telaten membersihkannya
“lalu kenapa kau bertanya jika kau tidak mempercayaiku, bukankah kau lebih baik bertanya pada appamu eoh? Atau jangan – jangan ini hanya alasanmu ingin bertemu denganku” yunho menyeringai kearah jaejoong
“YAH! Kau percaya diri sekali!” protes jaejoong
“baiklah sudah selesai, kau mau pakai baju atau tidak tapi.. lebih baik kau tidak memakai baju karena kau sangat seksi jika seperti ini” jaejoong melempar bantal sofa pada yunho namun sayang yunho sangat cepat menangkapnya
“aw.. kau sangat menggoda saat sedang marah seperti ini jaejoongie” yunho terkekeh kecil
“dasar mesum!” ketus jaejoong

Tok

Tok

Tok

Keduanya menoleh kearah pintu yang di ketuk dari luar
“mhiane presdir, tapi tuan jung changmin ingin menemui anda” ucap boa membuat yunho sedikit terjekut namun segera melemaskan ekspresinya ia mengambil remote dan menekan tombol merah
“ne tunggu lima menit lagi boa, katakana padanya” jawab yunho
“ne presdir” jawab boa sopan
Ia melirik jaejoong yang memandang nya dengan ekspresi bingung “dia adikku joongie, apa kau tidak ingin berpakaian?” Tanya yunho santai menyadarkan jaejoong dari keterpukauannya dengan cepat di pakaiannya pakaiannya dan merapikan tatanan rambutnya hingga ia tampak setidaknya sedikit normal
“prefect” jaejoong menatap yunho yang sedari tadi memandangnya
“bukalah pintunya aku sudah selesai” ucap jaejoong
Yunho terkekeh kecil “kau santai saja, dia tidak menakutkan”
jaejoong mendengus kecil  dan menyibakkan rambutnya kebelakang “apa aku tampak takut eoh?” seloroh jaejoong membuat yunho tertawa dengan pelan di tekannya tombol pada remot yang di pegangnya dan semua tirai terbuka hingga ia bisa melihat pemuda jangkung yang sedang memakan kripik kentangnya dengan santai di dekat pintu

Klik.

Pintu yang semula terkunci sudah terbuka otomatis dan masuklah pemuda jangkung dengan wajah kekanakan yang tidak bisa dipungkiri sangat tampan seperti yunho batin jaejoong
“yah hyung kenapa lama sekali eoh! Kau membuat kakiku kesemutan!” protes pemuda jangkung itu yang nampaknya tidak sadar jika jaejoong juga sedang berada disana memperhatikan interaksi keduanya
“mhiane.. tadi sedikit ada urusan Minnie, tumben sekali kau kesini eoh?” yunho sudah duduk santai sambil memasang kembali dasinya
“kenapa penampilanmu tidak perfect seperti biasanya hyung? Kau tampak aneh” yunho terkekeh kecil mendengar komentar adiknya
“aku baru saja berolah raga min” yunho melirik jaejoong yang sudah duduk santai dengan kaki yang disilangkan

Krauk!

krauk!

Dengan santai changmin mengunyah keripik yang ada di tangannya ia mendudukkan badannya di kursi di depan meja hyungnya “hyung apa kabar yang ada di berita itu benar?” yunho menaikkan alisnya
“kabar yang mana? Kabar tentang hyungmu yang super duper tampan atau kabar tentang bisnis jung yang mengalami peningkatan pesat?” jaejoong ingin sekali mengguyur wajah yunho dengan air yang ada di meja melihat yunho yang begitu menyombongkan diri yang sialnya semua adalah kenyataan
Changmin menghela nafas melihat ke babo an hyungnya “bukan yang itu hyung.. yang kabar kau akan menikah dengan yeoja bermarga kim itu”
dengan santai yunho membuka dokumennya yang sempat tertunda karena jaejoong “ohh itu, benar aku akan menikah minggu depan” ucap yunho santai membuat keduanya melotot kaget terutama jaejoong
“YAH! KENAPA KAU MEMUTUSKANNYA SENDIRI JUNG!” teriak jaejoong membuat changmin kaget hingga kripik yang dipegangnya terlepas
Changmin melotot menunjuk jaejoong “mwoya! Sejak kapan dia disini hyung!”
Yunho melirik sekilas keduanya yang sedang saling menatap “baiklah kuperkenalkan, ini changmin dia adikku dan dia kim jaejoong yeoja yang kau sebut tadi minnie” changmin mengangguk mengerti begitu juga dengan jaejoong yang melirik changmin dengan seksama “baiklah jika kalian akan protes nanti saja ayo kita makan dulu aku yakin kalian juga lapar” yunho tau jika keduanya akan protes segera ia mengenggam tangan keduanya dan berjalan keluar
“aku bisa sendiri hyung!” protes changmin membuat yunho tertawa
“aku juga bisa berjalan sendiri yun, lepas!” ronta jaejoong tidak di gubris oleh yunho
Yunho menaikkan alisnya saat melihat jaejoong melenggang menaiki lift untuk para karyawan yang bersebelahan dengan lift khusus para petinggi “kau mau kemana joongie?”
“tentu saja naik lift” ucap jaejoong polos membuat changmin menahan tawa
“maksud hyungku kenapa kau akan naik lift itu, kemarilah naik lift ini” sahut changmin
Di dalam lift tidak ada yang memulai pembicaraan membuat jaejoong bosan “kenapa lift ini sepi sekali?” tanya jaejoong
“lift ini khusus para petinggi perusahaan joongie, jadi tidak sembarang orang bisa masuk” jawab yunho

TING !

Sesampainya di kantin Jung group mereka disambut dengan tatapan antusias membuat jaejoong sangat malu ia berjalan di tengah kedua pria tampan membuatnya mendapat tatapan sadis dari para yeoja, mereka bertiga duduk di meja yang di gunakan untuk para petinggi perusahaan dilihat dari interior yang sangat mewah menandakan ruangan yang bersekat kaca ini memiliki tingakatan lebih di banding kantin yang di gunakan oleh karyawan jung
“aku ini ini ini dan ini” changmin menyerahkan daftar  menu itu pada pelayan itu
“aku ini” yunho menunjuk salah satu menu dengan asal ia melirik jaejoong yang masih duduk dengan santai “joongie pilih saja yang ingin kau coba”
Jaejoong melirik sekilas buku menu dan menunjuk tak kalah asal dari yunho “aku ini”
“apa kau hamil ahjumma?” tanya changmin santaiia melirik jaejoong yang tidak bereaksi “yah! Ahjumma aku bertanya padamu” changmin mentoel lengan jaejoong membuat sang empu melotot
“apa kau bilang! Ahjumma!” protes jaejoong
“ne, kau ahjumma!” changmin berkata dengan santai membuat jaejoong marah hingga tangannya akan menjambak rambut changmin namun tangannya di tahan yunho
“kau akan mempermalukan dirimu sendiri joongie, jangan berbuat ulah” yunho melepas tangan jaejoong
Jaejoong melihat semua orang yang menatapnya di balik kaca lalu melirik changmin yang menjulurkan lidahnya “lihat! Dia mengolokku yun” adu jaejoong entah sejak kapan dirinya menjadi nyaman jika berada dalam perlindungan yunho
“min, hentikan” changmin langsung merubah ekspresinya menjadi cemberut membuat jaejoong menyeringai kearah changmin
Mereka bertiga makan dengan santai sesekali mengobrol kecil
“jadi kenapa kalian mendadak sekali menikah eoh?” changmin memasukkan potongan daging kemulutnya dengan lahap
“aku hanya ingin memepercepatnya” jawab yunho santai
“dan aku tidak hamil” sahut jaejoong
“yeah setidaknya belum” jaejoong tersedak mendengar omongan changmin
“apa maksudmu eoh!” protes jaejoong
“yah ahjumma! Kau pikir aku masih bocah tidak tau kissmark di lehermu.. hyungku pasti memaksamu kan” changmin menyeringai melihat wajah jaejoong berubah memerah
“aku tidak memaksanya min, aku hanya membuat beberapan kesepakatan dia yang membuka pahanya sendiri” ucap yunho membuat jaejoong semakin memerah hingga ke telinga saking malunya
“woahh.. kau hebat ahjumma, hyungku ini sangat pintar aniya?”
“YAH! Berhenti berbicara mesum di meja makan!” teriak jaejoong membuat kedua jung itu tertawa



Tbc.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar