Minggu, 26 Maret 2017

My Virgin Chapter 3



Title     : My Virgin
Genre    : romance, NC21, GS
Length   : -               
Rate      : M
Main cast : yunjae etc.

Chapter 3
 


Jaejoong mematut dirinya di depan cermin hari ini adalah hari dimana ia akan resmi menjadi nyonya jung ia begitu bimbang dan resah tanpa alasan 

Derap langkah kaki bergema di belakang jaejoong “joongie? Kau sudah siap?”
Jaejoong mengangguk dan menatap appanya dengan dalam “appa.. apa yang kulakukan ini sudah benar?” tanya jaejoong pelan air matanya sudah akan menetes
“yah, bagaimana putri kecilku akan menangis di hari pernikahannya eoh? Appa bahagia jika kau bahagia joongie.. ingatlah kau tetaplah putri kecil appa yang sangat appa sayangi, jika kau telah menikah nanti kau bukan lagi tanggung jawab appa kau harus menuruti apa kata suamimu joongie” kim hyunjoong memeluk putrinya erat “kajja.. semua orang sudah menunggumu” jaejoong mengangguk kecil dan meraih tangan appanya

Jaejoong memejamkan matanya dan menghela nafas berat “saya bersedia..”
“kau boleh mencium pasanganmu” jaejoong membuka matanya saat yunho sudan membalik tubuhnya dan menciumnya dengan lembut

Cup.

Tepuk tangan riuh membahana di ruangan yang di hias serba putih itu membuatnya tampak sangat mewah

Para tamu sedang menikmati hidangan untuk resepsi megah sang CEO JUNG Group para rekan bisnis, selebritis, politisi, petinggi perusahaan hingga para kerabat jung suasana sangat meriah dan mewah membuat semua orang berdecak kagum dan jangan lupakan para wartawan yang berkerumun di depan gedung karena mereka tidak bisa memasuki gedung karena keamanan sangat ketat

Malam semakin larut tapi tak mengubah apapun pada pesta pernikahan yunho para tamu tampak sangat menikmati pesta hingga melupakan waktu yang telah mereka habiskan untuk sekedar berbincang

Yunho dan jaejoong menghampiri rekan bisnis yunho yang sedang berbincang kecil di meja
Seunghyun melihat yunho dan jaejoong menghampiri mereka membuatnya tertarik pada nyonya jung yang sangat cantik dan nampak masih polos “wahh.. jung yunho istrimu sangat cantik eoh” seunghyun menyeringai mesum kearah jaejoong membuat jaejoong beringsut di sebelah yunho

“kau benar seunghyun ah.. dia sangat seksi juga memiliki ukuran yang pas untuk-“ choi siwon memperhatikan dada jaejoong lalu melihat yunho dan meringis tidak meneruskan perkataannya yunho memandang  datar padanya membuatnya sedikit menyeringai
“nyonya jung.. kenapa kau merapatkan tubuhmu ke presdir jung apa kau takut eum?” seunghyun mencoba mengajak jaejoong berbicara namun diabaikan sepenuhnya oleh jaejoong yang lebih sibuk melihat para tamu lain
“apa dia sangat hebat di ranjang yunho ah” tanya jin yihan yang juga memandang mesum kearah jaejoong seolah ingin menelan bulat - bulat
“jangan menggodanya kalian belum tau jika dia mengamuk ” yunho terkekeh menatap ketiganya membuat jaejoong mendengus

Brak!

Pintu kamar yunho terbanting oleh tangan lentik jaejoong ia menatap marah pada yunho
Jaejoong duduk di tepi ranjang dengan perasaan bergemuruh marah ia melepas asal sepatunya “YAH! teman- temanmu sangat mesum jung!” sembur jaejoong
Yunho yang sudah melepas kemejanya hanya terkekeh santai “mereka memang seperti itu, hal lain selain bisnis adalah wanita dan seks kenapa kau semarah ini joongie”
“pantas saja kau sangat mesum dan juga licik jung!” sewot jaejoong tangannya merain resleting gaunnya namun kesusahan tiba- tiba tangan besar yunho membantunya membuat bulu kuduknya meremang seketika
“jika kau tidak masuk dalam perangkapku kau akan masuk perangkap mereka yang kukira jauh lebih kejam dari padaku joongie.. aku tidak membual tapi beginilah dunia bisnis” ucap yunho logis membuat jaejoong terdiam “terlepas dari itu sekarang kau adalah istriku jadi apapun itu mereka pasti akan berusaha merebutmu dariku.. jika kau tidak ingin masuk ke perangkap mereka sebaiknya kau tetap bertahan di sampingku” setelah membantu membuka resleting jaejoong yunho menuju kamar mandi
“yah.. apa maksudnya itu” gumam jaejoong ia melepas gaun putih itu dan menggantinya dengan bathrope sambil menunggu yunho selesai mandi ia membuka ponselnya dan melihat dua pesan membuat matanya melotot

Pesan pertama :
Goodnight jaejoong ah..
-choi siwon-

Pesan kedua :
Cantik, saranghaeyo !
-choi seughyun-

Jaejoong muak dan meletakkan ponselnya di meja nakas namun ponselnya berdering lagi membuatnya membuka pesan baru yang masuk

Pesan ketiga :
Jaejongie .. sedang apa?
-Jin Yihan-

Ceklek.

Yunho keluar dari kamar mandi dengan handuk masih tersampir di pinggangnya ia mengusak rambutnya yang basah dengan handuk yunho mengeryit melihat jaejoong yang membanting ponselnya ke ranjang “ada apa joongie?” tanya yunho

Jaejoong mendengus mendengar pertanyaan yunho ‘jadi ini yang dimaksud yunho tentang ketiganya yang akan berusaha merebutnya dari tangan yunho’ batin jaejoong

“aniya.. aku mau mandi” ucap jaejoong cuek sambil menuju kamar mandi
20 menit kemudian –
“kenapa kau masih belum menggunakan baju yunho?” tanya jaejoong heran
“yah! Kau pikir karena apa aku tidak berpakaian di malam pertama kita?” yunho menyeringai melihat jaejoong sedikit terkesiap
“j-jangan – jangan kau ingin melakukan ‘itu’ ?” jaejoong menyilangkan tangannya di depan dada dan meremat gaun tidur berwarna coklatnya
“yah jaejoongie .. ini malam pertama kita eum?” yunho berdecak melihat reaksi berlebihan jaejoong
“malam pertama apa! Kau bahkan sudah membobolku dua kali!” gerutu jaejoong
“kajja kemarilah” yunho menepuk ranjang king sizenya yang sangat nyaman
“tidak mau!” ketus jaejoong

namun tiba – tiba ia teringat bayangan appanya tadi pagi yang memberinya nasihat agar menuruti kata suaminya membuat jantungnya di remas ia menggeram marah dalam hati melihat senyum puas yunho yang melihatnya perlahan mendekat

bruk!

Tubuhnya terlentang pasrah diatas ranjang dengan yunho diatasnya …

.

.

“AHH AHH YUNHOOOOOOO!!” 
desahan seksi jaejoong memenuhi kamar yunho di susul

“AHH! JAEJOOOONG!!” 
desah yunho yang berteriak penuh  nikmat untuk kesekian kalinya 

“HAH .. HAH .. HAH..” 
deru nafas jaejoong tidak beraturan setelah kegiatan panas yang telah mereka lakukan tubuhnya penuh peluh dan lengket pada vaginanya perutnya terasa penuh di penuhi benih yang ditanam yunho tubuhnya di bobol beronde- ronde tanpa ampun hingga berakhir ia terkulai lemas dan membiarkan yunho berbuat sesukanya pada tubuhnya kakinya masih mengangkan lebar saat yunho mencabut benda kebangaannya dari holenya yang penuh cum




“kau sangat hebat yeobo” kekeh yunho saat melihat jaejoong yang masih belum bergerak dari posisinya ia bisa melihat keringat yang ada di tubuh jaejoong membuat jaejoong tampak sangat seksi
“apa kau menerima pesan dari mereka joongie?” tanya yunho pelan ia masih betah memandang hole mungil jaejoong yang memberinya kenikmatan luar biasa sedang mengeluarkan benihnya karena tidak mampu menahan banyaknya

Jaejoong mengangguk lucu “neh”

“jangan membalasnya, mereka akan semakin menjadi jika kau menanggapinya” yunho berguling dan terlentang di samping jaejoong lalu memiringkan tubuhya dan berbaring miring melihat paras cantik jaejoong yang sedang menerawang kelangit- langit
Jaejoong menoleh menatap yunho yang juga menatapnya“bagaimana jika aku bermain –main dengan salah satu dari mereka?” tanya jaejoong ia bisa melihat yunho yang bereaksi biasa saja
“terserah padamu joongie, aku hanya tidak ingin kau terluka.. mereka akan melakukan apa saja jika memiliki obsesi tidak perduli aku adalah rekan bisnisnya atau teman kecilnya” yunho mengubah posisinya menjadi terlentang dan menatap langit – langit
“kau teman mereka dari kecil?” tanya jaejoong
“ne, kami dulu sahabat aku, park yoochun, choi siwon, choi seunghyun dan jin yihan kami sekolah di Shinki elementary school, shinki junior high school hingga shinki senior high school kau tau bukan sekolah shiki adalah sekolah khusus keluarga bangsawan dan kolongmerat kami semua disana adalah pewaris hingga saat kami beranjak dewasa kami memegang kekuasaan dan kekayaan dari keluarga masing – masing dan saling bersaing dalam hal apapun semua yang kami persaingkan menjadi sebuah ambisi”
“jadi maksudmu sekarang ini aku dijadikan-..” yunho mengangguk
“ne.. jadi jika kau menyayangi appamu lebih baik kau bertahan disisiku joongie” mata yunho memberat dan tertidur tangan jaejoong mengelus pelan wajah tampan yunho
“benar apa yang dikatakan bibi han.. kau memang sosok yang hangat yunho ah” jantung jaejoong berdetak cepat melihat wajah tampan yunho yang sudah merebut ke virginannya juga hatinya ia membenarkan letak selimut dan matanya terpejam

Hawa dingin menembus gorden putih yang ada di kamar bernuansa merah dan hitam itu jaejoong menyipitkan matanya melihat yunho yang membuka sendiri korden di kamarnya hingga udara dingin segera merebak ke dalam kamar
“yah bangunlah joongie langit sangat cerah, kemarilah lihat” yunho membuka pintu kaca yang terhubung langsung ke balkon kamar yunho

Dengan langkah tertatih dan penampilan awut –awutan jangan lupakan tubunnya yang masih polos hanya terbungkus selimut yunho jaejoong melihat yunho yang mengenakan sweeter abu – abu dan celana bahan menatap kearah sekeliling mension megah yunho yang dipenuhi salju
“wahh pemandangan disini indah sekali yunho..” jaejoong menatap  salju diantara mension yunho yang dikelilingi hutan buatan
Yunho tersenyum dan menghampiri jaejoong lalu memeluknya dari belakang membuat jantung jaejoong berdetak lagi secara tidak beraturan “kau tidak kedinginan joongie? Bukankah kau tidak mengenakan apa – apa dibalik selimut ini?” yunho terkekeh pelan
“jangan menggodaku yunho ah” rengek jaejoong
“aigoo.. yeoppoda” yunho mencubit pelan pipi jaejoong lalu memeluk jaejoong lagi mereka melihat pemandangan indah ini bersama
“ini pertama kalinya aku seperti ini” gumam yunho
“pembohong! Bukankah kau bermain dengan banyak wanita eoh!” cibir jaejoong
“aku memang bercinta dengan mereka joongie, tapi aku tidak memperlakukan mereka dengan manis bagiku setelah seks selesai urusan kita telah usai” jawab yunho santai membuat jaejoong mendengus
“jadi setelah memanfaatkan mereka kau membuangnya! Kau sungguh kejam!” seloroh jaejoong
“aku pebisnis sejati joongie, dan give and take itu biasa” tangan yunho menyelinap ke dalam selimut dan mengelus pelan perut jaejoong membuat jaejoong merinding
“yah! Kau pikir wanita itu barang! Bagaimana jika mereka mengandung benihmu eoh . apa kau akan melenyapkannya juga!” sembur jaejoong
“tentu, itu adalah aturan mutlakku joongie.. lagipula itu tidak akan terjadi pada mereka” jawab yunho santai
Jaejoong merasa pusing berdebat dengan yunho ia melepas paksa pelukan yunho dan memandang tajam wajah tampan itu “bagaimana jika aku yang mengandung benihmu? Apa kau akan melenyapkankau?”

Brak!

Pintu kaca itu tertutup meninggalkan yunho yang sendirian menatap indahnya salju “tentu saja tidak joongie.. karena kau berbeda” gumam yunho


Tbc.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar