Title :
My Virgin
Genre :
romance, NC21, GS
Length : -
Rate :
M
Main cast : yunjae etc.
Chapter 3
Jaejoong mematut dirinya di depan cermin hari ini adalah hari
dimana ia akan resmi menjadi nyonya jung ia begitu bimbang dan resah tanpa
alasan
Derap langkah kaki bergema di belakang jaejoong “joongie? Kau
sudah siap?”
Jaejoong mengangguk dan menatap appanya dengan dalam “appa..
apa yang kulakukan ini sudah benar?” tanya jaejoong pelan air matanya sudah
akan menetes
“yah, bagaimana putri kecilku akan menangis di hari
pernikahannya eoh? Appa bahagia jika kau bahagia joongie.. ingatlah kau
tetaplah putri kecil appa yang sangat appa sayangi, jika kau telah menikah
nanti kau bukan lagi tanggung jawab appa kau harus menuruti apa kata suamimu
joongie” kim hyunjoong memeluk putrinya erat “kajja.. semua orang sudah
menunggumu” jaejoong mengangguk kecil dan meraih tangan appanya
Jaejoong memejamkan matanya dan menghela nafas berat “saya
bersedia..”
“kau boleh mencium pasanganmu” jaejoong membuka matanya saat
yunho sudan membalik tubuhnya dan menciumnya dengan lembut
Cup.
Tepuk tangan riuh membahana di ruangan yang di hias serba
putih itu membuatnya tampak sangat mewah
Para tamu sedang menikmati hidangan untuk resepsi megah sang
CEO JUNG Group para rekan bisnis, selebritis, politisi, petinggi perusahaan
hingga para kerabat jung suasana sangat meriah dan mewah membuat semua orang
berdecak kagum dan jangan lupakan para wartawan yang berkerumun di depan gedung
karena mereka tidak bisa memasuki gedung karena keamanan sangat ketat
Malam semakin larut tapi tak mengubah apapun pada pesta
pernikahan yunho para tamu tampak sangat menikmati pesta hingga melupakan waktu
yang telah mereka habiskan untuk sekedar berbincang
Yunho dan jaejoong menghampiri rekan bisnis yunho yang sedang
berbincang kecil di meja
Seunghyun melihat yunho dan jaejoong menghampiri mereka
membuatnya tertarik pada nyonya jung yang sangat cantik dan nampak masih polos
“wahh.. jung yunho istrimu sangat cantik eoh” seunghyun menyeringai mesum
kearah jaejoong membuat jaejoong beringsut di sebelah yunho
“kau benar seunghyun ah.. dia sangat seksi juga memiliki ukuran
yang pas untuk-“ choi siwon memperhatikan dada jaejoong lalu melihat yunho dan
meringis tidak meneruskan perkataannya yunho memandang datar padanya membuatnya sedikit menyeringai
“nyonya jung.. kenapa kau merapatkan tubuhmu ke presdir jung
apa kau takut eum?” seunghyun mencoba mengajak jaejoong berbicara namun
diabaikan sepenuhnya oleh jaejoong yang lebih sibuk melihat para tamu lain
“apa dia sangat hebat di ranjang yunho ah” tanya jin yihan
yang juga memandang mesum kearah jaejoong seolah ingin menelan bulat - bulat
“jangan menggodanya kalian belum tau jika dia mengamuk ”
yunho terkekeh menatap ketiganya membuat jaejoong mendengus
Brak!
Pintu kamar yunho terbanting oleh tangan lentik jaejoong ia
menatap marah pada yunho
Jaejoong duduk di tepi ranjang dengan perasaan bergemuruh
marah ia melepas asal sepatunya “YAH! teman- temanmu sangat mesum jung!” sembur
jaejoong
Yunho yang sudah melepas kemejanya hanya terkekeh santai
“mereka memang seperti itu, hal lain selain bisnis adalah wanita dan seks
kenapa kau semarah ini joongie”
“pantas saja kau sangat mesum dan juga licik jung!” sewot
jaejoong tangannya merain resleting gaunnya namun kesusahan tiba- tiba tangan
besar yunho membantunya membuat bulu kuduknya meremang seketika
“jika kau tidak masuk dalam perangkapku kau akan masuk
perangkap mereka yang kukira jauh lebih kejam dari padaku joongie.. aku tidak
membual tapi beginilah dunia bisnis” ucap yunho logis membuat jaejoong terdiam
“terlepas dari itu sekarang kau adalah istriku jadi apapun itu mereka pasti
akan berusaha merebutmu dariku.. jika kau tidak ingin masuk ke perangkap mereka
sebaiknya kau tetap bertahan di sampingku” setelah membantu membuka resleting
jaejoong yunho menuju kamar mandi
“yah.. apa maksudnya itu” gumam jaejoong ia melepas gaun
putih itu dan menggantinya dengan bathrope sambil menunggu yunho selesai mandi
ia membuka ponselnya dan melihat dua pesan membuat matanya melotot
Pesan pertama :
Goodnight jaejoong ah..
-choi siwon-
Pesan kedua :
Cantik, saranghaeyo !
-choi seughyun-
Jaejoong muak dan meletakkan ponselnya di meja nakas namun
ponselnya berdering lagi membuatnya membuka pesan baru yang masuk
Pesan ketiga :
Jaejongie .. sedang apa?
-Jin Yihan-
Ceklek.
Yunho keluar dari kamar mandi dengan handuk masih tersampir
di pinggangnya ia mengusak rambutnya yang basah dengan handuk yunho mengeryit
melihat jaejoong yang membanting ponselnya ke ranjang “ada apa joongie?” tanya
yunho
Jaejoong mendengus mendengar pertanyaan yunho ‘jadi ini yang
dimaksud yunho tentang ketiganya yang akan berusaha merebutnya dari tangan
yunho’ batin jaejoong
“aniya.. aku mau mandi” ucap jaejoong cuek sambil menuju
kamar mandi
20 menit kemudian –
“kenapa kau masih belum menggunakan baju yunho?” tanya
jaejoong heran
“yah! Kau pikir karena apa aku tidak berpakaian di malam
pertama kita?” yunho menyeringai melihat jaejoong sedikit terkesiap
“j-jangan – jangan kau ingin melakukan ‘itu’ ?” jaejoong
menyilangkan tangannya di depan dada dan meremat gaun tidur berwarna coklatnya
“yah jaejoongie .. ini malam pertama kita eum?” yunho
berdecak melihat reaksi berlebihan jaejoong
“malam pertama apa! Kau bahkan sudah membobolku dua kali!”
gerutu jaejoong
“kajja kemarilah” yunho menepuk ranjang king sizenya yang
sangat nyaman
“tidak mau!” ketus jaejoong
namun tiba – tiba ia teringat bayangan appanya tadi pagi yang
memberinya nasihat agar menuruti kata suaminya membuat jantungnya di remas ia
menggeram marah dalam hati melihat senyum puas yunho yang melihatnya perlahan
mendekat
bruk!
Tubuhnya terlentang pasrah diatas ranjang dengan yunho
diatasnya …
.
.
“AHH AHH YUNHOOOOOOO!!”
desahan seksi jaejoong memenuhi kamar
yunho di susul
“AHH! JAEJOOOONG!!”
desah yunho yang berteriak penuh nikmat untuk kesekian kalinya
“HAH .. HAH .. HAH..”
deru nafas jaejoong tidak beraturan
setelah kegiatan panas yang telah mereka lakukan tubuhnya penuh peluh dan
lengket pada vaginanya perutnya terasa penuh di penuhi benih yang ditanam yunho
tubuhnya di bobol beronde- ronde tanpa ampun hingga berakhir ia terkulai lemas
dan membiarkan yunho berbuat sesukanya pada tubuhnya kakinya masih mengangkan
lebar saat yunho mencabut benda kebangaannya dari holenya yang penuh cum
“kau sangat hebat yeobo” kekeh yunho saat melihat jaejoong
yang masih belum bergerak dari posisinya ia bisa melihat keringat yang ada di
tubuh jaejoong membuat jaejoong tampak sangat seksi
“apa kau menerima pesan dari mereka joongie?” tanya yunho
pelan ia masih betah memandang hole mungil jaejoong yang memberinya kenikmatan
luar biasa sedang mengeluarkan benihnya karena tidak mampu menahan banyaknya
Jaejoong mengangguk lucu “neh”
“jangan membalasnya, mereka akan semakin menjadi jika kau
menanggapinya” yunho berguling dan terlentang di samping jaejoong lalu
memiringkan tubuhya dan berbaring miring melihat paras cantik jaejoong yang
sedang menerawang kelangit- langit
Jaejoong menoleh menatap yunho yang juga menatapnya“bagaimana
jika aku bermain –main dengan salah satu dari mereka?” tanya jaejoong ia bisa
melihat yunho yang bereaksi biasa saja
“terserah padamu joongie, aku hanya tidak ingin kau terluka..
mereka akan melakukan apa saja jika memiliki obsesi tidak perduli aku adalah
rekan bisnisnya atau teman kecilnya” yunho mengubah posisinya menjadi
terlentang dan menatap langit – langit
“kau teman mereka dari kecil?” tanya jaejoong
“ne, kami dulu sahabat aku, park yoochun, choi siwon, choi
seunghyun dan jin yihan kami sekolah di Shinki elementary school, shinki junior
high school hingga shinki senior high school kau tau bukan sekolah shiki adalah
sekolah khusus keluarga bangsawan dan kolongmerat kami semua disana adalah
pewaris hingga saat kami beranjak dewasa kami memegang kekuasaan dan kekayaan
dari keluarga masing – masing dan saling bersaing dalam hal apapun semua yang
kami persaingkan menjadi sebuah ambisi”
“jadi maksudmu sekarang ini aku dijadikan-..” yunho
mengangguk
“ne.. jadi jika kau menyayangi appamu lebih baik kau bertahan
disisiku joongie” mata yunho memberat dan tertidur tangan jaejoong mengelus
pelan wajah tampan yunho
“benar apa yang dikatakan bibi han.. kau memang sosok yang
hangat yunho ah” jantung jaejoong berdetak cepat melihat wajah tampan yunho
yang sudah merebut ke virginannya juga hatinya ia membenarkan letak selimut dan
matanya terpejam
Hawa dingin menembus gorden putih yang ada di kamar bernuansa
merah dan hitam itu jaejoong menyipitkan matanya melihat yunho yang membuka
sendiri korden di kamarnya hingga udara dingin segera merebak ke dalam kamar
“yah bangunlah joongie langit sangat cerah, kemarilah lihat”
yunho membuka pintu kaca yang terhubung langsung ke balkon kamar yunho
Dengan langkah tertatih dan penampilan awut –awutan jangan
lupakan tubunnya yang masih polos hanya terbungkus selimut yunho jaejoong
melihat yunho yang mengenakan sweeter abu – abu dan celana bahan menatap kearah
sekeliling mension megah yunho yang dipenuhi salju
“wahh pemandangan disini indah sekali yunho..” jaejoong
menatap salju diantara mension yunho
yang dikelilingi hutan buatan
Yunho tersenyum dan menghampiri jaejoong lalu memeluknya dari
belakang membuat jantung jaejoong berdetak lagi secara tidak beraturan “kau
tidak kedinginan joongie? Bukankah kau tidak mengenakan apa – apa dibalik
selimut ini?” yunho terkekeh pelan
“jangan menggodaku yunho ah” rengek jaejoong
“aigoo.. yeoppoda” yunho mencubit pelan pipi jaejoong lalu
memeluk jaejoong lagi mereka melihat pemandangan indah ini bersama
“ini pertama kalinya aku seperti ini” gumam yunho
“pembohong! Bukankah kau bermain dengan banyak wanita eoh!”
cibir jaejoong
“aku memang bercinta dengan mereka joongie, tapi aku tidak
memperlakukan mereka dengan manis bagiku setelah seks selesai urusan kita telah
usai” jawab yunho santai membuat jaejoong mendengus
“jadi setelah memanfaatkan mereka kau membuangnya! Kau sungguh
kejam!” seloroh jaejoong
“aku pebisnis sejati joongie, dan give and take itu biasa” tangan
yunho menyelinap ke dalam selimut dan mengelus pelan perut jaejoong membuat
jaejoong merinding
“yah! Kau pikir wanita itu barang! Bagaimana jika mereka
mengandung benihmu eoh . apa kau akan melenyapkannya juga!” sembur jaejoong
“tentu, itu adalah aturan mutlakku joongie.. lagipula itu
tidak akan terjadi pada mereka” jawab yunho santai
Jaejoong merasa pusing berdebat dengan yunho ia melepas paksa
pelukan yunho dan memandang tajam wajah tampan itu “bagaimana jika aku yang mengandung
benihmu? Apa kau akan melenyapkankau?”
Brak!
Pintu kaca itu tertutup meninggalkan yunho yang sendirian
menatap indahnya salju “tentu saja tidak joongie.. karena kau berbeda” gumam
yunho
Tbc.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar