Title :
My life belong to you
Genre :
family
Length :
-
Rate :
M
Main cast : YUNJAE, etc
Chapter 9
Triiing
Ponsel jaejoong di dalam sakunya berbunyi ia menduga pasti
dari seunghyun
‘jaejoongie? Kau akan datang kan?’
yunho mendengus dan mengetik balasan untuk seunghyun
‘ne aku akan datang ^^’
‘oke, aku menunggumu:*’
Yunho melotot melihat balasan seunghyun
“sialan, dia ingin mendekati boojae!” yunho tertawa mengejek
“appa.. sedang bicala dengan siapa?” tanya changmin bingung
“ah appa sedang latian berpidato minnie” yunho berucap konyol
dan changmin dengan polosnya mengangguk
“kajja minnie, ikut appa memberi pelajaran pada seseorang”
yunho berucap ceria
“appa.. yang mengajal kan gulu? Memangnya appa seolang gulu?”
yunho tertawa
“aniyo.. orang ini berniat jahat minnie” changmin mengangguk
ia bersidekap dan menyatukan alisnya di gendongan yunho membuat yunho gemas
Yunho akan menaiki lift khusus tapi changmin meregek meminta
menaiki lift umum membuat yunho melotot
“appa.. aku ingin naik lift itu” yunho mengikuti telunjuk
changmin dilihatnya lift yang penuh dengan sesak
“liftnya penuh minnie” ucap yunho sabar
“aniyoo.. min ingin naik itu” dengan menghela nafas ia menuju
lift umum semua yang melihatnya membuangkuk hormat
“lee ha myung ssi, bisakah aku naik lift ini” tanya yunho
“t-tapi ini lift umum presdir? B-bagaimana bisa anda ingin
naik lift ini” gugup ahjussi itu
“aku tidak ingin naik ahjussi, anakku yang menginginkannya”
jawab yunho
“wahh keinginan tuan muda aneh sekali ne” gumam ahjussi itu
tanpa sadar
“ne silahkan masuk” yunho masuk ke dalam lift dengan
menggendong changmin membuat para penghuni lift terpesona akan ketampanan
presdir jung yang begitu tersohor
“ahjumma .. hidung ahjumma beldalah tuh” changmin memberikan
tisu pada ahjumma di belakangnya yang sedang mimisan
“gomawoyo tuan muda” changmin mengangguk dan tersenyum
“apa lift kita selalu penuh seperti ini?” tanya yunho membuat
semua orang berebut menjawab
“lift akan sibuk jika jam kerja yunho sunbae” ujar salah satu
namja mungil membuat semua orang menoleh
“mwo? Kau memanggilku apa?” tanya yunho
“yunho sunbae, kau tidak ingat siapa aku sunbae?” tanya karam
“aniyo.. mhiane” jawab yunho sopan
“ah kau mengatakan aku mirip dengan istrimu jung jaejoong”
yunho menolehkan kepalanya lagi
“minnie.. apa dia mirip dengan ummamu?” tanya yunho pada
changmin
“aniyo.. ummaku hanya ada satu dan itu jung jaejoong” seluruh
penghuni lift tertawa melihat kelucuan anak presdir mereka
“apa kau yang mengaku fans jaejoong itu?” tanya yunho tiba –
tiba
“ne .. ne .. itu aku sunbae” yunho mengangguk – angguk ia
sedikit ingat stalkler yang selalu di keluhkan jaejoong
“ohh aku sedikit ingat kalau begitu” jawab yunho santai
“apa jaejoong baik- baik saja, apa dia sudah lulus kuliah?”
tanya karam lagi
“kenapa bertanya? Bukankah kau fans beratnya” canda yunho
“ne aku fans beratnya..
tapi tembok jung terlalu tinggi dan tebal untuk digapai” ucap karam
sedih
“dia baik- baik saja, dan barusaja menyelesaikan kuliahnya
dan direncanakan akan hamil anak ketiga kami” jawab yunho santai
“woahhhh daebak” ucap semua orang yang ada di lift
“apa.. apa ia sudah berbaikan dengan keluarganya?” tanya
karam
TING!
Lift terbuka sebelum yunho menjawab pertanyaan terakhir karam
.
.
“ke- kenapa kau yang datang yunho?” yunho mengendikkan
bahunya
“jaejoongku sibuk mengurus anakku seunghyun ah.. bagaimana
mungkin dia sempat menemuimu” ucap yunho santain” dan sebagai gantinya aku
membawa jaejoong junior” yunho mengacak rambut changmin karena gemas
“yah.. kau aishh!!” seunghyun berdecak kesal
“sudahlah .. mari kita
nikmati saja makan siang yang telat ini” ucap seunghyun santai
“siapa namamu nak?” seunghyun mengacak rambut changmin dan
changmin malah memicingkan matanya
“dia tidak suka kepalanya dipegang orang lain” seunghyun
mengangguk
“yah! Bukankah kau tadi juga memegang kepalanya!” protes
seunghyun
“aku appanya, dan kau orang lain”
“ahjussi.. aku tidak suka padamu” ucap changmin santai
“m-mwoh?!” kaget seunghyun
“kau menjadi orang jahat dimatanya, kedua putraku memiliki
insting yang kuat untuk orang- orang sepertimu maksudku orang- orang yang
menyukai dalam arti cinta begitu juga denganku saat ada yeoja yang seperti itu
mereka akan bereaksi sama”
“mwoya! Kau pasti yang mengajari mereka yunho ah” yunho
mengendikkan bahunya
“molla.. mereka bahkan pernah membuat seorang yeoja berteriak
histeris karena kejahilan mereka aishh jika aku ingat kejadian itu membuatku
tertawa” yunho membayangkan ahra berteriak histeris saat anak- anaknya
meletakkan laba- laba di belahan payudara ahra
“dia sangat mirip denganmu, pasti dia juga menuruni sifat
posesif dan mesummu” yunho tertawa mendengar bisikan seunghyun
“molla .. kurasa begitu” jawab yunho santai ia makan makannannya
sesekali membersihkan remehan di mulut changmin
“aigooo.. kau masih sangat muda untuk memiliki dua anak”
geurutu seunghyun
“aku tidak menyesal” yunho mengunyah kasar makanannya
“sangat terlihat dari bagaimana sikapmu” cuek seunghyun
diangguki yunho
“appa.. min mau ice cleam” yunho mengangguk dan memanggil
pelayan
“jja.. pilih mana yang kau mau”
“uhm.. ahjussi aku mau ini, ini dan ini” pelayan itu
mencatatnya dan segera kembali dengan tiga cup besar ice cream pesanan changmin
“kau tau, rasanya dipanggil appa diusia muda sangat
menyenangkan seunghyun ah” yunho mendekatkan kursi changmin agar lebih mudah
memakan ice creamnya
“apa dia akan memakan semuanya?” tanya seunghyun
“ne.. semuanya” keduanya memandang changmin dengan lahap
memakan ice cream
“appa.. aaaaa” changmin menyodorkan ice cream di sendok dan
menyuapkannya ke yunho
“otte? Enak?” tanya changmin pada appanya
“ne ..”
“jung.. kau membuatku iri” ucap seunghyun
“sudah seharusnya kau iri denganku, jadi jangan mencoba
mengusik kehidupanku seunghyun ah.. aku hanya mengingatkan, jung lebih kejam
daripada yang lainnya”
“sudah selesai appa” changmin mengelap tangannya dengan tisu
“jja kita pulang, gomawo ne seunghyun ah.. senang makan siang
denganmu” seunghyun nampak melongo mendengar ucapan yunho
“apa dia baru saja mengejekku?” tanya seunghyun pada dirinya
sendiri
.
.
“appa pulang..” teriak yunho saat ia sudah sampai dirumah
dari arah berlawanan kaki kecil kibum berlari kearahnya dan
Bruk
“appa.. bogoshipo.” Yunho tertawa dan menggendong anaknya itu
“yah..bummie, kan baru tadi siang appa meninggalkanmu. Dimana
umma?” kibum menunjuk kearah dapur
“jja kita kesana” yunho menggendong keduanya changmin di
kanan dan kibum di kiri tangannya
“eoh bear.. kau sudah pulang?” yunho mengangguk dan
meletakkan kibum di kursi di pantry begitu juga changmin
“aku mau mandi dulu boo, awasi mereka juga ne” jaejoong
mengangguk dan yunho segera melesat menuju kamar mereka
“kau sudah mandi minnie?” tanya jaejoong
“ne, tadi appa memandikan min di kantor” jawab changmin “umma..
aku dan appa tadi siang beltemu dengan ahjussi yang pelnah beltemu kita dilumah
halmoni” jaejoong menaikkan sebelah alisnya
“yang mana hyung?” tanya kibum
“yang kita makan malam dilumahnya” kibum mengingat ingat
“maksudmu seunghyun ahjussi?” tanya jaejoong diangguki
changmin dengan antusias dalam hati jaejoong tertawa pasti yunho menemui
seunghyun saat melihat pesan di ponselnya
.
.
“bear..” panggil jaejoong
“hmm..” gumam yunho mereka berpelukan dengan selimut
tersampir di tubuh telanjang mereka
Jaejoong membalik tubuhnya hingga mereka berhadapan “bear,
aku hamil lagi” jaejoong memperhatikan ekspresi yunho yang masih memejamkan
mata sambil memeluknya
“uhm .. syukurlah jika kau hamil lagi boo.. berarti kita akan
memiliki tiga anak” yunho mencium kening jaejoong sayang
“kenapa kau tidak seantusias saat aku hamil minnie dan
bummie” bibir jaejoong mengrucut sebal membuat yunho terkekeh
“kapan kau memeriksanya boo?” tanya yunho
“tadi pagi bear” yunho mengangguk dan mendekap erat boojaenya
“baiklah besok kita akan memeriksakannya ke dokter” jaejoong
mengangguk dan jatuh tertidur di dekapan suaminya
“aku tidak ingin sesuatu buruk terjadi padamu boo” gumam
yunho diciumnya kening istrinya dengan lembut
.
.
Yunho dan jaejoong sampai di spesialis kandungan ‘dokter kim
kibum’ nama yang tercetak di atas pintu bercat putih itu
“bayi kalian sehat, mereka berusia dua bulan apa kau tidak
merasa mual- mual jaejoong ssi?” tanya kibum
“aniyo, dia sangat berbeda dari kehamilan sebelumku dokter”
jawab jaejoong
“apa itu berbahaya dokter kim?” dokter kim tersenyum
mendengar pertanyaan yunho
“aniyo.. gejala setiap orang hamil berbeda- beda mr.jung”
yunho mengangguk
“tapi-..” yunho dan jaejoong memandang dokter kim dengan
cemas “kurasa, kehamilan kedua anda sedikit beresiko jaejoong ssi” yunho
menatap datar dokter yang dulu menangani boojaenya saat hamil changmin dan
kibum
“apa ini membahayakan jika diteruskan dokter kim?” jaejoong
memandang kaget suara yunho yang berubah datar
“ne.. kurasa sangat berbahaya bagi nyonya jung juga bayinya”
ucap dokter kim hati – hati
Jaejoong membekap mulutnya tanpa sadar tangan satunya meremas
tangan yunho
“lalu.. lalu apa nyang harus dilakukan dokter kim?” tanya
jaejoong
“sayang sekali kita harus menggugurkannya nyonya jung, demi
keselamatan anda” air mata jaejoong menetes tanpa diminta yunho segera mendekap
istrinya
“andwee! Aku akan mempertahankannya tidak perduli jika itu
membahayakanku dokter kim” jawab jaejoong membuat yunho geram
“boo! Jangan keras kepala! Ini membahayakanmu aku tidak akan
mengijinkanmu mempertahankannya!” ucap yunho tegas membuat mata jaejoong
memicing
“ani! Aku ingin mempertahankannya tidak perduli apapun dia
anak kita bear!” ucap jaejoong bersikeras membuat yunho mendesah frustasi
“baiklah.. silahkan menetukannya dan hubungi saya jika kalian
sudah mendapat keputusan yang kalian ambil” ucap dokter kim sabar ia mengerti
kekalutan yang di hadapi pasiennya
BRAK!!
Jaejoong membanting pintu mobil dengan keras membuat yunho
menghela nafas untuk kesekian kalinya jaejoong mendiamkannya sepanjang
perjalanan
“aku harus bagaimana?” tanya yunho entah pada siapa ia
menjambak rambutnya frustasi ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah
dengan rambut acak – acakan tidak seperti jung yunho seperti biasanya
“anda tidak apa- apa tuan muda?” tanya ahjumma kang kepala
pelayan yang mengasuhnya dari kecil
“tidak apa – apa ahjumma, jangan kawatir” yunho mencoba
memaksakan senyumnya
“semua akan baik – baik saja nak, kau harus menenangkan diri
dan ambil keputusan terbaik” ahjumma kang menepuk pundak yunho dan segera
berlalu
“ne aku harus menangkan diri” yunho memijit pelipisnya pusing
“appa!” teriak kibum dari arah taman belakang
Yunho melangkahkan kakinya melihat kedua anaknya sedang
berenang di kolam renang yang dibuat khusus untuk mereka karena tingginya hanya
sedada changmin dan kibum “wah.. kalian bersenang – senang tanpa appa eoh?”
keduanya terkikik
“kajja main appa” seru changmin ia memasukkan segala mainan
karet yang ada di pinggir kolam “bummie mereka berenang bersama kita” kibum
ikut menggerakkan mainan bebek karet milik changmin
“jja anak – anak umma buatkan jus jeruk” seru jaejoong
membuat yunho menoleh jaejoong nampak sangat bahagia berbanding terbalik dengan
suasana hati yunho yang sedang kalut
“appa akan ganti baju dulu, tunggu appa ne” keduanya berseru
senang
Yunho sudah berganti pakaian mengenakan celana renang tubuh
tegap dan berototnya terkespose ia mendekati jaejoong yang sedang duduk di
kursi di dekat kolam renang mengamati kedua anaknya
“kau akan mendiamkanku terus seperti ini boo?” jaejoong
bergeming saat yunho meraih tangannya “mhianeyo .. aku akan menuruti segalanya
yang kau mau boo, tapi-..” jaejoong memandang tajam yunho dan menyahut memotong
perkataan yunho
“aku mau bayi ini” yunho menghela nafas
“boo.. bukan aku tidak mau mempertahankannya bagaimanapun dia
anak kita, tapi aku tidak mau dia membahayakanmu boo” yunho berucap melas tapi
jaejoong tetap keras kepala terhadap keputusannya
“aku ingin dia lahir bear” jaejoong menumpahkan sesak di
dadanya “ aku yakin bisa bertahan aku dan juga uri aegya” jaejoong meraih
tangan yunho kearah perutnya yang sedikit menonjol
“bear ottoke? Kau mengijinkanku kan?
“baiklah.. aku mengijinkanmu boo bertahan, tapi” jaejoong
senang mendengar keputusan yunho dan
mengusap air matanya
“jinja?” mata jaejoong berbinar senang saat yunho mengangguk
sekilas
“tapi .. jika sesuatu hal kecil terjadi, aku tidak akan
membiarkannya mebahayakanmu boo” jaejoong mengangguk dan memeluk suaminya ia
berjanji akan berhati – hati menjada babynya
“umma , appa .. jja turun” ajak changmin membuat yunho
melepaskan pelukan istrinya dan beranjak menuju kedua anaknya yang sedang
barmain
“umma akan berhati- hati menjagamu aegya, appamu yang keras
kepala kalah sama umma” jaejoong mengusap perutnya sambil terkikik
tbc
Tidak ada komentar:
Posting Komentar