Minggu, 19 Maret 2017

My life belong to you Chapter 9



Title     : My life belong to you
Genre    : family
Length   : -
Rate     : M
Main cast : YUNJAE, etc

Chapter 9
Triiing
Ponsel jaejoong di dalam sakunya berbunyi ia menduga pasti dari seunghyun
‘jaejoongie? Kau akan datang kan?’
yunho mendengus dan mengetik balasan untuk seunghyun
‘ne aku akan datang ^^’
‘oke, aku menunggumu:*’
Yunho melotot melihat balasan seunghyun
“sialan, dia ingin mendekati boojae!” yunho tertawa mengejek
“appa.. sedang bicala dengan siapa?” tanya changmin bingung
“ah appa sedang latian berpidato minnie” yunho berucap konyol dan changmin dengan polosnya mengangguk
“kajja minnie, ikut appa memberi pelajaran pada seseorang” yunho berucap ceria
“appa.. yang mengajal kan gulu? Memangnya appa seolang gulu?” yunho tertawa
“aniyo.. orang ini berniat jahat minnie” changmin mengangguk ia bersidekap dan menyatukan alisnya di gendongan yunho membuat yunho gemas
Yunho akan menaiki lift khusus tapi changmin meregek meminta menaiki lift umum membuat yunho melotot
“appa.. aku ingin naik lift itu” yunho mengikuti telunjuk changmin dilihatnya lift yang penuh dengan sesak
“liftnya penuh minnie” ucap yunho sabar
“aniyoo.. min ingin naik itu” dengan menghela nafas ia menuju lift umum semua yang melihatnya membuangkuk hormat
“lee ha myung ssi, bisakah aku naik lift ini” tanya yunho
“t-tapi ini lift umum presdir? B-bagaimana bisa anda ingin naik lift ini” gugup ahjussi itu
“aku tidak ingin naik ahjussi, anakku yang menginginkannya” jawab yunho
“wahh keinginan tuan muda aneh sekali ne” gumam ahjussi itu tanpa sadar
“ne silahkan masuk” yunho masuk ke dalam lift dengan menggendong changmin membuat para penghuni lift terpesona akan ketampanan presdir jung yang begitu tersohor
“ahjumma .. hidung ahjumma beldalah tuh” changmin memberikan tisu pada ahjumma di belakangnya yang sedang mimisan
“gomawoyo tuan muda” changmin mengangguk dan tersenyum
“apa lift kita selalu penuh seperti ini?” tanya yunho membuat semua orang berebut menjawab
“lift akan sibuk jika jam kerja yunho sunbae” ujar salah satu namja mungil membuat semua orang menoleh
“mwo? Kau memanggilku apa?” tanya yunho
“yunho sunbae, kau tidak ingat siapa aku sunbae?” tanya karam
“aniyo.. mhiane” jawab yunho sopan
“ah kau mengatakan aku mirip dengan istrimu jung jaejoong” yunho menolehkan kepalanya lagi
“minnie.. apa dia mirip dengan ummamu?” tanya yunho pada changmin
“aniyo.. ummaku hanya ada satu dan itu jung jaejoong” seluruh penghuni lift tertawa melihat kelucuan anak presdir mereka
“apa kau yang mengaku fans jaejoong itu?” tanya yunho tiba – tiba
“ne .. ne .. itu aku sunbae” yunho mengangguk – angguk ia sedikit ingat stalkler yang selalu di keluhkan jaejoong
“ohh aku sedikit ingat kalau begitu” jawab yunho santai
“apa jaejoong baik- baik saja, apa dia sudah lulus kuliah?” tanya karam lagi
“kenapa bertanya? Bukankah kau fans beratnya” canda yunho
“ne aku fans beratnya..  tapi tembok jung terlalu tinggi dan tebal untuk digapai” ucap karam sedih
“dia baik- baik saja, dan barusaja menyelesaikan kuliahnya dan direncanakan akan hamil anak ketiga kami” jawab yunho santai
“woahhhh daebak” ucap semua orang yang ada di lift
“apa.. apa ia sudah berbaikan dengan keluarganya?” tanya karam
TING!
Lift terbuka sebelum yunho menjawab pertanyaan terakhir karam
.
.
“ke- kenapa kau yang datang yunho?” yunho mengendikkan bahunya
“jaejoongku sibuk mengurus anakku seunghyun ah.. bagaimana mungkin dia sempat menemuimu” ucap yunho santain” dan sebagai gantinya aku membawa jaejoong junior” yunho mengacak rambut changmin karena gemas
“yah.. kau aishh!!” seunghyun berdecak kesal
“sudahlah ..  mari kita nikmati saja makan siang yang telat ini” ucap seunghyun santai
“siapa namamu nak?” seunghyun mengacak rambut changmin dan changmin malah memicingkan matanya
“dia tidak suka kepalanya dipegang orang lain” seunghyun mengangguk
“yah! Bukankah kau tadi juga memegang kepalanya!” protes seunghyun
“aku appanya, dan kau orang lain”
“ahjussi.. aku tidak suka padamu” ucap changmin santai
“m-mwoh?!” kaget seunghyun
“kau menjadi orang jahat dimatanya, kedua putraku memiliki insting yang kuat untuk orang- orang sepertimu maksudku orang- orang yang menyukai dalam arti cinta begitu juga denganku saat ada yeoja yang seperti itu mereka akan bereaksi sama”
“mwoya! Kau pasti yang mengajari mereka yunho ah” yunho mengendikkan bahunya
“molla.. mereka bahkan pernah membuat seorang yeoja berteriak histeris karena kejahilan mereka aishh jika aku ingat kejadian itu membuatku tertawa” yunho membayangkan ahra berteriak histeris saat anak- anaknya meletakkan laba- laba di belahan payudara ahra
“dia sangat mirip denganmu, pasti dia juga menuruni sifat posesif dan mesummu” yunho tertawa mendengar bisikan seunghyun
“molla .. kurasa begitu” jawab yunho santai ia makan makannannya sesekali membersihkan remehan di mulut changmin
“aigooo.. kau masih sangat muda untuk memiliki dua anak” geurutu seunghyun
“aku tidak menyesal” yunho mengunyah kasar makanannya
“sangat terlihat dari bagaimana sikapmu” cuek seunghyun diangguki yunho
“appa.. min mau ice cleam” yunho mengangguk dan memanggil pelayan
“jja.. pilih mana yang kau mau”
“uhm.. ahjussi aku mau ini, ini dan ini” pelayan itu mencatatnya dan segera kembali dengan tiga cup besar ice cream pesanan changmin
“kau tau, rasanya dipanggil appa diusia muda sangat menyenangkan seunghyun ah” yunho mendekatkan kursi changmin agar lebih mudah memakan ice creamnya
“apa dia akan memakan semuanya?” tanya seunghyun
“ne.. semuanya” keduanya memandang changmin dengan lahap memakan ice cream
“appa.. aaaaa” changmin menyodorkan ice cream di sendok dan menyuapkannya ke yunho
“otte? Enak?” tanya changmin pada appanya
“ne ..”
“jung.. kau membuatku iri” ucap seunghyun
“sudah seharusnya kau iri denganku, jadi jangan mencoba mengusik kehidupanku seunghyun ah.. aku hanya mengingatkan, jung lebih kejam daripada yang lainnya”
“sudah selesai appa” changmin mengelap tangannya dengan tisu
“jja kita pulang, gomawo ne seunghyun ah.. senang makan siang denganmu” seunghyun nampak melongo mendengar ucapan yunho
“apa dia baru saja mengejekku?” tanya seunghyun pada dirinya sendiri
.
.
“appa pulang..” teriak yunho saat ia sudah sampai dirumah dari arah berlawanan kaki kecil kibum berlari kearahnya dan
Bruk
“appa.. bogoshipo.” Yunho tertawa dan menggendong anaknya itu
“yah..bummie, kan baru tadi siang appa meninggalkanmu. Dimana umma?” kibum menunjuk kearah dapur
“jja kita kesana” yunho menggendong keduanya changmin di kanan dan kibum di kiri tangannya
“eoh bear.. kau sudah pulang?” yunho mengangguk dan meletakkan kibum di kursi di pantry begitu juga changmin
“aku mau mandi dulu boo, awasi mereka juga ne” jaejoong mengangguk dan yunho segera melesat menuju kamar mereka
“kau sudah mandi minnie?” tanya jaejoong
“ne, tadi appa memandikan min di kantor” jawab changmin “umma.. aku dan appa tadi siang beltemu dengan ahjussi yang pelnah beltemu kita dilumah halmoni” jaejoong menaikkan sebelah alisnya
“yang mana hyung?” tanya kibum
“yang kita makan malam dilumahnya” kibum mengingat ingat
“maksudmu seunghyun ahjussi?” tanya jaejoong diangguki changmin dengan antusias dalam hati jaejoong tertawa pasti yunho menemui seunghyun saat melihat pesan di ponselnya
.
.
“bear..” panggil jaejoong
“hmm..” gumam yunho mereka berpelukan dengan selimut tersampir di tubuh telanjang mereka
Jaejoong membalik tubuhnya hingga mereka berhadapan “bear, aku hamil lagi” jaejoong memperhatikan ekspresi yunho yang masih memejamkan mata sambil memeluknya
“uhm .. syukurlah jika kau hamil lagi boo.. berarti kita akan memiliki tiga anak” yunho mencium kening jaejoong sayang
“kenapa kau tidak seantusias saat aku hamil minnie dan bummie” bibir jaejoong mengrucut sebal membuat yunho terkekeh
“kapan kau memeriksanya boo?” tanya yunho
“tadi pagi bear” yunho mengangguk dan mendekap erat boojaenya
“baiklah besok kita akan memeriksakannya ke dokter” jaejoong mengangguk dan jatuh tertidur di dekapan suaminya
“aku tidak ingin sesuatu buruk terjadi padamu boo” gumam yunho diciumnya kening istrinya dengan lembut
.
.
Yunho dan jaejoong sampai di spesialis kandungan ‘dokter kim kibum’ nama yang tercetak di atas pintu bercat putih itu
“bayi kalian sehat, mereka berusia dua bulan apa kau tidak merasa mual- mual jaejoong ssi?” tanya kibum
“aniyo, dia sangat berbeda dari kehamilan sebelumku dokter” jawab jaejoong
“apa itu berbahaya dokter kim?” dokter kim tersenyum mendengar pertanyaan yunho
“aniyo.. gejala setiap orang hamil berbeda- beda mr.jung” yunho mengangguk
“tapi-..” yunho dan jaejoong memandang dokter kim dengan cemas “kurasa, kehamilan kedua anda sedikit beresiko jaejoong ssi” yunho menatap datar dokter yang dulu menangani boojaenya saat hamil changmin dan kibum
“apa ini membahayakan jika diteruskan dokter kim?” jaejoong memandang kaget suara yunho yang berubah datar
“ne.. kurasa sangat berbahaya bagi nyonya jung juga bayinya” ucap dokter kim hati – hati
Jaejoong membekap mulutnya tanpa sadar tangan satunya meremas tangan yunho
“lalu.. lalu apa nyang harus dilakukan dokter kim?” tanya jaejoong
“sayang sekali kita harus menggugurkannya nyonya jung, demi keselamatan anda” air mata jaejoong menetes tanpa diminta yunho segera mendekap istrinya
“andwee! Aku akan mempertahankannya tidak perduli jika itu membahayakanku dokter kim” jawab jaejoong membuat yunho geram
“boo! Jangan keras kepala! Ini membahayakanmu aku tidak akan mengijinkanmu mempertahankannya!” ucap yunho tegas membuat mata jaejoong memicing
“ani! Aku ingin mempertahankannya tidak perduli apapun dia anak kita bear!” ucap jaejoong bersikeras membuat yunho mendesah frustasi
“baiklah.. silahkan menetukannya dan hubungi saya jika kalian sudah mendapat keputusan yang kalian ambil” ucap dokter kim sabar ia mengerti kekalutan yang di hadapi pasiennya


BRAK!!
Jaejoong membanting pintu mobil dengan keras membuat yunho menghela nafas untuk kesekian kalinya jaejoong mendiamkannya sepanjang perjalanan
“aku harus bagaimana?” tanya yunho entah pada siapa ia menjambak rambutnya frustasi ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah dengan rambut acak – acakan tidak seperti jung yunho seperti biasanya
“anda tidak apa- apa tuan muda?” tanya ahjumma kang kepala pelayan yang mengasuhnya dari kecil
“tidak apa – apa ahjumma, jangan kawatir” yunho mencoba memaksakan senyumnya
“semua akan baik – baik saja nak, kau harus menenangkan diri dan ambil keputusan terbaik” ahjumma kang menepuk pundak yunho dan segera berlalu
“ne aku harus menangkan diri” yunho memijit pelipisnya pusing
“appa!” teriak kibum dari arah taman belakang
Yunho melangkahkan kakinya melihat kedua anaknya sedang berenang di kolam renang yang dibuat khusus untuk mereka karena tingginya hanya sedada changmin dan kibum “wah.. kalian bersenang – senang tanpa appa eoh?” keduanya terkikik
“kajja main appa” seru changmin ia memasukkan segala mainan karet yang ada di pinggir kolam “bummie mereka berenang bersama kita” kibum ikut menggerakkan mainan bebek karet milik changmin
“jja anak – anak umma buatkan jus jeruk” seru jaejoong membuat yunho menoleh jaejoong nampak sangat bahagia berbanding terbalik dengan suasana hati yunho yang sedang kalut
“appa akan ganti baju dulu, tunggu appa ne” keduanya berseru senang
Yunho sudah berganti pakaian mengenakan celana renang tubuh tegap dan berototnya terkespose ia mendekati jaejoong yang sedang duduk di kursi di dekat kolam renang mengamati kedua anaknya
“kau akan mendiamkanku terus seperti ini boo?” jaejoong bergeming saat yunho meraih tangannya “mhianeyo .. aku akan menuruti segalanya yang kau mau boo, tapi-..” jaejoong memandang tajam yunho dan menyahut memotong perkataan yunho
“aku mau bayi ini” yunho menghela nafas
“boo.. bukan aku tidak mau mempertahankannya bagaimanapun dia anak kita, tapi aku tidak mau dia membahayakanmu boo” yunho berucap melas tapi jaejoong tetap keras kepala terhadap keputusannya
“aku ingin dia lahir bear” jaejoong menumpahkan sesak di dadanya “ aku yakin bisa bertahan aku dan juga uri aegya” jaejoong meraih tangan yunho kearah perutnya yang sedikit menonjol
“bear ottoke? Kau mengijinkanku kan?
“baiklah.. aku mengijinkanmu boo bertahan, tapi” jaejoong senang  mendengar keputusan yunho dan mengusap air matanya
“jinja?” mata jaejoong berbinar senang saat yunho mengangguk sekilas
“tapi .. jika sesuatu hal kecil terjadi, aku tidak akan membiarkannya mebahayakanmu boo” jaejoong mengangguk dan memeluk suaminya ia berjanji akan berhati – hati menjada babynya
“umma , appa .. jja turun” ajak changmin membuat yunho melepaskan pelukan istrinya dan beranjak menuju kedua anaknya yang sedang barmain
“umma akan berhati- hati menjagamu aegya, appamu yang keras kepala kalah sama umma” jaejoong mengusap perutnya sambil terkikik



tbc

Tidak ada komentar:

Posting Komentar