Title : My Virgin
Genre :
romance, NC21, GS
Length : -
Rate :
M
Main cast : yunjae etc.
Chapter 1
Kim jaejoong
tak pernah membayangkan hidupnya kan sehancur ini dia terjebak dalam dunia
seorang jung yunho seorang CEO JUNG GROUP yang dipenuhi kemewahan yang nyatanya
adalah pria yang sangat kejam yang pernah ia kenal, seumur hidupnya ia tak
pernah di paksa melakukan hal se kotor ini appanya selalu memanjakannya
perusahaan appanya bukan perusahaan kecil namun jika di bandingkan dengan jung
group perusahaannya jauh lebih kecil tapi dibalik itu ia tak pernah kekurangan
sesuatu apapun hingga suatu saat ia berjumpa dengan rekan kerja appanya
Ceklek.
Dengan dress
mereah selutut dan high heelsnya ia melangkah santai menuju ruang kerja appanya
wanita cantik berusia 20 tahun itu nampak sangat berkelas juga sangat cantik
wajahnya putih mulus dengan riasan sederhana namun mampu menampilkan sisi
seorang kim jaejoong yang sangat luar biasa cantik tuhuh moleknya dibalut
dengan apik siapa saja yang berpapasan telah mengenal sosok kim jaejoong yang
sangat ramah, polos dan juga ceria
ceklek
“anyeooong
appa..” kepala jaejoong sedikit menyembul melihat ke dalam appanya sedang sibuk
dengan dokumennya
“eoh..
anyeoong joongie, kau kemari ingin mencari appa atau ingin minta uang untuk
berlibur eoh?” jaejoong mengrucutkan bibirnya
“appa.. aku
benar – benar ingin mencarimu, kita sangat jarang bertemu eoh” rengek jaejoong
“tentu saja,
appa sedang mempersiapkan diri menangani proyek besar dengan jung goup juga
dengan choi corp joongie, appa harus melakukan yang terbaik ini akan menjadi
luar biasa jika kita bisa bekerja sama dengan jung group karena- ” kim
hyunjoong memandang anaknya
“karena apa
appa? Jangan membuatku penasaran”
“perusahaan
kita sedang mengalami krisis jadi.. sebisa mungkin kita harus bekerja sama
sebaik mungkin agar perusahaan tidak mengalami kebangkrutan” jaejoong mentap kosong
mendengar penuturan appanya
“apa aku
bisa membantumu appa? Aku ingin melakukan sesuatu agar bisa membantu appa” air
mata jaejoong jatuh tanpa diminta
Diusapnya
air mata yang terjatuh dari pipi putrinya satu – satunya hartnya yang paling
berharga “kau harus selalu tersenyum joongie.. karena appa akan selalu merasa
semangat jika kau tersenyum” diusaknya rambut putrinya yang amat sangat di
sayanginya
“appa..”
jaejoong bangkit dan memeluk appanya dengan erat
“kau sudah
tumbuh sebesar ini joongie, umma mu di surga pasti bangga melihatmu menjadi
putri appa yang paling cantik dan baik di dunia ini”
“kau
berlebihan appa hiks” jaejoong mengusap air matanya yang terjatuh tanpa diminta
“appa sebentar lagi akan rapat dengan choi
corp, tapi appa juga ada undangan makan malam dengan CEO jung group joongie..
bisakah kau mewakili appa bertemu dengannya” jaejoong tersenyum dan mengangguk
“ne appa”
Jaejoong
melangkahkan kakinya menuju tempat yang di gunakan untuk makan malam yang
ternyata adalah mension seorang jung yunho bangunan yang sangat megah dengan
interior yang luar biasa memanjakan mata
“apa anda
tamu tuan jung nona?” jaejoong mengangguk dengan ragu
“mari
silahkan tuan jung sudah menunggu anda nona” jaejoong berjalan menuju ke dalam
rumah yang nyatanya membuat batinnnya berdecak kagum rumah yang pernah di
beritakan bernilai fantastis memang benar adanya
“anyeoong
haseyo kim jaejoong imnida” jaejoong sedikit membungkuk dengan sopan
“ne,
silahkan duduk jaejoong ssi” yunho memandang intens wanita di depannya
“maafkan
appa saya karena beliau tidak bisa menghadiri undangan anda yunho ssi” jaejoong
berkata dengan sopan membuat yunho tersenyum sangat tampan hingga membuat pipi
jaejoong bersemu merah
“jangan
terlalu formal padaku joongie.. boleh aku memanggil begitu?” jaejoong memandang
terkejut lalu terkekeh pelan
“anda sangat
ramah yunho ssi,anda boleh memanggil seperti itu”
Hingga makan
malam selesai mereka berbincang hingga dua jam berlalu ..
“maaf, saya
harus pulang yunho ssi”
“aku akan
mengantarmu joongie” yunho menunjukkan kunci mobil yang di pegangnya
Dalam
perjalanan jaejoong memandang keluar jendela mobil ia terlalu bingung untuk
membicarakan topik yang cocok dengan seorang CEO seperti yunho
“apa kau
mempunyai kekasih joongie?” tanya yunho
“aniyo,
appaku tidak mengizinkan aku berpacaran” jawab jaejoong jujur membuat yunho
tergelak
“wah.. apa
kau selalu menuruti kata appamu eoh?” goda yunho
“tentu saja,
dia satu – satunya yang ada di dunia ini.. seorang appa yang hebat” yunho
mengusak pelan rambut jaejoong
“apa kau
memiliki seseorang yang kau sukai?” tanya yunho lagi
“aniyo.. aku
tidak pernah berkencan aku selalu menolak pria yang mendekatiku karena aku
masih belum mau melanggar apa perintah appa” jaejoong meringis
“wahh kau
sangat imut” keduanya tertawa pelan
mencairkan suasana
Hingga saat
dua minggu berlalu mereka harus mengadakan meeting yunho mengajak jaejoong
untuk meeting di rumahnya
“kita bisa
bertemu diluar kenapa anda minta rapat di mension anda yunho ssi”
“apa appamu
tidak memberitahumu bahwa proyek ini sangat penting bagi perusahaanmu joongie?”
jaejoong mengangguk
“ne, appa
pernah memberitahuku bahwa proyek ini sangat penting bagi perusahaan” yunho
lagi – lagi menatap intens jaejoong
“kau tau aku
tidak pernah semudah itu setuju menyetujui proyek asalkan kau bisa memenuhi
syarat yang kuberikan aku akan memberikan lebih dari yang appamu minta”
Jaejoong
memadang bingung yunho “apa maksudmu yunho ssi?”
“jika kau
mau tidur denganku kau akan mendapatkan segalanya bahkan aku bisa dengan mudah
menyelamatkan perusahaan appamu joongie” yunho berkata santai sambil memainkan
wine yang ada di tangannya
Jaejoong
menggenggam erat roknya hingga kusut “aku tidak setuju yunho ssi! Pasti appaku
juga akan melakukan hal yang sama! Permisi” jaejoong bangkit dan berlalu
membuat yunho tertawa
“kita lihat
apa kau akan bisa bertahan dengan kesombonganmu itu joongie”
Esoknya ia
sedang sarapan dengan appanya berdua jaejoong lebih diam dari hari biasanya penampilannya
juga tidak seperti biasanya dia masih memakai piama tidurnya dan juga rambut
yang di gulung keatas menampakkan leher jenjangnya yang mulus semalam ia banyak
berfikir untuk menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya
“appa..”
cicit jaejoong
“wae? Kau
ingin berbicara sesuatu?”
“apa proyek
appa dengan choi corp berjalan lancar? Dan bagaimana jika kita hanya bekerja
sama dengan choi corp tanpa jung group?” Tanya jaejoong cepat membuat appa kim
menatap bingung anaknya
“haaah..
choi corp menerapkan system yang sangat kolot membuat segalanya jadi rumit dan
jika hanya bekerja sama dengan choi corp tidak akan bisa menutup semua biaya
pinjaman yang kita pinjam di bank joongie jika bukan karena appa sedang dalam
kondisi sulit appa tidak akan mau bekerja sama dengan choi corp” jaejoong
menggigit bibirnya pelan mendengar apa yang dikatakan appanya
“dan jika
kita bisa bekerja sama dengan jung group kita tidak perlu lagi bekerja sama
dengan choi corp” lanjut appa kim
“jadi begitu
ya appa”
“ne.. kenapa
bertanya seperti itu joongie?”
“ah. Aku
hanya ingin tau appa.. semoga jung group menyetujui proyek ini” jaejoong
mendadak tidak berselera memakan sarapannya
“appa akan
berangkat dulu ne joongie..” appa kim akan beranjak dari pintu keluar
“appa”
jaejoong memeluk appanya dengan erat “aku sangat menyayangimu appa”
“ne .. aku
tau” appa kim menuju mobilnya dan jaejoong segera masuk ke dalam rumah
Dengan
langkah pelan jaejoong melangkah menuju mension jung ia memberanikan diri untuk
menemui jung yunho
“wahh lihatlah
.. siapa yang datang” sambut yunho membuat jaejoong mendengus
“aku- aku
ingin membicarakan sesuatu dengamu yunho ssi” jaejoong berucap datar membuat
yunho tertawa pria itu mengenakan sweeter abu abu dipadu dengan celana santai
berwarna hitam duduk di sofa dengan nyaman
“ne
duduklah”
“ak-aku
ingin memenuhi syaratmu yunho ssi” kata jaejoong ragu
“syarat yang
mana maksudmu joongie?” goda yunho membuat jaejoong mendengus
“syarat
untuk.. untuk t-tidur dengamu yunho ssi” jaejoong sangat berat mengatakannya hatinya
merasa tercabik ia menggadaikan harga dirinya
“ah itu
syarat yang kuajukan beberapa hari yang lalu sekarang syaratku sudah berubah..
ottoke?” jaejoong meremat dress putihnya
Jaejoong
mendesis matanya menatap tajam yunho “lalu apa syarat yang kau inginkan?”
“aku ingin
kau tidur denganku dan menjadi istriku, aku tidak akan mengatakan kepada appamu
tentang pengorbananmu ini aku akan mengatakan jika kita saling mencintai dengan
begitu appamu tidak akan memikirkan anak kesayangannya harus berkorban demi
dirinya.. bagaimana?”
“KAU! Sangat
licik” jaejoong berucap emosi
“yes or no?”
yunho mengendikkan bahunya acuh melihat emosi jaejoong
“kau sangat cantik joongie” yunho mengelus
pipi putih mulus jaejoong
dengan pelan
tangannya menyingkap dress putih itu hingga lengan mulus jaejoong terbuka
diciumnya bibir kissable jaejoong yang sudah di dambakannya sejak pertama kali
bertemu jaejoong menutup matanya rapat ia merasakan bibir hati yunho menciumnya
dengan dalam tidak lupa tangan nakal yunho melepas dressnya keseluruhan dan
membuangnya asal hingga tubuhnya di terpa hawa dingin AC kamar yunho yang di
tutupi korden merah maroon hingga menciptakan suasana remang
tangan yunho
terus bergerliya hingga payudara kirinya mecuat dari bra yang di pakainya bibir
hati itu turun ke payudara dengan niple pink itu tangan kiri yunho yunho turun
menuju lubang hangatnya yang masih tertutupi celanan dalam
“ukh..”
ronta jaejoong saat bagian sensitifnya disentuh yunho dibalik celana dalam
dengan cekatan yunho membuang bra berwarna pink itu dengan cepat hingga
menggantung di lampu di meja nakas
“wah.. sudah
kubayangkan pasti ukurannya besar, kau memang luar biasa joongi” yunho
menangkup kedua payudara jaejoong yang terbebas dan membenamkan kepalanya di
tengah ia bisa melihat tubuh putih mulus jaejoong tanpa tertutupi apapun. Yunho
membaringkan jaejoong dengan pelan dan meciumnya lagi dengan intens membuat
jaejoong terlena
“ah tunggu!
Kau akan terlihat seksi jika dihiasi dengan tali yang membelit tubuhmu yang
seksi ini joongie”
“kau brengsek
jung yunho!” umpat jaejoong tubuhnya tidak bisa di gerakkan karena seluruh
tubuhnya terikat tali yang menonjolkan lekuk tubuh moleknya
“yah.. kau
tidak boleh mengumpat pada calon suamimu joongie” yunho menyesap kulit leher
jaejoong hingga membuat jaejoong mendesah keras
“akhh! Kau !
jika bukan karena appa aku tidak akan disini kau memang brengsek !” yunho
mencengkram rahang jaejoong dan mendesis
“appamu
tunduk di bawah kuasaku chagiya .. kau pun juga begitu, jika tidak bisnis
appamu akan hancur!” yunho menggendong jaejoong ke ranjang dan membaringkannya
tanpa melepas tali yang membelit tubuh jaejoong
“aku sudah
tidak sabar” yunho melepas pakaian yang melekat di tubuhnya hingga ia naked
jaejoong membuang muka kesamping melihat pemandangan yang tak seharusnya
dilihat
Dengan cepat
di dorongnya jaejoong hingga terbaring dan membuka paha jaejoong dengan lebar
matanya berbinar melihat hole jaejoong yang di bukanya dengan kedua tangannya
menarik berlawanan hingga hole mungil itu nampak
“AHHH” desah
jaejoong saat mulut lancang yunho sudah mengulum klitoris jaejoong yang sangat
sensitif jaejoong menggelinjang saat yunho terus mengerjai miliknya tubuhnya
tidak bisa bergerak bebas “ukhh.. yunho brengsekhh ahh!” umpat jaejoong membuat
yunho mendongak menatap jaejoong dan menggigit gemas nipple jaejoong yang
mecuat karena sudah terangsang
“kau akan
selalu mengingat malam ini joongie” yunho tertawa pelan dan tangannya
memasukkan satu jari di hole jaejoong
“akhh!”
ringis jaejoong saat jemari panjang yunho merasukinya
“kau sangat
sempit joongie” bisik yunho membuat jaejoong mendesah saat telinganya secara
sengaja di tiup “baiklah cukup bermainnya aku akan membuatmu mendesah namaku
semalaman, ada yang ingin kau inginkan joongie” yunho bertanya santai tapi
tangannya tidak tinggal diam tetap mengeluar masukkan jarinya dengan tempo
pelan
“ak hah aku
ingin ahh kauuh mengirim pesan pada appa agar ahh ahh aku menginap di rumah
junsu ahh ahh ahh” ucap jaejoong disela desahannya
“baiklah,
aku akan mengabulkannya” yunho bangkit dari hadapan jaejoong dan meraih tas
jaejoong di meja nakas dan mengirim pesan pada appa kim jaejoong yang sangat
malu merapatkan pahanya yang terbuka lebar
‘appa.. aku menginap di rumah junsu’
Yunho
meletakkan ponsel jaejoong di meja nakas dan melanjutkan ke arah jaejoong dan
melebarkan paha jaejoong namun ditahan
“wae? Kau
tidak mau melakukannya?” tanya yunho santai ia menikmati wajah penuh keringat
jaejoong dengan perlahan di bukanya sendiri pahanya
“kenapa
membukanya dengan ragu- ragu lagi pula aku sudah melihatnya tadi” jaejoong
bersemu merah mendengar apa yang dikatakan yunho ia merasa wajahnya di tarik
hingga menghadap yunho dan yunho lagi lagi mendaratkan ciuman intens tanpa
sadar tangan kanan yunho menuntun juniornya menuju hole virgin jaejoong
“akh!”
ringis jaejoong saat kepala junior yunho sudah masuk ke liangnya
“kau hanya
perlu santai, jika kau mengetatkannya kau akan sangat kesakitan” jaejoong
mendengus mendengar nasihat yunho
“kau pasti
sering bercinta dengan wanita yang masih virgin eoh! Dasar maniak” sembur
jaejoong membuat yunho tertawa
“kurasa
begitu aku sudah membobol banyak jadi kau tidak perlu kawatir joongie” canda
yunho membuat jaejoong menatap kesal dan mengigit bahu yunho
“AKH! Kau
orang pertama yang berani meggigitku” yunho tertawa dan melanjutkan memasukkan
juniornya yang masih menggantung di opening hole jaejoong
“ugh!
Sakiit” ringis jaejoong saat yunho memasukkan setengah juniornya dilihatnya
rembesan darah yang menuruni sprey putih milik yunho
BLES!
“AHHHH!”
Seluruh junior yunho sudah masuk keduanya mendesah bersamaan
“hiks!”
jaejoong terisak membuat yunho mentap bingung
“mhiane..
ini sedikit menyakitkan”
“babo! Ini
sangat sakit! Kau pikir juniormu itu berukuran kecil hiks!” air mata jaejoong
bercucuran
“katakan
jika aku sudah boleh bergerak” yunho membernarkan letak kaki jaejoong yang
bergetar menahan sakit di lebarkannya hingga kakinya tertekuk dan mengekspose
junior yunho yang masuk ke dalam vagina jaejoong
“kau bisa
bergerak” ucap jaejoong setelah dia sudah bisa menguasai diri dengan gerakan
pelan yunho memaju mundurkan juniornya jaejoong yang awalnya kesakitan lama –
lama mendesah namanya membuat yunho tersenyum kecil di tengah desahannya karena
junior nya di jepit oleh hole jaejoong hingga keduanya mendesah panjang tanda
kenikmatan telah mereka dapatkan hingga beberapa ronde
Dengan
posisi masih terikat entah jaejoong tidak ingat yunho mengubah gaya bercintanya
terlentang, menungging , menyamping hingga di pangkuannya membuat tangan
jaejoong kebas Jaejoong mendengus kala tangan yunho membangunkannya hingga ia
terduduk dengan posisi mengangkang dan cum yunho yang keluar dari lubangnya
karena terlalu banyak
“sekarang
kau puas eoh!” dengus jaejoong
“of course!
Kau luar biasa” yunho mencium bibir mungil jaejoong yang sudah membengkak dan
mengkilat
“kau harus
ingat janjimu!” yunho mengendikkan bahunya acuh ia mengambil ponsel dan
memotret pemandangan indah jaejoong yang sedang mengangkang dengan di penuhi
cum
“aku tidak
pernah mengingkari janji, kau harus ingat itu joongie” direngkuhnya tubuh lemas
jaejoong yang mengkilat penuh keringat.
‘semoga
dengan ini aku bisa meringankan bebanmu appa’ batin jaejoong air matanya
menetes tanpa diminta
“jangan
menangis. Terima kasih” yunho mengecup jaejoong dan melepaskan ikatan tangan
jaejoong lalu mendekapnya hingga keduanya terlelap
Tbc.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar