Selasa, 14 Maret 2017

My Virgin



Title     : My Virgin
Genre    : romance, NC21, GS
Length   : -               
Rate     : M
Main cast : yunjae etc.


Chapter 1




Kim jaejoong tak pernah membayangkan hidupnya kan sehancur ini dia terjebak dalam dunia seorang jung yunho seorang CEO JUNG GROUP yang dipenuhi kemewahan yang nyatanya adalah pria yang sangat kejam yang pernah ia kenal, seumur hidupnya ia tak pernah di paksa melakukan hal se kotor ini appanya selalu memanjakannya perusahaan appanya bukan perusahaan kecil namun jika di bandingkan dengan jung group perusahaannya jauh lebih kecil tapi dibalik itu ia tak pernah kekurangan sesuatu apapun hingga suatu saat ia berjumpa dengan rekan kerja appanya

Ceklek.
Dengan dress mereah selutut dan high heelsnya ia melangkah santai menuju ruang kerja appanya wanita cantik berusia 20 tahun itu nampak sangat berkelas juga sangat cantik wajahnya putih mulus dengan riasan sederhana namun mampu menampilkan sisi seorang kim jaejoong yang sangat luar biasa cantik tuhuh moleknya dibalut dengan apik siapa saja yang berpapasan telah mengenal sosok kim jaejoong yang sangat ramah, polos dan juga ceria

ceklek

“anyeooong appa..” kepala jaejoong sedikit menyembul melihat ke dalam appanya sedang sibuk dengan dokumennya
“eoh.. anyeoong joongie, kau kemari ingin mencari appa atau ingin minta uang untuk berlibur eoh?” jaejoong mengrucutkan bibirnya
“appa.. aku benar – benar ingin mencarimu, kita sangat jarang bertemu eoh” rengek jaejoong
“tentu saja, appa sedang mempersiapkan diri menangani proyek besar dengan jung goup juga dengan choi corp joongie, appa harus melakukan yang terbaik ini akan menjadi luar biasa jika kita bisa bekerja sama dengan jung group karena- ” kim hyunjoong memandang anaknya
“karena apa appa? Jangan membuatku penasaran”
“perusahaan kita sedang mengalami krisis jadi.. sebisa mungkin kita harus bekerja sama sebaik mungkin agar perusahaan tidak mengalami kebangkrutan” jaejoong mentap kosong mendengar penuturan appanya
“apa aku bisa membantumu appa? Aku ingin melakukan sesuatu agar bisa membantu appa” air mata jaejoong jatuh tanpa diminta
Diusapnya air mata yang terjatuh dari pipi putrinya satu – satunya hartnya yang paling berharga “kau harus selalu tersenyum joongie.. karena appa akan selalu merasa semangat jika kau tersenyum” diusaknya rambut putrinya yang amat sangat di sayanginya
“appa..” jaejoong bangkit dan memeluk appanya dengan erat
“kau sudah tumbuh sebesar ini joongie, umma mu di surga pasti bangga melihatmu menjadi putri appa yang paling cantik dan baik di dunia ini”
“kau berlebihan appa hiks” jaejoong mengusap air matanya yang terjatuh tanpa diminta
 “appa sebentar lagi akan rapat dengan choi corp, tapi appa juga ada undangan makan malam dengan CEO jung group joongie.. bisakah kau mewakili appa bertemu dengannya” jaejoong tersenyum dan mengangguk
“ne appa”

Jaejoong melangkahkan kakinya menuju tempat yang di gunakan untuk makan malam yang ternyata adalah mension seorang jung yunho bangunan yang sangat megah dengan interior yang luar biasa memanjakan mata 

“apa anda tamu tuan jung nona?” jaejoong mengangguk dengan ragu
“mari silahkan tuan jung sudah menunggu anda nona” jaejoong berjalan menuju ke dalam rumah yang nyatanya membuat batinnnya berdecak kagum rumah yang pernah di beritakan bernilai fantastis memang benar adanya
“anyeoong haseyo kim jaejoong imnida” jaejoong sedikit membungkuk dengan sopan
“ne, silahkan duduk jaejoong ssi” yunho memandang intens wanita di depannya
“maafkan appa saya karena beliau tidak bisa menghadiri undangan anda yunho ssi” jaejoong berkata dengan sopan membuat yunho tersenyum sangat tampan hingga membuat pipi jaejoong bersemu merah
“jangan terlalu formal padaku joongie.. boleh aku memanggil begitu?” jaejoong memandang terkejut lalu terkekeh pelan
“anda sangat ramah yunho ssi,anda boleh memanggil seperti itu”




Hingga makan malam selesai mereka berbincang hingga dua jam berlalu ..

“maaf, saya harus pulang yunho ssi”
“aku akan mengantarmu joongie” yunho menunjukkan kunci mobil yang di pegangnya
Dalam perjalanan jaejoong memandang keluar jendela mobil ia terlalu bingung untuk membicarakan topik yang cocok dengan seorang CEO seperti yunho
“apa kau mempunyai kekasih joongie?” tanya yunho
“aniyo, appaku tidak mengizinkan aku berpacaran” jawab jaejoong jujur membuat yunho tergelak
“wah.. apa kau selalu menuruti kata appamu eoh?” goda yunho
“tentu saja, dia satu – satunya yang ada di dunia ini.. seorang appa yang hebat” yunho mengusak pelan rambut jaejoong
“apa kau memiliki seseorang yang kau sukai?” tanya yunho lagi
“aniyo.. aku tidak pernah berkencan aku selalu menolak pria yang mendekatiku karena aku masih belum mau melanggar apa perintah appa” jaejoong meringis
“wahh kau sangat imut”  keduanya tertawa pelan mencairkan suasana

Hingga saat dua minggu berlalu mereka harus mengadakan meeting yunho mengajak jaejoong untuk meeting di rumahnya 

“kita bisa bertemu diluar kenapa anda minta rapat di mension anda yunho ssi”
“apa appamu tidak memberitahumu bahwa proyek ini sangat penting bagi perusahaanmu joongie?” jaejoong mengangguk
“ne, appa pernah memberitahuku bahwa proyek ini sangat penting bagi perusahaan” yunho lagi – lagi menatap intens jaejoong
“kau tau aku tidak pernah semudah itu setuju menyetujui proyek asalkan kau bisa memenuhi syarat yang kuberikan aku akan memberikan lebih dari yang appamu minta”
Jaejoong memadang bingung yunho “apa maksudmu yunho ssi?”
“jika kau mau tidur denganku kau akan mendapatkan segalanya bahkan aku bisa dengan mudah menyelamatkan perusahaan appamu joongie” yunho berkata santai sambil memainkan wine yang ada di tangannya
Jaejoong menggenggam erat roknya hingga kusut “aku tidak setuju yunho ssi! Pasti appaku juga akan melakukan hal yang sama! Permisi” jaejoong bangkit dan berlalu membuat yunho tertawa
“kita lihat apa kau akan bisa bertahan dengan kesombonganmu itu joongie”

Esoknya ia sedang sarapan dengan appanya berdua jaejoong lebih diam dari hari biasanya penampilannya juga tidak seperti biasanya dia masih memakai piama tidurnya dan juga rambut yang di gulung keatas menampakkan leher jenjangnya yang mulus semalam ia banyak berfikir untuk menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya 

“appa..” cicit jaejoong
“wae? Kau ingin berbicara sesuatu?”
“apa proyek appa dengan choi corp berjalan lancar? Dan bagaimana jika kita hanya bekerja sama dengan choi corp tanpa jung group?” Tanya jaejoong cepat membuat appa kim menatap bingung anaknya
“haaah.. choi corp menerapkan system yang sangat kolot membuat segalanya jadi rumit dan jika hanya bekerja sama dengan choi corp tidak akan bisa menutup semua biaya pinjaman yang kita pinjam di bank joongie jika bukan karena appa sedang dalam kondisi sulit appa tidak akan mau bekerja sama dengan choi corp” jaejoong menggigit bibirnya pelan mendengar apa yang dikatakan appanya
“dan jika kita bisa bekerja sama dengan jung group kita tidak perlu lagi bekerja sama dengan choi corp” lanjut appa kim
“jadi begitu ya appa”
“ne.. kenapa bertanya seperti itu joongie?”
“ah. Aku hanya ingin tau appa.. semoga jung group menyetujui proyek ini” jaejoong mendadak tidak berselera memakan sarapannya
“appa akan berangkat dulu ne joongie..” appa kim akan beranjak dari pintu keluar
“appa” jaejoong memeluk appanya dengan erat “aku sangat menyayangimu appa”
“ne .. aku tau” appa kim menuju mobilnya dan jaejoong segera masuk ke dalam rumah

Dengan langkah pelan jaejoong melangkah menuju mension jung ia memberanikan diri untuk menemui jung yunho
“wahh lihatlah .. siapa yang datang” sambut yunho membuat jaejoong mendengus
“aku- aku ingin membicarakan sesuatu dengamu yunho ssi” jaejoong berucap datar membuat yunho tertawa pria itu mengenakan sweeter abu abu dipadu dengan celana santai berwarna hitam duduk di sofa dengan nyaman
“ne duduklah”
“ak-aku ingin memenuhi syaratmu yunho ssi” kata jaejoong ragu
“syarat yang mana maksudmu joongie?” goda yunho membuat jaejoong mendengus
“syarat untuk.. untuk t-tidur dengamu yunho ssi” jaejoong sangat berat mengatakannya hatinya merasa tercabik ia menggadaikan harga dirinya
“ah itu syarat yang kuajukan beberapa hari yang lalu sekarang syaratku sudah berubah.. ottoke?” jaejoong meremat dress putihnya
Jaejoong mendesis matanya menatap tajam yunho “lalu apa syarat yang kau inginkan?”
“aku ingin kau tidur denganku dan menjadi istriku, aku tidak akan mengatakan kepada appamu tentang pengorbananmu ini aku akan mengatakan jika kita saling mencintai dengan begitu appamu tidak akan memikirkan anak kesayangannya harus berkorban demi dirinya.. bagaimana?”
“KAU! Sangat licik” jaejoong berucap emosi
“yes or no?” yunho mengendikkan bahunya acuh melihat emosi jaejoong

 “kau sangat cantik joongie” yunho mengelus pipi putih mulus jaejoong
dengan pelan tangannya menyingkap dress putih itu hingga lengan mulus jaejoong terbuka diciumnya bibir kissable jaejoong yang sudah di dambakannya sejak pertama kali bertemu jaejoong menutup matanya rapat ia merasakan bibir hati yunho menciumnya dengan dalam tidak lupa tangan nakal yunho melepas dressnya keseluruhan dan membuangnya asal hingga tubuhnya di terpa hawa dingin AC kamar yunho yang di tutupi korden merah maroon hingga menciptakan suasana remang
tangan yunho terus bergerliya hingga payudara kirinya mecuat dari bra yang di pakainya bibir hati itu turun ke payudara dengan niple pink itu tangan kiri yunho yunho turun menuju lubang hangatnya yang masih tertutupi celanan dalam
“ukh..” ronta jaejoong saat bagian sensitifnya disentuh yunho dibalik celana dalam dengan cekatan yunho membuang bra berwarna pink itu dengan cepat hingga menggantung di lampu di meja nakas
“wah.. sudah kubayangkan pasti ukurannya besar, kau memang luar biasa joongi” yunho menangkup kedua payudara jaejoong yang terbebas dan membenamkan kepalanya di tengah ia bisa melihat tubuh putih mulus jaejoong tanpa tertutupi apapun. Yunho membaringkan jaejoong dengan pelan dan meciumnya lagi dengan intens membuat jaejoong terlena
“ah tunggu! Kau akan terlihat seksi jika dihiasi dengan tali yang membelit tubuhmu yang seksi ini joongie”

“kau brengsek jung yunho!” umpat jaejoong tubuhnya tidak bisa di gerakkan karena seluruh tubuhnya terikat tali yang menonjolkan lekuk tubuh moleknya
“yah.. kau tidak boleh mengumpat pada calon suamimu joongie” yunho menyesap kulit leher jaejoong hingga membuat jaejoong mendesah keras
“akhh! Kau ! jika bukan karena appa aku tidak akan disini kau memang brengsek !” yunho mencengkram rahang jaejoong dan mendesis
“appamu tunduk di bawah kuasaku chagiya .. kau pun juga begitu, jika tidak bisnis appamu akan hancur!” yunho menggendong jaejoong ke ranjang dan membaringkannya tanpa melepas tali yang membelit tubuh jaejoong
“aku sudah tidak sabar” yunho melepas pakaian yang melekat di tubuhnya hingga ia naked jaejoong membuang muka kesamping melihat pemandangan yang tak seharusnya dilihat
Dengan cepat di dorongnya jaejoong hingga terbaring dan membuka paha jaejoong dengan lebar matanya berbinar melihat hole jaejoong yang di bukanya dengan kedua tangannya menarik berlawanan hingga hole mungil itu nampak

“AHHH” desah jaejoong saat mulut lancang yunho sudah mengulum klitoris jaejoong yang sangat sensitif jaejoong menggelinjang saat yunho terus mengerjai miliknya tubuhnya tidak bisa bergerak bebas “ukhh.. yunho brengsekhh ahh!” umpat jaejoong membuat yunho mendongak menatap jaejoong dan menggigit gemas nipple jaejoong yang mecuat karena sudah terangsang
“kau akan selalu mengingat malam ini joongie” yunho tertawa pelan dan tangannya memasukkan satu jari di hole jaejoong
“akhh!” ringis jaejoong saat jemari panjang yunho merasukinya
“kau sangat sempit joongie” bisik yunho membuat jaejoong mendesah saat telinganya secara sengaja di tiup “baiklah cukup bermainnya aku akan membuatmu mendesah namaku semalaman, ada yang ingin kau inginkan joongie” yunho bertanya santai tapi tangannya tidak tinggal diam tetap mengeluar masukkan jarinya dengan tempo pelan
“ak hah aku ingin ahh kauuh mengirim pesan pada appa agar ahh ahh aku menginap di rumah junsu ahh ahh ahh” ucap jaejoong disela desahannya
“baiklah, aku akan mengabulkannya” yunho bangkit dari hadapan jaejoong dan meraih tas jaejoong di meja nakas dan mengirim pesan pada appa kim jaejoong yang sangat malu merapatkan pahanya yang terbuka lebar

‘appa.. aku menginap di rumah junsu’

Yunho meletakkan ponsel jaejoong di meja nakas dan melanjutkan ke arah jaejoong dan melebarkan paha jaejoong namun ditahan 

“wae? Kau tidak mau melakukannya?” tanya yunho santai ia menikmati wajah penuh keringat jaejoong dengan perlahan di bukanya sendiri pahanya
“kenapa membukanya dengan ragu- ragu lagi pula aku sudah melihatnya tadi” jaejoong bersemu merah mendengar apa yang dikatakan yunho ia merasa wajahnya di tarik hingga menghadap yunho dan yunho lagi lagi mendaratkan ciuman intens tanpa sadar tangan kanan yunho menuntun juniornya menuju hole virgin jaejoong
“akh!” ringis jaejoong saat kepala junior yunho sudah masuk ke liangnya
“kau hanya perlu santai, jika kau mengetatkannya kau akan sangat kesakitan” jaejoong mendengus mendengar nasihat yunho
“kau pasti sering bercinta dengan wanita yang masih virgin eoh! Dasar maniak” sembur jaejoong membuat yunho tertawa
“kurasa begitu aku sudah membobol banyak jadi kau tidak perlu kawatir joongie” canda yunho membuat jaejoong menatap kesal dan mengigit bahu yunho
“AKH! Kau orang pertama yang berani meggigitku” yunho tertawa dan melanjutkan memasukkan juniornya yang masih menggantung di opening hole jaejoong
“ugh! Sakiit” ringis jaejoong saat yunho memasukkan setengah juniornya dilihatnya rembesan darah yang menuruni sprey putih milik yunho

BLES!

“AHHHH!” Seluruh junior yunho sudah masuk keduanya mendesah bersamaan
“hiks!” jaejoong terisak membuat yunho mentap bingung
“mhiane.. ini sedikit menyakitkan”
“babo! Ini sangat sakit! Kau pikir juniormu itu berukuran kecil hiks!” air mata jaejoong bercucuran
“katakan jika aku sudah boleh bergerak” yunho membernarkan letak kaki jaejoong yang bergetar menahan sakit di lebarkannya hingga kakinya tertekuk dan mengekspose junior yunho yang masuk ke dalam vagina jaejoong
“kau bisa bergerak” ucap jaejoong setelah dia sudah bisa menguasai diri dengan gerakan pelan yunho memaju mundurkan juniornya jaejoong yang awalnya kesakitan lama – lama mendesah namanya membuat yunho tersenyum kecil di tengah desahannya karena junior nya di jepit oleh hole jaejoong hingga keduanya mendesah panjang tanda kenikmatan telah mereka dapatkan hingga beberapa ronde 

Dengan posisi masih terikat entah jaejoong tidak ingat yunho mengubah gaya bercintanya terlentang, menungging , menyamping hingga di pangkuannya membuat tangan jaejoong kebas Jaejoong mendengus kala tangan yunho membangunkannya hingga ia terduduk dengan posisi mengangkang dan cum yunho yang keluar dari lubangnya karena terlalu banyak




“sekarang kau puas eoh!” dengus jaejoong
“of course! Kau luar biasa” yunho mencium bibir mungil jaejoong yang sudah membengkak dan mengkilat
“kau harus ingat janjimu!” yunho mengendikkan bahunya acuh ia mengambil ponsel dan memotret pemandangan indah jaejoong yang sedang mengangkang dengan di penuhi cum
“aku tidak pernah mengingkari janji, kau harus ingat itu joongie” direngkuhnya tubuh lemas jaejoong yang mengkilat penuh keringat.
‘semoga dengan ini aku bisa meringankan bebanmu appa’ batin jaejoong air matanya menetes tanpa diminta
“jangan menangis. Terima kasih” yunho mengecup jaejoong dan melepaskan ikatan tangan jaejoong lalu mendekapnya hingga keduanya terlelap




Tbc.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar