Title :
The Doctors
Genre :
romance
Length :
-
Rate : M (NC 21)
Main cast : yunjae etc.
PERINGATAN !
ANAK DI BAWAH 17 TAHUN DILARANG KERAS MEMBACA
Chapter 5
Ceklek.
Jaejoong
menoleh kearah sebelah kanannya yunho sudah duduk di kursi sebelahnya dengan tersenyum
manis
“kau
mau meninggalkanku ya boo?” jaejoong meringis
“ani..
aku hanya buru- buru” jawab jaejoong asal
“kalau
begitu kajja berangkat” yunho sudah memsang sitbeltnya dan duduk santai
“aku
harus pulang ke apartemen yunnie ..” ucap jaejoong membuat yunho menoleh
“kalau
begitu aku ikut ke apartemenmu boo” ucap yunho santai membuat jaejoong mendengus
dan segera menjalankan mobilnya
“junsu
bisa saja pulang yunnie ah.. ottokeyo?” tanya jaejoong
“dia
artis yang sibuk pasti dia tidak pulang” ucap yunho santai
“aish.
Molla molla!” jawab jaejoong kesal
“jja
.. turunlah” ucap jaejoong
“apartemen
ini cukup mewah boo”
“aku
dan suie sudah tinggal disini sejak aku memutuskan keluar dari rumah, junsu
jarang pulang begitupun aku” jelas jaejoong
Mereka
menaiki lift menuju lantai 20 mereka berdiam diri di dalam lift tanpa terlibat
percakapan
“jja
masuklah.. apartemenku bersih kami tidak cukup waktu untuk mengotorinya” ucap jaejoong membuat
yunho tertawa
“apartemenmu
nyaman.. sangat menggambarkan dirimu boo” yunho melepas jas yang membalut
tubuhnya juga melonggarkan dasi yang mencekiknya
“kau
ingin makan apa bear?” tanya jaejoong dari arah dapur
“terserah
.. aku suka semua masakanmu, kenapa disini hanya ada dua kamar?” tanya yunho ia
berkeliling melihat apartemen jaejoong
“karena
aku hanya tinggal dengan su ie, lalu untuk apa banyak kamar?” jaejoong
memasukkan telur kedalam penggorengan
“benar
juga, jadi jika aku menginap aku tidur dimana?” tanya yunho seperti anak kecil
membuat jaejoong memicingkan matanya
“kau
memperdayaku lagi bukan yunnie ah?!” yunho tertawa mendengar tuduhan jaejoong
“mandilah
dulu, kamarku yang disebelah sana” jaejoong menunjuk ruangan dengan cat putih
“ne..ne
aku akan mandi dulu” yunho masuk ke kamar jaejoong ia bisa melihat kamar yang
di dominasi warna soft ia melihat hanya ada 3 buah foto pertama adalah foto
jaejoong dan junsu,lalu foto jaejoong dan kedua orang tuanya dan ketiga adalah
foto jaejoong dengannya membuat hatinya menghangat “dia masih menyimpannya
walaupun sudah lama sekali” gumam yunho
.
.
“kau
sudah selesai?” tanya jaejoong saat dilihatnya yunho sudah keluar dengan baju
yang sama tapi tampak lebih segar
“uhm..
kau juga sudah mandi?” tanya yunho heran
“ne..
aku mandi dikamar junsu” jawab jaejoong ia mengambilkan yunho piring dan
mengisinya dengan makanan
“apa
aku terlalu lama mandi?” yunho berkata sambil tertawa
“ne..
sepertinya kau menghabiskan satu album saat kau mandi” ejek jaejoong
Jaejoong
terbangun ia merasakan badannya remuk dan bagian tubuh bawahnya sangat perih
dengan mata sedikit terpejam ia meraba di depannya terasa keras dan matanya
seketika melotot melihat yunho terlelap mendekapnya ia memejamkan matanya
mencoba mengingat apa yang mereka lakukan
Flashback
–
“yunnie..
kau mau minum?” tanya jaejoong mereka sedang menonton televisi yang membosankan
“boleh..
kau punya minuman?” tanya yunho balik
“tentu
saja” jaejoong beranjak dan kembali dengan membawa minuman
“bukankah
besok kita libur?” tanya jaejoong
“ne
besok kita libur” yunho membuka tutup botol dan langsung meminumnya dengan
santai mereka mengobrol hingga habis berbotol- botol jaejoong yang memiliki
toleransi minum yang tinggi masih diambang kesadaran sedangkan yunho ia sudah
mabuk
“jaejoongie..
saranghaeyo” yunho mengecup jaejoong membuat jaejoong kaget
“yah..
kau bercanda yunnie” jawab jaejoong
“aniii..
aku sangat mencintaimu boojae .. sejak saat kita kecil hingga saat ini” jawab
yunho membuat jaejoong kaget
“apa
kau pernah bercinta?” jaejoong menyeringai ia sangat penasaran
“uhm..
ukh..aku pernah bercinta beberapa kali” jawab yunho ditengah cegukannya
“ohh
begitu.. dengan siapa?” tanya jaejoong lagi
“ukh..
uhm dengan tiffany hwang, boa, suzy, ah molla aku lupa ukh” jaejoong
memicingkan matanya
“katanya
mencintaiku tapi bercinta dengan banyak wanita huh” jaejoong memukul pelan dada
yunho dan tangannya ditahan oleh yunho
“sarangheyoo..”
yunho mecium jaejoong dengan dalam hingga membuat jaejoong terhanyut ia memagut
bibir cerry jaejoong dengan lembut dan lama- lama semakin intens tangan yunho
meraba kedua tonjolan jaejoong hingga membuat jaejoong mendesah lirih
“eunghh..
shhh” desah jaejoong saat yunho memelintir nipplenya
“lets
making love with me baby” bisik yunho ia menggendong jaejoong menuju kamar
jaejoong
Bruk
Jaejoong
terbaring pasrah dengan nafas memburu dan bibir membengkak mengkilat membuat
nafsu yunho naik berkali- kali lipat
“kau
sangat sexy boo” yunho mengecup kedua mata jaejoong membuat pemiliknya
memejamkan matanya merasakan nikmat yang ditawarkan oleh yunho
“eunggghhhhh..
yuuun” desah jaejoong saat mulut yunho mengulum nipple pink itu dengan ganas
ciuman itu menaik hingga ke leher jaejoong yunho memberikan kissmark yang
dipastikan tidak akan hilang dalam 1 minggu kedepan
“ahhhhh”
desah jaejoong saat yunho lagi lagi memberikannya kenikmatan ia mengulum
telinga jaejoong membuat pemiliknya menggelinjang nikmat yunho membuka kancing
kemeja jaejoong hingga kemeja itu terlepas dari badan mulus boojaenya
Yunho
mencium jaejoong lagi dan tangannya dengan terampil membuka pengait celana
jaejoong dan membuangnya kesembarangan hingga terpampang junior mungil jaejoong
“yah..
yunnieh aku malu” jaejoong menutuo junior mungilnya dengan bantal membuat yunho
tertawa dan menyingkirkan bantal itu
“gwencana
.. kau akan menikmatinya nanti” jaejoong akhirnya membiarkan yunho membuang
bantal itu ia memejamkan matanya dengan muka bersemu merah ini pertama kalinya
ia harus telanjang di depan orang lain
“ahh
ahhh ahhh” racaunya saat yunho sudah mengulum juniornya sungguh kepalanya
terasa berputar- putar
“yun
.. aku mau pipis” ucap jaejoong ia bisa melihat yunho dengan gemas menaik
turunkan mulutnya mengulum juniornya membuatnya bersemu merah
“keluarkan
saja” cuek yunho
“ak- aku ahh tidak bisa ahh ahh menahannya .. YUNHOOO!!! Jaejoong
klimaks pertama semua cairannya di telan yunho
“hah .. hah .. hah .. aku lelah” nafas jaejoong menderu
yunho naik keatas tubuhnya ia menahan badannya dengan siku dan menatap jaejoong
dengan dalam
“kau siap boo?” jaejoong yang masih ngos- ngosan mengangguk
ia tidak mengerti apa yang akan dilakukan yunho
“uhmm .. mmmhhh” mereka berciuman lagi dan memaikan lidah
“haaah .. haaah .. hahh” yunho menyudahi ciuman dan melihat
jaejoong yang berceceran saliva
“lebarkan kakimu boo” perintah yunho jaejoong masih diam sebelum
dengan perlahan ia melebarkan kakinya yunho mengambil bantal untuk menyagga
bokong jaejoong
“wahh.. yeoppoda ..” yunho menyentuk opening hole jaejoong
yang tertututp rapat membuatnya meneguk ludah
“yah.. kau curang, bahkan pakaianmu masih lengkap” protes
jaejoong membuat yunho tertawa ia turun dari ranjang dan menanggalkan satu
persatu bajunya hingga ia naked membuat jaejoong menelan ludah gugup melihat
junior yunho yang sudah berdiri tegang sangat berbeda dengan juniornya yang
kecil pikirnya
“kau mau ini boo?” yunho memegang juniornya membuat jaejoong
menelan ludah
“ani, apa itu muat bear?” jaejoong menggeleng membuat yunho
tertawa
“tentu
saja boo,kau akan tau nanti” yunho kembali ke ranjag dan merundukkan kepalanya
ke arah opening hole jaejoong
“ugh..
shhhh akkhhhh” yunho meliukkan lidahnya memsuki hole sempit jaejoong hingga
nampak mengkilat yunho memasukkan jari telunjuknya membuat jaejoong meringis “akh!”
yunho terus mengorek hole mungil itu dan menambah jarinya hingga 4 jari masuk
ia mendiamkan tangannya dan begerak zig zag
“ahhh”
lenguh jaejoong saat yunho mencabut seluruh jarimya holenya terasa kosong
“yah!
Waeyoo!” protes jaejoong
“aku
akan memasukkan juniorku boo.. santai saja jangan terlalu tegang” ucap yunho
“neh”
jaejoong mengangguk patuh dan meremas sprei ia memejamkan matanya membuat yunho
merunduk dan mencium kedua mata itu lagi
“buka
matamu boo” jaejoong membuka matanya saat yunho sudah ada di atasnya tangan
yunho memegang juniornya dan tangan satunya menyangga tubuhnya bibir yunho
menyapa bibirnya hingga ia lupa dan
“AKH!!”
ujung junior yunho masuk ke hole jaejoong membuat jaejoong melepas ciuman
mereka dan berteriak keras
“tatap
aku boo.. dan relax..okay?” jaejoong melihat yunho dan mereka berciuman lagi
tangan yunho memelintir nipplenya hingga rasa sakit sedikit berkurang hingga
BLESS!!
Seluruh
junior yunho masuk
“AHHHH..”
desah jaejoong yunho melepas ciuman mereka dan menegakkan tubuhnya ia
membetulkan posisinya dan melebarkan paha jaejoong lebih lebar lagi hingga ia
bisa melihat rembesan darah yang berceceran di bantal yang menyangga bokong
jaejoong
Cup
“gomawo”
yunho tersenyum kearah jaejoong
“kau
bisa mulai bear” yunho mengangguk dan dengan perlahan memaju mundurkan tubuhnya
dengan tempo sedang dan lama kelamaan menjadi cepat hingga jaejoong mendesah
tanpa ampun yunho sungguh luar biasa
“ahhh
ahh ahh..yunn ahhh .. ohhh” racau jaejoong kedua tangannya menahan lipatan
lututnya untuk memudahkan yunho menusuknya
“ohhh
boohhh ini sempitt ahhh” racau yunho ia sempat kesulitan karena hole perawan
jaejoong sangat sempit membuatnya melayang
Yunho
mengocok junior jaejoong yang tegang dan
“AKHHHH
YUNHOOO!!’
jaejoong
klimaks kedua kalinya membuat yunho berhenti sejenak membiarkan jaejoong
menikmati masa orgasmenya
“haaah
haaah bergeraklah yun haaah” ucap jaejoong yunho membalikkan tubuh jaejoong
hingga jaejoong menungging tangannya menarik masing- masing bokong jaejoong
hingga hole pink itu nampak melebar karena sudah dimasuki big juniornya ia
mengamati hole itu ada bercak darah ia benar- benar bahagia karena ia adalah
orang pertama yang membobol jaejoong tangannya memasukkan lagi big juniornya
yang sempat terlepas
“Ahhhh”
desah jaejoong junior yunho masuk ke holenya
“ughh
.. masih sempit boohh” ucap yunho ia menggerakkan pinggulnya dengan cepat
membuat jaejoong mendesah nikmat
“ahh
ahh.. yunn ahhh ouhhh ahh” racau jaejoong ia melirik kaca di samping ranjangnya
ia melihat junior yunho tenggelam dan timbul di dalam holenya membuatnya
terangsang hebat dan orgasme lagi tanpa disentuh yunho
“AHHHHH
YUNHOOO” jaejoong klimaks ketiga kalinya spermanya berceceran di atas sprei
putih miliknya
“ughh
boohh .. aku menyempitkanhh holemuhh” jaejoong yang pasca klimaks menyempitkan
holenya membuat junior yunho terjepit dan
“AHH
BOOHHH”
“AKHHH
YUNHOOOOHHH”
Keduanya
klimaks bersama dan ambruk yunho memeluk jaejoong dari belakang nafas mereka
menderu karena olah raga yang baru saja mereka lakukan
“kau
mau lagi boo?” tanya yunho
“aniihh..
aku lelahh” yunho mengangguk dan memeluk jaejoong ia menarik selimut untuk
menutupi mereka berdua dan terlelap
Flasback
End –
“ugh
aku tidak bisa bergerak! Huft” jaejoong merasakan holenya masih mengganjal ia
mendugajunior yunho yang ada di dalam
“kau
tidak seharusnya bergerak, kau akan membangunkan juniorku jika kau bergerak-
gerak boo” jaejoong mendongak menatap yunho yang berbicara dengan mata terpejam
“kalau
begitu keluarkan yunnie” rengek jaejoong matanya melotot saat junior yunho
benar- benar membesar dalam tubuhnya
“kau
harus bertanggung jawab, dia sudah terbangun” yunho membuka matanya dan menatap
jaejoong yang memandangnya seperti anak kucing
“la-
lalu bagaimana yunnie?” tanya jaejoong polos yunho bergerak menjadi di atas
tubuhnya ia berada di kungkungan yunho
“tentu
saja membuatnya tertidur lagi dengan beberapa olar raga kecil dokter kim” canda
yunho jaejoong menelan ludahnya gugup
“ap-
apa ada cara la AHH AHH AHHH” jaejoong belum menyelesaikan kalimatnya ia sudah
mendesah karena yunho melebarkan pahanya dan menggenjotnya tanpa permisi
“oughhh
ahhh uhhh yunnieehhhh” racau jaejoong pagi buta
“ahh
boohhh” desah yunho ia terus menggenjot jaejoong tanpa ampun
“ahh
ahh ahh yunn AHHHHHHH” jaejoong klimaks di tangan yunho dan cairannya
berceceran di perut yunho dan perutnya sendiri juga tangan yunho
“ahh
bohh kau yang terbaikhhh” yunho merasa ia akan klimaks ia sudah 30 menit
menggenjot jaejoong tanpa ampun
“ughhh
bohhh AHHHHH” yunho klimaks cairannya sangat banyak hingga hole mungil jaejoong
tidak dapat menampung berceceran di sekitar hole jaejoong hingga cairan itu
mengkilat di sekitar opening hole jaejoong
“haaah
haaah haaah”
“hah
.. haaah.. haah”
Nafas
keduanya menderu yunho melepas juniornya dan cumnya ikut meleber keluar di atas
sprei putih milik jaejoong yunho ambruk kesamping dan menatap jaejoong yang
juga menatapnya
“ugh..
perutku terasa penuh bear” pout jaejoong ia memegang perutnya
“mungkin
cairanku terlalu banyak” yunho tertawa melihat jaejoong yang mempoutkan
bibirnya
“aku
tidak percaya aku melepasnya semalam” jaejoong menggigit jari telunjuknya ia
mencoba turun ranjang dan berdiri tapi tubuhnya oleng ditatapnya tubuh polosnya
di cermin fullbody miliknya tubuhnya banyak sekali kissmark dan juga cum yang
mengalir turun ke pahanya membuatnya menutup mata
“kenapa
menutup mata boo?” tanya yunho heran ia sudah duduk di dekat pinggiran ranjang
“pemandangan
ini tampak sangat erotis bear” yunho terbahak mendengar komentar polos jaejoong
“eoh i-tu darah” jaejoong menunjuk bantal yang digunakannya kemarin
“neh..itu
darahmu tentu saja boo, bukankah wajar jika pertama kalinya selalu berdarah?”
jaejoong mengangguk kemudian memicingkan matanya
“apa
kau pernah membobol seorang yang masih virgin selain aku!” yunho meringis
“neh,
dua kali.. tapi itu sudah lama boo” jaejoong memukulnya dengan bantal secara
brutal
TING!
Pintu
apartemen berbunyi membuat jaejoong melotot
“itu
junsu!” yunho ikut melotot
TBC.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar