Senin, 13 Februari 2017

The Doctors chapter 5



Title     : The Doctors
Genre    : romance
Length   : -
Rate     : M (NC 21)
Main cast : yunjae etc.



PERINGATAN !
ANAK DI BAWAH 17 TAHUN DILARANG KERAS MEMBACA
 

Chapter 5

Ceklek.
Jaejoong menoleh kearah sebelah kanannya yunho sudah duduk di kursi sebelahnya dengan tersenyum manis
“kau mau meninggalkanku ya boo?” jaejoong meringis
“ani.. aku hanya buru- buru” jawab jaejoong asal
“kalau begitu kajja berangkat” yunho sudah memsang sitbeltnya dan duduk santai
“aku harus pulang ke apartemen yunnie ..” ucap jaejoong membuat yunho menoleh
“kalau begitu aku ikut ke apartemenmu boo” ucap yunho santai membuat jaejoong mendengus dan segera menjalankan mobilnya
“junsu bisa saja pulang yunnie ah.. ottokeyo?” tanya jaejoong
“dia artis yang sibuk pasti dia tidak pulang” ucap yunho santai
“aish. Molla molla!” jawab jaejoong kesal

“jja .. turunlah” ucap jaejoong
“apartemen ini cukup mewah boo”
“aku dan suie sudah tinggal disini sejak aku memutuskan keluar dari rumah, junsu jarang pulang begitupun aku” jelas jaejoong
Mereka menaiki lift menuju lantai 20 mereka berdiam diri di dalam lift tanpa terlibat percakapan
“jja masuklah.. apartemenku bersih kami tidak cukup waktu  untuk mengotorinya” ucap jaejoong membuat yunho tertawa
“apartemenmu nyaman.. sangat menggambarkan dirimu boo” yunho melepas jas yang membalut tubuhnya juga melonggarkan dasi yang mencekiknya
“kau ingin makan apa bear?” tanya jaejoong dari arah dapur
“terserah .. aku suka semua masakanmu, kenapa disini hanya ada dua kamar?” tanya yunho ia berkeliling melihat apartemen jaejoong
“karena aku hanya tinggal dengan su ie, lalu untuk apa banyak kamar?” jaejoong memasukkan telur kedalam penggorengan
“benar juga, jadi jika aku menginap aku tidur dimana?” tanya yunho seperti anak kecil membuat jaejoong memicingkan matanya
“kau memperdayaku lagi bukan yunnie ah?!” yunho tertawa mendengar tuduhan jaejoong
“mandilah dulu, kamarku yang disebelah sana” jaejoong menunjuk ruangan dengan cat putih
“ne..ne aku akan mandi dulu” yunho masuk ke kamar jaejoong ia bisa melihat kamar yang di dominasi warna soft ia melihat hanya ada 3 buah foto pertama adalah foto jaejoong dan junsu,lalu foto jaejoong dan kedua orang tuanya dan ketiga adalah foto jaejoong dengannya membuat hatinya menghangat “dia masih menyimpannya walaupun sudah lama sekali” gumam yunho
.
.
“kau sudah selesai?” tanya jaejoong saat dilihatnya yunho sudah keluar dengan baju yang sama tapi tampak lebih segar
“uhm.. kau juga sudah mandi?” tanya yunho heran
“ne.. aku mandi dikamar junsu” jawab jaejoong ia mengambilkan yunho piring dan mengisinya dengan makanan
“apa aku terlalu lama mandi?” yunho berkata sambil tertawa
“ne.. sepertinya kau menghabiskan satu album saat kau mandi” ejek jaejoong

Jaejoong terbangun ia merasakan badannya remuk dan bagian tubuh bawahnya sangat perih dengan mata sedikit terpejam ia meraba di depannya terasa keras dan matanya seketika melotot melihat yunho terlelap mendekapnya ia memejamkan matanya mencoba mengingat apa yang mereka lakukan
Flashback – 
“yunnie.. kau mau minum?” tanya jaejoong mereka sedang menonton televisi yang membosankan
“boleh.. kau punya minuman?” tanya yunho balik
“tentu saja” jaejoong beranjak dan kembali dengan membawa minuman
“bukankah besok kita libur?” tanya jaejoong
“ne besok kita libur” yunho membuka tutup botol dan langsung meminumnya dengan santai mereka mengobrol hingga habis berbotol- botol jaejoong yang memiliki toleransi minum yang tinggi masih diambang kesadaran sedangkan yunho ia sudah mabuk
“jaejoongie.. saranghaeyo” yunho mengecup jaejoong membuat jaejoong kaget
“yah.. kau bercanda yunnie” jawab jaejoong
“aniii.. aku sangat mencintaimu boojae .. sejak saat kita kecil hingga saat ini” jawab yunho membuat jaejoong kaget
“apa kau pernah bercinta?” jaejoong menyeringai ia sangat penasaran
“uhm.. ukh..aku pernah bercinta beberapa kali” jawab yunho ditengah cegukannya
“ohh begitu.. dengan siapa?” tanya jaejoong lagi
“ukh.. uhm dengan tiffany hwang, boa, suzy, ah molla aku lupa ukh” jaejoong memicingkan matanya
“katanya mencintaiku tapi bercinta dengan banyak wanita huh” jaejoong memukul pelan dada yunho dan tangannya ditahan oleh yunho
“sarangheyoo..” yunho mecium jaejoong dengan dalam hingga membuat jaejoong terhanyut ia memagut bibir cerry jaejoong dengan lembut dan lama- lama semakin intens tangan yunho meraba kedua tonjolan jaejoong hingga membuat jaejoong mendesah lirih
“eunghh.. shhh” desah jaejoong saat yunho memelintir nipplenya
“lets making love with me baby” bisik yunho ia menggendong jaejoong menuju kamar jaejoong
Bruk
Jaejoong terbaring pasrah dengan nafas memburu dan bibir membengkak mengkilat membuat nafsu yunho naik berkali- kali lipat
“kau sangat sexy boo” yunho mengecup kedua mata jaejoong membuat pemiliknya memejamkan matanya merasakan nikmat yang ditawarkan oleh yunho
“eunggghhhhh.. yuuun” desah jaejoong saat mulut yunho mengulum nipple pink itu dengan ganas ciuman itu menaik hingga ke leher jaejoong yunho memberikan kissmark yang dipastikan tidak akan hilang dalam 1 minggu kedepan
“ahhhhh” desah jaejoong saat yunho lagi lagi memberikannya kenikmatan ia mengulum telinga jaejoong membuat pemiliknya menggelinjang nikmat yunho membuka kancing kemeja jaejoong hingga kemeja itu terlepas dari badan mulus boojaenya
Yunho mencium jaejoong lagi dan tangannya dengan terampil membuka pengait celana jaejoong dan membuangnya kesembarangan hingga terpampang junior mungil jaejoong
“yah.. yunnieh aku malu” jaejoong menutuo junior mungilnya dengan bantal membuat yunho tertawa dan menyingkirkan bantal itu
“gwencana .. kau akan menikmatinya nanti” jaejoong akhirnya membiarkan yunho membuang bantal itu ia memejamkan matanya dengan muka bersemu merah ini pertama kalinya ia harus telanjang di depan orang lain
“ahh ahhh ahhh” racaunya saat yunho sudah mengulum juniornya sungguh kepalanya terasa berputar- putar
“yun .. aku mau pipis” ucap jaejoong ia bisa melihat yunho dengan gemas menaik turunkan mulutnya mengulum juniornya membuatnya bersemu merah
“keluarkan saja” cuek yunho
“ak- aku ahh tidak bisa ahh ahh menahannya .. YUNHOOO!!! Jaejoong klimaks pertama semua cairannya di telan yunho
“hah .. hah .. hah .. aku lelah” nafas jaejoong menderu yunho naik keatas tubuhnya ia menahan badannya dengan siku dan menatap jaejoong dengan dalam
“kau siap boo?” jaejoong yang masih ngos- ngosan mengangguk ia tidak mengerti apa yang akan dilakukan yunho
“uhmm .. mmmhhh” mereka berciuman lagi dan memaikan lidah
“haaah .. haaah .. hahh” yunho menyudahi ciuman dan melihat jaejoong yang berceceran saliva
“lebarkan kakimu boo” perintah yunho jaejoong masih diam sebelum dengan perlahan ia melebarkan kakinya yunho mengambil bantal untuk menyagga bokong jaejoong
“wahh.. yeoppoda ..” yunho menyentuk opening hole jaejoong yang tertututp rapat membuatnya meneguk ludah
“yah.. kau curang, bahkan pakaianmu masih lengkap” protes jaejoong membuat yunho tertawa ia turun dari ranjang dan menanggalkan satu persatu bajunya hingga ia naked membuat jaejoong menelan ludah gugup melihat junior yunho yang sudah berdiri tegang sangat berbeda dengan juniornya yang kecil pikirnya
“kau mau ini boo?” yunho memegang juniornya membuat jaejoong menelan ludah
“ani, apa itu muat bear?” jaejoong menggeleng membuat yunho tertawa
“tentu saja boo,kau akan tau nanti” yunho kembali ke ranjag dan merundukkan kepalanya ke arah opening hole jaejoong
“ugh.. shhhh akkhhhh” yunho meliukkan lidahnya memsuki hole sempit jaejoong hingga nampak mengkilat yunho memasukkan jari telunjuknya membuat jaejoong meringis “akh!” yunho terus mengorek hole mungil itu dan menambah jarinya hingga 4 jari masuk ia mendiamkan tangannya dan begerak zig zag
“ahhh” lenguh jaejoong saat yunho mencabut seluruh jarimya holenya terasa kosong
“yah! Waeyoo!” protes jaejoong
“aku akan memasukkan juniorku boo.. santai saja jangan terlalu tegang” ucap yunho
“neh” jaejoong mengangguk patuh dan meremas sprei ia memejamkan matanya membuat yunho merunduk dan mencium kedua mata itu lagi
“buka matamu boo” jaejoong membuka matanya saat yunho sudah ada di atasnya tangan yunho memegang juniornya dan tangan satunya menyangga tubuhnya bibir yunho menyapa bibirnya hingga ia lupa dan
“AKH!!” ujung junior yunho masuk ke hole jaejoong membuat jaejoong melepas ciuman mereka dan berteriak keras
“tatap aku boo.. dan relax..okay?” jaejoong melihat yunho dan mereka berciuman lagi tangan yunho memelintir nipplenya hingga rasa sakit sedikit berkurang hingga
BLESS!!
Seluruh junior yunho masuk
“AHHHH..” desah jaejoong yunho melepas ciuman mereka dan menegakkan tubuhnya ia membetulkan posisinya dan melebarkan paha jaejoong lebih lebar lagi hingga ia bisa melihat rembesan darah yang berceceran di bantal yang menyangga bokong jaejoong
Cup
“gomawo” yunho tersenyum kearah jaejoong
“kau bisa mulai bear” yunho mengangguk dan dengan perlahan memaju mundurkan tubuhnya dengan tempo sedang dan lama kelamaan menjadi cepat hingga jaejoong mendesah tanpa ampun yunho sungguh luar biasa
“ahhh ahh ahh..yunn ahhh .. ohhh” racau jaejoong kedua tangannya menahan lipatan lututnya untuk memudahkan yunho menusuknya
“ohhh boohhh ini sempitt ahhh” racau yunho ia sempat kesulitan karena hole perawan jaejoong sangat sempit membuatnya melayang
Yunho mengocok junior jaejoong yang tegang dan
“AKHHHH YUNHOOO!!’
jaejoong klimaks kedua kalinya membuat yunho berhenti sejenak membiarkan jaejoong menikmati masa orgasmenya
“haaah haaah bergeraklah yun haaah” ucap jaejoong yunho membalikkan tubuh jaejoong hingga jaejoong menungging tangannya menarik masing- masing bokong jaejoong hingga hole pink itu nampak melebar karena sudah dimasuki big juniornya ia mengamati hole itu ada bercak darah ia benar- benar bahagia karena ia adalah orang pertama yang membobol jaejoong tangannya memasukkan lagi big juniornya yang sempat terlepas
“Ahhhh” desah jaejoong junior yunho masuk ke holenya
“ughh .. masih sempit boohh” ucap yunho ia menggerakkan pinggulnya dengan cepat membuat jaejoong mendesah nikmat
“ahh ahh.. yunn ahhh ouhhh ahh” racau jaejoong ia melirik kaca di samping ranjangnya ia melihat junior yunho tenggelam dan timbul di dalam holenya membuatnya terangsang hebat dan orgasme lagi tanpa disentuh yunho
“AHHHHH YUNHOOO” jaejoong klimaks ketiga kalinya spermanya berceceran di atas sprei putih miliknya
“ughh boohh .. aku menyempitkanhh holemuhh” jaejoong yang pasca klimaks menyempitkan holenya membuat junior yunho terjepit dan
“AHH BOOHHH”
“AKHHH YUNHOOOOHHH”
Keduanya klimaks bersama dan ambruk yunho memeluk jaejoong dari belakang nafas mereka menderu karena olah raga yang baru saja mereka lakukan
“kau mau lagi boo?” tanya yunho
“aniihh.. aku lelahh” yunho mengangguk dan memeluk jaejoong ia menarik selimut untuk menutupi mereka berdua dan terlelap
Flasback End –

“ugh aku tidak bisa bergerak! Huft” jaejoong merasakan holenya masih mengganjal ia mendugajunior yunho yang ada di dalam
“kau tidak seharusnya bergerak, kau akan membangunkan juniorku jika kau bergerak- gerak boo” jaejoong mendongak menatap yunho yang berbicara dengan mata terpejam
“kalau begitu keluarkan yunnie” rengek jaejoong matanya melotot saat junior yunho benar- benar membesar dalam tubuhnya
“kau harus bertanggung jawab, dia sudah terbangun” yunho membuka matanya dan menatap jaejoong yang memandangnya seperti anak kucing
“la- lalu bagaimana yunnie?” tanya jaejoong polos yunho bergerak menjadi di atas tubuhnya ia berada di kungkungan yunho
“tentu saja membuatnya tertidur lagi dengan beberapa olar raga kecil dokter kim” canda yunho jaejoong menelan ludahnya gugup
“ap- apa ada cara la AHH AHH AHHH” jaejoong belum menyelesaikan kalimatnya ia sudah mendesah karena yunho melebarkan pahanya dan menggenjotnya tanpa permisi
“oughhh ahhh uhhh yunnieehhhh” racau jaejoong pagi buta
“ahh boohhh” desah yunho ia terus menggenjot jaejoong tanpa ampun
“ahh ahh ahh yunn AHHHHHHH” jaejoong klimaks di tangan yunho dan cairannya berceceran di perut yunho dan perutnya sendiri juga tangan yunho
“ahh bohh kau yang terbaikhhh” yunho merasa ia akan klimaks ia sudah 30 menit menggenjot jaejoong tanpa ampun
“ughhh bohhh AHHHHH” yunho klimaks cairannya sangat banyak hingga hole mungil jaejoong tidak dapat menampung berceceran di sekitar hole jaejoong hingga cairan itu mengkilat di sekitar opening hole jaejoong
“haaah haaah haaah”
“hah .. haaah.. haah”
Nafas keduanya menderu yunho melepas juniornya dan cumnya ikut meleber keluar di atas sprei putih milik jaejoong yunho ambruk kesamping dan menatap jaejoong yang juga menatapnya
“ugh.. perutku terasa penuh bear” pout jaejoong ia memegang perutnya
“mungkin cairanku terlalu banyak” yunho tertawa melihat jaejoong yang mempoutkan bibirnya
“aku tidak percaya aku melepasnya semalam” jaejoong menggigit jari telunjuknya ia mencoba turun ranjang dan berdiri tapi tubuhnya oleng ditatapnya tubuh polosnya di cermin fullbody miliknya tubuhnya banyak sekali kissmark dan juga cum yang mengalir turun ke pahanya membuatnya menutup mata
“kenapa menutup mata boo?” tanya yunho heran ia sudah duduk di dekat pinggiran ranjang
“pemandangan ini tampak sangat erotis bear” yunho terbahak mendengar komentar polos jaejoong “eoh i-tu darah” jaejoong menunjuk bantal yang digunakannya kemarin
“neh..itu darahmu tentu saja boo, bukankah wajar jika pertama kalinya selalu berdarah?” jaejoong mengangguk kemudian memicingkan matanya
“apa kau pernah membobol seorang yang masih virgin selain aku!” yunho meringis
“neh, dua kali.. tapi itu sudah lama boo” jaejoong memukulnya dengan bantal secara brutal
TING!
Pintu apartemen berbunyi membuat jaejoong melotot
“itu junsu!” yunho ikut melotot


TBC.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar