Chapter 4
Yunho berada di dapur ia membuat dua roti bakar dan dua coklat panas ia tidak pernah memasak karena ia tidak bisa memasak yunho meninggalkan note di atas meja makan sambil menunggu jaejoong bangun ia akan berolah raga pagi ia melangkah keluar rumah dilihatnya langit pagi sangat cerah tepat saat ditangga ia berpapasan dengan siwon yang juga keluar rumah
“prof yunho, kau mau berolah raga pagi?” sapa siwon
“ne.. Tubuhku sakit semua lagi pula kepalaku masih pusing karena kemarin” jawab yunho santai siwon melongok ke parkiran
“eoh mobil dr.kim masih disini ?” yunho ikut melihat mobil jaejoong yang terparkir rapi disamping mobil siwon
“ne .. Dia masih tidur” jawab yunho cuek
“a-apa? T-tidur di rumahmu?” siwon semakin yakin jika diantara yunho dan jaejoong ada sesuatu
“ne.. Kurasa saat aku mabuk jaejoong yang membawaku pulang” yunho mulai menggerakkan badannya untuk pemanasan
“aku menyukai dr.kim” siwon menatap intens yunho yang berhenti senam pagi karena ucapannya
“oh.. Lalu kenapa mengatakannya kepadaku? Harusnya kau mengatakannya padanya kan?” siwon nampak terkejut mendengar jawaban santai yunho
“aku tipe orang yang tidak suka menusuk dari belakang, lebih baik aku jujur padamu. kau tidak marah prof yunho?” yunho tertawa dan mengendikkan bahunya
“jika kau memang suka, ungkapkan saja.. biarkan jaejoong yang memutuskan” yunho menepuk pundak siwon dan memasang headset di telinganya lalu berlari pagi
.
.
jaejoong sibuk dengan masakan di dapur saat yunho masuk dengan keringat bercucuran jangan lupakan baju tanpa lengan yang mempetlihatkan bentuk tubuh atletis yunho
“kau dari mana bear?” tanya jaejoong
“berolah raga boo, kepalaku pusing sekali tadi” yunho berjalan kedapur dan membuka kulkas dilihatnya jaejoong mengolah makanan kesukaannya
“kau harusnya makan sehat yun, apa kau selalu melewatkan sarapan pagimu eoh?” jaejoong berkacak pinggang membuat yunho tertawa
“kau tau kemampuan masakku payah sekali boojae.. Jadi aku selalu melewatkannya” yunho duduk di meja makan dan menopang wajahnya memperhatikan jaejoong
“jangan begitu bear.. Bukankah kau seorang dokter tapi menjaga kesehatan sendiri tidak bisa” omel jaejoong
“jika seperti ini kau seperti istriku boo.. Dan aku suamimu yang menunggumu memasak” canda yunho
“kau ingin aku jadi istrimu ?” yunho mengangguk
“jja mandilah aku akan memastikannya selesai setelah kau selesai mandi” jaejoong mendorong yunho ke kamar ia tak akan tahan jika berlama - lama dengan yunho hatinya bisa menggila
Yunho keluar kamar sambil mengancingkan kemeja birunya dasi masih tersampir dipundaknya
“yah! Kenapa dasimu tidak dipakai eoh?” protes jaejoong
“jja.. Pasangkan dasiku yeobo” jaejoong mendengus melihat kelakuan yunho
“kau ini ada- ada saja bear” dengan telaten jaejoong memasangkan dasi ke leher yunho ia nampak cekatan melakukannya
“yeoppoda .. Bibirmu sungguh menggoda jika dilihat dari dekat” gumam yunho
Plak!
“dasar mesum!” yunho meringis memegang lengannya jaejoong memicingkan matanya lalu beranjak ke meja makan
“yah.. Jangan marah boo” jaejoong mengabaikan yunho dan memakan nasi dengan mata yang memicing membuat yunho terdiam dan makan dengan tenang
Yunho dan jaejoong keluar mesh yunho dan menuruni tangga dan lagi - lagi berpapasan dengan siwon yang juga akan berangkat ke rumah sakit
“good morning dr.kim” siwon tersenyum manis hingga dimplenya terlihat
“oh ne dr.siwon, kau juga akan berangkat?” siwon mengangguk
“ne.. Kau mau kuantar dr.kim?” tawar siwon membuat jaejoong memandang yunho yang nampak sangat tenang memainkan ponsel
“aniyo.. Aku akan membawa mobilku, jika perlu diantar bukan aku tapi prof.yunho”
“ya! Kenapa membawa- bawa namaku” yunho menuruni tangga dan menuju mobil jaejoong
“baiklah aku berangkat ne dr.siwon.. Anyeooong” jaejoong buru- buru menuju mobilnya siwon mengikuti yunho
.
.
Seperti biasa jaejoong sibuk dengan panggilan dari IGD yang mendadak banyak sekali pasien tak memperdulikan badannya yang sudah lelah ia mendorong bed pasien menuju ruang operasi disisi lain ada sosok yang sedang memperhatikan jaejoong dengan intens ‘kau semakin menarik’ gumamnya
Jaejoong berjalan lelah menuju ruang khusus fellow ia duduk bersandar di kursinya sejenak memejamkan matanya ia sangat lelah hari ini operasi beruntun dilakukannya bersama yunho
“kau tampak lelah kim!” ejek ahra
“bukan urusanmu ahra ssi” jaejoong menepuk pundaknya untuk meringankan kesemutan di bahunya
“aku hanya berpendapat kim jaejoong, appa menanyakanmu pulanglah” ahra keluar ruangan dengan santai
“dia pikir dia siapa menyuruhku pulang” gumam jaejoong ia menelungkupkan kepalanya ke meja dengan kedua tangan sebagai tumpuan
“apa kau sibuk boo?” yunho menempelkan kaleng dingin yang dibawanya ke pipi jaejoong membuat jaejoong terkaget
“aishh!! Kau membuatku kaget bear!” kesal jaejoong ia melirik yunho yang sedang membukakan kaleng minum untuknya
“jja.. Minumlah, kau harus segar saat bertugas boo” yunho menyodorkan kaleng itu dan diterima jaejoong dengan bibir mengrucut
“dr.kim ka-..” kata siwon terhenti saat dilihatnya yunho dengan santai duduk di depan meja jaejoong membuatnya kikuk “ahh nikmati waktu kalian, aku akan kemari nanti” siwon dengan cepat menutup pintu membuat jaejoong bingung denga kelakuan siwon
“kenapa dengan dokter choi?” tanya jaejoong
“molla” yunho mengendikkan bahunya
“kau ingin berjalan di taman depan ruman sakit boo?” tawar yunho
“sepertinya tidak buruk”
Jaejoong berlarian memegangi bunga- bunga cantik yang tumbuh di taman rumah sakit ia tampak senang dengan yang dilihatnya
“kau senang?” tanya yunho
“ne .. Mereka sangat cantik bear, wah lihat yang ini” jaejoong menunjuk bungan berwarna kuning yang sangat cantik “tapi kenapa tempat seindah ini tidak ada yang mengunjungi?” tanya jaejoong
“taman ini selalu sepi, meskipun udaranya bagus dan banyak bunga yang indah kukira mereka lebih sibuk dengan kegiatan masing-masing tempat ini adalah tempat yang nyaman untuk beduaan boo” jaejoong memicingkan matanya
“jangan berbuat mesum disini yunnie.. Ini tempat kerja” yunho tertawa melihat jaejoong menyilangkan tangannya ke dadanya
“wahh aku tidak menyangka kau semesum itu boo, siapa! Siapa yang sudah mengajarimu hal mesum eoh?” jaejoong menatap kesal yunho
“ani. Aku tidak pernah benar- benar berkencan dengan siapapun.. Mereka yang dekat denganku selalu saja aku merasa ilfeel” jaejoong duduk di seberang yunho
“wae ? Bagaimana bisa begitu?” tanya yunho
“setiap junsu menjodohkanku pria yang terlihat baik malah tampak sangat mesum di suatu ketika aku selalu benci saat mereka memandang mesum kepadaku bear.. Junsu selalu mengomel tiap kali aku mengacaukan acara perjodohan walaupun junsu mengatakan yang dikenalkannya adalah pria baik tapi aku merasa tidak.. Entahalah” yunho memandang intens jaejoong
“bagaimana jika itu aku? Bagaimana jika aku memandangmu mesum seperti pria yang dikenalkan junsu?” tanya yunho
“molla..” jaejoong menjawab asal
“kau ini lucu sekali boo” yunho mengacak rambut jaejoong “aku yakin kau juga belum pernah bercinta,apa aku benar?” jaejoong meringis dan mengangguk malu
“lalu .. Apa kau pernah bercinta yunnie?” tanya jaejoong penasaran
“kenapa kau begitu penasaran eoh?” yunho tertawa pelan
“jadi kau pernah tidak bear! Ya mau kemana?” teriak jaejoong saat yunho sudah berlari
“aku mau ke ruangan kangta hyung boo” yunho melambai pada jaejoong yang sudah mempoutkan bibirnya kesal
Jaejoong menundukkan kepalanya dan menedang kesal kearah batu yang ada di depannya membuat seseorang tertawa kecil
“tegakkan kepala cantikmu itu jaejoong, semua orang tidak bisa melihatnya” jaejoong mendongak
“hyunjoong ssi” ucap jaejoong pelan membuat hyunjoong berdecak
“yah.. Kau ini selalu memanggilku formal seperti itu jaejoong ah”
“hehe mian hyunjoong, aku hanya terbiasa” hyunjoong tertawa kecil
“kau sudah makan jaejoong ah” jaejoong menggeleng
“aku akan mentraktirmu, come on jae” mereka berjalan keara kantin “aku tidak menyangka kita bertemu disini,kukira kau akan mengambil kelas bisnis untuk meneruskan perusahaan appamu” jaejoong memandang hyunjoong
“kau tau,ini adalah impian ummaku.. Jadi aku mewujudkannya” jawab jaejoong
“perusahaan appamu?” tanya hyunjoong
“molla, biarkan saja diurus sendiri aku lebih suka bertemu pasien dari pada bertemu klien” jawab jaejoong asal
“kau memang ekstrim” jaejoong tertawa pelan
Mereka duduk berhadapan
trek!
“Boleh aku duduk disini?” hyunjoong yang baru saja menyuap nasinya terkejut
“oh ne, wajahmu tidak asing.. Kau siapa?” tanya hyunjoong
“oppa ..kau lupa kepadaku eoh? Aku go ahra ah ani kim ahra” jaejoong mendengus melihat ahra
“ah ne, kau dulu yang sering bertengkar dengan jaejoong ne?” ahra memandang kesal hyunjoong
“ne .. Aku oppa”
“wah .. Kalian bertemu lagi ternyata” hyunjoong tertawa
“oppa .. Menjamu di sebelah mejaku” ucap ahra lagi
“bukankah kita satu ruangan ?” ahra mengangguk
“ne.. Kita sama- sama berada di ruangan fellow jadi kita akan sering bertemu” ucap ahra malu- malu
“ah ne” hyunjoong memaksakan senyumnya hingga jaejoong menahan tawa dalam diamnya
“aku sudah selesai.. sampai jumpa hyunjoong ah” jaejoong bangkit dan berjalan kearah pintu keluar membuat hyunjoong menghela nafas.
.
.
Tok
Tok
Tok
“kangta hyung.. Kau sibuk?” kangta menoleh kearah pintu
“woahh kau tampak bahagia jung!” kangta mengolok yunho
“kau sangat tahu suasana hatiku sangat baik hyung” kekeh yunho
“apa jaejoong menginap dirumahmu kemarin eoh?” tanya kangta
“ne jaejoong menginap kemarin” jawab yunho membuat kangta bertepuk tangan
“woah .. Perkembangan yang bagus jung” kekeh kangta
“aku belum melihat yoochun hari ini, apa dia libur?” tanya yunho
“dia ikut seminar hari ini” yunho mengangguk mengerti
“apa kau sudah bertemu anak dokter kang in? Kim hyunjoong?” yunho mengangguk malas
“ne, aku bertemu tadi saat di ugd, dia terlihat rajin hyung” kangta mengangguk
“bukan itu, sepertinya hyunjoong dan jaejoong saling mengenal” yunho menaikkan alisnya
“benarkah? Aku juga merasa hyunjoong tidak asing tapi dimana aku bertemu dengannya”
“coba kau cari tau sendiri yun” yunho mengangguk ia melihat ponselnya bergetar “woah .. aku harus segera pergi hyung” kangta mengangguk
“ne .. Jja pergilah”
tbc.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar