Title : MINE
Genre :
angst, romance
Length :
-
Rate :
M
Main cast : yunjae etc.
Chapter
3
Yunho berjalan ke sisi kiri mobil dan jaejoong ke sisi kanan
tapi jaejoong melipat kedua tangannya dan cemberut membuat yunho mengangkat
sebelah alisnya
“waeyo boo? Kenapa tidak masuk?” tanya yunho
“dasar yunnie tidak romantis!” sewot jaejoong membuat yunho
melongo
Brak!
Pintu mobil yunho dibanting dengan keras pelakunya tentu
saja jaejoong
“mhiane boojae , jja pasang sabuk pengamanmu” jaejoong
melengos membuat yunho menghela napas dan memasangkan sabuk pengaman untuk
jaejoong “baiklah, aku akan mengembalikanmu ke kediaman kim.. jangan cemberut
seperti itu boo” yunho mulai mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang
“kenapa kau selalu menghindariku yunnie? Aku tau kau
mengerti perasaanku selama ini” yunho menoleh menatap jaejoong
“karena aku menghormati appamu” jawab yunho singkat ia tidak
mau jaejoong salah paham
“apa kau memiliki perasaan yang sama sepertiku yunnie?”
jaejoong menatap yunho intens
“ne, bahkan sejak aku pertama kali bertemu denganmu” jawab
yunho jujur
“jika appamu tau kau dan aku memiliki perasaan yang sama apa
appamu akan menyetujui kita?” tanya yunho pelan
“aku akan memaksanya jika ia tidak mau” sewot jaejoong
“kau melukai harga diriku sebagai pria sejati jika seperti
itu boo” jaejoong terkejut mendengar jawaban yunho
“waeyo? Bukankah yang kulakukan adalah hal yang benar?”
tanya jaejoong heran
“aku ingin appamu menerimaku karena aku sendiri bukan karena
paksaan darimu” jaejoong akhirnya paham dan ia membenarkan apa yang yunho
katakan
“mhiane yunnie..”
“gwencana.. kau hanya perlu berubah lebih baik dan rubah
sikap buruk dan juga imeg burukmu itu boo”
jaejoong mengangguk mengerti
“ne.. aku akan melakukan yang kau minta yunnie”
Mereka sampai di mension kim saat malam hari wajah jaejoong
berbinar ceria berbeda dengan buttnya yang masih perih karena ‘olah raga’ yang
mereka lakukan
“jja masuklah dulu aku akan memarkirkan mobil dulu” jaejoong
bergegas masuk dilihatnya appa juga ummanya sedang makan malam ia langsung
memeluk appanya
“anyeoong appaa” jaejoong memeluk siwon membuat siwon heran
dengan sikap jaejoong
“yah. Hanya appamu saja yang kau peluk?” umma kim memandang
iri pada siwon jaejoong beralih memeluk umma kim “anyeoong umma, apa umma tidak
ada fasion show hari ini?” sindir jaejoong
“apa kau tidak senang umma dirumah joongie?” jaejoong
mengendikkan bahunya acuh
“umma terlalu sering absen dirumah, jadi pemandangan langka
jika umma dirumah” jawab jaejoong cuek
“kau membuat umma tidak nafsu makan joongie” heechul
meletakkan sendoknya
“jae hyung.. kau dari mana?” tanya changmin
“kenapa kau mengurusi urusanku minnie?” jawab jaejoong
membuat changmin terdiam yunho masuk ke ruang makan disambut tatapan intens
changmin
“jja yun makan malam” ucap siwon
“ne presdir” yunho membungkuk hormat matanya melirik umma
kim yang memandangnya intens
“lama tidak bertemu yunho” sapa umma kim
“ne ahjumma ..” jawab yunho ia duduk tenang dan mengambil
nasi juga lauk
.
.
Yunho berada di kamarnya di mension kim ia berguling santai
sambil membaca buku bisnis changmin berada di pintu dan melongokkan kepalanya
“yunho hyung.. apa aku menganggumu?” yunho menoleh kearah
changmin
“ah aniyo.. wae?” changmin masuk dan duduk di sofa dikamar
itu
“kau darimana hyung tadi hingga baru pulang?” tanya changmin
“aku dari apartemen min” jawab yunho santai
“dengan jae hyung?” yunho mengangguk
“apa kalian berkencan?” tanya changmin
“waeyo.. kau tampak sangat penasaran” jawab yunho ia
merebahkan punggungnya di tumpukan bantal memandang changmin yangmenatapnya
menyelidik
“tentu saja hyung, jika kalian memang pacaran kalian harus
mentraktirku” jawab changmin asal
“apa yang kau temukan saat mengintai changmin?” tanya yunho
“kau pasti sudah tau, aku benar – benar tidak menyangka
heechul ahjumma bisa berbuat seperti itu” changmin menghela nafas
“apa mereka sudah sampai ke tahap bercinta min?” yunho bangkit dan menatap changmin
“ne” jawab changmin pelan yunho nampak sangat terkejut
“rahasiakan ini dari jaejoong atau kulkasmu akan kusita, aku
tidak ingin membuatnya sedih” perintah yunho dan changmin mengiyakan tanpa
mereka sadari percakapan mereka didengar jaejoong walaupun kamar yunho kedap
suara tapi pintu bercat putih itu tidak tertutup rapat hingga terdengar jelas
.
.
“appa.. kau sedang sibuk?” jaejoong masuk ke rungan siwon
dengan santai
“yah! Joongie lain kali ketuk pintunya dulu ini dikantor”
tegur appa kim
“ne .. ne mhiane appa, dimana yunho?” tanya jaejoong
“yunho sedang bertemu klien, appa sedang kurang enak badan..
kenapa kemari joongie?” tanya siwon
“appa.. bagaimana jika aku mulai berkencan?” pancing
jaejoong siwon menaikkan sebelah alisnya
“kenapa bertanya pada appa? Bukankah kau terkenal playboy
eoh?” ejek siwon
“aniya.. aniya .. bukan kencan yang seperti itu, kencan
sungguhan” siwon tertawa
“lalu, kencanmu yang selama ini bukan sungguhan eoh?” siwon
memutar bola matanya melihat putra tunggalnya ini
“bukan appa, aku hanya bersenang – senang dengan mereka”
keluh jaejoongh
“lalu kau ingin apa joongie?” tanya siwon
“apa appa akan marah jika aku berkencan dengan seorang yang
appa kenal?” tanya jaejoong hati – hati siwon memperhatikan jaejoong yang
meremas jari – jarinya tanda bahwa anaknya itu sedang gugup
“apa kau berkencan dengan changmin? Atau kau berkencan
dengan yunho?” tebak appa kim membuat jaejoong terkejut
“appaaa.. jika iya bagaimana?” siwon terdiam
“kau menyukai salah satu dari mereka, dan sekarang kau
mencoba meminta restuku? Jaejoong mengangguk seperti anak kecil membuat siwon
gemas dan menjewer pipi jaejoong
“ne appa, jadi bagaimana?” desak jaejoong membuat siwon
tertawa anaknya sangat tidak sabaran mirip sekali dengan heechul
“jadi siapa yang kau pilih, jika kau memilih changmin aku
tidak setuju dia memang pintar tapi dia masih kekanakan” siwon mengusap dagunya
“jadi appa setuju jika aku dengan yunho?” tanya jaejoong
antusias membuat siwon tertawa
“bagaimana yah, yunho terlalu perfect” siwon membuat alasan
membuat jaejoong memutar bola matanya
“aku sudah mencintai yunho sejak lama appa kau pasti tau itu,
hoaaaaam aku ngantuk ” kata jaejoong tanpa menunggu jawaban appanya ia bangkit
dan merebahkan diri di sofa empuk di ruangan mewah itu
“apa yunho mengetahui perasaanmu?” jaejoong mengangguk
matanya sedikit terpejam
“neh, yunnie tau sejak lama tapi ia membatasi diri dariku
semua karenamu appa” jaejoong jatuh tertidur di sofa siwon menyandarkan
tubuhnya di sandaran kursinya dan menatap anaknya itu dengan pandangan dalam ia
juga tidak menyangka jika yunho menahan diri hanya karena dirinya terbukti
bahwa yunho sangat menghormatinya.
tbc.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar