Jumat, 10 Februari 2017

I need you! chapter 6



Title        : I need you!
Genre     : romance,angst
Length   : -
Rate       : M
Main cast : yunjae etc.

Chapter 6




Jaejoong sedang memeriksa obat- obatan di dalam medical room ia dikejutkan dengan kedatangan boa
“jaejoong ssi, lama tidak bertemu ne?” sapa boa
“ah ne boa ssi, kau tampak awet muda ne ?” canda jaejoong membuat boa tertawa
“tentu saja, oh iya kemarin aku tidak melihatmu dalam acara penyambutan” jaejoong mengangguk sambil memeriksa obat- obatan
“neh.. aku kemarin tidak ikut penyambutan, kurasa sudah banyak yang menyambut” boa tertawa pelan
“kau .. masih bersama yunho?” jaejoong menoleh mendengar pertanyaan boa
“kenapa kau menanyakan itu? Apa kau masih menyukainya?” boa tertawa lagi ia ingin sedikit menggoda kekasih yunho ini
“uhm.. molla aku belum bisa memastikannya” jaejoong mendengus mendengar  jawaban boa
“ah begitu, baiklah aku akan kesana dulu ne” jaejoong berjalan menuju ke arah pintu keluar dengan sedikit kesal ia menghentakkan kakinya kesal “wow.. yeoja itu membuatku kesal!”
“ada apa denganmu letnan kim?” jaejoong terkesiap mendengar seunghyun
“aishh .. kau membuatku jantungan kapten jika mengagetkanku terus” jaejoong mengurut dadanya membuat seunghyun tertawa kecil
“kau ini manis sekali” seunghyun mengusak rambut jaejoong

Dari kejauhan changmin melihat seunghyun dan jaejoong nampak bingung “apa orang yang dimaksud kapten adalah jaejoong hyung?” changmin menutup mulutnya tidak percaya
“oppa, kau sedang apa? Jja kita makan” ucap shin hye yang tiba- tiba sudah ada disampingnya
“ne.. kajja” mereka berjalan menuju kantin barak
“oppa, bagaimana kabar kekasihmu?” tanya shin hye santai sambil memasukkan kimci kedalam mulutnya tapi tidak untuk changmin yang langsung tersedak
“ya! Uhuk!! Kenapa kau berbicara saat makan shin hye itu tidak sopan!” sembur changmin
“wahh oppa oppa.. wajahmu merah .. wuuu” goda shin hye
“aishh. Bocah ini” changmin memasukkan makanan dengan brutal
“oppa, dulu aku pernah menyukai namja saat kuliah tapi namja itu menolakku” shin hye memutar mutar sendoknya membuat changmin gemas
“makanan jangan dibuat mainan dongsaeng.. tidak baik” nasihat changmin
“aku tidak tau oppa, sampai saat ini aku masih menyukainya” changmin memandang kasian adiknya
“lalu, kenapa alasan dia menolakmu?” tanya changmin
“dia mengatakan aku hanya dianggapnya adik perempuannya tidak lebih” shin hye mulai berkaca – kaca
“sudah jangan menangis, kau yeoja yang cantik dongsaeng.. kau pasti mendapatkan yang lebih baik darinya” shin hye menangis keras membayangkan ia ditolak oleh jaejoong
“oppa.. perasaan ini tidak hilang walaupun aku sudah mencobanya” shin hye memukul dadanya
“ya ya! Jangan menangis seperti ini.. kau sekarang seorang dokter bagaimana bisa kau bersikap kekanakan begini!” seru changmin
“aku  juga manusia oppa!” teriak shin hye dengan air mata berderai ia mengusap ingusnya dengan tangan membuat changmin meringis

apa yunho hyung sudah gila menyebut shin hye sebagai dokter preman? Dia seperti bocah seperti ini!!’ batin changmin

“ne ne.. kau juga manusia, hapus air matamu itu kau tampak jelek!” ejek changmin membuat mata shin hye memicing
“aughh.. kau pintar sekali membuatku kesal tiang!” sewot shin hye membuat changmin memutar bola matanya
“yah! Tadi kau memanggilku manis dengan panggilan oppa kenapa sekarang kau berubah eoh!” kesal changmin
“aishh.. aku harusnya curhat pada yunho oppa dari pada padamu tiang, aku jadi menyesal” changmin tertawa pelan adiknya sangat moody
“lalu kenapa mencariku eoh?” changmin bersidekap membuatnya tampak cool
“yunho oppa tidak ada, aku sudah mencarinya dari tadi” jawab shin hye santai
“yunho hyung tidak ada?” tanya changmin heran

Luhan nampak ke kantin menuju lemari es ia sempat melirik kearahnya dan adiknya tapi tanpa berkata apapun
“sersan luhan, kau tau dimana yunho hyung? Ahh maksudku kapten yunho” tanya changmin
“tadi sore aku melihatnya bersama sersan park mengendarai mobil, mungkin akan ke taebek” jawab luhan
“ah begitu, arasso .. gomawo sersan luhan” luhan mengangguk dan berjalan keluar sebelum mengedipkan mata pada shin hye
“ishh dasar cabul!” gerutu shin hye
“kau harus terbiasa ne, dan jangan berbuat ulah” shin hye memanyunkan bibirnya
“ne ne .. arasso ..”
“jja kembalilah kau harus bekerja” usir changmin
“tidak ada yang dikerjakan, jadwalnya adalah besok pagi untuk mengambil sampel darah seluruh tentara” ucap shin hye
“ah begitu..”
“ne.. oppa, aku masih penasaran siapa kekasih yunho oppa hingga membuat yunho oppa nampak sangat berseri sebelum ditugaskan kemari” tanya shin hye penasaran
“yah! Kau ini senang sekali mencampuri urusan orang” changmin menyentil kening adiknya dengan ganas
“ishh!! Aku hanya penasaran.. yunho oppa orang yang kaku bisa berubah menjadi pribadi yang hangat ini sangat menakjubkan” shin hye berkata sangat semangat membuat changmin meringis
“aishh.. kau tetap memalukan dengan sikapmu ini” changmin menutup mukanya dengan kedua tangan
“YAH! Ayolahh oppa ne ne ne” shin hye mengedipkan matanya merayu kakaknya agar buka suara
“aku- tidak- tau” changmin melotot pada adiknya membuat shin hye manyun karena tidak berhasil mengorek informasi ia tau kakaknya ini tau semuanya tapi sengaja berbohong
.
.
Yunho dan yoochun dalam perjalanan kembali ke barak mereka baru saja kembali ke taebek untuk melaporkan kedatangan tim medis dari DongBang Hospital yang telah tiba
“yun ponselmu” ucap yoochun membuat yunho melirik kearah ponselnya yang bergetar ia menyalakan tombol di mobil untuk menjawab telpon
“yeoboseyoo umma” jawab yunho
“YAH!! Kenapa kau malah mengikuti minnie eoh yunho!!” sembur umma jung membuat yunho dan yoochun meringis
“aish.. umma, jaringan disini sangat tidak stabil.. jadi wajar saja jika aku jarang menghubungimu umma” jawab yunho sabar
“apa minnie dan shin hye sehat? Apa mereka makan dengan baik? Tidur dengan nyaman?” yoochun tertawa pelan
“umma, mereka sudah besar.. dan aku ada di dekat mereka jangan mengkhawatirkan mereka terlalu berlebihan aku janji menjaga mereka” jawab yunho membuat umma jung mendesah pasrah
“ne ne.. umma percayakan mereka padamu yun.. hiks .. umma sangat kawatir pada mereka” isak umma jung
“umma.. sudahlah, umma cukup mendampingi appa dan menghabiskannya sisanya serahkan padaku” canda yunho
“umma sudah mendengar dari appamu tentang jaejoong” ucap umma jung membuat yunho mengeryit
“lalu?” tanya yunho
“apa kau senang yunnie ?” umma jung balik bertanya pada yunho
“tentu saja, dia satu- satunya orang yang kucintai selama ini.. jika aku sudah kembali bukankah itu hal yang sangat menggembirakan” jawab yunho
“apa kalian berencana menikah?” yoochun ikut mengeryit seperti yang yunho lakukan
“tentu saja umma, aku ingin membangun keluarga kecilku bersama jaejoong dan anak kami” yunho menjawab santai tapi ia memiliki firasat buruk
“ah begitu.. besok umma akan menyapa jaejoong kalau begitu rasanya sangat lama tidak menyapanya” jawab umma jung ceria
“ne umma.. aku akan mengatakan padanya besok”
“ne..yasudah umma mau masak dulu bye yunnie.. bogoshipoyo”
“ne umma”
Pip.

“umma jung tidak berubah sama sekali yun” yunho menatap malas sahabatnya
“ne kau  benar, dia masih saja posesif pada kami” jawab yunho malas
“tapi kenapa umma jung bertanya tentang pernikahan?”
“molla.. aku punya firasat buruk chun”
“eoh ponselmu bergetar lagi” ucap yoochun malas “kenapa ponselku tidak ada yang menghubungi” gerutuynya

Yunho menjawab telpon anaknya itu dengan tersenyum
“APPAAA!” teriak monbin membuat yunho tertawa
“ne ne.. uri binnie .. appa mendengarmu” jawab yunho
“appa.. bogoshipo” rengek monbin
“ne .. nado bogoshipo adeul, binnie sedang apa?” tanya yunho
“binnie sedang main appa” jawab monbin
“yah! Jung monbin kau hanya merindukan appamu tidak dengan ahjussi tampan eoh?” sahut yoochun
“wahh ada ahjussi yang jidatnya lebar ne” yoochun mendengus mendengar jawaban monbin
“yak! Binniiieeeeee!! Kenapa kau mengacak kamarku eoh?” teriak junsu ia tidak tau jika keponakannya itu sedang menelpon appanya
“wahh kau berbuat apa binnie hingga imomu seperti itu ?” tanya yunho heran ia tidak melihat sahabatnya yang sudah gugup setelah mendengar suara mantan kekasihnya
“aku tadi hanya sedikit mengacak perpustakaan mini milik imo appa, aku mencari komik ternyata tidak ada” jawab monbin jujur
“yak! Binnie. Kau mengabaikanku eoh bocah manis” suara junsu nampak nyaring di mobil yang dikendarai yunho
“binnie.. loudspeaker ponselmu.. appa ingin berbicara dengan imo mu” monbin mengangguk dan memencet tombol loudspeakernya
“ya kau kim junsu! Jangan memarahi monbin” junsu menutup mulutnya ia tidak tau jika keponakannya sedang menelfon appanya
“eoh .. hehe mian yunho hyung, aku sedikit kesal kamarku sangat berantakkan akibat anakmu yang manis ini dan juga aku tidak sedang memarahinya aku hanya bercanda” jelas junsu panjang lebar membuat kedutan di bibir yoochun sedikit tersungging hal itu tak luput dari pandangan yunho
“ya ya, aku percayakan monbin padamu.. oh iya junsu ah, apa kau merindukan yoochun? Dia sedang disampingku saat ini” yoochun melotot mendengar ucapan sahabatnya
“yah! Kau benar- benar jung!” teriak yoochun frustasi di seberang telpon junsu nampak gugup
“oh ani, aku akan ke kamar mandi.. ponselnya kuberikan lagi pada monbin hyung.. anyeoong” junsu buru- buru memberikan ponsel pada monbin
“appa, muka junsu imo sangat merah. Apa junsu imo alergi?” tanya monbin polos membuat yunho tertawa
“ani .. dia tidak alergi, binnie” jawab yunho sabar ia berkonsentrasi menyetir karena jalanan semakin gelap “binnie .. besok appa telpon lagi ne, sekarang binnie main jangan nakal, arrachi?”
“ne appa.. anyeoong”
Pip

“wahh.. kau lelaki sejati park” ejek yunho membuat yoochun mendengus
“kau ini jung, aku hanya sedikit canggung jika aku menyapanya lagi.. kau tau waktu berjalan sangat lama mungkin saja dia sudah memiliki kekasih” jawab yoochun
“aniyo.. aku sudah memastikannya pada boojae, dan junsu tidak pernah terlibat percintaan lagi setelah putus darimu” jawab yunho santai
“jinja??”
“ne.. kau tanyakan sendiri sobat, kau harus menjadi pria sejati” ejek yunho lagi membuat yoochun meninju lengannya.
.
.
Mereka sampai tengah malam suasana sangat sepi
“semua orang sudah tidur rupanya” ucap yunho ia melihat sekelilingnya sepi hanya penjaga yang sedang berjaga mengamati keadaan
“bukankah itu jaejoong?”  sahut yoochun membuat yunho menoleh
“oh ne, kenapa dia belum tidur?” Tanya yunho heran
“kau sudah baikan dengannya?” Tanya yoochun
“aniyo.. dia selalu menghindariku seharian ini” yunho mengehela nafas
“jja.. selesaikan masalahmu jangan dibiarkan berlarut –larut” yoochun menepuk pundak yunho
“seharusnya kata- kata itu untuk dirimu sendiri” cibir yunho membuat yoochun mematung ditempatnya

“kau menungguku boo?” Tanya yunho pada jaejoong yang sedang bersidekap kedinginan
“uhm” gumam jaejoong membuat yunho gemas ia menggosok kedua tangannya dan menggenggam tangan jaejoong
“kau kedinginan jika menunggu disini, kau mau kopi?” tawar yunho ia menuntun jaejoong kearah tempat duduk di dekat pompa air
“duduklah disini aku akan membuatkanmu kopi, dan kenapa kau tidak memakai seragammu eoh.. disini jika malam sangat dingin dan pagi sangat terik boo” yunho melepas seragamnya dan menyelimutkannya pada jaejoong “tunggu sebentar” yunho berlari kearah dapur untuk membuat dua gelas kopi
“baboya.. kenapa juga aku harus menunggunya seperti yeoja seperti ini” jaejoong menepuk keningnya ia bisa melihat yunho yang semakin lama tak terlihat menuju kantin barak “ugh.. dinginnya” jaejoong mengeratkan seragam yunho di tubuhnya
“eoh kau cepat sekali bear” jaejoong menerima segelas kopi yang dibuat yunho
“tentu.. hanya dua kopi itu mudah” jawab yunho santai ia duduk di sebelah jaejoong
“uhm .. bear, aku sudah memikirkannya tindakanku yang marah padamu kemarin.. aku minta maaf bear” jaejoong mengeratkan pegangannya pada mugnya
“seharusnya aku yang meminta maaf boo, kau tidak bersalah dan patut marah karena tindakan cerobohku” jawab yunho ia menyampirkan tangannya kepundak jaejoong
“aku hanya terlalu kawatir padamu” jawab jaejoong
“ne aku tau.. aku berbohong karena aku tidak mau kau kawatir” yunho menatap jaejoong yang juga menatapnya
“aku hanya tidak ingin kau sakit, lambungmu-..”

Cup

“arra.. aku tau” yunho mengecup jaejoong membuat jaejoong berhenti berbicara
“hahh.. aku tidak mau binnie kehilangan appanya diusia muda” jawab jaejoong santai
“yah boo.. jangan berkata seperti itu eoh, jadi kau rela kehilanganku seperti itu?” protes yunho
“kekanakan!” jaejoong menyentil kening yunho saat ia menarik tangannya tangan yunho meraihnya dan mengecupnya membuat jaejoong blushing parah
“yah.. lepaskan bear kita sedang bekerja” jaejoong menarik tangannya yang digenggam yunho tapi genggaman itu terlalu erat hingga

Set

Cup

Mereka berciuman dengan dalam yunho mencium jaejoong dengan lembut dan penuh perasasan namun lama – lama ciuman itu turun ke leher hingga
“eunghh..” lenguh jaejoong saat yunho memberikan kissmark di lehernya namun ia tersadar dan mendorong yunho sebelum hal lain terjadi
“hahaah.. kau takut aku memakanmu boo?” tawa yunho
“tentu saja” pout jaejoong
“aniyo.. ini terlalu terbuka boo, tapi bukan ide buruk juga” yunho menaikturunkan alisnya
“YAH!” teriak jaejoong membuat yunho tertawa
“ne ne.. mhiane boo” yunho memeluk kekasihnya itu dengan erat
“aku mengantuk bear” jaejoong menyandarkan kepalanya ke bahu yunho dan memejamkan matanya
“jja.. kembalilah ke barakmu boo”
“ne ne.. kenapa kita tidak satu barak saja huh” keluh jaejoong
“appa pasti akan menghajarku jika kau hamil dalam tugas kali ini boo” canda yunho
“ishh.. aku tidak akan mengijinkanmu melakukannya jika tanpa pengaman” yunho mendengus
“ne ne.. mau kuantar kembali?” jaejoong menggeleng
“aniyo .. aku bisa sendiri” jaejoong berdiri dan berlari menuju baraknya matanya sudah sangat mengantuk
“wahh.. dia membawa bajuku juga” gumam yunho ia melihat jaejoong masuk ke dalam baraknya dan berjalan berlawanan menuju baraknya
.
.
“sersan seungri.. palli kemarilah” ucap luhan pada seungri
“apa aku salah lihat? Bukankah ini baju kapten jung?” Tanya luhan seungri yang merasa penasaran melihat nama yang tertera di baju yang menempel di badan jaejoong
“kau benar, ini milik kapten jung.. apa mereka teman dekat hingga baju kapten jung di pakai selimut oleh letnan kim?” gumam seungri
“ada apa eoh?” Tanya seunghyun yang baru saja tiba merasa penasaran dengan kedua anggotanya yang berdiri di dekat jaejoong yang tengah tertidur di ranjangnya
“ah kapten bukan apa- apa hanya saja kami heran kenapa seragam kapten jung bisa dipakai selimut oleh letnan kim” jelas luhan
“eoh ? benarkah?” seunghyun yang ikut penasaran menuju ke arah keduanya dan benar saja yang dilihatnya adalah seragam yunho dan matanya sedikit melotot melihat tandakemerahan di leher jaejoong
‘sebenarnya apa hubungan mereka?’

‘apa yunho kekasih jaejoong?’

‘jika iya, apakah yunho yang membuat kiss mark itu? Kapan? ’ bantin seunghyun

“sudahlah, biarkan saja mungkin mereka teman dekat.. kajja bersiap lari pagi” ucap seunghyun
“siap kapten!” jawab keduanya

“eung.. hoaaaam” jaejoong  bangun saat mendengar suara keras luhan dan seungri “eoh good morning sersan luhan, sersan seungri dan kapten choi” jaejoong mengucek matanya membuat ketiganya terpesona “ah mian, siap kapten choi!” jaejoong terbagun dari tidurnya membuat baju yang menempel ke badannya terjatuh
“ah ne letnan kim” jawab seunghyun yang akhirnya tersadar dari keterpesonaannya pada jaejoong
“kenapa kalian berkumpul di ranjangku?” Tanya jaejoong bingung ia memungut baju yang terjatuh kemudian matanya melotot dan menyembunyikan seragam itu di balik badannya membuat ketiganya menahan tawa
“kami tadi hanya ingin membangunkanmu, bukankah hari ini ada pemeriksaan untuk seluruh tentara?” dusta seunghyun diangguki luhan dan seungri
“ah ne.. aku akan mandi kalau begitu” jaejoong mengambil seragam dan juga handuknya dan menyembunyikan tangan satunya di balik tubuhnya “sampai nanti semuanyaa” jaejoong berlari kearah pintu keluar dengan tergesa ia berhenti saat dirasanya
“ada apa denganmu letnan kim?” Tanya taecyon yang kebetulan berpapasan
“aishh kau membuatku kaget! Jangan bertanya dulu” jaejoong buru- buru menuju kamar mandi
Jaejoong menghabiskan satu jam di kamar mandi karena ia bimbang akan keluar, apakah seunghyun sudah tidak ada atau masih ada ia bingung harus menjawab apa jika ditanya kenapa baju yunho ada padanya
“yah! Kau yang di dalam kenapa lama sekali, antrian sangat panjang cepatlah” ucap seseorang
“ne” dengan santai jaejoong membuka pintu membuat prajurit itu takut dan menciut nyalinya
“mian, letnan kim” cicitnya
“arasso.. masuklah” jawab jaejoong santai ia dipandangi banyak prajurit yang juga mengantri
“aigoo baboya!” jaejoong menepuk kepalanya ia lupa jika ia akan melakukan pemeriksaan darah untuk semua prajurit hari ini

Dengan wajah cool ia masuk medical room yang sudah dipenuhi banyak tentara dan juga dokter yang sudah berjajar di mejanya masing- masing
“lihat jung, kekasihmu sedang tebar pesona” bisik yoochun
“dia memang mempesona chun” ucap yunho santai
“woah .. letnan kim sangat cantik” ucap eunhyuk tanpa sadar membuat il woo melotot dan taecyon membungkam mulut eunhyuk
“hyukjae.. kau mau gigimu rontok?” ucap yunho santai membuat keempatnya meringis

Bruk!
“jae hyung! Ah ani dokter kim aku ingin menjadi yang pertama” ucap changmin ceria membuat semua orang menoleh termasuk jung shin hye yang menoleh kearah jaejoong membuat matanya berkaca- kaca tanpa sadar ia memanggil jaejoong
“Oppa.. jaejoong oppa!” jaejoong menoleh karena namanya dipanggil ia cukup terkejut adik terkecil yunho juga berada disini
“a-ah shin hye, kau juga disini?” jaejoong berucap canggung
“ne, aku baru melihatmu oppa” ucap shin hye
“tentu saja kau baru melihatnya dokter, letnan kim tidak ikut dalam penyambutan kalian” sahut luhan
“ah begitu ne” jawab shin hye pelan ia meneruskan pekerjaannya
“aahhh siapa yang berani menarik kerahku! Yah! Lepas!” protes changmin
“kau harus mengantri ne sersan jung, aku adalah kaptennya jadi aku duluan” yunho mengambil alih tempat duduk changmin membuat changmin mendengus
“huh dasar jahat, kau menyalahgunakan pangkatmu hyung!” gerutu changmin
“jadi setelah kapten jung adalah aku” ucap seunghyun membuat changmin melotot
“yah! Kalian berdua kenapa!” protes changmin
“suntikanku sakit loh, bagaimana bisa kalian berebut seperti itu” canda jaejoong
“yah.. jae hyuung” keluh changmin membuat semua orang menahan tawa
“eoh bear, urat nadimu tidak terlihat” gumam jaejoong yang masih terdengar oleh seunghyun
“akh!” teriak yunho membuat jaejoong memicing
“aku belum menusuknya” semua orang menahan tawa melihat kelakuan yunho dan yunho sedikit mencondongkan tubuhnya lebih dekat membuat jaejoong kaget
“apa kau sengaja memamerkannya boo?” bisik yunho
“yah apa maksudmu?” jaejoong balas berbisik
“itu” yunho mengarahkan jarinya pada lehernya sendiri membuat jaejoong teringat dan melotot
“YAH!” teriak jaejoong tanpa sadar dan yunho dengan sengaja mendorong jarumnya masuk menusuk nadinya
“cepat siapkan kantungnya” ucap yunho santai
“ah n-ne, kau sungguh gila” jaejoong memasukkan tabung itu dan darah yunho masuk
“jja selesai” jaejoong berkata cuek membuat yunho tertawa
“yah apa yang kalian bicarakan hingga jae hyung berteriak eoh?” Tanya changmin
“ra- ha – sia” bisik yunho membuat changmin memadang kesal hyungnya yang tertawa setan.



TBC.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar