Jumat, 10 Februari 2017

MINE chapter 5



Title                 : MINE
Genre              : angst, romance
Length             : -
Rate                 : M
Main cast        : yunjae etc.

Chapter 5



Jaejoong keluar dari mobilnya ia sampai beberapa menit yang lalu ia sampai di mension kim ia melihat betapa megahnya bangunan rumah yang ditinggalinya selama dua puluh tahun sejak ia lahir kedunia ia dibesarkan di rumah ini. 

Dulu keluarganya sangat bahagia ia, appanya, ummanya, juga yunho dan changmin yang ikut tinggal sejak beberapa tahun yang lalu tapi hidupnya berubah saat ummanya memutuskan untuk kembali menjalani karirnya menjadi designer yang namanya perlahan mulai menaik lagi setelah memutuskan rehat karena membesarkannya terhitung tujuh tahun ummanya sudah mulai jarang dirumah dan puncaknya adalah satu tahun terakhir ummanya menjadi sosok yang berbeda dan pulang ke mension kim hanya beberapa kali dalam sebulan hal itu perlahan membuatnya terbiasa akan kehilangan sosok ummaya dan sekarang ia tahu kenapa alasan ummanya seperti itu

‘umma.. aku berjanji akan mandiri dan tidak akan merepotkanmu aku akan menjadga appa bagiku ummaku sudah tidak ada dan hanya ada appa, appa yang sangat menyayangiku dengan sangat tulus bahkan aku baru menyadarinya aku memang bodoh sangat bodoh dan satu lagi apapun pendapatmu nanti tentang aku dan yunho aku sudah tidak perduli’ ucap jaejoong dalam hati

“eoh tuan muda, anda sudah pulang?” tanya ahjumma choi kepala pelayan juga pengasuhnya sejak masih kecil
“ne ahjumma.. bogoshipo” jaejoong memeluk orang yang disayanginya itu erat seperti mengerti pengasuhnya itu menepuk pundak jaejoong pelan
“nado bogoshipo tuan muda, apa kau ingin teh madu?” jaejoong mengangguk ia butuh menyegarkan pikirannya
“ne.. tuan muda tunggu di taman, aku akan menyiapkannya ne” jaejoong tersenyum
“ne ahjumma.. gomawo”
“ah ne.. yunho tadi mencarimu tuan muda” jaejoong nampak terkejut
“jinja? Dimana dia?” ahjumma choi menunjuk dengan dagunya membuat jaejoong menoleh
“ah ne, aku akan kesana” jaejoong  berjalan menuju yunho

“kau baru pulang boo?” tanya yunho
“ne, aku menginap dirumah suie” yunho tau jaejoong  berbohong sorot mata jaejoong menunjukkan luka 

Set

Yunho menggeser duduknya dan memeluk jaejoong tak berapa lama isakan lirih terdengar dan ia merasa dadanya basah karena air mata jaejoong
“lupakan apa yang menyakitimu boo, jangan pernah mengingatnya lagi..” ucap yunho
“hiks.. hiks..”
“aku tau, kau mungkin sudah mengetahui kebenarannya” jaejoong mengangguk dan semakin terisak
“hikss. Hikss.. hikss” jaejoong meremas kemeja yunho hingga kusut
“mhiane .. jika aku mengatakan ini, kumohon kau mengerti boo..”
“mian mengganggumu tuan muda ini teh madunya” yunho mengangguk dan ahjumma choi meletakkan dua cangkir teh madu yang dibuatnya
“gomawo ahjumma” ahjumma choi mengangguk dan segera beranjak
“appamu sudah mengetahui perselingkuhan ummamu dari awal” jaejoong menatap yunho
“jinja? Kenapa appa diam saja?” tanya jaejoong yunho menarik jaejoong kedalam pelukannya
“appamu ingin tau sejauh apa yang dilakukan ummamu, dan ia menugaskanku dan changmin tugas kami berbeda aku mengawasimu dan changmin mengawasi ummamu” jaejoong mendengarkan yunho dengan seksama
“mengawasiku?” tanya jaejoong heran
“appamu takut jika terjadi sesuatu buruk padamu”
“sesuatu buruk? Apa maksudmu yunnie?” tanya jaejoong
“sesuatu buruk yang bisa membuatmu hilang dari dunia ini, aku tidak ingin mengatakannya tapi inilah yang paling buruk yang bisa terjadi.. dan juga kesehatan appamu akhir- akhir ini sedikit menurun” ucap yunho pelan
“mwo? Kenapa aku tidak tau ini yunnie ah? Anak macam apa aku ini hiks .. hiks” jaejoong mulai terisak lagi
“appamu ingin merahasiakannya, kumohon kau berpura- puralah tidak mengetahui ini” jaejoong mengangguk
“apalagi yang appa sembunyikan dariku yunnie” air mata jaejoong mulai bercucuran
“inti dari pembicaraan kita adalah aku ingin kau merahasiakan apa yang kau ketahui boo, aku tidak ingin usaha appamu menjadi sia- sia” mata jaejoong mulai berkaca- kaca
“jadi maksudmu aku harus diam saja saat aku tau perbuatan ummaku seperti itu?” jaejoong memandang tidak percaya
“aku tau ini menyakitkan.. tapi kumohon boo.. bersabarlah” jaejoong menangis keras tangannya di genggam yunho dengan erat
“ne aku berjanji demi appa” ucap jaejoong mantap
“jja.. hapus ingusmu boo” goda yunho
“yah!!” teriak jaejoong
.
.
“umma pulaaaang” teriak umma kim ceria membuat jaejoong menoleh kearah ummanya
“eoh joongie, kau sedang apa ?” tanya umma kim
“menonton drama” jawab jaejoong singkat ia meneruskan menonton tv dan mengemil
“yah! Kenapa mataku bengkak begini eoh?” teriak umma kim heboh dipegangnya wajah anaknya tapi segera di tepis
“aku menonton drama yang menyedikan dan menangisinya” jawab jaejoong membuat umma kim terbahak
“aigoo.. kukira kau kenapa joongie.. jangan terlalu sering menonton drama sedih matamu bisa jelek jika terus menangis” ucap umma kim asal ia mendudukkan dirinya di sebelah anaknya dan ikut ngemil
“umma dari mana?” tanya jaejoong santai
“umma dari kantor, aigoo.. tubuh umma rasanya kaku sekali banyak sekali pekerjaan dikantor” keluh umma kim

‘bohong! Dasar pembohong! Kau dari hotel dengan pria itu dan tubuhmu sakit bukan karena pekerjaan tapi karena kalia bercinta semalam!’ gerutu jaejoong dalam hati

“ohh.. begitu, kurasa wajar jika kau begitu lelah umma designer terkenal dengan jam terbang yang tinggi pasti tidak akan memiliki waktu luang untuk bersantai” jaejoong memakan keripiknya dengan beringas membuat umma kim heran
“ahh begitulah jaejoongie.. umma sangat menikmatinya” jawab umma kim bahagia
“apa appa baik- baik saja umma?” pancing jaejoong
“ne dia baik – baik saja” jawab umma kim sekenanya membuat jaejoong mendengus
“kudengar appa barusaja pingsan karena kelehan” bohong jaejoong membuat umma kim langsung menoleh
“mwo? Benarkah? Ahh itu mungkin umma lupa memberitahumu” paras cantik itu nampak menjawab dengan ragu “aku ingin tidur, aku ngantuk sekali.. hoaaam” umma kim beranjak dari sofa jaejoong berpura- pura memperhatikan tv setelah agak jauh dari sofa ia menoleh kearah ummanya benar saja cara jalan ummanya sama sepertinya saat ia setelah bercinta dengan yunho
“huh. Dasar! Aku tidak akan mudah ditipu” mulut jaejoong berkomat – kamit membuat yunho tertawa
“apa yang mulut ini gerutui eoh” yunho mengapit mulut jaejoong dengan jarinya membuat jaejoong memicing
“dari mana eoh!” jaejoong bersidekap
“dari ruang kerja appamu boo, bersama changmin” yunho menggelengkan kepalanya melihat sifat kekanakan jaejoong
“bersama changmin?! Awas saja jika kalian selingkuh dibelakangku” yunho tertawa melihat jaejoong
“aku dan changmin? Kira- kira siapa yang jadi uke boo diantara kami?” tanya yunho usil jaejoong nampak berpikir dan bergidik
“oh my god! Aku tidak bisa membayagkan saat kalian bercinta siapa yang ditusuk!” yunho membekap mulut jaejoong saat changmin tiba – tiba melintas
“kau ini boo.. jika changmin mendengarmu mengatakan hal – hal jorok kau akan diintrogasi hingga pagi” bisik yunho membuat jaejoong mengangguk
“OMO!! JAEJOOONG!! CEMILANKUUUUUU!!!” teriak changmin frustasi
“mhiane .. aku kelaparan min hyung.. hehe” jawab jaejoong cengengesan
“aigooo .. kekasihkuu” changmin memeluk beberapa bungkus snack yang masih utuh “aku akan menyelamatkanmu dari monster jaejoong” ucap changmin lebay
“yah! Aku akan menggantinya nanti.. jja berikan padaku!” jaejoong mengulurkan tangannya kearah changmin
“changmiiin ..” panggil yunho
“ne ne.. makanlah sepuasmu” changmin memberikan snack yang ada dipelukannya ia takut tatapan yunho sangat mengerikan lagipula ia tidak bodoh ia tau jaejoong sedang sedih karena mengetahui kenyataan yang sebenarnya
“gowamo .. yunnie akan menggantinya nanti, iya kan yunnie ah?” jaejoong menatap yunho dengan berkedip – kedip lucu
“aishh .. kau menggunakan jurusmu, kau curang” gerutu yunho
“ne kupastikan menagihnya kepadamu yunho hyung” changmin mendaratkan buttnya asal kearah kursi
“sudah lama sekali kita tidak pernah memancing ne” ujar changmin
“ne, aku jadi ingin memancing” sahut jaejoong
“yah! Kau yang paling payah dalam menangkap ikan jaejoong ah” ejek changmin
“yah! Apa maskudmu, walaupun benar tapi ada yunnie yang selalu mejadi juara saat memancing ikan huh!” jaejoong mehrong kearag changmin membuat yunho tertawa
“kita besok bisa pergi memancing, bukankah besok akhir pekan” ucap yunho diangguki keduanya
“kalau begitu aku akan mengajak appa, ia pasti senang jika memancing bersama”
“ne” jawab yunho dan changmin mereka senang jaejoong sudah nampak lebih baik
.
.
“appa.. bukankah udaranya sangat segar?” jaejoong menggandeng siwon dan berjalan dengan ceria dibelakangnya ada yunho dan changmin yang membawa peralatan memancing
“aigoo .. joongie, lihat kedua namja dibelakang kita sedang kesusahan kau tidak berniat membantu mereka?” jaejoong menggeleng dengan ceria
“aniyoo .. mereka harus cukup berolah raga lihat badan mereka jadi gendut karena kurang berolah raga” kedua orang yang membawa peralatan itu mendengus mendengar jawaban jaejoong
“wahh kau tega sekali jaejoong ah” sahut changmin
“dimana umma?” tanya jaejoong
“dia masih berdandan di mobil” jaejoong menggelengkan kepalanya saat ia melihat pakaian ummanya yang seperti salah tempat
“otte.. umma sudah cantik?” jaejoong mengangguk malas

1 jam kemudian -

“woahh, yunnie .. kau sudah dapat banyak”  jaejoong berteriak girang
“yah lihat, kailmu bahkan tidak dimakan sama sekali”ejek changmin
“yah! Aku memang tidak berbakat memancing tapi aku bisa memasak weeekkk” chagmin mendengus jaejoong benar- benar kekanakan
“joongie .. lihat appa dapat ikan” jaejoong berlari kearah appanya dan benar saja appanya mendapatkan ikan besar
“umma lihat! Appa dapat ikan besar” teriak jaejoong girang
“oh ne” jawab umma kim membuat jaejoong mendengus malas

Triing 

Ponsel umma kim terus saja berdering

“yeoboseyoo..”

“…..”

“oh ne, sekarang?” 

“….”

“ne, aku akan kesana sekarang” jawab umma kim


“yeobo .. mhiane, aku harus pergi sekarang.. jeongmal mhiane para model membutuhkanku saat ini” mohon umma kim
“arasso, pergilah” umma kim nampak terkejut
“jeongmal?” siwon mengangguk
“ne.”

Cup

Setelah memberikan kecupan Umma kim berlari menjauh menuju mobilnya

‘inilah mengapa ummanya kekeh meminta memakai mobilnya karena ia akan menggunakannya’ batin jaejoong

“jja .. kita lanjutkan memancing lagi” seru siwon ceria membuat jaejoong tersenyum
“hyung.. haruskah aku bertugas saat ini?” yunho menggeleng
“aniyo.. aku sudah menugaskan seseorang, kau disini saja” changmin mengangguk
“kau harus memasaknya dengan enak boojae” seru yunho ceria yunho melihat jaejoong mengetik pesan
“oh ne” jaejoong tersenyum setelah memasukkan ponselnya di saku ia memberikan perintah pada taemin untuk mengikuti ummanya

Triing 

Ponsel jaejoong dan yunho sama- sama berdering dengan pesan yang sama

‘ny. Kim berada di morimo corp bersama tan hankyung’

“wahh luar biasa” gumam jaejoong
“apa yang luar biasa joongie?” tanya appa jung
“ah ani, aku mencari menu masakan dan yang kutemukan luar biasa” yunho changmin dan siwon tau jaejoong sedang berbohong
“ah begitu, masaklah yang enak kalau begitu” jaejoong tersenyum tulus kepada appanya

Triiing 

Lagi – lagi kedua ponsel itu berdering  yunho melihat jaejoong yang nampak menghela nafas

‘ny. Kim dan tn. Hankyung menuju hotel mirotic’
.
.
“yunnie.. kau sedang sibuk?” jaejoong menyembul dari arah pintu
“aniyo .. wae?” jaejoong masuk dan mengunci pintu
“kenapa dikunci?” tanya yunho heran
“aku tidak mau diganggu, hari ini aku tidur disini tenang saja .. aku tidak memintamu berbuat aneh – aneh bear” yunho tertawa dan menyentil kening jaejoong
“wahh dasar mesum, aku bahkan tidak berfikir seperti itu” jaejoong memegang keningnya yang memerah.
“aishh.. aku jadi ingin berbuat aneh- aneh jika sikapmu begini” jaejoong berguling- guling diatas ranjang
“kau masuk kekamarku apa kau tidak takut aku berbuat macam- macam?” tanya yunho ia mendudukkan dirinya di sofa
“aniyo .. aku malah menginginkannya” jawab jaejoong jujur membuat yunho menggelengkan kepalanya
“ani .. kau harus istirahat” jawab yunho
“aniyooo.. aku ingin kita bercerita saja ottokeyo? Rengek jaejoong
“ANI.. kau pasti ingin memastikan sesuatu” tebak yunho membuat jaejoong tertawa “aku sudah sangat mengenalmu, jangan berbohong kepadaku” ucap yunho santai
“arasso .. aku tidak akan bohong”




Tbc.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar