Chapter 5
Sore hari di kediaman jung senior nampak umma jung sangat tidak rela harus berpisah dengan kedua cucunya
“yaa ~ yunnie .. Joongie tidak bisakah kalian tinggal lebih lama lagi” rengek umma jung
“umma.. Jangan begini lagipula yunnie tidak bisa bolos bekerja terus walaupun dia pemilik perusahaan” jelas jaejoong sabar
“sudahlah yeobo .. Jika ada waktu yunho dan joongie pasti berkunjung, lagipula kita juga bisa bermain ke soul” sahut kangin
“haaaah .. Baiklah .. Hati - hati dijalan ne, dan kalian jangan nakal ne” umma jung menghela nafas tapi akhirnya merelakan berpisah dengan cucunya
“ne halmonie” kompak kedua jung kecil itu
Cup
Cup
Changmin dan kibum bergantian mencium leeteuk dan kangin lalu masuk ke mobil
“joongie .. Mainlah kesini jika bosan ditinggal yunnie ne” kata umma jung
“ne umma” jaejoong memeluk umma jung erat lalu bergantian memeluk appa jung di susul yunho
“anyeoong umma appa” seru yunho yang masuk ke mobil.
Dalam perjalanan kibum dan changmin tak habis- habisnya berdebat tentang yeoja- yeoja model iklan berbagai produk makanan yang mereka tonton di televisi
“yak! Hyung! Palk shin hye noona lebih yeoppo” sewot kibum
“haah anii!! Suzy noona lebih cantik bummie” kata changmin tak mau kalah
“sudah anak- anak, umma kalian lebih yeoppo” sela yunho
“ne appa..” kompak changmin da kibum membenarkan ucapan appanya
“aishh aku ini tampan bear, bummie, minnie” kata jaejoong malas
“Umma .. Itu kebohongan!” kibum mencebil
“ne.. Umma itu yeoppo!” jerit changmin membuat jaejoong mencebil
“sudahlah boojae, tidak ada yang mengatakan kau tampan” yunho terkekeh
“huftt meyebalkan!” jaejoong menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi dan mecoba memejamkan mata
.
.
yunho masih fokus menyetir walaupun keadaan dalam mobilnya sudah hening sejak satu jam yang lalu anak- anaknya telah terlelap yunho memikirkan banyak hal termasuk kata-kata boojaenya yang tanpa sadar terucap tentang masalalu dan keluarganya. Yunho tidak bodoh ia sangat tau boojaenya merindukan keluarganya appa dan ummanya walaupun jaejoong selalu menepis hal itu.
“boo.. Kau sudah tidur?” yunho melirik boojaenya yang memejamkan mata
“ani ..” jawab jaejoong
“bisa kita bicara?” yunho berkata berhati- hati agar boojaenya bisa mengerti
“neh .. Kau mau berbicara apa bear” jaejoong masih memejamkan matanya walaupun ia tidak tidur
“apa kau merindukan umma dan appa?” jaejoong mengeryit mendengar ucapan yunho
“bukankah kuta baru saja dari rumah umma dan appa?” jaejoong memandang yunho
“ani .. Bukan umma dan appa jung tapi umma dan appa kim” yunho memperhatikan ekspresi istrimya yang tampak terdiam mendengar ucapannya
“aku- .. “ jaejoong menggigit bibirnya ia tidak sanggup melanjutkan kata- katanya
“arasso.. Aku tau” yunho membelai rambut istrinya ia sangat mengerti perasaan boojaenya
“bear ..” yunho meminggirkan mobilnya dan memeluk boojaenya yang sudah terisak di pelukannya
“kau ingin bertemu dengan mereka boo?” jaejoong menggeleng
“wae? Bukankah kau merindukan mereka?” bingung yunho
“aku masih belum siap” jaejoong mengusap air matanya dan kembali bersandar yunho kembali mengemudikan mobilnya
“kapanpun kau ingin menemui mereka aku akan mengantarmu boo, dalam hal ini akulah yang membuatmu seperti ini” jaejoong menoleh dan berkata serius pada suamiya itu
“aku tidak pernah memyesali apa yang terjadi bear, bagiku semua yang terjadi adalah hal terbaik yang diberikan tuhan. Minnie dan bummie bukan sebuah kesalahan” yunho menggenggam tangan istrinya kemudian tersenyum boojaenya sudah tumbuh menjadi umma yang baik bagi kedua anaknya bukan lagi namja SMA yang masih berpikiran labil..
“bear .. Besok ada seminar di kampusku aku ingin ikut” jaejoong memainkan ponselnya
“ne.. ikut saja..” sahut yunho
“tapi aku ingin mengajak minnie dan bummie ne” jaejoong menatap yunho dengan puppy eyes attacknya
“tapi boo, kau tai teman- temanmu sangat gemas dengan mereka aku tidak mau minnie dan bummie merasa tidak nyaman” jaejoong memutar bola matanya melihat keposesifan yunho pada anak mereka
“aigoo bear.. Kau tau mereka bisa menjaga diri mereka sendiri” ucap jaejoong malas
“tetap saja mereka masih anak- anak nae sarang ..” yunho masih kekeh
“tidak mau . Pokoknya besok aku akan mengajak mereka” putus jaejoong
“ne .. Besok akan ada bodyguatd yang menjaga kalian” jaejoong menghela nafas ia sudah sangat terbiasa dengan keadaan seperti ini ia sangat sadar menjadi seorang jung pasti akan merengut kebebasannya
“ne.. Tapi jangan terlalu mencolok ne”
“ne, aku akan menyuruh mereka mengawasi kalian tanpa harus ikut kalian kemana- mana”
.
.
.
“hoaaaaam” jaejoong melihat sekelilingnya ini kamarnya dan yunho ia melihat disampingnya yunho masih terlelap
Cup
“morning kiss appa bear” jaejoong terkikik melihat mulut yunho terbuka dilihatnya jam masih menunjukkan pukul 06.10 ia bergegas menuju dapur untuk memasak sarapan
“selamat pagi nyonya” sapa hyorin
“pagi hyorin ah.. Dimana bibi han” tanya jaejoong
“bibi han sedang mengatur beberapa maid untuk membersihkan halaman bekalang nyonya” jaejoong mengangguk mengerti
“aku ingin memasak menu sederhana hyorin ah siapkan bahan- bahannya ne” hyorin mengangguk dan bergegas mengambil bahan- bahan di dalam lemari pendingin di ujung dapur
“hyorin apa kau kerepotan mengurus minnie dan bummie?” hyorin mengeryit ia berpikir ia akan dipecat
“ap- apa saya akan dipecat nyonya” mata hyorin berkaca - kaca
“anii .. Waeyo memecatmu” jaejoong tertawa kemudian melanjutkan kata- katanya
“aku tidak memecatmu, aku hanya ingin menyuruh yoona membantumu mengurus minnie dan bummie aku tau kau sangat kerepotan” jelas jaejoong
“nyonyaa..”hyorin terharu mendengar ucapan jaejoong sungguh ia merasakan jaejoong adalah orang yang sangat baik dan hangat walaupun usianya masih muda
“baiklah kau beritahukan yoona, suruh dia mmbantumu menjaga minnie dan bummie” jaejoong tersenyum tangan cekatannya sudah mengolah beberpa masakan sederhana yang menggugah selera tak lupa ia membuat bekal untuk kedua jung kecil yang akan ikut seminar dengannya
“baiklah aku akan keatas, taruh saja ini di meja ne.. Aku akan membangunkan suamiku juga minnie dan bummie” jaejoong berjalan menuju kamar atas ia melihat beruangnya masih saja tidur lelap
“bear .. Iroenaa” jaejoong mengusap pipi yunho
“hmm .. Masih pagi chagii” ucap yunho malas ia masih betah memejamkan matanya
“ayolah bear .. Ini sudah jam 06.30 kau harus mandi” yunho menggeliat dan perlahan membuka matanya
“arassoo .. Arasso boojae; aku mandi” yunho bangun dan bersandar di sandaran ranjang ia melihat istrinya yang nampak cemberut itu
“aku akan membangunkan minnie dan bummie” jaejoong akan beranjak tapi ia terduduk lagi karena yunho menariknya hingga ia jatuh dipangkuan yunho.
Cup
“morning kiss baby” jaejoong memutar bola matanya
“ne .. Biarkan aku membangunkan anak kita ne,mereka butuh persiapan untuk ikut denganku” yunho mengangguk
“arasso .. Kau tidak ingin mandi bersama sayang?” yunho menempelkan bibirnya pada telinga boojaenya membuat jaejoong mendesah lirih
“aisshhh .. Dasar mesum” jaejoong segera beranjak ia sebal melihat tawa yunho pecah
.
.
“baby .. Banguun” jaejoong menepuk pipi kibum tapi hasilnya nihil kibum hanya menggeliat membuat jaejoong menggembungkan pipinya karena kesal
“minnie .. Bangun chagii” jaejoong beralih ke changmin malah lebih parah dari kibum ia malah mengeratkan pelukannya pada guling paha ayamnya membuat jaejoong mendesah frustasi
Tak membuang waktu ia memilih baju yang akan di pakai kedua jung kecil itu dan menyiapkan keperluan kecil lainnya lalu beralih ke kemar mandi dan mengisi bathup
“kalin akan terbangun dengan cara ini. Kekekeke” jaejoong terkikik sendiri ia berjalan kearah changmin dan melepas piyama anaknya itu kemudian menggedong dan
BYURR!!
“umma!! Banjiill ada banjiilll” teriak changmin heboh membuat jaejoong tertawa setan
“ne ne ada banjiiir minnie jja bangunlah” jaejoong makin cekikikan ia membiarkan changmin yang sudah terbangun bermain air kemudian beralih ke kibum dna melepas piyama kibum dan menggendongnya berbeda dengan changmin yang histeris kibum santai - santai saja dan menikmati bermain airnya
“umma .. Hali ini kita akan kemana?” tanya kibum
“hari ini kita akan pergi ikut seminar chagi” jaejoong menggosok punggung changmin
“uhm .. Kita akan seminal dimana?” sahut changmin
“kita akan ikut seminar di kampus umma” jaejoong beralih ke kibum
“baiklahh kajja .. Kita tidak bisa lama- lama mandinya karena kita berangkat pagi” seru jaejoong ia menggendong kedua anaknya menuju ranjang disana telah ada hyorin dan yoona yang bersiap membantu
“hyorin .. Yoona tolong kalian pakaikan mereka baju ne. Aku akan mandi dulu” kedua yeoja muda itu mengangguk sopan
“ne nyonya”
“nah .. Umma akan mandi dulu kalian jangan nakal ne” kedua jung kecil mengangguk mantap
“ne umma” mereka terlihat manis pagi ini entah apa yang akan terjadi nanti
.
.
“bear.. Tumben sekali mandinya sebentar” yunho memutar bola matanya
“aku ada rapat pagi ini boo, aku tidak mau terlambat yoochun bisa mengomel sepanjang hari” jaejoong tertawa tangannya dengan cekatan menyimpulkan dasi suaminya
“baiklah tunggulah di meja makan ne, aku akan mandi hanya sebentar” yunho mengangguk dan mencium kening istrinya
“ne .. Apa anak- anak sudah siap boo?” tanya yunho
“mereka sedang bersama hyorin dan yoona bear”
“baiklah aku akan mengajak mereka ke meja makan mandilah boo”
“ne..”
.
.
ceklek.
Yunho masuk ke kamar berlabel jung twins itu dan melihat anaknya masih kejar- kejaran dengan para pengasuh mereka
“kalian belum siap chagiya ~” yunho melipat kedua tangannya dan bersandar di pintu mendengar suara appa mereka kedua jung cilik itupun berhenti berlari disisi lain yang didengar para pengasuh jung kecil itu adalah suara sexy tuannya membuat mereka bersemu merah
“Appaaaaaa!!” teriak kedua jung kecil itu
Brukk!!
“kenapa belum pakai baju eoh” kata yunho sabar
“kami hanya ingin belmain appa. Hihihi” jawab changmin
“ya .. Tidak boleh seperti itu sayang, ummamu bisa marah nanti” jelas yunho
“umma tidak pelnah malah kok appa” sahut kibum polos
“ne .. Umma tidak pelnah malah, lagipula jika umma malah kan ada appa jadi umma tidak jadi malah.kikikiki” changmin terkikik jawaban konyolnya bisa membuat appanya menghela nafas
“kemarikan bajunya hyori ssi yoona ssi” kedua pengasuh itu menyerahkan baju - baju kedua anak itu dengan telaten yunho memakaikan baju kepada anak- anaknya itu walaupun ia telah memakai setelan jas mahal yang sangat rapi ia tidak serta merta melupakan kewajibannya sebagai seorang ayah
“kajja .. Kita ke meja makan jagoan appa” yunho menggandeng keduanya menuruni tangga menuju ke meja makan
“hyorin .. Kupikir yunho ssi adalah sosok sempurna seorang suami dan ayah” ucap yoona
“kau benar yoona, yunho ssi sangat sangat sempurna” hyorin menatap yunho seperti fangirl membuat yoona juga tertular menjadi fangirl yunho
.
.
“boo.. Nanti kau pulang jam berapa?” yunho merendahkan kepalanya melihat lebih jelas boojaenya yang sudah di kursi kemudi
“aku juga belum tau bear .. Kukira seminar ini sangat penting juga ada pembicara penting yang masih di rahasiakan aku jadi penasaran bear” yunho manggut - manggut
“berhati- hatilah ne, jaga minnie dan bummie”
Cup
Yunho mendarakan ciuman singkat pada istrinya
“arasseo appa bear” yunho melihat kedua anaknya melambaikan tangannya saat mobil sport merah limited edition hadiah ulang tahun boojaenya itu meluncur dari garasi mensionnya ia pun harus berangkat ke kantor menjalani rapat penting yang ia sengaja menundanya untuk ke acara peringatan hari kematian halmonienya.
.
.
- JUNG Corp-
“yoo yunho, kau masih ingat punya kantor eoh” sindir yoochun
“ahh kurasa tidak” yunho tertawa melihat wajah masam yoochun sahabat sekaligus asistennya itu
“kita langsung keruang rapat saja, mr. Fukutaro sudah menunggu di dalam” yunho mengangguk dan berjalan menuju ruang rapat
“apa junsu juga ikut seminar chun?”yoochun menoleh kearah sahabatnya itu
“ne dia berangkat pagi bersamaku” sahut yoochun
“arasso..” jawab yunho
.
.
“woaa umma .. Sekolah umma besal sekali” kibum berbinar- binar membuat jaejoong tersenyum
“ne .. Kampus umma memang besar” jaejoong mengambil tas berisi makanan dan membawanya
“apa kantinnya makannya enak umma?” jaejoong memutar bola matanya mendengar pertanyaan changmin yang tidak jauh- jauh dari makanan
“ne .. Nanti kita coba ne. Sekarang kajja pegang tangan umma” kedua jung kecil itu menurut dan menggenggam tangan ummanya semua menatap kagum kearah merek bertiga kentara sekali mereka berasal dari keluarga berada
“joongieee .....!!!” teriak junsu dari kejauhan membuat semua pasang mata memperhatikan
“itu sui jumma” girang changmin
“ne .. Kajja kita ke sana” jawab jaejoong
Tanpa disadari seseorang memperhatikan ketiganya air matanya menetes, sedih, senang, terharu dan rindu menjadi satu.
Tbc ❤
mau lanjut chingu? Silahkan tinggalkan jejak ne 👣
Senin, 26 Desember 2016
Rabu, 21 Desember 2016
My life belong to you chapter 4
- preview chapter -
“umma ..min ngantuk, min mau mik cucu” changmin mengucek matanya dan segera duduk di pangkuan ummamya melihat itu kibum juga segera duduk di pangkuan ummanya
“bummie juga umma” yunho dan jaejoong melotot horor melihat anaknya yang bersiap mengempeng
“yaa!! Nanti saja bummie mimnie jja .. Sini sama appa nak” kata yunho was was
“umma...” rengek changmin dan kibum
“nanti saja ne dimobil.. Jeball” melas jaejoong tapi yang ia dapat gelengan kedua anaknya
“mereka ingin apa yun?” tanya appa jung
“haaah .. Mereka ingin mengempeng appa” yunho menghela napas
“mwoyaa!!” kaget seunghyun kangin dan leeteuk“
Chapter 4
“me- mereka masih mengempeng??” seunghyun tanpa sengaja menatap dada berisi jaejoong membuat yunho mendeathglarenya
“iya joongie, umma baru tau minnie dan bummie punya kebiasaan mengempeng” umma jung menatap kedua cucunya
“ahh bagaimana kalau kau memakai kamar tamu joongie” tawar seunghyun
“bear, ottokeyo?” jaejoong memandang yunho memminta ijin
“ne, jja kubantu menggendong minnie” yunho menggendong changmin yang langsung menempel
"Apa aku perlu menggendong anakmu joongie?" Kata seunghyun dengan senyum yang .enghiasi wajahnya membuat yunho memutar bola matanya
“tidak perlu! dimana kamarnya seunghyun ssi” jawab jaejoong ketus
“mari kuantar” seunghyun berjalan diikuti yunho dan jaejoong yang masing- masing menggendong changmin dan kibum
“kau bisa beristirahat disini joongie” ucap senghyun yunho meletakkan changmin di pangkuan boojaenya
“umma .. Pallii” rengek changmin
“ne umma.. Bummie ngantuuk” kibum menggesekkan kepalanya ke dada ummanya sedangkan jaejoong sedang menahan napas bagimana ia bisa mengempengi kedua bocah itu saat ada dua namja dewasa yang mengawasinya okelahh jika itu yunho tapi seunghyun (?) ia sangat malu jika harus menyusui anaknya didepan orangitu belum lagi resiko yunho yang mengamuk nantinya
“kenapa joongie? Kau butuh sesuatu?” ucap seunghyun perhatian lagi- lagi membuat yunho memutar bola matanya melihat ke-baboan teman SMAnya ini.
“apa kau pikir joongie mau memperlihatkan dadanya padamu eoh” ucap yunho frontal membuat jaejoong blushing parah sampai ketelinga
“a-aku akan keluar,mian joongie” seunghyun segera pergi dan menutup pintunya agak keras
“haah .. Kau menyelamatkan ku bear” ucap jaejoong lega
“kau pikir aku mau tubuhmu terlihat namja lain” sahut yunho yang mendudukkan dirinya di tepi ranjang
“aww .. Pelan - pelan baby” sahut jaejoong tiba -tiba membuat yunho segera menoleh
“kau baik- baik saja boo?” yunho mengusap setitik air mata yang jatuh dari mata istrinya pasti sangat sakit batinnya
“mereka menggitku bear” rengek jaejoong
“mhiane nae sarang ..” ucap yunho
“ini bukam salahmu bear kenapa minta maaf” pout jaejoong
.
.
30 menit kemudian ~
“bear .. Mereka sudah tidur, jja kita pulang” jaejoong menegur yunho yang masih membalas pesan
“kajja boo..” yunho mengambil changmin yang nampak sudah pulas
“boo lihat wajah bummie saat tidur manis sekali, ia cantik sepertimu” blush.. Wajah jaejoong memerah membuat yunho tertawa
.
.
“mereka sudah tidur?” tanya appa jung
“sudah appa, jja kita pulang” jawab yunho
“seunghyun ssi sepertinya kita harus pulang, kami berterim kasih banyak ne atas undangannya” kangin tersenyum dan menepuk pundak seunghyun
“aku yang berterimakasih kalian sudah mau datang” jawab seunghyun sopan.
“anyyeong seunghyun ssi” leeteuk pamit dengan sopan dan menyusul keluarganya
“yun .. Mana umma gendong minnie,bukankah kau menyetir?” leeteuk akan mengambil cucunya
“anii .. Aku saja yang menyetir” jawab kangin
Sepanjang perjalanan keluarga bahagia itu mengobrol akrab terlihat sekali keluarga mereka sangat harmonis ne~
.
.
Setelah sampai yunho dan jaejoong segera menidurkan anak mereka di kamar khusus kedua jung kecil itu ‘Jung Twins♡’ tulisan itu adalah permintaan keduanya walaupun masih kecil mereka telah mengerti dan fasih berbahasa inggris, jepang dan juga madarin jangan heran karena appa dan ummanya adalah orang jenius hingga menurun ke kedua anakmya.
“kamar ini tidak berubah sama sekali” ucap jaejoong
“tentu saja, umma menjaga kamar ini agar minnie dan bummie menyukai tempat ini” jawab yunho
“aku jadi ingat kamarku dulu bear,umma selalu mengomel saat aku memporak-porandakan kamarku bersama suie” jaejoong tanpa sadar mengoceh tentang masalalunya membuat yunho terdiam dan memandang dalam boojaenya seakan tersadar jaejoong segera mengubah topik
“appa beruang.. Kau mau bermain malam ini” jaejoong mengatakan dengan beraegyo membuat yunho gemas walaupun yunho tau jaejoong hanya mengalihkan topik tapi yunho berpura- pura tidak tau
“ne kajja, gajah centiil” yunho menggendong jaejoong ala bridal style membuat jaejoong terpekik senang.
“ya!! Bear .”
.
.
“boo .. Bangunlah chagiya ~” yunho menepuk pipi jaejoong pelan
“aku masih mengantuk yunnie ah..” jawab jaejoong manja
“kita akan kembali ke seoul boojaejoongie” jaejoong mendelik kearah yunho
“buttku sakit bear! Kau kasar sekali kemrin” pout jaejoong
“ya!! Siapa yang minta bear harderr ahh faster bearrhhh” yunho menirukan gaya jaejoong saat memintanya
“aishh!! Yaa yaa!!” jaejoong sebal pada yunho
Cup
“kajja .. Kita mandi” jaejoong melotot hororr
“tenang saja.. kita hanya mandi boo jangan berpikiran mesum seperti itu” yunho menyentil kening jaejoong ia sangat mengerti apa yang dipikirkan boojaenya
.
.
“di mana bummie dan minnie” jaejoong melongok ke kamar anaknya
“mereka di taman belakang joongie” appa jung menyahut membuat jaejoong menoleh
“ahh mereka sudah bangun ya, aku terlambat bangun appa”
“tidak joongie, kau tidak terlambat bangun hanya mereka yang bangun lebih awal” kangin terkikik melihat menantunya cemberut
“appaaa kau jahat sekali” manja jaejoong
“Hahahahaah habisnya kau lama sekali dikamar anak-anakmu sampai sudah sarapan tanpa menunggumu” ucap kangin santai ia melihat menantunya sedang mengpleskan selai pada roti yang dipegangnya
“appa .. Salahkan yunnie yang menghajarku habis- habisan semalam” keluh jaejoong tanpa sadar sambil mengunyah rotinya
“ohh jadi kau dihajar yunho ya” ucap appa jung sok serius padahal menahan tawa
“aishh aku keceplosan” jaejoong yang sudah malu berlari menuju halaman belakang meninggalkan appa jung yang tertawa sangat keras
“kau kenapa appa?” yunho duduk di sofa dekat appanya ia heran melihat appanya yang tertawa sangat keras seperti orang kesurupan (?)
“joongie sangat lucu yun. Wuahahahahha” kangin tertawa hampir berguling -guling
“memangnya joongie kenapa?” tanya yunho heran
“dia keceplosan katanya dia terlambat bangun karena kau menghajarnya habis- habisan” Kangin masih saja tertawa
DOENG!!
‘pantas saja appa tertawa setan seperti itu’ batin yunho
“aishh dasar kau ini mesum yun!” ejek appa jung
“apa perlu aku mengambilkan kaca di ruang tengah appa” sindir yunho
“ya!! Aku tidak mesum!” appa jung tidak terima
“kan aku tidak mengatakan kau mesum appa, kau sendiri yang menyimpulkan!” yunho tertawa setan melihat wajah appanya seperti akan melempar meja kearahnya. **Dasar appa yun usil nih**
“YA!! KEMARI KAU !!YUNHOO” teriak appa jung yang melihat yunho.berlari ke halaman belakang.
.
.
Tbc❤
My wife is model chapter 11
Chapter 11
“umma pulaaaaaaang~” jaejoong berteriak senang
“Ummaaa!”
Bruk
Changmin memeluk kaki ummanya
“eoh ada halmoniee” changmin berlari kearah halmonienya dan langsung memeluk halmonienya itu
“hmm cucu halmoni manja sekali eoh” heechul mencium cucunya gemas
Diruang tengah ternyata ada yunho, yoochun dan siwon sedang berbincang
“eohh kalian disini” jaejoong mendudukkan buttnya di sofa sebelah yunho dan seenak buttnya mengecup yunho tanpa sungkan membuat semua orang geleng- geleng kepala melihat kelakuan model senior itu
Cup
“Ya ya ya!” yoochun iritasi melihat kemesraan pasangan di depannya
“kenapa sebentar sekali boo belanjanya” jaejoong tertawa mendengarnya
“umma mengajak pulang bear, sebenarnya aku masih mau membeli banyak lagi tapi aku kasian melihat umma” rajuk jaejoong
“lain kali belanja saja dengan su ie boo” ucap yunho
“su ie pasti tidak mau bear” pout jaejoong
“jaejoong ah, wajar saja suie tidak mau belanjamu seperti orang kalap seperti itu” sindir yoochun
“apa kau menguras mall joongie” sahut siwon
“ne, aku hanya ingin menghamburkan uang beruang gendut ini sebagai balasan dia tidak menemaniku” sewot jaejoong menatap yunho
“ya.. habiskan saja boo aku tidak masalah” yunho tertawa keras melihat istrinya merajuk
“maaf nyonya.. Barang ini diletakkan dimana?” kata salah satu bodyguard berbadan besar itu membuat semua orang menoleh dan menatap hororr kelima bodyguard yang tampak kelelahan dengan membawa belanjaan di kedua tangan mereka
“letakkan dikamarku saja, bibi jang tolong antarkan mereka ne” bibi jang trsenyum pada jaejoong dan sedikit membungkuk
“ne nyonya” jawabnya sopan
“wahhh ternyata semua berkumpul disini” kata heechul dengan ceria
“ahjumma jung” siwon sedikit membungkuk menyapa umma jung
“neh . Siwon ah lama tidak bertemu” jawab umma santai tapi lihat anaknya a.k.a jung yunho melihat ada yang aneh pada ummanya kemudian
Loading..
1
2
3
“MWOYAA!! UMMA BAJUMU!!” yunho berteriak frustasi melihat ummanya yang berpenampilan tidak sesuai umur menurut yunho.
“bear tenanglah..” jaejoong menenangkan beruangnya yang siap mengamuk
“aishhh .. babo,ini baju modis dasar tidak tau fashion” ucap heechul sengit
“aigoo umma, kau bahkan sekarang menggendong cucumu” yunho memutar bola matanya berkata malas
“aku tampak menawan bukan, yoochun siwon?” kedua pemuda itu mengangguk dan tersenyum canggung
“uhm . N-nee ahjumma” ucap mereka takut takut.
.
.
“umma, apa appa masih dijepang?” tanya yunho
“ne.. Appamu mungkin pulang besok atau lusa, umma bosan dirumah jadi umma akan menginap disini. Ottokeyo yunnie chagii” heechul beraegyo membuat semua orang sweetdrop termasuk changmin -_-”
“memangnya aku punya pilihan jika umma sudah bilang begitu” yunho mendengus malas
“tidak” jawab umma jung santai sambil menyeruput jus jeruk di atas meja
“ahjumma, apa kau tidak ingin cucu lagi” tanya siwon santai
“tentu saja aku sangat ingin,tapi aku sih terserah yunho dan joongie saja” yunho menatap jaejoong yang tertawa pelan
“jaejoong-ah kau tidak ingin hamil lagi?” yoochun ikut tertarik pada topik pembicaraa
“k-kenapa jadi membahas ini” jaejoong terkekeh aneh
“karena ini topik menarik umma” jawab changmin membuat semua mata memandang satu- satunya bocah kecil itu
“appa.. Kenapa adik min belum jadi, kan min udah agak lama mintanya ke appa” changmin menatap appanya dan mulai merajuk membuat yunho salah tingkah
“eoh, kau minta apa minnie?” tanya jaejoong
“min minta dongsaeng umma, min udah minta appa tapi tidak jadi- jadi” jawab changmin dengan polos membuat jaejoong, siwon dan yoochun melongo
“ya ! Minnie.. Kau pikir membuat adik seperti membuat adonan roti langsung jadi” yoochun memijat
“sudah minnie, appa dan ummamu masih berusaha membuatkan adik untuk minnie jadi tunggu saja ne” heechul mengedipkan matanya pada cucunya itu dan changmin mengangguk lucu semua tertangkap mata jaejoong dia tersenyum kaku merasa bersalah pada anaknya itu.
.
.
.
saat malam hari dikamar yunjae suasana tidak seperti biasanya
Ceklek.
“boo .. Kau belum tidur?” tanya yunho yang barusaja keluar dari kamar mandi masih mengenakan handuk dipinggnya
“belum..” yunho mengeryit melihat istrinya seperti murung
“ada apa chagii??” yunho mendudukkan dirinya di pinggiran ranjang
“kenapa kau tidak bilang minnie ingin adik” jaejoong menatap lurus kearah suaminya
“aku tidak ingin memaksamu boo, aku akan menunggu kau siap memberikan minnie adik” yunho mengusap pipi istrinya
“setidaknya katakan padaku bear” setitik air mata jatuh dari doe eyes itu
“mhiane boo ..” yunho mengusap air mata jaejoong dan memeluknya
“sungguh bukan maksudku menyembunyikannya darimu boo”
“bear .. Sebenarnya..” jaejoong mendongak melihat wajah tampan yunho
“sebenarnya apa?” tanya yunho
“sebenarnya aku sudah berhenti minum sejak dua bulan lalu”
“minum apa boo?” tanya yunho masih bingung
“aiisshhhh.. Aku berhenti minum pencegah kehamilan”
“ohh..” jawab yunho sekenanya membuat jaejoong heran
“mwo!!” akhirnya yunho baru sadar apa yang dikatakan jaejoong
“maaf aku tidak bilang kepadamu bear..” ucap jaejoong
“tidak apa- apa boo, aku mengijinkanmu melakukan apapun selama itu baik”yunho tersenyum dan mengecup cerry lips itu
“gomawoo bearr”jaejoong memeluk erat tubuh yunho yang masih naked dengan handuk tersampir di pinggangnya
“ahh boo .. Jangan menggodaku chagiyaa” yunho mendesah lirih saat jaejoong memberikan tanda kepemilikan di lehernya
“aku ingin kau merasukiku bearhh” yunho yang melihat istrinya memberinya lampu hijau dengan segera menerjang bibir istrinya dengan gemas.
Dan malam ini mereka menyatukan diri kembali mendesah dan berbagi kenikmatan dan berharap benih yang ditanam yunho tumbuh dengan baik dalam rahim jaejoong.
Tbc❤
“umma pulaaaaaaang~” jaejoong berteriak senang
“Ummaaa!”
Bruk
Changmin memeluk kaki ummanya
“eoh ada halmoniee” changmin berlari kearah halmonienya dan langsung memeluk halmonienya itu
“hmm cucu halmoni manja sekali eoh” heechul mencium cucunya gemas
Diruang tengah ternyata ada yunho, yoochun dan siwon sedang berbincang
“eohh kalian disini” jaejoong mendudukkan buttnya di sofa sebelah yunho dan seenak buttnya mengecup yunho tanpa sungkan membuat semua orang geleng- geleng kepala melihat kelakuan model senior itu
Cup
“Ya ya ya!” yoochun iritasi melihat kemesraan pasangan di depannya
“kenapa sebentar sekali boo belanjanya” jaejoong tertawa mendengarnya
“umma mengajak pulang bear, sebenarnya aku masih mau membeli banyak lagi tapi aku kasian melihat umma” rajuk jaejoong
“lain kali belanja saja dengan su ie boo” ucap yunho
“su ie pasti tidak mau bear” pout jaejoong
“jaejoong ah, wajar saja suie tidak mau belanjamu seperti orang kalap seperti itu” sindir yoochun
“apa kau menguras mall joongie” sahut siwon
“ne, aku hanya ingin menghamburkan uang beruang gendut ini sebagai balasan dia tidak menemaniku” sewot jaejoong menatap yunho
“ya.. habiskan saja boo aku tidak masalah” yunho tertawa keras melihat istrinya merajuk
“maaf nyonya.. Barang ini diletakkan dimana?” kata salah satu bodyguard berbadan besar itu membuat semua orang menoleh dan menatap hororr kelima bodyguard yang tampak kelelahan dengan membawa belanjaan di kedua tangan mereka
“letakkan dikamarku saja, bibi jang tolong antarkan mereka ne” bibi jang trsenyum pada jaejoong dan sedikit membungkuk
“ne nyonya” jawabnya sopan
“wahhh ternyata semua berkumpul disini” kata heechul dengan ceria
“ahjumma jung” siwon sedikit membungkuk menyapa umma jung
“neh . Siwon ah lama tidak bertemu” jawab umma santai tapi lihat anaknya a.k.a jung yunho melihat ada yang aneh pada ummanya kemudian
Loading..
1
2
3
“MWOYAA!! UMMA BAJUMU!!” yunho berteriak frustasi melihat ummanya yang berpenampilan tidak sesuai umur menurut yunho.
“bear tenanglah..” jaejoong menenangkan beruangnya yang siap mengamuk
“aishhh .. babo,ini baju modis dasar tidak tau fashion” ucap heechul sengit
“aigoo umma, kau bahkan sekarang menggendong cucumu” yunho memutar bola matanya berkata malas
“aku tampak menawan bukan, yoochun siwon?” kedua pemuda itu mengangguk dan tersenyum canggung
“uhm . N-nee ahjumma” ucap mereka takut takut.
.
.
“umma, apa appa masih dijepang?” tanya yunho
“ne.. Appamu mungkin pulang besok atau lusa, umma bosan dirumah jadi umma akan menginap disini. Ottokeyo yunnie chagii” heechul beraegyo membuat semua orang sweetdrop termasuk changmin -_-”
“memangnya aku punya pilihan jika umma sudah bilang begitu” yunho mendengus malas
“tidak” jawab umma jung santai sambil menyeruput jus jeruk di atas meja
“ahjumma, apa kau tidak ingin cucu lagi” tanya siwon santai
“tentu saja aku sangat ingin,tapi aku sih terserah yunho dan joongie saja” yunho menatap jaejoong yang tertawa pelan
“jaejoong-ah kau tidak ingin hamil lagi?” yoochun ikut tertarik pada topik pembicaraa
“k-kenapa jadi membahas ini” jaejoong terkekeh aneh
“karena ini topik menarik umma” jawab changmin membuat semua mata memandang satu- satunya bocah kecil itu
“appa.. Kenapa adik min belum jadi, kan min udah agak lama mintanya ke appa” changmin menatap appanya dan mulai merajuk membuat yunho salah tingkah
“eoh, kau minta apa minnie?” tanya jaejoong
“min minta dongsaeng umma, min udah minta appa tapi tidak jadi- jadi” jawab changmin dengan polos membuat jaejoong, siwon dan yoochun melongo
“ya ! Minnie.. Kau pikir membuat adik seperti membuat adonan roti langsung jadi” yoochun memijat
“sudah minnie, appa dan ummamu masih berusaha membuatkan adik untuk minnie jadi tunggu saja ne” heechul mengedipkan matanya pada cucunya itu dan changmin mengangguk lucu semua tertangkap mata jaejoong dia tersenyum kaku merasa bersalah pada anaknya itu.
.
.
.
saat malam hari dikamar yunjae suasana tidak seperti biasanya
Ceklek.
“boo .. Kau belum tidur?” tanya yunho yang barusaja keluar dari kamar mandi masih mengenakan handuk dipinggnya
“belum..” yunho mengeryit melihat istrinya seperti murung
“ada apa chagii??” yunho mendudukkan dirinya di pinggiran ranjang
“kenapa kau tidak bilang minnie ingin adik” jaejoong menatap lurus kearah suaminya
“aku tidak ingin memaksamu boo, aku akan menunggu kau siap memberikan minnie adik” yunho mengusap pipi istrinya
“setidaknya katakan padaku bear” setitik air mata jatuh dari doe eyes itu
“mhiane boo ..” yunho mengusap air mata jaejoong dan memeluknya
“sungguh bukan maksudku menyembunyikannya darimu boo”
“bear .. Sebenarnya..” jaejoong mendongak melihat wajah tampan yunho
“sebenarnya apa?” tanya yunho
“sebenarnya aku sudah berhenti minum sejak dua bulan lalu”
“minum apa boo?” tanya yunho masih bingung
“aiisshhhh.. Aku berhenti minum pencegah kehamilan”
“ohh..” jawab yunho sekenanya membuat jaejoong heran
“mwo!!” akhirnya yunho baru sadar apa yang dikatakan jaejoong
“maaf aku tidak bilang kepadamu bear..” ucap jaejoong
“tidak apa- apa boo, aku mengijinkanmu melakukan apapun selama itu baik”yunho tersenyum dan mengecup cerry lips itu
“gomawoo bearr”jaejoong memeluk erat tubuh yunho yang masih naked dengan handuk tersampir di pinggangnya
“ahh boo .. Jangan menggodaku chagiyaa” yunho mendesah lirih saat jaejoong memberikan tanda kepemilikan di lehernya
“aku ingin kau merasukiku bearhh” yunho yang melihat istrinya memberinya lampu hijau dengan segera menerjang bibir istrinya dengan gemas.
Dan malam ini mereka menyatukan diri kembali mendesah dan berbagi kenikmatan dan berharap benih yang ditanam yunho tumbuh dengan baik dalam rahim jaejoong.
Tbc❤
Kamis, 15 Desember 2016
My life belong to you chapter 3
Chapter 3
“ahh kalian sudah datang chagii..” sambut umma jung a.k.a jung leeteuk
“nee halmoniee kita cudah dataang” seru kibum berlai menuju halmonienya
“halmonie.. Harabojie oddiega?” tanya changmin yang juga memeluk halmonienya
“harabojie masih di dalam,jja kalian kedalam” ucap leeteuk yang memandang menantu dan anaknya
“umma .. Bogoshipoo..” leeteuk memeluk jaejoong erat
“nado bogoshipo chagiya, bagaimana apakah di perut ini sudah terisi lagi eoh?” goda umma jung
“Ya! Umma” jaejoong tertawa ummanya gemar sekali menggodanya
“umma tenang saja, aku akan menghajarnya habis- habisan agar segera terisi” seloroh yunho membuat jaejoong melolot
“ya ya .. Umma bisa lihat itu yun, mana mungkin dirumahmu banyak nyamuk sampai kulit joongie merah merah sepeprti itu” umma jung menunjuk tulang selangka jaejoong yang sedikit tersikap membuat sang empunya malu bukan main
“jja kita masuk, kekekek” umma jung masih terkikik melihat menantunya mempoutkan bibirnya
Terlihat di ruang tengah appa jung senior sedang tertawa- tawa dengan cucunya
“semuanya sudah berkumpul?” tanya appa jung a.k.a jung kang in
“sudah yeobo jja kita berangkat” mereka berjakan bersama menuju mobil dan melaksanakan peringatan kematian halmonie jung
.
.
Suasana berlangsung hikmat, umma jung sesenggukan juga jaejoong yang terisak pelan membuat para seme menenangkan istri masing - masing dan lihatlah duo jung kecil sedang duduk diam walaupun mereka masih bingung tapi mereka mengerti ini adalah acara yang penting.
“min hyung..” bisik kibum
“ne waeyo?” changmin menolehkan kepalanya kearah adiknya
“sebenarnya kita sedang apa?” tanya kibum bingung
“molla, tapi kita harus diam seperti appa umma juga haraboji dan halmonie”
“uhm .. Ne”
.
.
Saat sudah sampai dirumah setelah acara peringatan mereka segera berganti baju santai pasalnya mereka tadi mengenakan pakaian serba hitam
“umma .. Kita akan menginap di gwangju kan?” tanya changmin yang masih tidur malas- malasan di ranjang umma dan appanya
“ne .. Kita akan menginap hari ini dan pulang besok malam” jawab jaejoong yang selesai memakai baju santainya
“umma, sebenalnya yang meninggal siapa tadi?” tanya kibum
“itu halmonienya appa, nenek buyut kalian chagii” kata jaejoong sambil mengelus rambut kibum pelan
“uhm begituu” kedua jung kecil manggut manggut sok mengerti
“umma ..” panggil changmin
“waeeo minnie?”
“min lapaaal” rajuk changmin
“bummie juga umma” kibum ikut- ikutan kakaknya
“haaah .. Kajja umma akan memasakkan kalian” jaejoong nerentangkan kedua tangannya dan menggendong kibum dan changmin di kanan dan kiri sedikit kesusahan mengingat kedua jung kecil ini bergerak gerak di dalam gendongan
“yaa.. Kalian membuat umma kalian kesusahan jagoan” yunho mengambil alih kedua anaknya disambut helaan lega jaejoong yang memang sebenarnya tidak kuat jika harus menggendong keduanya.
“jja .. Sama appa, umma mau masak dulu ne” dibalas anggukan dari ketiganya
.
.
“eoh joongie, sedang apa?” umma jung heran ia melihat menantunya memasak
“minnie dan bummie merengek minta makan umma.. Yasudah joongie masak saja sekalian untuk makan siang”
“apa perlu umma bantu chagi?” tanya leeteuk
“ani umma .. Joongie sudah terbiasa memasak sendiri bahkan saat kuliah joongie juga masih mengurusi kebutuhan yunho dan para jung kecil sendiri” jaejoong terenyum kearah umma jung
“apa tidak ada para maid chagii, kau akan kelelahan” jaejoong menggeleng dan tersenyum maklum melihat kekawatiran umma jung
“umma .. Yunho tidak suka diurus orang lain selain aku toh ini adalah tugasku umma” leeteuk tersenyum kearah menantunya ‘yunho memang pintar memilih’ batin umma jung
“apa minnie dan bummie tidak ada baby sitter joongie?” leeteuk memandang jaejoong yang mengolah dengan cekatan ia membantu menata bahan yang akan dimasukkan
“tentu saja ada umma, saat aku dan yunho tidak bersama minnie dan bummie dijaga baby sitter” terang jaejoong membuat leeteuk mengangguk
“kalian sudah dewasa ternyata, aku tidak menyangka yunho bisa berubah menjadi sosok appa yang baik dan meninggalkan sosoknya yang begitu dingin dengan orang” kekeh umma jung.
“anak- anak selalu menuruti apa kata appanya, mereka tidak pernah melawan”
“jinjaa??”
“ne umma.” jaejoong dan leeteuk terkekeh
.
.
Makan siang terasa sangat ramai membuat jung kangin sangat bahagia atas kehadiran cucu- cucunya
“oh iya, kau ingat seung hyun yunho ah?” tanya kangin
“tentu saja appa, dia temanku saat senior high school. Waeo?” tanya yunho
“appa mendapat undangan makan malam nanti malam, bagaimana kalau kau dan juga keluargamu ikut juga bukankah kau juga temannya dulu?”
“ahh tidak masalah appa” jawab yunho santai
“dia baru saja pulang dari jepang yun, dan sekarang kembali mengurusi bisnis appanya disini”
“jadi dia rekan bisnis appa?”
“ne, walaupun dia masih muda kurasa kemampuannya memimpin sama sepertimu”
“sebenarnya aku dan choi seung hyun kurang baik appa, saat dulu pemilihan kapten basket dia dan aku sama- sama menjadi kandidat kapten basket tapi hampir semua memilihku dan sejak saat itu ia menjadi dingin kepadaku walaupun kami satu tim” tutur yunho
“itu sudah kejadian lama, ia pasti sudah berubah yun” timpal jaejoong
“joongie benar” sahut leeteuk
.
.
“bear kau sudah siap?” Jaejoong masih mengancingkan kemeja putih polosnya membuat ia tampak sangat menawan
“ne boo .. Aku sudah siap”
“aku mau memeriksa kibum dan changmin,kau turunlah lebih dulu bear”
“ne boojae.. Kutunggu dibawah ne princess” yunho berlari kencang sambil tertawa setan
“YA!! Aishh kau ini” jaejoong berjalan ke kamar anaknya sambil menghentakkan kakinya sebal
“minnie bummie kalian sudab rapi kenapa berguling - guling di ranjang baby ah” jaejong merapikan kemeja kibum lalu beralih ke changmin
“umma lama sihh” kata changmin
“kajja .. Kita turun kalau begitu” jaejoong menggandeng kedua anaknya di kanan dan kiri
“wahh cucu halmonie sangat tampan dan manis ne” kata leeteuk berbinar binar membuat kibum dan chamgmin memutar bola matanya
“kajja kita berangkat” seru kangin
“biar aku yang menyetir appa” kata yunho
.
.
“wahh anda sudah datang mr.jung” seunghyun membungkuk kecil dan tersenyum ramah
“ahh ne seung hyun sii, aku mengajak yunho” jawab kangin tak kalah ramah
“ahh benarkah.. Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya” senghyun terkekeh kecil
“silahkan masuk mr.jung jangan sungkan” beberapa maid menyambut mereka dan mengarahkan
“anyeong senghyun ssi” sapa leeteuk ramah
“ahh ne mrs.jung silahkan masuk” senghyun tersenyum tapi matanya melirik yunho yang juga meliriknya setelah mr. Dan mrs jung masuk tinggallah yunho jaejoong dan kedua jung kecil
“yoo yunho, lama sekali tidak bertemu” seunghyun mengulurkan tangan
“ahh ne seunghyun ah” yunho menjabat tangan seunghyun dan tersenyum formal ia melirik seunghyun yang memperhatikan jaejoong
“eoh .. Bukankah kau kim jaejoong?” sapa seunghyun
“ahh ne sunbae .. Kau masih ingat” jaejoong tersenyum canggung
“wahh ternyata kalian jadi menikah ya, padahal aku sangat menantikanmu jaejoong ah” kata seunghyun tak tau malu
“ahh mian sunbae” kekeh jaejoong
“ahh dan siapa kedua bocah ini? Tanya seunghyun
“aku jung changmin ahjussi” mata changmin memicing membuat seunghyun ingat wajah itu mirip sekali dengan yunho dan ia melirik bocah satunya seakan mengerti kibum pun memperkenalkan diri
“jung kibum imnida” sopan kibum
“keduanya jung, apa mereka anak kalian?” tanya seunhyun terkejut
“ne dia anak kembar kami” jawab yunho santai membuat seunghyun tersenyum kecut
“aku kalah telak darimu jung” seunghyun menjawab lirih tapi masih didengar yunho
“tentu saja seunghyun ah” yunho tertawa
“kajja .. Masuk orang tuamu pasti sudah menunggu” diperjalan menuju meja makan masih saja seunghyun penasaran dengan rupa kedua jung kecil itu
“jung changmin benar- benar mirip denganmu yun, jung kibum benar- benar mirip jaejoong, aishhh” jaejoong yang melihatnya tertawa pelan
“kajja kita makan aku sangat tersanjung kalian mau hadir di rumahku yang sederhana ini” kata seunghyun merendah padahal kenyataannya rumah ini bisa dibilang mewah
“ahh kamu juga merasa tersanjung dapat hadir disini seunghyun ssi” ucap kangin sopan.
“kajja silahkan makan jangan sungkan” semua mulai makan malam namun seunghyun tak bisa fokus ia terus memandang jaejoong yang sedang menyuapi kedua jung cilik dengan telaten ‘harusnya dulu kau menerima cintaku joongie pasti sekarang kau menjadi ibu dari anak-anakku’ batin seunghyun.
“jika matamu terus mengawasi istriku seperti itu, makananmu bisa masuk hidung seunghyun ssi” kata yunho santai yang membuat semua orang menatap seunghyun
“a-ahh ne” seunghyun menatap canggung semua orang
Setelah makan malam mereka berbincang -bincang seputar kehidupan seunghyun di jepang dan kehidupan percintaan seunghyun yang selalu gagal
“seunghyun ssi, apa kau tidak punya kekasih?” tanya leeteuk
“ahh ani, semenjak aku ditolak seseorang saat senior high school aku tidak pernah menjalin hubungan dengan seseorang” seunghyun melirik jaejoong yang berpura - pura menyibukkan diri dengan kibum
“memangnya cintamu kenapa ditolak?” tanya leeteuk
“dia saat itu sudah punya kekasih dan aku baru tau kalau dia sudah menikah” jawab seunghyun
“ahh .. Cobalah menjalin hubungan dengan orang lain, move on segera” leeteuk menasihati seunghyun
“umma ..min ngantuk, min mau mik cucu” changmin mengucek matanya dan segera duduk di pangkuan ummamya melihat itu kibum juga segera duduk di pangkuan ummanya
“bummie juga umma” yunho dan jaejoong melotot horor melihat anaknya yang bersiap mengempeng
“yaa!! Nanti saja bummie mimnie jja .. Sini sama appa nak” kata yunho was was
“umma...” rengek changmin dan kibum
“nanti saja ne dimobil.. Jeball” melas jaejoong tapi yang ia dapat gelengan kedua anaknya
“mereka ingin apa yun?” tanya appa jung
“haaah .. Mereka ingin mengempeng appa” yunho menghela napas
“mwoyaa!!” kaget seunghyun kangin dan leeteuk
TBC❤
My wife is model chapter 10
Chapter 10
- akhir pekan -
“boo kau yakin dengan pakaianmu?” yunho mengangkat sebelah alisnya melihat baju V neck boojaenya
“ini tidak terlalu terbuka kok bear, lagipula aku membawa jaket jangan kawatir” jaejoong memutar bola matanya melihat beruangnya bedecak
“ck! Terserahlah asal jangan genit dengan para namja yang memandangmu lapar!” seloroh yunho
“nehh .. Jangan kawatir yeobo bukankah para bodyguard juga ikut dengan kami, yeahh walaupun merkea tidak terlihat” yunho mengangguk malas membenarkan pernyataan boojaenya
“apa minnie sudah siap boo?” yunho sudah siao namun ia masih mematut dirinya di cermin
“ sudah bear, dia sangat bersemangat harusnya minnie ikut denganku menghamburkan uangmu bear” jaejoong cemberut menatap suaminya yang menatapnya dari patulan cermin
“uri minnie tidak tertarik dengna shopping nae sarang.. Mengertilah” ucap yinho sabar
“padahal shopping itu menyenangkan huh” pout jaejoong
“boo jika kau bertanya pada minnie lebih suka mana jepit rambut atau mobil-mobilan dia akan memilih mobil-mobilan karena dalam tubuhnya darah jung sangat dominan boo” jaejoong kesal dan melempar guling kearah yunho yang tertawa nista di dekat cermin
“ Ya!! Kau curang bear!” yunho berjalan ke arah boojaenya yang sedang merajuk
“boo.. Kau ummanya chagiya” yunho memeluk jaejoong dengan gemas
“kau benar, meskipun kau memiliki bibit unggul jika tidak ada aku mana bisa dia lahir. Kekekkeke” jaejoong terkikik sambil menutup mulutnya dengan punggung tangan
“bisa lahir boo dari rahim lain” yunho menggerutu pelan tapi masih di dengar jaejoong
“berani kau menabur benihmu di rahim lain ku kebiri juniormu bear” jaejoong melotot ke arah yunho membuat yunho bergidig ngeri
Ceklek.
“appa palli .. Lama cekali sih” Changmin memasuki kamar umma dan appanya dengan langkah kesal
“ahh ne minni ah.. Appamu menggoda umma jadi umma tidak keluar- keluar” yunho melotot apa- apaan boojaenya ini
“aigoo .. Appa genit sekali eoh” changmin melipat kedua tangannya di depan dada.
“yasudah .. Kajja kita berangkat, umma juga mau menjemput halmonie” jaejoong menggendong anaknya itu menuruni tangga
Sesampainya di bawah sudah terlihat mobil mereka terparkir berjajar yunho menghampiri jaejoong dan
Cup
Yunho mengecup jaejoong sebelum berpamitan
“bye. Umma.” changmin melambai ke arah ummanya disambut lambaian juga yunho memasuki mobil sport yang hitam dan jaejoong mengendarai mobil sportnya yang berwarna putih.
.
.
.
sesampainya jaejoong di mansion jung ia melangkahkan kakinya mencari umma jung. Bibi haesung kepala pelayan mansion jung di seoul menyambutnya
“nyonya muda apa anda mencari mertua anda?” sapa bibi haesung ramah
“ne bibi, dimana umma?” jaejoong berjalan beriringan dengan bibi haesung
“nyonya besar sedang minum teh di belakang”
“oh .. Ne bibi terimakasih”
“umma.. Lama menungguku?” jaejoong memeluk umma jung
“ah joongie umma sampai jamuran!” bibir umma umma jung mengrucut
“hahahha mianhae umma” jaejoong tertawa melihat kelakuan umma jung yang tidak tau umur
“palli joongie” heechul a.k.a umma jung menyeret jaejoong agar lebih cepat
“umma .. Jika yunnie tau umma berpenampilan seperti ini ia pasti akan menangis meraung” jaejoong tertawa nista membayangkannya pasalnya heechul perpenampilan sangat modis tak kalah modis dari menantunya mereka terlihat seumuran jika orang tidak mengenal mereka.
“yah .. Biarkan saja dia menangis meraung umma akan mengabadikannya jika itu terjadi” heechul menyeringai setan
“sepertinya ada yang kurang” heechul tampak berfikir sejenak kemudian ia melotot “dimana minnie?” tanya heechul pada jaejoong yang masih santai mengemudikan mobilnya
“dia ikut appanya umma” heechul mengeryit kearah menantunya
“memangnya kemana yunho?” Tanya heechul
“mereka akan bermain golf dengan yoochun dan siwon umma”
“siwon?!” umma jung kaget yang ia tahu yunho sangat anti dengan siwon setelah peristiwa penghianatan mantan sahabat anaknya itu jangan heran umma jung tau karena ia memang tau semuanya baik diceritakan yunho ataupun diceritakan tangan kanannya a.k.a park yoochun
“ne umma, siwon.. Mereka sudah berbaikan” kata jaejoong yang melihat raut bingung di wajah ummanya itu
“bagaimana bisa joongie” tanya heechul penasaran
“siwon meminta maaf pada yunnie umma, awalnya yunnie tidak terima tapi setelah mendapat desakan dari yoochun akhirnya mereka melupakan masa lalu”
“kau tau joongie saat sebulan kau dan siwon berpacaran yunho melewati hari-harinya menjadi sosok yang sangat berbeda ucapannya ketus dan dingin pandangannya datar memecat karyawan seenaknya akhh.. Umma ngeri sendiri mengingat yunho seperti itu”umma jung menerawang kejadian hampir 5 tahun yang lalu itu.
“benarkah umma!” jaejoong terkejut pasalnya ia baru mendengar hal ini
“ne joongi .. Umma mohon jaga yunho dengan baik ne” heechul memandang menantunya
“ne hmma .. Joongi akan menjaga yunnie” jaejoong menggenggam tangan heechul erat
“yunho jika bersamamu sangat berbeda dia menjadi sosok hangat dan manusiawi” jaejoong tertawa mendengar penuturan ummanya jaejoong memarkirkan mobil sportnya dan menutup kap mobilnya.
“kajja umma .” seru jaejoong ceria
“kajjaaaa~~~” teriak umma jung tak kalah semangat
Kita tinggalnkan sejenak umma dan menantu kompak ini kita menuju ke lapangan golf.
- Sky golf -
“yaeyy appa .. Kajja min sudah tidak sabar”
“ne kajja minnie” ucap yunho sabar ia tidak sadar anaknya sudah tidak cadel lagi
“itu chun jussi appa” changmin menunjuk yoochun yang tampak melambai pada mereka
“minnie jangan lari nanti jatuh chagii” changmin berlari dengan semangat
“eoh minnie appamu lambat sekali ne” siwon tertawa melihat yunho diejek yoochun.
“appa kan seperti beruang ahjussi makannya jalannya lambat. Kekekekk” changmin terkikiki
“min coba katakan sekali lagi appamu itu apa?” pancing yoochun ia menaikkan satu alisnya
“app beruang chun jussi” yoochun menutup mulutnya
“astaga yun . Anakmu sudah tidak cadel lagi” siwon ikutan menatap changmin dan tersenyum
“ wahh jagoan ahjussi sudah tidak cadel” siwon mengusak rambut jamur changmin.
“benarkah minnie?”yunho berjongkok mensejajarkan badannya dengan minnie.
“benar appa beruang min sudah tidak cadel” yunho sangat senang ia menggendong anaknya tinggi- tinggi
“yaakk appa .. Ahahahaha” changmin kesenangan dibuatnya
“anyeong yorobeun ..” semua orang berbalik dan melihat seorang hallyu star tersenyum lebar menyapa mereka
“yakk!! Kenapa kau ada disini” ucap yunho jengah
“tempat ini kan bisa didatangi siapa saja yunho ssi” hyunjoong tersenyum lagi lalu menatap changmin.
“anyeong minnie..” hyunjoong melambai
“ne” ucap changmin cuek tangannya memeluk leher appanya.
“yahh kau tidak ingat ahjussi eoh?” heran hyunjoong.
“ingat kok jussi, min hanya sedang tidak mood melihat ahjussi” hyunjoong melotot kaget sedangkan yunho, yoochun dan siwon menahan tawanya yang akan meledak.
“sudah . kajja kita main dan hyunjoong ssi jika kau ikut gabung silahkan” ucap siwon ramah membuat hyunjoong senang
mereka menyiapkan peralatan bermain golf terlihat disana ada empat umbrella girl yang sangat sexy mencoba membantu mereka yang jelas- jelas diacuhkan keempat ehh ketiga namja tampan itu karena hyunjoong terlihat menikmati suasana bersama umbrella girl itu.
30 menit kemudian.
“siwon jussi ajari min main” changmin menarik -narik celana siwon
“ne minnie.. Ahjussi akan mengajari minnie” siwon mulai mengajari changmin cara bemain golf awalnya changmin memang serius tapi lama- lama anak itu bosan dan malah bermain sendiri siwon akhirny membiarkannya berlari kesana kemari dengan ceria sambil membawa beberapa bola golf
Changmin melempar lembar bola golf hingga tanpa sengaja terlempar
DUKK!!
“akh!!” pekik hyunjoong
“changmin menutup mulutnya melihat apa yang ia lakukan” yoochun menyadari ekspresi tidak biasa changmin dan menoleh kearah hyunjoong yang memegang keningnya dengan ekspresi kesakitan
“hyunjoong ssi kau tidak apa-apa” yoochun menyentuh pundak hyunjoong
“ahh gwencana yoochun ssi” hyunjoong memaksakan tersenyum nyatanya kepalanya pening sekali
“maafkan minnie ne, dia masih kecil” yoochun berkata bijak
“ne, nan gwencana hanya masalah kecil” changmin berlari kearah hyunjoong dan bertanya takut- takut
“joong jussi .. Apa tidak apa- apa terkena lemparanku tadi, mian” changmin berkata tulus
Siwon dan yunho masih sibuk bermain tanpa sadar apa yang terjadi sebelum yoochun datang dan menepuk pundak mereka
“yoo yunhoo siwon kajja kita makan siang minnie sudah merengek minta makan” yunho mengangguk dan melihat changmin melempar - lempar bola golf
“ kajja siwon ah ..”
“ne .. Aku akan membereskan peralatanku dulu kalian pesan saja dulu aku akan menyusul” yoochun dan yunho berjalan kearah changmin dan manggandeng anaknya
.
.
Mereka sampai di restoran yang disediakan Sky golf, restoran itu sangat mewah tampak seperti restoran di hotel bintang lima. Memang sky golf adalah tempat bermain golf untuk para kalangan atas jadi yang datang adalah para artis, pengusaha , politikus, dan pejabat yang memang hobi bermain golf.
.
.
“jja .. Min mau pesam yang mana” yunho menyerahkan buku menu pada changmin
“noona.. Min pesan ini . Ini . Ini dan ini terus nanti ini juga ne” changmin menunjuk menu- menu dengan seenak perut karetnya membat yoochun melotot begitupun hyunjoong yanh mengurut dadanya syok menu disini sangat mahal untuk seporsi saja bisa menguras kantong dan changmin menunjuk 8 menu sekaligus
“sudah ?” yunho bertanya lagi
“ne appa . Appa mau pesan apa?” changmin penasaran
“nona saya ingin yang ini, dan tolong pastikan menu yang dipesan anak saya jangan terlalu pedas”
“baik tuan” kata pelayan itu ramah
“nona aku yang ini” kata yoochun
“aku yang ini” hyunjoong menimpali
“ahh tunggu sebentar ada temanku satunya masih berjalan kesini” yunho menunjuk siwon yang berjalan ke meja mereka.
“ahh kau menungguku nona cantik?” siwon tersenyum manis membuat wanita muda itu merona heboh
“ aku pesan ini ne”
“ne tuan, silalahkan menunggu sebentar” pelayan itu berlalu ke arah dapur
Hyunjoong yang dari tadi diam tapi ia gatal untuk bertanya
“uhm .. Yunho ssi” Yunho menoleh kearahnya
“ne hyunjoong ssi, wae?”
“apa tidak apa- apa minnie memakan makanan sebayak itu?” yunho tertawa pelan mengerti kebingungan hyunjoong
“minnie tidak akan kekenyangan walaupun makan sebanyak itu hyunjoong ssi.”
“apa joongie tidak marah kau memanjakan changmin secara bebrlebihan seperti itu?” hyunjoong sudah tidak tahan untuk bertanya
“aku tidak merasa memanjakan secara berlebihan” ucap yunho santai
“kau hanya belum terbiasa hyunjoong ssi” yoochun memutar bola matanya
"Lagipula dia anakku satu- satunya dia pantas mendapatkan apa yang ia inginkan" yunho tertawa pelan
30 menit kemudian~
tiga pelayan datang membawa banyak sekali menu membuat siwon heran apa temannya gila akan makan sebanyak itu batinnya
“apa kalian akan pesta eoh pesan banyak sekali” siwon terkekeh
“semua pesanan changmin siwon ssi” hyunjoong menyahut
“mwo!” siwon terkaget
“kajja kita berdoa dulu lalu makan semuanya” seru changmin senang membuat yunho tersenyum
“yun .. Apa minnie bisa menghabiskan semuanya” tanya siwon ragu
“tentu saja siwon ah” yunho berucap mantap sambil melirik changmin yang nampak menikmati makan siangnya
“untung appanya kaya, jika tidak aku tidak tau mungkin minnie akan kurus kering” yoochun terkekeh
“jussi .. Kenapa tidak makan?” changmin menegur hyunjoong yang nampak kaget
“ahh n-ne min” kata hyunjoong tergagap
Makan sambil berbincang - bincang namun berbeda dengan changmin yang masih tenggelam diantara makanan
“haah .. Min selesaaiiiii~” kata changmin senang membuat siwon dan hyunjoong yang tidak pernah tau sebesar apa nafsu makan changmin melongo
“k-kau menghabiskan semuanya min” ucap siwon tergagap
“ne jussi .. Habisnya min lapar sekali” Ucap changmin polos
“t-tapi itu tadi sangat banyak” kata siwon lagi
“kalau sama appa min makan banyak tidak apa-apa,tapi kalau umma tau pasti umma mengomel” ucap changmin polos
“aigoo~ sebenarnya joongie ngidam apa dulu saat hamil yun, anakmu jadi foodmonster seperti ini” desah siwon frustasi
“dulu joongie ngidam apa ya” yunho nampak menerawang mengingat jaejoong saat hamil dulu
“kau tau siwon ah, saat joongie hamil sifatnya menjadi sangat menyebalkan dan juga sensitif” ucap yoochun kesal membuat siwon dan hyunjoong tertawa
“ahh aku ingat, joongie saat hamil gemar sakali ehkem this and that” kata yunho santai membuat siwon terbatuk dan Hyunjoong tersedak minuman
“Yahh!!” hyunjoong berteriak ke yunho
“hahahha aku benar- benar menikmati joongie saat hamil changmin” yunho tertawa
“tentu saja kau yang diuntungkan babo!” sahut siwon
“kau jangan iri seperti itu siwon ah” goda yoochun
"Kau tau siwon ah, bahkan joongie akan merengek sampai menangis jika keinginannya tidak kuturuti"
"Luar biasah" yoochun menimpali
“appa min pinjam ponsel” yunho menyerahkan ponselnya
“yeoboseo bear” changmin meloudspeaker panggilan kemudian terkikir mendengar ummanya
“umma .. Ini min bukan appa beruang”
“ahh ne, ini kan ponsel appamu minnie mana tau jika kau yang menelpon eoh” sewot jaejoong
“apa umma sudah selesai berbelanjanya?” suara diseberang tertawa
“ahahha belum .. Uang appamu belum habis minnie” Membuat semua yang mendengar kompak membatin ‘anak dan umma memang kompak untuk menghabiskan uangmu jung kekekkek^^’
“min juga menguras uang appa umma. Kekekekke” changmin terkikik sambil melihat appanya yang menatap malas
“apa yang kau lakukan minnie” tanya jaejoong heran
“min cuma makan kok umma” kata changmin polos membuat semua namja dewasa memutar bola matanya bosan
“ohh kalau cuma makan tidak akan menghabiskan uang appa kok” kata jaejoong santai
“umma belikan min cemilan ne, puding, kue tart, lava cake, rolls, dan keripik ne umma”
“ne ne .. Umma tau” ucap jaejoong malas
“ uhm umma .. Jangan lupa ice cream ne vanila,strawberry dan coklat yang jumbo”
“ne .. Ne ..sudah umma mau lanjut belanja jaga appamu dari yeoja genit dan uke genit ne minnie” ucap jaejoong mengingatkan anaknya
“ne umma, min kan seme sejati min yang akan menggoda mereka” jaejoong tertawa keras dan changmin terkikik membuat namja dewasa disekitar changmin geleng- geleng kepala
“bye umma .. Anyeooong”
“ne mmmuach”
Pip.
“min .. Kau menelfon ummamu hanya untuk mengingatkan membeli cemilan” yoochun menatap malas
“ne jusssi .. Kekasih min harus selalu ada” kening siwon mengeryit
“siapa kekasihmu min?” kata siwon
“tentu saja makanan siwon ah apalagi” sahut yunho malas
Siwon speechless dan hanya berekspresi -_____-”
“kajja kita pulang kalau begitu..” ajak hyunjoong yang di iyakan semuanya.
"Kalian tidak ingin bersantai dirumahku eoh?" Kata yunho
"Ne sudah lama aku tidak kesana" Yoochun mengangguk
"Yasudah kita kesana" putus siwon
Disisi lain,
“joongie aku kasian melihat mereka” ucap heechul
“sudahlah umma, memangnya umma mau membawa belanjaan yang sebanyak itu” ucap jaejoong cuek
“aishhh umma tidak mau” heechul cemberut dan menatap kasian lima bodyguard berbadan kekar yang masing-masing membawa belanjaan ditangan mereka
“apa umma ingin membeli sesuatu lagi?” jaejoong masih melihat lihat
“ani joongie,kita pulang saja umma lelah” jawab heechul
“yasudah kajja” mereka berjalan beriringan tanpa menghiraukan paparazzi dan para fans yang dari tadi mengikuti mereka
.
.
“umma ingin kerumahmu saja joongie, appamu belum pulang dari jepang besok baru pulang” heechul menikmati perjalanan memandang keluar
“ne umma, minnie pasti merindukan umma” jaejoong tersenyum membayangkan anaknya pasti senang
TBC❤
Minggu, 11 Desember 2016
My life belong to you chapter 2
Chapter 2
Setelah kekacauan yang dibuat kedua anaknya yeoja yang ternyata seorang model itu pergi terbirit -birit
“jangan bilang ini ulah kalian bummie minnie?”yunho menanyai kedua anaknya
“uhm.. Ne appa” mereka berkata kompak sungguh mereka sangat patuh pada appanya mereka takut jika mereka berbohong appanya akan marah
“haaaaah .. Kalian luar biasa” yunho menghela napas tapi akhirnya tersenyum ia bisa melihat keposesifan kedua anaknya sama seperti boojaenya dengan merencanakan rencana licik tidak diragukan lagi walaupun mereka masih kecil tapi otak mereka cerdas karena baik yunho maupun jaejoong adalah seorang jenius.
“Kajja kita ke umma kalian” yunho menggendong kedua anaknya dan menjadi pusat perhatian betapa mereka terlihat sangat manis jika dilihat
“umma ~” changmin memanggil ummanya yang sedang memindahkan 4 buah cake itu
“ne, umma siapkan di ruangan umm dulu ne” jaejoong berlalu menuju ruangannya dengan membawa cake.
“appa tulunkan bummie palli, bummie mau cake ituu” kibum bergeark-gerak aktif
“appa akan antar kalian kesana, wuuusssss~~” yunho bergaya seperti superman yang mrnyelamatkan orang membuat kedua anaknya terkikik geli
“bear .. Nada manjamu tidak cocok dengan tubuh beruangmu” jaejoong mengejek yunho
“aishhhh .. Aku kan hanya meniru minnie dan bummie boo” ucap yunho tak mau kalah
“ya! Ya! Terserah saja kajja kita makan” seru jaejoong gemas
Setelah makan lava cake favotire mereka duo jung kecil terlelap di king bed milik jaejoong di ruangan itu, tatanan yang apik membuat semua mata yang mlihatnya dimanjakan.
Sore hari jaejoong dan yunho bergegas pulang mereka berpamitan pada para pegawai karena cuaca diluar akan hujan.
“yunnie ah pelan-pelan saja jalanan licin”
“ne .. aku akan pelan - pelan boo”
“kau tau boo, hari ini minnie dan bummie luar biasa” jaejoong tertawa keras sambil melihat kebelakang kedua anaknya sedang terlelap
“mereka tidak ingin ada yang mendekatimu” yunho bedecak
“mereka sangat posesif boo” jaejoong mengangguk
“bear 2 hari lagi kita memperingati hari kematian halmonie jung” jaejoong menatap yunho yang fokus menyetir.
“hmm aku tau, kita ke gwangju 2 hari lagi.. Minnie dan bummie pasti senang” yunho berkata santai.
.
.
.
“uhm umma.. Apa umma cudah tidak ada kuliah hali ini? Kibum berkata polos
“umma sudah selesai kuliahnya bummie” jaejoong berkata sambil mnegelus kepala kibum
“jadi umma cudah celecai ya, belalti umma akan menemani kita dilumah?” changmin menimpali
“ne .. Umma menemani kalian dirumah” jaejoong tersenyum gemas melihat anak-anaknya tumbuh besar dengan baik walaupun diusianya yang masih sangat muda
jaejoong mengorbankan segalanya karena mengandung ia harus di coret dari daftar keluarganya, ayahnya kim siwon sangat taat pada agama ia tidak akan bisa mentolerir kehamilan jaejoong, ibunya kim heechul selalu menuruti apa kata appanya jadi tidak ada yang menahan jaejoong untuk dicoret dari keluarganya walaupun kala itu heechul menangis meraung tak ada artinya. Sebenarnya bukan salah jaejoong karena yang memulainya adalah yunho yang mengklaimnya adalah yunho jadi disini apakah adil jika jaejoong menerima ketidak adilan ini tapi lambat laun jaejoong menerima takdirnya walaupun awalnya ia merasakan sakit yang amat sangat tapi sekarang ia bahagia, ia memeiliki yunho yang sangat mencintainya ia memiliki kedua anaknya juga ia memiliki keluarga lagi. Keluarga jung sangat memperlakukannya dengan baik bahkan umma jung sangat menyayanginya seperti menyayangi yunho.
CUPP
“kau melamun apa boo sampai seperti itu, kau melamunkan sesuatu ya” yunho menaik turunkan alisnya menggoda jaejoong dan berhasil
Plak.
plak.
“yakk!! Aku tidak mesum sepertimu bear!!” jaejoong memukul lengan yunho dengan gemas
“ya ! Ya ! Aw !! appo boo” yunho mengusap lengannya yang panas jaejoong yang melihat yunho kesakitan cukup panik apa ia baru saja menyakiti beruang kesayangannya
“m-mianhae bear, appo??” jaejoong meniup bagian yang dipukulnya. Ckckck jaejoong tidak sadar jika beruangnya hanya menipunya
“umma” kibum memanggil malas
“appa, dlama yang kalian mainkan sangat jelek!” ucap changmin sadis membuat jaejoong dan yunho tertawa terbahak - bahak membuat kedua anaknya menatap iritasi lalu melenggang menuju kamar mereka untuk bermain game
.
.
Yunho pulang dari kantor jam 7 tepat. Aneh sekali batinnya biasanya jam segini kedua anaknya masih berlarian kesana kemari kejar- kejaran ia melihat salah satu maid
“hyorin ssi, kau tau dimana anak - anakku dan istriku?” hyorin mengangguk
“mereka semua sedang nonton film tuan, diruang tengah”
“ohh begitu .. Baiklah”
“Ne tuan” hyorin berjalan menuju bagunan rumah di sebelah taman yang merupakan bangunan untuk para pekerja yang bekerja di mansion jung
yunho berjalan terus menyusuri ruang hingga ia melihat TV menyala menampakkan film hororr bukankah jaejoong snagat takut film hororr kenapa masih saja menonton -_-”
“boo.. Kau masih terjaga?” yunho duduk disamping jaejoong ia melihat kedua anaknya sedang mengempeng di nipple jaejoong sambil terus mrnonton film
“HYAAAAA!!! Dari kapan kau disitu bear!!”jaejoong berteriak kaget
“dari tadi” jaejoong melihat yunho masih mengenakan pakaian lengkap berarti yunho barusan datang
“kenapa menonton film hororr eum??” yunho bertanya lembut ia menarik tengkuk istrinya dan mencium sekilas ia tak mau lepas kontrol masih ada kedua jung kecil bersama mereka
“aku penasaran bear .. Jadi aku menontonnya sama minnie dan bummie” jaejoong berkata dengan manja
“oh ayolah boo~ kalian sama-sama takut hantu masih saja ditonton” yunho meraih remote lalu mematikan TV.
Ia meraih changmin yang nampak lebih berat, jaejoong menggendong kibum
“besok kita berangkat pagi bear” yunho menaiki tangga pelan
“ne .. Besok kita berangkat pagi” yunho merasakan jasnya ditarik ia melongok ternyata jaejoong yang menariknya
“boo ada apa?” tanya yunho bingung
“hehe .. Aku takut bear” jaejoong meringis saat yunho menahan tawanya
yunho dan jaejoong membaringkan kibum dan changmin menyelimutinya dengan nyaman dan berbalik menggandeng jaejoong menuju kamar mereka.
.
.
“aku akan menyiapkanmu air hangat bear”
“ne boo” yunho ikut ke kamar mandi dan melepas semua bajunya ketika jaejoong berbalik ia merona heboh melihat tubuh yunho naked.
“ak- aku akan keluar”ucap jaejoong cepat sebelum dia mencapai pintu yunho sudah menariknya
“siapa yang menyuruhmu keluar jung jaejoong” yunho berbicara tepat di telinga jaejoong membuat sang pemilik mendesah lirih
“bearhh .. Ahh ak-aku sudah mandii” jaejoong mencebil yunho semakin menjadi yunho menyesap leher jaejoong hingga berbekas jaejoong semakin gelisah saat tangan yunho dengan lihai melepas kaos V -neck nya dengan cepat saat kaos terlepas ia memagut bibir cerry itu dengan lumatan kecil hingga lidah yunho mengajak bertarung lidah jaejoong tangan yunho tak tinggal diam ia memilin niple yang sangat disukai anak anaknya lalu menghisapnya dengan kuat hingga jaejoong memekik
“sshhhh Akhhh bearr!!” yunho menurunkan celananya sekarang ia sama- sama naked pipi jaejoong merona melihat betapa liarnya yunho menandai dadanya tangan jaejoong turu menuju junior yunho dan mengurutnya pelan hingga pemiliknya mendesah
“ahhh booo ahh” yunho menaikkan jaejoong diatas wastafel di depannya nampak kedua niple merah yang mencuat tanda istrinya junga tengah horny mereka berciuman lagi saat tangan yunho memijat junior jaejoong dengan tempo cepat hingga pemiliknya tidak bisa mendesah karena sedang berciuman
“AKHHH YUNHOOOO!!”
jaejoong klimaks untuk pertama kalinya yunho menikmati wajah boojaenya pasca orgasme jaejoong menengadahkan kepalanya menghirup udara dengan rakus ditangannya tercecer cairan jaejoong.
“sekarang giliranku boojae” yunho menurunkan jaejoong dari wastafel ia membimbing jaejoong masuk ke dalam bathup yang sudah terisi air hangat dibimbingnya jaejoong ke pangkuannya dan jaejoong mengangkang lebar membelah kedua bongkahan buttnya jaejoong melingkarkan tangannya dileher yunho dan mulai berciuman lagi jaejoong tersentak saat yunho mengarahkan jemari lentiknya pada hole pink miliknya yunho memasukkan jari telunjuknya disusul jari kedua hingga jari ketiga dan jemari lentik yunho berjalan zig zag seolah mengobrak abrik hole sempit itu
“berbaliklah boo ..” perintah yunho Segera setelah jaejoong berbalik ia megarahkan lidahnya menggoda jaejoong
“bearhhh ahh.. Haaaah .. Ja- ah menggodahhkuu” lidah yunho secara liar mengetuk - ngetuk lubangnya seakan meminta izin
“urie jaejoongie tidak sabaran eoh” yunho terkekeh melihat wajah penuh nafsu boojaenya
“palliiiwaaa” jaejoong sebal yunho seakan mengulur waktu
“ne ne . Tahan ne” jaejoong mengangguk ia berpegangan pada pinggiran bathup dan menggigit bibirnya saat ujung junior yunho sudah masuk holenya
“AKH!!” jaejoong berteriak
“relax boo .. Aku akan pelan - pelan aku janji” yunho meneruskan dorongannya hingga
“AKHHHH”
keduanya mendesah bersama saat yunho menyentuh sweetpotnya
Yunho belum menggerakkan juniornya ia masih menungu boojaenya terbiasa hingga
“bergeraklah bear” kata jaejoong perlahan yunho menggerakkan dengan tempo semakin dipercepat
“Oh ~ boo ahhh ughhh..” yunho mendesah sambil terus menggenjot hole boojaenya tangannya meraih junior jaejoong
“Ahh.. Ahhh .. Bear .. Ahhh” jaejoong memejamkan matanya saat yunho berkali kali menyentuh sweetpotnya
“sshhhh ughhh ahhh ahhh ahhh” nafas jaejoong menderu
“ahh .. Ahh ..boo Ahhh”
“AKHHH!! YUNHOO!!” jaejoong ambruk tapi ditahan oleh yunho hingga ia berada di pangkuan yunho dengan tubuh masih menyatu
“haaaah .. Haahhh .. Hahhh” yunho membiarkan jaejoong menikmati sisa orgasmenya dalam bercinta ia tidak pernah egois hanya mementingkan kenikmatannya sendiri. Jaejoong berbalik ke pangkuan yunho tanpa melepas tautan mereka hingga yunho merasa juniornya terpelintir
“akhh” yunho memekik
“ bear .. Biar aku yang bergerak ne” yunho mengangguk kecil membiarkan boojaenya bergerak jaejoong menaik turunkan tubuhnya membuat mereka mendesah 20 menit di posisi ini membuat jaejoong terkulai bersandar di dada yunho
“kau lelah chagiya??” jaejoong mengangguk yunho mengangkat jaejoong hingga tautan mereka terlepas
“ahhh...” jaejoong merasa kosong pada holenya yunho membaringkannya di ranjang yunho menatap jaejoong dan tersenyum “kau siap boojae??” jaejoong menganguk dan yunho menyatukan kembali tubuh mereka kaki jaejoong diarahkan ke bahunya dan ia mulai menggenjot hole boojaenya
“ahhh ahhh.. Uhh.... Ouhh” racau jaejoong saat yunho mempercepat gerakannya
15 nenit kemudian
“ahh ahhh ahhh ahhh...” yunho masih terus menggenjot tanpa lelah ia merasa ia akan klimaks dia merunduk mencium boojaenya terap dengan menggenjot dan tangannya mengurut junior jaejoong dan akhirnya sesuatu di tubuhnya seakan meledak.
“AKHHHhhhh BOOJAEEHHHHH/ YUHOOOOO”
keduanya ambruk setelah sesi percintaaan yang panjang itu yunho mendekap boojaenya
“haaah . Haaaah Haaaahh” jaejoong meraup udara dilihatnya yunho juga sam
“yunho memeluknya dengan erat”
“bear.. Kau tidak mau melepasnya eoh..” bibir jaejoong mecebil
“anii .. Dia masih betah disarangnya” yunho tertawa pelan
“aishhh.. Ini sangat mengganjal.. Kau pikir punyamu mini” jaejoong berucap kesal pasalnya ini sangat mengganggunya
“kajja tidur” yunho menyamankan posisi tidurnya tapa perduli protesan jaejoong. Dengan kesal ia mengetatkan holenya hingga membuat yunho mendesah saat juniornya di jepit dinding hole jaejoong dan mereka kembali mendesah untuk ronde berikutnya hingga mereka terlelap.
.
.
Pagi hari jaejoong terbangun lebih dulu ia merasa kaku di tubuhnya ia tidak bisa menggerakkan badannya akibat ‘olah raga malam’ nya bersama yunho kemarin ia dihajar beronde - ronde
“bear.. Bangunlah.. kita akan ke gwangjuu” yunho hanya berguman saat tangan jaejoong mentoel- toel pipinya
“tubuhku rasanya remuk, aku tidak bisa bangun..” yunho sontak membuka matanya memeluk boojaenya
“gwencana.. Aku akan memandikanmu chagii” ucap yunho santai membuat jaejoong merinding ia pasti diserang lagi jika ia dimandikan jaejoong menggeleng
“anii .. Aku akan mandi sendiri” yunho tertawa pelan mengusap rambut jaejoong .
TBC ❤
My wife is model chapter 9
Chapter 9
“ummaa~” changmin merengek lagi
“tidak minnie .. Umma bisa kena sembur appamu jika minnie makan pedas~” ucap jaejoong
“umma .. Sekali saja pleaseee” jaejoong menghela nafas melihat anaknya memohon. Hyunjoong masih memperhatikan mereka tanpa disadari
“minnie mau makan pedas?” hyunjoong mengelus kepala changmin membuat Jaejoong menoleh
“ne” changmin berbinar
“bagaimana kalau pergi bersama ahjussi, nanti ahjussi belikan ttopokkie pedas” jaejoong melotot hororr
“TIDAK” jaejoong memandang sebal hyunjoong
“kajja kita ke kantin minnie..” ajak hyunjoong disambut changmin dengan antusias mereka melenggang pergi meninggalkan jaejoong, junsu dan yoochun yang mengekor dibelakang hyunjoong
- Canteen YJ Entertaiment -
Keempat namja dewasa dan satu namja cilik itu duduk di meja panjang cukup untuk 6 orang
“STOP! minnie yang mengatur duduknya” changmin berseru mengatur orang dewasa dihadapannya
“su ie jussi disamping yoochun jussi lalu disamping su ie jussi ahjussi hyunjoong, di sebelah sini min sama umma” hyunjoong- junsu- yoochun berada dalam satu baris disebrang changmin dan jaejong menyisakan satu bangku kosong yang ingin sekali diduduki namun dilarang changmin karena menurut changmin tas berbentuk boneka bambinya harus duduk juga. Sedikit konyol memang tapi bagaimana lagi changmin bersikeras -_-
Jaejoong masih memilih- milih makanan yang cocok
Tap
Tap
Tap
“Appa!! Dicini!!” seru changmin membuat yunho menoleh
Cup
Yunho mengecup kening anaknya “sudah lama menunggu appa?” yunho yang hyunjoong lihat saat ini sangat berbeda ia terlihat seperti seorang appa yang baik tapi jika diluar ia adalah kepribadian yang tegas
“uhm tidak appa .. Minnie tadi main cama bla bla bla.. “ changmin berceloteh riang yang ditanggapi yunho dengan kekehan terkadang tertawa
“eoh .. Yak!! Bear sejak kapan disini” yunho terkekeh melihat ekspresi terkejut jaejoong
CUP
Yunho mengecup kening istrinya membuat hyunjoong terbakar .
“sejak tadi hyung, kau saja yang lemot” sahut junsu
“aishh .. Kurang ajar sekali kau kim junsu!!” yunho menahan lengan jaejoong yang akan mengejar junsu begitupun yoochun yang menahan junsu. Hyunjoong? Ia menjadi penonton setia ia hanya orang asing disini
“ahh hyunjoong ssi, maaf aku tidak melihatmu tadi” hyunjoong tersenyum formal
“ah tidak apa-apa yunho ssi, kupikir kau sangat sibuk ternyata tidak sampai kau bisa sempat makan siang disini” hyunjoong tertawa mengejek
“hahaha. kupikir juga begitu” yunho tertawa lepas. Lucu sekali batinnya
“apa kau kurang kerjaan tuan jung?”
“pekerjaanku banyak tapi ini waktu jam makan siang dan aku benci makan sendiri” ucap yunho santai
“yunho, siwon mengajak kita pergi bermain golf akhir pekan kau bisa?” yoochun bertanya spontan
“bisa saja, aku tidak sibuk chun” yunho masih memperhatuikan hyunjoong
“minnie ikut ne appa?” yunho memandang changmin
“tentu saja minne” yunho menjawab changmin
“umma, apa umma juga ikut?” tanya changmin jaejoong memandang yunho
“ani .. umma dan halmoni akan shopping minnie, mau ikut umma atau appa eoh?” jaejoong memandang anaknya menebak akan ikut siapa
“anii .. Min mau sama appa saja, shopping itu melelahkan membuat min lapal” jaejoong mendengus mendengar jawaban anaknya yang tidak jauh-jauh dari makanan dan appanya membuat yunho tertawa pelan
“sudahlah boo, pergilah dengan umma aku akan menjaga minnie..” jaejoong mencebil membuat hyunjoong mengerti sisi jaejoong yang lain ia akan sangat manja jika dengan yunho.
“aku akan menghabiskan uangmu tuan jung” jaejoong mengerling nakal
“ne .. Habiskan sepuasmu nae sarang” yunho terkekeh pelan
“yunho hyung kau akan menyesal dengan keputusanmu” junsu tertawa
“yunho tidak akan kehabisan uang su ie, dia pasti lebih memilih menyerahkan gold cardnya daripada menemani jaejoong” yoochun ikut tertawa
“kau benar chun” yunho ikutan tertawa membenarkan
“apa jaejoong itu shopaholic?” tanya hyunjoong
“anii .. Itu hanya mereka berlebihan” ucap jaejoong tenang
“yak!! Hyung bahkan jika kau sedang belanja kau seperti menguras isi mall” jaejoong meringis mendengarnya Hyunjoong syok mendengar ucapan junsu
Mereka menyantap makanan dengan tenang tapi tidak dengan changmin yang merengek ingin mencoba milik jaejoong ttopokkie yang pedas membuat liur changmin menetes
“umma~” jaejoong tidak menggubris anaknya
“minnie mau coba punya appa ?” changmin menggeleng masih merengek lagi
“w-wae bear .. Kau memandangku seperti itu”
“tidak apa-apa boo hanya saja kurasa kau lebih berisi” yunho tertawa pelan
“kau mengatakanku gendut?” jaejoong melotot
“anii.. Kau sangat sexy boojae” jaejoong merona mendengarnya
“appa ~ Min mau makanan umma” mata changmin berkaca- kaca yunho menghadap changmin
“min .. Dengarkan appa, makanan yang umma makan sangat pedas min tidak boleh makanan yang terlalu pedas nanti perut minnie sakit, kalau sakit umma akan kawatir minnie juga tidak bisa makan ice cream lagi,ottoke?? Changmin menunduk
“min masih mau makan- makanan umma?” yunho bertanya lagi
“aniiyo appa ..” yunho tersenyum begitu juga namja dewasa lainnya hyunjoong bahkan kagum melihat yunho menasihati changmin yang notabene anak yang sedikit bandel bisa menurut dan tunduk pada yunho
Brukk
Prakk
Changmin memeluk yunho tanpa sengaja menyenggol sup yunho yang mengotori jas yunho, jaejoong melotot hororr melihat sup yang tumpah ke jas dan sidikit di celana segera mengambil tisu untuk membersihkannya
“bear .. Lepaskan jasmu basah” changmin menatap hororr jas appanya
“mian appa ..”
“gwencana .. Appa akan melepasnya bukan masalah besar” jaejoong mengelap celana suaminya yang terkena sup semua mata menatap interaksi keluarga kecil itu meraka menatap kagum seorang model papan atas melakukan hal yang tidak mereka duga. Lain halnya dengan hyunjoong yang semakin merasa kecil jika dihadapkan dengan yunho. Jika ia diposisi yunho ia pasti akan mengumpat jas mahalnya terkena sup.
Tap
Tap
Tap
Seorang wanita dengan dress merah diatas paha berjalan di kantin mewah YJ entertaiment dengan heels tingginya ia berjalan bak model cat walk membuat semua mata pria memandang antusias tubuh molek yeoja itu belahan dada yang sengaja di sembulkan membuatnya terlihat sangat sexy
“yunho oppahh.. Aku tidak mengka di hari pertamaku disini aku bertemu denganmu” yeoja itu menarik asal kusi dan ikut duduk di meja bersama yunho dan yang lain
“kau juga disini eoh kim-”
“di jung jaejoong!” yunho menyela
“harusnya hanya aku yang pantas menjadi nyonya jung!” tandas ahra
“ishhh ahjumma menjijikan. Min tidak mau punya umma sepeltimu” semuanya teperangah yunho hanya tertawa kecil
“kau dasar bocah-” ahra akan mengumpat jika saja jaejoong tidak menyelanya
“dilarang mengumpat pada anak kecul mantan calon ny.jung” jaejoong menyeringai ke arah ahra
“sebaiknya kau mencari meja lain nona go, disini sudah penuh” yoochun berkata dingin dengan pandangan datar membuat junsu merinding
“kau tidak berhak mengaturku eoh!”
“ahjumma.. Kulasa ahjumma pellu beldandan, lipstick ahjumma belepotan juga bedak ahjumma sudah pecah pecah” changmin menyeringai melihat ahra gelagapan
“be- benarkah, aku akan ke kamar mandi” semua orang melongo changmin dengan mudah mengusir ahra.
“umma, jangan menatap min sepelti itu .. Min hanya melakukan apa yang min ingin” semua mata saling berpandangn “min tidak suka ada orang yang dekat- dekat appa atau umma secala telang telangan.” lanjut changmin dengan santainya
Yunho melihat jam tangnnya waktunya ia kembali
“boo, aku kembali ke kantor dulu ne. Minnie jangan nakal ne appa akan kembali ke kantor sekarang” yunho mngecup jaejoong dan changmin bergantian lalu meraih jasnya yang di sampirkan di sandaran kursi
“aku pergi dulu semuanya, anyeoong” yunho melambaikan tangannya dibalas anggukan dari jaejoong, junsu, yoochun, hyunjoong
TBC❤
Langganan:
Postingan (Atom)







