Rabu, 21 Desember 2016

My wife is model chapter 11

Chapter 11



“umma pulaaaaaaang~” jaejoong berteriak senang
“Ummaaa!”

Bruk

Changmin memeluk kaki ummanya
“eoh ada halmoniee” changmin berlari kearah halmonienya dan langsung memeluk halmonienya itu
“hmm cucu halmoni manja sekali eoh” heechul mencium cucunya gemas

Diruang tengah ternyata ada yunho, yoochun dan siwon sedang berbincang
“eohh kalian disini” jaejoong mendudukkan buttnya di sofa sebelah yunho dan seenak buttnya mengecup yunho tanpa sungkan membuat semua orang geleng- geleng kepala melihat kelakuan model senior itu

Cup

“Ya ya ya!” yoochun iritasi melihat kemesraan pasangan di depannya
“kenapa sebentar sekali boo belanjanya” jaejoong tertawa mendengarnya
“umma mengajak pulang bear, sebenarnya aku masih mau membeli banyak lagi tapi aku kasian melihat umma” rajuk jaejoong
“lain kali belanja saja dengan su ie boo” ucap yunho
“su ie pasti tidak mau bear” pout jaejoong
“jaejoong ah, wajar saja suie tidak mau belanjamu seperti orang kalap seperti itu” sindir yoochun
“apa kau menguras mall joongie” sahut siwon
“ne, aku hanya ingin menghamburkan uang beruang gendut ini sebagai balasan dia tidak menemaniku” sewot jaejoong menatap yunho
“ya.. habiskan saja boo aku tidak masalah” yunho tertawa keras melihat istrinya merajuk
“maaf nyonya.. Barang ini diletakkan dimana?” kata salah satu bodyguard berbadan besar itu membuat semua orang menoleh dan menatap hororr kelima bodyguard yang tampak kelelahan dengan membawa belanjaan di kedua tangan mereka
“letakkan dikamarku saja, bibi jang tolong antarkan mereka ne” bibi jang trsenyum pada jaejoong dan sedikit membungkuk
“ne nyonya” jawabnya sopan
“wahhh ternyata semua berkumpul disini” kata heechul dengan ceria
“ahjumma jung” siwon sedikit membungkuk menyapa umma jung
“neh . Siwon ah lama tidak bertemu” jawab umma santai tapi lihat anaknya a.k.a jung yunho melihat ada yang aneh pada ummanya kemudian

Loading..

1

2

3

“MWOYAA!! UMMA BAJUMU!!” yunho berteriak frustasi melihat ummanya yang berpenampilan tidak sesuai umur menurut yunho.
“bear tenanglah..” jaejoong menenangkan beruangnya yang siap mengamuk
“aishhh .. babo,ini baju modis dasar tidak tau fashion” ucap heechul sengit
“aigoo umma, kau bahkan sekarang menggendong cucumu” yunho memutar bola matanya berkata malas
“aku tampak menawan bukan, yoochun siwon?” kedua pemuda itu mengangguk dan tersenyum canggung
“uhm . N-nee ahjumma” ucap mereka takut takut.
.
.
“umma, apa appa masih dijepang?” tanya yunho
“ne.. Appamu mungkin pulang besok atau lusa, umma bosan dirumah jadi umma akan menginap disini. Ottokeyo yunnie chagii” heechul beraegyo membuat semua orang sweetdrop termasuk changmin -_-”
“memangnya aku punya pilihan jika umma sudah bilang begitu” yunho mendengus malas
“tidak” jawab umma jung santai sambil menyeruput jus jeruk di atas meja
“ahjumma, apa kau tidak ingin cucu lagi” tanya siwon santai
“tentu saja aku sangat ingin,tapi aku sih terserah yunho dan joongie saja” yunho menatap jaejoong yang tertawa pelan
“jaejoong-ah kau tidak ingin hamil lagi?” yoochun ikut tertarik pada topik pembicaraa
“k-kenapa jadi membahas ini” jaejoong terkekeh aneh
“karena ini topik menarik umma” jawab changmin membuat semua mata memandang satu- satunya bocah kecil itu
“appa.. Kenapa adik min belum jadi, kan min udah agak lama mintanya ke appa” changmin menatap appanya dan mulai merajuk membuat yunho salah tingkah
“eoh, kau minta apa minnie?” tanya jaejoong
“min minta dongsaeng umma, min udah minta appa tapi tidak jadi- jadi” jawab changmin dengan polos membuat jaejoong, siwon dan yoochun melongo
“ya ! Minnie.. Kau pikir membuat adik seperti membuat adonan roti langsung jadi” yoochun memijat
“sudah minnie, appa dan ummamu masih berusaha membuatkan adik untuk minnie jadi tunggu saja ne” heechul mengedipkan matanya pada cucunya itu dan changmin mengangguk lucu semua tertangkap mata jaejoong dia tersenyum kaku merasa bersalah pada anaknya itu.
.
.
.
saat malam hari dikamar yunjae suasana tidak seperti biasanya

Ceklek.

“boo .. Kau belum tidur?” tanya yunho yang barusaja keluar dari kamar mandi masih mengenakan handuk dipinggnya
“belum..” yunho mengeryit melihat istrinya seperti murung
“ada apa chagii??” yunho mendudukkan dirinya di pinggiran ranjang
“kenapa kau tidak bilang minnie ingin adik” jaejoong menatap lurus kearah suaminya
“aku tidak ingin memaksamu boo, aku akan menunggu kau siap memberikan minnie adik” yunho mengusap pipi istrinya
“setidaknya katakan padaku bear” setitik air mata jatuh dari doe eyes itu
“mhiane boo ..” yunho mengusap air mata jaejoong dan memeluknya
“sungguh bukan maksudku menyembunyikannya darimu boo”
“bear .. Sebenarnya..” jaejoong mendongak melihat wajah tampan yunho
“sebenarnya apa?” tanya yunho
“sebenarnya aku sudah berhenti minum sejak dua bulan lalu”
“minum apa boo?” tanya yunho masih bingung
“aiisshhhh.. Aku berhenti minum pencegah kehamilan”
“ohh..” jawab yunho sekenanya membuat jaejoong heran
“mwo!!” akhirnya yunho baru sadar apa yang dikatakan jaejoong
“maaf aku tidak bilang kepadamu bear..” ucap jaejoong
“tidak apa- apa boo, aku mengijinkanmu melakukan apapun selama itu baik”yunho tersenyum dan mengecup cerry lips itu
“gomawoo bearr”jaejoong memeluk erat tubuh yunho yang masih naked dengan handuk tersampir di pinggangnya
“ahh boo .. Jangan menggodaku chagiyaa” yunho mendesah lirih saat jaejoong memberikan tanda kepemilikan di lehernya
“aku ingin kau merasukiku bearhh” yunho yang melihat istrinya memberinya lampu hijau dengan segera menerjang bibir istrinya dengan gemas.

Dan malam ini mereka menyatukan diri kembali mendesah dan berbagi kenikmatan dan berharap benih yang ditanam yunho tumbuh dengan baik dalam rahim jaejoong.


Tbc❤

Kamis, 15 Desember 2016

My life belong to you chapter 3


Chapter 3



“ahh kalian sudah datang chagii..” sambut umma jung a.k.a jung leeteuk
“nee halmoniee kita cudah dataang” seru kibum berlai menuju halmonienya
“halmonie.. Harabojie oddiega?” tanya changmin yang juga memeluk halmonienya
“harabojie masih di dalam,jja kalian kedalam” ucap leeteuk yang memandang menantu dan anaknya
“umma .. Bogoshipoo..” leeteuk memeluk jaejoong erat
“nado bogoshipo chagiya, bagaimana apakah di perut ini sudah terisi lagi eoh?” goda umma jung
“Ya! Umma” jaejoong tertawa ummanya gemar sekali menggodanya
“umma tenang saja, aku akan menghajarnya habis- habisan agar segera terisi” seloroh yunho membuat jaejoong melolot
“ya ya .. Umma bisa lihat itu yun, mana mungkin dirumahmu banyak nyamuk sampai kulit joongie merah merah sepeprti itu” umma jung menunjuk tulang selangka jaejoong yang sedikit tersikap membuat sang empunya malu bukan main
“jja kita masuk, kekekek” umma jung masih terkikik melihat menantunya mempoutkan bibirnya
Terlihat di ruang tengah appa jung senior sedang tertawa- tawa dengan cucunya
“semuanya sudah berkumpul?” tanya appa jung a.k.a jung kang in
“sudah yeobo jja kita berangkat” mereka berjakan bersama menuju mobil dan melaksanakan peringatan kematian halmonie jung
.
.
Suasana berlangsung hikmat, umma jung sesenggukan juga jaejoong yang terisak pelan membuat para seme menenangkan istri masing - masing dan lihatlah duo jung kecil sedang duduk diam walaupun mereka masih bingung tapi mereka mengerti ini adalah acara yang penting.
“min hyung..” bisik kibum
“ne waeyo?” changmin menolehkan kepalanya kearah adiknya
“sebenarnya kita sedang apa?” tanya kibum bingung
“molla, tapi kita harus diam seperti appa umma juga haraboji dan halmonie”
“uhm .. Ne”
.
.
Saat sudah sampai dirumah setelah acara peringatan mereka segera berganti baju santai pasalnya mereka tadi mengenakan pakaian serba hitam
“umma .. Kita akan menginap di gwangju kan?” tanya changmin yang masih tidur malas- malasan di ranjang umma dan appanya
“ne .. Kita akan menginap hari ini dan pulang besok malam” jawab jaejoong yang selesai memakai baju santainya
“umma, sebenalnya yang meninggal siapa tadi?” tanya kibum
“itu halmonienya appa, nenek buyut kalian chagii” kata jaejoong sambil mengelus rambut kibum pelan
“uhm begituu” kedua jung kecil manggut manggut sok mengerti
“umma ..” panggil changmin
“waeeo minnie?”
“min lapaaal” rajuk changmin
“bummie juga umma” kibum ikut- ikutan kakaknya
“haaah .. Kajja umma akan memasakkan kalian” jaejoong nerentangkan kedua tangannya dan menggendong kibum dan changmin di kanan dan kiri sedikit kesusahan mengingat kedua jung kecil ini bergerak gerak di dalam gendongan
“yaa.. Kalian membuat umma kalian kesusahan jagoan” yunho mengambil alih kedua anaknya disambut helaan lega jaejoong yang memang sebenarnya tidak kuat jika harus menggendong keduanya.
“jja .. Sama appa, umma mau masak dulu ne” dibalas anggukan dari ketiganya
.
.
“eoh joongie, sedang apa?” umma jung heran ia melihat menantunya memasak
“minnie dan bummie merengek minta makan umma.. Yasudah joongie masak saja sekalian untuk makan siang”
“apa perlu umma bantu chagi?” tanya leeteuk
“ani umma .. Joongie sudah terbiasa memasak sendiri bahkan saat kuliah joongie juga masih mengurusi kebutuhan yunho dan para jung kecil sendiri” jaejoong terenyum kearah umma jung
“apa tidak ada para maid chagii, kau akan kelelahan” jaejoong menggeleng dan tersenyum maklum melihat kekawatiran umma jung
“umma .. Yunho tidak suka diurus orang lain selain aku toh ini adalah tugasku umma” leeteuk tersenyum kearah menantunya ‘yunho memang pintar memilih’ batin umma jung
“apa minnie dan bummie tidak ada baby sitter joongie?” leeteuk memandang jaejoong yang mengolah dengan cekatan ia membantu menata bahan yang akan dimasukkan
“tentu saja ada umma, saat aku dan yunho tidak bersama minnie dan bummie dijaga baby sitter” terang jaejoong membuat leeteuk mengangguk
“kalian sudah dewasa ternyata, aku tidak menyangka yunho bisa berubah menjadi sosok appa yang baik dan meninggalkan sosoknya yang begitu dingin dengan orang” kekeh umma jung.
“anak- anak selalu menuruti apa kata appanya, mereka tidak pernah melawan”
“jinjaa??”
“ne umma.” jaejoong dan leeteuk terkekeh
.
.
Makan siang terasa sangat ramai membuat jung kangin sangat bahagia atas kehadiran cucu- cucunya
“oh iya, kau ingat seung hyun yunho ah?” tanya kangin
“tentu saja appa, dia temanku saat senior high school. Waeo?” tanya yunho
“appa mendapat undangan makan malam nanti malam, bagaimana kalau kau dan juga keluargamu ikut juga bukankah kau juga temannya dulu?”
“ahh tidak masalah appa” jawab yunho santai
“dia baru saja pulang dari jepang yun, dan sekarang kembali mengurusi bisnis appanya disini”
“jadi dia rekan bisnis appa?”
“ne, walaupun dia masih muda kurasa kemampuannya memimpin sama sepertimu”
“sebenarnya aku dan choi seung hyun kurang baik appa, saat dulu pemilihan kapten basket dia dan aku sama- sama menjadi kandidat kapten basket tapi hampir semua memilihku dan sejak saat itu ia menjadi dingin kepadaku walaupun kami satu tim” tutur yunho
“itu sudah kejadian lama, ia pasti sudah berubah yun” timpal jaejoong
“joongie benar” sahut leeteuk
.
.
“bear kau sudah siap?” Jaejoong masih mengancingkan kemeja putih polosnya membuat ia tampak sangat menawan



“ne boo .. Aku sudah siap”
“aku mau memeriksa kibum dan changmin,kau turunlah lebih dulu bear”
“ne boojae.. Kutunggu dibawah ne princess” yunho berlari kencang sambil tertawa setan
“YA!! Aishh kau ini” jaejoong berjalan ke kamar anaknya sambil menghentakkan kakinya sebal
“minnie bummie kalian sudab rapi kenapa berguling - guling di ranjang baby ah” jaejong merapikan kemeja kibum lalu beralih ke changmin
“umma lama sihh” kata changmin
“kajja .. Kita turun kalau begitu” jaejoong menggandeng kedua anaknya di kanan dan kiri
“wahh cucu halmonie sangat tampan dan manis ne” kata leeteuk berbinar binar membuat kibum dan chamgmin memutar bola matanya
“kajja kita berangkat” seru kangin
“biar aku yang menyetir appa” kata yunho
.
.
“wahh anda sudah datang mr.jung” seunghyun membungkuk kecil dan tersenyum ramah
“ahh ne seung hyun sii, aku mengajak yunho” jawab kangin tak kalah ramah
“ahh benarkah.. Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya” senghyun terkekeh kecil
“silahkan masuk mr.jung jangan sungkan” beberapa maid menyambut mereka dan mengarahkan
“anyeong senghyun ssi” sapa leeteuk ramah
“ahh ne mrs.jung silahkan masuk” senghyun tersenyum tapi matanya melirik yunho yang juga meliriknya setelah mr. Dan mrs jung masuk tinggallah yunho jaejoong dan kedua jung kecil
“yoo yunho, lama sekali tidak bertemu” seunghyun mengulurkan tangan
“ahh ne seunghyun ah” yunho menjabat tangan seunghyun dan tersenyum formal ia melirik seunghyun yang memperhatikan jaejoong
“eoh .. Bukankah kau kim jaejoong?” sapa seunghyun
“ahh ne sunbae .. Kau masih ingat” jaejoong tersenyum canggung
“wahh ternyata kalian jadi menikah ya, padahal aku sangat menantikanmu jaejoong ah” kata seunghyun tak tau malu
“ahh mian sunbae” kekeh jaejoong
“ahh dan siapa kedua bocah ini? Tanya seunghyun
“aku jung changmin ahjussi” mata changmin memicing membuat seunghyun ingat wajah itu mirip sekali dengan yunho dan ia melirik bocah satunya seakan mengerti kibum pun memperkenalkan diri
“jung kibum imnida” sopan kibum
“keduanya jung, apa mereka anak kalian?” tanya seunhyun terkejut
“ne dia anak kembar kami” jawab yunho santai membuat seunghyun tersenyum kecut
“aku kalah telak darimu jung” seunghyun menjawab lirih tapi masih didengar yunho
“tentu saja seunghyun ah” yunho tertawa
“kajja .. Masuk orang tuamu pasti sudah menunggu” diperjalan menuju meja makan masih saja seunghyun penasaran dengan rupa kedua jung kecil itu
“jung changmin benar- benar mirip denganmu yun, jung kibum benar- benar mirip jaejoong, aishhh” jaejoong yang melihatnya tertawa pelan
“kajja kita makan aku sangat tersanjung kalian mau hadir di rumahku yang sederhana ini” kata seunghyun merendah padahal kenyataannya rumah ini bisa dibilang mewah
“ahh kamu juga merasa tersanjung dapat hadir disini seunghyun ssi” ucap kangin sopan.
“kajja silahkan makan jangan sungkan” semua mulai makan malam namun seunghyun tak bisa fokus ia terus memandang jaejoong yang sedang menyuapi kedua jung cilik dengan telaten ‘harusnya dulu kau menerima cintaku joongie pasti sekarang kau menjadi ibu dari anak-anakku’ batin seunghyun.
“jika matamu terus mengawasi istriku seperti itu, makananmu bisa masuk hidung seunghyun ssi” kata yunho santai yang membuat semua orang menatap seunghyun
“a-ahh ne” seunghyun menatap canggung semua orang

Setelah makan malam mereka berbincang -bincang seputar kehidupan seunghyun di jepang dan kehidupan percintaan seunghyun yang selalu gagal
“seunghyun ssi, apa kau tidak punya kekasih?” tanya leeteuk
“ahh ani, semenjak aku ditolak seseorang saat senior high school aku tidak pernah menjalin hubungan dengan seseorang” seunghyun melirik jaejoong yang berpura - pura menyibukkan diri dengan kibum
“memangnya cintamu kenapa ditolak?” tanya leeteuk
“dia saat itu sudah punya kekasih dan aku baru tau kalau dia sudah menikah” jawab seunghyun
“ahh .. Cobalah menjalin hubungan dengan orang lain, move on segera” leeteuk menasihati seunghyun
“umma ..min ngantuk, min mau mik cucu” changmin mengucek matanya dan segera duduk di pangkuan ummamya melihat itu kibum juga segera duduk di pangkuan ummanya
“bummie juga umma” yunho dan jaejoong melotot horor melihat anaknya yang bersiap mengempeng
“yaa!! Nanti saja bummie mimnie jja .. Sini sama appa nak” kata yunho was was
“umma...” rengek changmin dan kibum
“nanti saja ne dimobil.. Jeball” melas jaejoong tapi yang ia dapat gelengan kedua anaknya
“mereka ingin apa yun?” tanya appa jung
“haaah .. Mereka ingin mengempeng appa” yunho menghela napas
“mwoyaa!!” kaget seunghyun kangin dan leeteuk




TBC❤

My wife is model chapter 10


Chapter 10





- akhir pekan -

“boo kau yakin dengan pakaianmu?” yunho mengangkat sebelah alisnya melihat baju V neck boojaenya
“ini tidak terlalu terbuka kok bear, lagipula aku membawa jaket jangan kawatir” jaejoong memutar bola matanya melihat beruangnya bedecak
“ck! Terserahlah asal jangan genit dengan para namja yang memandangmu lapar!” seloroh yunho
“nehh .. Jangan kawatir yeobo bukankah para bodyguard juga ikut dengan kami, yeahh walaupun merkea tidak terlihat” yunho mengangguk malas membenarkan pernyataan boojaenya
“apa minnie sudah siap boo?” yunho sudah siao namun ia masih mematut dirinya di cermin
“ sudah bear, dia sangat bersemangat harusnya minnie ikut denganku menghamburkan uangmu bear” jaejoong cemberut menatap suaminya yang menatapnya dari patulan cermin
“uri minnie tidak tertarik dengna shopping nae sarang.. Mengertilah” ucap yinho sabar
“padahal shopping itu menyenangkan huh” pout jaejoong
“boo jika kau bertanya pada minnie lebih suka mana jepit rambut atau mobil-mobilan dia akan memilih mobil-mobilan karena dalam tubuhnya darah jung sangat dominan boo” jaejoong kesal dan melempar guling kearah yunho yang tertawa nista di dekat cermin
 “ Ya!! Kau curang bear!” yunho berjalan ke arah boojaenya yang sedang merajuk
“boo.. Kau ummanya chagiya” yunho memeluk jaejoong dengan gemas
“kau benar, meskipun kau memiliki bibit unggul jika tidak ada aku mana bisa dia lahir. Kekekkeke” jaejoong terkikik sambil menutup mulutnya dengan punggung tangan
“bisa lahir boo dari rahim lain” yunho menggerutu pelan tapi masih di dengar jaejoong
“berani kau menabur benihmu di rahim lain ku kebiri juniormu bear” jaejoong melotot ke arah yunho membuat yunho bergidig ngeri

Ceklek.

“appa palli .. Lama cekali sih” Changmin memasuki kamar umma dan appanya dengan langkah kesal
“ahh ne minni ah.. Appamu menggoda umma jadi umma tidak keluar- keluar” yunho melotot apa- apaan boojaenya ini
“aigoo .. Appa genit sekali eoh” changmin melipat kedua tangannya di depan dada.
“yasudah .. Kajja kita berangkat, umma juga mau menjemput halmonie” jaejoong menggendong anaknya itu menuruni tangga

Sesampainya di bawah sudah terlihat mobil mereka terparkir berjajar yunho menghampiri jaejoong dan

Cup

Yunho mengecup jaejoong sebelum berpamitan
“bye. Umma.” changmin melambai ke arah ummanya disambut lambaian juga yunho memasuki mobil sport yang hitam dan jaejoong mengendarai mobil sportnya yang berwarna putih.
.
.
.
sesampainya jaejoong di mansion jung ia melangkahkan kakinya mencari umma jung. Bibi haesung kepala pelayan mansion jung di seoul menyambutnya
“nyonya muda apa anda mencari mertua anda?” sapa bibi haesung ramah
“ne bibi, dimana umma?” jaejoong berjalan beriringan dengan bibi haesung
“nyonya besar sedang minum teh di belakang”
“oh .. Ne bibi terimakasih”

“umma.. Lama menungguku?” jaejoong memeluk umma jung
“ah joongie umma sampai jamuran!” bibir umma umma jung mengrucut
“hahahha mianhae umma” jaejoong tertawa melihat kelakuan umma jung yang tidak tau umur
“palli joongie” heechul a.k.a umma jung menyeret jaejoong agar lebih cepat
“umma .. Jika yunnie tau umma berpenampilan seperti ini ia pasti akan menangis meraung” jaejoong tertawa nista membayangkannya pasalnya heechul perpenampilan sangat modis tak kalah modis dari menantunya mereka terlihat seumuran jika orang tidak mengenal mereka.
“yah .. Biarkan saja dia menangis meraung umma akan mengabadikannya jika itu terjadi” heechul menyeringai setan
“sepertinya ada yang kurang” heechul tampak berfikir sejenak kemudian ia melotot “dimana minnie?” tanya heechul pada jaejoong yang masih santai mengemudikan mobilnya
“dia ikut appanya umma” heechul mengeryit kearah menantunya
“memangnya kemana yunho?” Tanya heechul
“mereka akan bermain golf dengan yoochun dan siwon umma”
“siwon?!” umma jung kaget yang ia tahu yunho sangat anti dengan siwon setelah peristiwa penghianatan mantan sahabat anaknya itu jangan heran umma jung tau karena ia memang tau semuanya baik diceritakan yunho ataupun diceritakan tangan kanannya a.k.a park yoochun
“ne umma, siwon.. Mereka sudah berbaikan” kata jaejoong yang melihat raut bingung di wajah ummanya itu
“bagaimana bisa joongie” tanya heechul penasaran
“siwon meminta maaf pada yunnie umma, awalnya yunnie tidak terima tapi setelah mendapat desakan dari yoochun akhirnya mereka melupakan masa lalu”
“kau tau joongie saat sebulan kau dan siwon berpacaran yunho melewati hari-harinya menjadi sosok yang sangat berbeda ucapannya ketus dan dingin pandangannya datar memecat karyawan seenaknya akhh.. Umma ngeri sendiri mengingat yunho seperti itu”umma jung menerawang kejadian hampir 5 tahun yang lalu itu.
“benarkah umma!” jaejoong terkejut pasalnya ia baru mendengar hal ini
“ne joongi .. Umma mohon jaga yunho dengan baik ne” heechul memandang menantunya
“ne hmma .. Joongi akan menjaga yunnie” jaejoong menggenggam tangan heechul erat
“yunho jika bersamamu sangat berbeda dia menjadi sosok hangat dan manusiawi” jaejoong tertawa mendengar penuturan ummanya jaejoong memarkirkan mobil sportnya dan menutup kap mobilnya.

“kajja umma .” seru jaejoong ceria
“kajjaaaa~~~” teriak umma jung tak kalah semangat

Kita tinggalnkan sejenak umma dan menantu kompak ini kita menuju ke lapangan golf.

- Sky golf -

“yaeyy appa .. Kajja min sudah tidak sabar”
“ne kajja minnie” ucap yunho sabar ia tidak sadar anaknya sudah tidak cadel lagi
“itu chun jussi appa” changmin menunjuk yoochun yang tampak melambai pada mereka
“minnie jangan lari nanti jatuh chagii” changmin berlari dengan semangat
“eoh minnie appamu lambat sekali ne” siwon tertawa melihat yunho diejek yoochun.
“appa kan seperti beruang ahjussi makannya jalannya lambat. Kekekekk” changmin terkikiki
“min coba katakan sekali lagi appamu itu apa?” pancing yoochun ia menaikkan satu alisnya
“app beruang chun jussi” yoochun menutup mulutnya
“astaga yun . Anakmu sudah tidak cadel lagi” siwon ikutan menatap changmin dan tersenyum
“ wahh jagoan ahjussi sudah tidak cadel” siwon mengusak rambut jamur changmin.
“benarkah minnie?”yunho berjongkok mensejajarkan badannya dengan minnie.
“benar appa beruang min sudah tidak cadel” yunho sangat senang ia menggendong anaknya tinggi- tinggi
“yaakk appa .. Ahahahaha” changmin kesenangan dibuatnya
“anyeong yorobeun ..” semua orang berbalik dan melihat seorang hallyu star tersenyum lebar menyapa mereka
“yakk!! Kenapa kau ada disini” ucap yunho jengah
“tempat ini kan bisa didatangi siapa saja yunho ssi” hyunjoong tersenyum lagi lalu menatap changmin.
“anyeong minnie..” hyunjoong melambai
“ne” ucap changmin cuek tangannya memeluk leher appanya.
“yahh kau tidak ingat ahjussi eoh?” heran hyunjoong.
“ingat kok jussi, min hanya sedang tidak mood melihat ahjussi” hyunjoong melotot kaget sedangkan yunho, yoochun dan siwon menahan tawanya yang akan meledak.
“sudah . kajja kita main dan hyunjoong ssi jika kau ikut gabung silahkan” ucap siwon ramah membuat hyunjoong senang
mereka menyiapkan peralatan bermain golf terlihat disana ada empat umbrella girl yang sangat sexy mencoba membantu mereka yang jelas- jelas diacuhkan keempat ehh ketiga namja tampan itu karena hyunjoong terlihat menikmati suasana bersama umbrella girl itu.

30 menit kemudian.

“siwon jussi ajari min main” changmin menarik -narik celana siwon
“ne minnie.. Ahjussi akan mengajari minnie” siwon mulai mengajari changmin cara bemain golf awalnya changmin memang serius tapi lama- lama anak itu bosan dan malah bermain sendiri siwon akhirny membiarkannya berlari kesana kemari dengan ceria sambil membawa beberapa bola golf

Changmin melempar lembar bola golf hingga tanpa sengaja terlempar

DUKK!!

“akh!!” pekik hyunjoong
“changmin menutup mulutnya melihat apa yang ia lakukan” yoochun menyadari ekspresi tidak biasa changmin dan menoleh kearah hyunjoong yang memegang keningnya dengan ekspresi kesakitan
“hyunjoong ssi kau tidak apa-apa” yoochun menyentuh pundak hyunjoong
“ahh gwencana yoochun ssi” hyunjoong memaksakan tersenyum nyatanya kepalanya pening sekali
“maafkan minnie ne, dia masih kecil” yoochun berkata bijak
“ne, nan gwencana hanya masalah kecil” changmin berlari kearah hyunjoong dan bertanya takut- takut
“joong jussi .. Apa tidak apa- apa terkena lemparanku tadi, mian” changmin berkata tulus

Siwon dan yunho masih sibuk bermain tanpa sadar apa yang terjadi sebelum yoochun datang dan menepuk pundak mereka
“yoo yunhoo siwon kajja kita makan siang minnie sudah merengek minta makan” yunho mengangguk dan melihat changmin melempar - lempar bola golf
“ kajja siwon ah ..”
“ne .. Aku akan membereskan peralatanku dulu kalian pesan saja dulu aku akan menyusul” yoochun dan yunho berjalan kearah changmin dan manggandeng anaknya

.
.
Mereka sampai di restoran yang disediakan Sky golf, restoran itu sangat mewah tampak seperti restoran di hotel bintang lima. Memang sky golf adalah tempat bermain golf untuk para kalangan atas jadi yang datang adalah para artis, pengusaha , politikus, dan pejabat yang memang hobi bermain golf.
.
.
“jja .. Min mau pesam yang mana” yunho menyerahkan buku menu pada changmin
“noona.. Min pesan ini . Ini . Ini dan ini terus nanti ini juga ne” changmin menunjuk menu- menu dengan seenak perut karetnya membat yoochun melotot begitupun hyunjoong yanh mengurut dadanya syok menu disini sangat mahal untuk seporsi saja bisa menguras kantong dan changmin menunjuk 8 menu sekaligus
“sudah ?” yunho bertanya lagi
“ne appa . Appa mau pesan apa?” changmin penasaran
“nona saya ingin yang ini, dan tolong pastikan menu yang dipesan anak saya jangan terlalu pedas”
“baik tuan” kata pelayan itu ramah
“nona aku yang ini” kata yoochun
“aku yang ini” hyunjoong menimpali
“ahh tunggu sebentar ada temanku satunya masih berjalan kesini” yunho menunjuk siwon yang berjalan ke meja mereka.
“ahh kau menungguku nona cantik?” siwon tersenyum manis membuat wanita muda itu merona heboh
“ aku pesan ini ne”
“ne tuan, silalahkan menunggu sebentar” pelayan itu berlalu ke arah dapur

Hyunjoong yang dari tadi diam tapi ia gatal untuk bertanya
“uhm .. Yunho ssi” Yunho menoleh kearahnya
“ne hyunjoong ssi, wae?”
“apa tidak apa- apa minnie memakan makanan sebayak itu?” yunho tertawa pelan mengerti kebingungan hyunjoong
“minnie tidak akan kekenyangan walaupun makan sebanyak itu hyunjoong ssi.”
“apa joongie tidak marah kau memanjakan changmin secara bebrlebihan seperti itu?” hyunjoong sudah tidak tahan untuk bertanya
“aku tidak merasa memanjakan secara berlebihan” ucap yunho santai
“kau hanya belum terbiasa hyunjoong ssi” yoochun memutar bola matanya
"Lagipula dia anakku satu- satunya dia pantas mendapatkan apa yang ia inginkan" yunho tertawa pelan

30 menit kemudian~

tiga pelayan datang membawa banyak sekali menu membuat siwon heran apa temannya gila akan makan sebanyak itu batinnya
“apa kalian akan pesta eoh pesan banyak sekali” siwon terkekeh
“semua pesanan changmin siwon ssi” hyunjoong menyahut
“mwo!” siwon terkaget
“kajja kita berdoa dulu lalu makan semuanya” seru changmin senang membuat yunho tersenyum
“yun .. Apa minnie bisa menghabiskan semuanya” tanya siwon ragu
“tentu saja siwon ah” yunho berucap mantap sambil melirik changmin yang nampak menikmati makan siangnya
“untung appanya kaya, jika tidak aku tidak tau mungkin minnie akan kurus kering” yoochun terkekeh
“jussi .. Kenapa tidak makan?” changmin menegur hyunjoong yang nampak kaget
“ahh n-ne min” kata hyunjoong tergagap

Makan sambil berbincang - bincang namun berbeda dengan changmin yang masih tenggelam diantara makanan

“haah .. Min selesaaiiiii~” kata changmin senang membuat siwon dan hyunjoong yang tidak pernah tau sebesar apa nafsu makan changmin melongo
“k-kau menghabiskan semuanya min” ucap siwon tergagap
“ne jussi .. Habisnya min lapar sekali” Ucap changmin polos
“t-tapi itu tadi sangat banyak” kata siwon lagi
“kalau sama appa min makan banyak tidak apa-apa,tapi kalau umma tau pasti umma mengomel” ucap changmin polos
“aigoo~ sebenarnya joongie ngidam apa dulu saat hamil yun, anakmu jadi foodmonster seperti ini” desah siwon frustasi
“dulu joongie ngidam apa ya” yunho nampak menerawang mengingat jaejoong saat hamil dulu
“kau tau siwon ah, saat joongie hamil sifatnya menjadi sangat menyebalkan dan juga sensitif” ucap yoochun kesal membuat siwon dan hyunjoong tertawa
“ahh aku ingat, joongie saat hamil gemar sakali ehkem this and that” kata yunho santai membuat siwon terbatuk dan Hyunjoong tersedak minuman
“Yahh!!” hyunjoong berteriak ke yunho
“hahahha aku benar- benar menikmati joongie saat hamil changmin” yunho tertawa
“tentu saja kau yang diuntungkan babo!” sahut siwon
“kau jangan iri seperti itu siwon ah” goda yoochun
"Kau tau siwon ah, bahkan joongie akan merengek sampai menangis jika keinginannya tidak kuturuti"
"Luar biasah" yoochun menimpali
“appa min pinjam ponsel” yunho menyerahkan ponselnya

“yeoboseo bear” changmin meloudspeaker panggilan kemudian terkikir mendengar ummanya
“umma .. Ini min bukan appa beruang”
“ahh ne, ini kan ponsel appamu minnie mana tau jika kau yang menelpon eoh” sewot jaejoong
“apa umma sudah selesai berbelanjanya?” suara diseberang tertawa
“ahahha belum .. Uang appamu belum habis minnie” Membuat semua yang mendengar kompak membatin ‘anak dan umma memang kompak untuk menghabiskan uangmu jung kekekkek^^’
“min juga menguras uang appa umma. Kekekekke” changmin terkikik sambil melihat appanya yang menatap malas
“apa yang kau lakukan minnie” tanya jaejoong heran
“min cuma makan kok umma” kata changmin polos membuat semua namja dewasa memutar bola matanya bosan
“ohh kalau cuma makan tidak akan menghabiskan uang appa kok” kata jaejoong santai
“umma belikan min cemilan ne, puding, kue tart, lava cake, rolls, dan keripik ne umma”
“ne ne .. Umma tau” ucap jaejoong malas
“ uhm umma .. Jangan lupa ice cream ne vanila,strawberry dan coklat yang jumbo”
“ne .. Ne ..sudah umma mau lanjut belanja jaga appamu dari yeoja genit dan uke genit ne minnie” ucap jaejoong mengingatkan anaknya
“ne umma, min kan seme sejati min yang akan menggoda mereka” jaejoong tertawa keras dan changmin terkikik membuat namja dewasa disekitar changmin geleng- geleng kepala
“bye umma .. Anyeooong”
“ne mmmuach”

Pip.

“min .. Kau menelfon ummamu hanya untuk mengingatkan membeli cemilan” yoochun menatap malas
“ne jusssi .. Kekasih min harus selalu ada” kening siwon mengeryit
“siapa kekasihmu min?” kata siwon
“tentu saja makanan siwon ah apalagi” sahut yunho malas
Siwon speechless dan hanya berekspresi -_____-”
“kajja kita pulang kalau begitu..” ajak hyunjoong yang di iyakan semuanya.
"Kalian tidak ingin bersantai dirumahku eoh?" Kata yunho
"Ne sudah lama aku tidak kesana" Yoochun mengangguk
"Yasudah kita kesana" putus siwon

Disisi lain,

“joongie aku kasian melihat mereka” ucap heechul
“sudahlah umma, memangnya umma mau membawa belanjaan yang sebanyak itu” ucap jaejoong cuek
“aishhh umma tidak mau” heechul cemberut dan menatap kasian lima bodyguard berbadan kekar yang masing-masing membawa belanjaan ditangan mereka
“apa umma ingin membeli sesuatu lagi?” jaejoong masih melihat lihat
“ani joongie,kita pulang saja umma lelah” jawab heechul
“yasudah kajja” mereka berjalan beriringan tanpa menghiraukan paparazzi dan para fans yang dari tadi mengikuti mereka
.
.
“umma ingin kerumahmu saja joongie, appamu belum pulang dari jepang besok baru pulang” heechul menikmati perjalanan memandang keluar
“ne umma, minnie pasti merindukan umma” jaejoong tersenyum membayangkan anaknya pasti senang



TBC❤

Minggu, 11 Desember 2016

My life belong to you chapter 2


Chapter 2



Setelah kekacauan yang dibuat kedua anaknya yeoja yang ternyata seorang model itu pergi terbirit -birit

“jangan bilang ini ulah kalian bummie minnie?”yunho menanyai kedua anaknya
“uhm.. Ne appa” mereka berkata kompak sungguh mereka sangat patuh pada appanya mereka takut jika mereka berbohong appanya akan marah
“haaaaah .. Kalian luar biasa” yunho menghela napas tapi akhirnya tersenyum ia bisa melihat keposesifan kedua anaknya sama seperti boojaenya dengan merencanakan rencana licik tidak diragukan lagi walaupun mereka masih kecil tapi otak mereka cerdas karena baik yunho maupun jaejoong adalah seorang jenius.
“Kajja kita ke umma kalian” yunho menggendong kedua anaknya dan menjadi pusat perhatian betapa mereka terlihat sangat manis jika dilihat
“umma ~” changmin memanggil ummanya yang sedang memindahkan 4 buah cake itu
“ne, umma siapkan di ruangan umm dulu ne” jaejoong berlalu menuju ruangannya dengan membawa cake.
“appa tulunkan bummie palli, bummie mau cake ituu” kibum bergeark-gerak aktif
“appa akan antar kalian kesana, wuuusssss~~” yunho bergaya seperti superman yang mrnyelamatkan orang membuat kedua anaknya terkikik geli
“bear .. Nada manjamu tidak cocok dengan tubuh beruangmu” jaejoong mengejek yunho
“aishhhh .. Aku kan hanya meniru minnie dan bummie boo” ucap yunho tak mau kalah
“ya! Ya! Terserah saja kajja kita makan” seru jaejoong gemas

Setelah makan lava cake favotire mereka duo jung kecil terlelap di king bed milik jaejoong di ruangan itu, tatanan yang apik membuat semua mata yang mlihatnya dimanjakan.
Sore hari jaejoong dan yunho bergegas pulang mereka berpamitan pada para pegawai karena cuaca diluar akan hujan.

“yunnie ah pelan-pelan saja jalanan licin”
“ne .. aku akan pelan - pelan boo”
“kau tau boo, hari ini minnie dan bummie luar biasa” jaejoong tertawa keras sambil melihat kebelakang kedua anaknya sedang terlelap
“mereka tidak ingin ada yang mendekatimu” yunho bedecak
“mereka sangat posesif boo” jaejoong mengangguk
“bear 2 hari lagi kita memperingati hari kematian halmonie jung” jaejoong menatap yunho yang fokus menyetir.
“hmm aku tau, kita ke gwangju 2 hari lagi.. Minnie dan bummie pasti senang” yunho berkata santai.
.
.
.
“uhm umma.. Apa umma cudah tidak ada kuliah hali ini? Kibum berkata polos
“umma sudah selesai kuliahnya bummie” jaejoong berkata sambil mnegelus kepala kibum
“jadi umma cudah celecai ya, belalti umma akan menemani kita dilumah?” changmin menimpali
“ne .. Umma menemani kalian dirumah” jaejoong tersenyum gemas melihat anak-anaknya tumbuh besar dengan baik walaupun diusianya yang masih sangat muda
jaejoong mengorbankan segalanya karena mengandung ia harus di coret dari daftar keluarganya, ayahnya kim siwon sangat taat pada agama ia tidak akan bisa mentolerir kehamilan jaejoong, ibunya kim heechul selalu menuruti apa kata appanya jadi tidak ada yang menahan jaejoong untuk dicoret dari keluarganya walaupun kala itu heechul menangis meraung tak ada artinya. Sebenarnya bukan salah jaejoong karena yang memulainya adalah yunho yang mengklaimnya adalah yunho jadi disini apakah adil jika jaejoong menerima ketidak adilan ini tapi lambat laun jaejoong menerima takdirnya walaupun awalnya ia merasakan sakit yang amat sangat tapi sekarang ia bahagia, ia memeiliki yunho yang sangat mencintainya ia memiliki kedua anaknya juga ia memiliki keluarga lagi. Keluarga jung sangat memperlakukannya dengan baik bahkan umma jung sangat menyayanginya seperti menyayangi yunho.

CUPP

“kau melamun apa boo sampai seperti itu, kau melamunkan sesuatu ya” yunho menaik turunkan alisnya menggoda jaejoong dan berhasil

Plak.

plak.

“yakk!! Aku tidak mesum sepertimu bear!!” jaejoong memukul lengan yunho dengan gemas
“ya ! Ya ! Aw !! appo boo” yunho mengusap lengannya yang panas jaejoong yang melihat yunho kesakitan cukup panik apa ia baru saja menyakiti beruang kesayangannya
“m-mianhae bear, appo??” jaejoong meniup bagian yang dipukulnya. Ckckck jaejoong tidak sadar jika beruangnya hanya menipunya
“umma” kibum memanggil malas
“appa, dlama yang kalian mainkan sangat jelek!” ucap changmin sadis membuat jaejoong dan yunho tertawa terbahak - bahak membuat kedua anaknya menatap iritasi lalu melenggang menuju kamar mereka untuk bermain game
.
.
Yunho pulang dari kantor jam 7 tepat. Aneh sekali batinnya biasanya jam segini kedua anaknya masih berlarian kesana kemari kejar- kejaran ia melihat salah satu maid

“hyorin ssi, kau tau dimana anak - anakku dan istriku?” hyorin mengangguk
“mereka semua sedang nonton film tuan, diruang tengah”
“ohh begitu .. Baiklah”
“Ne tuan” hyorin berjalan menuju bagunan rumah di sebelah taman yang merupakan bangunan untuk para pekerja yang bekerja di mansion jung
yunho berjalan terus menyusuri ruang hingga ia melihat TV menyala menampakkan film hororr bukankah jaejoong snagat takut film hororr kenapa masih saja menonton -_-”
“boo.. Kau masih terjaga?” yunho duduk disamping jaejoong ia melihat kedua anaknya sedang mengempeng di nipple jaejoong sambil terus mrnonton film

“HYAAAAA!!! Dari kapan kau disitu bear!!”jaejoong berteriak kaget
“dari tadi” jaejoong melihat yunho masih mengenakan pakaian lengkap berarti yunho barusan datang
“kenapa menonton film hororr eum??” yunho bertanya lembut ia menarik tengkuk istrinya dan mencium sekilas ia tak mau lepas kontrol masih ada kedua jung kecil bersama mereka
“aku penasaran bear .. Jadi aku menontonnya sama minnie dan bummie” jaejoong berkata dengan manja
“oh ayolah boo~ kalian sama-sama takut hantu masih saja ditonton” yunho meraih remote lalu mematikan TV.

Ia meraih changmin yang nampak lebih berat, jaejoong menggendong kibum
“besok kita berangkat pagi bear” yunho menaiki tangga pelan
“ne .. Besok kita berangkat pagi” yunho merasakan jasnya ditarik ia melongok ternyata jaejoong yang menariknya
“boo ada apa?” tanya yunho bingung
“hehe .. Aku takut bear” jaejoong meringis saat yunho menahan tawanya
yunho dan jaejoong membaringkan kibum dan changmin menyelimutinya dengan nyaman dan berbalik menggandeng jaejoong menuju kamar mereka.
.
.
“aku akan menyiapkanmu air hangat bear”
“ne boo” yunho ikut ke kamar mandi dan melepas semua bajunya ketika jaejoong berbalik ia merona heboh melihat tubuh yunho naked.
“ak- aku akan keluar”ucap jaejoong cepat sebelum dia mencapai pintu yunho sudah menariknya
“siapa yang menyuruhmu keluar jung jaejoong” yunho berbicara tepat di telinga jaejoong membuat sang pemilik mendesah lirih
“bearhh .. Ahh ak-aku sudah mandii” jaejoong mencebil yunho semakin menjadi yunho menyesap leher jaejoong hingga berbekas jaejoong semakin gelisah saat tangan yunho dengan lihai melepas kaos V -neck nya dengan cepat saat kaos terlepas ia memagut bibir cerry itu dengan lumatan kecil hingga lidah yunho mengajak bertarung lidah jaejoong tangan yunho tak tinggal diam ia memilin niple yang sangat disukai anak anaknya lalu menghisapnya dengan kuat hingga jaejoong memekik

“sshhhh Akhhh bearr!!” yunho menurunkan celananya sekarang ia sama- sama naked pipi jaejoong merona melihat betapa liarnya yunho menandai dadanya tangan jaejoong turu menuju junior yunho dan mengurutnya pelan hingga pemiliknya mendesah

“ahhh booo ahh” yunho menaikkan jaejoong diatas wastafel di depannya nampak kedua niple merah yang mencuat tanda istrinya junga tengah horny mereka berciuman lagi saat tangan yunho memijat junior jaejoong dengan tempo cepat hingga pemiliknya tidak bisa mendesah karena sedang berciuman

“AKHHH YUNHOOOO!!”
 jaejoong klimaks untuk pertama kalinya yunho menikmati wajah boojaenya pasca orgasme jaejoong menengadahkan kepalanya menghirup udara dengan rakus ditangannya tercecer cairan jaejoong.

“sekarang giliranku boojae” yunho menurunkan jaejoong dari wastafel ia membimbing jaejoong masuk ke dalam bathup yang sudah terisi air hangat dibimbingnya jaejoong ke pangkuannya dan jaejoong mengangkang lebar membelah kedua bongkahan buttnya jaejoong melingkarkan tangannya dileher yunho dan mulai berciuman lagi jaejoong tersentak saat yunho mengarahkan jemari lentiknya pada hole pink miliknya yunho memasukkan jari telunjuknya disusul jari kedua hingga jari ketiga dan jemari lentik yunho berjalan zig zag seolah mengobrak abrik hole sempit itu
“berbaliklah boo ..” perintah yunho Segera setelah jaejoong berbalik ia megarahkan lidahnya menggoda jaejoong
“bearhhh ahh.. Haaaah .. Ja- ah menggodahhkuu” lidah yunho secara liar mengetuk - ngetuk lubangnya seakan meminta izin
“urie jaejoongie tidak sabaran eoh” yunho terkekeh melihat wajah penuh nafsu boojaenya
“palliiiwaaa” jaejoong sebal yunho seakan mengulur waktu
“ne ne . Tahan ne” jaejoong mengangguk ia berpegangan pada pinggiran bathup dan menggigit bibirnya saat ujung junior yunho sudah masuk holenya
“AKH!!” jaejoong berteriak

“relax boo .. Aku akan pelan - pelan aku janji” yunho meneruskan dorongannya hingga

“AKHHHH”

keduanya mendesah bersama saat yunho menyentuh sweetpotnya
Yunho belum menggerakkan juniornya ia masih menungu boojaenya terbiasa hingga
“bergeraklah bear” kata jaejoong perlahan yunho menggerakkan dengan tempo semakin dipercepat
“Oh ~ boo ahhh ughhh..” yunho mendesah sambil terus menggenjot hole boojaenya tangannya meraih junior jaejoong
“Ahh.. Ahhh .. Bear .. Ahhh” jaejoong memejamkan matanya saat yunho berkali kali menyentuh sweetpotnya
“sshhhh ughhh ahhh ahhh ahhh” nafas jaejoong menderu
“ahh .. Ahh ..boo Ahhh”
“AKHHH!! YUNHOO!!” jaejoong ambruk tapi ditahan oleh yunho hingga ia berada di pangkuan yunho dengan tubuh masih menyatu
“haaaah .. Haahhh .. Hahhh” yunho membiarkan jaejoong menikmati sisa orgasmenya dalam bercinta ia tidak pernah egois hanya mementingkan kenikmatannya sendiri. Jaejoong berbalik ke pangkuan yunho tanpa melepas tautan mereka hingga yunho merasa juniornya terpelintir
“akhh” yunho memekik
“ bear .. Biar aku yang bergerak ne” yunho mengangguk kecil membiarkan boojaenya bergerak jaejoong menaik turunkan tubuhnya membuat mereka mendesah 20 menit di posisi ini membuat jaejoong terkulai bersandar di dada yunho
“kau lelah chagiya??” jaejoong mengangguk yunho mengangkat jaejoong hingga tautan mereka terlepas
“ahhh...” jaejoong merasa kosong pada holenya yunho membaringkannya di ranjang yunho menatap jaejoong dan tersenyum “kau siap boojae??” jaejoong menganguk dan yunho menyatukan kembali tubuh mereka kaki jaejoong diarahkan ke bahunya dan ia mulai menggenjot hole boojaenya

“ahhh ahhh.. Uhh.... Ouhh” racau jaejoong saat yunho mempercepat gerakannya
15 nenit kemudian

“ahh ahhh ahhh ahhh...” yunho masih terus menggenjot tanpa lelah ia merasa ia akan klimaks dia merunduk mencium boojaenya terap dengan menggenjot dan tangannya mengurut junior jaejoong dan akhirnya sesuatu di tubuhnya seakan meledak.

“AKHHHhhhh BOOJAEEHHHHH/ YUHOOOOO”
keduanya ambruk setelah sesi percintaaan yang panjang itu yunho mendekap boojaenya
“haaah . Haaaah Haaaahh” jaejoong meraup udara dilihatnya yunho juga sam
“yunho memeluknya dengan erat”
“bear.. Kau tidak mau melepasnya eoh..” bibir jaejoong mecebil
“anii .. Dia masih betah disarangnya” yunho tertawa pelan
“aishhh.. Ini sangat mengganjal.. Kau pikir punyamu mini” jaejoong berucap kesal pasalnya ini sangat mengganggunya
“kajja tidur” yunho menyamankan posisi tidurnya tapa perduli protesan jaejoong. Dengan kesal ia mengetatkan holenya hingga membuat yunho mendesah saat juniornya di jepit dinding hole jaejoong dan mereka kembali mendesah untuk ronde berikutnya hingga mereka terlelap.
.
.
Pagi hari jaejoong terbangun lebih dulu ia merasa kaku di tubuhnya ia tidak bisa menggerakkan badannya akibat ‘olah raga malam’ nya bersama yunho kemarin ia dihajar beronde - ronde
“bear.. Bangunlah.. kita akan ke gwangjuu” yunho hanya berguman saat tangan jaejoong mentoel- toel pipinya
“tubuhku rasanya remuk, aku tidak bisa bangun..” yunho sontak membuka matanya memeluk boojaenya
“gwencana.. Aku akan memandikanmu chagii” ucap yunho santai membuat jaejoong merinding ia pasti diserang lagi jika ia dimandikan jaejoong menggeleng
“anii .. Aku akan mandi sendiri” yunho tertawa pelan mengusap rambut jaejoong .




TBC ❤

My wife is model chapter 9


Chapter 9

“ummaa~” changmin merengek lagi
“tidak minnie .. Umma bisa kena sembur appamu jika minnie makan pedas~” ucap jaejoong
“umma .. Sekali saja pleaseee” jaejoong menghela nafas melihat anaknya memohon. Hyunjoong masih memperhatikan mereka tanpa disadari
“minnie mau makan pedas?” hyunjoong mengelus kepala changmin membuat Jaejoong menoleh
“ne” changmin berbinar
“bagaimana kalau pergi bersama ahjussi, nanti ahjussi belikan ttopokkie pedas” jaejoong melotot hororr
“TIDAK” jaejoong memandang sebal hyunjoong
“kajja kita ke kantin minnie..” ajak hyunjoong disambut changmin dengan antusias mereka melenggang pergi meninggalkan jaejoong, junsu dan yoochun yang mengekor dibelakang hyunjoong

- Canteen YJ Entertaiment -

Keempat namja dewasa dan satu namja cilik itu duduk di meja panjang cukup untuk 6 orang

“STOP! minnie yang mengatur duduknya” changmin berseru mengatur orang dewasa dihadapannya
“su ie jussi disamping yoochun jussi lalu disamping su ie jussi ahjussi hyunjoong, di sebelah sini min sama umma” hyunjoong- junsu- yoochun berada dalam satu baris disebrang changmin dan jaejong menyisakan satu bangku kosong yang ingin sekali diduduki namun dilarang changmin karena menurut changmin tas berbentuk boneka bambinya harus duduk juga. Sedikit konyol memang tapi bagaimana lagi changmin bersikeras -_-
Jaejoong masih memilih- milih makanan yang cocok

Tap

Tap

Tap




“Appa!! Dicini!!” seru changmin membuat yunho menoleh

Cup

Yunho mengecup kening anaknya “sudah lama menunggu appa?” yunho yang hyunjoong lihat saat ini sangat berbeda ia terlihat seperti seorang appa yang baik tapi jika diluar ia adalah kepribadian yang tegas
“uhm tidak appa .. Minnie tadi main cama bla bla bla.. “ changmin berceloteh riang yang ditanggapi yunho dengan kekehan terkadang tertawa
“eoh .. Yak!! Bear sejak kapan disini” yunho terkekeh melihat ekspresi terkejut jaejoong

CUP
Yunho mengecup kening istrinya membuat hyunjoong terbakar .

“sejak tadi hyung, kau saja yang lemot” sahut junsu
“aishh .. Kurang ajar sekali kau kim junsu!!” yunho menahan lengan jaejoong yang akan mengejar junsu begitupun yoochun yang menahan junsu. Hyunjoong? Ia menjadi penonton setia ia hanya orang asing disini
“ahh hyunjoong ssi, maaf aku tidak melihatmu tadi” hyunjoong tersenyum formal
“ah tidak apa-apa yunho ssi, kupikir kau sangat sibuk ternyata tidak sampai kau bisa sempat makan siang disini” hyunjoong tertawa mengejek
“hahaha. kupikir juga begitu” yunho tertawa lepas. Lucu sekali batinnya
“apa kau kurang kerjaan tuan jung?”
“pekerjaanku banyak tapi ini waktu jam makan siang dan aku benci makan sendiri” ucap yunho santai
“yunho, siwon mengajak kita pergi bermain golf akhir pekan kau bisa?” yoochun bertanya spontan
“bisa saja, aku tidak sibuk chun” yunho masih memperhatuikan hyunjoong
“minnie ikut ne appa?” yunho memandang changmin
“tentu saja minne” yunho menjawab changmin
“umma, apa umma juga ikut?” tanya changmin jaejoong memandang yunho
“ani .. umma dan halmoni akan shopping minnie, mau ikut umma atau appa eoh?” jaejoong memandang anaknya menebak akan ikut siapa
“anii .. Min mau sama appa saja, shopping itu melelahkan membuat min lapal” jaejoong mendengus mendengar jawaban anaknya yang tidak jauh-jauh dari makanan dan appanya membuat yunho tertawa pelan
“sudahlah boo, pergilah dengan umma aku akan menjaga minnie..” jaejoong mencebil membuat hyunjoong mengerti sisi jaejoong yang lain ia akan sangat manja jika dengan yunho.
“aku akan menghabiskan uangmu tuan jung” jaejoong mengerling nakal
“ne .. Habiskan sepuasmu nae sarang” yunho terkekeh pelan
“yunho hyung kau akan menyesal dengan keputusanmu” junsu tertawa
“yunho tidak akan kehabisan uang su ie, dia pasti lebih memilih menyerahkan gold cardnya daripada menemani jaejoong” yoochun ikut tertawa
“kau benar chun” yunho ikutan tertawa membenarkan
“apa jaejoong itu shopaholic?” tanya hyunjoong
“anii .. Itu hanya mereka berlebihan” ucap jaejoong tenang
“yak!! Hyung bahkan jika kau sedang belanja kau seperti menguras isi mall” jaejoong meringis mendengarnya Hyunjoong syok mendengar ucapan junsu
Mereka menyantap makanan dengan tenang tapi tidak dengan changmin yang merengek ingin mencoba milik jaejoong ttopokkie yang pedas membuat liur changmin menetes
“umma~” jaejoong tidak menggubris anaknya
“minnie mau coba punya appa ?” changmin menggeleng masih merengek lagi
“w-wae bear .. Kau memandangku seperti itu”
“tidak apa-apa boo hanya saja kurasa kau lebih berisi” yunho tertawa pelan
“kau mengatakanku gendut?” jaejoong melotot
“anii.. Kau sangat sexy boojae” jaejoong merona mendengarnya
“appa ~ Min mau makanan umma” mata changmin berkaca- kaca yunho menghadap changmin
“min .. Dengarkan appa, makanan yang umma makan sangat pedas min tidak boleh makanan yang terlalu pedas nanti perut minnie sakit, kalau sakit umma akan kawatir minnie juga tidak bisa makan ice cream lagi,ottoke?? Changmin menunduk
“min masih mau makan- makanan umma?” yunho bertanya lagi
“aniiyo appa ..” yunho tersenyum begitu juga namja dewasa lainnya hyunjoong bahkan kagum melihat yunho menasihati changmin yang notabene anak yang sedikit bandel bisa menurut dan tunduk pada yunho

Brukk

Prakk

Changmin memeluk yunho tanpa sengaja menyenggol sup yunho yang mengotori jas yunho, jaejoong melotot hororr melihat sup yang tumpah ke jas dan sidikit di celana segera mengambil tisu untuk membersihkannya
“bear .. Lepaskan jasmu basah” changmin menatap hororr jas appanya
“mian appa ..”
“gwencana .. Appa akan melepasnya bukan masalah besar” jaejoong mengelap celana suaminya yang terkena sup semua mata menatap interaksi keluarga kecil itu meraka menatap kagum seorang model papan atas melakukan hal yang tidak mereka duga. Lain halnya dengan hyunjoong yang semakin merasa kecil jika dihadapkan dengan yunho. Jika ia diposisi yunho ia pasti akan mengumpat jas mahalnya terkena sup.

Tap

Tap

Tap

Seorang wanita dengan dress merah diatas paha berjalan di kantin mewah YJ entertaiment dengan heels tingginya ia berjalan bak model cat walk membuat semua mata pria memandang antusias tubuh molek yeoja itu belahan dada yang sengaja di sembulkan membuatnya terlihat sangat sexy
“yunho oppahh.. Aku tidak mengka di hari pertamaku disini aku bertemu denganmu” yeoja itu menarik asal kusi dan ikut duduk di meja bersama yunho dan yang lain
“kau juga disini eoh kim-”
“di jung jaejoong!” yunho menyela
“harusnya hanya aku yang pantas menjadi nyonya jung!” tandas ahra
“ishhh ahjumma menjijikan. Min tidak mau punya umma sepeltimu” semuanya teperangah yunho hanya tertawa kecil
“kau dasar bocah-” ahra akan mengumpat jika saja jaejoong tidak menyelanya
“dilarang mengumpat pada anak kecul mantan calon ny.jung” jaejoong menyeringai ke arah ahra
“sebaiknya kau mencari meja lain nona go, disini sudah penuh” yoochun berkata dingin dengan pandangan datar membuat junsu merinding
“kau tidak berhak mengaturku eoh!”
“ahjumma.. Kulasa ahjumma pellu beldandan, lipstick ahjumma belepotan juga bedak ahjumma sudah pecah pecah” changmin menyeringai melihat ahra gelagapan
“be- benarkah, aku akan ke kamar mandi” semua orang melongo changmin dengan mudah mengusir ahra.
“umma, jangan menatap min sepelti itu .. Min hanya melakukan apa yang min ingin” semua mata saling berpandangn “min tidak suka ada orang yang dekat- dekat appa atau umma secala telang telangan.” lanjut changmin dengan santainya

Yunho melihat jam tangnnya waktunya ia kembali
“boo, aku kembali ke kantor dulu ne. Minnie jangan nakal ne appa akan kembali ke kantor sekarang” yunho mngecup jaejoong dan changmin bergantian lalu meraih jasnya yang di sampirkan di sandaran kursi
“aku pergi dulu semuanya, anyeoong” yunho melambaikan tangannya dibalas anggukan dari jaejoong, junsu, yoochun, hyunjoong



TBC❤

My wife is model chapter 8

Chapter 8



Setelah 3 jam perjalanan akhirnya yunho dan jaejoong sampai di gwangju, yunho membangunkan boojaenya yang terlelap
‘boo.. Bangunlah sudah sampai dirumah umma”
“engh . Ne bear cepat sekali sampainya hoam..” jaejoong menguap pelan
.mereka turun dan masuk ke dalam hari sudah beranjak malam mereka akan menginap di gwangju malam ini
“APPAAA !! UMMAA ~” changmin berlari - lari kesenangan melihat umma dan appanya ia sangat rindu walaupun hanya berspisah sehari
“minnie .. Bogoshipo” jaejoong mencium gemas anak semata wayangnya itu membuat appa jung terkekeh
“yun.. Nanti akan menginap kan, sudah malam jika kalian kembali ke soul” umma jung menatap kawatir
“ne umma, ini sudah malam jadi besok pagi-pagi sekali saja kembali ke soul”
.
.
Mereka bersantai di ruang tengah jung cahngmin duduk diantara jaejoong dan yunho diseberang ada umma jung dan appa jung mereka berbincang ringan
“apa umma dan appa tidak ingin kembali ke mension di soul? Yunho berkata santai sambil mengganti- ganti canel tv yang membuat changmin kesal
“ishhh appa! Mana lemotnya. Appa membuatku pucing” pout changmin jaejoong tertawa melihat bibir pout changmin
“appa dan umma masih menikmati di gwangju yun ..” ucap heechul manja
“tunggulah 1 bulan lagi yunho ah, umma dan appa pasti sudah kembali. Hahahaha” hankyung terkekeh melihat wajah masam istrinya yang tidak rela
“halmonie ~” rengek changmin
“ne chagii.. Waee?? tanya heechul sabar
“muka halmonie selam jika sepelti itu” ucap changmin polos membuat heechul speechless
“yak!! Hannie .. Minnie menggolokku huweeee” jaejoong dan yunho hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingtah umma jung yang menangis seperti tidak tau umur
“sudahlah chullie .. Minnie kan masih anak - anak” hankyung menenangkan istrinya
“ahh ini sudah malam, kajja kita tidur semuanya” jaejoong berseru semangat
“kajja.. Minnie” yunho mengajak changmin yang masih fokus melihat tv

HUP

Yunho menggedong changmin membuat anaknya berteriak girang
“YAKK APPA! UMMA TOLONG MIN! AHAHAHHAHAH” gelak tawa Jaejoong melihat chamgmin

“kajja kita tidur .. Besok kita berangkat pagi” yunho menatap jaejoong dan juga changmin yang sudah terlelap ternyata ia berbicara sendiri mereka telah terlelap. Aigoo~
.
.
.
Pagi - pagi sekali mereka berangkat dari gwangju ke soul, walaupun masih mengantuk tapi mereka tetap berangkat karena yunho ada rapat penting pagi ini.

“nanti changmin ikut denganku bear..” yunho menoleh ke arah jaejoong
“apa tidak apa-apa mengajak minnie?” jaejoong menggeleng
“tidak apa-apa bear; lagipula minnie libur.. Dia akan bosan dirumah” yunho mengendikkan bahunya
“baiklah boo .. Jangan uri minnie ne, ahra kembali.. Aku tidak mau kau ataupun changmin terluka walaupun sudah ada bodyguard yang menjaga kalian aku tetap saja tidak tenang jika dirimu tidak bersamaku boo” jaejoong mengeryit nama yeoja yang sudah lama tidak didengarnya
“ahra kembali?” yunho mengangguk memastikan
“apa kau sudah bertemu dengannya bear?” yunho mengangguk lagi batinnya merutuki kenapa ia lupa bercerita
“ne kemarin dia menemuiku boo, dan aku memiliki firasat buruk saat melihat matanya” jaejoong mengangguk dan mengusap bahu yunho
“tidak apa-apa bear .. Aku akan menjaga diri juga menjaga minnie” yunho tersenyum mendengarnya
.
.
.
Yunho sudah rapi dengan jasnya ia bersiap pergi ke kantor jam masih menunjukkan pukul 8 ia bergegas menuju meja makan disana sudah ada anaknya yang terus berceloteh
“ummaa .. Minnie cudah lapaaalll~” changmin merengek lagi
“nehh .. Sudah selesai minnie,kita tunggu appa dulu ne” jaejoong menata makanan di meja dibantu para maid
“jja makan minnie” yunho sudah duduk di kursinya membuat changmin tertawa girang
.
.

- YJ entertaiment -

“boo kutinggal ne” yunho memaksa mengntar istri dan anaknya ke lobby membuat semua mata memandang keluarga kecil itu
“ne bear.. Sudah ada bodyguard yang bersamaku” yunho mengangguk dan mengecup bibir cerry itu sebelum melesat keluar untuk menuju kantor

Jaejoong menggendong changmin dan berjalan menuju lift yang nampak banyak orang tepat setelah jaejoong masuk hyunjoong juga masuk
‘kenapa ada orang ini’ batin jaejoong sebal
“eoh .. Kau mengajak putramu joongie?” hyunjoong tersenyum sumringah baginya ini adalah kesempatan mengambil hati anak jaejoong
“anyeoooong minnie..” hyunjoong mencoba menyapa changmin yang menatapnya datar
“ne” hyunjoong tersenyum ‘sama cueknya seperti jaejoong pikirnya’
“umma .. wajah ahjussi ini kenapa telsenyum telus, ahjussi ini gila ne?” changmin berkata polos membuat orang yang berada di dalam lift menahan tawanya
“ne” ucap jaejoong tanpa sadar ia masih sibuk dengan ponselnya ia sedikit kesusahan mengetik pesan dengan menggendong changmin
“mwo!” hyunjoong syok dengan jawaban jaejoong
“wahh ahjussi telnyata gila. Kikikikiki” changmin terkikik semua orang tertawa nista melihat hyunjoong dibully bocah berumur 5 tahun itu.
“noona cantiik .. Apa minnie benal?” changmin yang memang posisi digendongan ummanya menghadap belakang memudahkannya melihat orang- orang dibelakang ummanya
“uhm .. N-nee..” ucap IU ragu- ragu ia tidak tahan melihat keiumutan changmin dan mencoba mengelus pipi cangmin tapi changmin menghindar
“minnie tidak cuka di centuh- centuh noona nanti min jadi jelek nanti” IU terkekeh
“hyuuuung .. Benal kan minnie?” kali ini changmin melirik kwangsoo yang gelagapan dan mengangguk ragu “n-neh”

Hyunjoong menatap nyalang kedua artis muda itu ia menghela napas sungguh dalam hidupnya ia tidak pernah dibully ini sangat memalukan aigoo.. Jung satu ini masih kecil tapi pintar sekali batinnya.

“ahjussi tidak gila minnie, Ahjussi sangat bahagia bertemu denganmu. Bukankah ahjussi sangat tampan jika tersenyum eoh?” hyunjoong dengan PD-nya
“ANIYO! Appa min yang teltampan lalu yang kedua min jadi ahjussi jangan ngaku-ngaku” changmin melotot kearah hyunjoong yang sudah memasang wajah masam. Jaejoong hanya diam terlalu malas melihat hyunjoong yang masih saja berusaha mendekatinya lewat changmin
“bagaimana kalau nanti ahjussi membelikan minnie ice cream?” pancing hyunjoong dan berhasil dia melihat changmin berbinar
“min boleh makan ice cleam umma?” changmin melihat kearah jaejoong
“ne minnie..” hyunjoong bersorak di dalam hati
“tapi nanti appa akan malah jika min tellalu banyak makan ice cleam umma” changmin berkaca- kaca
“umma juga akan marah minnie jika min terlalu banyak makan ice cream” jaejoong berkata sabar
“ahh tidak jadi ahjussi, min tidak mau” changmin berkata ketus
“wae eoh?”
“min maunya makan ice cleamnya sama appa, lebih ceru” hyunjoong mendengus yunho lagi yunho lagi batinnya.

TING

Lift terbuka jaejoong melangkahkan kakinya menuju ruang pemotretan disana sudah ramai ada junsu yang menunggunya
“IMoooo ... Duck butt” changmin berlari menuju junsu yang mukanya tertekuk mendengar panggilan aneh changmin ingin sekali mencekik changmin jika saja ia tidak takut dengan hyungnya yang sangat menyeramkan jika sedang marah
“mwo! Bwahahahaha” yoochun tertawa nista mendengar panggilan changmin
“haloo ahjussi tampan-...” yoochun tersenyum 1000 wattnya tapi..
“yang jidatnya lebal selebar jalan tol” yoochun mendumel mendengar keponakan tersayangnya itu ia mendengus melihat junsu tertawa nista sepertinya tadi.
“hyuung, kau berganti bajulah dulu aku akan menjaga minnie disini” ucap junsu
“ani su ie.. Kau ikut joongi aku yang menjaga minnie” yoochun menatap junsu dengan segera junsu mengangguk mengerti maksud kekasihnya bahwa kakaknya harus berada dalam jangkauan mereka.
.
.
“ahh minnie anyeoong kita bertemu lagi” changmin menatap tidak suka pada hyunjoong
“ahjussi mengikuti min ya!” tuduh changmin membuat yoochun tertawa
“ahjussi juga ada pemotretan minnie” yoochun menengahi
“ohh .. Jadi ahjussi ini altis ??” tanya changmin polos
“ne .. Ahjuss inii artis, model, pemain film, penyanyi ahjussi bisa semuanya minnie” changmin mencebil meremehkan hyunjoong
“kenapa minnie??” yoochun penasaran kenapa ekspresi changmin seperti itu
“min tidak cuka ahjussi ini.” yoochun dan hyunjoong melongo
“wae ??” hyunjoong tidak terima
“ahjussi kalau liat umma sangat mecum, padahal yang boleh melihat umma dengan tatapan mecum hanya appa beluang” hyunjoong mengeryit membuat yoochun mengerti
“appa beruang itu yunho, hyunjoong ssi” changmin mengangguk -anggukan kepalanya
“memangnya kapan ahjussi seperti itu miniie?” hyunjoong menghela napas bukankah baru tadi ia bertemu bocah evil ini.
“tadi di lift” ucap changmin singkat lalu berlarian menuju artis- artis muda yang memekik gemas mrelihat anak dari CEO jung itu.
.
.
“apa changmin memang seperti itu yoochun sii? Yoochun memandang malas ke hyunjoong
“jika kau berfikir ingin mengambil perhatiannya kau akan membuang- buang waktumu hyunjoong sii, minnie tidak akan berpaling dari sosok appanya dia sangat ‘jinak’ jika dengan yunho bahkan jaejoong kadang kuwalahan dengan tingkah changmin yang kadang sedikit bandel” hyunjoong membenarkan kata- kata yoochun
“dia bahkan terang- terangan mengatakan tidak suka kepadaku” hyunjoong mendesah frustasi
“karena kau mendekati ummanya” jawab yoochun singkat
“apa selalu seperti itu pada semua orang yang mendekati ummanya?” yoochun masih memperhatikan changmin yang menggoda gadis- gadis muda
“setauku insting minnie tajam untuk orang- orang sepertimu, asal kau tau dia itu anak jenius, walaupun yunho tidak pernah mendiktenya untuk berperilaku sepeprti itu” yoochun melirik hyunjoong yang juga memperhatikan changmin
“dia benar benar mewarisi darah jung dengan sempurna” ucap yoochun lagi.
“apa yunho pernah memarahi changmin?” yoochun menggeleng membuat hyunjoong terkejut
“yunho tidak pernah marah pada changmin bahkan dulu changmin pernah melakukan kesalahan fatal kertas persetujuan kerja sama yunho dengan perusahaan avex jepang dijadikan changmin sebagai alas bergambar dengan menggunakan crayon padahal kau juga tau kan avex bukan perusahaan kecil kertas itu bernilai milyaran won tapi yunho berkata ‘tidak apa- apa’ bahkan ahjussi jung sampai hampir terkena serangan jantung” hyunjoong melotot horor
“apa yunho sudah gila” ucap hyunjoong spontan yoochun tertawa pelan
“dia tidak gila, hanya saja dia sangat menyayangi jaejoong dan changmin dia tidak akan pernah membuat kedua orang tercintanya itu bersedih apalagi terluka” yoochun memeriksa berkas yang tadi dibawanya sambil terus berbincang dengan hyunjoong
“lalu apa yang terjadi dengan kerja sama itu?” hyunjoong penasaran
“yunho sangat pintar bernegosiasi saat kuliah dulu ia menjadi yang terbaik diantara kami semua, tentu saja dengan mudah ia berhasil meyakinkan pihak avex”
“jadi kau berteman dengan yunho ssi dari kuliah yoochun ssi?
“ani .. aku teman dari bayinya. Hahahahha” yoochun tertawa pelan melihat mata melotot hyunjoong.
.
.
“chunnie .. Kau membiarkan minnie di kerubuti yeoja itu eoh” junsu berkacak pinggag
“dia sedang bermain su ie biarkan dia menikmati waktunya. Apa jaejoong sudah mulai pemotretan?”
“ne sudah”

.
.
jam makan siang yunho pergi keluar kantor menuju YJ entertaiment dia ingin makan siang bersama changmin dan jaejoong, dia tidak suka makan sendirian.

Hyunjoong yang barusaja selesai pemotretan berjalan kearah ruang ganti ia melihat changmin merengek pada jaejoong tapi jaejoong dengan sabar memberitahu changmin. Hyunjoong membayangkan dirinya adalah appa dari changmin pasti sangat bahagia rasanya hyunjoong tersenyum kecut dengan khayalannya barusan sangat tidak mungkin untuk merobohkan dinding kokoh seorang jung yunho.



TBC❤

Sabtu, 10 Desember 2016

My life belong to you chapter 1

Title         : My life belong to you
Genre      : family
Length     : -
Rate         : M
Main cast : YUNJAE, etc
Author      : JungNera

Chapter 1




Jaejoong terbangun dengan tubuh remuk redam tadi malam ia menghabiskan malam panas dengan suaminya ayah dari anak- anaknya sebagai perayaan kelulusannya dari universitas of soul sebagai lulusan terbaik. eiits .. Jangan bingung dulu jaejoong masih berusia 22 tahun dan sudah memiliki 2 bocah nan menggemaskan jung changmin dan jung kibum berusia 5 tahun kenapa? Karena jung jaejoong tengah mengandung saat usia 16 tahun tepatnya kelas 2 senior high school tepat saat kelulusan SMAnya jaejoong melahirkan jung kembar itu. Kenapa? Kalian sudah pasti tau bagaimana pervertnya jung yunho pewaris tunggal JUNG Corporation itu.
semua orang di sekolah jaejoong tau bahwa seorang jung jaejoong telah menjadi milik yunho sejak hari pertama ia masuk di dongbang senior high school dan semua tidak akan berani mengusik milik yunho yang saat itu sudah kelas 3 di dongbang senior high school.
.
.
“UMMA!! teriak kedua bocah menggemaskan itu langsung merangkak naik keranjang ummanya mereka tanpa aba- apa langsung menyambar nipple ummanya. Jangan heran walaupun ASI-nya sudah tidak keluar tapi kedua jung junior ini sangat gemar menyusu padanya.

“ya!! Aw!!” ringis jaejoong tak pelak ia mengelus kepala kedua anaknya dengan sayang

Tap

Tap

Tap

“boo .. Kau sudah bangun” yunho tersenyum ke arah boojaenya
“nehh.. Minnie dan bummie suka sekali mengempeng bear” pout jaejoong
“ya.. Biarkan saja mereka masih kecil boo” keheh yunho
“yakk!! Kau tidak tau rasanya bear, kau saja yang mengempengi mereka biar tau rasa” jaejoong sebal sendiri melihat appa kedua anaknya itu berkata santai
“umma, hali ini kita akan ke cafe kan? Bummie berkata sambil berkedip-kedip lucu
“ne bummie.. Kita akan ke cafe nanti”
“Umma.. nanti apa appa akan ikut” tanya changmin imut dengan beringas melepas paksa nipple ummanya
“aishh aw!!” jaejoong meringis
“ne appa ikut ke cafe umma minnie” kedua bocah kembar itu terlonjak senang mendendebgar jawaban appa mereka
“YEAYYYY!!” seru mereka bersamaan
.
.
.

- Cafe Coffe Cojje -

Para pelayan membungkuk hormat pada pemilik cafe itu mereka sudah terbiasa melihat pemandangan keluarga harmonis boss mereka itu yunho menggendong jung kibum dan jaejoong menggendong jung changmin. Jika dilihat sekilas mereka menang kembar tapi mereka berbeda jung changmin memiliki paras yang lebih condong mirip ke yunho dan jung kibum mirip ummanya jaejoong manis dan cantik.

“umma .. Tulunkan min palli” Kata changmin dengan tidak sabaran
“jangan mengganggu para pelayan ne minnie?” ucap jaejoong ketar ketir pasalnya changmin yang evil akan nengerjai para pelayan
“ne minnie janji” changmin menyodorkan kelingkingnya untuk pinky promish dengan ummanya jaejoong memutar bola matanya ia sangat tau changmin akan mengingkari janjinya sendiri
“ne ne..” jaejoong berujar pasrah dan mengaitkan jari kelingkingnya membuat yunho dan kibum terkikik geli melihat ekspresi tidak rela ummanya
“bummie .. Jangan nakal ne” yunho mencium gemas anaknya itu
“ne appa bummie tidak nakal” yunho menurunkan kibum yang segera menyusul changmin masuk ke dapur, yunho tau kibum anak yang manis dan penurut tidak seperti changmin yang sedikit bandel pada ummanya. Namun akan sangat menurut jika ia yang berbicara
“kenapa anak-anak sangat menurut padamu bear” jaejoong mencebil
“tentu saja aku appanya” bangga yunho
“aku ummanya bear, bahkan aku yang mengandung dan melahirkan mereka” jaejoong mendesah frustasi dan menatap iri pada yunho
“aku yang menanam benihnya chagiyaa~” yunho terkekeh melihat wajah jaejoong bersemu merah saking malunya warna merahnya sampai ke telinga
"aishh!! Kau ini"  jaejoong berlalu menghenta- hentakkan kakinya menuju dapur membuat para pelayan terkikik melihat kelakuan kekanakan bossnya
.
.


yunho yang saat ini mengenakan sweater dan celana jeans hitam membuatnya terlihat santai tapi tetap good looking~ CEO muda ini Berbincang dengan para karyawan yang menjawabnya dengan gugup karena bertatapan langsung dengan pria setampan model. Dalam hati mereka sangat iri dengan boss mereka a.k.a jung jaejoong bisa mendapatkan lelaki sesempurna yunho tapi mereka juga senang jaejoong dan yunho tampak sangat serasi.

Disisi lain,

“aish.. Yunho pabo bagaimana bisa ia seenaknya tidak masuk ke kantor hari ini!” yoochun bersungut- sungut lalu mendial nomer yunho
“yeoboseyo!! Yak! Yunho!!” diseberang line yunho menjauhkan ponselnya dari telinganya
“wae .. Yoochun ah” yunho terkekeh
“kau ini.. Aiishhhhh!! kenapa kau tidak masuk pabo!” sembur yoochun
“auhh .. Hari ini badanku panas yoochun -ie” yoochun melotot horor mendengar nada manja sabatnya membuatnya mual sekelita
“menjijikan.” yunho tertawa nista di seberang line
“ahahahhahahahah sudahlah chun .. besok akan kukerjakan letakkan saja di mejaku hari ini aku ingin menemani boojae dan anak- anak di cafe kau kesinilah bersama junsu kau tidak merayakan kelulusan junsu eoh ?”
“ne .. Ne .. Aku akan kesana nanti bersama suie” pasrah yoochun
.
.
.
Jaejoong membuat lava cake kesukaan kedua jung junior ia tampak serius menghias cake itu tidak memperhatikan kedua jung junior yang sedang menjalankan misi 'mari selamatkan appa dari ahjumma bedak tebal'

“hyung.. Lihat noona yang itu loknya pendek cekali” ucap kibum polos
“yang mana bummie?” changmin melongok penasaran pada yeoja yang nampak sedang menggoda appanya itu
“ishh Pabo .. Itu ahjumma bummie bukan noona” changmin melotot ke adiknya
“ohh benal juga .. Mukanya cedikit bolos ne hyung” changmin terkikik
"ne, apalagi bedaknya tebal cekali bummie, bibilnya juga cangat melah sepelti habis makan dalah hii~" changmin bergidik sendiri
“aku punya ide bummie” changmin berbisik rencana jahat kearah adiknya dan mereka terkikik bersama
“ pssstt ... Psttsstpsts ....psssstsss” bisik cahngmin lagi dan bummie mengangguk.

Ditangan changmin ada laba- laba karet berwarna hitam yang bisa bergerak - gerak dua buah yang satu induk laba-laba yang satunya laba-laba mini.
.
.
kondisi cafe sedikit ramai memang jam masih menunjukkan pukul 09.00 pagi jam ramai cafe biasanya saat makan siang kedua jung junior itu berjalan santai menuju meja yunho yang memang di sebelah kanan menghadap kaca kebetulan cuaca sangat cerah

“uhm .. Yunho ssi” ucap ahra malu - malu membuat yunho mual tapi tetap menjaga kesopanannya
“ne” jawab yunho singkat
“kau sangat tampan” ahra membusungkan dadanya agar dilihat yunho
“oh..” yunho tersenyum canggung sekaligus mendengus

yunho melihat kibum dan changmin menuju kearahnya.

“ak-aku go ahra, model majalah Trend” ucap ahra bangga
“oh .. Begitu bagaimana kau tau namaku?” yunho mengeryit
“tentu saja aku tau, kau sangat terkenal yunho ssi” ahra tersnyum cerah dengan bibir merah menyalanya “bahkan kau orang paling kaya, semua orang tau itu” tambah ahra sambil mengerling nakal sayangnya tidak berefek apa-apa bagi yunho
“appa ..” kibum tersenyum manis membuat yunho gemas dan mendudukkan kibum di pangkuannya dan mengahadapnya kibum berceloteh khas anak- anak changmin duduk di sebelah ahjumma yang menggoda appanya dan tersenyum menyeringai tepatnya ahjumma itu melihat appanya tanpa berkedip melihat baju yang di kenakan ahjumma itu changmin bisa menilai bukan ahjumma yang baik belahan dadanya sengaja di tonjolkan hingga menyembul hampir keluar membuat changmin mual ‘lebih baik dada umma’ pikirnya polos, rok yang digunakan diatas paha hingga celana dalamnya seakan -akan terlihat lalu ia pelan pelan melihat kibum yang sudah berhasil mengalihkan perhatian appanya dengan sangat pelan - pelan ia meletakkan laba- laba itu di rambut dan dada ahjumma itu dan berjalan menuju kursi di sebelah appanya duduk manis dan tersenyum innocent membuat yunho gemas tanpa disadari bocah itu merencanakan misi rahasianya. Dalam hati changmin menghitung

Hana

Dul

Set

'Its chow time' batin changmin girang

“KYAAAAAA!!!!!!” yeoja itu menjerit histeris sambil mencak - mencak membuat yunho dan kedua jung junior terkesiap

“OPPA TOLONG AKU OPPA!!

“KYAA!! SEMUA TOLONG AKU KELUARKAN INI DARI DADAKU”

 teriak ahra histeris membuat jaejoong dan yang lain datang dengan tergopoh melihat apa yyang terjadi mereka semua syok.melihat hewan hitam bergerak- gerak itu di dada yeoja berpakaian kurang pantas tapi tiba-tiba jaejoong sadar satu hal itu mainan anaknya dan yang membuat jaejoong mengeryit bingung yeoja itu duduk di meja yang sama dengan yunho membuat otak pintar jaejoong cepat mengerti bahwa itu ulah anak- anaknya. Ekkekekek^^

Jaejoong melipat tangannya di depan dada tanpa ada niat menolong, semua orang yang ada disana juga sama mereka tidak mau dianggap melecehkan yeoja jika menolong yeoja itu pasalnya laba - laba itu berada tepat di belahan dada yeoja itu.
jaejoong menatap bergantian dan mengedipkan sebelah matanya pada kedua jung evil itu, dalam hati ia bangga melihat anaknya yang posesif pada appanya.




TBC❤