Minggu, 05 Februari 2017

Naughty Jaejoong chapter 4



Title                 : Naughty Jaejoong
Length             : -
Rate                 : M
Main Cast       : Yunjae Etc.

Chapter 4
Jaejoong berkutat di dapur masih terlalu pagi memang tapi ia ingin menyiapkan hidangan kesukaan yunho sekaligus menunjukkan pada appa jung jika yunho tidak salah memilihnya diliriknya para maid yang menunduk takut pasalnya semua dilakukan jaejoong sendiri para maid tidak diperbolehkan untuk membantunya sama sekali
“bukankah tidak sopan menggunakan dapur orang lain tanpa ijin jaejoong ssi” ketus ahra
“begitukah NYONYA?” jaejoong menekankan pada kata ‘nyonya’ membuat ahra sedikit mendongakkan kepalanya angkuh
“ne! ini rumahku jangan berbuat kekacauan kim!” ahra melotot pada jaejoong membuat jaejoong tertawa
“kau hanya simpanan ahra ssi, jangan terlalu besar kepala” ahra menggeram marah mendengar ucapan jaejoong
“KAU! NAMJA KURANG AJAR!” 
ahra menjambak rambut jaejoong keras para maid mencoba melerai namun ahra sangat kuat dan jaejoong tidak melawan saat keributan appa jung yang kebetulan turun dari tangga menyaksikan apa yang terjadi
”Hentikan!” ahra mematung mendengar seruan jung kang ini
“ah.. ye- yeobo.. ak- aku tidak melakukan apapun, jaejoong yang menjambakku duluan” ahra bergelayut manja di lengan kang in membuat kang in mendengus
“lepaskan!” kang in menghempaskan tangan ahra kasar dan duduk di meja makan
“tolong kau taruh semuanya di meja makan ne, aku akan membangunkan yunho” ucap jaejoong pada salah satu maid
“ne tuan” jaejoong mengangguk dan bergegas menaiki tangga lantai dua kamar yunho
“bear.. bangun..” jaejoong menepuk pelan yunho yang tidur telungkup dengan tubuhnya hanya tertutupi oleh selembar selimut
“aku masih mengantuk boo” ujar yunho dengan mata tertutup tangannya menggapai jaejoong agar mau berbaring disebelahnya
“yah! Ini sudah jam 7 bear.. jja mandi” jaejoong menyibak selimut yunho membuatnya blusing
“ne ne.. arasso, aku mandi.. bagaimana jika mandi bersama? Ottoke boo?” usul yunho sambil menaik turunkan alisnya
“ne.. mandi bersama, kau di shower dan aku di bathup” yunho mengeryit melihat pelipis jaejoong memerah
“ada apa dengan wajahmu boo? Kemarin tidak ada seperti ini” mata yunho memicing sambil meraba
Jaejoong menghela nafas percuma saja ia menutupinya yunho sangat hafal tubuhnya” ne.. ini karena ahra, dia mencari keributan di dapur” jaejoong menceritakan yang terjadi di dapur tanpa terkecuali
“kenapa kau tidak membalasnya boo, aishh kau ini!” kesal yunho membuat jaejoong tersenyum
“bagaimanapun aku seorang namja bear” jaejoong menghela nafas melihat aura kemarahan dari tubuh yunho tampak sangat jelas ini pasti akan menjadi masalah
Yunho mandi dalam diam jaejoong yang mencoba mengajak bicara pun hanya di tanggapi dengan gumaman
“aku sudah selesai, selesaikan mandimu boo” jaejoong mengangguk patuh
“bajumu sudah kusiapkan bear” teriak jaejoong
“ne” jawab yunho singkat membuat jaejoong menghela nafas dan mempercepat mandinya ia takut yunho akan berbuat macam- macam jika ia meninggalkan yunho
“eoh kau sudah selesai boo?” tanya yunho yang sudah mengenakan kemejanya jaejoong yang baru saja keluar dengan menggunakan bathropenya memasangkan dasi yunho yang masih tersampir
“apa kau takut aku melakukan sesuatu boo hingga mandimu cepat sekali” kekeh yunho
“tidak ada yang tau apa yang akan kau lakukan pada ahra, aku tidak ingin appamu berfikir aku menghasutmu” ucap jaejoong membuat yunho nampak menimang ucapan kekasihnya itu
“kau tidak ada jadwal boo?”  jaejoong tersenyum yunho mengalihkan topik
“aku meminta yoochun mengosongkan jadwalku selama dua hari bear..” yunho membelai rambut basah jaejoong
“jadi apa yang akan dilakukan namja cantik ini eoh?” tanya yunho
“aku akan menganggumu” yunho tertawa mendengar ucapan jaejoong yang begitu konyol
Cup.
“kutunggu di bawah, jangan terlalu lama.. dan keringkan rambutmu dengan benar yeobo” goda yunho
“arasso.. chagiya..”  jaejoong mengedipkan sebelah matanya genit
.
.
Di meja makan nampak appa jung sedang menunggu yunho dan ahra yang nampak menunduk takut melihatnya turun dari tangga
“selamat pagi appa” sapa yunho
“ne, kau rajin sekali akan ke kantor pagi sekali” komentar appa jung membuat yunho tertawa
“sudah menjadi kebiasaan appa, jaejoong selalu menggangguku jika kau tidak mau bangun pagi” appa jung melihat mata yunho berbinar saat menceritakan tentang jaejoong
“kau nampak sangat tertawat” yunho mengangguk
“tentu saja, kekasihku sangat telaten merawatku” ucap yunho bangga
“bagaimanapun dia namja” sahut ahra
‘apa itu menjadi urusanmu ahra ssi?” sahut yunho
“yah! sekarang aku ummamu yunho!” yunho tertawa meremehkan
“jaga sopan santunmu ahra” tegur appa jung
“umma? Begitukah? Mana ada umma yang menyerang calon menantunya secara brutal seperti tadi pagi?” tubuh ahra menegang mendapat sindiran yunho begitupun appa jung yang menatap tajam ahra
“apa dia menjelekkan aku didepanmu! Aku- aku hanya berbicara padanya dan dia- dia menjambakku duluan!” bohong ahra
“ah.. kau bermaksud menyudutkan jaejoong ne, kau pintar sekali mengarang cerita” yunho sedikit bertepuk tangan dan tertawa meremehkan
“ak-aku tidak seperti itu yunho!yeobo, aku tidak seperti itu jaejoong yang menjambakku lebih dulu” appa jung hanya memandang datar ahra
“ne ne ne.. lanjutkan sandiwaramu itu” sahut yunho ia melihat jaejoong sudah berada di sampingnya dengan wajah yang segar
“duduklah boo” yunho menarikkan kursi yang akan di duduki jaejoong membuat jaejoong tertawa
“jja kita makan”  kata appa jung tenang jaejoong mengambilkan nasi juga lauk untuk yunho membuat ahra memandang benci pada jaejoong
“makanlah bear” jaejoong meletakkan piring yang sudah berisi di depan yunho membuat yunho tersenyum
“gomawo boo” jaejoong mengangguk dan mengambil nasi untuk dirinya sendiri
“tuan jung, anda juga mau saya ambilkan?” tanya jaejoong sopan
“ani! Aku yang akan mengambilkannya!” sewot ahra dalam hati jaejoong tertawa melihat tingkah ahra

Yunho dan jaejoong berpamitan pada appa jung dan segera berangkat menuju kantor yunho
“ahra sungguh kekanakan bear” jaejoonh terkekeh
“sebenarnya aku sangat gemas ingin sekali menjambaknya tapi bagaimanapun dia yeoja” ucap yunho jujur jaejoong mengelus lengan yunho
“selama dia tidak berbuat ekstrim jangan pernah bertindak kasar ne bear.. aku tidak mau tanganmu kotor” jaejoong berucap pelan dan diangguki oleh yunho
Mereka tiba dikantor semua orang memperhatikan keduanya tanpa berkedip yunho yang sangat tampan dan jaejoong yang sangat cantik bergandengan tangan menuju lift
“aku nanti akan bertemu klien sebentar boo.. jika kau bosan kau bisa tidur” usul yunho
“ani.. aku sudah mengirim pesan pada yoochun untuk mengirimkan rajutanku yang ada di apartemen bear, aku akan bosan jika tidak melakukan apapun”yunho megusak rambut jaejoong
“kau sangat manis boo” yunho tertawa pelan
Ceklek!
“sajangnim.. tuan choi seunghyun ingin menemui anda” ucap sungmin
“ne, persilahkann masuk” sungkmin mengangguk dan  keluar
“tuan choi yang bertemu di restoran itu bear?” yunho mengangguk
“ne.. kenapa ia jauh- jauh harus kemari jika mengirim perwakilannya saja bisa” jawab yunho
Ceklek!
“anyeoong yunho ah, kau tampak sibuk” komentar seunghyun
“ne seperti yang kau lihat” jawab yunho jaejoong melirik keduanya yang berbincang ia duduk bermalas- malasan di sofa empuk yunho
“eoh.. kim jaejoong kau disini? Ini mengejutkan kita bertemu lagi” jaejoong memaksakan senyumnya
“ne.. anyeong” jawab jaejoong
“apa kau tidak sibuk jaejoong ssi?” yunho menatap malas seunghyun
“apa kau sangat ingin tau kegiatan kekasihku seunghyun ssi?” tanya yunho
“hehehe.. mian yunho, aku hanya ingin sedikit akrab dengan kekasihmu” jawab seunghyun
“jadi ada apa kau kesini?” tanya yunho to the point
“woah, kau selalu saja to the point, jadi aku mengajakmu untuk meninjau langsung proyek kita yang ada di jeju” yunho nampak berfikir “yeah.. sekalian berlibur, apa kau tidak penat terus menerus memandangi dokumen eoh?”
‘boo.. apa kau mau ikut ke jeju?” jaejoong nampak kaget
“boleh.. aku ingin ikut” jawab jaejoong
“oke, aku setuju” jawab yunho membuat seunghyun tertawa
‘kau akan tamat jung!’ bantin seunghyun


TBC.
apa yang akan di perbuat seunghyun di jeju nanti? ikuti terus ya jalan ceritanya :) 
happy reading chingu..

MINE chapter 4



Title                 : MINE
Genre              : angst, romance
Length             : -
Rate                 : M
Main cast        : yunjae etc.

Chapter 4

Ceklek! 

Yunho masuk ruangan siwon dengan membawa berkas yang sudah di setujui oleh klien dengan setelan jas hitam yang melekat pas di tubuhnya yunho tampak sangat gagah siwon mengamati pria yang dicintai putra tunggalnya itu dengan dalam

“presdir, ini berkas yang sudah di tanda tangani CHOI corp” yunho menyerahkan berkas itu di meja siwon
“yunho duduklah dulu” yunho nampak bingung tapi ia tetap duduk dengan sopan
“joongie putra kecilku telah bertumbuh dewasa sekarang, bahkan ia berkata sudah menyukai seseorang bahkan meminta pendapatku bagaimana jika ia menjalani hubungan serius dengan seseorang untuk pertama kalinya padahal ia sudah bergonta ganti teman kencan sebelumnya” yunho diam mendengarkan maksud dari kata- kata presdirnya “dia mencintai seseorang yunho ah” siwon memperhatikan yunho
“ohh begitu” yunho nampak kikuk
“jangan berpikir tidak enak kepadaku, cukup jalani hubungan kalian dengan baik dan jangan menyakitinya aku percayakan jaejoong padamu” siwon menepuk pundak yunho dan beranjak keluar ruangan jaejoong yang sudah terbangun sejak appanya menyebut namanya menjadi menegang benarkah appanya merestuinya dan yunho batinnya.
Yunho  keluar ruangan dengan perasaan sedih ia tidak menyangka jaejoong mengatakannya pada kim siwon tentang mereka lalu yunho mengirim pesan pada jaejoong untuk menemuinya di apartemennya
‘temui aku di apartemen’
‘ne.. aku akan datang sangat cepat yunnie..’
Jaejoong berlari menuju lift ia tidak sabar untuk mengatakan kepada yunho jika mereka sudah mendapat restu dari appanya sepanjang jalan ia tersenyum membuat semua orang menatapnya senang anak presdir yang biasanya sangat cuek mendadak jadi orang yang sangat ramah

30 menit kemudian -

Brak!

Yunho membanting pintu apartemennya dengan keras kepalanya sungguh ingin pecah memikirkan jaejoong yang begitu lancang ia mengendurkan ikatan dasinya yang seakan mencekiknya ia duduk di sofa ruang tamu dengan mata terpejam sejenak meredakan emosinya

Cup

Jaejoong mengecup bibir yunho yang sedang bersandar pada sofa dengan mata tertutup
“yunnie.. aku sudah datang kenapa masih menutup mata eoh” jaejoong mempoutkan bibirnya
“apa aku lelucon bagimu boo?!” jaejoong mengeryit
“apa maksudmu bear, aku tidak pernah menganggapku seperti itu?” yunho membuka matanya dan memandang jaejoong dengan mata yang tajam membuat jaejoong sedikit takut
“mwo! Kau tidak menganggapku lelucon tapi kau- .. aishhh!!” yunho mengacak rambutnya kesal ia memandang jaejoong yang memandangnya dengan mata berkaca- kaca “kenapa kau mengatakannya pada presdir!” air mata jaejoong sudah berlinang
“aku hanya ingin memastikan padanya yun, aku tidak bermaksud seperti itu padamu sungguh” yunho memandang jaejoong tidak tega ia bangkit menuju lemari es untuk minum tenggorokannya mendadak kering
“apalagi yang ingin kau pastikan, aku sudah mengatakannya padamu aku yang akan bilang pada presdir dan kau cukup berada disampingku boo” kata yunho setelah ia meminum air mineral yang ada di tangannya
“ak- aku hanya takut appa tidak merestui kita yunnie” cicit jaejoong ia menundukkan kepalanya
“kalaupun tidak direstui aku akan berusaha mendapatkan restunya boo” yunho mengehela nafas ia mendekat ke jaejoong dan memeluk jaejoong yang sudah bergetar menangis
“mhiane..” jaejoong melesakkan kepalanya ke dada yunho dan menangis membuat kemeja abu- abu yunho menjadi basah
“haaah gwencana, semuanya sudah terjadi” yunho  mengelus kepala jaejoong dengan sayang
“malam ini aku menginap disini ne yunnie ah?” jaejoong memasang puppy eyes attacknya
“ani.. kau harus pulang boo, aku tidak ingin appamu kawatir” jawab yunho                                                          
“aniya.. aku akan memberitahu appa jika aku bersamamu” yunho menggeleng
“kau harus tetap pulang, malam ini aku akan tidur di apartemen sendiri” jaejoong mengrucutkan bibirnya membuat yunho tertawa
“arasso arasso aku akan pulang nanti!” kesal jaejoong
“boo.. aku lapar sekali, kau tidak ingin membuat sesuatu untukku?” yunho mengelus perutnya
“ne, aku akan memasak tunggu ne” jaejoong beranjak menuju dapur yunho yang nampak rapi sekali
20 menit kemudian –
“yunnie ah, bangunlah.. ayo makan” jaejoong membangunkan yunoho yang terlelap di sofa
“eungh. Ne” yunho mengucek matanya dan berjalan kearah meja makan yang sudah ada berbagai makanan
“selamat makaan” ucap jaejoong ceria membuat yunho tertawa mereka makan dengan hening mendadak jaejoong ingat prercakapan yunho dan changmin kemarin ia menjadi tidak bernafsu makan benarkah ummanya berbuat hal seperti itu dan apakah appanya sudah mengetahuinya
“jangan makan dengan melamun seperti itu boo..” tegur yunho membuat jaejoong sadar kembali
“ah ne yunnie” jaejoong tersenyum lucu
“kau sedang memikirkan apa boo?” tanya yunho
“ani, aku tidak memikirkan apa – apa yunnie” yunho tau jaejoong berbohong tapi ia tidak akan memaksa jaejoong memberitahunya
“ne, lanjutkan makanmu boo” jaejoong mengangguk ponsel yang ada di atas meja makan bergetar
“ponselmu boo” jaejoong  melihat pesan yang baru saja diterimanya dari orang suruhannya jaejoong meremas ponselnya lalu meletakkannya kembali
‘nyonya kim sedang berada di red ocean café bersama seorang pria bernama tan hankyung CEO morimo corp’
“ada apa boo?” tanya yunho santai
“ani, junsu mengajakku party yunnie” jaejoong tersenyum yunho tau senyum itu dipaksakan

Yunho dan jaejoong sesesai membereskan cucian piring dan jaejoong berpamitan pulang yunho memaksa ingin mengantar tapi jaejoong bersikeras tidak mau
“gwencana.. aku sudah besar dan aku tau jalan pulang yunnie”
“baiklah.. aku mengalah, hati – hati dijalan ne” jaejoong mengangguk dan tersenyum perlahan meninggalkan aprtemen yunho menuju lift 

TING !

Setelah lift terbuka jaejoong langsung berlari menuju ke mobilnya yang terparkir dan mengemudikannya dengan cepat menuju cafe yang disebutkan taemin orang kepercayaannya jaejoong menghubungi taemin
“yeoboseyo jae hyung..” jawab taemin
“kau masih disana taemin? Apa mereka sudah pergi?” tanya jaejoong
“ani.. mereka masih disini belum beranjak hyung” jawab taemin
“aku sebentar lagi sampai disana” jawab jaejoong
“ne”
Pip.

Jaejoong smpai di pelataran café ia bisa melihat taemin duduk agak menjauh dari ummanya dan pria itu ia juga bisa melihat ummanya tertawa bahagia dan merona malu – malu saat digoda oleh pria itu tanpa disadarinya air mata yang ditahannya turun dengan deras membuat dadanya sangat sesak ia menangis sesenggukan  di dalam mobilnya dengan segera diusapnya air matanya dan menguatkan hati menelfon ummanya dilihatnya ummanya melihat ponselnya dan meminta izin pada pria itu

“yeoboseyo uri joongie” jawab umma kim
“yeoboseyoo umma..” ucap jaejoong ia mati- matian menahan tangisnya
“ada apa joongie, tumben menelfon umma?” jaejoong melihat tangan ummanya di genggam pria itu hantinya sangat sakit
“aku hanya ingin menelfonmu umma, kau sedang apa umma?” Tanya jaejoong
“uhm.. umma sedang diruang ganti dengan para model joongie, wae?” dusta umma kim
“ohh begitu, mian mengganggu kesibukanmu umma. Lanjutkan saja” 
Pip.

Jaejoong mematikan panggilannya tanpa menunggu jawaban ummanya terlalu sakit melihat apa yang dilihatnya dengan matanya sendiri juga kenyataan bahwa ummanya berbohong padanya adalah kenyataan yang benar – benar menamparnya ia membayangkan wajah appanya dan mulai terisak keras bagaimana appanya bisa menyembunyikan hal yang sangat menyakitkan ini dengan senyum ramahnya itu jaejoong tidak bodoh jika changmin dan yunho sudah menyelidiki ini pasti appanya telah tau yang sebenarnya terjadi.

Jaejoong melihat ummanya dan pria itu keluar dari café dan menuju ke mobil hitam bukan milik ummanya tapi milik pria itu saat mobil melaju agak jauh ia mengikuti mobil hitam itu di depannya nampak mobil taemin yang juga mengikuti mobil itu

Mobil yang ditumpangi ummanya sampai di hotel mirotic jaejoong sangat terkejut ia juga seorang namja yang sangat mengerti apa yang akan dilakukan kedua orang itu dengan jaejoong melihat keduanya bergandengan tangan dan memesan kamar jaejoong melangkah pelan mengikuti keduanya jaejoong melihat kamar bertuliskan 801 yang di masuki keduanya 20 menit yang lalu
kakinya bergetar dan airmatanya tak kuasa dibendungnya ia melangkah hingga didepan pintu kayu berwarna coklat yang nampak indah ia tahu hotel mirotic bukan hotel biasa hotel bintang lima yang hanya didatangi oleh para gedset juga kolongmerat ia melangkahkan kakinya menuju pintu di dipan kamar itu tangannya sudah akan mengetuk tapi suara ummanya menginterupsinya

‘aahh hannie.. faster.. shhh hanniee..’ 

Hati jaejoong berdenyut nyeri ia memutar tubuhnya dan berjalan menjauh dari kamar itu ia berjalan cepat dengan air mata bercucuran menuju mobilnya 

yunnie.. aku sudah sampai rumah’ 

appa aku akan menginap dirumah junsu

Suie jika appaku ataupun yunho bertanya padamu katakan aku menginap dirumahmu

Setelah mengirim pesan kepada ketiganya jaejoong menekan tombol off dan membanting ponselnya ke dasbor mobil dan melajukan mobilnya menuju sungai han ia ingin menenangkan diri dengan kenyataan yang benar – benar menamparnya

“umma.. kenapa kau tega hiks sekali pada appa hiks” jaejoong  duduk di bangku yang ada di sepanjang sungai han ia menangis sesenggukan sambil memukul dadanya yang berdenyut sakit

“mengapa umma! Hiks..”   
masih dengan posisi yang sama hingga dua jam berlalu ia merasa tubuhnya kedinginan dan tangannya sudah mati rasa Karena ia hanya menggunakan kaos putih di lapisi sweeter dan skinny jeans belel ia berdiri dan berjalan menuju mobilnya dengan mata sembab ia tertidur di dalam mobilnya hingga pagi.



TBC.

Sabtu, 04 Februari 2017

MINE chapter 3



Title                 : MINE
Genre              : angst, romance
Length             : -
Rate                 : M
Main cast        : yunjae etc.

Chapter 3

Yunho berjalan ke sisi kiri mobil dan jaejoong ke sisi kanan tapi jaejoong melipat kedua tangannya dan cemberut membuat yunho mengangkat sebelah alisnya
“waeyo boo? Kenapa tidak masuk?” tanya yunho
“dasar yunnie tidak romantis!” sewot jaejoong membuat yunho melongo 

Brak!

Pintu mobil yunho dibanting dengan keras pelakunya tentu saja jaejoong
“mhiane boojae , jja pasang sabuk pengamanmu” jaejoong melengos membuat yunho menghela napas dan memasangkan sabuk pengaman untuk jaejoong “baiklah, aku akan mengembalikanmu ke kediaman kim.. jangan cemberut seperti itu boo” yunho mulai mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang
“kenapa kau selalu menghindariku yunnie? Aku tau kau mengerti perasaanku selama ini” yunho menoleh menatap jaejoong
“karena aku menghormati appamu” jawab yunho singkat ia tidak mau jaejoong salah paham
“apa kau memiliki perasaan yang sama sepertiku yunnie?” jaejoong menatap yunho intens
“ne, bahkan sejak aku pertama kali bertemu denganmu” jawab yunho jujur
“jika appamu tau kau dan aku memiliki perasaan yang sama apa appamu akan menyetujui kita?” tanya yunho pelan
“aku akan memaksanya jika ia tidak mau” sewot  jaejoong
“kau melukai harga diriku sebagai pria sejati jika seperti itu boo” jaejoong terkejut mendengar jawaban yunho
“waeyo? Bukankah yang kulakukan adalah hal yang benar?” tanya jaejoong heran
“aku ingin appamu menerimaku karena aku sendiri bukan karena paksaan darimu” jaejoong akhirnya paham dan ia membenarkan apa yang yunho katakan
“mhiane yunnie..”
“gwencana.. kau hanya perlu berubah lebih baik dan rubah sikap buruk dan juga imeg burukmu itu boo”  jaejoong mengangguk mengerti
“ne.. aku akan melakukan yang kau minta yunnie”
Mereka sampai di mension kim saat malam hari wajah jaejoong berbinar ceria berbeda dengan buttnya yang masih perih karena ‘olah raga’ yang mereka lakukan
“jja masuklah dulu aku akan memarkirkan mobil dulu” jaejoong bergegas masuk dilihatnya appa juga ummanya sedang makan malam ia langsung memeluk appanya
“anyeoong appaa” jaejoong memeluk siwon membuat siwon heran dengan sikap jaejoong
“yah. Hanya appamu saja yang kau peluk?” umma kim memandang iri pada siwon jaejoong beralih memeluk umma kim “anyeoong umma, apa umma tidak ada fasion show hari ini?” sindir jaejoong
“apa kau tidak senang umma dirumah joongie?” jaejoong mengendikkan bahunya acuh
“umma terlalu sering absen dirumah, jadi pemandangan langka jika umma dirumah” jawab jaejoong cuek
“kau membuat umma tidak nafsu makan joongie” heechul meletakkan sendoknya
“jae hyung.. kau dari mana?” tanya changmin
“kenapa kau mengurusi urusanku minnie?” jawab jaejoong membuat changmin terdiam yunho masuk ke ruang makan disambut tatapan intens changmin
“jja yun makan malam” ucap siwon
“ne presdir” yunho membungkuk hormat matanya melirik umma kim yang memandangnya intens
“lama tidak bertemu yunho” sapa umma kim
“ne ahjumma ..” jawab yunho ia duduk tenang dan mengambil nasi juga lauk
.
.
Yunho berada di kamarnya di mension kim ia berguling santai sambil membaca buku bisnis changmin berada di pintu dan melongokkan kepalanya
“yunho hyung.. apa aku menganggumu?” yunho menoleh kearah changmin
“ah aniyo.. wae?” changmin masuk dan duduk di sofa dikamar itu
“kau darimana hyung tadi hingga baru pulang?” tanya changmin
“aku dari apartemen min” jawab yunho santai
“dengan jae hyung?” yunho mengangguk
“apa kalian berkencan?” tanya changmin
“waeyo.. kau tampak sangat penasaran” jawab yunho ia merebahkan punggungnya di tumpukan bantal memandang changmin yangmenatapnya menyelidik
“tentu saja hyung, jika kalian memang pacaran kalian harus mentraktirku” jawab changmin asal
“apa yang kau temukan saat mengintai changmin?” tanya yunho
“kau pasti sudah tau, aku benar – benar tidak menyangka heechul ahjumma bisa berbuat seperti itu” changmin menghela nafas
“apa mereka sudah sampai ke tahap bercinta min?”  yunho bangkit dan menatap changmin
“ne” jawab changmin pelan yunho nampak sangat terkejut
“rahasiakan ini dari jaejoong atau kulkasmu akan kusita, aku tidak ingin membuatnya sedih” perintah yunho dan changmin mengiyakan tanpa mereka sadari percakapan mereka didengar jaejoong walaupun kamar yunho kedap suara tapi pintu bercat putih itu tidak tertutup rapat hingga terdengar jelas
.
.
“appa.. kau sedang sibuk?” jaejoong masuk ke rungan siwon dengan santai
“yah! Joongie lain kali ketuk pintunya dulu ini dikantor” tegur appa kim
“ne .. ne mhiane appa, dimana yunho?” tanya jaejoong
“yunho sedang bertemu klien, appa sedang kurang enak badan.. kenapa kemari joongie?” tanya siwon
“appa.. bagaimana jika aku mulai berkencan?” pancing jaejoong siwon menaikkan sebelah alisnya
“kenapa bertanya pada appa? Bukankah kau terkenal playboy eoh?” ejek siwon
“aniya.. aniya .. bukan kencan yang seperti itu, kencan sungguhan” siwon tertawa
“lalu, kencanmu yang selama ini bukan sungguhan eoh?” siwon memutar bola matanya melihat putra tunggalnya ini
“bukan appa, aku hanya bersenang – senang dengan mereka” keluh jaejoongh
“lalu kau ingin apa joongie?” tanya siwon
“apa appa akan marah jika aku berkencan dengan seorang yang appa kenal?” tanya jaejoong hati – hati siwon memperhatikan jaejoong yang meremas jari – jarinya tanda bahwa anaknya itu sedang gugup
“apa kau berkencan dengan changmin? Atau kau berkencan dengan yunho?” tebak appa kim membuat jaejoong terkejut
“appaaa.. jika iya bagaimana?”  siwon terdiam
“kau menyukai salah satu dari mereka, dan sekarang kau mencoba meminta restuku? Jaejoong mengangguk seperti anak kecil membuat siwon gemas dan menjewer pipi jaejoong
“ne appa, jadi bagaimana?” desak jaejoong membuat siwon tertawa anaknya sangat tidak sabaran mirip sekali dengan heechul
“jadi siapa yang kau pilih, jika kau memilih changmin aku tidak setuju dia memang pintar tapi dia masih kekanakan” siwon mengusap dagunya
“jadi appa setuju jika aku dengan yunho?” tanya jaejoong antusias membuat siwon tertawa
“bagaimana yah, yunho terlalu perfect” siwon membuat alasan membuat jaejoong memutar bola matanya
“aku sudah mencintai yunho sejak lama appa kau pasti tau itu, hoaaaaam aku ngantuk ” kata jaejoong tanpa menunggu jawaban appanya ia bangkit dan merebahkan diri di sofa empuk di ruangan mewah itu
“apa yunho mengetahui perasaanmu?” jaejoong mengangguk matanya sedikit terpejam
“neh, yunnie tau sejak lama tapi ia membatasi diri dariku semua karenamu appa” jaejoong jatuh tertidur di sofa siwon menyandarkan tubuhnya di sandaran kursinya dan menatap anaknya itu dengan pandangan dalam ia juga tidak menyangka jika yunho menahan diri hanya karena dirinya terbukti bahwa yunho sangat menghormatinya.



tbc.