Kamis, 29 Juni 2017

MINE Chapter 9



Title                 : MINE
Genre              : angst, romance
Length             : -
Rate                 : M
Main cast        : yunjae etc.

Chapter 9

“dasar anak – anak nakal bagaimana bisa kalian tidak memberitahuku jaejoong  masuk rumah sakit eoh?!” gerutu appa kim membuat semua orang menelan ludah gugup
“m-mhiane ahjussi ..” ucap yoochun
“apa joongie baik – baik saja?” tanya appa kim yang kini sudah duduk di dekat ranjang jaejoong
“aku tidak apa- apa appa, dan dia” jaejoong mengambil tangan appanya dan meletakkan di perutnya “dia juga tidak apa- apa” appa jung menatap putra tunggalnya dengan terkejut
“appa akan memiliki cucu?” tanya kim siwon diangguki lucu oleh jaejoong
“neh.. cucu appa akan segera lahir” ucap jaejoong ceria membuat bulir – bulir keringat yunho bercucuran
“jadi.. kita harus segera melakukan upacara pernikahan, aku tidak mau cucuku lahir lebih dulu dari pada pernikahan yang akan dilangsungkan, baiklah bulan depan kalian menikah jika kita menundanya semakin lama perut joongie akan semakin besar akan sangat melelahkan baginya jadi kalian persiapkan semuanya arasso?!” ucap appa kim panjang lebar membuat yoochun, changmin, junsu bahkan yunho melongo sejadinya
“ne.. semakin cepat semakin baik” ucap yoochun yang sudah tersadar dari keterkejutannya
“yunnie.. aku ingin jus strawberry” jaejoong menarik – narik baju yunho membuat yunho tersadar
“ah ne, akan kubelikan..”
“yunho apa kau setuju jika bulan depan kalian menikah?” tanya appa kim serius
“aku tidak mempermasalahkannya appa, selama joongie senang aku akan menurutinya”jawab yunho membuat appa kim mengangguk
.
.
6 bulan kemudian –

Usia kehamilan jaejoong sudah memasuki bulan kedelapan artinya sebentar lagi ia akan benar – benar menjadi umma bagi jung kecil yang sedang dikandungnya lima bulan sudah ia menyandang marga jung menjadi istri seorang jung yunho yang saat ini menjadi CEO di KIM corp menggantikan posisi appanya yang saat ini berada di rumah menikmati hari tuanya dan juga beristirahat karena kondisi fisiknya yang semakin melemah karena penyakit jantung yang menggerogoti tubuh tuanya ia melewati hari – harinya hanya ditemani orang – orang terdekat tanpa istrinya entahlah istrinya semakin menjadi ia seperti hilang di telan bumi karena jarang sekali pulang entah itu karena pekerjaan atau karena pria mantan kekasih yang menjalin hubungan lagi dengannya.

Dengan perut membuncit ia menuju halaman belakang appanya sedang bersantai di belakang ia membawa dua jus stawberry yang tadi dibuatnya sendiri walaupun dengan kondisi fisik yang memberatkannya melakukan aktifitas tapi jaejoong tetaplah seorang yang keras kepala tak jarang merepotkan seisi rumah
Jaejoong meletakkan nampan di atas meja di depannya “appa, kau sedang apa?”
“yah! Kenapa membawa- bawa nampan dengan perut membuncit seperti itu eoh? Apa kau tidak kelelahan?” tanya appa kim
“aniyo, aku masih bisa membawanya lagipula dia juga  tidak rewel appa” jaejoong mengelus perut buncitnya ada perasaan senang yang membuncah saat ia tau pergerakan anaknya begitu aktif di dalam tubuhnya
“apa kau bahagia joongie?” tanya siwon sambil meminum jus yang dibawakan jaejoong
“tentu saja aku sangat bahagia sejak appa menyerahkanku menjadi tanggung jawab yunnie” jaejoong menerawang saat ia mengucap sumpah dan bersedia menjadi pasangan yunho hingga maut memisahkan mereka “jika aku tidak bahagia aku tidak akan mau mengandung benih yunho” appa kim tertegun mendengar jawaban jaejoong
“jagalah anak kalian dengan baik eum, dan besarkan anak – anak kalian dengan rasa cinta dan kasih sayang yang melimpah jangan biarkan anak kalian mendapat pengalaman yang sama sepertimu joongie” air mata jaejoong menetes mendengar nasihat appanya ia mengingat bagaimana ia dibesarkan hanya dengan limpahan kasih sayang dari appanya ummanya hanya mementingkan bisnis dan kepentingannya sendiri tanpa perduli kepadanya
Dengan kasar ia mengusap air matanya “appa kau harus melihat anak – anak kami tumbuh besar dan memanggilmu haraboji !” siwon mengangguk mendengar permintaan putra tunggalnya yang sangat ia cintai
“jangan terlalu lelah ne, dan dengarkan yunho jangan membantahnya dan jangan menjadi keras kepala jika terjadi sesuatu padamu cepat hubungi yoochun ataupun changmin mereka akan selalu ada untukmu joongie mereka semua sangat menyayangimu” appa kim mengusap kepala jaejoong dengan sayang
“joongie akan mengingat pesan appa” jaejoong bangkit dan memeluk appanya  “augh! Aku tidak bisa memeluk appa” gerutu jaejoong membuat siwon tertawa
“tumbuhlah dengan baik nak” siwon mengelus perut buncit jaejoong

Disisi lain yunho sedang memeriksa berkas – berkas perusahaan yang sungguh membuatnya penat sudah tiga bulan ia menjabat sebagai CEO menggantikan ayah mertuanya
“hyung! Kau sudah makan?” tanya changmin yang tiba – tiba masuk tanpa permisi dengan membawa paperbag besar ditanganya
yunho menoleh kearah changmin “aku tidak sempat makan, dimana yoochun hyung?” yunho beranjak menuju sofa dan duduk di seberang changmin
“dia sedang bertemu klien, perusahaan asing akhir- akhir ini sangat berminat untuk menanamkan modal di perusahaan kita” yunho memijit pangkal hidungnya kepalanya berdenyut
“kesehatan appa kim akhir – akhir ini sangat memburuk, aku menjadi kawatir min” changmin berhenti mengunyah mendengar apa yang dikatakan yunho
“aku juga hyung, apalagi ahjumma kim yang sekarang entah dimana membuatku merasa aku gagal menyelidikinya” changmin tertunduk lesu
Yunho menerawang kejadian beberapa bulan yang lalu saat ia bertemu appa kim dan diberikan sebuah berkas yang hingga saat ini ia masih bingung digunakan untuk apa berkas itu

Drrt..

Drrrttt..

Ponsel di sakunya bergetar

‘Boojae ❤ calling’

“yeoboseyo boo” jawab yunho
bear.. kau sudah makan eum?” tanya jaejoong
“aniya.. aku sedang bersama changmin, ia sedang makan” jawab yunho sambil tersenyum
“arasso, tunggu aku ne. aku akan sampai kesana dalam waktu tiga puluh menit” ucap jaejoong ceria
“boo.. dengarkan aku, jangan menyetir sendiri kau harus diantar oleh ahjussi kang, jangan mengenakan pakaian yang tidak nyaman apalagi mempertontonkan bagian tubuhmu dan berhati – hatilah hubungi aku jika sudah sampai di kantor ne” jaejoong terkikik mendengar rentetan nasihat yunho suaminya sangat perhatian
arasso.. mmuaaach
Pip.

Jaejoong menengok kearah kamar appanya ia tersenyum melihat wajah damai appanya saat tidur dengan langkah pelan ia keluar dan menutup pintu kamar appanya dengan perlahan ia takut membangunkan appanya
“sulli ah, jika terjadi sesuatu segera hubungi aku ne” sulli mengangguk kearah calon ibu muda itu
“tuan muda mari saya antar, bawaan anda sudah saya letakkan di mobil” jaejoong mengangguk dan tersenyum kearah ahjussi kang supir pribadi keluarganya
“arasso, gomawo..” dengan pelan ia masuk ke dalam mobil sport yang biasanya ia kemudikan sendiri sebelum ia hamil ia tidak di perbolehkan mengendarai mobil karena suatu kejadian beberapa bulan yang lalu yang hampir merengutnya dan juga janinnya membuat yunho marah besar dan melarangnya mengemudikan mobil sendiri

30 menit kemudian –

“ahjussi, kau bisa pulang tidak perlu mengantarku kedalam aku akan pulang dengan yunho nanti” ucap jaejoong diangguki ahjussi kang
“baiklah, hati – hati ne tuan muda” jaejoong mengangguk pada ahjussi kang dan segera bergegas turun menuju kantor yunho di lantai 20

Dalam perjalanan jaejoong berjalan gontai tampilannya yang modis dan paras ayunya membuat semua pasang mata memandangnya takjub belum lagi dengan perut yang membuncit yang membuatnya tampak sangat seksi mereka membungkuk hormat pada istri CEO itu telah banyak orang yang penasaran mengenai kehidupan pribadinya sebagai seorang anak dari pemilik perusahaan raksasa KIM CORP dan juga istri dari pria tampan dan cerdas seperti jung yunho yang sangat tersohor kepiawaiannya memimpin perusahaan yang maju begitu pesat saat di pegangnya dua kali lipat dibanding saat dipimpin oleh kim siwon.

Di perjalanan ia di sejajari oleh seseorang ia sengaja menggunakan lift untuk pegawai membuat para namja yang berada di dalam lift menjadi gugup saat mereka berada dalam ruangan yang sama dengan seorang pewaris perusahaan yang sangat – amat- mempesona
“anyeong nyonya jung jaejoong” jaejoong membenarkan letak sweeternya dan menoleh kearah samping seorang namja berpenampilan feminim diliriknya kartu pegawai yang mengalung di leher yeoja itu
“oh ne karam-ssi” jawab jaejoong ramah
“anda terlihat sangat cantik, juga perut anda yang besar membuat anda tampak mengesankan” puji karam lalu namja cantik itu mencondongkan tubuhnya dan berbisik “tapi.. apa dengan perut sebesar itu yunho sunbae bisa puas bercinta denganmu jaejoong ssi?” karam menaikkan sebelah alisnya dan menatap jaejoong yang kini tampak kesal dan mendengus
“apa kau tidak punya sopan santun karam ssi” ucap jaejoong tajam dan pergi tanpa tertarik mendengar jawaban karam

TING!

Segera dilangkahkan kakinya menuju kantor yang dulunya ditempati appanya kini berganti menjadi kantor yunho sekretaris yang melihatnya langsung membungkuk
“tidak usah disampaikan yoona ssi, aku akan kedalam” yoona membungkuk dan tersenyum pada jaejoong

Klik.

Changmin menoleh cepat kearah pintu yang baru saja terbuka ia segera menyembunyikan tablet yang tadi di tonton bersama yunho ia berusaha senormal mungkin
Dengan segera yunho bangkit dan menyambut jaejoong mengambil apa yang dibawa istrinya “ boo, bukankah aku sudah bilang untuk menghubungiku saat sudah sampai eoh?”
“mhiane bear.. aku hanya tidak ingin merepotkanmu” jaejoong melirik changmin yang sudah membuka bekal yang di bawanya untuk yunho “YAH! Jangan dimakan itu untuk yunnie, aku tau kau sudah makan!” jaejoong berkacak pinggang membuat changmin meringis ia buru – buru meletakkan sumpit yang di pegangnya dan bersiap untuk pergi ia tidak mau calon ibu muda itu kesal dan memukulinya secara brutal seperti beberapa hari  yang lalu saat ia tanpa sengaja mencomot sepotong apel yang di pegang jaejoong
“arasso .. arasso, aku tidak akan membuat kencan kalian gagal.. jja yunho hyung makanlah kau belum makan dari tadi” changmin melenggang pergi menyisakan keduanya
Jaejoong mengambil remote mengunci pintu secara otomatis lalu ia menghampiri yunho yang bingung dengan ulah jaejoong kedua tangan putih mulus jaejoong tersampir apik ke leher jenjang suaminya
“yah.. ini masih dikantor boo” yunho mengelus kepala jaejoong
“bear, apa kau tidak puas denganku eum? Apa kau berpikir mencari yeoja atau namja untuk memuaskanmu?” tuduh jaejoong membuat yunho mengeryit bingung moodswing jaejoong kadang benar – benar aneh pikir yunho
“yah, mana mungkin aku seperti itu eum?” ucap yunho sabar
“kalau begitu ayo bercintahh” jaejoong menyesap kulit leher yunho dengan  keras hingga yunho melenguh
“boo, kau sedang hamil besar eum.. dan juga ini di-.. ” belum sempat yunho melanjutkan kata – katanya dasinya sudah terlepas dan tangan terampil jaejoong sudah membuka kancing kemejanya
“kau tidak mau?” tanya jaejoong dengan begitu sensual
Di tatap sedemikian membuat yunho mau tak mau menelan ludah gugup dan mengiyakan apa yang di mau oleh istrinya ‘gwencana.. aku akan pelan – pelan baby’ batin yunho
“arasso arasso.. aku akan melakukannya” jaejoong tersenyum lebar mendengar ucapan yunho

Dengan pelan yunho mendudukkan jaejoong di sofa panjang dan mulai mencium istrinya ciuman pelan itu lama – lama menjadi ciuman menuntut dengan santai yunho melepas lembar demi lembar apa yang di kenakan jaejoong hingga istrinya itu naked dan terpampanglah tubuh putih mulus istrinya yang begitu menggoda
“hah.. hah,.. hah” nafas jaejoong memburu dengan bibir merah yang membengkak “bear kau curang, kenapa bajumu masih lengkap” jaejoong bersidekap melihat yunho melepas satu persatu yang melekat di tubuhnya di mata jaejoong yunho sangat amat damn sexy membuat juniornya menegang sebelum yunho menyentuhnya
“augh.. uri little jaejoongie sudah tidak sabar eum?” yunho mengurut pelan junior jaejoong membuat jaejoong meronta ingin yunho menyentuhnya dengan cepat
“ahhh yunhoo lebih cepathhh” yunho membaringkan jaejoong dan menaikkan kaki kanan jaejoong dan menyampirkannya di sandaran sofa hingga terpampanglah junior mungil jaejoong yang sudah menegang dan holepink berkedut yang segera ingin di bobolnya dengan cepat yunho mengulum junior jaejoong membuat jaejoong berteriak karena rasa nikmat yang di berikan oleh yunho
Junior yang sedang di kulum dan hole yang sedang di korek oleh yunho dan jangan lupakan jemari nakal tagan kiri yunho yang memainkan putingnya dengan terampil ia tak sanggup menahan kenikmatan yang di berikan oleh yunho hingga
“AKKHHHH!! YUNHOOOO!” teriak jaejoong saat ia klimaks di mulut yunho
Yunho mengusap sudut bibirnya yang terdapat cum dan menatap intens dirinya “kau sangat manis boo”
“kau membuatku malu bear” di tutupnya wajah  merah merona dengan kedua tangannya
“jja.. kita tidak bisa melakukannya disini kajja” yunho menggendong jaejoong kearah rak buku yang merupakan pintu geser menuju sebuah kamar yang disediakan di kantornya

Bruk!

Dengan pelan yunho meletakkan istri cantiknya di tengah ranjang bedcover yang di dominasi warna abu –abu dan putih itu semakin kontras dengan kulit putih mulus jaejoong dengan posisi terlentang dan kaki yang tertekuk membuatnya menelan ludah saat melihat hole jaejoong berkedut seakan memancingnya
“kau masih ingin melanjutkannya boo?” tanya yunho ia tidak ingin memaksa jaejoong ia tidak mau istrinya kelelahan karena aktifitas mereka walaupun jangan lupakan kenyataan bahwa big juniornya sudah mengacung tegak ingin memasuk pinkhole istrinya
“hihihi yunnie, juniormu tidak bisa berbohong” jaejoong meremas big junior suaminya yang menegang sempurna
“ahh boohh, kau jangan menggodakuhh” jaejoong terus saja menggodanya jemari lentik kurang ajar itu terus mengurut juniornya dan menempelkannya ke hole yang sangat ingin segera di bobolnya itu
“aku tidak ingin pemansan bear, langsung masukkan sajahh” desahan seksi jaejoong seakan memompa adrenalinnya
“kau yakin ?” tanya yunho lagi tanggapi anggukan oleh jaejoong segera di tariknya kepala yunho dan berciuman dengan panas tangan yunho menuntun juniornya ke arah holenya jaejoong meringis saat setengah junior yunho sudah memasuki holenya yang ketat

SLEB!

“AHHH!!” seluruh junior yunho sudah ada dalam tubuhnya perasaan yang sama saat bercinta dengan yunho besar,keras dan begitu dalam ia sangat menyukainya yunho berhenti sejenak menyamankan hole jaejoong bibir hati itu mendekat kearah bibir cerry yang terbuka mencari pasokan udara

Cup

Lumatan – lumatan kecil itu membuat jaejoong melayang jangan lupakan tangan terampil yunho yang sudah mengurut kembali juniornya ciuman itu turun keleher dan meninggalkan bekas yang bisa dipastikan tidak akan hilang hingga seminggu ketika jaejoong sudah mulai nyaman ia dengan perlahan memaju mundurkan juniornya yang dilahap oleh hole mungil jaejoong

SLEB!

SLEB!

SLEB!!

“akhh more yunniehh!! Deeper!!” racau jaejoong saat junior yunho merasukinya seperti tidak ada hari esok juga jemari yunho yang tanpa henti memelintir nipplenya hingga membuatnya melayang
“oughh boohh!! So tight!” racau yunho yang masih dengan semangat memaju mundurkan juniornya yang sudah licin karena precumnya

Disisi lain ponsel jaejoong tanpa henti bergetar
‘Sulli-ssi calling’

Bosan dengan posisi terlentang jaejoong memiringkan tubuhnya dan yunho berada di belakangnya tangan kanannya menyangga kaki kanannya sendiri dibantu yunho agar terbuka dan memudahkan yunho untuk leluasa menusuknya bunyi kecipak kulit yang beradu menggambarkan betapa mereka sangat menggebu dalam bercinta yunho yang menyadari jika jaejoong mulai kelelahan dengan posisi ini menurunkan kaki jaejoong ia membawa jaejoong hingga berubah posisi dan yunho segera turun dari ranjang tautan mereka terlepas sesaat yunho menempatkan tubuh jaejoong separuh tubuhnya di atas ranjang dan kedua kakinya disampirkan di pundaknya membuatnya leluasa menusuk hole ketat istrinya dangan dalam terbukti jaejoong klimaks dua kali dengan posisi ini
“ahh ahh ahh bear ahh ahh” racau jaejoong yang meremas sprei yang sudah tak berbentuk lagi
“sebentar lagi boohh! Ahh ahh!” yunho mempercepat gerakan juniornya jaejoong bisa merasakan jika junior yunho bertambah besar di dalam tubuhnya tanda yunho akan klimaks

“AKHHH BOOJAEHH/ YUNHOOO!”   
mereka klimaks bersama membuat yunho tersenyum di sela nafasnya yang tak beraturan begitu juga dengan jaejoong dengan perlahan yunho menurunkan kedua kaki jaejoong dan meluruskannya ia ikut berbaring di samping istrinya
Yunho mengusap bulir – bulir keringat di kening istrinya dan mengecupnya “sarangheyo jung jaejoong”
Cup.
“nado sarangheyo jung yunho” jaejoong mendekatkan bibirnya dan melumat bibir yunho.
“kenapa kau mendadak ingin bercinta eum?” yunho membenarkan letak selimut untuk menutupi tubuh telanjang mereka
“kau kenal kim karam? Tanya jaejoong membuat yunho heran
“dia hoobae saat aku kuliah, kenapa?” tanya yunho
“apa kau dekat dengannya bear?” jaejoong balik bertanya
“dia hanya hoobae, lagipula kurasa dia mirip denganmu ..” yunho tau jaejoong akan protes “tapi kau sangat cantik dibanding siapapun boo”
“aku sebal sekali bear!” yunho mengangkat sedikit kepala jaejoong dan menempatkan lengannya sebagai bantal untuk jaejoong
“kenapa chagiya?” Tanya yunho santai
“dia bilang apa yunho sunbae akan puas saat kita bercinta dengan tubuh seperti ini!” bibir jaejoong mencebil sebal membuat yunho tertawa
“mana mungkin aku tidak puas jika hole uri jaejoongie seperti surgauntuk jung yunho, tidak perduli seperti apa bentuk tubuhmu aku tetap mencintaimu boo.. lagipula bentuk tubuhmu jauh lebih seksi saat hamil seperti ini chagiya” jaejoong merona mendengar jawaban  yunho
“jinja??” Tanya jaejoong
“eum, tentu saja boo”
“tapi bear.. bukankah kau harus kerja eoh?” yunho melirik jam di meja nakas dan melotot
“kita bercinta tiga jam, kurasa aku sudah melewatkan sebuah rapat” ucap yunho santai “mandilah dulu boo, aku akan mengambil pakaianmu” jaejoong mengangguk dan segera beranjak tapi belum juga bangun tubuhnya limbung dan terjatuh diatas ranjang yunho yang hendak bangkit kembali dan menggendong jaejoong menuju kamar mandi
“kau benar- benar tidak bisa jauh dariku eum?” goda yunho
Yunho memasukkan jaejoong kedalam bathup dan menunggu jaejoong berendam
“yah bear mau kemana?” Tanya jaejoong saat yunho sampai di pintu
“ambil pakaian boo, aku akan segera kembali”
.
.
Setelah selesai mereka segera kembali ke aktifitas yunho memeriksa berkas- berkas dan jaejoong yang makan bekal yang dibawanya untuk yunho
“bear kau tidak makan eum?” jaejoong melahap makannannya
“ne, sebentar lagi” jaejoong mendengus dan menghampiri yunho dengan santai jaejoong duduk di pangkuan yunho membuat yunho kaget
“boo-..” jaejoong menyuapkan makanan yang di bawanya ia tertawa melihat wajah protes yunho

Klik!

Yunho dan jaejoong menoleh kearah pintu yang terbuka disana sudah ada yoochun dan changmin yang geleng- geleng kepala melihat kedua orang yang sedang bermesraan
“yah yah! Jung kau kemana melewatkan rapat eoh?” sembur yoochun yang langsung duduk di sofa
“yunnie sibuk chunnie hyung” jawab jaejoong santai
“sibuk apa eoh? Bahkan makanan yang kau bawa barusaja kau makan” changmin memicingkan matanya kearah yunjae sambil mencomot makanan di meja
“boo turunlah dan duduk dengan nyaman di sofa” jaejoong merengut “aku juga akan kesana” timpal yunho membuat jaejoong tersenyum
Dengan santai yunho duduk di sofa single tapi tanpa di duga jaejoong duduk di pangkuannya membuat yunho meringis “boo.. duduklah” jaejoong menggeleng
“yeoppo.. kenapa kau menempel ke yunho, dia harus bekerja” ucap yoochun bijak berbeda arti dengan jaejoong
“jadi chunnie hyung melarang joongie bertemu yunnie seperti itu?”mata jaejoong berkaca – kaca membuat yoochun kelabakan
“aniyo.. bukan seperti itu yeoppo jangan salah paham” yoochun melirik changmin dan yunho yang hanya mengendikkan bahu acuh
“boo maksud yoochun hyung yunnie harus bekerja, jika sudah dirumah yunnie akan menuruti apapun yang joongie mau” jaejoong turun dari pangkuan yunho dan duduk diantara changmin dan yoochun bersikap acuh tak acuh membuat ketiga seme itu mengelus dada melihat sikap jaejoong
Yoochun melihat ponselnya dengan tangan bergetar membuat yunho, jaejoong dan changmin heran


Tbc..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar