Kamis, 29 Juni 2017

MINE Chapter 10



Title                 : MINE
Genre              : angst, romance
Length             : -
Rate                 : M
Main cast        : yunjae etc.

Chapter 10

“waeyo chunnie hyung?” tanya jaejoong penasaran



“changmin ikut aku! Yunho jangan terburu- buru aku dan changmin akan sampai lebih dulu rumah sakit gookil” yoochun menarik changmin yang masih kebingungan

Drap

Drap

Drap

“bear ada apa sebenarnya?” tanya jaejoong heran
“segera kemasi bekalmu boo, kajja ke rumah sakit” yunho berusaha senormal mungkin ia tidak mau boojaenya panik karena kabar dari appa kim
“apa terjadi sesuatu dengan appa ?” selidik jaejoong dan  benar saja yunho mengangguk memmbuatnya panik
30 menit kemudian –
“hyung bagaimana?” tanya yunho saat ia baru saja tiba
“appa kim terkena serangan jantung dan saat ini sedang  dioperasi yunho ah” jaejoong merosot ke lantai jika changmin tidak buru – buru menahannya
“appa.. hiks” tubuh jaejoong tertarik kedalam dekapan yunho
Yoochun segera bediri dan menuju sulli salah satu maid di mension kim yang memberitahunya kabar appa kim
“sulli –ssi bisa kkta bicara?” Tanya yoochun
“ne yoochun-ssi” jawab sulli sopan nampak jejak air mata di mata gadis muda itu
Yoochun dan sulli segera menjauh dan mencari tempat nyaman untuk berbicara
“sulli-ssi gomawo telah memberitahuku, kumohon ceitakan apapun yang terjadi tadi” ucap yoochun datar
“tadi..”
.

Yoochun kembali keruang tunggu di depan ruang operasi tangannya terkepal erat ia menatap changmin yang juga sedang menatapnya yoochun menggoyang ponselnya keatas dan changmin mengangguk dan mengeluarkan ponselnya

1 message yoochun hyung

‘cari ahjumma kim, dia yang menyebabkan appa kim terkena serangan jantung’

Nafas changmin memburu membaaca sederet pesan dari yoochun yang sudah di anggapnya sebagai hyung kandungnya ia segera beranjak tanpa memperdulikan pandangan bertanya yunho padanya

Setelah berjam – jam menunggu akhirnya pintu ruang operasi terbuka menampakkan dokter ok taecyon yang merupakan dokter pribadi appanya keluar membuat jaejoong segera melepas pelukan dari yunho dan segera meghambur kearah dokter ok
“dokter bagaimana keadaan appa !” Tanya jaejoong
“jaejoong ah .. bisakah aku berbicara dengan yoochun atau yunho lebih dulu?” ucap dokter ok sabar
“ani, katakan sekarang bagaimana kondisi appa ahjussi.. jebaal hiks” air mata jaejoong sudah mengucur deras ia sangat takut kemungkinan buruk yang  selama ini ia kubur menjadi kenyataan dokter ok melirik yunho dan yoochun yang mengangguk bersamaan membuat dokter ok menghela nafas
“maaf, tuan kim tidak bisa terselamatkan-..” dokter ok belum selesai berbicara jaejoong sudah pingsan karena terkejut membuat yunho dengan sigap membopong tubuh istrinya “ kami sudah berusaha semaksimal mungkin karena serangan jantung dan juga usia yang sudah lanjut membuat kim siwon tidak bisa diselamatkan” ucap dokter ok membuat yoochun limbung air matanya menetes tanpa sadar membuat dokter ok menatap sendu kearah yoochun
“dokter ok, apakah ada kejanggalan pada tubuh appa kim yang mengindikasikan pembunuhan?” dokter ok mengelus pundak yoochun
“yoochun- ah, aku mengerti kau sedang berduka kehilangan siwon akupun begitu dia temanku.. aku hanya ingin mengatakan tidak ada kejanggalan ini murni karena serangan jantung namun..-“
“namun.. serangan jantung bisa saja dipicu karena ia syok karena suatu hal, aku tidak ingin memperkeruh keadaan tapi siwon baik – baik saja dua hari yang lalu saat ia check up kepadaku” dokter ok menepuk pundak yoochun dan segera berlalu membuat yoochun teringat kata- kata sulli

Flashback -

‘tadi, setelah tuan muda jaejoong pergi ke kantor yunho-ssi tiga puluh menit berselang nyonya kim datang karumah dengan seorang pria yang tinggi seusia tuan besar nyonya kim segera menuju ke kamar tuan besar mereka bertengkar hebat tapi saya tidak tau pasti apa yang mereka bicarakan selang beberapa waktu nyonya kim keluar dengan marah dan penuh emosi saya mendengan pintu berdebum keras membuat para maid berlarian menuju kamar tuan besar dan mendapati tuan  besar sedang kesakitan sambil memegang dadanya” air mata gadis muda itu keluar karena ia merasa sedih bagaimanapun tuan besar kim sangat baik dan adil pada semua orang yang bekerja padanya gadis muda itu melihat yoochun mengepalkan tangannya membuatnya takut ia mengenal yoochun merupakan sosok yang ramah pada semua orang
“apa mungkin kau mendengar sedikit saja percakapan mereka sulli-ssi?” Tanya yoochun
“saya mendengar nama tuan muda disebut yoochun-ssi sepertinya nyonya kim menginginkan hak asuh tuan muda jaejoong tapi entahlah bukankah mereka masih pasangan suami istri?” ucap sulli ragu
“apa ada hal lain yang kau ketahui sulli-ssi?” sulli menggeleng
“saya tidak terlalu ingat yoochun-ssi.. karena saat kami berlarian kami hanya ingin  menyelamatkan tuan besar” yoochun mengangguk dan segera beranjak
“gomawo sudah berusaha keras mulai sekarang laporkan apapaun padaku selama aku, yunho ataupun changmin tidak berada dirumah dan katakana perketat penjagaan” ucap yoochun datar

Flashback End –
.
Suasana ruang pemakaman kim siwon nampak silih berganti para pelayat yang ingin memberikan penghormatan pada pengusaha sukses itu rekan bisnis dan juga temannya silih berganti datang untuk berbelasungkawa disana nampak jaejoong yang yang mengenakan hanbok berwarna hitam dengan perut buncitnya disampingnya yunho, yoochun dan  juga changmin yang mengenakan pakaian serba hitam mereka ingin sekali menangisi kepergian appa kim namun mereka harus tegar karena jaejoong walaupun mata mereka sudah memerah menahan tangis tak ada air mata yang keluar

1 bulan kemudian –

Aktifitas di mension kim sudah kembali normal begitupun jaejoong yang sudah tampak ceria dari minggu – minggu lalu saat kepergian appa kim jaejoong selalu mengurung diri dan tiba – tiba menangis karena merindukan appa kim entah itu karena kehamilan atau karena sifat alamiah jaejoong
“boo.. kau sedang apa eum? Jangan terlalu lelah ne” yunho memeluk jaejoong dari belakang menghirup aroma vanilla jaejoong yang menjadi candu baginya
Jaejoong memutar bola matanya “aku sedang merangkai bunga bear dan ini tidak melelahkan” jawab jaejoong malas
“dimana changmin dan yoochun boo, aku belum melihat mereka pagi ini” Tanya yunho heran
“mereka sedang tidur bear” jawab  jaejoong santai sambil memasukkan bunga kedalam vas di depannya
Yunho mengangkat sebelah alisnya “tidur?”
“ne, mereka sepertinya bergadang semalaman entah mengerjakan apa membuat para maid kerepotan” jaejoong melirik yunho yang masih mengeryit bingung “para maid yang mengatakannya mereka berdua minta makan satu jam sekali membuat para maid bergadang karena mereka” yunho menganggukkan kepalanya
“mungkin mereka sedang mengerjakan salah satu proyek hingga lembur” jawab yunho asal dalam hati ia mengutuk kedua sahabatnya itu
“aku akan ke kamar mereka boo, lanjutkan merangkai bunganya ne” yunho mencuri satu kecupan di bibir kissable jaejoong
Setelah sampai di kamar changmin yunho tidak mendapati keduanya lalu ia menuju ruang rahasia changmin yang tersembunyi di balik rak buku

Krieet

Yunho mendapati bungkus snack bertebaran dan komputer – komputer yang menampilkan seluruh sisi rumah di luar maupun di dalam mension dan jangan lupakan kedua mahkluk yang sedang tidur saling memeluk kaki membuat yunho berdecak malas melihat kelakuan keduanya mata yunho teralih menuju meja yang ada di depan sofa dengan cepat yunho mengamati apa yang ada di dalam gambar itu pertama ahjumma kim, kedua tan hankyung, dan ketiga namja berambut ikal dan berkulit putih foto itu merupakan bagian dari cctv bandara di cina

“eoh yunho hyung kau disini” ucap changmin setengah mengantuk
“ne, kalian bergadang?” yunho mendudukkan dirinya di sofa coklat
“eoh ne, mereka tertangkap camera cctv bandara cina mataku hampir copot semalaman memandang cctv bandara beberapa Negara” changmin bangkit dan memunguti bantal dan juga guling yang tergeletak di lantai
“dia sangat cerdik, bahkan kita sangat sulit melacaknya sepertinya ada seseorang yang segaja membuat semua informasi menjadi kabur” gumam yunho
“ne hyung, dan lihatlah namja yang ada di belakang mereka adalah anak mereka hyung” changmin menunjuk namja berambut ikal dan berkulit putih di belakang kim heechul
“jinja? Bukankah anak ahjumma kim hanya boojae?” Tanya yunho heran
“kami awalnya juga tidak yakin yunho-ah, tapi setelah menyelidiki riwayat ahjumma kim kami menjadi sangat yakin jika namja itu adalah kakak dari jaejoongie” sahut yoochun yang sudah bangun dan mencomot cookies di atas meja
Changmin yang mengerti pandangan bingung yunho segera menyahut“kim heechul dan tan hankyung dulu sepasang kekasih lalu ahjumma kim hamil dan melahirkan dia namanya tan kyuhyun dia lahir di korea satu tahun sebelum jaejoongie lahir.. saat itu karena perjodohan yang sudah diatur oleh keluarga ahjumma kim dan juga appa kim mengharuskan hubungan heechul dan hankyung berakhir anak mereka dibawa oleh tan hankyung dan menetap di cina lalu appa siwon dan ahjumma kim menikah dan melahirkan jaejoongie” yunho terdiam
“jadi sekarang mereka tinggal bersama dan berencana menikah, saat itu ahjumma kim berencana mempertemukan jaejoongie dan tan kyuhyun pada hari kedatangan ahjumma kim ke mension dan hari itu pula kematian appa kim ia berniat mengambil jaejoongie untuk ikut dengan ahjumma kim untuk tinggal di cina” jelas yoochun

BRUG!!

Ketiga namja berbeda usia itu langsung menoleh kearah pintu geser dan mendapati jaejoong yang sudah terduduk sambil meringis memegangi perutnya

“BOO!”

“JAEJOONGIE!”'

“JOOGIE!”

Teriak ketiganya bersamaan
.
Tangisan bayi terdengar nyaring dia adalah anak laki – laki yang barusaja dilahirkan oleh jaejoong membuat yunho merasa sangat terharu jaejoong masih penuh peluh di keningnya dengan sayang yunho mengusap kening jaejoong
“gomawo boo” kecupan singkat mendarat di bibir jaejoong membuat jaejoong tersenyum kecil
“tuan jung dan nyonya anak kalian laki – laki” ucap dokter yang menangani jaejoong
“gomawo dokter”
Wajah jaejoong terlelap damai ia barusaja selesai menjalani operasi saecar yang memakan waktu satu jam
“anak kalian sangat tampan yunho ah” puji yoochun
“gomawo hyung.. aku sempat takut terjadi apa – apa pada jaejoongie saat mendengar pembicaraan kita”ucap yunho menatap nanar pada ranjang jaejoong
“aku juga berpikir hal yang sama yunho-ah” gumam yoochun
“sebaiknya kita berkata jujur pada jaejoongie” sahut changmin yang juga memandang  jaejoong yang masih tertidur


Tbc.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar