Minggu, 26 Maret 2017

My Virgin Chapter 3



Title     : My Virgin
Genre    : romance, NC21, GS
Length   : -               
Rate      : M
Main cast : yunjae etc.

Chapter 3
 


Jaejoong mematut dirinya di depan cermin hari ini adalah hari dimana ia akan resmi menjadi nyonya jung ia begitu bimbang dan resah tanpa alasan 

Derap langkah kaki bergema di belakang jaejoong “joongie? Kau sudah siap?”
Jaejoong mengangguk dan menatap appanya dengan dalam “appa.. apa yang kulakukan ini sudah benar?” tanya jaejoong pelan air matanya sudah akan menetes
“yah, bagaimana putri kecilku akan menangis di hari pernikahannya eoh? Appa bahagia jika kau bahagia joongie.. ingatlah kau tetaplah putri kecil appa yang sangat appa sayangi, jika kau telah menikah nanti kau bukan lagi tanggung jawab appa kau harus menuruti apa kata suamimu joongie” kim hyunjoong memeluk putrinya erat “kajja.. semua orang sudah menunggumu” jaejoong mengangguk kecil dan meraih tangan appanya

Jaejoong memejamkan matanya dan menghela nafas berat “saya bersedia..”
“kau boleh mencium pasanganmu” jaejoong membuka matanya saat yunho sudan membalik tubuhnya dan menciumnya dengan lembut

Cup.

Tepuk tangan riuh membahana di ruangan yang di hias serba putih itu membuatnya tampak sangat mewah

Para tamu sedang menikmati hidangan untuk resepsi megah sang CEO JUNG Group para rekan bisnis, selebritis, politisi, petinggi perusahaan hingga para kerabat jung suasana sangat meriah dan mewah membuat semua orang berdecak kagum dan jangan lupakan para wartawan yang berkerumun di depan gedung karena mereka tidak bisa memasuki gedung karena keamanan sangat ketat

Malam semakin larut tapi tak mengubah apapun pada pesta pernikahan yunho para tamu tampak sangat menikmati pesta hingga melupakan waktu yang telah mereka habiskan untuk sekedar berbincang

Yunho dan jaejoong menghampiri rekan bisnis yunho yang sedang berbincang kecil di meja
Seunghyun melihat yunho dan jaejoong menghampiri mereka membuatnya tertarik pada nyonya jung yang sangat cantik dan nampak masih polos “wahh.. jung yunho istrimu sangat cantik eoh” seunghyun menyeringai mesum kearah jaejoong membuat jaejoong beringsut di sebelah yunho

“kau benar seunghyun ah.. dia sangat seksi juga memiliki ukuran yang pas untuk-“ choi siwon memperhatikan dada jaejoong lalu melihat yunho dan meringis tidak meneruskan perkataannya yunho memandang  datar padanya membuatnya sedikit menyeringai
“nyonya jung.. kenapa kau merapatkan tubuhmu ke presdir jung apa kau takut eum?” seunghyun mencoba mengajak jaejoong berbicara namun diabaikan sepenuhnya oleh jaejoong yang lebih sibuk melihat para tamu lain
“apa dia sangat hebat di ranjang yunho ah” tanya jin yihan yang juga memandang mesum kearah jaejoong seolah ingin menelan bulat - bulat
“jangan menggodanya kalian belum tau jika dia mengamuk ” yunho terkekeh menatap ketiganya membuat jaejoong mendengus

Brak!

Pintu kamar yunho terbanting oleh tangan lentik jaejoong ia menatap marah pada yunho
Jaejoong duduk di tepi ranjang dengan perasaan bergemuruh marah ia melepas asal sepatunya “YAH! teman- temanmu sangat mesum jung!” sembur jaejoong
Yunho yang sudah melepas kemejanya hanya terkekeh santai “mereka memang seperti itu, hal lain selain bisnis adalah wanita dan seks kenapa kau semarah ini joongie”
“pantas saja kau sangat mesum dan juga licik jung!” sewot jaejoong tangannya merain resleting gaunnya namun kesusahan tiba- tiba tangan besar yunho membantunya membuat bulu kuduknya meremang seketika
“jika kau tidak masuk dalam perangkapku kau akan masuk perangkap mereka yang kukira jauh lebih kejam dari padaku joongie.. aku tidak membual tapi beginilah dunia bisnis” ucap yunho logis membuat jaejoong terdiam “terlepas dari itu sekarang kau adalah istriku jadi apapun itu mereka pasti akan berusaha merebutmu dariku.. jika kau tidak ingin masuk ke perangkap mereka sebaiknya kau tetap bertahan di sampingku” setelah membantu membuka resleting jaejoong yunho menuju kamar mandi
“yah.. apa maksudnya itu” gumam jaejoong ia melepas gaun putih itu dan menggantinya dengan bathrope sambil menunggu yunho selesai mandi ia membuka ponselnya dan melihat dua pesan membuat matanya melotot

Pesan pertama :
Goodnight jaejoong ah..
-choi siwon-

Pesan kedua :
Cantik, saranghaeyo !
-choi seughyun-

Jaejoong muak dan meletakkan ponselnya di meja nakas namun ponselnya berdering lagi membuatnya membuka pesan baru yang masuk

Pesan ketiga :
Jaejongie .. sedang apa?
-Jin Yihan-

Ceklek.

Yunho keluar dari kamar mandi dengan handuk masih tersampir di pinggangnya ia mengusak rambutnya yang basah dengan handuk yunho mengeryit melihat jaejoong yang membanting ponselnya ke ranjang “ada apa joongie?” tanya yunho

Jaejoong mendengus mendengar pertanyaan yunho ‘jadi ini yang dimaksud yunho tentang ketiganya yang akan berusaha merebutnya dari tangan yunho’ batin jaejoong

“aniya.. aku mau mandi” ucap jaejoong cuek sambil menuju kamar mandi
20 menit kemudian –
“kenapa kau masih belum menggunakan baju yunho?” tanya jaejoong heran
“yah! Kau pikir karena apa aku tidak berpakaian di malam pertama kita?” yunho menyeringai melihat jaejoong sedikit terkesiap
“j-jangan – jangan kau ingin melakukan ‘itu’ ?” jaejoong menyilangkan tangannya di depan dada dan meremat gaun tidur berwarna coklatnya
“yah jaejoongie .. ini malam pertama kita eum?” yunho berdecak melihat reaksi berlebihan jaejoong
“malam pertama apa! Kau bahkan sudah membobolku dua kali!” gerutu jaejoong
“kajja kemarilah” yunho menepuk ranjang king sizenya yang sangat nyaman
“tidak mau!” ketus jaejoong

namun tiba – tiba ia teringat bayangan appanya tadi pagi yang memberinya nasihat agar menuruti kata suaminya membuat jantungnya di remas ia menggeram marah dalam hati melihat senyum puas yunho yang melihatnya perlahan mendekat

bruk!

Tubuhnya terlentang pasrah diatas ranjang dengan yunho diatasnya …

.

.

“AHH AHH YUNHOOOOOOO!!” 
desahan seksi jaejoong memenuhi kamar yunho di susul

“AHH! JAEJOOOONG!!” 
desah yunho yang berteriak penuh  nikmat untuk kesekian kalinya 

“HAH .. HAH .. HAH..” 
deru nafas jaejoong tidak beraturan setelah kegiatan panas yang telah mereka lakukan tubuhnya penuh peluh dan lengket pada vaginanya perutnya terasa penuh di penuhi benih yang ditanam yunho tubuhnya di bobol beronde- ronde tanpa ampun hingga berakhir ia terkulai lemas dan membiarkan yunho berbuat sesukanya pada tubuhnya kakinya masih mengangkan lebar saat yunho mencabut benda kebangaannya dari holenya yang penuh cum




“kau sangat hebat yeobo” kekeh yunho saat melihat jaejoong yang masih belum bergerak dari posisinya ia bisa melihat keringat yang ada di tubuh jaejoong membuat jaejoong tampak sangat seksi
“apa kau menerima pesan dari mereka joongie?” tanya yunho pelan ia masih betah memandang hole mungil jaejoong yang memberinya kenikmatan luar biasa sedang mengeluarkan benihnya karena tidak mampu menahan banyaknya

Jaejoong mengangguk lucu “neh”

“jangan membalasnya, mereka akan semakin menjadi jika kau menanggapinya” yunho berguling dan terlentang di samping jaejoong lalu memiringkan tubuhya dan berbaring miring melihat paras cantik jaejoong yang sedang menerawang kelangit- langit
Jaejoong menoleh menatap yunho yang juga menatapnya“bagaimana jika aku bermain –main dengan salah satu dari mereka?” tanya jaejoong ia bisa melihat yunho yang bereaksi biasa saja
“terserah padamu joongie, aku hanya tidak ingin kau terluka.. mereka akan melakukan apa saja jika memiliki obsesi tidak perduli aku adalah rekan bisnisnya atau teman kecilnya” yunho mengubah posisinya menjadi terlentang dan menatap langit – langit
“kau teman mereka dari kecil?” tanya jaejoong
“ne, kami dulu sahabat aku, park yoochun, choi siwon, choi seunghyun dan jin yihan kami sekolah di Shinki elementary school, shinki junior high school hingga shinki senior high school kau tau bukan sekolah shiki adalah sekolah khusus keluarga bangsawan dan kolongmerat kami semua disana adalah pewaris hingga saat kami beranjak dewasa kami memegang kekuasaan dan kekayaan dari keluarga masing – masing dan saling bersaing dalam hal apapun semua yang kami persaingkan menjadi sebuah ambisi”
“jadi maksudmu sekarang ini aku dijadikan-..” yunho mengangguk
“ne.. jadi jika kau menyayangi appamu lebih baik kau bertahan disisiku joongie” mata yunho memberat dan tertidur tangan jaejoong mengelus pelan wajah tampan yunho
“benar apa yang dikatakan bibi han.. kau memang sosok yang hangat yunho ah” jantung jaejoong berdetak cepat melihat wajah tampan yunho yang sudah merebut ke virginannya juga hatinya ia membenarkan letak selimut dan matanya terpejam

Hawa dingin menembus gorden putih yang ada di kamar bernuansa merah dan hitam itu jaejoong menyipitkan matanya melihat yunho yang membuka sendiri korden di kamarnya hingga udara dingin segera merebak ke dalam kamar
“yah bangunlah joongie langit sangat cerah, kemarilah lihat” yunho membuka pintu kaca yang terhubung langsung ke balkon kamar yunho

Dengan langkah tertatih dan penampilan awut –awutan jangan lupakan tubunnya yang masih polos hanya terbungkus selimut yunho jaejoong melihat yunho yang mengenakan sweeter abu – abu dan celana bahan menatap kearah sekeliling mension megah yunho yang dipenuhi salju
“wahh pemandangan disini indah sekali yunho..” jaejoong menatap  salju diantara mension yunho yang dikelilingi hutan buatan
Yunho tersenyum dan menghampiri jaejoong lalu memeluknya dari belakang membuat jantung jaejoong berdetak lagi secara tidak beraturan “kau tidak kedinginan joongie? Bukankah kau tidak mengenakan apa – apa dibalik selimut ini?” yunho terkekeh pelan
“jangan menggodaku yunho ah” rengek jaejoong
“aigoo.. yeoppoda” yunho mencubit pelan pipi jaejoong lalu memeluk jaejoong lagi mereka melihat pemandangan indah ini bersama
“ini pertama kalinya aku seperti ini” gumam yunho
“pembohong! Bukankah kau bermain dengan banyak wanita eoh!” cibir jaejoong
“aku memang bercinta dengan mereka joongie, tapi aku tidak memperlakukan mereka dengan manis bagiku setelah seks selesai urusan kita telah usai” jawab yunho santai membuat jaejoong mendengus
“jadi setelah memanfaatkan mereka kau membuangnya! Kau sungguh kejam!” seloroh jaejoong
“aku pebisnis sejati joongie, dan give and take itu biasa” tangan yunho menyelinap ke dalam selimut dan mengelus pelan perut jaejoong membuat jaejoong merinding
“yah! Kau pikir wanita itu barang! Bagaimana jika mereka mengandung benihmu eoh . apa kau akan melenyapkannya juga!” sembur jaejoong
“tentu, itu adalah aturan mutlakku joongie.. lagipula itu tidak akan terjadi pada mereka” jawab yunho santai
Jaejoong merasa pusing berdebat dengan yunho ia melepas paksa pelukan yunho dan memandang tajam wajah tampan itu “bagaimana jika aku yang mengandung benihmu? Apa kau akan melenyapkankau?”

Brak!

Pintu kaca itu tertutup meninggalkan yunho yang sendirian menatap indahnya salju “tentu saja tidak joongie.. karena kau berbeda” gumam yunho


Tbc.

Minggu, 19 Maret 2017

My Virgin Chapter 2



Title     : My Virgin
Genre    : romance, NC21, GS
Length   : -               
Rate     : M
Main cast : yunjae etc.

Chapter 2


yunho sudah selesai mandi dia hanya menggunakan bathrope dan duduk di dekat ranjangnya jaejoong masih terlelap dengan tubuh polos yang hanya tertutupi selimutnya 

BUKK!

tubuh jaejoong berubah posisi menjadi menyamping hingga punggung mulus yang di hiasi bercak buatannya terpampang nyata diliriknya sprey putih yang ternoda darah dan juga bekas spermanya

“dia benar – benar cantik walaupun sedang tertidur” ditariknya selimut itu dan menyampirkan ke tubuh jaejoong hingga tubuhnya tertutupi dengan nyaman
Yunho membuka gorden kamarnya menampakkan pagi yang indah di mension jung “ugh.. hoaaam..  ini masih pagi appa, aku mau tidur jangan bangunkan aku” gumam jaejoong membuat yunho tertawa pelan diraihnya dasi yang tadi diletakkan di meja nakas dan memakainya sambil menikmati pemandangan jaejoong yang masih terlelap
.
.
“ukh! Badanku sakit semua” jaejoong mengucek matanya untuk menghilangkan kantuk diliriknya jam di meja nakas menunjukkan  pukul 12.00 membuat matanya melotot “MWOYAHHH!!”

Gubrak !

Bruk!

Seorang perempuan paruh baya tergopoh masuk ke dalam kamar yunho membuat jaejoong beringsut di sandaran ranjang dan segera menutupi tubuhnya dengan selimut

“ada apa nona?”
“ahh maaf bibi jika aku mengagetkanmu” wanita tua itu sedikit tersenyum pada jaejoong
Jaejoong  menununjuk jam kecil berwarna putih di meja nakas “bibi siapa? Dan apa jam ini tidak rusak bibi?”
“saya bibi han nona anda bisa memanggil saya seperti itu saya pengasuh tuan muda sejak kecil dan jam itu tidak rusak ini memang sudah jam makan siang” jaejoong meringis membayangkan berapa lama ia tertidur salahkan yunho yang membobolnya hingga subuh
“apa yunho sudah berangkat ke kantor bibi han?”
“ne, tuan muda sudan berangkat sejak pagi ia ada rapat dan menitipkan pesan untuk anda agar makan lebih dulu sebelum pulang” jaejoong mengangguk anggukan kepalanya imut tangannya masih mencengkram selimut yunho
“apa malam kalian sangat panjang hingga anda terbangun siang hari seperti ini nona” jaejoong bersemu merah di goda bibi han
“ahh bibi .. jangan menggodaku seperti itu” rengek jaejoong
“apa yunho pernah membawa wanita kerumahnya bibi?” tanya jaejoong
bibi han tersenyum dan duduk di tepi ranjang “tidak pernah, tuan muda menjadi orang yang begitu dingin sejak kematian kedua orang tuanya saat tuan muda masih sangat muda ia di tuntut untuk memikul beban berat menjalankan perusahaan dan juga mengurus adiknya”
“yunho memiliki adik? Kenapa tidak pernah terdengar oleh media bibi?” tanya jaejoong penasaran
“karena tuan muda yunho sangat menyayangi adiknya ia tidak mau adiknya mengalami nasib yang sama seperti orang tuanya”
“j-jadi maksud bibi orang tua yunho meninggal gara- gara persaingan bisnis?” bibi han mengangguk membuat jaejoong terkejut dan membekap mulutnya
“dan anda adalah wanita pertama yang pernah bermalam di kamar tuan muda nona- ” bibi han tersenyum dan membelai rambut jaejoong yang berantakkan
“namaku jaejoong bibi” jaejoong tersenyum pada wanita paruh baya itu
“jangan memandang tuan muda sebagai orang yang jahat nona, dia hanya melindungi diri dengan berperilaku dingin dan kejam padahal di lubuk hatinya ia seorang yang sangat hangat dan ramah” jaejoong mulai mengerti bahwa bibi han mengetahui bahwa ia membenci yunho
“bibi.. aku lapar..” bibi han tertawa mendengar permintaan jaejoong layaknya bocah berusia lima tahun yang minta permen
“baiklah semuanya sudah siap di meja makan anda tinggal makan sebaiknya anda mandi dulu nona” jaejoong meringis ia memunguti pakaian dan baju dalamnya dan terus mengeratkan selimut yunho yang dipegangnya menuju kamar mandi
Bibi han akan mengganti sprey dan menatap terkejut bercak darah di sprey milik tuan mudanya “dia menyerahkannya pada tuan muda” gumam bibi han
.
.

Jaejoong melangkahkan kakinya di rumahnya nampak sepi seperti biasa para pelayan pasti di kediaman belakang dan appanya masih belum pulang ia bergegas menaiki tangga tapi kewanitaannya terasa nyeri
“dasar yunho sialan! Ini sangat sakit!” umpat jaejoong

Brak!

Pintu kamar mandinya tertutup dengan keras ia melampiaskan kekesalannya hatinya bergemuruh juga menahan nyeri di vaginanya

.
.
.

“haaaah.. aku sudah menyerahkannya aku benar – benar kotor sekarang” jaejoong terlentang di tengah ranjang queen sizenya sambil memandang langit- langit kamarnya “umma .. tindakanku ini sudah benar kan?” air mata kurang ajar itu jatuh dari kelopak mata doe jaejoong
“haaaah gwencana.. ini sudah benar” jaejoong menghibur dirinya sendiri ia masuk ke dalam kamar mandi dan melucuti semua pakaiannya di pandangnya tubuhnya yang banyak sekali bercak merah di bagian tubuh depan dan tubuh belakangnya “dia benar- benar maniak, tubuhku seperti macan tutul begini huweeee” raung jaejoong dengan frustasi ia mengguyur tubuhnya dengan air dingin menghilangkan fikiran tentang kejadian yang dilakukannya bersama yunho

Beberapa hari berlalu tidak terasa jaejoong mulai menjalani hari- harinya seperti biasa kuliah dan juga shopping beberapa hari pula yunho tidak menghubunginya sejak kejadian ‘itu’ tapi nampaknya ia tidak bisa bernafas lega karena yunho benar –benar membuktikan apa yang di katakannya dalam sekejap perusahaan appanya telah selamat dari krisis dan juga dalam sekejap pula appanya menyuruhnya untuk segera menikah dengan yunho entah karena alasan apa hingga yunho berhasil membujuk appanya juga puncaknya media secara heboh memberitakan tanggal pernikahan yang bahkan ia sendiri masih bingung kenapa begitu cepat dan tiba- tiba.

Jaejoong keluar dari mobil sportnya ia melangkahkan kaki jenjangnya di dong bang univercity tempatnya menuntut ilmu disetiap langkah kakinya ia selalu di perhatikan oleh semua orang ia masih bingung kenapa semua orang memandangnya dengan pandangan memuja
“joongie!” jaejoong menoleh ke arah kanan mengikuti sumber suara yang memanggilnya disana nampak junsu yang sedang melambai ia tampak sangat mecolok dengam tubuh seksinya ia berlari kecil menuju sahabat dari kecilnya
“tidak perlu berteriak suie semua orang memperhatikanku eoh!” gerutu jaejoong membuat junsu memutar bola matanya jengah
“mereka tidak memperhatikanmu karena teriaknku paboya! Mereka melihatmu karena kau akan menikah dengan CEO tampan dan terkenal seperti JUNG-“ mulut junsu di bekap oleh jaejoong ia menggeret junsu hingga masuk ke dalam kelas
“jangan membahasnya! Kepalaku pusing suie” jaejoong mengedipkan matanya melihat reaksi jaejoong
“yah! Jika kau jadi kau aku akan sangat bahagia. Kau ini kenapa eoh?” jaejoong mengrucutkan bibirnya
“kau saja yang menikah eoh!” jawab jaejoong asal ia mendudukkan dirinnya di salah satu kursi yang ada dalam kelas
“kau akan menjadi ny.jung di usia muda, wahh daebak!” girang junsu
‘daebak apanya! Dia sangat mesum jika kau tau itu’ batin jaejoong
.
.
Dengan menggunakan skinny jeans ketat dan juga kaos v-neck berwarna baby pink di padu dengan jaket kulit keluaran terbaru dengan kualitas yang fantastis jaejoong melangkahkan kakinya yang dibalut heels dengan langkah pasti ia ingin sekali menyiram wajah tampan yunho dengan segelas air dadanya bergemuruh

“sajangnim.. jaejoong ssi ingin menemui anda” ucap boa sambil memegang gagang telfonnya
suruh dia masuk” jawab yunho di seberang line telfon
“mari jaejoong ssi.. silahkan masuk” boa membukakan pintu dan mempersilahkan jaejoong masuk dengan wajah datar jaejoong masuk dan memandang yunho yang masih sibuk di balik meja kerjanya walaupun terluhat sangat tampan tapi tidak mengurangi kekesalannya pada pria bermata musang itu
“YAH JUNGYUNHO! APA MAKSUDMU!” boa yang hampir menutup pintu sangat terkejut matanya melotot mendengar teriakan jaejoong ia sempat melirik presdirnya yang tersenyum kecil membuatnya bingung sejak kapan presdirnya mau menerima kata- kata kasar dari orang lain setaunya orang yang seperti itu tidak akan selamat
“duduklah joongie.. kau marah- marah hanya akan membuatmu lelah chagiya  ” yunho meraih remote yang ada di laci meja kerjanya dan

Bip.

Ruangan yunho yang di dominasi kaca transparan otomatis tertutup dan pintu secara otomatis terkunci membuat jaejoong sedikit panik
“yah! Kenapa kau mengunci pintunya dan kenapa semuanya jadi tertutup eoh!” protes jaejoong membuat yunho beranjak dari mejanya dan menghampiri wanita cantik itu membawanya ke sofa dan segera menindihnya
“kau harus tau joongie, jika mulutmu ini berkata tidak sopan kepadaku aku akan-..” yunho menghentikan ucapannya dan melihat pandangan menantang jaejoong membuatnya menyeringai “sepertinya kau memang kucing yang bandel” tangan yunho sudah membuka jaket kulit jaejoong dan melemparnya asal membuat jaejoong meronta
“apa maksudmu yunho!” jaejoong meronta namun tenaganya tidak cukup kuat di banding yunho

Tangan terampil yunho sudah menyingkap kaos baby pink jaejoong dan membuangnya asal membuat jaejoong hanya terbalut bra dan celana yang masih menempel “kau datang sendiri kemari jadi itu artinya kau menyerahkan dirimu, apa aku salah joongie?” dengan sekali sentak tangan yunho sudah melepas  celananya hingga tubuh jaejoong di terpa hawa dingin tubuhnya hanya memakai bra dan juga celana dalam jangan lupakan heels yang masih terpakai membuat jaejoong tampak sangat menggoda

“yah yunho apa yang kau lakukan!” jaejoong mencoba beringsut di sudut sofa namun kakinya di tarik hingga terlentang dengan kaki mengangkang lebar
“aku hanya ingin bersenang – senang joongie.. kau lihat tumpukan dokumen itu membuat otot- ototku kaku jadi aku butuh sedikit berolah raga” yunho melonggarkan dasinya dan segera melepasnya “kau memang sangat seksi nae sarang..” tangan yunho meraih ikatan bra jaejoong dan melepasnya ditariknya dasi yang melingkar di lehernya
“aku akan membuatmu semakin seksi dengan mengikatmu seperti ini joongie, kau harus jadi kucing yang baik arrachi?” kedua tangan jaejoong sudah terikat dan diarahkan keatas
“kau memang brengsek jung yunho!” kedua kaki jaejoong mecoba menendang yunho namun segera di tangkap oleh tangan yunho
“ugh … kau sudah tidak sabar ne” yunho lebih melebarkan kedua paha jaejoong hingga kaki kanan jaejoong tersampir apik di sandaran sofa

Dengan segera di lucutinya pakaiannya sendiri sambil memandang jaejoong yang membuang muka “aku lebih suka berdiskusi sambil bercinta jadi katakan apa yang kau pikirkan joongie” yunho sudah total naked dan berjongkok di antara kedua kaki jaejoong membuat jaejoong merasakan pipinya panas

Yunho menciumi selakangan jaejoong tanpa menyentuh miik jaejoong yang sudah terangsang hebat jemari yunho mengelus pelan clitoris jaejoong membuat pemiliknya menggelinjang dan mendesah lidah nakal yunho mengulum bagian sensitifnya di balik celana dalamnya “ahhh” desah jaejoong tidak kuat menahan godaan yunho jemari itu menarik celana dalam pink itu dengan santai dan melemparnya asal jaejoong hanya bisa pasrah menatap celana dalamnya yang di buang asal oleh yunho
“dia sangat mengganggu kau jauh lebih indah jika seperti ini joongie”jaejoong mendengus membuat yunho terkekeh pelan




Jaejoong memicingkan matanya dan mendesis pada yunho“kau! AHH AHHH” yunho mulai mengulum clitorisnya dengan ganas membuatnya mendesah dan mendesah lagi tanpa ampun hingga yunho menyudahiya dan berada di atas tubuhnya lalu menciumnya dengan intens
“ughh.. ehhmm AHH AHH AHHH” desah jaejoong saat bibir hati yunho mengerjai bibir cherrynya tangan nakal yunho memilin nipple nya yang sudah menegang dan tangan kirinya mengerjai klitorisnya lagi membuat jaejoong tak berhenti mendesah tatkala ia dimanjakan di ketiga sisi sensitifnya
“ahh uhmhh.. yunhoohhh” nafas jaejoong nampak tersengal dan matanya terpejam ia sungguh sangat dimanjakan oleh yunho hingga kepalanya berputar- putar tak mampu menahan kenikmatan



Jaejoong terkulai lemas di sofa cum yunho berceceran di sekitar vagina jaejoong dan jangan lupakan rembesannya yang mengotori sofa coklat itu kakinya masih mengangkang dan tangannya masih terikat di atas nafasnya masih tidak teratur karena percintaan hebat yang telah mereka lakukan barusan jaejoong melirik yunho yang sedang mengenakan pakaiannya kembali dengan santai dan setelah ia berpakaian lengkap di lepasnya dasi yang mengikat tangan jaejoong
“gomawo joongie” yunho merendahkan tubuhnya

Cup

Dikecupnya sekilas bibir jaejoong yang membengkak karena ulahnya
“kau! Kenapa appa bisa langsung menyetujuimu!”  jaejoong menurunkan kaki kanannya yang masih tersampir di sandaran sofa vaginanya berdenyut nyeri dan juga lengket yunho yang tau jaejoong merasa risih segera beranjak menuju kamar mandi dengan membawa handuk yang sudah di basahinya dengan air
Dengan sabar yunho membuka paha jaejoong dan mengelapnya sambil berkata “appamu sangat senang saat tau aku akan menikahimu jadi aku harus bagaimana eoh?” jaejoong mendengus mendengar jawaban yunho
“kau pasti bohong jung!” ketus jaejoong ia melirik yunho yang masih dengan telaten membersihkannya
“lalu kenapa kau bertanya jika kau tidak mempercayaiku, bukankah kau lebih baik bertanya pada appamu eoh? Atau jangan – jangan ini hanya alasanmu ingin bertemu denganku” yunho menyeringai kearah jaejoong
“YAH! Kau percaya diri sekali!” protes jaejoong
“baiklah sudah selesai, kau mau pakai baju atau tidak tapi.. lebih baik kau tidak memakai baju karena kau sangat seksi jika seperti ini” jaejoong melempar bantal sofa pada yunho namun sayang yunho sangat cepat menangkapnya
“aw.. kau sangat menggoda saat sedang marah seperti ini jaejoongie” yunho terkekeh kecil
“dasar mesum!” ketus jaejoong

Tok

Tok

Tok

Keduanya menoleh kearah pintu yang di ketuk dari luar
“mhiane presdir, tapi tuan jung changmin ingin menemui anda” ucap boa membuat yunho sedikit terjekut namun segera melemaskan ekspresinya ia mengambil remote dan menekan tombol merah
“ne tunggu lima menit lagi boa, katakana padanya” jawab yunho
“ne presdir” jawab boa sopan
Ia melirik jaejoong yang memandang nya dengan ekspresi bingung “dia adikku joongie, apa kau tidak ingin berpakaian?” Tanya yunho santai menyadarkan jaejoong dari keterpukauannya dengan cepat di pakaiannya pakaiannya dan merapikan tatanan rambutnya hingga ia tampak setidaknya sedikit normal
“prefect” jaejoong menatap yunho yang sedari tadi memandangnya
“bukalah pintunya aku sudah selesai” ucap jaejoong
Yunho terkekeh kecil “kau santai saja, dia tidak menakutkan”
jaejoong mendengus kecil  dan menyibakkan rambutnya kebelakang “apa aku tampak takut eoh?” seloroh jaejoong membuat yunho tertawa dengan pelan di tekannya tombol pada remot yang di pegangnya dan semua tirai terbuka hingga ia bisa melihat pemuda jangkung yang sedang memakan kripik kentangnya dengan santai di dekat pintu

Klik.

Pintu yang semula terkunci sudah terbuka otomatis dan masuklah pemuda jangkung dengan wajah kekanakan yang tidak bisa dipungkiri sangat tampan seperti yunho batin jaejoong
“yah hyung kenapa lama sekali eoh! Kau membuat kakiku kesemutan!” protes pemuda jangkung itu yang nampaknya tidak sadar jika jaejoong juga sedang berada disana memperhatikan interaksi keduanya
“mhiane.. tadi sedikit ada urusan Minnie, tumben sekali kau kesini eoh?” yunho sudah duduk santai sambil memasang kembali dasinya
“kenapa penampilanmu tidak perfect seperti biasanya hyung? Kau tampak aneh” yunho terkekeh kecil mendengar komentar adiknya
“aku baru saja berolah raga min” yunho melirik jaejoong yang sudah duduk santai dengan kaki yang disilangkan

Krauk!

krauk!

Dengan santai changmin mengunyah keripik yang ada di tangannya ia mendudukkan badannya di kursi di depan meja hyungnya “hyung apa kabar yang ada di berita itu benar?” yunho menaikkan alisnya
“kabar yang mana? Kabar tentang hyungmu yang super duper tampan atau kabar tentang bisnis jung yang mengalami peningkatan pesat?” jaejoong ingin sekali mengguyur wajah yunho dengan air yang ada di meja melihat yunho yang begitu menyombongkan diri yang sialnya semua adalah kenyataan
Changmin menghela nafas melihat ke babo an hyungnya “bukan yang itu hyung.. yang kabar kau akan menikah dengan yeoja bermarga kim itu”
dengan santai yunho membuka dokumennya yang sempat tertunda karena jaejoong “ohh itu, benar aku akan menikah minggu depan” ucap yunho santai membuat keduanya melotot kaget terutama jaejoong
“YAH! KENAPA KAU MEMUTUSKANNYA SENDIRI JUNG!” teriak jaejoong membuat changmin kaget hingga kripik yang dipegangnya terlepas
Changmin melotot menunjuk jaejoong “mwoya! Sejak kapan dia disini hyung!”
Yunho melirik sekilas keduanya yang sedang saling menatap “baiklah kuperkenalkan, ini changmin dia adikku dan dia kim jaejoong yeoja yang kau sebut tadi minnie” changmin mengangguk mengerti begitu juga dengan jaejoong yang melirik changmin dengan seksama “baiklah jika kalian akan protes nanti saja ayo kita makan dulu aku yakin kalian juga lapar” yunho tau jika keduanya akan protes segera ia mengenggam tangan keduanya dan berjalan keluar
“aku bisa sendiri hyung!” protes changmin membuat yunho tertawa
“aku juga bisa berjalan sendiri yun, lepas!” ronta jaejoong tidak di gubris oleh yunho
Yunho menaikkan alisnya saat melihat jaejoong melenggang menaiki lift untuk para karyawan yang bersebelahan dengan lift khusus para petinggi “kau mau kemana joongie?”
“tentu saja naik lift” ucap jaejoong polos membuat changmin menahan tawa
“maksud hyungku kenapa kau akan naik lift itu, kemarilah naik lift ini” sahut changmin
Di dalam lift tidak ada yang memulai pembicaraan membuat jaejoong bosan “kenapa lift ini sepi sekali?” tanya jaejoong
“lift ini khusus para petinggi perusahaan joongie, jadi tidak sembarang orang bisa masuk” jawab yunho

TING !

Sesampainya di kantin Jung group mereka disambut dengan tatapan antusias membuat jaejoong sangat malu ia berjalan di tengah kedua pria tampan membuatnya mendapat tatapan sadis dari para yeoja, mereka bertiga duduk di meja yang di gunakan untuk para petinggi perusahaan dilihat dari interior yang sangat mewah menandakan ruangan yang bersekat kaca ini memiliki tingakatan lebih di banding kantin yang di gunakan oleh karyawan jung
“aku ini ini ini dan ini” changmin menyerahkan daftar  menu itu pada pelayan itu
“aku ini” yunho menunjuk salah satu menu dengan asal ia melirik jaejoong yang masih duduk dengan santai “joongie pilih saja yang ingin kau coba”
Jaejoong melirik sekilas buku menu dan menunjuk tak kalah asal dari yunho “aku ini”
“apa kau hamil ahjumma?” tanya changmin santaiia melirik jaejoong yang tidak bereaksi “yah! Ahjumma aku bertanya padamu” changmin mentoel lengan jaejoong membuat sang empu melotot
“apa kau bilang! Ahjumma!” protes jaejoong
“ne, kau ahjumma!” changmin berkata dengan santai membuat jaejoong marah hingga tangannya akan menjambak rambut changmin namun tangannya di tahan yunho
“kau akan mempermalukan dirimu sendiri joongie, jangan berbuat ulah” yunho melepas tangan jaejoong
Jaejoong melihat semua orang yang menatapnya di balik kaca lalu melirik changmin yang menjulurkan lidahnya “lihat! Dia mengolokku yun” adu jaejoong entah sejak kapan dirinya menjadi nyaman jika berada dalam perlindungan yunho
“min, hentikan” changmin langsung merubah ekspresinya menjadi cemberut membuat jaejoong menyeringai kearah changmin
Mereka bertiga makan dengan santai sesekali mengobrol kecil
“jadi kenapa kalian mendadak sekali menikah eoh?” changmin memasukkan potongan daging kemulutnya dengan lahap
“aku hanya ingin memepercepatnya” jawab yunho santai
“dan aku tidak hamil” sahut jaejoong
“yeah setidaknya belum” jaejoong tersedak mendengar omongan changmin
“apa maksudmu eoh!” protes jaejoong
“yah ahjumma! Kau pikir aku masih bocah tidak tau kissmark di lehermu.. hyungku pasti memaksamu kan” changmin menyeringai melihat wajah jaejoong berubah memerah
“aku tidak memaksanya min, aku hanya membuat beberapan kesepakatan dia yang membuka pahanya sendiri” ucap yunho membuat jaejoong semakin memerah hingga ke telinga saking malunya
“woahh.. kau hebat ahjumma, hyungku ini sangat pintar aniya?”
“YAH! Berhenti berbicara mesum di meja makan!” teriak jaejoong membuat kedua jung itu tertawa



Tbc.