Jumat, 10 Februari 2017

MINE chapter 5



Title                 : MINE
Genre              : angst, romance
Length             : -
Rate                 : M
Main cast        : yunjae etc.

Chapter 5



Jaejoong keluar dari mobilnya ia sampai beberapa menit yang lalu ia sampai di mension kim ia melihat betapa megahnya bangunan rumah yang ditinggalinya selama dua puluh tahun sejak ia lahir kedunia ia dibesarkan di rumah ini. 

Dulu keluarganya sangat bahagia ia, appanya, ummanya, juga yunho dan changmin yang ikut tinggal sejak beberapa tahun yang lalu tapi hidupnya berubah saat ummanya memutuskan untuk kembali menjalani karirnya menjadi designer yang namanya perlahan mulai menaik lagi setelah memutuskan rehat karena membesarkannya terhitung tujuh tahun ummanya sudah mulai jarang dirumah dan puncaknya adalah satu tahun terakhir ummanya menjadi sosok yang berbeda dan pulang ke mension kim hanya beberapa kali dalam sebulan hal itu perlahan membuatnya terbiasa akan kehilangan sosok ummaya dan sekarang ia tahu kenapa alasan ummanya seperti itu

‘umma.. aku berjanji akan mandiri dan tidak akan merepotkanmu aku akan menjadga appa bagiku ummaku sudah tidak ada dan hanya ada appa, appa yang sangat menyayangiku dengan sangat tulus bahkan aku baru menyadarinya aku memang bodoh sangat bodoh dan satu lagi apapun pendapatmu nanti tentang aku dan yunho aku sudah tidak perduli’ ucap jaejoong dalam hati

“eoh tuan muda, anda sudah pulang?” tanya ahjumma choi kepala pelayan juga pengasuhnya sejak masih kecil
“ne ahjumma.. bogoshipo” jaejoong memeluk orang yang disayanginya itu erat seperti mengerti pengasuhnya itu menepuk pundak jaejoong pelan
“nado bogoshipo tuan muda, apa kau ingin teh madu?” jaejoong mengangguk ia butuh menyegarkan pikirannya
“ne.. tuan muda tunggu di taman, aku akan menyiapkannya ne” jaejoong tersenyum
“ne ahjumma.. gomawo”
“ah ne.. yunho tadi mencarimu tuan muda” jaejoong nampak terkejut
“jinja? Dimana dia?” ahjumma choi menunjuk dengan dagunya membuat jaejoong menoleh
“ah ne, aku akan kesana” jaejoong  berjalan menuju yunho

“kau baru pulang boo?” tanya yunho
“ne, aku menginap dirumah suie” yunho tau jaejoong  berbohong sorot mata jaejoong menunjukkan luka 

Set

Yunho menggeser duduknya dan memeluk jaejoong tak berapa lama isakan lirih terdengar dan ia merasa dadanya basah karena air mata jaejoong
“lupakan apa yang menyakitimu boo, jangan pernah mengingatnya lagi..” ucap yunho
“hiks.. hiks..”
“aku tau, kau mungkin sudah mengetahui kebenarannya” jaejoong mengangguk dan semakin terisak
“hikss. Hikss.. hikss” jaejoong meremas kemeja yunho hingga kusut
“mhiane .. jika aku mengatakan ini, kumohon kau mengerti boo..”
“mian mengganggumu tuan muda ini teh madunya” yunho mengangguk dan ahjumma choi meletakkan dua cangkir teh madu yang dibuatnya
“gomawo ahjumma” ahjumma choi mengangguk dan segera beranjak
“appamu sudah mengetahui perselingkuhan ummamu dari awal” jaejoong menatap yunho
“jinja? Kenapa appa diam saja?” tanya jaejoong yunho menarik jaejoong kedalam pelukannya
“appamu ingin tau sejauh apa yang dilakukan ummamu, dan ia menugaskanku dan changmin tugas kami berbeda aku mengawasimu dan changmin mengawasi ummamu” jaejoong mendengarkan yunho dengan seksama
“mengawasiku?” tanya jaejoong heran
“appamu takut jika terjadi sesuatu buruk padamu”
“sesuatu buruk? Apa maksudmu yunnie?” tanya jaejoong
“sesuatu buruk yang bisa membuatmu hilang dari dunia ini, aku tidak ingin mengatakannya tapi inilah yang paling buruk yang bisa terjadi.. dan juga kesehatan appamu akhir- akhir ini sedikit menurun” ucap yunho pelan
“mwo? Kenapa aku tidak tau ini yunnie ah? Anak macam apa aku ini hiks .. hiks” jaejoong mulai terisak lagi
“appamu ingin merahasiakannya, kumohon kau berpura- puralah tidak mengetahui ini” jaejoong mengangguk
“apalagi yang appa sembunyikan dariku yunnie” air mata jaejoong mulai bercucuran
“inti dari pembicaraan kita adalah aku ingin kau merahasiakan apa yang kau ketahui boo, aku tidak ingin usaha appamu menjadi sia- sia” mata jaejoong mulai berkaca- kaca
“jadi maksudmu aku harus diam saja saat aku tau perbuatan ummaku seperti itu?” jaejoong memandang tidak percaya
“aku tau ini menyakitkan.. tapi kumohon boo.. bersabarlah” jaejoong menangis keras tangannya di genggam yunho dengan erat
“ne aku berjanji demi appa” ucap jaejoong mantap
“jja.. hapus ingusmu boo” goda yunho
“yah!!” teriak jaejoong
.
.
“umma pulaaaang” teriak umma kim ceria membuat jaejoong menoleh kearah ummanya
“eoh joongie, kau sedang apa ?” tanya umma kim
“menonton drama” jawab jaejoong singkat ia meneruskan menonton tv dan mengemil
“yah! Kenapa mataku bengkak begini eoh?” teriak umma kim heboh dipegangnya wajah anaknya tapi segera di tepis
“aku menonton drama yang menyedikan dan menangisinya” jawab jaejoong membuat umma kim terbahak
“aigoo.. kukira kau kenapa joongie.. jangan terlalu sering menonton drama sedih matamu bisa jelek jika terus menangis” ucap umma kim asal ia mendudukkan dirinya di sebelah anaknya dan ikut ngemil
“umma dari mana?” tanya jaejoong santai
“umma dari kantor, aigoo.. tubuh umma rasanya kaku sekali banyak sekali pekerjaan dikantor” keluh umma kim

‘bohong! Dasar pembohong! Kau dari hotel dengan pria itu dan tubuhmu sakit bukan karena pekerjaan tapi karena kalia bercinta semalam!’ gerutu jaejoong dalam hati

“ohh.. begitu, kurasa wajar jika kau begitu lelah umma designer terkenal dengan jam terbang yang tinggi pasti tidak akan memiliki waktu luang untuk bersantai” jaejoong memakan keripiknya dengan beringas membuat umma kim heran
“ahh begitulah jaejoongie.. umma sangat menikmatinya” jawab umma kim bahagia
“apa appa baik- baik saja umma?” pancing jaejoong
“ne dia baik – baik saja” jawab umma kim sekenanya membuat jaejoong mendengus
“kudengar appa barusaja pingsan karena kelehan” bohong jaejoong membuat umma kim langsung menoleh
“mwo? Benarkah? Ahh itu mungkin umma lupa memberitahumu” paras cantik itu nampak menjawab dengan ragu “aku ingin tidur, aku ngantuk sekali.. hoaaam” umma kim beranjak dari sofa jaejoong berpura- pura memperhatikan tv setelah agak jauh dari sofa ia menoleh kearah ummanya benar saja cara jalan ummanya sama sepertinya saat ia setelah bercinta dengan yunho
“huh. Dasar! Aku tidak akan mudah ditipu” mulut jaejoong berkomat – kamit membuat yunho tertawa
“apa yang mulut ini gerutui eoh” yunho mengapit mulut jaejoong dengan jarinya membuat jaejoong memicing
“dari mana eoh!” jaejoong bersidekap
“dari ruang kerja appamu boo, bersama changmin” yunho menggelengkan kepalanya melihat sifat kekanakan jaejoong
“bersama changmin?! Awas saja jika kalian selingkuh dibelakangku” yunho tertawa melihat jaejoong
“aku dan changmin? Kira- kira siapa yang jadi uke boo diantara kami?” tanya yunho usil jaejoong nampak berpikir dan bergidik
“oh my god! Aku tidak bisa membayagkan saat kalian bercinta siapa yang ditusuk!” yunho membekap mulut jaejoong saat changmin tiba – tiba melintas
“kau ini boo.. jika changmin mendengarmu mengatakan hal – hal jorok kau akan diintrogasi hingga pagi” bisik yunho membuat jaejoong mengangguk
“OMO!! JAEJOOONG!! CEMILANKUUUUUU!!!” teriak changmin frustasi
“mhiane .. aku kelaparan min hyung.. hehe” jawab jaejoong cengengesan
“aigooo .. kekasihkuu” changmin memeluk beberapa bungkus snack yang masih utuh “aku akan menyelamatkanmu dari monster jaejoong” ucap changmin lebay
“yah! Aku akan menggantinya nanti.. jja berikan padaku!” jaejoong mengulurkan tangannya kearah changmin
“changmiiin ..” panggil yunho
“ne ne.. makanlah sepuasmu” changmin memberikan snack yang ada dipelukannya ia takut tatapan yunho sangat mengerikan lagipula ia tidak bodoh ia tau jaejoong sedang sedih karena mengetahui kenyataan yang sebenarnya
“gowamo .. yunnie akan menggantinya nanti, iya kan yunnie ah?” jaejoong menatap yunho dengan berkedip – kedip lucu
“aishh .. kau menggunakan jurusmu, kau curang” gerutu yunho
“ne kupastikan menagihnya kepadamu yunho hyung” changmin mendaratkan buttnya asal kearah kursi
“sudah lama sekali kita tidak pernah memancing ne” ujar changmin
“ne, aku jadi ingin memancing” sahut jaejoong
“yah! Kau yang paling payah dalam menangkap ikan jaejoong ah” ejek changmin
“yah! Apa maskudmu, walaupun benar tapi ada yunnie yang selalu mejadi juara saat memancing ikan huh!” jaejoong mehrong kearag changmin membuat yunho tertawa
“kita besok bisa pergi memancing, bukankah besok akhir pekan” ucap yunho diangguki keduanya
“kalau begitu aku akan mengajak appa, ia pasti senang jika memancing bersama”
“ne” jawab yunho dan changmin mereka senang jaejoong sudah nampak lebih baik
.
.
“appa.. bukankah udaranya sangat segar?” jaejoong menggandeng siwon dan berjalan dengan ceria dibelakangnya ada yunho dan changmin yang membawa peralatan memancing
“aigoo .. joongie, lihat kedua namja dibelakang kita sedang kesusahan kau tidak berniat membantu mereka?” jaejoong menggeleng dengan ceria
“aniyoo .. mereka harus cukup berolah raga lihat badan mereka jadi gendut karena kurang berolah raga” kedua orang yang membawa peralatan itu mendengus mendengar jawaban jaejoong
“wahh kau tega sekali jaejoong ah” sahut changmin
“dimana umma?” tanya jaejoong
“dia masih berdandan di mobil” jaejoong menggelengkan kepalanya saat ia melihat pakaian ummanya yang seperti salah tempat
“otte.. umma sudah cantik?” jaejoong mengangguk malas

1 jam kemudian -

“woahh, yunnie .. kau sudah dapat banyak”  jaejoong berteriak girang
“yah lihat, kailmu bahkan tidak dimakan sama sekali”ejek changmin
“yah! Aku memang tidak berbakat memancing tapi aku bisa memasak weeekkk” chagmin mendengus jaejoong benar- benar kekanakan
“joongie .. lihat appa dapat ikan” jaejoong berlari kearah appanya dan benar saja appanya mendapatkan ikan besar
“umma lihat! Appa dapat ikan besar” teriak jaejoong girang
“oh ne” jawab umma kim membuat jaejoong mendengus malas

Triing 

Ponsel umma kim terus saja berdering

“yeoboseyoo..”

“…..”

“oh ne, sekarang?” 

“….”

“ne, aku akan kesana sekarang” jawab umma kim


“yeobo .. mhiane, aku harus pergi sekarang.. jeongmal mhiane para model membutuhkanku saat ini” mohon umma kim
“arasso, pergilah” umma kim nampak terkejut
“jeongmal?” siwon mengangguk
“ne.”

Cup

Setelah memberikan kecupan Umma kim berlari menjauh menuju mobilnya

‘inilah mengapa ummanya kekeh meminta memakai mobilnya karena ia akan menggunakannya’ batin jaejoong

“jja .. kita lanjutkan memancing lagi” seru siwon ceria membuat jaejoong tersenyum
“hyung.. haruskah aku bertugas saat ini?” yunho menggeleng
“aniyo.. aku sudah menugaskan seseorang, kau disini saja” changmin mengangguk
“kau harus memasaknya dengan enak boojae” seru yunho ceria yunho melihat jaejoong mengetik pesan
“oh ne” jaejoong tersenyum setelah memasukkan ponselnya di saku ia memberikan perintah pada taemin untuk mengikuti ummanya

Triing 

Ponsel jaejoong dan yunho sama- sama berdering dengan pesan yang sama

‘ny. Kim berada di morimo corp bersama tan hankyung’

“wahh luar biasa” gumam jaejoong
“apa yang luar biasa joongie?” tanya appa jung
“ah ani, aku mencari menu masakan dan yang kutemukan luar biasa” yunho changmin dan siwon tau jaejoong sedang berbohong
“ah begitu, masaklah yang enak kalau begitu” jaejoong tersenyum tulus kepada appanya

Triiing 

Lagi – lagi kedua ponsel itu berdering  yunho melihat jaejoong yang nampak menghela nafas

‘ny. Kim dan tn. Hankyung menuju hotel mirotic’
.
.
“yunnie.. kau sedang sibuk?” jaejoong menyembul dari arah pintu
“aniyo .. wae?” jaejoong masuk dan mengunci pintu
“kenapa dikunci?” tanya yunho heran
“aku tidak mau diganggu, hari ini aku tidur disini tenang saja .. aku tidak memintamu berbuat aneh – aneh bear” yunho tertawa dan menyentil kening jaejoong
“wahh dasar mesum, aku bahkan tidak berfikir seperti itu” jaejoong memegang keningnya yang memerah.
“aishh.. aku jadi ingin berbuat aneh- aneh jika sikapmu begini” jaejoong berguling- guling diatas ranjang
“kau masuk kekamarku apa kau tidak takut aku berbuat macam- macam?” tanya yunho ia mendudukkan dirinya di sofa
“aniyo .. aku malah menginginkannya” jawab jaejoong jujur membuat yunho menggelengkan kepalanya
“ani .. kau harus istirahat” jawab yunho
“aniyooo.. aku ingin kita bercerita saja ottokeyo? Rengek jaejoong
“ANI.. kau pasti ingin memastikan sesuatu” tebak yunho membuat jaejoong tertawa “aku sudah sangat mengenalmu, jangan berbohong kepadaku” ucap yunho santai
“arasso .. aku tidak akan bohong”




Tbc.

I need you! chapter 6



Title        : I need you!
Genre     : romance,angst
Length   : -
Rate       : M
Main cast : yunjae etc.

Chapter 6




Jaejoong sedang memeriksa obat- obatan di dalam medical room ia dikejutkan dengan kedatangan boa
“jaejoong ssi, lama tidak bertemu ne?” sapa boa
“ah ne boa ssi, kau tampak awet muda ne ?” canda jaejoong membuat boa tertawa
“tentu saja, oh iya kemarin aku tidak melihatmu dalam acara penyambutan” jaejoong mengangguk sambil memeriksa obat- obatan
“neh.. aku kemarin tidak ikut penyambutan, kurasa sudah banyak yang menyambut” boa tertawa pelan
“kau .. masih bersama yunho?” jaejoong menoleh mendengar pertanyaan boa
“kenapa kau menanyakan itu? Apa kau masih menyukainya?” boa tertawa lagi ia ingin sedikit menggoda kekasih yunho ini
“uhm.. molla aku belum bisa memastikannya” jaejoong mendengus mendengar  jawaban boa
“ah begitu, baiklah aku akan kesana dulu ne” jaejoong berjalan menuju ke arah pintu keluar dengan sedikit kesal ia menghentakkan kakinya kesal “wow.. yeoja itu membuatku kesal!”
“ada apa denganmu letnan kim?” jaejoong terkesiap mendengar seunghyun
“aishh .. kau membuatku jantungan kapten jika mengagetkanku terus” jaejoong mengurut dadanya membuat seunghyun tertawa kecil
“kau ini manis sekali” seunghyun mengusak rambut jaejoong

Dari kejauhan changmin melihat seunghyun dan jaejoong nampak bingung “apa orang yang dimaksud kapten adalah jaejoong hyung?” changmin menutup mulutnya tidak percaya
“oppa, kau sedang apa? Jja kita makan” ucap shin hye yang tiba- tiba sudah ada disampingnya
“ne.. kajja” mereka berjalan menuju kantin barak
“oppa, bagaimana kabar kekasihmu?” tanya shin hye santai sambil memasukkan kimci kedalam mulutnya tapi tidak untuk changmin yang langsung tersedak
“ya! Uhuk!! Kenapa kau berbicara saat makan shin hye itu tidak sopan!” sembur changmin
“wahh oppa oppa.. wajahmu merah .. wuuu” goda shin hye
“aishh. Bocah ini” changmin memasukkan makanan dengan brutal
“oppa, dulu aku pernah menyukai namja saat kuliah tapi namja itu menolakku” shin hye memutar mutar sendoknya membuat changmin gemas
“makanan jangan dibuat mainan dongsaeng.. tidak baik” nasihat changmin
“aku tidak tau oppa, sampai saat ini aku masih menyukainya” changmin memandang kasian adiknya
“lalu, kenapa alasan dia menolakmu?” tanya changmin
“dia mengatakan aku hanya dianggapnya adik perempuannya tidak lebih” shin hye mulai berkaca – kaca
“sudah jangan menangis, kau yeoja yang cantik dongsaeng.. kau pasti mendapatkan yang lebih baik darinya” shin hye menangis keras membayangkan ia ditolak oleh jaejoong
“oppa.. perasaan ini tidak hilang walaupun aku sudah mencobanya” shin hye memukul dadanya
“ya ya! Jangan menangis seperti ini.. kau sekarang seorang dokter bagaimana bisa kau bersikap kekanakan begini!” seru changmin
“aku  juga manusia oppa!” teriak shin hye dengan air mata berderai ia mengusap ingusnya dengan tangan membuat changmin meringis

apa yunho hyung sudah gila menyebut shin hye sebagai dokter preman? Dia seperti bocah seperti ini!!’ batin changmin

“ne ne.. kau juga manusia, hapus air matamu itu kau tampak jelek!” ejek changmin membuat mata shin hye memicing
“aughh.. kau pintar sekali membuatku kesal tiang!” sewot shin hye membuat changmin memutar bola matanya
“yah! Tadi kau memanggilku manis dengan panggilan oppa kenapa sekarang kau berubah eoh!” kesal changmin
“aishh.. aku harusnya curhat pada yunho oppa dari pada padamu tiang, aku jadi menyesal” changmin tertawa pelan adiknya sangat moody
“lalu kenapa mencariku eoh?” changmin bersidekap membuatnya tampak cool
“yunho oppa tidak ada, aku sudah mencarinya dari tadi” jawab shin hye santai
“yunho hyung tidak ada?” tanya changmin heran

Luhan nampak ke kantin menuju lemari es ia sempat melirik kearahnya dan adiknya tapi tanpa berkata apapun
“sersan luhan, kau tau dimana yunho hyung? Ahh maksudku kapten yunho” tanya changmin
“tadi sore aku melihatnya bersama sersan park mengendarai mobil, mungkin akan ke taebek” jawab luhan
“ah begitu, arasso .. gomawo sersan luhan” luhan mengangguk dan berjalan keluar sebelum mengedipkan mata pada shin hye
“ishh dasar cabul!” gerutu shin hye
“kau harus terbiasa ne, dan jangan berbuat ulah” shin hye memanyunkan bibirnya
“ne ne .. arasso ..”
“jja kembalilah kau harus bekerja” usir changmin
“tidak ada yang dikerjakan, jadwalnya adalah besok pagi untuk mengambil sampel darah seluruh tentara” ucap shin hye
“ah begitu..”
“ne.. oppa, aku masih penasaran siapa kekasih yunho oppa hingga membuat yunho oppa nampak sangat berseri sebelum ditugaskan kemari” tanya shin hye penasaran
“yah! Kau ini senang sekali mencampuri urusan orang” changmin menyentil kening adiknya dengan ganas
“ishh!! Aku hanya penasaran.. yunho oppa orang yang kaku bisa berubah menjadi pribadi yang hangat ini sangat menakjubkan” shin hye berkata sangat semangat membuat changmin meringis
“aishh.. kau tetap memalukan dengan sikapmu ini” changmin menutup mukanya dengan kedua tangan
“YAH! Ayolahh oppa ne ne ne” shin hye mengedipkan matanya merayu kakaknya agar buka suara
“aku- tidak- tau” changmin melotot pada adiknya membuat shin hye manyun karena tidak berhasil mengorek informasi ia tau kakaknya ini tau semuanya tapi sengaja berbohong
.
.
Yunho dan yoochun dalam perjalanan kembali ke barak mereka baru saja kembali ke taebek untuk melaporkan kedatangan tim medis dari DongBang Hospital yang telah tiba
“yun ponselmu” ucap yoochun membuat yunho melirik kearah ponselnya yang bergetar ia menyalakan tombol di mobil untuk menjawab telpon
“yeoboseyoo umma” jawab yunho
“YAH!! Kenapa kau malah mengikuti minnie eoh yunho!!” sembur umma jung membuat yunho dan yoochun meringis
“aish.. umma, jaringan disini sangat tidak stabil.. jadi wajar saja jika aku jarang menghubungimu umma” jawab yunho sabar
“apa minnie dan shin hye sehat? Apa mereka makan dengan baik? Tidur dengan nyaman?” yoochun tertawa pelan
“umma, mereka sudah besar.. dan aku ada di dekat mereka jangan mengkhawatirkan mereka terlalu berlebihan aku janji menjaga mereka” jawab yunho membuat umma jung mendesah pasrah
“ne ne.. umma percayakan mereka padamu yun.. hiks .. umma sangat kawatir pada mereka” isak umma jung
“umma.. sudahlah, umma cukup mendampingi appa dan menghabiskannya sisanya serahkan padaku” canda yunho
“umma sudah mendengar dari appamu tentang jaejoong” ucap umma jung membuat yunho mengeryit
“lalu?” tanya yunho
“apa kau senang yunnie ?” umma jung balik bertanya pada yunho
“tentu saja, dia satu- satunya orang yang kucintai selama ini.. jika aku sudah kembali bukankah itu hal yang sangat menggembirakan” jawab yunho
“apa kalian berencana menikah?” yoochun ikut mengeryit seperti yang yunho lakukan
“tentu saja umma, aku ingin membangun keluarga kecilku bersama jaejoong dan anak kami” yunho menjawab santai tapi ia memiliki firasat buruk
“ah begitu.. besok umma akan menyapa jaejoong kalau begitu rasanya sangat lama tidak menyapanya” jawab umma jung ceria
“ne umma.. aku akan mengatakan padanya besok”
“ne..yasudah umma mau masak dulu bye yunnie.. bogoshipoyo”
“ne umma”
Pip.

“umma jung tidak berubah sama sekali yun” yunho menatap malas sahabatnya
“ne kau  benar, dia masih saja posesif pada kami” jawab yunho malas
“tapi kenapa umma jung bertanya tentang pernikahan?”
“molla.. aku punya firasat buruk chun”
“eoh ponselmu bergetar lagi” ucap yoochun malas “kenapa ponselku tidak ada yang menghubungi” gerutuynya

Yunho menjawab telpon anaknya itu dengan tersenyum
“APPAAA!” teriak monbin membuat yunho tertawa
“ne ne.. uri binnie .. appa mendengarmu” jawab yunho
“appa.. bogoshipo” rengek monbin
“ne .. nado bogoshipo adeul, binnie sedang apa?” tanya yunho
“binnie sedang main appa” jawab monbin
“yah! Jung monbin kau hanya merindukan appamu tidak dengan ahjussi tampan eoh?” sahut yoochun
“wahh ada ahjussi yang jidatnya lebar ne” yoochun mendengus mendengar jawaban monbin
“yak! Binniiieeeeee!! Kenapa kau mengacak kamarku eoh?” teriak junsu ia tidak tau jika keponakannya itu sedang menelpon appanya
“wahh kau berbuat apa binnie hingga imomu seperti itu ?” tanya yunho heran ia tidak melihat sahabatnya yang sudah gugup setelah mendengar suara mantan kekasihnya
“aku tadi hanya sedikit mengacak perpustakaan mini milik imo appa, aku mencari komik ternyata tidak ada” jawab monbin jujur
“yak! Binnie. Kau mengabaikanku eoh bocah manis” suara junsu nampak nyaring di mobil yang dikendarai yunho
“binnie.. loudspeaker ponselmu.. appa ingin berbicara dengan imo mu” monbin mengangguk dan memencet tombol loudspeakernya
“ya kau kim junsu! Jangan memarahi monbin” junsu menutup mulutnya ia tidak tau jika keponakannya sedang menelfon appanya
“eoh .. hehe mian yunho hyung, aku sedikit kesal kamarku sangat berantakkan akibat anakmu yang manis ini dan juga aku tidak sedang memarahinya aku hanya bercanda” jelas junsu panjang lebar membuat kedutan di bibir yoochun sedikit tersungging hal itu tak luput dari pandangan yunho
“ya ya, aku percayakan monbin padamu.. oh iya junsu ah, apa kau merindukan yoochun? Dia sedang disampingku saat ini” yoochun melotot mendengar ucapan sahabatnya
“yah! Kau benar- benar jung!” teriak yoochun frustasi di seberang telpon junsu nampak gugup
“oh ani, aku akan ke kamar mandi.. ponselnya kuberikan lagi pada monbin hyung.. anyeoong” junsu buru- buru memberikan ponsel pada monbin
“appa, muka junsu imo sangat merah. Apa junsu imo alergi?” tanya monbin polos membuat yunho tertawa
“ani .. dia tidak alergi, binnie” jawab yunho sabar ia berkonsentrasi menyetir karena jalanan semakin gelap “binnie .. besok appa telpon lagi ne, sekarang binnie main jangan nakal, arrachi?”
“ne appa.. anyeoong”
Pip

“wahh.. kau lelaki sejati park” ejek yunho membuat yoochun mendengus
“kau ini jung, aku hanya sedikit canggung jika aku menyapanya lagi.. kau tau waktu berjalan sangat lama mungkin saja dia sudah memiliki kekasih” jawab yoochun
“aniyo.. aku sudah memastikannya pada boojae, dan junsu tidak pernah terlibat percintaan lagi setelah putus darimu” jawab yunho santai
“jinja??”
“ne.. kau tanyakan sendiri sobat, kau harus menjadi pria sejati” ejek yunho lagi membuat yoochun meninju lengannya.
.
.
Mereka sampai tengah malam suasana sangat sepi
“semua orang sudah tidur rupanya” ucap yunho ia melihat sekelilingnya sepi hanya penjaga yang sedang berjaga mengamati keadaan
“bukankah itu jaejoong?”  sahut yoochun membuat yunho menoleh
“oh ne, kenapa dia belum tidur?” Tanya yunho heran
“kau sudah baikan dengannya?” Tanya yoochun
“aniyo.. dia selalu menghindariku seharian ini” yunho mengehela nafas
“jja.. selesaikan masalahmu jangan dibiarkan berlarut –larut” yoochun menepuk pundak yunho
“seharusnya kata- kata itu untuk dirimu sendiri” cibir yunho membuat yoochun mematung ditempatnya

“kau menungguku boo?” Tanya yunho pada jaejoong yang sedang bersidekap kedinginan
“uhm” gumam jaejoong membuat yunho gemas ia menggosok kedua tangannya dan menggenggam tangan jaejoong
“kau kedinginan jika menunggu disini, kau mau kopi?” tawar yunho ia menuntun jaejoong kearah tempat duduk di dekat pompa air
“duduklah disini aku akan membuatkanmu kopi, dan kenapa kau tidak memakai seragammu eoh.. disini jika malam sangat dingin dan pagi sangat terik boo” yunho melepas seragamnya dan menyelimutkannya pada jaejoong “tunggu sebentar” yunho berlari kearah dapur untuk membuat dua gelas kopi
“baboya.. kenapa juga aku harus menunggunya seperti yeoja seperti ini” jaejoong menepuk keningnya ia bisa melihat yunho yang semakin lama tak terlihat menuju kantin barak “ugh.. dinginnya” jaejoong mengeratkan seragam yunho di tubuhnya
“eoh kau cepat sekali bear” jaejoong menerima segelas kopi yang dibuat yunho
“tentu.. hanya dua kopi itu mudah” jawab yunho santai ia duduk di sebelah jaejoong
“uhm .. bear, aku sudah memikirkannya tindakanku yang marah padamu kemarin.. aku minta maaf bear” jaejoong mengeratkan pegangannya pada mugnya
“seharusnya aku yang meminta maaf boo, kau tidak bersalah dan patut marah karena tindakan cerobohku” jawab yunho ia menyampirkan tangannya kepundak jaejoong
“aku hanya terlalu kawatir padamu” jawab jaejoong
“ne aku tau.. aku berbohong karena aku tidak mau kau kawatir” yunho menatap jaejoong yang juga menatapnya
“aku hanya tidak ingin kau sakit, lambungmu-..”

Cup

“arra.. aku tau” yunho mengecup jaejoong membuat jaejoong berhenti berbicara
“hahh.. aku tidak mau binnie kehilangan appanya diusia muda” jawab jaejoong santai
“yah boo.. jangan berkata seperti itu eoh, jadi kau rela kehilanganku seperti itu?” protes yunho
“kekanakan!” jaejoong menyentil kening yunho saat ia menarik tangannya tangan yunho meraihnya dan mengecupnya membuat jaejoong blushing parah
“yah.. lepaskan bear kita sedang bekerja” jaejoong menarik tangannya yang digenggam yunho tapi genggaman itu terlalu erat hingga

Set

Cup

Mereka berciuman dengan dalam yunho mencium jaejoong dengan lembut dan penuh perasasan namun lama – lama ciuman itu turun ke leher hingga
“eunghh..” lenguh jaejoong saat yunho memberikan kissmark di lehernya namun ia tersadar dan mendorong yunho sebelum hal lain terjadi
“hahaah.. kau takut aku memakanmu boo?” tawa yunho
“tentu saja” pout jaejoong
“aniyo.. ini terlalu terbuka boo, tapi bukan ide buruk juga” yunho menaikturunkan alisnya
“YAH!” teriak jaejoong membuat yunho tertawa
“ne ne.. mhiane boo” yunho memeluk kekasihnya itu dengan erat
“aku mengantuk bear” jaejoong menyandarkan kepalanya ke bahu yunho dan memejamkan matanya
“jja.. kembalilah ke barakmu boo”
“ne ne.. kenapa kita tidak satu barak saja huh” keluh jaejoong
“appa pasti akan menghajarku jika kau hamil dalam tugas kali ini boo” canda yunho
“ishh.. aku tidak akan mengijinkanmu melakukannya jika tanpa pengaman” yunho mendengus
“ne ne.. mau kuantar kembali?” jaejoong menggeleng
“aniyo .. aku bisa sendiri” jaejoong berdiri dan berlari menuju baraknya matanya sudah sangat mengantuk
“wahh.. dia membawa bajuku juga” gumam yunho ia melihat jaejoong masuk ke dalam baraknya dan berjalan berlawanan menuju baraknya
.
.
“sersan seungri.. palli kemarilah” ucap luhan pada seungri
“apa aku salah lihat? Bukankah ini baju kapten jung?” Tanya luhan seungri yang merasa penasaran melihat nama yang tertera di baju yang menempel di badan jaejoong
“kau benar, ini milik kapten jung.. apa mereka teman dekat hingga baju kapten jung di pakai selimut oleh letnan kim?” gumam seungri
“ada apa eoh?” Tanya seunghyun yang baru saja tiba merasa penasaran dengan kedua anggotanya yang berdiri di dekat jaejoong yang tengah tertidur di ranjangnya
“ah kapten bukan apa- apa hanya saja kami heran kenapa seragam kapten jung bisa dipakai selimut oleh letnan kim” jelas luhan
“eoh ? benarkah?” seunghyun yang ikut penasaran menuju ke arah keduanya dan benar saja yang dilihatnya adalah seragam yunho dan matanya sedikit melotot melihat tandakemerahan di leher jaejoong
‘sebenarnya apa hubungan mereka?’

‘apa yunho kekasih jaejoong?’

‘jika iya, apakah yunho yang membuat kiss mark itu? Kapan? ’ bantin seunghyun

“sudahlah, biarkan saja mungkin mereka teman dekat.. kajja bersiap lari pagi” ucap seunghyun
“siap kapten!” jawab keduanya

“eung.. hoaaaam” jaejoong  bangun saat mendengar suara keras luhan dan seungri “eoh good morning sersan luhan, sersan seungri dan kapten choi” jaejoong mengucek matanya membuat ketiganya terpesona “ah mian, siap kapten choi!” jaejoong terbagun dari tidurnya membuat baju yang menempel ke badannya terjatuh
“ah ne letnan kim” jawab seunghyun yang akhirnya tersadar dari keterpesonaannya pada jaejoong
“kenapa kalian berkumpul di ranjangku?” Tanya jaejoong bingung ia memungut baju yang terjatuh kemudian matanya melotot dan menyembunyikan seragam itu di balik badannya membuat ketiganya menahan tawa
“kami tadi hanya ingin membangunkanmu, bukankah hari ini ada pemeriksaan untuk seluruh tentara?” dusta seunghyun diangguki luhan dan seungri
“ah ne.. aku akan mandi kalau begitu” jaejoong mengambil seragam dan juga handuknya dan menyembunyikan tangan satunya di balik tubuhnya “sampai nanti semuanyaa” jaejoong berlari kearah pintu keluar dengan tergesa ia berhenti saat dirasanya
“ada apa denganmu letnan kim?” Tanya taecyon yang kebetulan berpapasan
“aishh kau membuatku kaget! Jangan bertanya dulu” jaejoong buru- buru menuju kamar mandi
Jaejoong menghabiskan satu jam di kamar mandi karena ia bimbang akan keluar, apakah seunghyun sudah tidak ada atau masih ada ia bingung harus menjawab apa jika ditanya kenapa baju yunho ada padanya
“yah! Kau yang di dalam kenapa lama sekali, antrian sangat panjang cepatlah” ucap seseorang
“ne” dengan santai jaejoong membuka pintu membuat prajurit itu takut dan menciut nyalinya
“mian, letnan kim” cicitnya
“arasso.. masuklah” jawab jaejoong santai ia dipandangi banyak prajurit yang juga mengantri
“aigoo baboya!” jaejoong menepuk kepalanya ia lupa jika ia akan melakukan pemeriksaan darah untuk semua prajurit hari ini

Dengan wajah cool ia masuk medical room yang sudah dipenuhi banyak tentara dan juga dokter yang sudah berjajar di mejanya masing- masing
“lihat jung, kekasihmu sedang tebar pesona” bisik yoochun
“dia memang mempesona chun” ucap yunho santai
“woah .. letnan kim sangat cantik” ucap eunhyuk tanpa sadar membuat il woo melotot dan taecyon membungkam mulut eunhyuk
“hyukjae.. kau mau gigimu rontok?” ucap yunho santai membuat keempatnya meringis

Bruk!
“jae hyung! Ah ani dokter kim aku ingin menjadi yang pertama” ucap changmin ceria membuat semua orang menoleh termasuk jung shin hye yang menoleh kearah jaejoong membuat matanya berkaca- kaca tanpa sadar ia memanggil jaejoong
“Oppa.. jaejoong oppa!” jaejoong menoleh karena namanya dipanggil ia cukup terkejut adik terkecil yunho juga berada disini
“a-ah shin hye, kau juga disini?” jaejoong berucap canggung
“ne, aku baru melihatmu oppa” ucap shin hye
“tentu saja kau baru melihatnya dokter, letnan kim tidak ikut dalam penyambutan kalian” sahut luhan
“ah begitu ne” jawab shin hye pelan ia meneruskan pekerjaannya
“aahhh siapa yang berani menarik kerahku! Yah! Lepas!” protes changmin
“kau harus mengantri ne sersan jung, aku adalah kaptennya jadi aku duluan” yunho mengambil alih tempat duduk changmin membuat changmin mendengus
“huh dasar jahat, kau menyalahgunakan pangkatmu hyung!” gerutu changmin
“jadi setelah kapten jung adalah aku” ucap seunghyun membuat changmin melotot
“yah! Kalian berdua kenapa!” protes changmin
“suntikanku sakit loh, bagaimana bisa kalian berebut seperti itu” canda jaejoong
“yah.. jae hyuung” keluh changmin membuat semua orang menahan tawa
“eoh bear, urat nadimu tidak terlihat” gumam jaejoong yang masih terdengar oleh seunghyun
“akh!” teriak yunho membuat jaejoong memicing
“aku belum menusuknya” semua orang menahan tawa melihat kelakuan yunho dan yunho sedikit mencondongkan tubuhnya lebih dekat membuat jaejoong kaget
“apa kau sengaja memamerkannya boo?” bisik yunho
“yah apa maksudmu?” jaejoong balas berbisik
“itu” yunho mengarahkan jarinya pada lehernya sendiri membuat jaejoong teringat dan melotot
“YAH!” teriak jaejoong tanpa sadar dan yunho dengan sengaja mendorong jarumnya masuk menusuk nadinya
“cepat siapkan kantungnya” ucap yunho santai
“ah n-ne, kau sungguh gila” jaejoong memasukkan tabung itu dan darah yunho masuk
“jja selesai” jaejoong berkata cuek membuat yunho tertawa
“yah apa yang kalian bicarakan hingga jae hyung berteriak eoh?” Tanya changmin
“ra- ha – sia” bisik yunho membuat changmin memadang kesal hyungnya yang tertawa setan.



TBC.