Title : MINE
Genre :
angst, romance
Length :
-
Rate :
M
Main cast : yunjae etc.
Chapter 5
Jaejoong keluar dari mobilnya ia sampai beberapa menit yang
lalu ia sampai di mension kim ia melihat betapa megahnya bangunan rumah yang
ditinggalinya selama dua puluh tahun sejak ia lahir kedunia ia dibesarkan di
rumah ini.
Dulu keluarganya sangat bahagia ia, appanya, ummanya, juga
yunho dan changmin yang ikut tinggal sejak beberapa tahun yang lalu tapi
hidupnya berubah saat ummanya memutuskan untuk kembali menjalani karirnya
menjadi designer yang namanya perlahan mulai menaik lagi setelah memutuskan
rehat karena membesarkannya terhitung tujuh tahun ummanya sudah mulai jarang
dirumah dan puncaknya adalah satu tahun terakhir ummanya menjadi sosok yang
berbeda dan pulang ke mension kim hanya beberapa kali dalam sebulan hal itu
perlahan membuatnya terbiasa akan kehilangan sosok ummaya dan sekarang ia tahu
kenapa alasan ummanya seperti itu
‘umma.. aku berjanji akan
mandiri dan tidak akan merepotkanmu aku akan menjadga appa bagiku ummaku sudah
tidak ada dan hanya ada appa, appa yang sangat menyayangiku dengan sangat tulus
bahkan aku baru menyadarinya aku memang bodoh sangat bodoh dan satu lagi apapun
pendapatmu nanti tentang aku dan yunho aku sudah tidak perduli’ ucap
jaejoong dalam hati
“eoh tuan muda, anda sudah pulang?” tanya ahjumma choi
kepala pelayan juga pengasuhnya sejak masih kecil
“ne ahjumma.. bogoshipo” jaejoong memeluk orang yang
disayanginya itu erat seperti mengerti pengasuhnya itu menepuk pundak jaejoong
pelan
“nado bogoshipo tuan muda, apa kau ingin teh madu?” jaejoong
mengangguk ia butuh menyegarkan pikirannya
“ne.. tuan muda tunggu di taman, aku akan menyiapkannya ne”
jaejoong tersenyum
“ne ahjumma.. gomawo”
“ah ne.. yunho tadi mencarimu tuan muda” jaejoong nampak
terkejut
“jinja? Dimana dia?” ahjumma choi menunjuk dengan dagunya
membuat jaejoong menoleh
“ah ne, aku akan kesana” jaejoong berjalan menuju yunho
“kau baru pulang boo?” tanya yunho
“ne, aku menginap dirumah suie” yunho tau jaejoong berbohong sorot mata jaejoong menunjukkan
luka
Set
Yunho menggeser duduknya
dan memeluk jaejoong tak berapa lama isakan lirih terdengar dan ia merasa
dadanya basah karena air mata jaejoong
“lupakan apa yang
menyakitimu boo, jangan pernah mengingatnya lagi..” ucap yunho
“hiks.. hiks..”
“aku tau, kau mungkin sudah
mengetahui kebenarannya” jaejoong mengangguk dan semakin terisak
“hikss. Hikss.. hikss”
jaejoong meremas kemeja yunho hingga kusut
“mhiane .. jika aku
mengatakan ini, kumohon kau mengerti boo..”
“mian mengganggumu tuan
muda ini teh madunya” yunho mengangguk dan ahjumma choi meletakkan dua cangkir
teh madu yang dibuatnya
“gomawo ahjumma” ahjumma
choi mengangguk dan segera beranjak
“appamu sudah mengetahui
perselingkuhan ummamu dari awal” jaejoong menatap yunho
“jinja? Kenapa appa diam
saja?” tanya jaejoong yunho menarik jaejoong kedalam pelukannya
“appamu ingin tau sejauh
apa yang dilakukan ummamu, dan ia menugaskanku dan changmin tugas kami berbeda
aku mengawasimu dan changmin mengawasi ummamu” jaejoong mendengarkan yunho
dengan seksama
“mengawasiku?” tanya
jaejoong heran
“appamu takut jika terjadi
sesuatu buruk padamu”
“sesuatu buruk? Apa
maksudmu yunnie?” tanya jaejoong
“sesuatu buruk yang bisa
membuatmu hilang dari dunia ini, aku tidak ingin mengatakannya tapi inilah yang
paling buruk yang bisa terjadi.. dan juga kesehatan appamu akhir- akhir ini
sedikit menurun” ucap yunho pelan
“mwo? Kenapa aku tidak tau
ini yunnie ah? Anak macam apa aku ini hiks .. hiks” jaejoong mulai terisak lagi
“appamu ingin
merahasiakannya, kumohon kau berpura- puralah tidak mengetahui ini” jaejoong
mengangguk
“apalagi yang appa
sembunyikan dariku yunnie” air mata jaejoong mulai bercucuran
“inti dari pembicaraan kita
adalah aku ingin kau merahasiakan apa yang kau ketahui boo, aku tidak ingin
usaha appamu menjadi sia- sia” mata jaejoong mulai berkaca- kaca
“jadi maksudmu aku harus
diam saja saat aku tau perbuatan ummaku seperti itu?” jaejoong memandang tidak
percaya
“aku tau ini menyakitkan..
tapi kumohon boo.. bersabarlah” jaejoong menangis keras tangannya di genggam
yunho dengan erat
“ne aku berjanji demi appa”
ucap jaejoong mantap
“jja.. hapus ingusmu boo”
goda yunho
“yah!!” teriak jaejoong
.
.
“umma pulaaaang” teriak
umma kim ceria membuat jaejoong menoleh kearah ummanya
“eoh joongie, kau sedang
apa ?” tanya umma kim
“menonton drama” jawab
jaejoong singkat ia meneruskan menonton tv dan mengemil
“yah! Kenapa mataku bengkak
begini eoh?” teriak umma kim heboh dipegangnya wajah anaknya tapi segera di
tepis
“aku menonton drama yang
menyedikan dan menangisinya” jawab jaejoong membuat umma kim terbahak
“aigoo.. kukira kau kenapa
joongie.. jangan terlalu sering menonton drama sedih matamu bisa jelek jika
terus menangis” ucap umma kim asal ia mendudukkan dirinya di sebelah anaknya
dan ikut ngemil
“umma dari mana?” tanya
jaejoong santai
“umma dari kantor, aigoo..
tubuh umma rasanya kaku sekali banyak sekali pekerjaan dikantor” keluh umma kim
‘bohong! Dasar pembohong! Kau dari hotel dengan pria itu dan tubuhmu
sakit bukan karena pekerjaan tapi karena kalia bercinta semalam!’ gerutu
jaejoong dalam hati
“ohh.. begitu, kurasa wajar
jika kau begitu lelah umma designer terkenal dengan jam terbang yang tinggi
pasti tidak akan memiliki waktu luang untuk bersantai” jaejoong memakan
keripiknya dengan beringas membuat umma kim heran
“ahh begitulah jaejoongie..
umma sangat menikmatinya” jawab umma kim bahagia
“apa appa baik- baik saja
umma?” pancing jaejoong
“ne dia baik – baik saja”
jawab umma kim sekenanya membuat jaejoong mendengus
“kudengar appa barusaja
pingsan karena kelehan” bohong jaejoong membuat umma kim langsung menoleh
“mwo? Benarkah? Ahh itu
mungkin umma lupa memberitahumu” paras cantik itu nampak menjawab dengan ragu
“aku ingin tidur, aku ngantuk sekali.. hoaaam” umma kim beranjak dari sofa
jaejoong berpura- pura memperhatikan tv setelah agak jauh dari sofa ia menoleh
kearah ummanya benar saja cara jalan ummanya sama sepertinya saat ia setelah
bercinta dengan yunho
“huh. Dasar! Aku tidak akan
mudah ditipu” mulut jaejoong berkomat – kamit membuat yunho tertawa
“apa yang mulut ini gerutui
eoh” yunho mengapit mulut jaejoong dengan jarinya membuat jaejoong memicing
“dari mana eoh!” jaejoong
bersidekap
“dari ruang kerja appamu
boo, bersama changmin” yunho menggelengkan kepalanya melihat sifat kekanakan
jaejoong
“bersama changmin?! Awas saja
jika kalian selingkuh dibelakangku” yunho tertawa melihat jaejoong
“aku dan changmin? Kira-
kira siapa yang jadi uke boo diantara kami?” tanya yunho usil jaejoong nampak
berpikir dan bergidik
“oh my god! Aku tidak bisa
membayagkan saat kalian bercinta siapa yang ditusuk!” yunho membekap mulut
jaejoong saat changmin tiba – tiba melintas
“kau ini boo.. jika
changmin mendengarmu mengatakan hal – hal jorok kau akan diintrogasi hingga
pagi” bisik yunho membuat jaejoong mengangguk
“OMO!! JAEJOOONG!!
CEMILANKUUUUUU!!!” teriak changmin frustasi
“mhiane .. aku kelaparan
min hyung.. hehe” jawab jaejoong cengengesan
“aigooo .. kekasihkuu”
changmin memeluk beberapa bungkus snack yang masih utuh “aku akan
menyelamatkanmu dari monster jaejoong” ucap changmin lebay
“yah! Aku akan menggantinya
nanti.. jja berikan padaku!” jaejoong mengulurkan tangannya kearah changmin
“changmiiin ..” panggil
yunho
“ne ne.. makanlah sepuasmu”
changmin memberikan snack yang ada dipelukannya ia takut tatapan yunho sangat
mengerikan lagipula ia tidak bodoh ia tau jaejoong sedang sedih karena
mengetahui kenyataan yang sebenarnya
“gowamo .. yunnie akan
menggantinya nanti, iya kan yunnie ah?” jaejoong menatap yunho dengan berkedip
– kedip lucu
“aishh .. kau menggunakan
jurusmu, kau curang” gerutu yunho
“ne kupastikan menagihnya
kepadamu yunho hyung” changmin mendaratkan buttnya asal kearah kursi
“sudah lama sekali kita
tidak pernah memancing ne” ujar changmin
“ne, aku jadi ingin
memancing” sahut jaejoong
“yah! Kau yang paling payah
dalam menangkap ikan jaejoong ah” ejek changmin
“yah! Apa maskudmu,
walaupun benar tapi ada yunnie yang selalu mejadi juara saat memancing ikan
huh!” jaejoong mehrong kearag changmin membuat yunho tertawa
“kita besok bisa pergi
memancing, bukankah besok akhir pekan” ucap yunho diangguki keduanya
“kalau begitu aku akan
mengajak appa, ia pasti senang jika memancing bersama”
“ne” jawab yunho dan
changmin mereka senang jaejoong sudah nampak lebih baik
.
.
“appa.. bukankah udaranya
sangat segar?” jaejoong menggandeng siwon dan berjalan dengan ceria
dibelakangnya ada yunho dan changmin yang membawa peralatan memancing
“aigoo .. joongie, lihat
kedua namja dibelakang kita sedang kesusahan kau tidak berniat membantu
mereka?” jaejoong menggeleng dengan ceria
“aniyoo .. mereka harus
cukup berolah raga lihat badan mereka jadi gendut karena kurang berolah raga”
kedua orang yang membawa peralatan itu mendengus mendengar jawaban jaejoong
“wahh kau tega sekali
jaejoong ah” sahut changmin
“dimana umma?” tanya
jaejoong
“dia masih berdandan di
mobil” jaejoong menggelengkan kepalanya saat ia melihat pakaian ummanya yang
seperti salah tempat
“otte.. umma sudah cantik?”
jaejoong mengangguk malas
1 jam kemudian -
“woahh, yunnie .. kau sudah
dapat banyak” jaejoong berteriak girang
“yah lihat, kailmu bahkan
tidak dimakan sama sekali”ejek changmin
“yah! Aku memang tidak
berbakat memancing tapi aku bisa memasak weeekkk” chagmin mendengus jaejoong
benar- benar kekanakan
“joongie .. lihat appa
dapat ikan” jaejoong berlari kearah appanya dan benar saja appanya mendapatkan
ikan besar
“umma lihat! Appa dapat
ikan besar” teriak jaejoong girang
“oh ne” jawab umma kim
membuat jaejoong mendengus malas
Triing
Ponsel umma kim terus saja
berdering
“yeoboseyoo..”
“…..”
“oh ne, sekarang?”
“….”
“ne, aku akan kesana
sekarang” jawab umma kim
“yeobo .. mhiane, aku harus
pergi sekarang.. jeongmal mhiane para model membutuhkanku saat ini” mohon umma
kim
“arasso, pergilah” umma kim
nampak terkejut
“jeongmal?” siwon
mengangguk
“ne.”
Cup
Setelah memberikan kecupan
Umma kim berlari menjauh menuju mobilnya
‘inilah mengapa ummanya kekeh meminta memakai mobilnya karena ia akan
menggunakannya’ batin jaejoong
“jja .. kita lanjutkan
memancing lagi” seru siwon ceria membuat jaejoong tersenyum
“hyung.. haruskah aku
bertugas saat ini?” yunho menggeleng
“aniyo.. aku sudah
menugaskan seseorang, kau disini saja” changmin mengangguk
“kau harus memasaknya
dengan enak boojae” seru yunho ceria yunho melihat jaejoong mengetik pesan
“oh ne” jaejoong tersenyum
setelah memasukkan ponselnya di saku ia memberikan perintah pada taemin untuk
mengikuti ummanya
Triing
Ponsel jaejoong dan yunho
sama- sama berdering dengan pesan yang sama
‘ny. Kim berada di morimo
corp bersama tan hankyung’
“wahh luar biasa” gumam
jaejoong
“apa yang luar biasa joongie?”
tanya appa jung
“ah ani, aku mencari menu
masakan dan yang kutemukan luar biasa” yunho changmin dan siwon tau jaejoong
sedang berbohong
“ah begitu, masaklah yang
enak kalau begitu” jaejoong tersenyum tulus kepada appanya
Triiing
Lagi – lagi kedua ponsel
itu berdering yunho melihat jaejoong
yang nampak menghela nafas
‘ny. Kim dan tn. Hankyung
menuju hotel mirotic’
.
.
“yunnie.. kau sedang
sibuk?” jaejoong menyembul dari arah pintu
“aniyo .. wae?” jaejoong
masuk dan mengunci pintu
“kenapa dikunci?” tanya
yunho heran
“aku tidak mau diganggu,
hari ini aku tidur disini tenang saja .. aku tidak memintamu berbuat aneh –
aneh bear” yunho tertawa dan menyentil kening jaejoong
“wahh dasar mesum, aku
bahkan tidak berfikir seperti itu” jaejoong memegang keningnya yang memerah.
“aishh.. aku jadi ingin
berbuat aneh- aneh jika sikapmu begini” jaejoong berguling- guling diatas
ranjang
“kau masuk kekamarku apa
kau tidak takut aku berbuat macam- macam?” tanya yunho ia mendudukkan dirinya
di sofa
“aniyo .. aku malah
menginginkannya” jawab jaejoong jujur membuat yunho menggelengkan kepalanya
“ani .. kau harus
istirahat” jawab yunho
“aniyooo.. aku ingin kita
bercerita saja ottokeyo? Rengek jaejoong
“ANI.. kau pasti ingin
memastikan sesuatu” tebak yunho membuat jaejoong tertawa “aku sudah sangat
mengenalmu, jangan berbohong kepadaku” ucap yunho santai
“arasso .. aku tidak akan
bohong”
Tbc.

