Title : MINE
Genre : angst,
romance
Length :
-
Rate :
M
Main cast : yunjae etc.
Chapter 7
“haaaah .. aku hampir mati ketauan
yoochun hyung” jaejoong mengusap keringat yang membasahi keningnya ia melirik
yunho yang sudah bangun dan menatapnya dalam diam
“wae? Kenapa menatapku seperti itu?”
tanya jaejoong
“tidak apa- apa, aku hanya ingin
melihatmu yang sedang ketakutan mendengar suara yoochun hyung” goda yunho
membuat jaejoong memandangnya sebal
“kukira ini ponselku” gerutu jaejoong
“gwencana, kau baik – baik saja?”
tanya yunho lembut ia menarik jaejoong hingga tubuh jaejoong terbaring lagi
“kau hampir membuatku pingsan karena
gaya bercintamu yang bar- bar” dengus jaejoong
“hahhaha.. mhiane boo, aku lepas
kontrol” yunho mengeratkan pelukannya pada perut jaejoong ia tidur membelakangi
tubuh polos jaejoong
“kau tidak perlu bertindak bar- bar
seperti itu yunnie, jika kau memintanya aku akan dengan senang hati mau
bercinta denganmu” jaejoong mengedipkan matanya genit
“ya yah! Wahh .. kau benar – benar
mesum boojae” jaejoong terkikik geli
“kau ingin sesuatu boo?” jaejoong
menoleh menatap yunho
“kau ingin mengabulkan keinginanku
yunnie?” jaejoong berbinar senang
“jika kau bisa aku akan
mengabulkannya” jaejoong bersorak senang
“baiklah aku akan menyebutkan
keinginanku aku ingin bercinta di kantor, lalu aku ingin bercinta di pantai dan
lagi aku ingin bayi” mata jaejoong berkedip lucu dan berbinar senang membuat
yunho melongo
“yah.. permintaan macam apa itu boo,
aishh .. kau benar – benar mesum” jaejoong memandang kesal kearah yunho tiba-
tiba sebuah ide melintas di kepalanya tangannya diarahkan ke selakangan yunho
dan bibirnya merambat menuju leher yunho dan menghisapnya dengan kuat
meninggalkan tanda merah keunguan ia melihat hasil karyanya dengan puas ia juga
melihat yunho terangsang hebat karena ulah tangannya
“Oopss! Mhiane.. aku harus ke kamar
mandi tubuhku lengket” jaejoong tersenyum manis meninggalkan yunho dalam
keadaan on diatas ranjang ia tertawa melihat wajah syok yunho
“yah! Boo! Kau harus bertanggung
jawab apa yang kau lakukan!” teriak yunho frustasi ia memandang benda
kebanggaannya yang berdiri tegak menjulang “aishh.. kucing nakal” gerutu yunho
sebal
.
.
Jaejoong keluar kamar mandi setelah
satu jam berendam ia ketiduran dikamar mandi karena tubuhnya sangat lelah, ia
mencari- cari yunho di sekeliling kamar itu tapi tidak ditemukan adanya yunho
“ini aneh.. bukankah aku
meninggalkannya dalam keadaan on harusnya ia disini atau menungguku di depan
pintu kamar mandi.. ah molla” jaejoong mengendikkan bahunya ia keluar kamar
yunho dengan wajah fresh
“changmin hyung.. tunggu, kau melihat
yunnie?” changmin mengeryit
“dia sudah berangkat ke bandara, ia
akan ke jepang selama dua hari sebagai perwakilan kim corp.. apa dia tidak
memberitahumu joongie?” jaejoong menggeleng
“wahh.. dia meninggalkanku tanpa
pamit akan kubunuh dia jika pulang!” erang jaejoong frustasi membuat changmin
tertawa
“apa kau sudah siap dibunuh yoochun
hyung eoh jaejoongie?” changmin tertwa geli meilhat wajah jaejoong berubah
pucat
“apa yoochun hyung belum tiba?” cicit
jaejoong
“sebentar lagi, dia sudah dijemput
pak lee..” changmin memperhatikan jam yang melingkar di tangannya “baiklah..
aku akan beraksi jaejoongie, kau dirumah saja aku yakin pasti tubuhmu itu
sangat lelah” goda changmin membuat jaejoong melotot
“YAH! KAU KEMARI CHANGMIN HYUUNG
SIALAN!!” teriak jaejoong saat melihat changmin sudah melambaikan tangannya di
kursi kemudi
“yah.. kenapa kau berteriak begitu
joongie” jaejoong mematung mendengar suara yoochun yang sangat dekat dengan
pelan di tolehkannya kepalanya kearah yoochun
“anyeoong hyuung.. bogoshipoyo”
jaejoong menubruk tubuh yoochun dan memeluknya erat
“nak yoochun sudah pulang?” ahjumma
choi menyapa yoochun dengan pelan dilepasnya pelukan jaejoong dan membungkuk
sopan pada pengasuh jaejoong sedari kecil itu
“apa kabar bibi, aku sangat
merindukanmu” yoochun memeluk ahjumma choi erat ia sudah menganggap seperti
ibunya sendiri karena sedari kecil ia sudah kehilangan kedua orang tuanya
“makanlah dulu aku akan mengangkat
barangmu ke kamar yoochunie” yoochun menggeleng
“aku yang akan membawanya bibi..
terimakasih” bibi mengangguk dan segera beralalu dari keduanya
“kubantu hyung” jaejoong mengambil
tas jinjing yang tersampir di bahu yoochun
“dimana yunho dan changmin?” tanya
yoochun ia menyeret kopernya pelan menuju kamarnya ia tidak melihat ekspresi
meringis jaejoong yang sekuat tenanga disembunyikan
“yunho hyung berangkat ke jepang dan
changmin hyung sedang keluar” ia mencoba mengimbangi langkah yoochun tapi sial
holenya perih ia bersumpah akan memberi pelajaran pada yunho jika sudah pulang
“apa changmin menjalani misinya
sekarang?” jaejoong mengangguk dan mendudukkan pantat seksinya di ranjang
yoochun
“ne, umma sedang ada di busan ada
pagelaran fasion show disana ia memboyong semua modelnya juga peralatannya dia
sangat sibuk satu minggu ini”
“apa appa kim baik – baik saja,
sejauh yang kutahu yunho mengatakan jika kesehatan appa kim sedikit memburuk
joongie” yoochun melepas dasi yang mencekiknya
“kau harus mengawasi appa dengan
teliti hyung, aku punya firasat yang sangat buruk akhir- akhir ini” jaejoong
menghembuskan nafasnya lelah
“jangan terlalu banyak berfikir
joongie, kudengar dari changmin kau masih suka membolos dan berginta ganti
pacar” jaejoong menatap sengit yoochun
“itu bukan aku hyung! Aku sudah
berubah aku sudah rajin ke kampus dan tidak berkencan dengan yeoja- yeoja lagi”
protes jaejoong
“baguslah kalau begitu.. jangan
membuat beban pikiran appamu, dia sangat menyayangimu joongie” jaejoong
mengangguk membenarkan
“apa hyung akan menetap disini dan
tidak kembali ke new york lagi?” tanya jaejoong
“ne, tugasku sudah selesai di new
york, mungkin untuk sekarang aku akan kesana setahun dua kali ku kira sekarang
giliran yunho” jaejoong memandang tidak mengerti
“apa maksudmu hyung?” yoochun menoleh
kearah jaejoong tangannya berhenti merapikan pakaian yang di ambilnya dari
koper untuk di letakkan di lemarinya
“kami akan mendapat giliran menetap
di luar negri untuk menstabilkan perusahaan kim corp cabang di jepang sekarang
yunho ke jepang bukan? Mungkin dia akan menetap disana cukup lama” jaejoong
meremat sprei yang ada di bawahnya
“jadi maksudmu kau ke new york
kemarin juga karena giliran itu?” yoochun mengangguk membenarkan “aku tidak
percaya ini ..”
“apa yunho tidak memberitahumu
tentang ini?” jaejoong menggeleng dan segera beranjak membuat yoochun menatap
bingung jaejoong
Jaejoong menuju kamarnya dan mengambil
ponselnya “aishh! Apa kau sengaja menonaktifkan ponselmu eoh!” jaejoong
membanting ponselnya kearah sofa
Yunho menyeret kopernya masuk ke
apartemen mewah di jepang yang merupakan fasilitas dari kim corp ia membuka
ponselnya banyak sekali pesan dari jaejoong
‘yah! Beraninya kau berangkat tanpa
memberitahuku!’
‘cepat aktifkan ponselmu yunnie, aku
merindukanmu L’
‘kau ingin aku mati muda karena cemas
memikirkanmu?’
‘kenapa tidak membalas pesanku eoh!’
‘Kau jahat yunnieL’
‘kau membobolku sacara bar- bar jadi
kau akan pergi itu alasannya dasar babo’
‘aku akan membuat perhitungan jika
kau kembali !’
‘yah! Aktifkan ponselmu atau aku akan
memberitahu chunnie hyung tentang kita!’
‘boghosipoyo yunnie ah’
Yunho tertawa membaca deretan pesan
jaejoong yang sangat menggemaskan ia bisa menebak pasti jaejoong sedang
mengamuk sekarang “dia pasti sangat kesal.. hahahah” yunho meletakkan ponselnya
di meja nakas tapi pesan baru muncul membuat yunho langsung bergerak membukanya
‘yunnie.. holeku ingin dimasuki’
Glek.
Yunho menelan ludahnya saat membaca
pesan jaejoong ia membayangkan jaejoong sedang berbaring dengan kemeja putih
yang kancingnya hanya terkancing satu yang mempertontonkan tubuh molek jaejoong
“aiishhh!! Kenapa aku terbangun hanya membayangkannya” yunho menatap
selakangannya yang menggembung ia berdecak kesal dan menuju kamar mandi
2 minggu kemudiann –
“changmin hyuung.. kenapa yunnie
belum kembali, dia sama sekali tidak membalas pesanku” jaejoong menelungkupkan
kepalanya diatas meja dan menghela nafas
“yah, dia sedang bekerja kenapa kau
se lesu itu eoh” changmin memakan keripiknya sambil melirik jaejoong yang
sedang frustasi diam – diam ia tertawa geli setiap hari jaejoong selalu
merengek menanyakan kapan yunho pulang dan dia sedang apa diam – diam ia
menghubungi nomor yunho yang lain yang hanya di ketahuinya dan yoochun changmin
melihat layar ponselnya yunho sudah mengangkatnya
“apa dia sibuk sampai seharian,
setidaknya- setidaknya mengabariku apa dia tidak merindukanku eoh! Atau disana
dia sedang besama yeoja yang berdada besar! Apa mereka bercinta ottoke Minnie
hyung” jaejoong menarik kripik yang dipegang changmin hingga pemiliknya melotot
“yah! Apa yunho hyung disana untuk
liburan eoh! Kau ini ada- ada saja joongie.. lagi pula apa yunho hyung type
orang yang akan berpaling secepat itu eoh!”
Bruk!
Ponsel changmin jatuh di sebelah
jaejoong membuat jaejoong segera memungutnya dan melayangkan pandangan sulit
diartikan
“ponselmu jatuh” changmin segera
menyambar ponsel itu dan bernafas lega karena jaejoong tidak curiga
“aku akan tidur, tubuhku lemas
sekali” jaejoong bangkit dan segera menuju kamarnya
“aku hamper saja tamat hyung!” bisik
changmin ia segera beranjak menuju kamarnya
“apa dia sakit min? kenapa dia
mengeluh lemas?” yunho bertanya dengan nada mendesak membuat changmin mendesis
“jika kau kawatir segera selesaikan
urusan disana dan segera pulang hyung, kau tau telingaku ini sudah tidak sanggup
mendengar rengekan joongie yang selalu menanyakanmu eoh!”
“ahahaha ne, aku akan segera
menyelesaikannya min.. mungkin dua minggu lagia aku akan segera pulang, tolong
awasi jaejoong ne jangan sampai dia terluka”
“kau tau joongie tidak pernah mengeluh
pada yoochun hyung, tapi menurutku dia sudah tau dan berpura- pura tidak tau
hyung.. aku sangat mengenal yoochun hyung”
“aku sudah memberitahunya min, dia
mengumpat seharian saat aku menceritakan seluruhnya” changmin tertawa nista
mendengar cerita yunho
“jika kau sudah pulang, mungkin
kalian akan tamat hahahah” changmin tertawa memegangi perutnya
“disini masih kacau min, kukira jika
kau segera pulang bukan ide yang baik, para petinggi terlibat kasus penggelapan
dana perusahaan aku sudah mengantongi nama – nama yang akan di depak dari
perusahaan”
“kau mendapatkannya dari mana hyung?
Apa kau menghack system keamanan disana?” Tanya changmin
“yah. Jika kau ingin mendapatkan
sesuatu kau harus memulainya dengan tau banyak hal lebih dulu.. aku akan
bermain cantik disini changmin ah mereka akan kubuat mengakuinya sendiri tanpa
aku harus mengeluarkan kartu as ku” ucap yunho santai
“kau yang terbaik hyung!” seru
changmin girang
“aku akan melaporkannya pada ahjussi
kim, kututup telfonnya ne”
Pip.
Tbc.

