Title : I need you!
Genre : romance,angst
Length : -
Rate : M
Main cast : yunjae etc.
Chapter 6
Jaejoong sedang memeriksa obat- obatan di dalam medical room ia
dikejutkan dengan kedatangan boa
“jaejoong ssi, lama tidak bertemu ne?” sapa boa
“ah ne boa ssi, kau tampak awet muda ne ?” canda jaejoong membuat
boa tertawa
“tentu saja, oh iya kemarin aku tidak melihatmu dalam acara
penyambutan” jaejoong mengangguk sambil memeriksa obat- obatan
“neh.. aku kemarin tidak ikut penyambutan, kurasa sudah banyak
yang menyambut” boa tertawa pelan
“kau .. masih bersama yunho?” jaejoong menoleh mendengar
pertanyaan boa
“kenapa kau menanyakan itu? Apa kau masih menyukainya?” boa
tertawa lagi ia ingin sedikit menggoda kekasih yunho ini
“uhm.. molla aku belum bisa memastikannya” jaejoong mendengus
mendengar jawaban boa
“ah begitu, baiklah aku akan kesana dulu ne” jaejoong berjalan
menuju ke arah pintu keluar dengan sedikit kesal ia menghentakkan kakinya kesal
“wow.. yeoja itu membuatku kesal!”
“ada apa denganmu letnan kim?” jaejoong terkesiap mendengar
seunghyun
“aishh .. kau membuatku jantungan kapten jika mengagetkanku terus”
jaejoong mengurut dadanya membuat seunghyun tertawa kecil
“kau ini manis sekali” seunghyun mengusak rambut jaejoong
Dari kejauhan changmin melihat seunghyun dan jaejoong nampak
bingung “apa orang yang dimaksud kapten adalah jaejoong hyung?” changmin
menutup mulutnya tidak percaya
“oppa, kau sedang apa? Jja kita makan” ucap shin hye yang tiba-
tiba sudah ada disampingnya
“ne.. kajja” mereka berjalan menuju kantin barak
“oppa, bagaimana kabar kekasihmu?” tanya shin hye santai sambil
memasukkan kimci kedalam mulutnya tapi tidak untuk changmin yang langsung
tersedak
“ya! Uhuk!! Kenapa kau berbicara saat makan shin hye itu tidak
sopan!” sembur changmin
“wahh oppa oppa.. wajahmu merah .. wuuu” goda shin hye
“aishh. Bocah ini” changmin memasukkan makanan dengan brutal
“oppa, dulu aku pernah menyukai namja saat kuliah tapi namja itu
menolakku” shin hye memutar mutar sendoknya membuat changmin gemas
“makanan jangan dibuat mainan dongsaeng.. tidak baik” nasihat
changmin
“aku tidak tau oppa, sampai saat ini aku masih menyukainya”
changmin memandang kasian adiknya
“lalu, kenapa alasan dia menolakmu?” tanya changmin
“dia mengatakan aku hanya dianggapnya adik perempuannya tidak
lebih” shin hye mulai berkaca – kaca
“sudah jangan menangis, kau yeoja yang cantik dongsaeng.. kau
pasti mendapatkan yang lebih baik darinya” shin hye menangis keras membayangkan
ia ditolak oleh jaejoong
“oppa.. perasaan ini tidak hilang walaupun aku sudah mencobanya”
shin hye memukul dadanya
“ya ya! Jangan menangis seperti ini.. kau sekarang seorang dokter
bagaimana bisa kau bersikap kekanakan begini!” seru changmin
“aku juga manusia oppa!”
teriak shin hye dengan air mata berderai ia mengusap ingusnya dengan tangan
membuat changmin meringis
‘apa yunho hyung sudah gila
menyebut shin hye sebagai dokter preman? Dia seperti bocah seperti ini!!’
batin changmin
“ne ne.. kau juga manusia, hapus air matamu itu kau tampak jelek!”
ejek changmin membuat mata shin hye memicing
“aughh.. kau pintar sekali membuatku kesal tiang!” sewot shin hye
membuat changmin memutar bola matanya
“yah! Tadi kau memanggilku manis dengan panggilan oppa kenapa
sekarang kau berubah eoh!” kesal changmin
“aishh.. aku harusnya curhat pada yunho oppa dari pada padamu
tiang, aku jadi menyesal” changmin tertawa pelan adiknya sangat moody
“lalu kenapa mencariku eoh?” changmin bersidekap membuatnya tampak
cool
“yunho oppa tidak ada, aku sudah mencarinya dari tadi” jawab shin
hye santai
“yunho hyung tidak ada?” tanya changmin heran
Luhan nampak ke kantin menuju lemari es ia sempat melirik
kearahnya dan adiknya tapi tanpa berkata apapun
“sersan luhan, kau tau dimana yunho hyung? Ahh maksudku kapten
yunho” tanya changmin
“tadi sore aku melihatnya bersama sersan park mengendarai mobil,
mungkin akan ke taebek” jawab luhan
“ah begitu, arasso .. gomawo sersan luhan” luhan mengangguk dan
berjalan keluar sebelum mengedipkan mata pada shin hye
“ishh dasar cabul!” gerutu shin hye
“kau harus terbiasa ne, dan jangan berbuat ulah” shin hye
memanyunkan bibirnya
“ne ne .. arasso ..”
“jja kembalilah kau harus bekerja” usir changmin
“tidak ada yang dikerjakan, jadwalnya adalah besok pagi untuk
mengambil sampel darah seluruh tentara” ucap shin hye
“ah begitu..”
“ne.. oppa, aku masih penasaran siapa kekasih yunho oppa hingga
membuat yunho oppa nampak sangat berseri sebelum ditugaskan kemari” tanya shin
hye penasaran
“yah! Kau ini senang sekali mencampuri urusan orang” changmin
menyentil kening adiknya dengan ganas
“ishh!! Aku hanya penasaran.. yunho oppa orang yang kaku bisa
berubah menjadi pribadi yang hangat ini sangat menakjubkan” shin hye berkata
sangat semangat membuat changmin meringis
“aishh.. kau tetap memalukan dengan sikapmu ini” changmin menutup
mukanya dengan kedua tangan
“YAH! Ayolahh oppa ne ne ne” shin hye mengedipkan matanya merayu
kakaknya agar buka suara
“aku- tidak- tau” changmin melotot pada adiknya membuat shin hye
manyun karena tidak berhasil mengorek informasi ia tau kakaknya ini tau
semuanya tapi sengaja berbohong
.
.
Yunho dan yoochun dalam perjalanan kembali ke barak mereka baru
saja kembali ke taebek untuk melaporkan kedatangan tim medis dari DongBang Hospital
yang telah tiba
“yun ponselmu” ucap yoochun membuat yunho melirik kearah ponselnya
yang bergetar ia menyalakan tombol di mobil untuk menjawab telpon
“yeoboseyoo umma” jawab yunho
“YAH!! Kenapa kau malah mengikuti minnie eoh yunho!!” sembur umma
jung membuat yunho dan yoochun meringis
“aish.. umma, jaringan disini sangat tidak stabil.. jadi wajar
saja jika aku jarang menghubungimu umma” jawab yunho sabar
“apa minnie dan shin hye sehat? Apa mereka makan dengan baik?
Tidur dengan nyaman?” yoochun tertawa pelan
“umma, mereka sudah besar.. dan aku ada di dekat mereka jangan
mengkhawatirkan mereka terlalu berlebihan aku janji menjaga mereka” jawab yunho
membuat umma jung mendesah pasrah
“ne ne.. umma percayakan mereka padamu yun.. hiks .. umma sangat
kawatir pada mereka” isak umma jung
“umma.. sudahlah, umma cukup mendampingi appa dan menghabiskannya
sisanya serahkan padaku” canda yunho
“umma sudah mendengar dari appamu tentang jaejoong” ucap umma jung
membuat yunho mengeryit
“lalu?” tanya yunho
“apa kau senang yunnie ?” umma jung balik bertanya pada yunho
“tentu saja, dia satu- satunya orang yang kucintai selama ini..
jika aku sudah kembali bukankah itu hal yang sangat menggembirakan” jawab yunho
“apa kalian berencana menikah?” yoochun ikut mengeryit seperti
yang yunho lakukan
“tentu saja umma, aku ingin membangun keluarga kecilku bersama
jaejoong dan anak kami” yunho menjawab santai tapi ia memiliki firasat buruk
“ah begitu.. besok umma akan menyapa jaejoong kalau begitu rasanya
sangat lama tidak menyapanya” jawab umma jung ceria
“ne umma.. aku akan mengatakan padanya besok”
“ne..yasudah umma mau masak dulu bye yunnie.. bogoshipoyo”
“ne umma”
Pip.
“umma jung tidak berubah sama sekali yun” yunho menatap malas
sahabatnya
“ne kau benar, dia masih
saja posesif pada kami” jawab yunho malas
“tapi kenapa umma jung bertanya tentang pernikahan?”
“molla.. aku punya firasat buruk chun”
“eoh ponselmu bergetar lagi” ucap yoochun malas “kenapa ponselku
tidak ada yang menghubungi” gerutuynya
Yunho menjawab telpon anaknya itu dengan tersenyum
“APPAAA!” teriak monbin membuat yunho tertawa
“ne ne.. uri binnie .. appa mendengarmu” jawab yunho
“appa.. bogoshipo” rengek monbin
“ne .. nado bogoshipo adeul, binnie sedang apa?” tanya yunho
“binnie sedang main appa” jawab monbin
“yah! Jung monbin kau hanya merindukan appamu tidak dengan ahjussi
tampan eoh?” sahut yoochun
“wahh ada ahjussi yang jidatnya lebar ne” yoochun mendengus
mendengar jawaban monbin
“yak! Binniiieeeeee!! Kenapa kau mengacak kamarku eoh?” teriak
junsu ia tidak tau jika keponakannya itu sedang menelpon appanya
“wahh kau berbuat apa binnie hingga imomu seperti itu ?” tanya
yunho heran ia tidak melihat sahabatnya yang sudah gugup setelah mendengar
suara mantan kekasihnya
“aku tadi hanya sedikit mengacak perpustakaan mini milik imo appa,
aku mencari komik ternyata tidak ada” jawab monbin jujur
“yak! Binnie. Kau mengabaikanku eoh bocah manis” suara junsu
nampak nyaring di mobil yang dikendarai yunho
“binnie.. loudspeaker ponselmu.. appa ingin berbicara dengan imo
mu” monbin mengangguk dan memencet tombol loudspeakernya
“ya kau kim junsu! Jangan memarahi monbin” junsu menutup mulutnya
ia tidak tau jika keponakannya sedang menelfon appanya
“eoh .. hehe mian yunho hyung, aku sedikit kesal kamarku sangat
berantakkan akibat anakmu yang manis ini dan juga aku tidak sedang memarahinya
aku hanya bercanda” jelas junsu panjang lebar membuat kedutan di bibir yoochun
sedikit tersungging hal itu tak luput dari pandangan yunho
“ya ya, aku percayakan monbin padamu.. oh iya junsu ah, apa kau
merindukan yoochun? Dia sedang disampingku saat ini” yoochun melotot mendengar
ucapan sahabatnya
“yah! Kau benar- benar jung!” teriak yoochun frustasi di seberang
telpon junsu nampak gugup
“oh ani, aku akan ke kamar mandi.. ponselnya kuberikan lagi pada
monbin hyung.. anyeoong” junsu buru- buru memberikan ponsel pada monbin
“appa, muka junsu imo sangat merah. Apa junsu imo alergi?” tanya
monbin polos membuat yunho tertawa
“ani .. dia tidak alergi, binnie” jawab yunho sabar ia
berkonsentrasi menyetir karena jalanan semakin gelap “binnie .. besok appa
telpon lagi ne, sekarang binnie main jangan nakal, arrachi?”
“ne appa.. anyeoong”
Pip
“wahh.. kau lelaki sejati park” ejek yunho membuat yoochun
mendengus
“kau ini jung, aku hanya sedikit canggung jika aku menyapanya
lagi.. kau tau waktu berjalan sangat lama mungkin saja dia sudah memiliki
kekasih” jawab yoochun
“aniyo.. aku sudah memastikannya pada boojae, dan junsu tidak
pernah terlibat percintaan lagi setelah putus darimu” jawab yunho santai
“jinja??”
“ne.. kau tanyakan sendiri sobat, kau harus menjadi pria sejati”
ejek yunho lagi membuat yoochun meninju lengannya.
.
.
Mereka sampai tengah malam suasana sangat sepi
“semua orang sudah tidur rupanya” ucap yunho ia melihat
sekelilingnya sepi hanya penjaga yang sedang berjaga mengamati keadaan
“bukankah itu jaejoong?”
sahut yoochun membuat yunho menoleh
“oh ne, kenapa dia belum tidur?” Tanya yunho heran
“kau sudah baikan dengannya?” Tanya yoochun
“aniyo.. dia selalu menghindariku seharian ini” yunho mengehela
nafas
“jja.. selesaikan masalahmu jangan dibiarkan berlarut –larut”
yoochun menepuk pundak yunho
“seharusnya kata- kata itu untuk dirimu sendiri” cibir yunho
membuat yoochun mematung ditempatnya
“kau menungguku boo?” Tanya yunho pada jaejoong yang sedang
bersidekap kedinginan
“uhm” gumam jaejoong membuat yunho gemas ia menggosok kedua
tangannya dan menggenggam tangan jaejoong
“kau kedinginan jika menunggu disini, kau mau kopi?” tawar yunho
ia menuntun jaejoong kearah tempat duduk di dekat pompa air
“duduklah disini aku akan membuatkanmu kopi, dan kenapa kau tidak
memakai seragammu eoh.. disini jika malam sangat dingin dan pagi sangat terik
boo” yunho melepas seragamnya dan menyelimutkannya pada jaejoong “tunggu
sebentar” yunho berlari kearah dapur untuk membuat dua gelas kopi
“baboya.. kenapa juga aku harus menunggunya seperti yeoja seperti
ini” jaejoong menepuk keningnya ia bisa melihat yunho yang semakin lama tak
terlihat menuju kantin barak “ugh.. dinginnya” jaejoong mengeratkan seragam
yunho di tubuhnya
“eoh kau cepat sekali bear” jaejoong menerima segelas kopi yang
dibuat yunho
“tentu.. hanya dua kopi itu mudah” jawab yunho santai ia duduk di
sebelah jaejoong
“uhm .. bear, aku sudah memikirkannya tindakanku yang marah padamu
kemarin.. aku minta maaf bear” jaejoong mengeratkan pegangannya pada mugnya
“seharusnya aku yang meminta maaf boo, kau tidak bersalah dan
patut marah karena tindakan cerobohku” jawab yunho ia menyampirkan tangannya
kepundak jaejoong
“aku hanya terlalu kawatir padamu” jawab jaejoong
“ne aku tau.. aku berbohong karena aku tidak mau kau kawatir”
yunho menatap jaejoong yang juga menatapnya
“aku hanya tidak ingin kau sakit, lambungmu-..”
Cup
“arra.. aku tau” yunho mengecup jaejoong membuat jaejoong berhenti
berbicara
“hahh.. aku tidak mau binnie kehilangan appanya diusia muda” jawab
jaejoong santai
“yah boo.. jangan berkata seperti itu eoh, jadi kau rela
kehilanganku seperti itu?” protes yunho
“kekanakan!” jaejoong menyentil kening yunho saat ia menarik
tangannya tangan yunho meraihnya dan mengecupnya membuat jaejoong blushing
parah
“yah.. lepaskan bear kita sedang bekerja” jaejoong menarik
tangannya yang digenggam yunho tapi genggaman itu terlalu erat hingga
Set
Cup
Mereka berciuman dengan dalam yunho mencium jaejoong dengan lembut
dan penuh perasasan namun lama – lama ciuman itu turun ke leher hingga
“eunghh..” lenguh jaejoong saat yunho memberikan kissmark di
lehernya namun ia tersadar dan mendorong yunho sebelum hal lain terjadi
“hahaah.. kau takut aku memakanmu boo?” tawa yunho
“tentu saja” pout jaejoong
“aniyo.. ini terlalu terbuka boo, tapi bukan ide buruk juga” yunho
menaikturunkan alisnya
“YAH!” teriak jaejoong membuat yunho tertawa
“ne ne.. mhiane boo” yunho memeluk kekasihnya itu dengan erat
“aku mengantuk bear” jaejoong menyandarkan kepalanya ke bahu yunho
dan memejamkan matanya
“jja.. kembalilah ke barakmu boo”
“ne ne.. kenapa kita tidak satu barak saja huh” keluh jaejoong
“appa pasti akan menghajarku jika kau hamil dalam tugas kali ini
boo” canda yunho
“ishh.. aku tidak akan mengijinkanmu melakukannya jika tanpa
pengaman” yunho mendengus
“ne ne.. mau kuantar kembali?” jaejoong menggeleng
“aniyo .. aku bisa sendiri” jaejoong berdiri dan berlari menuju
baraknya matanya sudah sangat mengantuk
“wahh.. dia membawa bajuku juga” gumam yunho ia melihat jaejoong
masuk ke dalam baraknya dan berjalan berlawanan menuju baraknya
.
.
“sersan seungri.. palli kemarilah” ucap luhan pada seungri
“apa aku salah lihat? Bukankah ini baju kapten jung?” Tanya luhan
seungri yang merasa penasaran melihat nama yang tertera di baju yang menempel
di badan jaejoong
“kau benar, ini milik kapten jung.. apa mereka teman dekat hingga
baju kapten jung di pakai selimut oleh letnan kim?” gumam seungri
“ada apa eoh?” Tanya seunghyun yang baru saja tiba merasa
penasaran dengan kedua anggotanya yang berdiri di dekat jaejoong yang tengah
tertidur di ranjangnya
“ah kapten bukan apa- apa hanya saja kami heran kenapa seragam
kapten jung bisa dipakai selimut oleh letnan kim” jelas luhan
“eoh ? benarkah?” seunghyun yang ikut penasaran menuju ke arah
keduanya dan benar saja yang dilihatnya adalah seragam yunho dan matanya
sedikit melotot melihat tandakemerahan di leher jaejoong
‘sebenarnya apa hubungan
mereka?’
‘apa yunho kekasih
jaejoong?’
‘jika iya, apakah yunho
yang membuat kiss mark itu? Kapan? ’ bantin seunghyun
“sudahlah, biarkan saja mungkin mereka teman dekat.. kajja bersiap
lari pagi” ucap seunghyun
“siap kapten!” jawab keduanya
“eung.. hoaaaam” jaejoong
bangun saat mendengar suara keras luhan dan seungri “eoh good morning
sersan luhan, sersan seungri dan kapten choi” jaejoong mengucek matanya membuat
ketiganya terpesona “ah mian, siap kapten choi!” jaejoong terbagun dari
tidurnya membuat baju yang menempel ke badannya terjatuh
“ah ne letnan kim” jawab seunghyun yang akhirnya tersadar dari
keterpesonaannya pada jaejoong
“kenapa kalian berkumpul di ranjangku?” Tanya jaejoong bingung ia
memungut baju yang terjatuh kemudian matanya melotot dan menyembunyikan seragam
itu di balik badannya membuat ketiganya menahan tawa
“kami tadi hanya ingin membangunkanmu, bukankah hari ini ada
pemeriksaan untuk seluruh tentara?” dusta seunghyun diangguki luhan dan seungri
“ah ne.. aku akan mandi kalau begitu” jaejoong mengambil seragam
dan juga handuknya dan menyembunyikan tangan satunya di balik tubuhnya “sampai
nanti semuanyaa” jaejoong berlari kearah pintu keluar dengan tergesa ia
berhenti saat dirasanya
“ada apa denganmu letnan kim?” Tanya taecyon yang kebetulan
berpapasan
“aishh kau membuatku kaget! Jangan bertanya dulu” jaejoong buru-
buru menuju kamar mandi
Jaejoong menghabiskan satu jam di kamar mandi karena ia bimbang
akan keluar, apakah seunghyun sudah tidak ada atau masih ada ia bingung harus
menjawab apa jika ditanya kenapa baju yunho ada padanya
“yah! Kau yang di dalam kenapa lama sekali, antrian sangat panjang
cepatlah” ucap seseorang
“ne” dengan santai jaejoong membuka pintu membuat prajurit itu
takut dan menciut nyalinya
“mian, letnan kim” cicitnya
“arasso.. masuklah” jawab jaejoong santai ia dipandangi banyak
prajurit yang juga mengantri
“aigoo baboya!” jaejoong menepuk kepalanya ia lupa jika ia akan
melakukan pemeriksaan darah untuk semua prajurit hari ini
Dengan wajah cool ia masuk medical room yang sudah dipenuhi banyak
tentara dan juga dokter yang sudah berjajar di mejanya masing- masing
“lihat jung, kekasihmu sedang tebar pesona” bisik yoochun
“dia memang mempesona chun” ucap yunho santai
“woah .. letnan kim sangat cantik” ucap eunhyuk tanpa sadar
membuat il woo melotot dan taecyon membungkam mulut eunhyuk
“hyukjae.. kau mau gigimu rontok?” ucap yunho santai membuat
keempatnya meringis
Bruk!
“jae hyung! Ah ani dokter kim aku ingin menjadi yang pertama” ucap
changmin ceria membuat semua orang menoleh termasuk jung shin hye yang menoleh
kearah jaejoong membuat matanya berkaca- kaca tanpa sadar ia memanggil jaejoong
“Oppa.. jaejoong oppa!” jaejoong menoleh karena namanya dipanggil
ia cukup terkejut adik terkecil yunho juga berada disini
“a-ah shin hye, kau juga disini?” jaejoong berucap canggung
“ne, aku baru melihatmu oppa” ucap shin hye
“tentu saja kau baru melihatnya dokter, letnan kim tidak ikut
dalam penyambutan kalian” sahut luhan
“ah begitu ne” jawab shin hye pelan ia meneruskan pekerjaannya
“aahhh siapa yang berani menarik kerahku! Yah! Lepas!” protes
changmin
“kau harus mengantri ne sersan jung, aku adalah kaptennya jadi aku
duluan” yunho mengambil alih tempat duduk changmin membuat changmin mendengus
“huh dasar jahat, kau menyalahgunakan pangkatmu hyung!” gerutu changmin
“jadi setelah kapten jung adalah aku” ucap seunghyun membuat
changmin melotot
“yah! Kalian berdua kenapa!” protes changmin
“suntikanku sakit loh, bagaimana bisa kalian berebut seperti itu”
canda jaejoong
“yah.. jae hyuung” keluh changmin membuat semua orang menahan tawa
“eoh bear, urat nadimu tidak terlihat” gumam jaejoong yang masih
terdengar oleh seunghyun
“akh!” teriak yunho membuat jaejoong memicing
“aku belum menusuknya” semua orang menahan tawa melihat kelakuan
yunho dan yunho sedikit mencondongkan tubuhnya lebih dekat membuat jaejoong
kaget
“apa kau sengaja memamerkannya boo?” bisik yunho
“yah apa maksudmu?” jaejoong balas berbisik
“itu” yunho mengarahkan jarinya pada lehernya sendiri membuat
jaejoong teringat dan melotot
“YAH!” teriak jaejoong tanpa sadar dan yunho dengan sengaja
mendorong jarumnya masuk menusuk nadinya
“cepat siapkan kantungnya” ucap yunho santai
“ah n-ne, kau sungguh gila” jaejoong memasukkan tabung itu dan
darah yunho masuk
“jja selesai” jaejoong berkata cuek membuat yunho tertawa
“yah apa yang kalian bicarakan hingga jae hyung berteriak eoh?”
Tanya changmin
“ra- ha – sia” bisik yunho membuat changmin memadang kesal
hyungnya yang tertawa setan.
TBC.

