Jumat, 10 Februari 2017

I need you! chapter 6



Title        : I need you!
Genre     : romance,angst
Length   : -
Rate       : M
Main cast : yunjae etc.

Chapter 6




Jaejoong sedang memeriksa obat- obatan di dalam medical room ia dikejutkan dengan kedatangan boa
“jaejoong ssi, lama tidak bertemu ne?” sapa boa
“ah ne boa ssi, kau tampak awet muda ne ?” canda jaejoong membuat boa tertawa
“tentu saja, oh iya kemarin aku tidak melihatmu dalam acara penyambutan” jaejoong mengangguk sambil memeriksa obat- obatan
“neh.. aku kemarin tidak ikut penyambutan, kurasa sudah banyak yang menyambut” boa tertawa pelan
“kau .. masih bersama yunho?” jaejoong menoleh mendengar pertanyaan boa
“kenapa kau menanyakan itu? Apa kau masih menyukainya?” boa tertawa lagi ia ingin sedikit menggoda kekasih yunho ini
“uhm.. molla aku belum bisa memastikannya” jaejoong mendengus mendengar  jawaban boa
“ah begitu, baiklah aku akan kesana dulu ne” jaejoong berjalan menuju ke arah pintu keluar dengan sedikit kesal ia menghentakkan kakinya kesal “wow.. yeoja itu membuatku kesal!”
“ada apa denganmu letnan kim?” jaejoong terkesiap mendengar seunghyun
“aishh .. kau membuatku jantungan kapten jika mengagetkanku terus” jaejoong mengurut dadanya membuat seunghyun tertawa kecil
“kau ini manis sekali” seunghyun mengusak rambut jaejoong

Dari kejauhan changmin melihat seunghyun dan jaejoong nampak bingung “apa orang yang dimaksud kapten adalah jaejoong hyung?” changmin menutup mulutnya tidak percaya
“oppa, kau sedang apa? Jja kita makan” ucap shin hye yang tiba- tiba sudah ada disampingnya
“ne.. kajja” mereka berjalan menuju kantin barak
“oppa, bagaimana kabar kekasihmu?” tanya shin hye santai sambil memasukkan kimci kedalam mulutnya tapi tidak untuk changmin yang langsung tersedak
“ya! Uhuk!! Kenapa kau berbicara saat makan shin hye itu tidak sopan!” sembur changmin
“wahh oppa oppa.. wajahmu merah .. wuuu” goda shin hye
“aishh. Bocah ini” changmin memasukkan makanan dengan brutal
“oppa, dulu aku pernah menyukai namja saat kuliah tapi namja itu menolakku” shin hye memutar mutar sendoknya membuat changmin gemas
“makanan jangan dibuat mainan dongsaeng.. tidak baik” nasihat changmin
“aku tidak tau oppa, sampai saat ini aku masih menyukainya” changmin memandang kasian adiknya
“lalu, kenapa alasan dia menolakmu?” tanya changmin
“dia mengatakan aku hanya dianggapnya adik perempuannya tidak lebih” shin hye mulai berkaca – kaca
“sudah jangan menangis, kau yeoja yang cantik dongsaeng.. kau pasti mendapatkan yang lebih baik darinya” shin hye menangis keras membayangkan ia ditolak oleh jaejoong
“oppa.. perasaan ini tidak hilang walaupun aku sudah mencobanya” shin hye memukul dadanya
“ya ya! Jangan menangis seperti ini.. kau sekarang seorang dokter bagaimana bisa kau bersikap kekanakan begini!” seru changmin
“aku  juga manusia oppa!” teriak shin hye dengan air mata berderai ia mengusap ingusnya dengan tangan membuat changmin meringis

apa yunho hyung sudah gila menyebut shin hye sebagai dokter preman? Dia seperti bocah seperti ini!!’ batin changmin

“ne ne.. kau juga manusia, hapus air matamu itu kau tampak jelek!” ejek changmin membuat mata shin hye memicing
“aughh.. kau pintar sekali membuatku kesal tiang!” sewot shin hye membuat changmin memutar bola matanya
“yah! Tadi kau memanggilku manis dengan panggilan oppa kenapa sekarang kau berubah eoh!” kesal changmin
“aishh.. aku harusnya curhat pada yunho oppa dari pada padamu tiang, aku jadi menyesal” changmin tertawa pelan adiknya sangat moody
“lalu kenapa mencariku eoh?” changmin bersidekap membuatnya tampak cool
“yunho oppa tidak ada, aku sudah mencarinya dari tadi” jawab shin hye santai
“yunho hyung tidak ada?” tanya changmin heran

Luhan nampak ke kantin menuju lemari es ia sempat melirik kearahnya dan adiknya tapi tanpa berkata apapun
“sersan luhan, kau tau dimana yunho hyung? Ahh maksudku kapten yunho” tanya changmin
“tadi sore aku melihatnya bersama sersan park mengendarai mobil, mungkin akan ke taebek” jawab luhan
“ah begitu, arasso .. gomawo sersan luhan” luhan mengangguk dan berjalan keluar sebelum mengedipkan mata pada shin hye
“ishh dasar cabul!” gerutu shin hye
“kau harus terbiasa ne, dan jangan berbuat ulah” shin hye memanyunkan bibirnya
“ne ne .. arasso ..”
“jja kembalilah kau harus bekerja” usir changmin
“tidak ada yang dikerjakan, jadwalnya adalah besok pagi untuk mengambil sampel darah seluruh tentara” ucap shin hye
“ah begitu..”
“ne.. oppa, aku masih penasaran siapa kekasih yunho oppa hingga membuat yunho oppa nampak sangat berseri sebelum ditugaskan kemari” tanya shin hye penasaran
“yah! Kau ini senang sekali mencampuri urusan orang” changmin menyentil kening adiknya dengan ganas
“ishh!! Aku hanya penasaran.. yunho oppa orang yang kaku bisa berubah menjadi pribadi yang hangat ini sangat menakjubkan” shin hye berkata sangat semangat membuat changmin meringis
“aishh.. kau tetap memalukan dengan sikapmu ini” changmin menutup mukanya dengan kedua tangan
“YAH! Ayolahh oppa ne ne ne” shin hye mengedipkan matanya merayu kakaknya agar buka suara
“aku- tidak- tau” changmin melotot pada adiknya membuat shin hye manyun karena tidak berhasil mengorek informasi ia tau kakaknya ini tau semuanya tapi sengaja berbohong
.
.
Yunho dan yoochun dalam perjalanan kembali ke barak mereka baru saja kembali ke taebek untuk melaporkan kedatangan tim medis dari DongBang Hospital yang telah tiba
“yun ponselmu” ucap yoochun membuat yunho melirik kearah ponselnya yang bergetar ia menyalakan tombol di mobil untuk menjawab telpon
“yeoboseyoo umma” jawab yunho
“YAH!! Kenapa kau malah mengikuti minnie eoh yunho!!” sembur umma jung membuat yunho dan yoochun meringis
“aish.. umma, jaringan disini sangat tidak stabil.. jadi wajar saja jika aku jarang menghubungimu umma” jawab yunho sabar
“apa minnie dan shin hye sehat? Apa mereka makan dengan baik? Tidur dengan nyaman?” yoochun tertawa pelan
“umma, mereka sudah besar.. dan aku ada di dekat mereka jangan mengkhawatirkan mereka terlalu berlebihan aku janji menjaga mereka” jawab yunho membuat umma jung mendesah pasrah
“ne ne.. umma percayakan mereka padamu yun.. hiks .. umma sangat kawatir pada mereka” isak umma jung
“umma.. sudahlah, umma cukup mendampingi appa dan menghabiskannya sisanya serahkan padaku” canda yunho
“umma sudah mendengar dari appamu tentang jaejoong” ucap umma jung membuat yunho mengeryit
“lalu?” tanya yunho
“apa kau senang yunnie ?” umma jung balik bertanya pada yunho
“tentu saja, dia satu- satunya orang yang kucintai selama ini.. jika aku sudah kembali bukankah itu hal yang sangat menggembirakan” jawab yunho
“apa kalian berencana menikah?” yoochun ikut mengeryit seperti yang yunho lakukan
“tentu saja umma, aku ingin membangun keluarga kecilku bersama jaejoong dan anak kami” yunho menjawab santai tapi ia memiliki firasat buruk
“ah begitu.. besok umma akan menyapa jaejoong kalau begitu rasanya sangat lama tidak menyapanya” jawab umma jung ceria
“ne umma.. aku akan mengatakan padanya besok”
“ne..yasudah umma mau masak dulu bye yunnie.. bogoshipoyo”
“ne umma”
Pip.

“umma jung tidak berubah sama sekali yun” yunho menatap malas sahabatnya
“ne kau  benar, dia masih saja posesif pada kami” jawab yunho malas
“tapi kenapa umma jung bertanya tentang pernikahan?”
“molla.. aku punya firasat buruk chun”
“eoh ponselmu bergetar lagi” ucap yoochun malas “kenapa ponselku tidak ada yang menghubungi” gerutuynya

Yunho menjawab telpon anaknya itu dengan tersenyum
“APPAAA!” teriak monbin membuat yunho tertawa
“ne ne.. uri binnie .. appa mendengarmu” jawab yunho
“appa.. bogoshipo” rengek monbin
“ne .. nado bogoshipo adeul, binnie sedang apa?” tanya yunho
“binnie sedang main appa” jawab monbin
“yah! Jung monbin kau hanya merindukan appamu tidak dengan ahjussi tampan eoh?” sahut yoochun
“wahh ada ahjussi yang jidatnya lebar ne” yoochun mendengus mendengar jawaban monbin
“yak! Binniiieeeeee!! Kenapa kau mengacak kamarku eoh?” teriak junsu ia tidak tau jika keponakannya itu sedang menelpon appanya
“wahh kau berbuat apa binnie hingga imomu seperti itu ?” tanya yunho heran ia tidak melihat sahabatnya yang sudah gugup setelah mendengar suara mantan kekasihnya
“aku tadi hanya sedikit mengacak perpustakaan mini milik imo appa, aku mencari komik ternyata tidak ada” jawab monbin jujur
“yak! Binnie. Kau mengabaikanku eoh bocah manis” suara junsu nampak nyaring di mobil yang dikendarai yunho
“binnie.. loudspeaker ponselmu.. appa ingin berbicara dengan imo mu” monbin mengangguk dan memencet tombol loudspeakernya
“ya kau kim junsu! Jangan memarahi monbin” junsu menutup mulutnya ia tidak tau jika keponakannya sedang menelfon appanya
“eoh .. hehe mian yunho hyung, aku sedikit kesal kamarku sangat berantakkan akibat anakmu yang manis ini dan juga aku tidak sedang memarahinya aku hanya bercanda” jelas junsu panjang lebar membuat kedutan di bibir yoochun sedikit tersungging hal itu tak luput dari pandangan yunho
“ya ya, aku percayakan monbin padamu.. oh iya junsu ah, apa kau merindukan yoochun? Dia sedang disampingku saat ini” yoochun melotot mendengar ucapan sahabatnya
“yah! Kau benar- benar jung!” teriak yoochun frustasi di seberang telpon junsu nampak gugup
“oh ani, aku akan ke kamar mandi.. ponselnya kuberikan lagi pada monbin hyung.. anyeoong” junsu buru- buru memberikan ponsel pada monbin
“appa, muka junsu imo sangat merah. Apa junsu imo alergi?” tanya monbin polos membuat yunho tertawa
“ani .. dia tidak alergi, binnie” jawab yunho sabar ia berkonsentrasi menyetir karena jalanan semakin gelap “binnie .. besok appa telpon lagi ne, sekarang binnie main jangan nakal, arrachi?”
“ne appa.. anyeoong”
Pip

“wahh.. kau lelaki sejati park” ejek yunho membuat yoochun mendengus
“kau ini jung, aku hanya sedikit canggung jika aku menyapanya lagi.. kau tau waktu berjalan sangat lama mungkin saja dia sudah memiliki kekasih” jawab yoochun
“aniyo.. aku sudah memastikannya pada boojae, dan junsu tidak pernah terlibat percintaan lagi setelah putus darimu” jawab yunho santai
“jinja??”
“ne.. kau tanyakan sendiri sobat, kau harus menjadi pria sejati” ejek yunho lagi membuat yoochun meninju lengannya.
.
.
Mereka sampai tengah malam suasana sangat sepi
“semua orang sudah tidur rupanya” ucap yunho ia melihat sekelilingnya sepi hanya penjaga yang sedang berjaga mengamati keadaan
“bukankah itu jaejoong?”  sahut yoochun membuat yunho menoleh
“oh ne, kenapa dia belum tidur?” Tanya yunho heran
“kau sudah baikan dengannya?” Tanya yoochun
“aniyo.. dia selalu menghindariku seharian ini” yunho mengehela nafas
“jja.. selesaikan masalahmu jangan dibiarkan berlarut –larut” yoochun menepuk pundak yunho
“seharusnya kata- kata itu untuk dirimu sendiri” cibir yunho membuat yoochun mematung ditempatnya

“kau menungguku boo?” Tanya yunho pada jaejoong yang sedang bersidekap kedinginan
“uhm” gumam jaejoong membuat yunho gemas ia menggosok kedua tangannya dan menggenggam tangan jaejoong
“kau kedinginan jika menunggu disini, kau mau kopi?” tawar yunho ia menuntun jaejoong kearah tempat duduk di dekat pompa air
“duduklah disini aku akan membuatkanmu kopi, dan kenapa kau tidak memakai seragammu eoh.. disini jika malam sangat dingin dan pagi sangat terik boo” yunho melepas seragamnya dan menyelimutkannya pada jaejoong “tunggu sebentar” yunho berlari kearah dapur untuk membuat dua gelas kopi
“baboya.. kenapa juga aku harus menunggunya seperti yeoja seperti ini” jaejoong menepuk keningnya ia bisa melihat yunho yang semakin lama tak terlihat menuju kantin barak “ugh.. dinginnya” jaejoong mengeratkan seragam yunho di tubuhnya
“eoh kau cepat sekali bear” jaejoong menerima segelas kopi yang dibuat yunho
“tentu.. hanya dua kopi itu mudah” jawab yunho santai ia duduk di sebelah jaejoong
“uhm .. bear, aku sudah memikirkannya tindakanku yang marah padamu kemarin.. aku minta maaf bear” jaejoong mengeratkan pegangannya pada mugnya
“seharusnya aku yang meminta maaf boo, kau tidak bersalah dan patut marah karena tindakan cerobohku” jawab yunho ia menyampirkan tangannya kepundak jaejoong
“aku hanya terlalu kawatir padamu” jawab jaejoong
“ne aku tau.. aku berbohong karena aku tidak mau kau kawatir” yunho menatap jaejoong yang juga menatapnya
“aku hanya tidak ingin kau sakit, lambungmu-..”

Cup

“arra.. aku tau” yunho mengecup jaejoong membuat jaejoong berhenti berbicara
“hahh.. aku tidak mau binnie kehilangan appanya diusia muda” jawab jaejoong santai
“yah boo.. jangan berkata seperti itu eoh, jadi kau rela kehilanganku seperti itu?” protes yunho
“kekanakan!” jaejoong menyentil kening yunho saat ia menarik tangannya tangan yunho meraihnya dan mengecupnya membuat jaejoong blushing parah
“yah.. lepaskan bear kita sedang bekerja” jaejoong menarik tangannya yang digenggam yunho tapi genggaman itu terlalu erat hingga

Set

Cup

Mereka berciuman dengan dalam yunho mencium jaejoong dengan lembut dan penuh perasasan namun lama – lama ciuman itu turun ke leher hingga
“eunghh..” lenguh jaejoong saat yunho memberikan kissmark di lehernya namun ia tersadar dan mendorong yunho sebelum hal lain terjadi
“hahaah.. kau takut aku memakanmu boo?” tawa yunho
“tentu saja” pout jaejoong
“aniyo.. ini terlalu terbuka boo, tapi bukan ide buruk juga” yunho menaikturunkan alisnya
“YAH!” teriak jaejoong membuat yunho tertawa
“ne ne.. mhiane boo” yunho memeluk kekasihnya itu dengan erat
“aku mengantuk bear” jaejoong menyandarkan kepalanya ke bahu yunho dan memejamkan matanya
“jja.. kembalilah ke barakmu boo”
“ne ne.. kenapa kita tidak satu barak saja huh” keluh jaejoong
“appa pasti akan menghajarku jika kau hamil dalam tugas kali ini boo” canda yunho
“ishh.. aku tidak akan mengijinkanmu melakukannya jika tanpa pengaman” yunho mendengus
“ne ne.. mau kuantar kembali?” jaejoong menggeleng
“aniyo .. aku bisa sendiri” jaejoong berdiri dan berlari menuju baraknya matanya sudah sangat mengantuk
“wahh.. dia membawa bajuku juga” gumam yunho ia melihat jaejoong masuk ke dalam baraknya dan berjalan berlawanan menuju baraknya
.
.
“sersan seungri.. palli kemarilah” ucap luhan pada seungri
“apa aku salah lihat? Bukankah ini baju kapten jung?” Tanya luhan seungri yang merasa penasaran melihat nama yang tertera di baju yang menempel di badan jaejoong
“kau benar, ini milik kapten jung.. apa mereka teman dekat hingga baju kapten jung di pakai selimut oleh letnan kim?” gumam seungri
“ada apa eoh?” Tanya seunghyun yang baru saja tiba merasa penasaran dengan kedua anggotanya yang berdiri di dekat jaejoong yang tengah tertidur di ranjangnya
“ah kapten bukan apa- apa hanya saja kami heran kenapa seragam kapten jung bisa dipakai selimut oleh letnan kim” jelas luhan
“eoh ? benarkah?” seunghyun yang ikut penasaran menuju ke arah keduanya dan benar saja yang dilihatnya adalah seragam yunho dan matanya sedikit melotot melihat tandakemerahan di leher jaejoong
‘sebenarnya apa hubungan mereka?’

‘apa yunho kekasih jaejoong?’

‘jika iya, apakah yunho yang membuat kiss mark itu? Kapan? ’ bantin seunghyun

“sudahlah, biarkan saja mungkin mereka teman dekat.. kajja bersiap lari pagi” ucap seunghyun
“siap kapten!” jawab keduanya

“eung.. hoaaaam” jaejoong  bangun saat mendengar suara keras luhan dan seungri “eoh good morning sersan luhan, sersan seungri dan kapten choi” jaejoong mengucek matanya membuat ketiganya terpesona “ah mian, siap kapten choi!” jaejoong terbagun dari tidurnya membuat baju yang menempel ke badannya terjatuh
“ah ne letnan kim” jawab seunghyun yang akhirnya tersadar dari keterpesonaannya pada jaejoong
“kenapa kalian berkumpul di ranjangku?” Tanya jaejoong bingung ia memungut baju yang terjatuh kemudian matanya melotot dan menyembunyikan seragam itu di balik badannya membuat ketiganya menahan tawa
“kami tadi hanya ingin membangunkanmu, bukankah hari ini ada pemeriksaan untuk seluruh tentara?” dusta seunghyun diangguki luhan dan seungri
“ah ne.. aku akan mandi kalau begitu” jaejoong mengambil seragam dan juga handuknya dan menyembunyikan tangan satunya di balik tubuhnya “sampai nanti semuanyaa” jaejoong berlari kearah pintu keluar dengan tergesa ia berhenti saat dirasanya
“ada apa denganmu letnan kim?” Tanya taecyon yang kebetulan berpapasan
“aishh kau membuatku kaget! Jangan bertanya dulu” jaejoong buru- buru menuju kamar mandi
Jaejoong menghabiskan satu jam di kamar mandi karena ia bimbang akan keluar, apakah seunghyun sudah tidak ada atau masih ada ia bingung harus menjawab apa jika ditanya kenapa baju yunho ada padanya
“yah! Kau yang di dalam kenapa lama sekali, antrian sangat panjang cepatlah” ucap seseorang
“ne” dengan santai jaejoong membuka pintu membuat prajurit itu takut dan menciut nyalinya
“mian, letnan kim” cicitnya
“arasso.. masuklah” jawab jaejoong santai ia dipandangi banyak prajurit yang juga mengantri
“aigoo baboya!” jaejoong menepuk kepalanya ia lupa jika ia akan melakukan pemeriksaan darah untuk semua prajurit hari ini

Dengan wajah cool ia masuk medical room yang sudah dipenuhi banyak tentara dan juga dokter yang sudah berjajar di mejanya masing- masing
“lihat jung, kekasihmu sedang tebar pesona” bisik yoochun
“dia memang mempesona chun” ucap yunho santai
“woah .. letnan kim sangat cantik” ucap eunhyuk tanpa sadar membuat il woo melotot dan taecyon membungkam mulut eunhyuk
“hyukjae.. kau mau gigimu rontok?” ucap yunho santai membuat keempatnya meringis

Bruk!
“jae hyung! Ah ani dokter kim aku ingin menjadi yang pertama” ucap changmin ceria membuat semua orang menoleh termasuk jung shin hye yang menoleh kearah jaejoong membuat matanya berkaca- kaca tanpa sadar ia memanggil jaejoong
“Oppa.. jaejoong oppa!” jaejoong menoleh karena namanya dipanggil ia cukup terkejut adik terkecil yunho juga berada disini
“a-ah shin hye, kau juga disini?” jaejoong berucap canggung
“ne, aku baru melihatmu oppa” ucap shin hye
“tentu saja kau baru melihatnya dokter, letnan kim tidak ikut dalam penyambutan kalian” sahut luhan
“ah begitu ne” jawab shin hye pelan ia meneruskan pekerjaannya
“aahhh siapa yang berani menarik kerahku! Yah! Lepas!” protes changmin
“kau harus mengantri ne sersan jung, aku adalah kaptennya jadi aku duluan” yunho mengambil alih tempat duduk changmin membuat changmin mendengus
“huh dasar jahat, kau menyalahgunakan pangkatmu hyung!” gerutu changmin
“jadi setelah kapten jung adalah aku” ucap seunghyun membuat changmin melotot
“yah! Kalian berdua kenapa!” protes changmin
“suntikanku sakit loh, bagaimana bisa kalian berebut seperti itu” canda jaejoong
“yah.. jae hyuung” keluh changmin membuat semua orang menahan tawa
“eoh bear, urat nadimu tidak terlihat” gumam jaejoong yang masih terdengar oleh seunghyun
“akh!” teriak yunho membuat jaejoong memicing
“aku belum menusuknya” semua orang menahan tawa melihat kelakuan yunho dan yunho sedikit mencondongkan tubuhnya lebih dekat membuat jaejoong kaget
“apa kau sengaja memamerkannya boo?” bisik yunho
“yah apa maksudmu?” jaejoong balas berbisik
“itu” yunho mengarahkan jarinya pada lehernya sendiri membuat jaejoong teringat dan melotot
“YAH!” teriak jaejoong tanpa sadar dan yunho dengan sengaja mendorong jarumnya masuk menusuk nadinya
“cepat siapkan kantungnya” ucap yunho santai
“ah n-ne, kau sungguh gila” jaejoong memasukkan tabung itu dan darah yunho masuk
“jja selesai” jaejoong berkata cuek membuat yunho tertawa
“yah apa yang kalian bicarakan hingga jae hyung berteriak eoh?” Tanya changmin
“ra- ha – sia” bisik yunho membuat changmin memadang kesal hyungnya yang tertawa setan.



TBC.

Minggu, 05 Februari 2017

The doctors chapter 4

Chapter 4

Yunho berada di dapur ia membuat dua roti bakar dan dua coklat panas ia tidak pernah memasak karena ia tidak bisa memasak yunho meninggalkan note di atas meja makan sambil menunggu jaejoong bangun ia akan berolah raga pagi ia melangkah keluar rumah dilihatnya langit pagi sangat cerah tepat saat ditangga ia berpapasan dengan siwon yang juga keluar rumah

“prof yunho, kau mau berolah raga pagi?” sapa siwon
“ne.. Tubuhku sakit semua lagi pula kepalaku masih pusing karena kemarin” jawab yunho santai siwon melongok ke parkiran
“eoh mobil dr.kim masih disini ?” yunho ikut melihat mobil jaejoong yang terparkir rapi disamping mobil siwon
“ne .. Dia masih tidur” jawab yunho cuek
“a-apa? T-tidur di rumahmu?” siwon semakin yakin jika diantara yunho dan jaejoong ada sesuatu
“ne.. Kurasa saat aku mabuk jaejoong yang membawaku pulang” yunho mulai menggerakkan badannya untuk pemanasan
“aku menyukai dr.kim” siwon menatap intens yunho yang berhenti senam pagi karena ucapannya
“oh.. Lalu kenapa mengatakannya kepadaku? Harusnya kau mengatakannya padanya kan?” siwon nampak terkejut mendengar jawaban santai yunho
“aku tipe orang yang tidak suka menusuk dari belakang, lebih baik aku jujur padamu. kau tidak marah prof yunho?” yunho tertawa dan mengendikkan bahunya
“jika kau memang suka, ungkapkan saja.. biarkan jaejoong yang memutuskan” yunho menepuk pundak siwon dan memasang headset di telinganya lalu berlari pagi
.
.
jaejoong sibuk dengan masakan di dapur saat yunho masuk dengan keringat bercucuran jangan lupakan baju tanpa lengan yang mempetlihatkan bentuk tubuh atletis yunho
“kau dari mana bear?” tanya jaejoong
“berolah raga boo, kepalaku pusing sekali tadi” yunho berjalan kedapur dan membuka kulkas dilihatnya jaejoong mengolah makanan kesukaannya
“kau harusnya makan sehat yun, apa kau selalu melewatkan sarapan pagimu eoh?” jaejoong berkacak pinggang membuat yunho tertawa
“kau tau kemampuan masakku payah sekali boojae.. Jadi aku selalu melewatkannya” yunho duduk di meja makan dan menopang wajahnya memperhatikan jaejoong
“jangan begitu bear.. Bukankah kau seorang dokter tapi menjaga kesehatan sendiri tidak bisa” omel jaejoong
“jika seperti ini kau seperti istriku boo.. Dan aku suamimu yang menunggumu memasak” canda yunho
“kau ingin aku jadi istrimu ?” yunho mengangguk
“jja mandilah aku akan memastikannya selesai setelah kau selesai mandi” jaejoong mendorong yunho ke kamar ia tak akan tahan jika berlama - lama dengan yunho hatinya bisa menggila

Yunho keluar kamar sambil mengancingkan kemeja birunya dasi masih tersampir dipundaknya
“yah! Kenapa dasimu tidak dipakai eoh?” protes jaejoong
“jja.. Pasangkan dasiku yeobo” jaejoong mendengus melihat kelakuan yunho
“kau ini ada- ada saja bear” dengan telaten jaejoong memasangkan dasi ke leher yunho ia nampak cekatan melakukannya
“yeoppoda .. Bibirmu sungguh menggoda jika dilihat dari dekat” gumam yunho
Plak!
“dasar mesum!” yunho meringis memegang lengannya jaejoong memicingkan matanya lalu beranjak ke meja makan
“yah.. Jangan marah boo” jaejoong mengabaikan yunho dan memakan nasi dengan mata yang memicing membuat yunho terdiam dan makan dengan tenang

Yunho dan jaejoong keluar mesh yunho dan menuruni tangga dan lagi - lagi berpapasan dengan siwon yang juga akan berangkat ke rumah sakit
“good morning dr.kim” siwon tersenyum manis hingga dimplenya terlihat
“oh ne dr.siwon, kau juga akan berangkat?” siwon mengangguk
“ne.. Kau mau kuantar dr.kim?” tawar siwon membuat jaejoong memandang yunho yang nampak sangat tenang memainkan ponsel
“aniyo.. Aku akan membawa mobilku, jika perlu diantar bukan aku tapi prof.yunho”
“ya! Kenapa membawa- bawa namaku” yunho menuruni tangga dan menuju mobil jaejoong
“baiklah aku berangkat ne dr.siwon.. Anyeooong” jaejoong buru- buru menuju mobilnya siwon mengikuti yunho
.
.
Seperti biasa jaejoong sibuk dengan panggilan dari IGD yang mendadak banyak sekali pasien tak memperdulikan badannya yang sudah lelah ia mendorong bed pasien menuju ruang operasi disisi lain ada sosok yang sedang memperhatikan jaejoong dengan intens ‘kau semakin menarik’ gumamnya

Jaejoong berjalan lelah menuju ruang khusus fellow ia duduk bersandar di kursinya sejenak memejamkan matanya ia sangat lelah hari ini operasi beruntun dilakukannya bersama yunho
“kau tampak lelah kim!” ejek ahra
“bukan urusanmu ahra ssi” jaejoong menepuk pundaknya untuk meringankan kesemutan di bahunya
“aku hanya berpendapat kim jaejoong, appa menanyakanmu pulanglah” ahra keluar ruangan dengan santai
“dia pikir dia siapa menyuruhku pulang” gumam jaejoong ia menelungkupkan kepalanya ke meja dengan kedua tangan sebagai tumpuan
“apa kau sibuk boo?” yunho menempelkan kaleng dingin yang dibawanya ke pipi jaejoong membuat jaejoong terkaget
“aishh!! Kau membuatku kaget bear!” kesal jaejoong ia melirik yunho yang sedang membukakan kaleng minum untuknya
“jja.. Minumlah, kau harus segar saat bertugas boo” yunho menyodorkan kaleng itu dan diterima jaejoong dengan bibir mengrucut
“dr.kim ka-..” kata siwon terhenti saat dilihatnya yunho dengan santai duduk di depan meja jaejoong membuatnya kikuk “ahh nikmati waktu kalian, aku akan kemari nanti” siwon dengan cepat menutup pintu membuat jaejoong bingung denga kelakuan siwon
“kenapa dengan dokter choi?” tanya jaejoong
“molla” yunho mengendikkan bahunya
“kau ingin berjalan di taman depan ruman sakit boo?” tawar yunho
“sepertinya tidak buruk”
Jaejoong berlarian memegangi bunga- bunga cantik yang tumbuh di taman rumah sakit ia tampak senang dengan yang dilihatnya
“kau senang?” tanya yunho
“ne .. Mereka sangat cantik bear, wah lihat yang ini” jaejoong menunjuk bungan berwarna kuning yang sangat cantik “tapi kenapa tempat seindah ini tidak ada yang mengunjungi?” tanya jaejoong
“taman ini selalu sepi, meskipun udaranya bagus dan banyak bunga yang indah kukira mereka lebih sibuk dengan kegiatan masing-masing tempat ini adalah tempat yang nyaman untuk beduaan boo” jaejoong memicingkan matanya
“jangan berbuat mesum disini yunnie.. Ini tempat kerja” yunho tertawa melihat jaejoong menyilangkan tangannya ke dadanya
“wahh aku tidak menyangka kau semesum itu boo, siapa! Siapa yang sudah mengajarimu hal mesum eoh?” jaejoong menatap kesal yunho
“ani. Aku tidak pernah benar- benar berkencan dengan siapapun.. Mereka yang dekat denganku selalu saja aku merasa ilfeel” jaejoong duduk di seberang yunho
“wae ? Bagaimana bisa begitu?” tanya yunho
“setiap junsu menjodohkanku pria yang terlihat baik malah tampak sangat mesum di suatu ketika aku selalu benci saat mereka memandang mesum kepadaku bear.. Junsu selalu mengomel tiap kali aku mengacaukan acara perjodohan walaupun junsu mengatakan yang dikenalkannya adalah pria baik tapi aku merasa tidak.. Entahalah” yunho memandang intens jaejoong
“bagaimana jika itu aku? Bagaimana jika aku memandangmu mesum seperti pria yang dikenalkan junsu?” tanya yunho
“molla..” jaejoong menjawab asal
“kau ini lucu sekali boo” yunho mengacak rambut jaejoong “aku yakin kau juga belum pernah bercinta,apa aku benar?” jaejoong meringis dan mengangguk malu
“lalu .. Apa kau pernah bercinta yunnie?” tanya jaejoong penasaran
“kenapa kau begitu penasaran eoh?” yunho tertawa pelan
“jadi kau pernah tidak bear! Ya mau kemana?” teriak jaejoong saat yunho sudah berlari
“aku mau ke ruangan kangta hyung boo” yunho melambai pada jaejoong yang sudah mempoutkan bibirnya kesal
Jaejoong menundukkan kepalanya dan menedang kesal kearah batu yang ada di depannya membuat seseorang tertawa kecil
“tegakkan kepala cantikmu itu jaejoong, semua orang tidak bisa melihatnya” jaejoong mendongak
“hyunjoong ssi” ucap jaejoong pelan membuat hyunjoong berdecak
“yah.. Kau ini selalu memanggilku formal seperti itu jaejoong ah”
“hehe mian hyunjoong, aku hanya terbiasa” hyunjoong tertawa kecil
“kau sudah makan jaejoong ah” jaejoong menggeleng
“aku akan mentraktirmu, come on jae” mereka berjalan keara kantin “aku tidak menyangka kita bertemu disini,kukira kau akan mengambil kelas bisnis untuk meneruskan perusahaan appamu” jaejoong memandang hyunjoong
“kau tau,ini adalah impian ummaku.. Jadi aku mewujudkannya” jawab jaejoong
“perusahaan appamu?” tanya hyunjoong
“molla, biarkan saja diurus sendiri aku lebih suka bertemu pasien dari pada bertemu klien” jawab jaejoong asal
“kau memang ekstrim” jaejoong tertawa pelan
Mereka duduk berhadapan
trek!
“Boleh aku duduk disini?” hyunjoong yang baru saja menyuap nasinya terkejut
“oh ne, wajahmu tidak asing.. Kau siapa?” tanya hyunjoong
“oppa ..kau lupa kepadaku eoh? Aku go ahra ah ani kim ahra” jaejoong mendengus melihat ahra
“ah ne, kau dulu yang sering bertengkar dengan jaejoong ne?” ahra memandang kesal hyunjoong
“ne .. Aku oppa”
“wah .. Kalian bertemu lagi ternyata” hyunjoong tertawa
“oppa .. Menjamu di sebelah mejaku” ucap ahra lagi
“bukankah kita satu ruangan ?” ahra mengangguk
“ne.. Kita sama- sama berada di ruangan fellow jadi kita akan sering bertemu” ucap ahra malu- malu
“ah ne” hyunjoong memaksakan senyumnya hingga jaejoong menahan tawa dalam diamnya
“aku sudah selesai.. sampai jumpa hyunjoong ah” jaejoong bangkit dan berjalan kearah pintu keluar membuat hyunjoong menghela nafas.
.
.
Tok
Tok
Tok
“kangta hyung.. Kau sibuk?” kangta menoleh kearah pintu
“woahh kau tampak bahagia jung!” kangta mengolok yunho
“kau sangat tahu suasana hatiku sangat baik hyung” kekeh yunho
“apa jaejoong menginap dirumahmu kemarin eoh?” tanya kangta
“ne jaejoong menginap kemarin” jawab yunho membuat kangta bertepuk tangan
“woah .. Perkembangan yang bagus jung” kekeh kangta
“aku belum melihat yoochun hari ini, apa dia libur?” tanya yunho
“dia ikut seminar hari ini” yunho mengangguk mengerti
“apa kau sudah bertemu anak dokter kang in? Kim hyunjoong?” yunho mengangguk malas
“ne, aku bertemu tadi saat di ugd, dia terlihat rajin hyung” kangta mengangguk
“bukan itu, sepertinya hyunjoong dan jaejoong saling mengenal” yunho menaikkan alisnya
“benarkah? Aku juga merasa hyunjoong tidak asing tapi dimana aku bertemu dengannya”
“coba kau cari tau sendiri yun” yunho mengangguk ia melihat ponselnya bergetar “woah .. aku harus segera pergi hyung” kangta mengangguk
“ne .. Jja pergilah”




tbc.

I need you! chapter 5



Title     : I need you!
Genre    : romance,angst
Length  : -
Rate     : M
Main cast : yunjae etc.

Chapter 5




Bandara Internasional Apollo –

Jaejoong berjalan turun dari pesawat dengan membawa ransel militernya ia berpakaian lengkap
“yeoboseyo.. aku sudah sampai di bandara, kalian dimana ?”
“siap! Kami sedang mencari anda letnan!” ucap eunhyuk
“aku berada di sisi timur pesawat” jawab jaejoong
“siap! Saya sudah melihat anda letnan kim!” jaejoong melambaikan tangannya melihat eunhyuk
“hormat!” eunhyuk memberikan hormat dan jaejoong menerimanya
“saya akan mengantar anda letnan”
“ne”

Perjalanan memakan waktu 2 jam jaejoong mengagumi alam yang ada di depannya sangat indah
“apa semuanya baik- baik saja disini sersan?” tanya jaejoong eunhyuk mengangguk
“ne, semua sejauh ini aman banyak geng lokal yang berkuasa tapi mereka sejauh ini masih belum berbuat ulah” jawab eunhyuk “ah ne, bagaimana kabar monbin letnan?” jaejoong langsung menoleh kearah eunhyuk
“kau? Tau dari mana monbin sersan?” eunhyuk tertawa melihat wajah kekasih kaptennya ini
“kapten yunho selalu memamerkan anaknya pada kami” jawab eunhyuk
“woahh si jung itu!” eunhyuk melotot mendengar umpatan jaejoong
“ya! Letnan.. kau memanggil kapten seperti itu” protes eunhyuk
“wae? Wae .. wae? Dia sedang menjadi appa anakku kan? Jadi aku bebas memanggilnya apapun” cuek jaejoong
“benar juga” eunhyuk menepuk keningnya ia merasa kalah jika berdebat bersama jaejoong
“berapa lama lagi kita akan sampai ke taebek?” tanya jaejoong
“5 menit lagi letnan” jaejoong mengangguk

“letnan kim  jaejoong diperintahkan sebagai tim medis tentara pada tanggal  4 februari 2017 di apollo, mohuru. Laporan selesai”
“siap! Laporan diterima” jawab kolonel kim so hyun
“hormat!” jaejoong memberikan hormat dan berjalan keluar dari ruangan itu
.
.
“jae hyuuuuung” changmin berlari kencang saat melihat jaejoong baru saja turun dari mobil

Bruk!

“ya! Ya! Changminie .. harusnya kau memberikan hormat padaku eoh” changmin memeluk jaejoong erat dan memutar badan mereka seperti teletubies dari jauh yunho yang akan berjalan ke dapur kembali berjalan mundur kearah pintu melihat kelakuan adiknya matanya memperhatikan lebih intens ternyata yang di peluk changmin adalah jaejoong ia lari secepat yang ia bisa kearah kedua orang yang disayanginya itu
“ya! Hentikan minnie. Dan kau boo bagimana bisa setelah berpisah dariku lama kau malah berpelukan dengan pria lain begini! Protes yunho membuat jaejoong tertawa jaejoong beralih memeluk yunho dan menepuk punggung yunho
“yah.. dia masih bocah.. bagaimana kau bisa cemburu dengan bocah bear..” kata jaejoong sabar “jja lepaskan pelukanmu, banyak yang memperhatikan kita” jaejoong dengan paksa melepas pelukan yunho
“yah! Aku perlu mencarge ulang energiku, kau tega sekali boo” rajuk yunho membuat changmin ingin sekali muntah
“hyung! Jangan brtingkah menjijikkan tidak cocok dengan badanmu ini” jaejoong menujuk- nunjuk lengan berotot yunho
“diam kau bocah!” sewot yunho
“yunnie.. sudahlah, changminie hanya bercanda” yunho memandang kesal adiknya yang sedang mengoloknya dengan menjulurkan lidah
“jae hyuung saranghae..” changmin memeluk jaejoong  membuat yunho melotot
“aishh.. hyung maksudku masakan jae hyung jangan membuatku takut dengan mata itu.. aigoo” keluh changmin ia takut melihat tatapan menyeramkan hyungnya
“ne ne.. kalian membuatku terhibur, jarang sekali melihat kalian bersama seperti ini”
“jja masuk hyung.. kau akan tinggal di barak denganku” changmin menggandeng lengan jaejoong membuat jaejoong tertawa “dan kau yunho hyung, bawakan ransel jae hyung” changmin melempar tas ransel milik jaejoong dengan santai membuat yunho melotot
“yah! Kau bocah kurang ajar!” yunho mengejar jaejoong dan changmin menuju barak mereka

Changmin dan jaejoong sampai di barak tim beta disana nampak kapten seunghyun juga para anggota tim beta lainnya menyambutnya dengan berbaris rapi
 “hormat!” semuanya menyambut jaejoong dengan hormat di balas jaejoong dengan hormat pula
“selamat datang letnan kim! Ini barak kami tim beta” ucap seunghyun
“gomawoyo atas sambutannya, kuharap kita bisa bekerja sama” jaejoong membungkukkan sedikit badannya
“mwo! Kapten jung! Bagaimana bisa anda membawa ransel letnan kim” ucap luhan yang melihat yunho barusaja sampai dengan mem bawa ransel jaejoong
“ah tanyakan bocah tengik ini!” yunho melempar tas ransel itu pada changmin dan changmin hanya tersenyum bodoh melihat kekesalan hyungnya
“istirahatlah letnan kim” yunho berbalik keluar dari barak tim beta
“kapten big boss, big boss.. tolong segera ke arah kantin. over!” yunho mendengarkan radionya dan mengeryit
“wae?? Ada yang penting disana wolf?” tanya yunho pada yoochun
“kemarilah cepat, kau akan tau” yunho berlari menuju kantin barak disana tim alpha berkumpul dan memakan ramen buatan il woo
“kupikir ada yang penting! Aishh kalian ini”yunho duduk di salah satu kursi
“jja kapten silahkan dicoba ramen buatan il woo yang tampan ini” narsis il woo
“cihh .. aku bahkan lebih tampan darimu” ejek yunho membuat semua orang tertawa
“woahh.. kalian makan tanpa aku eoh” changmin langsung duduk di dekat yunho dengan pandangan memohon
“wae? Kenapa memandangkau begitu?” yunho menatap dongsaengnya risih
“kau tidak mau berbagi ramen denganku hyung?” changmin melancarkan puppy eyes attacknya
“ani” jawab yunho cuek ia memakan ramennya membuat changmin menelan ludah
“letnan kim, kemarilah bergabung dengan kami” ucap taecyon membuat semua orang menoleh kearah jaejoong yang menyandarkan badannya di pintu
“woahh kau semakin cantik saja, pantas saja si jung ini selalu menolak jika ku ajak bersenang- senang dengan yeoja” gerutu yoochun sedikit keras
“wahh.. sersan park kurasa kau  belum pernah merasakan pisau bedahku ne” ucap jaejoong manis
“j-jaejoong.. aku hanya bercanda” ringis yoochun
“bwahahahaahhaah sersan park kau takut ne dengan letnan kim” ejek eunhyuk membuat semua orang terbahak
“kau mau ramen juga minnie?” changmin menganggukkan kepalanya layaknya anak kecil membuat jaejoong tertawa
“ne, akan kubuatkan. Jangan ganggu beruang gendut itu” jaejoong mulai memanaskan air dan membuat ramen
.
.
“kapten choi, kau sedang apa disini” tanya changmin pada seunghyun yang duduk di tangga menghadap kerlap kerlip kota di dekat mohuru
“aku sedang memikirkan dia, sersan jung” changmin menoleh
“dia? Orang yang kau cintai itu kapten?” tanya changmin
“ne.. dia semakin cantik saat ini” gumam seunghyun
“bukankah katamu kau tidak tau kabarnya kapten?” seunghyun memandang kosong
“aku sudah tau kabarnya min, dadaku rasanya mau meledak saat melihatnya” sunghyun berdiri dan berjalan ke dalam
“yah! Apa kau bertemu dengannya kapten?!” teriak changmin “aku jadi penasaran siapa dia” changmin mengendikkan bahunya.

Jaejoong sedang duduk di tangga melihat kota yang sangat indah di depannya dari arah berlawanan seunghyun juga berjalan kearahnya
“anyeong letnan kim” sapa seunghyun
“eoh kapten choi” jaejoong tersenyum ramah
“sedang apa disini letnan kim?” seunghyun berdebar melihat jaejoong sungguh sangat cantik batinnya
“aku sedang memandang indahnya kota mohuru kapten, aku jadi merindukan korea”
“kau akan betah disini letnan, disini sangat indah.. seindah senyumanmu letnan kim” jaejoong tertawa mendengar ucapan seunghyun
“kau pintar menggombal kapten” seunghyun cukup terkejut ucapannya dianggap bercanda oleh jaejoong
“tampaknya kau sangat dekat dengan sersan jung changmin ne letnan” jaejoong menggangguk
“ne, minnie selalu manja kepadaku aku dianggapnya seperti ummanya” jaejoong tertawa mengingat changmin
“kau mengenal sersan jung sebelumnya?” tanya seunghyun penasaran
“tentu saja, bahkan aku mengenalnya jauh lebih lama dari kalian kenal dia” seunghyun terkejut mendengar kedekatan jaejoong dan changmin
“jadi, apa kalian memiliki hubungan khusus letnan kim?” jaejoong berdiri dan membersihkan seragam bagian belakangnya yang sedikit berdebu karena ia duduk di tangga
“apa terlihat kami memiliki hubungan seperti itu kapten?” jawab jaejoong santai ia melangkahkan kakinya pergi menuju ke barak ia ingin sejenak mengistirahatkan tubuhnya yang lelah karena perjalanan korea ke apollo yang memakan waktu 7 jam lamanya

Pagi  hari udara di apollo sangat segar terdengar teriakan para prajurit yanng berlari pagi ia sendiri di dalam barak ia keluar menuju kamar mandi
“oh my! Aku kaget sekali kapten!” jaejoong mengelus dadanya kaget melihat seunghyun  yang tiba – tiba muncul di depannya
“hahahah kau sedang memikirkan apa letnan kim hingga tidak fokus?” seunghyun tertawa kecil
“ah ani, aku akan mandi dulu kapten” jaejoong melewati seunghyun yang menunggu jawabannya
Ponselnya bergetar panggilan dari nomor anaknya ‘lovely monbin’ membuat jaejoong tersenyum
“yeoboseyoo uri adeul .. bogoshipo ..” kata jaejoong
“hallo umma.. nado bogoshipo, umma sedang apa?” tanya monbin
“umma sedang mau mandi, kau sedang apa binnie?”
“eoh? Disana masih pagi umma? Binnie mau tidur umma”
“ne, disini beda waktu dengan disana binnie.. apa junsu imo dirumah?” monbin mengangguk seakan jaejoong bisa melihat
“ne, suie imo dirumah halmoni juga dirumah”
“ah ne, tidurlah binnie..”
“umma.. apa umma bertemu dengan appa?” jaejoong tertawa
“ne, umma bertemu dengan appa disini.. nanti jika umma bertemu appa umma akan menghubungimu binnie”
“ne umma, aku rindu appa” kata monbin pelan
“ne umma tau.. tidurlah adeul ..” jaejoong menyanyikan lagu selamat tidur hingga anaknya terlelap
.
.
Helikopter militer menurunkan medical room berujumlah sepuluh buah dengan dikawal beberapa tentara yang sedang berjaga medical room itu berlogo rumah sakit ternama di seoul ‘DongBang Hospital’
“kapten, direncaranakan pukul 15.00 relawan dari rumah sakit akan tiba dengan helicopter militer” lapor taecyon
“arasso, lanjutkan” ucap yunho

semuanya berkumpul di depan barak dipimpin oleh yunho dan seunghyun di depan
“selamat datang untuk kalian semua, aku kapten jung yunho akan menjamin keselamatan kalian selama berada di apollo” ucap yunho pada seluruh relawan baik dokter maupun perawat
“dan aku kapten choi seunghyun kami akan bertanggung jawab atas kalian” semua terpekik senang bisik- bisik pun tak terhindarkan karena kedua kapten begitu tampan
“kalian akan tinggal di tenda seperti yang kalian lihat, kuharap kalian nyaman disini” yunho menunjuk tenda khusus para relawan
“dan barang kalian akan tiba malam nanti, jadi harap berasabar” lanjut seunghyun semuanya mengangguk dan segera bergegas menuju tenda untuk menata barang
Jung shin hye tersenyum bangga melihat oppanya sangat keren sekaligus tampan secara bersamaan dengan tidak sabaran ia berlari memeluk oppanya

“OPPAAAA!!”

Bruk!

Shin hye menubruk yunho dengan keras ia sangat merindukan kakaknya ini rasanya lama sekali tidak bertemu
“ya ya.. kau diperhatikan rekanmu shin hye.. kau tidak malu eoh” ucap yunho
“aniyoo!bogoshipoyo yunho oppa!” shin hye tertawa melihat oppanya sesak karena pelukan eratnya
“yah! Kau hanya merindukan yunho hyung saja eoh?” changmin berkacak pinggang
“eoh ada si tiang oppa, aigoo bogoshipoyo oppa” shin hye ganti memeluk changmin dengan erat “umma sangat merindukanmu oppa, ia selalu mengeluh padaku kau jarang sekali menghubunginya” shin hye mengomeli changmin
“aigoo.. apa umma juga mengatakan itu kepadamu?” sahut yunho diangguki shin hye
“ne.. aku sudah menghubunginya hyung jangan melotot seperti itu kepadaku” keluh changmin membuat ketiganya tertawa bersama ketiganya menjadi pusat perhatian
Dari belakang terlihat boa sedang berjalan dengan santai kearah ketiganya dan tersenyum melihat yunho sahabat kecilnya yang dulu pernah sangat dicintainya
“eoh boa noona?” seru changmin membuat shin hye juga yunho menoleh kearah boa
“lama tidak berjuma” kata boa
“ne, kau semakin cantik noona” ujar changmin membuat boa tertawa
“wah benarkah? Apa aku awet muda eoh?” keempatnya tertawa
.
.
“kenapa susah sekali mencarimu boo, padahal kita satu tempat” yunho berjalan di samping jaejoong
“aku hanya ingin menikmati indahnya kota ini bear, kau sudah makan bear?” yunho menggeleng
“yah! Kenapa belum makan sampai jam segini!” ketus jaejoong
“aku hanya tidak berselera menu makan hari ini”jaejoong menggandeng yunho menuju dapur
“kau! Duduk diam disini aku akan memasakkan sesuatu untukmu!” jaejoong berkata galak membuat yunho tertawa
“ne.. aku akan menjadi anak manis” jawab yunho membuat jaejoong tertawa
Jaejoong mulai mengolah bahan yang ada dengan tangan cekatannya membuat yunho tersenyum melihat jaejoong
“kau akan kenyang jika memandangku seperti itu bear” jaejoong meletakkan dua menu kesukaan yunho “jja.. makanlah semuanya”
“woah .. aku sudah lama tidak makan makanan buatanmu boo, aku akan menghabiskannya” yunho akan menyendokkan sesuap sebelum suara yoochun menginterupsiya
“Kau mau makan sendiri tuan jung?” yoochun berkacak pinggang
“ne, aku akan makan semua sendiri” cuek yunho sambil memasukkan makanan ke mulutnya dengan lahap
“yah kapten macam apa yang membiarkan anggotanya hanya melihatnya makan tanpa menawarinya!” teriak il woo
“molla, mungkin kapten itu sedang lapar” jawab yunho asal membuat jaejoong tertawa
“kapten jung.. harusnya kami juga makan seperti itu tadi, iya kan hyung?” eunhyuk merengek dan bertanya pada taecyon
“aishh.. kalian tadi sudah makan dan aku melewatkan jam makanku untuk memikirkan cara menembus ke pasar gelap eoh!” semua orang hanya meringis dan menggaruk tengkuk mereka yang tidak gatal
“kau bilang tadi tidak selera dengan makanannya, kau bohong padaku eoh jung!!” jaejoong memandang tajam yunho dan yunho dengan mendadak sulit menelan makanan yang dibuat jaejoong
“aishh dasar kalian membuatku dalam bahaya saja!” yunho menatap kesal keempatnya
“tidak usah menyalahkan mereka jung! Kenapa kau bohong padaku!” jaejoong melipat tangannya di dada
“boo.. aku hari ini belum menelfon monbin, aku akan menelfonnya” yunho mencoba mengalihkan pembicaraan rupanya jaejoong tidak mudah ditipu
“woahh.. kau appa yang baik eoh, monbin sudah tidur jangan menelfonnya!” yunho mengacak rambutnya frustasi ia menatap yoochun, il woo, taecyon juga eunhyuk dengan pandangan membunuh “baiklah boo.. mhiane, jung yunho yang tadi telah berbohong. Jeongmal mhiane..” yunho menghela nafas
“kau tau, aku sangat kawatir padamu saat kita berjauhan itulah mengapa aku selalu mengingatkanmu untuk selalu makan tepat waktu dan menjaga kesehatan dan keselamatanmu karena aku tidak ingin kau sakit bear.. jika kau seperti ini sama saja kau mengabaikanku!” jaejoong berdiri membanting celemeknya dan keluar dari kantin barak dengan menghela nafas
“mhiane kapten” kompak keempatnya
“ani, ini salahku.. bukan salah kalian jja ikutlah makan aku sudah tidak berselera makan” yunho memundurkan kursinya dan pergi dari kantin taecyon sudah akan menyusul tapi ditahan yoochun
“biarkan yunho sendiri, ia butuh waktu meredakan amarah jaejoong” taecyon mengangguk dan duduk kembali
“masakan ini enak sekali, letnan kim benar – benar koki yang  handal” komentar eunhyuk diangguki il woo
“dulu, saat kami masih di senior high school kami sering di masakkan jaejoong banyak makanan itulah mengapa tubuh kami dulu saat senior high school sedikit melar, kau tau sersan changmin juga sangat menggilai makanan jaejoong ia akan kuat menghabiskan banyak sekali porsi jika jaejoong memasakkannya” ucap yoochun membuat eunhyuk kagum
“kapten jung yang sangat dingin bahkan bisa luluh pada letnan kim, dia sangat mempesona” taecyon berucap kagum
“itulah kekuatan cinta sersan” ucap il woo



Tbc.