Title : MINE
Genre :
angst, romance
Length :
-
Rate :
M
Main cast : yunjae etc.
Chapter 9
“dasar anak – anak nakal bagaimana
bisa kalian tidak memberitahuku jaejoong
masuk rumah sakit eoh?!” gerutu appa kim membuat semua orang menelan
ludah gugup
“m-mhiane ahjussi ..” ucap yoochun
“apa joongie baik – baik saja?” tanya
appa kim yang kini sudah duduk di dekat ranjang jaejoong
“aku tidak apa- apa appa, dan dia”
jaejoong mengambil tangan appanya dan meletakkan di perutnya “dia juga tidak
apa- apa” appa jung menatap putra tunggalnya dengan terkejut
“appa akan memiliki cucu?” tanya kim
siwon diangguki lucu oleh jaejoong
“neh.. cucu appa akan segera lahir”
ucap jaejoong ceria membuat bulir – bulir keringat yunho bercucuran
“jadi.. kita harus segera melakukan
upacara pernikahan, aku tidak mau cucuku lahir lebih dulu dari pada pernikahan
yang akan dilangsungkan, baiklah bulan depan kalian menikah jika kita
menundanya semakin lama perut joongie akan semakin besar akan sangat melelahkan
baginya jadi kalian persiapkan semuanya arasso?!” ucap appa kim panjang lebar
membuat yoochun, changmin, junsu bahkan yunho melongo sejadinya
“ne.. semakin cepat semakin baik”
ucap yoochun yang sudah tersadar dari keterkejutannya
“yunnie.. aku ingin jus strawberry”
jaejoong menarik – narik baju yunho membuat yunho tersadar
“ah ne, akan kubelikan..”
“yunho apa kau setuju jika bulan
depan kalian menikah?” tanya appa kim serius
“aku tidak mempermasalahkannya appa,
selama joongie senang aku akan menurutinya”jawab yunho membuat appa kim
mengangguk
.
.
6 bulan kemudian –
Usia kehamilan jaejoong sudah
memasuki bulan kedelapan artinya sebentar lagi ia akan benar – benar menjadi
umma bagi jung kecil yang sedang dikandungnya lima bulan sudah ia menyandang
marga jung menjadi istri seorang jung yunho yang saat ini menjadi CEO di KIM
corp menggantikan posisi appanya yang saat ini berada di rumah menikmati hari
tuanya dan juga beristirahat karena kondisi fisiknya yang semakin melemah
karena penyakit jantung yang menggerogoti tubuh tuanya ia melewati hari –
harinya hanya ditemani orang – orang terdekat tanpa istrinya entahlah istrinya
semakin menjadi ia seperti hilang di telan bumi karena jarang sekali pulang
entah itu karena pekerjaan atau karena pria mantan kekasih yang menjalin
hubungan lagi dengannya.
Dengan perut membuncit ia menuju
halaman belakang appanya sedang bersantai di belakang ia membawa dua jus
stawberry yang tadi dibuatnya sendiri walaupun dengan kondisi fisik yang
memberatkannya melakukan aktifitas tapi jaejoong tetaplah seorang yang keras
kepala tak jarang merepotkan seisi rumah
Jaejoong meletakkan nampan di atas
meja di depannya “appa, kau sedang apa?”
“yah! Kenapa membawa- bawa nampan
dengan perut membuncit seperti itu eoh? Apa kau tidak kelelahan?” tanya appa
kim
“aniyo, aku masih bisa membawanya
lagipula dia juga tidak rewel appa”
jaejoong mengelus perut buncitnya ada perasaan senang yang membuncah saat ia
tau pergerakan anaknya begitu aktif di dalam tubuhnya
“apa kau bahagia joongie?” tanya
siwon sambil meminum jus yang dibawakan jaejoong
“tentu saja aku sangat bahagia sejak
appa menyerahkanku menjadi tanggung jawab yunnie” jaejoong menerawang saat ia
mengucap sumpah dan bersedia menjadi pasangan yunho hingga maut memisahkan
mereka “jika aku tidak bahagia aku tidak akan mau mengandung benih yunho” appa
kim tertegun mendengar jawaban jaejoong
“jagalah anak kalian dengan baik eum,
dan besarkan anak – anak kalian dengan rasa cinta dan kasih sayang yang
melimpah jangan biarkan anak kalian mendapat pengalaman yang sama sepertimu
joongie” air mata jaejoong menetes mendengar nasihat appanya ia mengingat
bagaimana ia dibesarkan hanya dengan limpahan kasih sayang dari appanya ummanya
hanya mementingkan bisnis dan kepentingannya sendiri tanpa perduli kepadanya
Dengan kasar ia mengusap air matanya
“appa kau harus melihat anak – anak kami tumbuh besar dan memanggilmu haraboji !” siwon mengangguk mendengar
permintaan putra tunggalnya yang sangat ia cintai
“jangan terlalu lelah ne, dan
dengarkan yunho jangan membantahnya dan jangan menjadi keras kepala jika
terjadi sesuatu padamu cepat hubungi yoochun ataupun changmin mereka akan
selalu ada untukmu joongie mereka semua sangat menyayangimu” appa kim mengusap
kepala jaejoong dengan sayang
“joongie akan mengingat pesan appa”
jaejoong bangkit dan memeluk appanya
“augh! Aku tidak bisa memeluk appa” gerutu jaejoong membuat siwon
tertawa
“tumbuhlah dengan baik nak” siwon
mengelus perut buncit jaejoong
Disisi lain yunho sedang memeriksa
berkas – berkas perusahaan yang sungguh membuatnya penat sudah tiga bulan ia
menjabat sebagai CEO menggantikan ayah mertuanya
“hyung! Kau sudah makan?” tanya
changmin yang tiba – tiba masuk tanpa permisi dengan membawa paperbag besar
ditanganya
yunho menoleh kearah changmin “aku
tidak sempat makan, dimana yoochun hyung?” yunho beranjak menuju sofa dan duduk
di seberang changmin
“dia sedang bertemu klien, perusahaan
asing akhir- akhir ini sangat berminat untuk menanamkan modal di perusahaan
kita” yunho memijit pangkal hidungnya kepalanya berdenyut
“kesehatan appa kim akhir – akhir ini
sangat memburuk, aku menjadi kawatir min” changmin berhenti mengunyah mendengar
apa yang dikatakan yunho
“aku juga hyung, apalagi ahjumma kim
yang sekarang entah dimana membuatku merasa aku gagal menyelidikinya” changmin
tertunduk lesu
Yunho menerawang kejadian beberapa
bulan yang lalu saat ia bertemu appa kim dan diberikan sebuah berkas yang
hingga saat ini ia masih bingung digunakan untuk apa berkas itu
Drrt..
Drrrttt..
Ponsel di sakunya bergetar
‘Boojae ❤ calling’
“yeoboseyo boo”
jawab yunho
“bear.. kau sudah makan eum?” tanya
jaejoong
“aniya.. aku
sedang bersama changmin, ia sedang makan” jawab yunho sambil tersenyum
“arasso, tunggu aku ne. aku akan sampai kesana
dalam waktu tiga puluh menit” ucap jaejoong ceria
“boo.. dengarkan
aku, jangan menyetir sendiri kau harus diantar oleh ahjussi kang, jangan
mengenakan pakaian yang tidak nyaman apalagi mempertontonkan bagian tubuhmu dan
berhati – hatilah hubungi aku jika sudah sampai di kantor ne” jaejoong terkikik
mendengar rentetan nasihat yunho suaminya sangat perhatian
“arasso.. mmuaaach”
Pip.
Jaejoong menengok
kearah kamar appanya ia tersenyum melihat wajah damai appanya saat tidur dengan
langkah pelan ia keluar dan menutup pintu kamar appanya dengan perlahan ia
takut membangunkan appanya
“sulli ah, jika
terjadi sesuatu segera hubungi aku ne” sulli mengangguk kearah calon ibu muda
itu
“tuan muda mari
saya antar, bawaan anda sudah saya letakkan di mobil” jaejoong mengangguk dan
tersenyum kearah ahjussi kang supir pribadi keluarganya
“arasso,
gomawo..” dengan pelan ia masuk ke dalam mobil sport yang biasanya ia kemudikan
sendiri sebelum ia hamil ia tidak di perbolehkan mengendarai mobil karena suatu
kejadian beberapa bulan yang lalu yang hampir merengutnya dan juga janinnya
membuat yunho marah besar dan melarangnya mengemudikan mobil sendiri
30 menit kemudian
–
“ahjussi, kau
bisa pulang tidak perlu mengantarku kedalam aku akan pulang dengan yunho nanti”
ucap jaejoong diangguki ahjussi kang
“baiklah, hati –
hati ne tuan muda” jaejoong mengangguk pada ahjussi kang dan segera bergegas
turun menuju kantor yunho di lantai 20
Dalam perjalanan
jaejoong berjalan gontai tampilannya yang modis dan paras ayunya membuat semua
pasang mata memandangnya takjub belum lagi dengan perut yang membuncit yang
membuatnya tampak sangat seksi mereka membungkuk hormat pada istri CEO itu
telah banyak orang yang penasaran mengenai kehidupan pribadinya sebagai seorang
anak dari pemilik perusahaan raksasa KIM CORP dan juga istri dari pria tampan
dan cerdas seperti jung yunho yang sangat tersohor kepiawaiannya memimpin
perusahaan yang maju begitu pesat saat di pegangnya dua kali lipat dibanding
saat dipimpin oleh kim siwon.
Di perjalanan ia di
sejajari oleh seseorang ia sengaja menggunakan lift untuk pegawai membuat para
namja yang berada di dalam lift menjadi gugup saat mereka berada dalam ruangan
yang sama dengan seorang pewaris perusahaan yang sangat – amat- mempesona
“anyeong nyonya
jung jaejoong” jaejoong membenarkan letak sweeternya dan menoleh kearah samping
seorang namja berpenampilan feminim diliriknya kartu pegawai yang mengalung di
leher yeoja itu
“oh ne karam-ssi”
jawab jaejoong ramah
“anda terlihat
sangat cantik, juga perut anda yang besar membuat anda tampak mengesankan” puji
karam lalu namja cantik itu mencondongkan tubuhnya dan berbisik “tapi.. apa
dengan perut sebesar itu yunho sunbae bisa puas bercinta denganmu jaejoong
ssi?” karam menaikkan sebelah alisnya dan menatap jaejoong yang kini tampak
kesal dan mendengus
“apa kau tidak
punya sopan santun karam ssi” ucap jaejoong tajam dan pergi tanpa tertarik
mendengar jawaban karam
TING!
Segera dilangkahkan
kakinya menuju kantor yang dulunya ditempati appanya kini berganti menjadi
kantor yunho sekretaris yang melihatnya langsung membungkuk
“tidak usah
disampaikan yoona ssi, aku akan kedalam” yoona membungkuk dan tersenyum pada
jaejoong
Klik.
Changmin menoleh
cepat kearah pintu yang baru saja terbuka ia segera menyembunyikan tablet yang
tadi di tonton bersama yunho ia berusaha senormal mungkin
Dengan segera
yunho bangkit dan menyambut jaejoong mengambil apa yang dibawa istrinya “ boo,
bukankah aku sudah bilang untuk menghubungiku saat sudah sampai eoh?”
“mhiane bear..
aku hanya tidak ingin merepotkanmu” jaejoong melirik changmin yang sudah
membuka bekal yang di bawanya untuk yunho “YAH! Jangan dimakan itu untuk
yunnie, aku tau kau sudah makan!” jaejoong berkacak pinggang membuat changmin
meringis ia buru – buru meletakkan sumpit yang di pegangnya dan bersiap untuk
pergi ia tidak mau calon ibu muda itu kesal dan memukulinya secara brutal
seperti beberapa hari yang lalu saat ia
tanpa sengaja mencomot sepotong apel yang di pegang jaejoong
“arasso ..
arasso, aku tidak akan membuat kencan kalian gagal.. jja yunho hyung makanlah
kau belum makan dari tadi” changmin melenggang pergi menyisakan keduanya
Jaejoong
mengambil remote mengunci pintu secara otomatis lalu ia menghampiri yunho yang
bingung dengan ulah jaejoong kedua tangan putih mulus jaejoong tersampir apik ke
leher jenjang suaminya
“yah.. ini masih
dikantor boo” yunho mengelus kepala jaejoong
“bear, apa kau
tidak puas denganku eum? Apa kau berpikir mencari yeoja atau namja untuk
memuaskanmu?” tuduh jaejoong membuat yunho mengeryit bingung moodswing jaejoong
kadang benar – benar aneh pikir yunho
“yah, mana
mungkin aku seperti itu eum?” ucap yunho sabar
“kalau begitu ayo
bercintahh” jaejoong menyesap kulit leher yunho dengan keras hingga yunho melenguh
“boo, kau sedang
hamil besar eum.. dan juga ini di-.. ” belum sempat yunho melanjutkan kata –
katanya dasinya sudah terlepas dan tangan terampil jaejoong sudah membuka
kancing kemejanya
“kau tidak mau?” tanya
jaejoong dengan begitu sensual
Di tatap
sedemikian membuat yunho mau tak mau menelan ludah gugup dan mengiyakan apa
yang di mau oleh istrinya ‘gwencana.. aku
akan pelan – pelan baby’ batin yunho
“arasso arasso..
aku akan melakukannya” jaejoong tersenyum lebar mendengar ucapan yunho
Dengan pelan
yunho mendudukkan jaejoong di sofa panjang dan mulai mencium istrinya ciuman
pelan itu lama – lama menjadi ciuman menuntut dengan santai yunho melepas
lembar demi lembar apa yang di kenakan jaejoong hingga istrinya itu naked dan
terpampanglah tubuh putih mulus istrinya yang begitu menggoda
“hah.. hah,..
hah” nafas jaejoong memburu dengan bibir merah yang membengkak “bear kau
curang, kenapa bajumu masih lengkap” jaejoong bersidekap melihat yunho melepas
satu persatu yang melekat di tubuhnya di mata jaejoong yunho sangat amat damn sexy membuat juniornya menegang
sebelum yunho menyentuhnya
“augh.. uri
little jaejoongie sudah tidak sabar eum?” yunho mengurut pelan junior jaejoong
membuat jaejoong meronta ingin yunho menyentuhnya dengan cepat
“ahhh yunhoo
lebih cepathhh” yunho membaringkan jaejoong dan menaikkan kaki kanan jaejoong
dan menyampirkannya di sandaran sofa hingga terpampanglah junior mungil
jaejoong yang sudah menegang dan holepink berkedut yang segera ingin di
bobolnya dengan cepat yunho mengulum junior jaejoong membuat jaejoong berteriak
karena rasa nikmat yang di berikan oleh yunho
Junior yang
sedang di kulum dan hole yang sedang di korek oleh yunho dan jangan lupakan
jemari nakal tagan kiri yunho yang memainkan putingnya dengan terampil ia tak
sanggup menahan kenikmatan yang di berikan oleh yunho hingga
“AKKHHHH!!
YUNHOOOO!” teriak jaejoong saat ia klimaks di mulut yunho
Yunho mengusap
sudut bibirnya yang terdapat cum dan menatap intens dirinya “kau sangat manis
boo”
“kau membuatku
malu bear” di tutupnya wajah merah
merona dengan kedua tangannya
“jja.. kita tidak
bisa melakukannya disini kajja” yunho menggendong jaejoong kearah rak buku yang
merupakan pintu geser menuju sebuah kamar yang disediakan di kantornya
Bruk!
Dengan pelan
yunho meletakkan istri cantiknya di tengah ranjang bedcover yang di dominasi
warna abu –abu dan putih itu semakin kontras dengan kulit putih mulus jaejoong
dengan posisi terlentang dan kaki yang tertekuk membuatnya menelan ludah saat
melihat hole jaejoong berkedut seakan memancingnya
“kau masih ingin
melanjutkannya boo?” tanya yunho ia tidak ingin memaksa jaejoong ia tidak mau
istrinya kelelahan karena aktifitas mereka walaupun jangan lupakan kenyataan
bahwa big juniornya sudah mengacung tegak ingin memasuk pinkhole istrinya
“hihihi yunnie,
juniormu tidak bisa berbohong” jaejoong meremas big junior suaminya yang
menegang sempurna
“ahh boohh, kau jangan
menggodakuhh” jaejoong terus saja menggodanya jemari lentik kurang ajar itu
terus mengurut juniornya dan menempelkannya ke hole yang sangat ingin segera di
bobolnya itu
“aku tidak ingin
pemansan bear, langsung masukkan sajahh” desahan seksi jaejoong seakan memompa
adrenalinnya
“kau yakin ?”
tanya yunho lagi tanggapi anggukan oleh jaejoong segera di tariknya kepala
yunho dan berciuman dengan panas tangan yunho menuntun juniornya ke arah
holenya jaejoong meringis saat setengah junior yunho sudah memasuki holenya
yang ketat
SLEB!
“AHHH!!” seluruh
junior yunho sudah ada dalam tubuhnya perasaan yang sama saat bercinta dengan
yunho besar,keras dan begitu dalam ia sangat menyukainya yunho berhenti sejenak
menyamankan hole jaejoong bibir hati itu mendekat kearah bibir cerry yang
terbuka mencari pasokan udara
Cup
Lumatan – lumatan
kecil itu membuat jaejoong melayang jangan lupakan tangan terampil yunho yang
sudah mengurut kembali juniornya ciuman itu turun keleher dan meninggalkan
bekas yang bisa dipastikan tidak akan hilang hingga seminggu ketika jaejoong
sudah mulai nyaman ia dengan perlahan memaju mundurkan juniornya yang dilahap
oleh hole mungil jaejoong
SLEB!
SLEB!
SLEB!!
“akhh more
yunniehh!! Deeper!!” racau jaejoong saat junior yunho merasukinya seperti tidak
ada hari esok juga jemari yunho yang tanpa henti memelintir nipplenya hingga
membuatnya melayang
“oughh boohh!! So
tight!” racau yunho yang masih dengan semangat memaju mundurkan juniornya yang
sudah licin karena precumnya
Disisi lain
ponsel jaejoong tanpa henti bergetar
‘Sulli-ssi calling’
Bosan dengan
posisi terlentang jaejoong memiringkan tubuhnya dan yunho berada di belakangnya
tangan kanannya menyangga kaki kanannya sendiri dibantu yunho agar terbuka dan
memudahkan yunho untuk leluasa menusuknya bunyi kecipak kulit yang beradu
menggambarkan betapa mereka sangat menggebu dalam bercinta yunho yang menyadari
jika jaejoong mulai kelelahan dengan posisi ini menurunkan kaki jaejoong ia
membawa jaejoong hingga berubah posisi dan yunho segera turun dari ranjang
tautan mereka terlepas sesaat yunho menempatkan tubuh jaejoong separuh tubuhnya
di atas ranjang dan kedua kakinya disampirkan di pundaknya membuatnya leluasa
menusuk hole ketat istrinya dangan dalam terbukti jaejoong klimaks dua kali
dengan posisi ini
“ahh ahh ahh bear
ahh ahh” racau jaejoong yang meremas sprei yang sudah tak berbentuk lagi
“sebentar lagi
boohh! Ahh ahh!” yunho mempercepat gerakan juniornya jaejoong bisa merasakan
jika junior yunho bertambah besar di dalam tubuhnya tanda yunho akan klimaks
“AKHHH BOOJAEHH/
YUNHOOO!”
mereka klimaks bersama membuat
yunho tersenyum di sela nafasnya yang tak beraturan begitu juga dengan jaejoong
dengan perlahan yunho menurunkan kedua kaki jaejoong dan meluruskannya ia ikut
berbaring di samping istrinya
Yunho mengusap
bulir – bulir keringat di kening istrinya dan mengecupnya “sarangheyo jung
jaejoong”
Cup.
“nado sarangheyo
jung yunho” jaejoong mendekatkan bibirnya dan melumat bibir yunho.
“kenapa kau
mendadak ingin bercinta eum?” yunho membenarkan letak selimut untuk menutupi
tubuh telanjang mereka
“kau kenal kim
karam? Tanya jaejoong membuat yunho heran
“dia hoobae saat
aku kuliah, kenapa?” tanya yunho
“apa kau dekat
dengannya bear?” jaejoong balik bertanya
“dia hanya
hoobae, lagipula kurasa dia mirip denganmu ..” yunho tau jaejoong akan protes
“tapi kau sangat cantik dibanding siapapun boo”
“aku sebal sekali
bear!” yunho mengangkat sedikit kepala jaejoong dan menempatkan lengannya
sebagai bantal untuk jaejoong
“kenapa chagiya?”
Tanya yunho santai
“dia bilang apa
yunho sunbae akan puas saat kita bercinta dengan tubuh seperti ini!” bibir
jaejoong mencebil sebal membuat yunho tertawa
“mana mungkin aku
tidak puas jika hole uri jaejoongie seperti surgauntuk jung yunho, tidak
perduli seperti apa bentuk tubuhmu aku tetap mencintaimu boo.. lagipula bentuk
tubuhmu jauh lebih seksi saat hamil seperti ini chagiya” jaejoong merona
mendengar jawaban yunho
“jinja??” Tanya
jaejoong
“eum, tentu saja
boo”
“tapi bear..
bukankah kau harus kerja eoh?” yunho melirik jam di meja nakas dan melotot
“kita bercinta
tiga jam, kurasa aku sudah melewatkan sebuah rapat” ucap yunho santai “mandilah
dulu boo, aku akan mengambil pakaianmu” jaejoong mengangguk dan segera beranjak
tapi belum juga bangun tubuhnya limbung dan terjatuh diatas ranjang yunho yang
hendak bangkit kembali dan menggendong jaejoong menuju kamar mandi
“kau benar- benar
tidak bisa jauh dariku eum?” goda yunho
Yunho memasukkan
jaejoong kedalam bathup dan menunggu jaejoong berendam
“yah bear mau
kemana?” Tanya jaejoong saat yunho sampai di pintu
“ambil pakaian
boo, aku akan segera kembali”
.
.
Setelah selesai
mereka segera kembali ke aktifitas yunho memeriksa berkas- berkas dan jaejoong
yang makan bekal yang dibawanya untuk yunho
“bear kau tidak
makan eum?” jaejoong melahap makannannya
“ne, sebentar
lagi” jaejoong mendengus dan menghampiri yunho dengan santai jaejoong duduk di
pangkuan yunho membuat yunho kaget
“boo-..” jaejoong
menyuapkan makanan yang di bawanya ia tertawa melihat wajah protes yunho
Klik!
Yunho dan
jaejoong menoleh kearah pintu yang terbuka disana sudah ada yoochun dan
changmin yang geleng- geleng kepala melihat kedua orang yang sedang bermesraan
“yah yah! Jung
kau kemana melewatkan rapat eoh?” sembur yoochun yang langsung duduk di sofa
“yunnie sibuk
chunnie hyung” jawab jaejoong santai
“sibuk apa eoh?
Bahkan makanan yang kau bawa barusaja kau makan” changmin memicingkan matanya
kearah yunjae sambil mencomot makanan di meja
“boo turunlah dan
duduk dengan nyaman di sofa” jaejoong merengut “aku juga akan kesana” timpal
yunho membuat jaejoong tersenyum
Dengan santai
yunho duduk di sofa single tapi tanpa di duga jaejoong duduk di pangkuannya
membuat yunho meringis “boo.. duduklah” jaejoong menggeleng
“yeoppo.. kenapa
kau menempel ke yunho, dia harus bekerja” ucap yoochun bijak berbeda arti
dengan jaejoong
“jadi chunnie
hyung melarang joongie bertemu yunnie seperti itu?”mata jaejoong berkaca – kaca
membuat yoochun kelabakan
“aniyo.. bukan
seperti itu yeoppo jangan salah paham” yoochun melirik changmin dan yunho yang
hanya mengendikkan bahu acuh
“boo maksud
yoochun hyung yunnie harus bekerja, jika sudah dirumah yunnie akan menuruti
apapun yang joongie mau” jaejoong turun dari pangkuan yunho dan duduk diantara
changmin dan yoochun bersikap acuh tak acuh membuat ketiga seme itu mengelus
dada melihat sikap jaejoong
Yoochun melihat
ponselnya dengan tangan bergetar membuat yunho, jaejoong dan changmin heran
Tbc..
