Kamis, 29 Juni 2017

MINE Chapter 9



Title                 : MINE
Genre              : angst, romance
Length             : -
Rate                 : M
Main cast        : yunjae etc.

Chapter 9

“dasar anak – anak nakal bagaimana bisa kalian tidak memberitahuku jaejoong  masuk rumah sakit eoh?!” gerutu appa kim membuat semua orang menelan ludah gugup
“m-mhiane ahjussi ..” ucap yoochun
“apa joongie baik – baik saja?” tanya appa kim yang kini sudah duduk di dekat ranjang jaejoong
“aku tidak apa- apa appa, dan dia” jaejoong mengambil tangan appanya dan meletakkan di perutnya “dia juga tidak apa- apa” appa jung menatap putra tunggalnya dengan terkejut
“appa akan memiliki cucu?” tanya kim siwon diangguki lucu oleh jaejoong
“neh.. cucu appa akan segera lahir” ucap jaejoong ceria membuat bulir – bulir keringat yunho bercucuran
“jadi.. kita harus segera melakukan upacara pernikahan, aku tidak mau cucuku lahir lebih dulu dari pada pernikahan yang akan dilangsungkan, baiklah bulan depan kalian menikah jika kita menundanya semakin lama perut joongie akan semakin besar akan sangat melelahkan baginya jadi kalian persiapkan semuanya arasso?!” ucap appa kim panjang lebar membuat yoochun, changmin, junsu bahkan yunho melongo sejadinya
“ne.. semakin cepat semakin baik” ucap yoochun yang sudah tersadar dari keterkejutannya
“yunnie.. aku ingin jus strawberry” jaejoong menarik – narik baju yunho membuat yunho tersadar
“ah ne, akan kubelikan..”
“yunho apa kau setuju jika bulan depan kalian menikah?” tanya appa kim serius
“aku tidak mempermasalahkannya appa, selama joongie senang aku akan menurutinya”jawab yunho membuat appa kim mengangguk
.
.
6 bulan kemudian –

Usia kehamilan jaejoong sudah memasuki bulan kedelapan artinya sebentar lagi ia akan benar – benar menjadi umma bagi jung kecil yang sedang dikandungnya lima bulan sudah ia menyandang marga jung menjadi istri seorang jung yunho yang saat ini menjadi CEO di KIM corp menggantikan posisi appanya yang saat ini berada di rumah menikmati hari tuanya dan juga beristirahat karena kondisi fisiknya yang semakin melemah karena penyakit jantung yang menggerogoti tubuh tuanya ia melewati hari – harinya hanya ditemani orang – orang terdekat tanpa istrinya entahlah istrinya semakin menjadi ia seperti hilang di telan bumi karena jarang sekali pulang entah itu karena pekerjaan atau karena pria mantan kekasih yang menjalin hubungan lagi dengannya.

Dengan perut membuncit ia menuju halaman belakang appanya sedang bersantai di belakang ia membawa dua jus stawberry yang tadi dibuatnya sendiri walaupun dengan kondisi fisik yang memberatkannya melakukan aktifitas tapi jaejoong tetaplah seorang yang keras kepala tak jarang merepotkan seisi rumah
Jaejoong meletakkan nampan di atas meja di depannya “appa, kau sedang apa?”
“yah! Kenapa membawa- bawa nampan dengan perut membuncit seperti itu eoh? Apa kau tidak kelelahan?” tanya appa kim
“aniyo, aku masih bisa membawanya lagipula dia juga  tidak rewel appa” jaejoong mengelus perut buncitnya ada perasaan senang yang membuncah saat ia tau pergerakan anaknya begitu aktif di dalam tubuhnya
“apa kau bahagia joongie?” tanya siwon sambil meminum jus yang dibawakan jaejoong
“tentu saja aku sangat bahagia sejak appa menyerahkanku menjadi tanggung jawab yunnie” jaejoong menerawang saat ia mengucap sumpah dan bersedia menjadi pasangan yunho hingga maut memisahkan mereka “jika aku tidak bahagia aku tidak akan mau mengandung benih yunho” appa kim tertegun mendengar jawaban jaejoong
“jagalah anak kalian dengan baik eum, dan besarkan anak – anak kalian dengan rasa cinta dan kasih sayang yang melimpah jangan biarkan anak kalian mendapat pengalaman yang sama sepertimu joongie” air mata jaejoong menetes mendengar nasihat appanya ia mengingat bagaimana ia dibesarkan hanya dengan limpahan kasih sayang dari appanya ummanya hanya mementingkan bisnis dan kepentingannya sendiri tanpa perduli kepadanya
Dengan kasar ia mengusap air matanya “appa kau harus melihat anak – anak kami tumbuh besar dan memanggilmu haraboji !” siwon mengangguk mendengar permintaan putra tunggalnya yang sangat ia cintai
“jangan terlalu lelah ne, dan dengarkan yunho jangan membantahnya dan jangan menjadi keras kepala jika terjadi sesuatu padamu cepat hubungi yoochun ataupun changmin mereka akan selalu ada untukmu joongie mereka semua sangat menyayangimu” appa kim mengusap kepala jaejoong dengan sayang
“joongie akan mengingat pesan appa” jaejoong bangkit dan memeluk appanya  “augh! Aku tidak bisa memeluk appa” gerutu jaejoong membuat siwon tertawa
“tumbuhlah dengan baik nak” siwon mengelus perut buncit jaejoong

Disisi lain yunho sedang memeriksa berkas – berkas perusahaan yang sungguh membuatnya penat sudah tiga bulan ia menjabat sebagai CEO menggantikan ayah mertuanya
“hyung! Kau sudah makan?” tanya changmin yang tiba – tiba masuk tanpa permisi dengan membawa paperbag besar ditanganya
yunho menoleh kearah changmin “aku tidak sempat makan, dimana yoochun hyung?” yunho beranjak menuju sofa dan duduk di seberang changmin
“dia sedang bertemu klien, perusahaan asing akhir- akhir ini sangat berminat untuk menanamkan modal di perusahaan kita” yunho memijit pangkal hidungnya kepalanya berdenyut
“kesehatan appa kim akhir – akhir ini sangat memburuk, aku menjadi kawatir min” changmin berhenti mengunyah mendengar apa yang dikatakan yunho
“aku juga hyung, apalagi ahjumma kim yang sekarang entah dimana membuatku merasa aku gagal menyelidikinya” changmin tertunduk lesu
Yunho menerawang kejadian beberapa bulan yang lalu saat ia bertemu appa kim dan diberikan sebuah berkas yang hingga saat ini ia masih bingung digunakan untuk apa berkas itu

Drrt..

Drrrttt..

Ponsel di sakunya bergetar

‘Boojae ❤ calling’

“yeoboseyo boo” jawab yunho
bear.. kau sudah makan eum?” tanya jaejoong
“aniya.. aku sedang bersama changmin, ia sedang makan” jawab yunho sambil tersenyum
“arasso, tunggu aku ne. aku akan sampai kesana dalam waktu tiga puluh menit” ucap jaejoong ceria
“boo.. dengarkan aku, jangan menyetir sendiri kau harus diantar oleh ahjussi kang, jangan mengenakan pakaian yang tidak nyaman apalagi mempertontonkan bagian tubuhmu dan berhati – hatilah hubungi aku jika sudah sampai di kantor ne” jaejoong terkikik mendengar rentetan nasihat yunho suaminya sangat perhatian
arasso.. mmuaaach
Pip.

Jaejoong menengok kearah kamar appanya ia tersenyum melihat wajah damai appanya saat tidur dengan langkah pelan ia keluar dan menutup pintu kamar appanya dengan perlahan ia takut membangunkan appanya
“sulli ah, jika terjadi sesuatu segera hubungi aku ne” sulli mengangguk kearah calon ibu muda itu
“tuan muda mari saya antar, bawaan anda sudah saya letakkan di mobil” jaejoong mengangguk dan tersenyum kearah ahjussi kang supir pribadi keluarganya
“arasso, gomawo..” dengan pelan ia masuk ke dalam mobil sport yang biasanya ia kemudikan sendiri sebelum ia hamil ia tidak di perbolehkan mengendarai mobil karena suatu kejadian beberapa bulan yang lalu yang hampir merengutnya dan juga janinnya membuat yunho marah besar dan melarangnya mengemudikan mobil sendiri

30 menit kemudian –

“ahjussi, kau bisa pulang tidak perlu mengantarku kedalam aku akan pulang dengan yunho nanti” ucap jaejoong diangguki ahjussi kang
“baiklah, hati – hati ne tuan muda” jaejoong mengangguk pada ahjussi kang dan segera bergegas turun menuju kantor yunho di lantai 20

Dalam perjalanan jaejoong berjalan gontai tampilannya yang modis dan paras ayunya membuat semua pasang mata memandangnya takjub belum lagi dengan perut yang membuncit yang membuatnya tampak sangat seksi mereka membungkuk hormat pada istri CEO itu telah banyak orang yang penasaran mengenai kehidupan pribadinya sebagai seorang anak dari pemilik perusahaan raksasa KIM CORP dan juga istri dari pria tampan dan cerdas seperti jung yunho yang sangat tersohor kepiawaiannya memimpin perusahaan yang maju begitu pesat saat di pegangnya dua kali lipat dibanding saat dipimpin oleh kim siwon.

Di perjalanan ia di sejajari oleh seseorang ia sengaja menggunakan lift untuk pegawai membuat para namja yang berada di dalam lift menjadi gugup saat mereka berada dalam ruangan yang sama dengan seorang pewaris perusahaan yang sangat – amat- mempesona
“anyeong nyonya jung jaejoong” jaejoong membenarkan letak sweeternya dan menoleh kearah samping seorang namja berpenampilan feminim diliriknya kartu pegawai yang mengalung di leher yeoja itu
“oh ne karam-ssi” jawab jaejoong ramah
“anda terlihat sangat cantik, juga perut anda yang besar membuat anda tampak mengesankan” puji karam lalu namja cantik itu mencondongkan tubuhnya dan berbisik “tapi.. apa dengan perut sebesar itu yunho sunbae bisa puas bercinta denganmu jaejoong ssi?” karam menaikkan sebelah alisnya dan menatap jaejoong yang kini tampak kesal dan mendengus
“apa kau tidak punya sopan santun karam ssi” ucap jaejoong tajam dan pergi tanpa tertarik mendengar jawaban karam

TING!

Segera dilangkahkan kakinya menuju kantor yang dulunya ditempati appanya kini berganti menjadi kantor yunho sekretaris yang melihatnya langsung membungkuk
“tidak usah disampaikan yoona ssi, aku akan kedalam” yoona membungkuk dan tersenyum pada jaejoong

Klik.

Changmin menoleh cepat kearah pintu yang baru saja terbuka ia segera menyembunyikan tablet yang tadi di tonton bersama yunho ia berusaha senormal mungkin
Dengan segera yunho bangkit dan menyambut jaejoong mengambil apa yang dibawa istrinya “ boo, bukankah aku sudah bilang untuk menghubungiku saat sudah sampai eoh?”
“mhiane bear.. aku hanya tidak ingin merepotkanmu” jaejoong melirik changmin yang sudah membuka bekal yang di bawanya untuk yunho “YAH! Jangan dimakan itu untuk yunnie, aku tau kau sudah makan!” jaejoong berkacak pinggang membuat changmin meringis ia buru – buru meletakkan sumpit yang di pegangnya dan bersiap untuk pergi ia tidak mau calon ibu muda itu kesal dan memukulinya secara brutal seperti beberapa hari  yang lalu saat ia tanpa sengaja mencomot sepotong apel yang di pegang jaejoong
“arasso .. arasso, aku tidak akan membuat kencan kalian gagal.. jja yunho hyung makanlah kau belum makan dari tadi” changmin melenggang pergi menyisakan keduanya
Jaejoong mengambil remote mengunci pintu secara otomatis lalu ia menghampiri yunho yang bingung dengan ulah jaejoong kedua tangan putih mulus jaejoong tersampir apik ke leher jenjang suaminya
“yah.. ini masih dikantor boo” yunho mengelus kepala jaejoong
“bear, apa kau tidak puas denganku eum? Apa kau berpikir mencari yeoja atau namja untuk memuaskanmu?” tuduh jaejoong membuat yunho mengeryit bingung moodswing jaejoong kadang benar – benar aneh pikir yunho
“yah, mana mungkin aku seperti itu eum?” ucap yunho sabar
“kalau begitu ayo bercintahh” jaejoong menyesap kulit leher yunho dengan  keras hingga yunho melenguh
“boo, kau sedang hamil besar eum.. dan juga ini di-.. ” belum sempat yunho melanjutkan kata – katanya dasinya sudah terlepas dan tangan terampil jaejoong sudah membuka kancing kemejanya
“kau tidak mau?” tanya jaejoong dengan begitu sensual
Di tatap sedemikian membuat yunho mau tak mau menelan ludah gugup dan mengiyakan apa yang di mau oleh istrinya ‘gwencana.. aku akan pelan – pelan baby’ batin yunho
“arasso arasso.. aku akan melakukannya” jaejoong tersenyum lebar mendengar ucapan yunho

Dengan pelan yunho mendudukkan jaejoong di sofa panjang dan mulai mencium istrinya ciuman pelan itu lama – lama menjadi ciuman menuntut dengan santai yunho melepas lembar demi lembar apa yang di kenakan jaejoong hingga istrinya itu naked dan terpampanglah tubuh putih mulus istrinya yang begitu menggoda
“hah.. hah,.. hah” nafas jaejoong memburu dengan bibir merah yang membengkak “bear kau curang, kenapa bajumu masih lengkap” jaejoong bersidekap melihat yunho melepas satu persatu yang melekat di tubuhnya di mata jaejoong yunho sangat amat damn sexy membuat juniornya menegang sebelum yunho menyentuhnya
“augh.. uri little jaejoongie sudah tidak sabar eum?” yunho mengurut pelan junior jaejoong membuat jaejoong meronta ingin yunho menyentuhnya dengan cepat
“ahhh yunhoo lebih cepathhh” yunho membaringkan jaejoong dan menaikkan kaki kanan jaejoong dan menyampirkannya di sandaran sofa hingga terpampanglah junior mungil jaejoong yang sudah menegang dan holepink berkedut yang segera ingin di bobolnya dengan cepat yunho mengulum junior jaejoong membuat jaejoong berteriak karena rasa nikmat yang di berikan oleh yunho
Junior yang sedang di kulum dan hole yang sedang di korek oleh yunho dan jangan lupakan jemari nakal tagan kiri yunho yang memainkan putingnya dengan terampil ia tak sanggup menahan kenikmatan yang di berikan oleh yunho hingga
“AKKHHHH!! YUNHOOOO!” teriak jaejoong saat ia klimaks di mulut yunho
Yunho mengusap sudut bibirnya yang terdapat cum dan menatap intens dirinya “kau sangat manis boo”
“kau membuatku malu bear” di tutupnya wajah  merah merona dengan kedua tangannya
“jja.. kita tidak bisa melakukannya disini kajja” yunho menggendong jaejoong kearah rak buku yang merupakan pintu geser menuju sebuah kamar yang disediakan di kantornya

Bruk!

Dengan pelan yunho meletakkan istri cantiknya di tengah ranjang bedcover yang di dominasi warna abu –abu dan putih itu semakin kontras dengan kulit putih mulus jaejoong dengan posisi terlentang dan kaki yang tertekuk membuatnya menelan ludah saat melihat hole jaejoong berkedut seakan memancingnya
“kau masih ingin melanjutkannya boo?” tanya yunho ia tidak ingin memaksa jaejoong ia tidak mau istrinya kelelahan karena aktifitas mereka walaupun jangan lupakan kenyataan bahwa big juniornya sudah mengacung tegak ingin memasuk pinkhole istrinya
“hihihi yunnie, juniormu tidak bisa berbohong” jaejoong meremas big junior suaminya yang menegang sempurna
“ahh boohh, kau jangan menggodakuhh” jaejoong terus saja menggodanya jemari lentik kurang ajar itu terus mengurut juniornya dan menempelkannya ke hole yang sangat ingin segera di bobolnya itu
“aku tidak ingin pemansan bear, langsung masukkan sajahh” desahan seksi jaejoong seakan memompa adrenalinnya
“kau yakin ?” tanya yunho lagi tanggapi anggukan oleh jaejoong segera di tariknya kepala yunho dan berciuman dengan panas tangan yunho menuntun juniornya ke arah holenya jaejoong meringis saat setengah junior yunho sudah memasuki holenya yang ketat

SLEB!

“AHHH!!” seluruh junior yunho sudah ada dalam tubuhnya perasaan yang sama saat bercinta dengan yunho besar,keras dan begitu dalam ia sangat menyukainya yunho berhenti sejenak menyamankan hole jaejoong bibir hati itu mendekat kearah bibir cerry yang terbuka mencari pasokan udara

Cup

Lumatan – lumatan kecil itu membuat jaejoong melayang jangan lupakan tangan terampil yunho yang sudah mengurut kembali juniornya ciuman itu turun keleher dan meninggalkan bekas yang bisa dipastikan tidak akan hilang hingga seminggu ketika jaejoong sudah mulai nyaman ia dengan perlahan memaju mundurkan juniornya yang dilahap oleh hole mungil jaejoong

SLEB!

SLEB!

SLEB!!

“akhh more yunniehh!! Deeper!!” racau jaejoong saat junior yunho merasukinya seperti tidak ada hari esok juga jemari yunho yang tanpa henti memelintir nipplenya hingga membuatnya melayang
“oughh boohh!! So tight!” racau yunho yang masih dengan semangat memaju mundurkan juniornya yang sudah licin karena precumnya

Disisi lain ponsel jaejoong tanpa henti bergetar
‘Sulli-ssi calling’

Bosan dengan posisi terlentang jaejoong memiringkan tubuhnya dan yunho berada di belakangnya tangan kanannya menyangga kaki kanannya sendiri dibantu yunho agar terbuka dan memudahkan yunho untuk leluasa menusuknya bunyi kecipak kulit yang beradu menggambarkan betapa mereka sangat menggebu dalam bercinta yunho yang menyadari jika jaejoong mulai kelelahan dengan posisi ini menurunkan kaki jaejoong ia membawa jaejoong hingga berubah posisi dan yunho segera turun dari ranjang tautan mereka terlepas sesaat yunho menempatkan tubuh jaejoong separuh tubuhnya di atas ranjang dan kedua kakinya disampirkan di pundaknya membuatnya leluasa menusuk hole ketat istrinya dangan dalam terbukti jaejoong klimaks dua kali dengan posisi ini
“ahh ahh ahh bear ahh ahh” racau jaejoong yang meremas sprei yang sudah tak berbentuk lagi
“sebentar lagi boohh! Ahh ahh!” yunho mempercepat gerakan juniornya jaejoong bisa merasakan jika junior yunho bertambah besar di dalam tubuhnya tanda yunho akan klimaks

“AKHHH BOOJAEHH/ YUNHOOO!”   
mereka klimaks bersama membuat yunho tersenyum di sela nafasnya yang tak beraturan begitu juga dengan jaejoong dengan perlahan yunho menurunkan kedua kaki jaejoong dan meluruskannya ia ikut berbaring di samping istrinya
Yunho mengusap bulir – bulir keringat di kening istrinya dan mengecupnya “sarangheyo jung jaejoong”
Cup.
“nado sarangheyo jung yunho” jaejoong mendekatkan bibirnya dan melumat bibir yunho.
“kenapa kau mendadak ingin bercinta eum?” yunho membenarkan letak selimut untuk menutupi tubuh telanjang mereka
“kau kenal kim karam? Tanya jaejoong membuat yunho heran
“dia hoobae saat aku kuliah, kenapa?” tanya yunho
“apa kau dekat dengannya bear?” jaejoong balik bertanya
“dia hanya hoobae, lagipula kurasa dia mirip denganmu ..” yunho tau jaejoong akan protes “tapi kau sangat cantik dibanding siapapun boo”
“aku sebal sekali bear!” yunho mengangkat sedikit kepala jaejoong dan menempatkan lengannya sebagai bantal untuk jaejoong
“kenapa chagiya?” Tanya yunho santai
“dia bilang apa yunho sunbae akan puas saat kita bercinta dengan tubuh seperti ini!” bibir jaejoong mencebil sebal membuat yunho tertawa
“mana mungkin aku tidak puas jika hole uri jaejoongie seperti surgauntuk jung yunho, tidak perduli seperti apa bentuk tubuhmu aku tetap mencintaimu boo.. lagipula bentuk tubuhmu jauh lebih seksi saat hamil seperti ini chagiya” jaejoong merona mendengar jawaban  yunho
“jinja??” Tanya jaejoong
“eum, tentu saja boo”
“tapi bear.. bukankah kau harus kerja eoh?” yunho melirik jam di meja nakas dan melotot
“kita bercinta tiga jam, kurasa aku sudah melewatkan sebuah rapat” ucap yunho santai “mandilah dulu boo, aku akan mengambil pakaianmu” jaejoong mengangguk dan segera beranjak tapi belum juga bangun tubuhnya limbung dan terjatuh diatas ranjang yunho yang hendak bangkit kembali dan menggendong jaejoong menuju kamar mandi
“kau benar- benar tidak bisa jauh dariku eum?” goda yunho
Yunho memasukkan jaejoong kedalam bathup dan menunggu jaejoong berendam
“yah bear mau kemana?” Tanya jaejoong saat yunho sampai di pintu
“ambil pakaian boo, aku akan segera kembali”
.
.
Setelah selesai mereka segera kembali ke aktifitas yunho memeriksa berkas- berkas dan jaejoong yang makan bekal yang dibawanya untuk yunho
“bear kau tidak makan eum?” jaejoong melahap makannannya
“ne, sebentar lagi” jaejoong mendengus dan menghampiri yunho dengan santai jaejoong duduk di pangkuan yunho membuat yunho kaget
“boo-..” jaejoong menyuapkan makanan yang di bawanya ia tertawa melihat wajah protes yunho

Klik!

Yunho dan jaejoong menoleh kearah pintu yang terbuka disana sudah ada yoochun dan changmin yang geleng- geleng kepala melihat kedua orang yang sedang bermesraan
“yah yah! Jung kau kemana melewatkan rapat eoh?” sembur yoochun yang langsung duduk di sofa
“yunnie sibuk chunnie hyung” jawab jaejoong santai
“sibuk apa eoh? Bahkan makanan yang kau bawa barusaja kau makan” changmin memicingkan matanya kearah yunjae sambil mencomot makanan di meja
“boo turunlah dan duduk dengan nyaman di sofa” jaejoong merengut “aku juga akan kesana” timpal yunho membuat jaejoong tersenyum
Dengan santai yunho duduk di sofa single tapi tanpa di duga jaejoong duduk di pangkuannya membuat yunho meringis “boo.. duduklah” jaejoong menggeleng
“yeoppo.. kenapa kau menempel ke yunho, dia harus bekerja” ucap yoochun bijak berbeda arti dengan jaejoong
“jadi chunnie hyung melarang joongie bertemu yunnie seperti itu?”mata jaejoong berkaca – kaca membuat yoochun kelabakan
“aniyo.. bukan seperti itu yeoppo jangan salah paham” yoochun melirik changmin dan yunho yang hanya mengendikkan bahu acuh
“boo maksud yoochun hyung yunnie harus bekerja, jika sudah dirumah yunnie akan menuruti apapun yang joongie mau” jaejoong turun dari pangkuan yunho dan duduk diantara changmin dan yoochun bersikap acuh tak acuh membuat ketiga seme itu mengelus dada melihat sikap jaejoong
Yoochun melihat ponselnya dengan tangan bergetar membuat yunho, jaejoong dan changmin heran


Tbc..

Senin, 26 Juni 2017

untuk para reader setia ❤

Untuk para reader tercinta ☺
saya juga sudah muncul di wattpad silahkan ceck dan meninggalkan jejak ya @jungnera
yang berkenan silahkan melihat dan memberikan vote.
Dilarang saling bash, yang tidak suka yunjae silahkan close tab 👍
Jadilah reader yang bijak 👌


Hidup yunjae shipper 😍
#author : JungNera

Kamis, 13 April 2017

MINE Chapter 8



Title                 : MINE
Genre              : angst, romance
Length             : -
Rate                 : M
Main cast        : yunjae etc.

Chapter 8



Dengan frustasi Jaejoong memandang dirinya di cermin tinggi yang seukuran dirinya pipinya semakin cubby dari hari ke hari juga badannya yang mengalami peningkatan berat badan secara drastis membuatnya memandang aneh tubunnya sendiri
“ottoke.. aku semakin jelek yunnie pasti akan berpaling ke orang lain huweeee..” mata jaejoong sudah berkaca – kaca “ini aneh.. nafsu makanku sangat tinggi aku makan seperti orang yang tidak makan lima hari” gumam jaejoong frustasi disentuhnya perutnya yang sedikit membuncit ia menduga karena ia banyak makan akhir – akhir ini.

Sudah dua bulan berlalu sejak yunho meninggalkan korea menuju ke jepang untuk menunaikan tugasnya membuat jaejoong sangat amat merindukan beruang besarnya itu
Bruk!
Wajah putih mulus itu menghantam pelan meja kayu di kantin universitas shinki
“yah joongie kau ini kenapa lemas sekali eoh? Wajahmu pucat.. gwencana?” jaejoong menatap sahabatnya sekilas
“aku mual su ie..” jaejoong memainkan jari telunjuknya membentuk pola abstrak diatas meja ia sangat bosan dan sangat amat merindukan yunhonya
Junsu memandang kawatir sekaligus aneh  pada sahabat kecilnya itu “yah joongie.. jangan membuatku kawatir eum, apa kita perlu ke rumah sakit?”
Jaejoong mengehela nafas “gwencana .. aku hanya butuh yunho saat ini, aku sangat merindukannya suie, ini sudah dua bulan sejak keberangkatannya ia tidak pernah menghubungiku” junsu memutar bola matanya
“yah! Sebenarnya aku sudah memikirkannya kenapa aneh sekali eoh, jika dia kesana untuk urusan bisnis jelas yunho hyung akan menghubungi setidaknya changmin hyung atau setidaknya chunnie” jaejoong mulai berfikir dan menegakkan tubuhnya
“apa menurutmu begitu suie?” tanya jaejoong antusias
“yah joongie, apa kau sebodoh itu eoh.. jika yunho hyung menjalankan misi tentu saja disana ia harus melaporkannya entah itu pada changmin ataupun chunnie atau appamu eoh” jaejoong nampak berpikir keras ucapan junsu
“jadi, aku harus apa suie?” tanya jaejoong polos membuat junsu bersweetdrop ria
“tentu saja kau harus mencari tau joongie, aku akan mengorek informasi dari chunnie” bibir seksi jaejoong terangkat sempurna
“aku punya cara agar changmin hyung buka mulut, kau harus ikut juga suie” junsu bergidig ngeri melihat jaejoong menyeringai
.
.
“aku pulaaaaaang..” jaejoong berteriak girang menuju rumahnya tidak ada yang menyahut kecuali para maid yang menunduk hormat padanya
“sulli ssi.. dimana changmin hyung dan yoochun hyung?” tanya jaejoong
“uhm, saya kira tuan changmin dan tuan yoochun ada di kamar tuan changmin tuan muda” jawab sulli
“oke, gomawo” jaejoong melenggang ceria menuju ke kamar changmin di lantai dua saat ia sudah di tengah tangga ia memanggil lagi maidnya itu “ah sulli ssi, tolong katakan pada junsu langsung saja ke kamar changmin” sulli mengangguk

Ceklek.

“yah! Yeoppo .. bisakah kau mengetuk pintu dulu eoh sebelum masuk!” seru yoochun
“Oppss! Mhiane .. apa kalian sibuk ?” yoochun dan changmin memandang aneh kearah jaejoong
“aniyo.. wae? Kau mau apa eoh?” tanya changmin
“aku hanya bosan dan ingin minum, kalian akan menemaniku minum ne ne ne?” jaejoong mengedipkan matanya genit membuat keduanya tertawa
“yah maknae.. lihat diluar masih terang eum, kenapa ingin minum eoh?”  yoochun menepuk pundak jaejoong pelan
“minuman dataaaaang” seru junsu membuat ketiganya menoleh melihat junsu dan sulli membawa banyak sekali minuman
Mereka duduk berhadapan jaejoong di sebelah junsu dan changmin di sebelah yoochun keempatnya memegang gelas besar
“woah .. kajja minuum hyuung” seru jaejooong sudah mengangkat gelas pertamanya diikuti ketiganya sudah bukan rahasia lagi jika jaejoonglah yang paling kuat dalam hal minum dan junsu yang paling payah
Berbotol – telah mereka habiskan jaejoong masih dalam keadaan sadar begitu juga dengan junsu yang tidak terlalu banyak minum jaejoong menatap junsu dan mengedipkan matanya
“yah chunnie hyung.. apa kau memiliki kekasih selain junsu?” tanya jaejoong
Yoochun yang sudah mabuk tertawa – tawa “aniyo.. kekasihku hanya suie, tapi aku sering melakukan one night stand dengan para gadis cantik” junsu memandang sebal yoochun
Jaejoong menatap changmin yang sudah meracau “yah changmin hyung apa kau memiliki kekasih eum?”
Changmin menatap jaejoong dan tertawa “tentu saja aku punya maknae..” jawab changmin yang sudah benar – benar mabuk hingga pipinya memerah
“woahh.. daebak, siapa kekasihmu hyung?” tanya junsu
“tentu saja makanan hehehehe” changmin tersenyum lebar hingga membuat mual jaejoong dan junsu
“yah! Dasar gila” erang junsu
“oh iya apa yunho hyung sudah menghubungimu chunnie?” tanya junsu
“oh yunho selalu menghubungiku ataupun changmin setiap hari suie, dia melaporkan segalanya pada kami” jawab yoochun ia mengisi gelasnya lagi dengan minuman
“apa yunho hyung masih lama disana?” yoochun mengendikkan bahunya
“molla.. dia bersikeras memberekskan kekacauan hik hingga akhir hik” yoochun mulai cegukan dan menepuk dadanya sendiri
Junsu tidak menyadari raut muka jaejoong yang sudah berkeringat dan sedikit pucat ia meremas perutnya yang terasa sangat sakit hingga rasanya kebas
“wahh jinja.. apa dia tidak pernah menanyakan joongie eoh?” tanya junsu lagi
“tentu saja yunho hyung selalu menanyakan kabar joongie tapi ia tidak bisa menghubungie uri joongie jika itu terjadi pasti joongie akan menyusul yunho hyung ke jepang heheheh” jawab changmin
Jaejoong meremas tangan junsu dan dipanggilnya dengan lemas “suie..” 

Bruk!

Junsu dan yoochun menoleh kearah jaejoong yang sudah tergeletak dan tangannya meremas perutnya

“JOONGIE!!” panggil ketiganya 

Dengan kepanikan luar biasa junsu berteriak membuat yoochun dan changmin yang sedang mabuk langsung terkesiap dan sadar begitu juga dengan para maid yang segera berhamburan
Yoochun menggoyangkan bahu jaejoong “yah yeoppo ! kau kenapa eoh?”
“ayo hyung cepat angkat” seru changmin
“yah bibi han segera katakan pada pak lee agar menyiapkan mobil” seru junsu
“ah ne tuan muda” bibi han langsung bergegas menuju lantai bawah
.
.
Junsu menggenggam tangan jaejoong yang ada di brankar menuju UGD rumah sakit gookil “yah joongie sadarlah jebaaaal”
“joongie .. bangun eum maknaee, jangan membuatku takut eoh” gumam changmin dengan wajah cemas
“changmin suie tenanglah kita sudah di rumah sakit” sahut yoochun
“anda harus menunggu diluar, dokter akan memeriksanya tuan salah satu bisa masuk” ucap suster hong
“ah ne” jawab ketiganya
“aku saja, kalian tadi mabuk dan aku yang masih tersadar” ucap junsu dan bergegas masuk
“hyung.. apa sebaiknya kita menghubungi yunho hyung?” tanya changmin
“kurasa begitu min, cepat hubungi dia”
“ne ..” changmin keluar ruang UGD dan mencari tempat yang sedikit sepi agar suaranya bisa terdengar
“yeoboseyo min, kenapa menghubungi eoh?” tanya yunho di seberang line telfon
“hyung.. ak- aku inginmengabarimu” ucap changmin ragu
“waeyo.. kenapa suaramu begitu eoh?” tanya yunho penasaran
“apa kau bisa pulang hyung? Ah apa pekerjaanmu sudah selesai?” tanya changmin dengan cepat
“uhm sudah, kukira hanya menunggu rapat lusa untuk menjebloskan para cecunguk itu”
Changmin sedikit berdehem “hyung.. se- sebenarnya aku menghubungimu karena- karena joongie masuk rumah sakit” changmin menunggu reaksi yunho yang masih terdiam
“MWOH! KENAPA KAU BARU BILANG CHANGMIN!” changmin menjauhkan ponselnya karena suara keras yunhos
“yah hyung! Ini aku memberitahumu!” gerutu changmin
“bagaimana keadaannya sekarang eoh? Dia kenapa sampai masuk rumah sakit? Ah ani aku akan terbang  sekarang!”

Pip.

Changmin melongo menatap ponselnya yang di tutup secara sepihak oleh yunho ia mengendikkan bahunya lalu kembali masuk kedalam untuk menemui yoochun yang menunggu dengan cemas sambil menatap tirai putih yang tak kunjung terbuka

Sraakk.

Tirai itu terbuka menampakkan junsu yang sedikit linglung dia diam saja saat dokter dan juga perawat berpamitan dengannya
“yah! Suie kau kenapa eoh? Apa uri joongie baik – baik saja?” tanya yoochun
“yah bebek jelek! Apa yang terjadi?” tanya changmin
“j-joongie .. j-joongie uri joongie hamil”

JEDAARRR!!!

Bukan hanya junsu sekarang changmin dan yoochun seperti disambar petir karena terkejut
“s-sudah berapa bulan suie?” tanya yoochun yang sudah bisa mengendalikan diri
“dua bulan chunnie.. dan kita baru saja hampir membunuhnya dengan alkohol” gumam junsu
“apa bayinya baik – baik saja junsu ah?” tanya changmin cemas
“gwencana.. bayinya kuat hyung..” ketiganya bernafas lega
“apa kalian sudah menghubungi ahjussi kim?” tanya junsu
“belum, kurasa itu ide yang buruk untuk sekarang ini.. kalian tau ahjussi kim tidak boleh berfikir terlalu keras”ucap yoochun
“lagipula ahjussi  tidak akan tau karena ia berada di canada sekarang” sahut changmin
“juga ahjumma sedang berada di busan” jawab junsu “ah iya dia akan dipindahkan ke kamar rawat setidaknya hingga kondisinya membaik” lanjut junsu
.
.
Dengan tergesa yunho mengemas barang – barangnya juga dokumen penting yang sudah disiapkannya sejak beberapa minggu yang lalu untuk menjebakn orang – orang yang sudah bermain kotor pada perusahaan KIM corp cabang jepang namun sepertinya ia harus menundanya karena keadaan jaejoong jauh lebih penting untuk saat ini segera di seretnya koper besar itu dan meninggalkan apartemen yang dua bulan ini ditinggalinya ia akan menaiki pesawat pribadi milik keluarga kim agar sampai dengan cepat

2 jam kemudian –

Yunho sudah menyeret kopernya menuju kediaman kim disambut oleh bibi han yang menatap terkejut kedatangan kekasih tuan mudanya ini
“yunho.. kau sudah kembali?” tanya bibi han
“ne ahjumma.. apa yang terjadi sebenarnya eoh ?”
“tuan muda jaejoong datang dengan tuan muda junsu lalu mereka menuju kamar tuan muda changmin disana sudah ada tuan muda yoochun dan mereka sepertinya berpesta minum, kurasa ini ide tuan mud jaejoong” ucap bibi han yunho mengangguk
“ahjumma.. bisa aku minta tolong padamu..”
.
.
Brak!

Semua orang menoleh kearah pintu yang sudah terbuka menampakkan sosok tinggi tegap yang sangat mempesona termasuk jaejoong yang sudah sadar lalu duduk dari ranjangnya menatap yunho tapi ia melirik perawat yang sedang memeriksanya sedang terkesima melihat kehadiran yunho hingga berhenti menulis laporan di tangannya
“yah! Noona jika kau menatap kekasihku seperti itu akan kucongkel bola matamu yang nakal itu!” ucap jaejoong sewot membuat perawat itu terkesiap hingga pena yang dipegangnya jatuh membuat junsu terkekeh kecil
“yah maknae dimana kau belajar kata – kata tajam seperti itu eoh?” gerutu changmin
“uri yeoppo jaejoongie.. kau tidak boleh berkata seperti itu eum” ucap yoochun sabar di hadiahi deathglare jaejoong yang menurut yunho itu sangat cute yunho yang sedari tadi melihat pemandangan itu membuatnya tersenyum senang
“p-permisi” ucap perawat itu gugup
“gomawo suster” jawab yunho sambil sedikit membungkuk sopan
“yah! Tidak perlu berterima kasih itu memang tugasnya! Kau ini genit sekali jung!” yunho melongo mendengar ucapan jaejoong dan dilihatnya semua orang menahan tawa
“aigoo.. kau kenapa nae sarang, aku hanya berlaku sopan padanya” yunho mengelus puncak kepala jaejoong

Bruk!

“bogoshipoyo yunnie ah” jaejoong menarik yunho dan memeluk perut yunho
“nado bogoshipo, jadi .. katakan kenapa hingga seperti ini eum?” tanya yunho sabar ia melepas coatnya dan menyelitkan ke tubuh jaejoong yang terbalut pakaian rumah sakit
“dia hamil yunho ah” sahut yoochun
“oh hamil” gumam yunho yang masih asyik mengelus rambut jaejoong kemudian jemarinya berhenti dan mulai mencerna apa yang dikatakan yoochun “MWOH! H- HAMIL?” pekik yunho membuat semua orang memutar bola matanya
“ne, joongie hamil hyung” changmin menepuk pundak yunho
Jaejoong memicingkan matanya “yah! Yunnie ah kau tidak senang eoh kita akan punya baby?!” tuduh jaejoong membuat yunho gugup
aniyoo.. aku hanya terkejut, apakah baby kita baik – baik saja setelah kalian berpesta alkohol?” yunho berucap datar membuat jaejoong memucat dan yoochun terbatuk
“untungnya baby kalian kuat jadi tidak apa- apa yunho hyung” jawab junsu

Ceklek!

Lagi – lagi semua orang menoleh kearah pintu mereka terkejut melihat siapa yang datang orang itu memandang datar semua orang hingga membuat semua orang gugup terutama yunho yang sudah menelan ludahnya kasar




TBC.