Minggu, 19 Maret 2017

Naughty Jaejoong Chapter 5



Title                 : Naughty Jaejoong
Length             : -
Rate                : M
Main Cast       : Yunjae Etc.

Chapter 5

Jeju island -
Jaejoong menghirup udara jeju yang sejuk ia memejamkan matanya sejenak menikmati udara segar
“kau menyukainya boo?” yunho memandang jaejoong yang nampak sangat cantik dimatanya
Cekrek.
“ya.. kau mengambil fotoku tanpa ijin bear, ini pelanggaran namanya” jaejoong tertawa kecil ia memandang yunho yang mengantongi kembali ponselnya
“aku tidak akan datang kesini jika kau tidak mau ikut boo” jaejoong berjalan menuju yunho dan mengalungkan kedua tangannya di leher kekasihnya
“gwencana.. aku sudah melupakan kejadian itu bear, kau juga harus melupakannya ne” jaejoong memajukan tubuhnya ia mencium kekasihnya dengan lembut yunho melilitkan tangan kekarnya di sekitar pinggang boojaenya
“aku tidak akan melepaskanmu dari pandamganku lagi boo” yunho memeluk erat kekasihnya ia teringat kejadian 7 tahun yang lalu
-          Flashback –
Yunho dan jaejoong mengenakan pakaian santai mereka begitupun dengan teman- temannya yang juga memakai pakaian santai ini adalah liburan musim panas yang dihabiskan dengan berlibur ke pulau jeju
“woahh .. aku ingin kesini setiap liburan bear” ucap jaejoong dengan ceria ia memaikan pasir yang di bentuknya menyerupai istanah
“kita bisa kesini saat kita ada waktu jika kau mau boo” yunho memejamkan matanya ia bersantai sambil berjemur
“bear.. banyak sekali wanita sexy disini.. ottoke ?” goda jaejoong
“wahh.. apa kau sekarang suka yang berdada besar jaejoongie.. kau sudah tidak menyukai ini” yunho bangkit dan menunjuk selakangannya membuat keduanya tertawa
“kau mesum sekali bear, dasar beruang mesum” jaejoong masih asyik membentuk istanahnya yang terlihat sangat abstrak
“bear.. lihat! Istanahku sangat megah bukan?” jaejoong berkata ceria
“ne sangat megah” jawab yunho malas
“yunho ah! Kajja kita bermain, kenapa kau bermalas- malasan saja disini eoh?” siwon menarik tangan yunho yang masih malas ia ingin berjemur ia malas berolah raga sudah cukup hari- harinya diisi dengan bermain basket
“jja.. pergilah bermain bear, kau tidak boleh bermalas- malasan” jaejoong ikut menarik tangan yunho
“yah boo.. kau akan sendiri jika aku pergi” protes yunho
“anii.. pergilah, aku akan menyelesaikan istanahtku.. jika kau tetap disini aku tidak bisa berkonsentrasi eoh” jaejoong mendorong yunho agar mau ikut siwon ia tertawa melihat wajah cemberut yunho yang nampak sangat lucu
“kau yang terbaik jaejoong ah” siwon merangkul pundak yunho menuju ke lapangan kecil yang di buat teman- temannya diatas pasir
Jaejoong meneruskan kembali ia masih berusaha membuat istanah yang disebutnya tapi itu lebih mirip gundukan pasir yang dipadatkan
“jaejoong ah, ada yang ingin bertemu denganmu” ucap ryewook ia membetulkan letak kaca mata minusnya
“mwo? Siapa ryewook ah?” tanya jaejoong ia meletakkan sekrup mininya dan berdiri
“hyunjoong, dia ingin bertemu denganmu di kamarnya” ryewook menjawab dengan gugup keringat dingin sudah mengucur dari pelipisnya
“mwo? Dikamarnya? Aku tidak mau!” jaejoong memicingkan matanya membuat ryewook semakin gugup
“tolonglah jae.. dia sedang sakit” jawab ryewook memohon
“mwo? Sakit?” ryewook mengangguk gugup
“ne, dia sakit dan memberitahuku jika ia ingin dirawat olehmu” jaejoong berlari meninggalkan istanah pasirnya walaupun ia merasa ada yang janggal tapi ia akan menolong seseorang yang membutuhkannya pikirnya
“mhiane jaejoong ah” gumam ryewook ia merasa sangat bersalah pada jaejoong tapi ia juga tidak mau jika ancaman hyunjoong menjadi kenyataan

Drap

Drap

Drap

“hyunjoong ah, kau di dalam?” jaejoong menempelkan telinganya di pintu kamar hotel hyunjoong
“ne.. masuk saja” jawab hyunjoong
“ne” jaejoong membuka pintu itu dan segera masuk ia terkejut dengan apa yang dilihatnya hyunjoong menata meja makan yang terisi berbagai hidangan dengan lilin dan juga bucket mawar merah
“come on jaejoongie..” hyunjoong menuju kearah pintu dan menguncinya
“apa maksudmu hyunjoong” tanya jaejoong bingung
“duduklah dulu jaejoongie” hyunjoong menuntun jaejoong duduk di kursi
“kau- .. menyuruh ryewook memberitahuku agar datang ke kamarmu!” jaejoong memicingkan matanya tajam
“jaejoongie .. saranghae”  jaejoong melotot mendengar ucapan hyunjoong
“mwoh! Jangan bercanda hyunjoong ah.. aku sudah punya kekasih” jawab jaejoong ia bisa melihat kilatan kemarahan di mata hyunjoong
“aku tidak perduli jaejoong ah, kau harus menjadi milikku” hyunjoong berdiri dan mencengkram rahang jaejoong hingga memerah
“akh! Kau sudah gila hyunjoong!” jaejoong meringis saat rambutnya juga dijambak oleh hyunjoong
“jika aku tidak bisa memilikimu si jung itu juga tidak akan bisa memilikimu!” hyunjoong mencium jaejoong dengan beringas jaejoong mengerahkan seluruh tenaganya untuk melewan hyunjoong nyatanya ia tidak mampu walaupun mereka sesama pria karena tenaga hyunjoong lebih besar
Yunho side –
Yunho menuju tempat jaejoong semula ia tidak mendapati kekasihnya
“boa, kau tau kemana jaejoong?” boa menoleh kearah yunho dan nampak berpikir
“ah tadi ryewook datang menemuinya, lalu jaejoong sangat terburu- buru pergi kearah hotel” boa meneruskan kembali acara berjemur
“ryewook.. mereka tidak terlalu akrab” yunho berlari mencari ryewook di sekitar bibir pantai
“eoh yunho kau mencari siapa sampai seperti itu?” yoochun berkata santai ia melihat sahabatnya seperti orang kesetanan mencari cari orang
“boo jae hilang, dan sebelum dia hilang ryewook menemuinya” ujar yunho
“aku tadi sempat ke hotel dan aku berpapasan dengan jaejoong dia menuju salah satu kamar” yoochun mengingat – ingat keduanya berlari kencang menuju hotel
“kenapa kau baru bilang eoh! Kepalaku mau pecah rasanya. Aishh!!” yoochun memandang sebal yunho
“yah! Mana aku tahu jika kau mencari jaejoong eoh” sembur yoochun
“kenapa lift ini lambat sekali” yunho memukul lift yang rasanya sangat lama

Jaejoong side –
Bruk!
“aku sudah menantikan ini jaejoongie.. memiliki tubuhmu” hyunjoong meraba tubuh jaejoong membuat jaejoong meronta
“yah! Lepaskan aku hyunjoong jika yunho tau kau akan mati ditangannya!” ancam jaejoong
“yunho tidak akan tau kau disini jaejoongie.. nikmatilah waktumu denganku”
Krak!
“yah!!” teriak jaejoong saat hyunjoong merobek kaos yang dipakainya
Bug
Bug
“yah! Kau keluarlah hyunjoong!” teriak yunho dari luar membuat hyunjoong menoleh kearah pintu
“shit!” umpat hyunjoong
“YUNHOO!! TOLONG AKU!!” teriak jaejoong membuat hyunjoong mentap nyalang kearahnya
“DIAM!” hyunjoong membekap mulut jaejoong dengan tangannya dan tangan satunya lagi membuka boxer jaejoong ia menyeringai melihat jaejoong yang sangat ketakutan saat tangannya mulai merambat kearah selakangannya
Ceklek
“YAK! APA YANG KAU LAKUKAN BRENGSEK!!” yunho menggeret hyunjoong dan memukulinya dengan beringas
“yunho sudah tenangkan jaejoong dan aku akan mengurusnya” yoochun mencegah tangan yunho yang akan memukul hyunjoong lagi
“kau takut aku menodainya jung?” ejek hyunjoong ia digeret petugas hotel dan yoochun keluar
“boo gwencana?” yunho merangkul jaejoong yang bergetar dan menangis
“dia..” yunho menutup mulut jaejoong dengan jarinya
“ssstt.. aku tidak ingin mendengar ceritamu boo.. jja, kita keluar” yunho menyelimuti tubuh jaejoong dengan selimut dan menuntun jaejoong menuju kamarnya
“yuun..” panggil jaejoong membuat yunho menoleh
“wae? Jangan kawatir kita akan terbang nanti sore.. aku akan mengemasi barangmu juga, kau cukup beristirahat disini dan jangan keluar tanpa aku ataupun yoochun. Arrachi?” yunho tersenyum dan mengusak rambut jaejoong
“mhiane .. liburan kita jadi gagal” sesal jaejoong ia menundukkan kepalanya membuat yunho tersenyum
“gwencana. Aku tidak akan membuatmu merasa tidak nyaman lebih lama lagi boo” jaejoong memandang yunho dengan mata berkaca- kaca
“gomawo bear” jaejoong memeluk yunho dengan erat

-          Flashback End –
“tapi bear.. bagaimana kau bisa tau aku ke kamar hyunjoong?” Tanya jaejoong heran
“kau tau bukan kekasihmu ini orang yang pintar dan juga ajaib?” yunho mengedipkan matanya membuat jaejoong mencebil
“yah! Aku benar- benar ingin tau bear..” yunho tertawa melihat jaejoong sangat ingin tahu hingga merengek seperti anak kecil
“yoochun memberitahuku dan kami langsung mencari ruang control untuk mencari cctv boo, dan yoochun menghubungi pihak hotel untuk bekerja sama” yunho mengeratkan pelukannya
“aku tidak tau apa yang akan terjadi jika kau tidak datang tepat waktu” ucap jaejoong pelan ia menyandarkan kepalanya ke dada bidang kekasihnya merasakan detak jantung kekasihnya yang membuatnya berdebar
“apa dia sudah melakukan sesuatu pada asetku?” goda yunho membuat jaejoong mendengus
“aniyo.. dia merobek bajuku dan membuka boxerku, untungnya aku memakai celana dalam” gerutu jaejoong
“syukurlah dia tidak melihat juniormu yang kecil itu boo” jaejoong melotot memandang yunho ia memukul lengan yunho dengan ganas membuat yunho tertawa
“YAH! KAU ! DASAR MESUM! JANGANMENYENTUHKU SATU BULAN!” teriak jaejoong
“ne ne .. aku tidak akan menyentuhmu satu bulan” yunho melepas pelukan mereka dan duduk santai di kursi ia meneruskan meminum kopinya yang tertunda
“yah! Apa kepalamu terbentur bear?” Tanya jaejoong heran
“aniyo.. aku hanya menurutimu boo.. bukankah aku kekasih yang baik?”jaejoong menatap curiga
“yah boo jangan berekspesi seperti itu sangat menggelikan” yunho tertawa keras
Bruk!
“katakan! Apa yang kau sembunyikan!” jaejoong melompat ke pangkuan yunho ia mengangkangkan kakinya lebar dan mengalungkan satu tangannya hingga ia bisa melihat yunho dengan leluasa
“yah! Kau seperti bocah yang sedang kepo boo” yunho tertawa pelan
‘kau tidak akan tahan  jika tidak kusentuh boo’ batin yunho
“aigoo.. apa yang kalian perbuat di pagi seperti ini eoh?” ucap seunghyun membuat keduanya menoleh dan jaejoong langsung turun dari pangkuan yunho
“kami sedang berbisnis” jawab jaejoong asal ia mendaratkan buttnya di kursi di depan yunho
“cara berbisnis kalian sangat menggiurkan ne, aku jadi ingin mencobanya” canda seunghyun membuat yunho mendengus
“tentu kau bisa mencobanya dengan kekasihmu.. dan aku akan melakukannya dengan yunho saja” jawab jaejoong santai membuat seunghyun tertawa
‘aku ingin mencobanya denganmu jaejoong’ batin seunghyun
“kapan kita akan meninjau lokasinya?” Tanya yunho
“yah yunho, santai saja dulu kau jangan terburu- buru” ucap seunghyun ia menyalakan sebatang rokok membuat jaejoong memandang aneh kearah seunghyun
“kau mau merokok juga yunho ah?” Tanya seunghyun
“ani, yunho tidak merokok!” jawab jaejoong cepat membuat seunghyun menatapnya
“o-oh begitu, kalau kau jaejoong ah.. apa kau juga merokok?” jaejoong menggelengkan kepalanya
“ani .. aku tidak suka rokok, itulah sebabnya yunho berhenti merokok walaupun ia perokok aktif” jawab jaejoong santai ia meminum orange jusnya pelan membuat kesan seksi dimata seunghyun
“jangan bermain – main boo” tegur yunho membuat jaejoong tertawa pelan
“wah.. aku tidak menyangka kau orang yang romantis seperti itu yunho ah” ejek seunghyun
“kau hanya tau aku sebagian saja, jangan mengoceh tidak penting” yunho berdiri dan menatap indahnya pulau jeju mereka berada di atap hotel sehingga bisa melihat secara keseluruhan
“kenapa dia kaku sekali” gerutu seunghyun pelan
“dia tidak kaku senghyun ssi hanya saja yunho orang yang tegas namun berkepribadian hangat” puji jajoong
“apan kau sangat mengenalnya jaejoong ah? Apa kau tau sisi lain yunho dan juga kejelekannya yang di tutupi darimu?” seunghyun mencoba menghasut jaejoong yang nampak sangat santai menanggapinya
“tentu.. aku sangat mengenalnya di luar maupun di dalam, aku tau semuanya” jaejoong memandang seunghyun yang juga menatapnya dengan dalam
“apa yang yunho berikan padamu hingga kau seperti ini ?” Tanya seunghyun
“dia memberikan seluruh cinta yang dia punya untukku, bagiku itu sudah cukup” jaejoong meminum lagi jusnya
“apa yang kau katakan ini jujur? Semua orang tau yunho adalah pewaris utama di jung group dia mewarisi banyak harta” pancing seunghyun
“jika yunho membuang semuanya, aku masih tetap mencintainya dan akan tetap disampingnya apapun yang terjadi” jawab jaejoong santai
“seunghyun ssi.. aku tau kau menyukaiku dan berpikir untuk merebutku dari sisi yunho” seunghyun nampak terkejut
“ba-bagaimana kau tau?” jawab sunghyun gugup
“tentu saja, sangat jelas dimataku jika kau tertarik padaku.. tapi sekali lagi kutegskan, aku akan tetap disamping yunho apapun yang terjadi”
“yunho tidak pernah mempublikasikan jika kau kekasihnya jaejoong ah, bukankah wajar jika aku memiliki perasaan padamu?” jaejoong menggoyangkan gelas jusnya
“yunho orang yang sangat protektif padaku dia tidak akan membiarkan media meliput hubungan kami, akupun tidak pernah keberatan akan hal itu aku menyukai sifat protektifnya dan satu lagi yunho sangat mahir diranjang aku tidak akan melepaskan orang seperti itu” jaejoong sedikit berbisik
“yah! Kau mengatakan urusan ranjangmu padaku!” protes seunghyun
“ne.. agar kau tau jika yunho layak bersanding disampingku” jawab jaejoong bangga
“kenapa kau berteriak eoh, kau menjadi pusat perhatian seunghyun ah” protes yunho
“aishh! Molla molla!” seunghyun menatap kesal dan bangkit dari kursinya lalu pergi
“kalian membicarakan apa memangnya?” Tanya yunho heran
“dia hanya cemburu saat aku mengatakan kau sangat mahir diatas ranjang” jawab jaejoong santai membuat yunho melotot dan menepuk kepalanya
“aigoo boo.. itu memalukan” jaejoong tertawa pelan
“YUNHO JAJJANG!!” teriak jaejoong

Tbc.

MINE Chapter 6




Title                 : MINE
Genre              : angst, romance
Length            : -
Rate                 : M
Main cast        : yunjae etc.

Chapter 6

Tok

Tok

Tok

“yunho hyung, kenapa pintumu dikunci?” suara changmin terdengar dari luar membuat jaejoong mendengus malas gagal sudah rencananya memonopoli yunho malam ini
“changmin pasti ingin mendiskusikan sesuatu boo, aku akan membukanya” ucap yunho ia akan bangkit namun jaejoong melarangnya
“TIDAK! Aku yang akan membukanya” yunho mengendikkan bahunya dan kembali duduk di sofa ia  melihat jaejoong membuka pintu
“wae? Ada perlu apa ke kamar yunnie?” jaejoong bersidekap membuat changmin memandang heran
“joongie, kenapa kau dikamar yunho hyung? Kau tidak berniat berbuat mesum kan?” changmin mendorong bahu jaejoong dan berjalan dengan santai kearah yunho

Brak!!

Yunho dan changmin menoleh kearah jaejoong yang membanting pintu dan menguncinya dengan beringas
“ne! aku bersiap berbuat mesum tapi kau menggagalkannya!” sewot jaejoong ia mendudukkan buttnya di sebelah yunho lalu bersandar di bahu kekasihnya itu
“yah! Sejak kapan kau mesum begini joongie.. kau masih kecil .. bla bla bla” jaejoong menutup telinganya malas mendengar ocehan changmin yang tampak seperti pidato kenegaraan
“sudahlah min, jaejoong tidak akan mendengarkanmu” lerai yunho membuat changmin mendengus
“apa tidak apa- apa aku berbicara saat ada jaejoong disini?” tanya changmin membuat jaejoong bangun dan memicingkan matanya
“aku sudah tau semuanya katakan saja” ucap jaejoong
“aku menyadap pembicaraan ahjumma kim dengan tan hankyung, dan isinya sungguh mengejutkan..” changmin  memandang jaejoong dan yunho mereka sama- sama diam
“apa itu changmin ah?” tanya yunho
“mereka berencana menikah” jaejoong terkesiap mendengar penuturan orang kepercayaan appanya itu
“benarkah? Apa mereka seserius itu” ucap yunho tak yakin ia menatap jaejoong yang syok dan berpandangan kosong “gwencana?” yunho mengusap rambut jaejoong pelan membuat jaejoong tersadar
“kenyataan macam apalagi ini, aku sangat terkejut.. walaupun umma jarang pulang aku masih bisa memahaminya dan walaupun ia berselingkuh aku masih berusaha tidak mempercayai apa kulihat sendiri t-tapii ini berbeda” air mata jaejoong lolos begitu saja “bagaimanapun aku tau umma dan appa sangat menghargai pernikahan mereka menganggapnya suci dan hanya dilakukan dua orang yang saling mencintai” jaejoong menutup mukanya dengan kedua tangan untuk menyembunyikan tangisnya yang keras
“kau harus kuat jaejoong ah” hibur changmin
“aku selalu ada untukmu boo.. kau harus menghadapi kenyataan sepahit apapun itu, arraci?” jaejoong membuka tangannya dan menatap yunho yang menatapnya dengan tersenyum
“aku sangat menyedihkan aniya?” tanya jaejoong
“ani, kau orang yang kuat” yunho dan changmin menjawab berbarengan membuat jaejoong semakin terisak
“apapun yang terjadi berjanjilah selalu disisiku yunnie, dan kau changmin.. kumohon lindungi appa dari ummaku” changmin menatap terkejut ucapan jaejoong
“apa- kau tau sesuatu joongie?” tanya changmin membuat jaejoong mengambil nafas dan menghembuskannya ia menceritakan bagian dimana ia mencuri dengar ummanya sedang berbicara dengan seseorang tentang sebuah kecelakaan buatan yang dibuat secara alami
“ap-apa kau benar- benar yakin dengan apa yang kau bicarakan boo?” jaejoong menatap yunho dan mengangguk mantap
“kalau begitu aku akan mengawasi tuan kim, tidak akan kulewatkan satupun agar tidak lengah” ucap changmin
“ani, kau tetap bertugas menjadi mata- mata umma kim.. dan aku mengawasi joongie” ucap yunho telak
“lalu siapa yang akan mengawasi appa?” tanya jaejoong heran
“park yoochun” jawab yunho santai membuat mata jaejoong dan changmin hampir keluar
“m-maksudmu yoochun hyung?” tanya jaejoong kaget yunho tertawa kecil dan mengangguk
“ne, dia yang akan mengawasi appa kim.. hari ini dia akan tiba dari new york boo” jawab yunho
“wahh .. yoochun hyung kembali, aku senang bertemu dengannya lagi setelah lima tahun berpisah darinya” ucap changmin ia menatap kekasih sahabatnya ini dengan dalam “jaejoong ah, ini mungkin akan sedikit membuatmu terguncang tapi kumohon kau menjaga sikapmu agar terlihat biasa saja karena-..” jaejoong mendengus ia sudah tau karena yunho sudah memberitahunya
“arasso .. kau tidak perlu memberitahuku aku tau apa yang harus kulakukan” jaejoong menyandarkan tubuhnya dengan manja ke lengan yunho membuat changmin mendengus
“baiklah.. kurasa kalian harus menikmati waktu kalian dan kau joongie! Jangan terlalu mesum!” jaejoong beringsut menyembunyikan tubuhnya di pelukan yunho ia malas melihat mata changmin yang mengintimidasinya seperti predator mesum
“ishh .. dasar tiang listrik sialan!” yunho tertawa mendengar jaejoong mengumpat
“bibir ini hanya boleh mendesah bukan untuk mengumpat” yunho mengapit mulut mungil jaejoong membuat jaejoong menatap kesal
“YAH!” teriak jaejoong
“jja .. kemarilah” yunho membuka tangannya lebar mempersilahkan jaejoong memeluknya dan benar saja tubuhnya dipeluk jaejoong dengan nyaman “kau akan membuat yoochun jantungan jika tau kau sudah tidak perawan” jaejoong mendengus mendengar apa yang yunho katakan
“yoochun hyung pasti akan menghajarmu yunnie ah.. saat aku kecil bahkan seekor lalatpun tidak dibiarkan menyakitiku” jawab jaejoong
“ne .. aku tau, yoochun hyung orang yang sangat baik. Dia bahkan tidak malu mengakuiku yang tidak memiliki apapun sebagai temannya saat kami sama- sama di universitas” yunho mendongak menatap yunho
“kau memiliki segalanya yunnie, kau tampan, pintar, dan satu lagi kau sangat pandai dalam hal sex” yunho menepuk keningnya mendengar jawaban jaejoong yang terakhir
“apa hanya itu kelebihanku” yunho mencibir jawaban jaejoong “bahkan semua orang tidak tau aku mahir melakukan sex boo” yunho menggenggam jemari jaejoong yang lentik
“kau sangat seksi yunnie, jika saja kau mau pamer mungkin semua mata tidak akan mampu berkedip melihatmu.. tapi sayangnya aku tidak akan membiarkan kau memamerkannya” yunho tertawa mendengar keposesifan jaejoong
“aigoo.. bahkan kau yang suka sekali memamerkan tubuhmu dengan baju ketat boo” gerutu yunho
“kapan! Aku tidak melakukannya mungkin itu bukan aku” elak jaejoong
“ne ne.. terserahmu saja” jawab yunho santai
“boo..” panggil yunho membuat jaejoong menoleh dari aktifitasnya berbalas pesan dengan junsu
“wae? Kenapa kau menatapku seperti itu” dadanya berdegup kencang yunho memperhatikannya dengan intens membuat pipinya panas
“boo lihat aku” jaejoong menatap mata yunho ia tidak sadar tubuhnya di baringkan di sofa tatapan yunho yang mengunci membuatnya tidak bisa berpaling 

Cup

Dengan lembut yunho melumat bibir mungil jaejoong ia mengagumi setiap lekuk tubuh jaejoong yang sudah pernah dilihatnya malam ini ia ingin mengulangnya lagi kenikmatan yang pernah mereka bagi bersama
“yuuunhh” lenguh jaejoong saat yunho mengulum telinganya
“ughhhh” yunho menandai dada jaejoong di dekat nipplenya ia tidak mau mengambil resiko jika besok yoochun tau apa yang sudah mereka lakukan
“ukhhh ahhh” yunho mengulum nipple jaejoong dan tangannya memelintir nipple satunya
.
.
Jaejoong terbangun mendengar getaran ponsel di meja nakas ia menduga adalah ponselnya dengan mata yang masih terpejam ia menjawab panggilan ia terlalu malas bergerak tubuhnya remuk ia semalam di bobol yunho hingga beronde- ronde membuatnya lemas tubuh polos mereka hanya tertutupi selimut putih milik yunho
“yeoboseyoo.. yunho” jawab seseorang di seberang
“uhm ne..” jawab jaejoong dengan suara serak
“wahh.. kau baru bangun eoh! aku sudah tiba di incheon, jangan jemput aku nanti aku akan sampai di mension kim sore hari aku harus mengurus sesuatu” jaejoong melotot itu adalah suara yoochun orang kepercayaan appanya yang sangat menyayanginya layaknya adik sendiri
“ne” jawab jaejoong cepat
Pip.
“haaaah .. aku hampir mati ketauan yoochun hyung” jaejoong mengusap keringat yang membasahi keningnya ia melirik yunho yang sudah bangun dan menatapnya dalam diam



Tbc.