Minggu, 19 Maret 2017

I need you! Chapter 8



Title      : I need you!
Genre    : romance,angst
Length            : -
Rate    : M
Main cast : yunjae etc.

Chapter 8

Suzy, hyorin, boa dan shin hye berjajar di pagar melihat para tentara sedang lari pagi sambil bernyanyi dari arah kanan tepatnya di pompa air shin hye melihat jaejoong sedang membasuh mukanya

“oppa ..” sapa shin hye
“ne, waeyo shin hye? Bagaimana kabar anak- anak desa berhantu?” tanya jaejoong membuat shin hye cemberut
“yah oppa.. kau lebih memikirkan mereka dibanding aku” shin hye menghela nafas membuat jaejoong tertawa pelan
“jangan seperti itu shin hye.. kau nampak baik- baik saja dimataku” jaejoong melihat adik yunho ini memandangnya sebagai seorang namja yang dicintainya nampak sangat jelas terlihat
“kau sudah bertemu yunho?” shin hye mengeryit
“ani.. aku jarang sekali bertemu yunho oppa, apa dia sesibuk itu oppa?” tanya shin hye
“begitukah? Yunho seorang pemimpin wajar saja jika dia sibuk” jaejoong tersenyum kearah shin hye “eoh.. kenapa teman- temanmu berjajar di pagar seperti itu shin hye?” jaejoong melihat karah para tim medis yang sedang berjajar
“ani.. mereka hanya melihat para merpati apollo oppa”
“merpati?” tanya jaejoong heran
“ne.. para tentara yang sedang berlari pagi itu” shin hye menunjuk para tentara yang sedang berlari membuat jaejoong tertawa pelan

Changmin datang dengan membawa kertas di tangannya
“jae hyung, ada fax untuk tim medis” jaejoong menerima berkas yang diberikan changmin
“wah .. cepat juga hasilnya keluar” jaejoong membaca deretan tulisan yang tertera begitu juga shin hye
“kenapa kau disini bebek jelek?” shin hye memicingkan matanya
“ugh .. apa menjadi masalah jika kau ingin menemui  jaejoong oppa eoh tiang listrik?” sewot shin hye membuat chagmin tertawa
“kau juga harus memanggilku oppa.. O-P-P-A” ulang changmin
“ish .. aku tidak akan memanggilmu oppa tiang listrik!”
“YAH! Bocah ini” teriak changmin membuat shin hye tertawa dan memeletkan lidahnya
“kau.. aishh! Jika aku menghajarmu pasti yunho hyung membunuhku” keluh changmin membuat jaejoong tertawa
“ada apa kalian berkumpul disini?” yunho menyahut
“yunho oppa.. bogoshipooo” shin hye memeluk yunho dan memelet kearah changmin
“yah hyung! Lihat. Dia mengolokku” adu changmin pada yunho
“sudah.. jangan bertengkar shin hye minnie” lerai jaejoong
“apa yang kau bawa letnan kim?” changmin menahan tawa saat yunho bertanya dengan formal
“ini fax hasil tes darah kemarin kapten” yunho mengangguk mengerti
“oh iya, aku akan ke medical room.. kalian silahkan menikmati waktu kalian
“aku ikut oppa” sahut shin hye diangguki jaejoong mereka pun menuju ke medical room bersama dengan berbincang ringan

Yunho dan changmin melihat keduanya sudah menjauh menuju medical room
“aku sempat tidak percaya shin hye menyukai boojae, tapi sekarang aku percaya tatapan matanya sangat berbeda” gumam  yunho
“mwo?! Kau bilang apa hyung?!” kaget changmin
“shin hye menyukai jaejoong” yunho menoleh kearah changmin
“jadi orang yang menolaknya adalah jaejoong hyung” changmin menutup mulutnya
“kapan dia bercerita padamu min?” tanya yunho heran
“beberapa hari yang lalu dia bercerita sambil menangis dia ditolak seorang namja saat kuliah.. aku tidak tau jika yang menolaknya adalah jaejoong hyung ini membuatku gila” changmin membayangkan seunghyun yang juga menyukai jaejoong
“apa kuberitahu saja ya jika jaejoong adalah kekasihku” yunho memandang changmin
“jangan hyung.. biarkan dia tau dengan sendirinya bukankah kau juga sedikit membuka hubunganmu eoh” changmin memutar bola matanya ia ingat bahwa hyungnya membuat kissmark di leher jaejoong
“aku hanya lepas kontrol min, itu tidak akan terulang” ucap yunho santai
“jika kau menghamilinya disini aku yakin appa akan mencincangmu saat kau pulang” keduanya tertawa membayangkan kemarahan appa jung
.
.
“kapten, dijadwalkan harimau kuning nanti sore akan mengunjungi kita” ucap il woo pada yunho

BRUSHHH!!!

“mwoya! Kenapa mendadak sekali” kaget yunho
“harimau kuning itu siapa sersan il woo?” tanya luhan
“harimau kuning adalah komandan” jawab taecyon yang ikut menyahut
“ohh komandan.. MWOYAH!!!” eunhyuk melotot memandang kaptennya” bukankah itu appa anda kapten?” tanya eunhyuk
“ne.. kau benar hyukjae .. baiklah kumpulkan semua pasukan!” seru yunho
“SIAP!” jawab semua orang

Semua pasukan berkumpul di halaman yunho di depan memimpin
“dimana kapten choi?” tanya yunho
“kapten choi memimpin mengantar anak – anak desa berhantu kembali” yunho mengangguk
“baiklah aku kapten jung yunho memberikan perintah kita akan melakukan pembersihan seluruh bangunan dan juga menyikat kamar mandi dengan menggunakan sikat gigi sampai mengkilap, ada yang keberatan?” tanya yunho
“kapten apa kita akan kedatangan seseorang yang penting” tanya salah satu pasukan
“ne.. komandan datang untuk memberikan semangat pada kita nanti sore” yunho melihat semua pasukannya mendesah frustasi
“aishhh ..” desah semua orang
“jangan ada yang mengeluh dan segera laksanakan seperti biasanya, arrata??” tanya yunho
“SIAP!!” kompak semuanya membuat yunho tersenyum
“baiklah kerjakan!” semua orang segera bergegas membersihkan seluruh bangunan
“yah yunho.. appamu ada – ada saja” gerutu yoochun ia membersihkan pot bunga dengan ogah- ogahan
“molla .. dia tidak mengabariku, aku juga kaget” jawab yunho
.
.
Sorepun tiba iring- iringan mobil yang mengawal komandan pasukan khusus tiba disambut para pasukan yang sudah berjajar menyambut dibarisan depan nampak yunho dan seunghyun menyambut kedatangan komandan pasukan khusus tersebut
“selamat datang komandan, kapten Jung yunho” yunho memberikan hormat pada siwon
“kapten choi seunghyun” seunghyun memberikan hormat dan berjabat tangan dengan komandannya itu
Siwon memberikan pidato singkatnya untuk menyemangati para prajurit yang sedang bertugas
“kalian sudah bekerja keras, terima kasih sudah tidak terluka dan selalu selamat!” tepuk tangan riuh diberikan para pasukan untuk siwon setelah penyambutan ia meminta waktu khusus secara pribadi pada letnan kolonel choi dal po
“letnan kolonel, bisakah saya menggunakan waktu khusus untuk urusan pribadi.. kalian bisa bersantai untuk malam ini kita kan menginap disini” letnan kolonel nampak terkejut dan mengiyakan kemauan komandannya
“ah iya komandan silahkan” letnan kolonel choi memberikan hormat dan meninggalkan komandan

“APPA!!” shin hye menubruk tubuh siwon dengan keras layaknya anak kecil yang baru bertemu appanya
“yah yah! Lihat kau diperhatikan semua orang shin hye” tegur appa jung
“jangan melihat mereka, mereka hanya iri appa” bisik shin hye membuat siwon tertawa keras
“aigooo.. putri kecilku, apa kau kesusahan disini?” shin hye menggeleng
“ani.. disini sangat nyaman appa, banyak tempat bagus yang ingin kukunjungi” jawab shin hye
“apa yunho dan changmin menjagamu dengan baik?” tanya appa jung
“ne.. tapi aku jarang sekali bertemu yunho oppa dia selalu sibuk appa” adu shin hye
“yah.. itu kan wajar dia disini bukan untuk menjagamu saja chagiya.. dia sedang bertugas” siwon menjelaskan kepada putrinya membuat shin hye mencebilkan mulutnya
“eoh itu changmin dan yunho oppa” shin hye menarik tangan appanya menuju kedua kakaknya itu “kajja appa harus lari” semua orang menelan ludah melihat kelakuan shin hye menarik komandan mereka layaknya teman
“yah.. bebek jelek, kau diperhatikan banyak orang” tegur changmin
“aku hanya mengajak appa sedikit olah raga” shin hye tersenyum manis membuat yunho mengusak rambutnya
“appa.. kajja kita minum kopi” yunho mengajak appa juga kedua adiknya menuju kantin barak
“wahh.. disini nyaman, kuharap kalian baik- saja nae adeul”  siwon memandang satu persatu anaknya
“jja makanlah appa” yunho meletakkan sepiring makanan untuk appanya
“yah hyung, saat aku disini kau tidak pernah membuatkanku makanan.. kau curang sekali protes changmin
“kenapa kau protes.. sekarang aku membuatkannya untuk kalian” yunho mendengus “makanlah, aku spesial membuatnya” yunho menyodorkan dua piring di hadapan adiknya
“oppa.. aku tidak tau sekarang kau pintar memasak” ejek shin hye membuat yunho memandang sebal adiknya
“hmm.. rasanya tidak terlalu buruk yun” komentar appa jung
“ne appa, kau benar.. rasanya seperti masakan jaejoong hyung” sahut changmin membuat yunho tertawa
“itu menu yang disukai jaejoong, dia ingin aku membuatkannya jadi dia mengajariku” jawab yunho membuat shin hye terdiam dan memandang kakaknya
“bagaimana keadaan jaejoong disini yunho ah?” tanya appa jung ditengah kunyahannya
“dia baik dan sehat appa, gomawo sudah mengirim hadiah kepadaku” appa jung dan yunho tertawa bersama tapi berbeda dengan changmin yang memperhatikan adiknya yang mendadak tidak berselera
“apa appa kenal jaejoong oppa?” tanya shin hye membuat changmin terbatuk
“tentu saja, dia kekasih oppamu.. mana mungkin appa tidak mengenalnya”shin hye menjatuhkan sendok yang dipegangnya
“mwo? Kekasih siapa appa?” tanya shin hye
“kekasih yunho oppamu, apa kau benar- benar tidak tau?” yunho dan changmin memperhatikan ekspresi shin hye yang nampak syok
“o-oh begitu.. aku baru tau appa, bukankah aku selama ini tinggal di luar negri jadi aku tidak terlalu tau kehidupan yunho oppa dan chagmin oppa” jawab shin hye membuat appa jung mengangguk
“jadi berbaiklah dengan calon kakak iparmu ne shin hye” shin hye mengangguk dengan pandangan kosong
“jja .. habiskan makanannya” ucap changmin ia ingin mengalihkan pembicaraan yang membuat adiknya sedih
.
.
Shin hye menatap langit apollo saat malam yang indah ditaburi bintang – bintang yang bersinar sangat banyak
“wah kalian jahat sekali.. suasana hatiku sangat kacau kenapa kalian bersinar sangat indah seperti itu” air mata shin hye menetes tanpa diminta
“kenapa kau menyalahkan bintang yang bersinar cantik shin hye ah, mereka menerangi langit gelap agar tidak membosankan” shin hye menoleh jaejoong sedang menatap langit membuat air matanya semakin deras
“oppa.. kenapa, kenapa kau tidak mengatakan kepadaku jika kau- kau kekasih oppaku” air mata shin hye jatuh bercucuran membuat jaejoong tidak tega
“apa kau pernah bertanya kepadaku siapa kekasihku?” Tanya jaejoong
“anii.. aku memang bodoh” gumam shin hye
“apa kau marah pada yunho?” Tanya jaejoong
“ne.. aku merasa dihianati olehnya oppa” shin hye memukul dada jaejoong pelan ia kesal dengan keadaan yang membuatnya tampak menyedihkan
“jangan marah kepadanya.. aku dan yunho sudah mengenal lebih dulu daripada kau shin hye ah, dan aku sangat mencintainya” jaejoong memegang kedua lengan shin hye “bagaimanapun aku tidak bisa bersamamu shin hye.. karena yunho appa dari anakku” shin hye menutup mulutnya terkejut
“be-benarkah oppa?” shin hye bertanya dengan terbata
“ne, dia appa dari anakku.. namanya jung monbin, dia sangat mirip dengan oppamu” jaejoong mengambil ponselnya dan menunjukkan foto yunho menggendong monbin mereka nampak tertawa bersama
“oppa” shin hye terhuyung ia tidak kuat mendengar pernyataan yang diucapkan jaejoong
“carilah pria yang baik yang bisa melindungimu shin hye, lupakan aku ne.. dan jangan menyalahkan yunho oppamu” jaejoong memeluk shin hye yang terisak keras ditepuknya pelan punggung shin hye
.
.
.
“senang bisa mengunjungi kalian” siwon menjabat tangan seunghyun semua prajurit berbaris rapi melepas kepergian komandan mereka
“yunho, kau harus menjaga kedua dongsaengmu ne, dan jangan lupa jangan menambah jumlah cucuku disini” yunho tergelak dan tertawa aneh
“ha ha ha appa.. kau membuatku sangat ingin mewujudkannya” siwon tertawa kecil
“APPAA!!” shin hye menubruk appanya dan memeluknya dengan erat
“wahh.. kau harus pulang dengan selamat segera adeul..” siwon menepuk kecil punggung anaknya
“ne.. aku akan sangat merindukanmu appa.. tunggu aku pulang ne” siwon mengangguk dan masuk kedalam mobil
Setelah melepas kepergian appanya shin hye berbalik dan menatap kakaknya dengan pandangan sengit yunho sangat menyadari itu diraihnya tangan adiknya dan membawanya ke tempat yang nyaman semua dilihat oleh changmin, jaejoong maupun seunghyun
“ada apa nae dongsaeng? Kau marah pada oppa?” yunho memandang adiknya yang duduk di tangga
“kenapa oppa tidak pernah mengatakan kepadaku tentang jaejoong oppa hiks kenapa?!” teriak shin hye dengan air mata yang sudah berlinangan
“..” yunho terdiam menunggu adiknya menyelesaikan apa yang mengganjal di hatinya
“kau tau oppa, jaejoong oppa adalah cinta pertamaku.. hiks bahkan hingga saat ini aku masih mencintainya hiks aku berusaha mengerti apa yang dikatakan jaejoong oppa untuk tidak membencimu tapi hiks aku tidak bisa, aku masih hiks belum bisa menerimanya” shin hye melihat kearah kearah kakaknya dan mengusap air matanya kasar
“aku dan jaejoong sempat putus, dia memutuskanku saat aku masuk ke dunia militer” yunho memandang adiknya dengan saksama “lalu dia masuk ke dunia militer juga dengan jalur yang berbeda yang tidak ku tahu adalah alasan kenapa kami putus adalah dia sedang mengandung anakku shin hye ah.. kau tau jika saja aku tahu lebih awal jika jaejoong tengah hamil aku pasti akan mengundurkan diri dan bekerja di perusahaan umma membesarkan anakku dan jaejoong tidak seperti ini” yunho mengalihkan pandangannya pada topi (baret) yang di pegangnya menunjukkan posisinya sebagai kapten
“j-jadii.. kau tidak tau jika jaejoong oppa sedang mengandung anakmu oppa?” shin hye menutup mulutnya tidak percaya
Disisi lain seunghyun seunghyun berada di belakang dinding mendengar semua yang dikatakan keduanya ia merosot ke tanah mendengar yunho di pegangi dinding di baliknya karena terlalu syok ia lebih memilih berperang daripada mendengar kenyataan pahit yang baru saja di dengarnya
“ne.. bahkan anak itu mungkin sengaja disembunyikan jaejoong jika saja ia tidak membawanya dulu, dia sangat jahat aniya?” yunho tertawa kecil “keponakanmu itu sangat menggemaskan dan pintar shin hye ah.. saat tiugasku sudah selesai nanti aku akan mengajakmu menemuinya” shin hye meneteskan air matanya lagi melihat senyum kakanya yang begitu tulus
“bukankah kau mengatakan kau tidak memiliki kekasih oppa, dasar pembohong!” shin hye merajuk layaknya anak kecil membuat yunho gemas
“bukankah aku sudah mengatakan kepadamu jika aku tidak memiliki kekasih, saat itu aku benar- benar menutup hatiku untuk orang lain karena aku masih sangat menginginkan jaejoong kembali padaku” ucap yunho jujur
“baiklah lakukan tugasmu dan jangan menangis lagi arrachi” yunho mengusak rambut adiknya dan berjalan cepat

BUG!!

Changmin menyemburkan air minum yang baru saja masuk kedalam kerongkongannya
“YAH!!” changmin menoleh cepat dan melihat mata adiknya sembab
“WAE!” kata shin hye sewot hatinya sedang kacau dan ia kecewa pada kakaknya inikarena merahasiakan hal seperti itu darinya “kau sudah tau kan tiang listrik! Kenapa kau tidak mengatakannya padaku eoh!”

Bug

Bug

Bug

Lengannya menutupi wajahnya yang di pukuli oleh adiknya
“hey nona cantik.. jangan berbuat kekerasan tanganmu bisa terluka” il woo menangkap tangan shin hye
“apa kau mau menggantikan posisinya ..” shin hye melirik nama di dada kanan ilwoo “il woo ssi?” il woo meringis dan melepaskan tangan shin hye pelan

Bruk!

Shin hye menadaratkan buttnya di kursi sebelah il woo “katakan sesuatu tiang listrik!” ucap shin hye sewot membuat keempat namja lain yang berada di kantin barak meringis mereka il woo, taecyon, eunhyuk dan juga luhan
“mhiane.. dongsaeng, bukan maksudku menyembunyikannya tapi aku- aku sungguh tidak tega mengatakannya padamu”ucap changmin penuh sesal
“gwencana.. aku pasti bisa menghadapinya, aku sedikit bersyukur karena itu yunho oppa bukan orang lain” shin hye meletakkan kepalanya di atas meja
“ahh aku tau dari mana asal kissmark letnan kim!” luhan berkata semangat membuat semua orang menoleh seunghyun yang kebetulan melintas menghentikan langkahnya “pasti kapten jung yang membuatnya.. wahh me-” taecyon membekap mulut luhan dan meringis kearah semua orang
“kau akan mati jika mulutmu selancang itu aishh .. dasar bodoh” gumam il woo “eoh! Kapten choi, kau bisa bergabung dengan kami.. kami sedang bersantai” ajak il woo
“ne.. aku akan ke atas tubuhku lelah sekali” tanpa menunggu jawaban rekannya seunghyun melangkahkan kakinya menuju lantai atas




Tbc.

Selasa, 14 Maret 2017

My Virgin



Title     : My Virgin
Genre    : romance, NC21, GS
Length   : -               
Rate     : M
Main cast : yunjae etc.


Chapter 1




Kim jaejoong tak pernah membayangkan hidupnya kan sehancur ini dia terjebak dalam dunia seorang jung yunho seorang CEO JUNG GROUP yang dipenuhi kemewahan yang nyatanya adalah pria yang sangat kejam yang pernah ia kenal, seumur hidupnya ia tak pernah di paksa melakukan hal se kotor ini appanya selalu memanjakannya perusahaan appanya bukan perusahaan kecil namun jika di bandingkan dengan jung group perusahaannya jauh lebih kecil tapi dibalik itu ia tak pernah kekurangan sesuatu apapun hingga suatu saat ia berjumpa dengan rekan kerja appanya

Ceklek.
Dengan dress mereah selutut dan high heelsnya ia melangkah santai menuju ruang kerja appanya wanita cantik berusia 20 tahun itu nampak sangat berkelas juga sangat cantik wajahnya putih mulus dengan riasan sederhana namun mampu menampilkan sisi seorang kim jaejoong yang sangat luar biasa cantik tuhuh moleknya dibalut dengan apik siapa saja yang berpapasan telah mengenal sosok kim jaejoong yang sangat ramah, polos dan juga ceria

ceklek

“anyeooong appa..” kepala jaejoong sedikit menyembul melihat ke dalam appanya sedang sibuk dengan dokumennya
“eoh.. anyeoong joongie, kau kemari ingin mencari appa atau ingin minta uang untuk berlibur eoh?” jaejoong mengrucutkan bibirnya
“appa.. aku benar – benar ingin mencarimu, kita sangat jarang bertemu eoh” rengek jaejoong
“tentu saja, appa sedang mempersiapkan diri menangani proyek besar dengan jung goup juga dengan choi corp joongie, appa harus melakukan yang terbaik ini akan menjadi luar biasa jika kita bisa bekerja sama dengan jung group karena- ” kim hyunjoong memandang anaknya
“karena apa appa? Jangan membuatku penasaran”
“perusahaan kita sedang mengalami krisis jadi.. sebisa mungkin kita harus bekerja sama sebaik mungkin agar perusahaan tidak mengalami kebangkrutan” jaejoong mentap kosong mendengar penuturan appanya
“apa aku bisa membantumu appa? Aku ingin melakukan sesuatu agar bisa membantu appa” air mata jaejoong jatuh tanpa diminta
Diusapnya air mata yang terjatuh dari pipi putrinya satu – satunya hartnya yang paling berharga “kau harus selalu tersenyum joongie.. karena appa akan selalu merasa semangat jika kau tersenyum” diusaknya rambut putrinya yang amat sangat di sayanginya
“appa..” jaejoong bangkit dan memeluk appanya dengan erat
“kau sudah tumbuh sebesar ini joongie, umma mu di surga pasti bangga melihatmu menjadi putri appa yang paling cantik dan baik di dunia ini”
“kau berlebihan appa hiks” jaejoong mengusap air matanya yang terjatuh tanpa diminta
 “appa sebentar lagi akan rapat dengan choi corp, tapi appa juga ada undangan makan malam dengan CEO jung group joongie.. bisakah kau mewakili appa bertemu dengannya” jaejoong tersenyum dan mengangguk
“ne appa”

Jaejoong melangkahkan kakinya menuju tempat yang di gunakan untuk makan malam yang ternyata adalah mension seorang jung yunho bangunan yang sangat megah dengan interior yang luar biasa memanjakan mata 

“apa anda tamu tuan jung nona?” jaejoong mengangguk dengan ragu
“mari silahkan tuan jung sudah menunggu anda nona” jaejoong berjalan menuju ke dalam rumah yang nyatanya membuat batinnnya berdecak kagum rumah yang pernah di beritakan bernilai fantastis memang benar adanya
“anyeoong haseyo kim jaejoong imnida” jaejoong sedikit membungkuk dengan sopan
“ne, silahkan duduk jaejoong ssi” yunho memandang intens wanita di depannya
“maafkan appa saya karena beliau tidak bisa menghadiri undangan anda yunho ssi” jaejoong berkata dengan sopan membuat yunho tersenyum sangat tampan hingga membuat pipi jaejoong bersemu merah
“jangan terlalu formal padaku joongie.. boleh aku memanggil begitu?” jaejoong memandang terkejut lalu terkekeh pelan
“anda sangat ramah yunho ssi,anda boleh memanggil seperti itu”




Hingga makan malam selesai mereka berbincang hingga dua jam berlalu ..

“maaf, saya harus pulang yunho ssi”
“aku akan mengantarmu joongie” yunho menunjukkan kunci mobil yang di pegangnya
Dalam perjalanan jaejoong memandang keluar jendela mobil ia terlalu bingung untuk membicarakan topik yang cocok dengan seorang CEO seperti yunho
“apa kau mempunyai kekasih joongie?” tanya yunho
“aniyo, appaku tidak mengizinkan aku berpacaran” jawab jaejoong jujur membuat yunho tergelak
“wah.. apa kau selalu menuruti kata appamu eoh?” goda yunho
“tentu saja, dia satu – satunya yang ada di dunia ini.. seorang appa yang hebat” yunho mengusak pelan rambut jaejoong
“apa kau memiliki seseorang yang kau sukai?” tanya yunho lagi
“aniyo.. aku tidak pernah berkencan aku selalu menolak pria yang mendekatiku karena aku masih belum mau melanggar apa perintah appa” jaejoong meringis
“wahh kau sangat imut”  keduanya tertawa pelan mencairkan suasana

Hingga saat dua minggu berlalu mereka harus mengadakan meeting yunho mengajak jaejoong untuk meeting di rumahnya 

“kita bisa bertemu diluar kenapa anda minta rapat di mension anda yunho ssi”
“apa appamu tidak memberitahumu bahwa proyek ini sangat penting bagi perusahaanmu joongie?” jaejoong mengangguk
“ne, appa pernah memberitahuku bahwa proyek ini sangat penting bagi perusahaan” yunho lagi – lagi menatap intens jaejoong
“kau tau aku tidak pernah semudah itu setuju menyetujui proyek asalkan kau bisa memenuhi syarat yang kuberikan aku akan memberikan lebih dari yang appamu minta”
Jaejoong memadang bingung yunho “apa maksudmu yunho ssi?”
“jika kau mau tidur denganku kau akan mendapatkan segalanya bahkan aku bisa dengan mudah menyelamatkan perusahaan appamu joongie” yunho berkata santai sambil memainkan wine yang ada di tangannya
Jaejoong menggenggam erat roknya hingga kusut “aku tidak setuju yunho ssi! Pasti appaku juga akan melakukan hal yang sama! Permisi” jaejoong bangkit dan berlalu membuat yunho tertawa
“kita lihat apa kau akan bisa bertahan dengan kesombonganmu itu joongie”

Esoknya ia sedang sarapan dengan appanya berdua jaejoong lebih diam dari hari biasanya penampilannya juga tidak seperti biasanya dia masih memakai piama tidurnya dan juga rambut yang di gulung keatas menampakkan leher jenjangnya yang mulus semalam ia banyak berfikir untuk menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya 

“appa..” cicit jaejoong
“wae? Kau ingin berbicara sesuatu?”
“apa proyek appa dengan choi corp berjalan lancar? Dan bagaimana jika kita hanya bekerja sama dengan choi corp tanpa jung group?” Tanya jaejoong cepat membuat appa kim menatap bingung anaknya
“haaah.. choi corp menerapkan system yang sangat kolot membuat segalanya jadi rumit dan jika hanya bekerja sama dengan choi corp tidak akan bisa menutup semua biaya pinjaman yang kita pinjam di bank joongie jika bukan karena appa sedang dalam kondisi sulit appa tidak akan mau bekerja sama dengan choi corp” jaejoong menggigit bibirnya pelan mendengar apa yang dikatakan appanya
“dan jika kita bisa bekerja sama dengan jung group kita tidak perlu lagi bekerja sama dengan choi corp” lanjut appa kim
“jadi begitu ya appa”
“ne.. kenapa bertanya seperti itu joongie?”
“ah. Aku hanya ingin tau appa.. semoga jung group menyetujui proyek ini” jaejoong mendadak tidak berselera memakan sarapannya
“appa akan berangkat dulu ne joongie..” appa kim akan beranjak dari pintu keluar
“appa” jaejoong memeluk appanya dengan erat “aku sangat menyayangimu appa”
“ne .. aku tau” appa kim menuju mobilnya dan jaejoong segera masuk ke dalam rumah

Dengan langkah pelan jaejoong melangkah menuju mension jung ia memberanikan diri untuk menemui jung yunho
“wahh lihatlah .. siapa yang datang” sambut yunho membuat jaejoong mendengus
“aku- aku ingin membicarakan sesuatu dengamu yunho ssi” jaejoong berucap datar membuat yunho tertawa pria itu mengenakan sweeter abu abu dipadu dengan celana santai berwarna hitam duduk di sofa dengan nyaman
“ne duduklah”
“ak-aku ingin memenuhi syaratmu yunho ssi” kata jaejoong ragu
“syarat yang mana maksudmu joongie?” goda yunho membuat jaejoong mendengus
“syarat untuk.. untuk t-tidur dengamu yunho ssi” jaejoong sangat berat mengatakannya hatinya merasa tercabik ia menggadaikan harga dirinya
“ah itu syarat yang kuajukan beberapa hari yang lalu sekarang syaratku sudah berubah.. ottoke?” jaejoong meremat dress putihnya
Jaejoong mendesis matanya menatap tajam yunho “lalu apa syarat yang kau inginkan?”
“aku ingin kau tidur denganku dan menjadi istriku, aku tidak akan mengatakan kepada appamu tentang pengorbananmu ini aku akan mengatakan jika kita saling mencintai dengan begitu appamu tidak akan memikirkan anak kesayangannya harus berkorban demi dirinya.. bagaimana?”
“KAU! Sangat licik” jaejoong berucap emosi
“yes or no?” yunho mengendikkan bahunya acuh melihat emosi jaejoong

 “kau sangat cantik joongie” yunho mengelus pipi putih mulus jaejoong
dengan pelan tangannya menyingkap dress putih itu hingga lengan mulus jaejoong terbuka diciumnya bibir kissable jaejoong yang sudah di dambakannya sejak pertama kali bertemu jaejoong menutup matanya rapat ia merasakan bibir hati yunho menciumnya dengan dalam tidak lupa tangan nakal yunho melepas dressnya keseluruhan dan membuangnya asal hingga tubuhnya di terpa hawa dingin AC kamar yunho yang di tutupi korden merah maroon hingga menciptakan suasana remang
tangan yunho terus bergerliya hingga payudara kirinya mecuat dari bra yang di pakainya bibir hati itu turun ke payudara dengan niple pink itu tangan kiri yunho yunho turun menuju lubang hangatnya yang masih tertutupi celanan dalam
“ukh..” ronta jaejoong saat bagian sensitifnya disentuh yunho dibalik celana dalam dengan cekatan yunho membuang bra berwarna pink itu dengan cepat hingga menggantung di lampu di meja nakas
“wah.. sudah kubayangkan pasti ukurannya besar, kau memang luar biasa joongi” yunho menangkup kedua payudara jaejoong yang terbebas dan membenamkan kepalanya di tengah ia bisa melihat tubuh putih mulus jaejoong tanpa tertutupi apapun. Yunho membaringkan jaejoong dengan pelan dan meciumnya lagi dengan intens membuat jaejoong terlena
“ah tunggu! Kau akan terlihat seksi jika dihiasi dengan tali yang membelit tubuhmu yang seksi ini joongie”

“kau brengsek jung yunho!” umpat jaejoong tubuhnya tidak bisa di gerakkan karena seluruh tubuhnya terikat tali yang menonjolkan lekuk tubuh moleknya
“yah.. kau tidak boleh mengumpat pada calon suamimu joongie” yunho menyesap kulit leher jaejoong hingga membuat jaejoong mendesah keras
“akhh! Kau ! jika bukan karena appa aku tidak akan disini kau memang brengsek !” yunho mencengkram rahang jaejoong dan mendesis
“appamu tunduk di bawah kuasaku chagiya .. kau pun juga begitu, jika tidak bisnis appamu akan hancur!” yunho menggendong jaejoong ke ranjang dan membaringkannya tanpa melepas tali yang membelit tubuh jaejoong
“aku sudah tidak sabar” yunho melepas pakaian yang melekat di tubuhnya hingga ia naked jaejoong membuang muka kesamping melihat pemandangan yang tak seharusnya dilihat
Dengan cepat di dorongnya jaejoong hingga terbaring dan membuka paha jaejoong dengan lebar matanya berbinar melihat hole jaejoong yang di bukanya dengan kedua tangannya menarik berlawanan hingga hole mungil itu nampak

“AHHH” desah jaejoong saat mulut lancang yunho sudah mengulum klitoris jaejoong yang sangat sensitif jaejoong menggelinjang saat yunho terus mengerjai miliknya tubuhnya tidak bisa bergerak bebas “ukhh.. yunho brengsekhh ahh!” umpat jaejoong membuat yunho mendongak menatap jaejoong dan menggigit gemas nipple jaejoong yang mecuat karena sudah terangsang
“kau akan selalu mengingat malam ini joongie” yunho tertawa pelan dan tangannya memasukkan satu jari di hole jaejoong
“akhh!” ringis jaejoong saat jemari panjang yunho merasukinya
“kau sangat sempit joongie” bisik yunho membuat jaejoong mendesah saat telinganya secara sengaja di tiup “baiklah cukup bermainnya aku akan membuatmu mendesah namaku semalaman, ada yang ingin kau inginkan joongie” yunho bertanya santai tapi tangannya tidak tinggal diam tetap mengeluar masukkan jarinya dengan tempo pelan
“ak hah aku ingin ahh kauuh mengirim pesan pada appa agar ahh ahh aku menginap di rumah junsu ahh ahh ahh” ucap jaejoong disela desahannya
“baiklah, aku akan mengabulkannya” yunho bangkit dari hadapan jaejoong dan meraih tas jaejoong di meja nakas dan mengirim pesan pada appa kim jaejoong yang sangat malu merapatkan pahanya yang terbuka lebar

‘appa.. aku menginap di rumah junsu’

Yunho meletakkan ponsel jaejoong di meja nakas dan melanjutkan ke arah jaejoong dan melebarkan paha jaejoong namun ditahan 

“wae? Kau tidak mau melakukannya?” tanya yunho santai ia menikmati wajah penuh keringat jaejoong dengan perlahan di bukanya sendiri pahanya
“kenapa membukanya dengan ragu- ragu lagi pula aku sudah melihatnya tadi” jaejoong bersemu merah mendengar apa yang dikatakan yunho ia merasa wajahnya di tarik hingga menghadap yunho dan yunho lagi lagi mendaratkan ciuman intens tanpa sadar tangan kanan yunho menuntun juniornya menuju hole virgin jaejoong
“akh!” ringis jaejoong saat kepala junior yunho sudah masuk ke liangnya
“kau hanya perlu santai, jika kau mengetatkannya kau akan sangat kesakitan” jaejoong mendengus mendengar nasihat yunho
“kau pasti sering bercinta dengan wanita yang masih virgin eoh! Dasar maniak” sembur jaejoong membuat yunho tertawa
“kurasa begitu aku sudah membobol banyak jadi kau tidak perlu kawatir joongie” canda yunho membuat jaejoong menatap kesal dan mengigit bahu yunho
“AKH! Kau orang pertama yang berani meggigitku” yunho tertawa dan melanjutkan memasukkan juniornya yang masih menggantung di opening hole jaejoong
“ugh! Sakiit” ringis jaejoong saat yunho memasukkan setengah juniornya dilihatnya rembesan darah yang menuruni sprey putih milik yunho

BLES!

“AHHHH!” Seluruh junior yunho sudah masuk keduanya mendesah bersamaan
“hiks!” jaejoong terisak membuat yunho mentap bingung
“mhiane.. ini sedikit menyakitkan”
“babo! Ini sangat sakit! Kau pikir juniormu itu berukuran kecil hiks!” air mata jaejoong bercucuran
“katakan jika aku sudah boleh bergerak” yunho membernarkan letak kaki jaejoong yang bergetar menahan sakit di lebarkannya hingga kakinya tertekuk dan mengekspose junior yunho yang masuk ke dalam vagina jaejoong
“kau bisa bergerak” ucap jaejoong setelah dia sudah bisa menguasai diri dengan gerakan pelan yunho memaju mundurkan juniornya jaejoong yang awalnya kesakitan lama – lama mendesah namanya membuat yunho tersenyum kecil di tengah desahannya karena junior nya di jepit oleh hole jaejoong hingga keduanya mendesah panjang tanda kenikmatan telah mereka dapatkan hingga beberapa ronde 

Dengan posisi masih terikat entah jaejoong tidak ingat yunho mengubah gaya bercintanya terlentang, menungging , menyamping hingga di pangkuannya membuat tangan jaejoong kebas Jaejoong mendengus kala tangan yunho membangunkannya hingga ia terduduk dengan posisi mengangkang dan cum yunho yang keluar dari lubangnya karena terlalu banyak




“sekarang kau puas eoh!” dengus jaejoong
“of course! Kau luar biasa” yunho mencium bibir mungil jaejoong yang sudah membengkak dan mengkilat
“kau harus ingat janjimu!” yunho mengendikkan bahunya acuh ia mengambil ponsel dan memotret pemandangan indah jaejoong yang sedang mengangkang dengan di penuhi cum
“aku tidak pernah mengingkari janji, kau harus ingat itu joongie” direngkuhnya tubuh lemas jaejoong yang mengkilat penuh keringat.
‘semoga dengan ini aku bisa meringankan bebanmu appa’ batin jaejoong air matanya menetes tanpa diminta
“jangan menangis. Terima kasih” yunho mengecup jaejoong dan melepaskan ikatan tangan jaejoong lalu mendekapnya hingga keduanya terlelap




Tbc.