Title : I need you!
Genre :
romance,angst
Length : -
Rate : M
Main cast : yunjae etc.
Chapter 7
Setelah selesai diambil darah yunho berdiri dengan tangan kanan
memegang kapas yang ditempelkan pada lipatan lengannya
“sekarang giliranku dokter kim”goda seunghyun membuat semua orang
tertawa
“ne .. berikan lenganmu kapten choi” seunghyun memberikan
lengannya ia memperhatikan jaejoong yang mengambil jarum yang digunakan untuk
menusuk nadinya
“letnan kim, apa kau memiliki kekasih?” tanya seunghyun pelan
“mwo? Kenapa kau bertanya seperti itu kapten?” jaejoong tertawa
pelan
“aku hanya penasaran saja, kau seperti seorang yang sedang memiliki
kekasih” jaejoong hanya tertawa menanggapi pertanyaan seunghyun disamping
mejanya shin hye yang nampak menguping pembicaraan keduanya juga merasa penasaran
apakah orang yang dicintainya itu memiliki kekasih atau tidak
“uhm .. itu pertanyaan yang sangat pribadi kapten, aku tidak bisa
menjawabnya.. jja selesai” jaejoong memberikan kapas pada lipatan lengan
seunghyun
“aku hanya penasaran saja dari mana asal kissmark itu” ucap
seunghyun santai ia berdiri dan memandang jaejoong yang sedang gugup
“selanjutnya sersan jung..” panggil jaejoong
“yah kapten, cepatlah sekarang giliranku” seunghyun berjalan
kearah pintu keluar
“kau sudah selesai kapten choi?” seunghyun menoleh kearah yunho
“ne.. baru saja kapten jung, apa ada sesuatu?” yunho sedikit
menimang apakah ia harus memberitahukan pada seunghyun atau tidak
“aku menemukan sebuah desa saat kami ke taebek kemarin, disana ada
banyak anak yang terkena cacar aku ingin memastikan sesuatu.. kau bisa
membantuku?” seunghyun mengangguk
“aku sudah hafal daerah ini karena tim kami lebih dulu ditugaskan
kemari”
“arasso.. kita nanti akan rapat, kutunggu di meja ruang tengah”
yunho berjalan kearah barak yang dekat dengan kantin
.
.
“chun, tunjukkan lokasi yang tadi pada mereka” yoochun membuka
peta di atas meja yang dikelilingi tim alpha dan tim beta
“disini.. harusnya ada sebuah desa, tapi anehnya kenapa disini
tidak nampak pada peta” yoochun menunjuk lokasi yang ditemukannya bersama yunho
“sersan changmin, kau tau dokter
perdamaian yang ada di seberang ?” Tanya seunghyun mmebuat semua orang
menoleh
“ne, dokter Daniel” jawab changmin
“ne, tolong tanyakan itu kepadanya”
“siap! Arasso” jawab changmin
“kalau begitu besok aku akan kesana dengan salah satu dokter, ku
kira dia harus memeriksa anak- anak itu dan memastikan seberapa parah penyakit
yang mereka derita” sahut yunho
“ne..” jawab semua orang
.
.
“hari ini aku membutuhkan bantuan kalian, salah satu dokter untuk
ikut dengnku” ucap yunho saat ia mengunjungi medical room
“apa kita akan perang kapten?” Tanya suzy
“ani.. hanya memastikan saja seberapa parah diagnosis untuk
penyakit” jawab yunho ia melihat jaejoong nampak sibuk dengan beberapa buku
“kau ikut dengaku dokter kim, dan satu lagi dari DongBang hospital” ucap yunho
“aku akan ikut denganmu yunho ah” yunho mengangguk
“10 menit lagi kita berangkat” yunho berjalan keluar dari medical
room
“aigoo kapten yunho sangat tampan” gumam suzy diangguki beberapa
perawat rekannya membuat jaejoong mendengus
10 menit kemudian –
Mobil yang dikendarai yunho sudah terparkir menunggu jaejoong dan
juga boa yang sudah siap mereka sedang berjalan boa dengan pakaian santai dan
jaejoong yang mengenakan seragamnya mereka sama- sama membawa tas yang
berukuran sedang berisi perlengkapan medis
Di dalam mobil suasana menjadi hening yunho sendiri masih
memikirkan bagaimana caranya menangkap geng lokal yang meresahkan hingga ia
hanya fokus pada kemudinya dan jaejoong ia terlalu malas membuka pembicaraan
dan boa ia sangat kesal karena mobil ini tak ubahnya seperti pemakaman
“yah! Aku sudah tidak tahan, kenapa kalian tidak ada yang membuka
pembicaraan eoh?” seru boa
“memangnya apa yang akan kau bicarakan boa ssi” jawab jaejoong
malas
“molla! Kita bisa bicara apapun.. yun kapan kita akan sampai?”
Tanya boa
“mungkin dua setengah jam lagi, kenapa kau berisik sekali eoh”
jawab yunho
“kemarin ahjumma jung menghubungiku yunho ah” jaejoong kaget
mendengar apa yang dikatakan boa
“mwo? Benarkah umma menghubungimu? Untuk apa?” yunho heran apakah
ummanya masih saja menjodohkannya dengan boa
“tentu saja untuk menjodohkan kita, untuk apalagi” boa memutar
matanya malas
“boo.. itu tidak seperti yang kau kira” ucap yunho cepat ia
melirik jaejoong yang memicingkan mata padanya
“memangnya aku mengira apa?” jaejoong berkata santai
“jadi benar kalian masih berhubungan” sahut boa ia tertawa melihat
yunho kelabakan takut jaejoong marah
“ne, kami masih berhubungan.. dan kau jangan coba- coba menerima
apa yang ditawarkan ummaku” ancam yunho santai
“mwo? Apa maksudmu yundoll.. apa kau tidak ingin menjadi suamiku?”
goda boa ia melirik jaejoong yang bermuka sangat masam
“benarkan jaejoong ssi, apa aku pantas menjadi istrinya?” boa
menyeringai melihat jaejoong membuang muka dan melihat kearah laut yang menjadi
latar perjalanan mereka
Ckitt..
Yunho memarkirkan mobilnya ia melihat banyak anak kecil yang
terbaring di tenda- tenda yang tidak layak di huni
“astaga” jaejoong menutup mulutnya terkejut melihat keadaan
mengenaskan mereka
“apa mereka tidak memiliki orang tua” ucap boa pelan
“aku akan menelfon barak dulu” yunho menghubungi baraknya dan
menanyakan pada timnya
“apa kau sudah melacak GPSku taec, dan informasi apa yang kalian
dapat?”
“kami sudah melacaknya kapten, lokasi ini disebut desa berhantu
dan alasan kenapa tidak ada di dalam peta adalah Negara Apollo menyembunyikan
lokasi itu karena disana adalah tempat untuk para korban pelecehan seksual saat
perang dunia berlangsung dengan kata lain mereka adalah anak yang tidak
diinginkan keberadaanya. anak- anak perempuan akan dijual oleh pemilik desa
kepada germo” jaejoong dan boa syok mendengar penuturan taecyon
“arasso.. aku akan menghubungimu nanti”
Pip.
“kalian sudah mendengarnya tanpa harus kujelaskan bukan?” Tanya
yunho pada keduanya
“ne, aku akan memeriksanya” jaejoong berjalan kearah kiri dan boa
mengikuti jaejoong di belakangnya
“can I ask you?” Tanya jaejoong pada seorang anak laki- laki yang
terbaring lemah dengan bintik- bintik merah yang tersebar di tubuhnya
“..” anak itu hanya memandang jaejoong begitu juga dengan anak
yang lain
“apa menurutmu mereka mengerti apa yang kutanyakan?” Tanya
jaejoong
“kurasa mereka mengerti, namun mereka tidak mau menjawabmu
jaejoong ah” sahut boa
“we cant answer you, because we not eating 3 days later” jawab
seorang anak perempuan mengenakan dress merah lusuh
“but, why you answer me?” Tanya jaejoong heran
“because this is my day” boa syok mendengar penuturan gadis muda
itu
“kita tidak bisa merawatnya disini, karena penyakit ini menular..
jadi kita harus membawanya ke medical room” sahut boa
“begitukah? Baiklah aku akan menghubungi barak kalian periksa
mereka” yunho berjalan kearah sisi kanan ia menghubungi barak untuk mengirim
mobil untuk mengangkut anak- anak di desa berhantu
“jaejoong ah, sepertinya ada yang datang” ucap boa membuat
jaejoong menoleh kearah mobil mewah yang baru saja berhenti
“apa kau wali mereka?” Tanya boa
“wahh desa kita kedatangan tamu yang cantik ternyata”
“aku boa dokter korea selatan, dan dia jaejoong dokter tentara”
jawab boa
“jaejoong.. kau tentara korea, wah pangkatmu sudah letnan” Andrew
menepuk pundak jaejoong yang langsung ditepis membuat Andrew tersenyum
“aku Andrew kim, aku memiliki separuh darah korea letnan kim ”
jawab Andrew sambil tersenyum misterius yunho berlari dan memegang tangan
jaejoong yang akan di pegang oleh Andrew
“wah.. letnan jung. Ah ani sekarang kau kapten jung.. lama tidak
berjumpa” Andrew mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan tapi yunho hanya
diam
“kapten Andrew?!” Tanya yunho kaget
“yah.. kau masih ingat kepadakau kapten yunho” jawab Andrew
“kenapa .. kenapa kau menjadi seperti ini? Namamu sangat melegenda
pada tim Charlie” jawab yunho
“kau lihat? Rambutku bisa tumbuh lebat dan aku punya kekuasaan..
dan aku kesini untuk menjemput mawar merah di belakangmu” kata Andrew sombong
ia melihat kearah maria “dan menjadi legenda tidak banyak menghasilkan uang
kapten jung!” Andrew menyeringai
Yunho teringat saat ia menjalani tugas gabungan dengan pasukan
khusus AS ia menyelamatkan kapten tim Charlie Andrew kim
“untuk pertama kalinya aku menyesal menyelamatkan seseorang” gumam
yunho
“oh come on kapten, speak English! I cant understand your
speaking” seru Andrew
DUAR!!
Kemeja putih yang digunakan Andrew penuh dengan darah saat wanita
muda yang bernama maria menembakkan tembakan dari arah belakang ia mencuri
pistol milik anggota Andrew
“ukh..” Andrew merasa kesakitan ia memegang tubuh bawah bagian
kirinya “kapten jung, selamatkan aku seperti kau menyelamatkanku dulu” ucap
Andrew ia mencoba menggapai pistol yang tadi di pegangnya tapi tangannya tidak
kuat
“please.. don’t save him!” seru maria ia memegang tangan yunho
yang bebas karena tangan kanannya mengacungkan pistol kearah andrew
“dokter! Kau harus menyelamatkanku! Bukankah kau sudah bersumpah!”
teriak Andrew pada keduanya jaejoong diam mematung sedangkan boa sudah histeris
ia menyaksikan secara langsung seseorang tertembak
“ani.. jika aku menyelamatkannya dia akan membunuh lebih banyak
orang” gumam jaejoong pelan matanya menatap nanar kearah Andrew
“selamatkan dia, lakukan tugasmu dokter kim jika harus membunuh
itu adalah tugasku” jaejoong memandang yunho
“aku akan memberikan pilihan, aku akan menyelamatkanmu tapi kau
harus melepaskannya dan pilihan kedua adalah aku membiarkanmu aku menjamin jika
kau tidak segera dobati kau akan mati disini” ucap jaejoong
“sekarang kalian tentukan, kalian ingin bos kalian tetap hidup
atau tidak. Aku merekomendasikan kalian memilih opsi kedua” ucap yunho ia
melihat keraguan di mata kedua anggota Andrew dan akhirnya mereka memilih
menyelamatkan bos mereka
“baringkan disini” jaejoong memberikan instruksi jaejoong mulai
menata peralatannya ia tidak membawa sarung tangan ataupun anastesi dengan
terpaksa ia mengeluarkan peluru itu tanpa anastesi
“Ukh!! Apa kau hanya cantik tapi kau tidak pandai membedah ukh dan
kau tidak memberikanku obat pereda nyeri!” Andrew menahan sakit ia meremas
tangan anggotanya dengan ganas
“yah. Anggap saja aku dokter yang seperti itu”jaejoong terus
menjait bagian yang robek dengan santai
“apa ukh!! kau kekasih kapten jung?!” Tanya Andrew ditengah
kesakitannya
“apa itu penting, bukankah kau lihat kami adalah rekan kerja”
jawab jaejoong santai” ia membereskan jaitan terakhirnya dan berkata pada
Andrew
“kusarankan kalian segera ke rumah sakit karena perdarahan harus
segera dihentikan jika kau masih ingin selamat” jaejoong berdiri dan membawa
tasnya
Andrew di bopong oleh kedua anggotanya ia nampak kesakitan matanya
melirik maria yang juga melihat Andrew
“aku akan kembali maria, my little red rose.. I’m promise” ucap
Andrew sebelum masuk ke dalam mobilnya lalu pergi
“gwencana?” Tanya jaejoong pada boa yang masih sesenggukan
menangis
“hiks.. hiks.. bagaimana bisa kau bertanya seperti itu saat
melihatku seperti ini” ucap boa
“mereka sudah pergi, jangan menangis lagi.. dan kau maria ikutlah
dengan kami sebentar lagi ada mobil yang akan menjemput kalian semua
Tak berselang lama mobil yang akan mengangkut para anak – anak
tiba
“hormat kapten! Mobil telah siap” yunho mengangguk melihat anak
–anak di masukkan kedalam mobil hingga desa berhantu menjadi sepi
“jja.. kita kembali” ucap yunho ia melirik jaejoong yang dipenuhi
darah
“kau harus terbiasa melihat seperti ini boa, jangan bersikap
seperti tadi” tegur yunho
“aku hanya belum terbiasa yunho ah.. aku bukan tentara seperti
kalian, meskipun aku sudah terbiasa melihat kematian di rumah sakit tapi ini
berbeda” jawab boa
“kau hanya perlu menutup mata dan berpegang teguh pada tugasmu dan
sisanya adalah tugasku” ucap yunho tegas
“apa dia tentara dryad yang kau selamatkan dulu?” yunho menoleh
kearah jaejoong
“ne, kau mungkin baru bertemu dengannya hari ini” jawab yunho
“aku sempat mengenali wajahnya namun hanya samar- samar karena aku
tidak pernah bertemu secara langsung” jaejoong memejamkan matanya
.
.
“boo bangunlah..” yunho menepuk pipi jaejoong
“eungh.. ne, dimana boa?” Tanya jaejoong saat dilihatnya kursi
belakang tidak ada boa
“dia sudah menuju ke medical room.. kau tidak perlu kesana kau
cukup beristirahat” saran yunho
“aniyo.. aku akan membantu memeriksa mereka” yunho memutar bola
matanya
“kau selalu tidak mendengarkanku” yunho menghela nafas lelah dan
turun dari mobil
“yah.. kau jangan ngambek bear!” teriak jaejoong yunho dengan
langkah cepat menuju kea rah pompa air
“eoh?! Letnan kim apa kau terluka? Kenapa bajumu banyak
darah?”panik seunghyun saat melihat tangan dan juga seragam jaejoong berlumuran
darah yang sudah mengering
“ah tidak apa- apa, aku tidak terluka” jawab jaejoong “aku akan ke
medical room dulu ne” tanpa menunggu jawaban seunghyun ia beranjak menuju
medical room yang sudah dipenuhi anak – anak dari desa berhantu yang sudah
diperiksa
“OPPA!! Kau tidak apa-apa! Aku mendengar dari boa sunbae kalian-
.. kalian” panik shin hye
“aniyo.. gwencana.. apa kau sudah memeriksa mereka?” Tanya
jaejoong
“ne.. mereka sudah tertangani sepertinya untuk malam ini mereka
harus mendapatkan perawatan” jaejoong mengangguk
“oppa, istirahatlah.. aku akan mengurus mereka” shin hye memegang
tangan jaejoong
“gomawo ne” jaejoong mengusap rambut shin hye
Jaejoong keluar dari medical room menuju ke pompa air ia ingin
membersihkan darah yang menempel di tangannya
“aughh.. airnya berubah menjadi merah” gumam jaejoong ia membasuh
tangannya di dalam ember yang berisi air lalu membuangnya dan menggantinya
dengan yang baru saat tangannya sudah bersih ia membilas mukanya “brr.. segar
sekali” jaejoong masih memejamkan matanya ia tidak tau jika yunho sudah ada
disampingnya membawa handuk
“astaga! kau membuatku kaget bear” sembur jaejoong
“mhiane ..” yunho mengusap wajah jaejoong dengan handuk yang
dibawanya
“bukankah kau tadi kembali lebih dulu kenapa kau keluar lagi?” Tanya
jaejoong
“aku hanya ingin melihatmu” ucap yunho membuat jaejoong memerah
dan tertawa
“yah! Dasar pem-..”
Cup
“ish!! Kau selalu memcuri kesempatan!” gerutu jaejoong membuat
yunho tertawa
“istirahatlah boo ..” yunho menggandeng tangan jaejoong menuju ke
baraknya
“kau harus ikut denganku bear” jaejoong menggandeng yunho menuju
baraknya “kajja masuk” jaejoong bingung yunho berhenti di depan pintu
“apa kau terus menggandeng tangaku seperti ini?” jaejoong melotot
kaget dan reflek melepas genggamannya membuat yunho tertawa
“apa kau sudah siap mengumumkan jika kau sudah memiliki kekasih
jung jaejoong?” goda yunho membuat jaejoong mengrucutkan bibirnya
“mereka selalu ingin tau bear, mereka bertanya ini dan itu..
mungkin suatu saat aku akan keceplosan” ucap jaejoong asal
“kuharap kau cepat keceplosan agar mereka tau kau ini punya
kekasih” jawab yunho tak kalah asal
“eoh kapten jung?” sapa seungri
“ne.. jja istirahatlah, aku hanya sebentar disini” jawab yunho
“yunho hyung, kenapa kau disini?” Tanya changmin membuat yunho
menoleh dan melotot kearah adiknya
“mwoya!! Kenapa kau memakai itu!” yunho kaget melihat wajah
adiknya tertempel masker
“ini perawatan hyung, kau ini kuno sekali” ejek changmin
“yah! Tidak seharusnya melakukan itu disini Minnie” yunho menghela
nafas
“apa maksudmu jung, kau tidak mau melakukan ini juga?” yunho
memandang seunghyun dengan melongo ia kaget melihat keduanya
“aishh kalian benar- benar” ucap yunho frustasi
“aku yang mengajari mereka bear” ucap jaejoong santai namun
membuat penghuni barak terkejut kecuali changmin yang sudah terbiasa mendengar
jaejoong memanggil hyungnya dengan sebutan ‘bear’
“yah! Boo kau ini” teriak yunho ia menerima seragam dari jaejoong
“seragammu sudah kucuci, kenapa tidak mengambilnya eoh?” Tanya
jaejoong
“aku masih punya banyak” ucap yunho asal ia beranjak keluar
“dia sangat sensitive apa dia sedang hamil” jaejoong berkata asal
membuat semua orang tertawa ia lalu mengambil baju ganti dan segera keluar.
Tbc.