Title : fallen leaves
Genre : family
Length : -
Rate : M
Main cast : YUNJAE, etc
Chapter 1
Tokyo, jepang –
Kim changmin
menatap malas lokernya yang penuh dengan coklat, bunga dan surat sungguh hari –
harinya selalu saja seperti ini ia sudah 14 tahun fisiknya tumbuh menjadi namja
tampan nan manly ia heran wajahnya sangat manly berbeda dengan ummanya yang
sangat cantik ia menduga bahwa ia seluruhnya mewarisi gen appanya yang sampai
saat ini masih belum ia ketahui bahkan selama 14 tahun usinya ummanya enggan
membahas siapa ayah kandungnya.
Di sekolahnya Ia banyak
digemari para yeoja bahkan uke ia sudah sangat terbiasa dengan ‘penguntit’ yang
selalu membuntutinya kemanapun pergi kecuali saat dirumah tentu saja ia bukan
selebiriti tapi ia terkenal dikalangan namja seusianya
Brug!
Changmin meletakkan
tasnya yang penuh dengan bungkusan coklat karena sudah menjadi kebiasaan jika
ia sebelum pulang ‘membersihkan’ lokernya
“waeyo? Anak umma
kenapa kesal begitu eoh?”changmin merangsek bermanja pada sang umma
“umma, di tasku
banyak sekali coklat nanti aku akan menghabiskannya saat bermain game” gumam
changmin yang melesakkan kepalanya di pangkuan ummanya
“kau juga membawa
surat yang mereka berikan untukmu Minnie ah?” changmin mengangguk imut
“umma akan
membacanya” seru jaejoong girang membuat changmin memutar bola matanya
“umma.. jangan
tunjukkan sifat kekanakan umma pada siapapun itu sangat memalukan” changmin
meringis sangat perutnya dicubit gemas oleh jaejoong
“kau mengatai umma
kekanakan eoh? Ummamu yang kekanakan ini sudah melahirkanmu beraninya” changmin
tertawa keras saat ummanya dengan sengaja menggelitiknya
“umma ahahaha
berhenti” changmin benar – benar tidak kuat di gelitik ummanya
“aniya.. umma tidak
akan berhenti” jaejoong tertawa keras saat changmin sudah mulai akan menangis
Changmin merebahkan
kepalanya di paha ummanya “umma..”
“ne.. waeyo?”
jaejoong membaca buku sambil mengelus kepala putra tunggalnya yang tampan ia
mengakui wajah changmin sangat mengingatkannya pada sosok yang dicintainya dulu
“umma .. aku ingin saat
senior high school di korea” usapan di kepala putranya terhenti karena
pernyataan spontan anaknya
“umma.. kenapa diam
saja eoh?” changmin mengrucutkan bibirnya imut
“Minnie-ah.. kenapa
mendadak ingin sekolah disana eum?” jaejoong mencoba menjawab setenang mungkin
walaupun dalam hatinya ia berdegub kencang
“ini bukan
permintaan mendadak umma, aku sudah meminta umma saat aku akan masuk junior
high school tapi kata umma tunggu hingga lulus sekarang bukankah sudah waktunya
umma mengabulkan keinginanku” changmin bangkit dan menatap ummanya dengan puppy
eyes attack andalannya
Jaejoong mendesah
kalah jika anaknya sudah mengeluarkan jurus puppy eyes attacknya
“arasso.. umma akan
pikirkan Minnie” jaejoong segera beranjak menuju kamarnya ia merebahkan
tubuhnya di ranjang bernuansa pink yang terkesan imut jangan lupakan banyak
boneka gajah dan juga hello kitty yang menghiasi sudut ruangan
“kenapa Minnie
ingin sekali pindah lima belas tahun aku meninggalkan korea dan tidak sekalipun
menginjakkan kaki disana” ia memejamkan matanya menghirup dalam – dalam udara
Tok
tok
tok
“umma.. aku ingin
tidur dengan umma” manja changmin membuat jaejoong terkikik geli
“jja kemarilah,
anak umma yang tampan” changmin segera melompat kepelukan ummanya dan tidur
dalam dekapan ummanya yang sangat disayanginya
“minnie..
berjanjilah pada umma jika kita pindah kau tidak akan berbuat ulah” jaejoong
mengelus rambut changmin yang tumbuh lebat
“molla..” jawab
changmin sekenanya
“yah!” kesal
jaejoong
.
“appa.. appa sedang
sibuk?” gadis cantik itu duduk di sofa di ruang kerja appanya
“eum.. kenapa
yollie belum tidur eoh?” pria tampan itu meletakkan kaca mata baca yang
dipakainya dan memandang putri kecilnya
“yollie ingin tidur
dengan appa.. hihihi” yunho tersenyum melihat putrinya yang sangat manja
“arasso .. kajja
..” yunho menggendong jung jiyol dengan tangan kanannya putri kecilnya itu
menyanyi di sepanjang perjalanan menuju kamarnya membuat yunho tertawa kecil
.
.
Seoul, korea –
1 minggu telah
berlalu sejak kepindahan jaejoong dan changmin mereka menempati apartement
mewah di distrik gangnam yeah semua berkat perkembangan pesat café yang
dikelola olehnya selama 15 tahun ini ia menghidupi dirinya sendiri dan juga
anaknya dari jerih payahnya sendiri tanpa melibatkan orang lain ia sudah
melupakan ‘keluarga’ yang sudah membuangnya di masa lalu kepahitan yang
menimpanya karena kesalahannya sendiri itu yang selalu difikirkan namja cantik
itu.
.
Pagi hari yang
cerah matahari menerobos masuk tapi namja tampan itu masih senantiasa bergelung
dibalik selimut tebalnya mengabaikan sang umma yang sudah berkacak pinggang di
sebelah ranjangnya
Sraaakk!
“umma.. ini masih
pagi kenapa umma membuka tirainya” changmin menarik selimutnya hingga menutupi
seluruh tubuhnya membuat jaejoong berdecak kesal
“ish! Dia sangat
mirip beruang gendut pabo itu! Susah sekali dibangunkan!” changmin mendengar
gerutuan ummanya tapi ia berpura – pura tidak mendengar apapun ia sudah sering
mendengar ummanya mengumpati si ‘beruang gendut’ yang disebut ummanya ia
menduga pasti itu adalah appanya yang bertubuh gendut seperti beruang pikirnya
“aish .. umma
berisik sekali” changmin bangun dengan rambut awut – awuatan membuat jaejoong
tertawa setan
“minnie umma tunggu
dibawah, kau harus sudah selesai dua puluh menit lagi ini hari pertamamu
sekolah” jaejoong menutup pintu kamar putranya itu dan segera bergegas kebawah
ia harus mengantar anaknya kesekolah terbaik yang sudah di daftarkan sahabatnya
taemin
20 menit kemudian –
“Minnie, jangan
lupa nanti hubungi umma saat sekolah sudah selesai” ucap jaejoong yang sudah
mengambilkan makanan untuk anaknya yang super manja dan protektif padanya itu
“ne umma.. lagipula
aku masih belum hafal jalan”ucap changmin sabar
.
Changmin memandang
gerbang yang akan menjadi sekolahnya selama 3 tahun ini ah mungkin kurang dari
3 tahun karena ia bisa saja mengikuti akselerasi seperti saat ia di junior high
school “umma, kau akan kemana setelah ini?” Tanya changmin yang sudah turun dan
menuju sisi kiri mobil menghadap ummanya
“umma akan ke café
menemui taemin, waeyo?” Tanya jaejoong heran
“aniya.. jangan
terlalu genit pada namja dan jemput aku tepat waktu” ucap changmin tegas
walaupun ia tau ummanya tidak akan genit tapi toh tidak ada salahnya jika
memperingatkan ummanya yang kadang bisa menjadi sangat kekanakan
Jaejoong memutar
bola matanya jengah “arasso .. arasso”
Cup
Changmin segera
mengecup pipi ummanya dan Jaejoong melambaikan tangannya kearah anak semata
wayangnya yang sudah memasuki gerbang shinki senior high school yang menjulang
tinggi dari arsitekturnya ia bisa tau sekolah ini memiliki fasilitas yang
sangat canggih dan keamanan yang ketat taemin benar – benar mengerti seleranya
ia segera melesat menuju café yang 10 tahun ini ia titipkan pada taemin ia
hanya memantaunya dari jepang diperjalanan ia melamun sungguh tidak menyangka
anaknya sudah memasuki bangku SMA di usia yang sangat belia karena
kecerdasannya ia bersyukur memiliki anak seperti changmin yang selalu
menurutinya dan jarang melakukan hal yang merugikannya sepertinya tuhan
mengirim changmin untuk menjaganya walaupun usia changmin masih 14 tahun tapi dia
namja yang kuat dan berpikiran dewasa jauh dari usianya sedari kecil anaknya sudah
mengikuti kelas hapkido jadi ia tidak pernah kawatir jika melepas changmin di
dunia luar.
Coffe cojje –
Taemin terpaku
melihat sahabatnya yang bertambah menawan dari waktu ke waktu
“joongie ..” taemin
segera menubruk sahabatnya itu dan memeluknya erat
“bagaimana kabarmu eoh?”
taemin melepas pelukan dan menatap sahabatnya dengan haru pasalnya ia tau
perjalanan hidup jaejoong sangatlah berat
“aku baik, kau bisa
lihat kulitku bertambah keriput karena bertambah tua” jaejoong tertawa
mendengar gerutuan sahabatnya
“dimana minho?”
“dia sedang bekerja
tentu saja joongie kau tau ini masih pagi, kau sudah mengantar Minnie?” tanya
taemin antusias
“ne, dia sangat
bersemangat dari awal ia ingin sekali sekolah disini padahal aku sudah enggan
menginjakkan kaki di korea” taemin menatap sendu sahabatnya
“joongie.. kau
harus kuat demi changmin” taemin mengangkat tangannya dan menunjukkan kata
‘fighting’ di genggaman tangannya
.
Jung corp –
“yun, satu bulan
lagi ulang tahun jiyol kau tidak ingin merayakannya?” yunho mengalihkan
pandangannya dari kertas dan memandang junsu dan yoochun yang ada di sofa di
ruangannya sedang memakan sushi
“jinja? Aku sampai
lupa karena kita sangat sibuk”gumam yunho “apa kau punya ide junsu ah?” yunho
memandang sahabatnya yang sedang berfikir
Yoochun memutar bola
matanya melihat kelemotan junsu “kita sewa saja café, lalu mengundang seluruh
temannya dan Tanya apa ia ingin tema sesuatu yang disukainya” tandas yoochun
membuat mata junsu berbinar
“chunnie.. mungkin
karena jidatmu lebar hingga otakmu ini sedikit pintar” yunho tertawa melihat
kekonyolan kedua sahabatnya itu
“arasso.. aku
setuju dengan idemu jadi carikan tempat dan tetapkan waktunya aku yang akan
mengurus konsepnya” putus yunho dengan senyum lebarnya
“yun.. kau sangat
menyayangi jiyol ne?” mendadak senyum yunho pudar berganti keryitan
“tentu saja chun,
dia putriku” ucap yunho tegas
Junsu memutar bola
matanya “dia bukan putrimu yunho hyung.. dia putri ahra dan hyunjoong”
Yunho mendengus ia kembali
membaca dokumennya dan dengan santai menimpali ucapan junsu “sejak hari
perceraianku dan ahra jiyeol sudah menjadi putriku seutuhnya terlepas dari ia
anak biologis hyunjoong aku tidak perduli yang pasti adalah aku appanya
sekarang dan ahra bukan ibunya mana ada ibu
yang menerlantarkan anaknya yang berumur satu bulan demi menikah dengan
kekasihnya ckckck” yunho berdecak malas
“aku juga terlanjur
menyayangi jiyol .. dia anak yang manis” timpal yoochun
“aku juga, selain
dia manis dia juga sangat ceria kepolosannya bisa membuat seorang jung yunho
yang seperti robot tahkluk” sahut junsu diangguki keduanya
“dia mengingatkanku
pada seseorang” gumam yunho yang masih di dengar kedua sahabatnya
TBC.

